You are on page 1of 2

CATATAN TAK 13 OKTOBER 2017 (CL

)

DEFENISI LIABILITAS

Liabilitas masa kini dan kejadian masa lalu.

Untuk menyelesaikan kewajiban akan ada arus sumber daya yang keluar.

Off balance sheet liabillities artinya liabilitas yang tidak nampak di neraca maupun penjelasan dalam
CALK. Contohnya perusahaan mencatat sewa jangka panjang yang dicatat sebagai operating lease
(catat ketika bayar, rental expense pada cash). Investor baca LK gak akan tau kalau perusahaan punya
kewajiban pembayaran dengan kas karena si operating lease.

Contoh lain jika perusahaan melakukan transaksi derivatif (di AKL 2).

LAWAN NYA ADALAH (ON BALANCE SHEET) LIABILLITIES.

Recognition rule of liabillities

Baik aset maupun liabilitas pengakuannnya dalam neraca harus memenuhi defenisi dan dapat diukur
dengan andal.

Theory in Action 8.3

Kontijensi merupakan kewajiban yang mungkin, berasal dari masa lalu. Karena kemungkinannya itu
hanya bisa dikonfirmasi di masa mendatang yang mungkin tidak sepenuhnya dalam pengendalian
entitas. Contoh: tuntutan dan kasus hukum, (perusahaan mencemari lingkungan pabrik  dituntut 
ada kemungkinan sumber daya keluar dari perusahaan untuk membayar pinalti sebagai konsekwensi.
Dibayar atau engga dan jumlahnya berapa tergantung keputusan hukum dan perusahaan tidak dapat
memiliki kendali atas permasalahan hukum tersebut.

Kewajiban kontijensi bisa ada 2:

1. Present obiligation dari kejadian masa lalu yang keterjadiaannya ada di masa depan

2. Present obligation arises from past event and not recorded. Amount nya tidak pasti dan tidak
dapat diukur dengan andal. (contoh : tuntutan hukum) , maka disclose kan di CALK.
“Perusahaan saat ini sedang dalam kasus hukum, jelaskan posisi di 31 Desember”

Kalau provisi tingkatannya lebih tinggi dari kewajiban kontijensi. Jumlah kewajiban yang akan
dibayarkan dapat diukur dengan andal. Contoh: Klaim atas garansi, yang di ekspektasikan dari
penjualan.

Urutan tingkatan probabilitas dan keandalan estimasi: LIABILITAS > PROVISI > KONTIJENSI

Remote < Highly possible < Probable

Kalau jawab identifikasi kewajiban harus bertahap. parent company method didasarkan dari teori ini dimana pemilik subsidiary ialah parent. NCI In NA di ekuitas. Kalau parent theory. Kalau non vested itu jadi belum jadi kewajiban. Lalu dipertanggungjawabkan oleh pengelola kepada pemilik.Stewardship Pemilik kasih modal ke pengelola. Dalam laporan konsolidasi. Kewajiban itu dicatat ketika menerima pesanan. Di zaman ibunya NCI in NA dianggap orang luar ga muncul di liab atau ekuitas. Kalau taruh order aja itu belum dicatat kewajiban.! – SIARAN ULANG MINGDEP . konsep nya menjadi tidak penting. Carrry forward belum mudeng. Non vested itu belum mendapatkan hak tesebut. Non vested dan vested. Perusahaan adalah alat dan aset pemilik Tujuan dari perusahaan ialah menggunakan perusahaan untuk meningkatkan kekayaan individu Hubungan antara aset dan liabilitas dengan pemilik ialah P = A-L Profit: peningkatan kekayaan selama aktivitas bisnis tertentu Efek dari teori ini adalah: (tambahan) 1. Gaji yang dibayarkan kepada pemilik yang juga pekerja yang bekerja di perusahaan tersebut tidak dicatat sebagai beban 2. SEMUA ASET DAN KEWAJIBAN ADALAH MILIK SAYA. – past event. Karena pemilik dan pengelolanya adalah saya. NCI tidak akan muncul di ekuitas karena dianggap bukan pemilik. Untuk kekayaan pemilik. Di proprietary. Kalau vested jadi bisa kewajiban. Sehingga akan dianggap sebagai pengurang modal dari pemilik Dalam konsolidasi perusahaan. Contoh: cuti tahunan yang akan vested ketika sudah satu tahun kerja.