You are on page 1of 5

Analisis permasalahan

Vitamin E merupakan suatu vitamin yang memiliki antioksidan yang sangat
aktif terhadap radikal bebas seperti UV ( Dudat & Poelman, 1995).

Ditinjau dari efek farmakologi vitamin e srhingga dibuat sediaan lotion. Lotion
adalah sediaan cair berupa emulsi dengan medium, air yang digunakan pada kulit,
yang biasanya ditambahkan gliserin untuk mencegah efek pengeringan pada kulit
(Anief, 1984).

Kelebihan vitamin E dibuat dalam sediaan lotion karena lotion lebih mudah
dibuat & memmberikan rasa nyaman pada kulit dibandingkan dengan krm maupun
gel karena lrbih encer(Rieger M, M,2000).

Vitamin E merupakan antioksida dalam sediaan kosmetik karena dapat
mencegah proses penuaan pemeliharaan & melindungi kulit akibat radikal bebas, oleh
sebab itu dibuat dalam bentuk sediaan topical yaitu lotion. Menurut Maysuhara
(2009), selain itu vitamin E dibuat dalam bentuk emulsi topical lation karena mudah
dicuci dengan air, tidak lengket bila dibandingkan sediaan topical, serta bentuknya
yang cair menginginkan pemakaian yang cepat & merata pada kulit (Balsam, 1970).

Fungsi dari vitamin E yaitu untuk melindungi kerusakan kulit dari radikal
bebas, merupakan bentuk asam lemak yang mudah teroksidasinmaka dikombinasikan
dengan vitamin C. fungsi vitamin C untuk membantu meregenerasi vitamin E dari
bentuk teroksidasi sehingga meningkatkan kapasitas antioksida dapat menstimulasi
pengurangan precursor teroksida vitamin E, vitamin E dikombinasikan dengan
vitamin C untuk dioptimalkan keadaan bentuk sediaan lotion, sediaan ini dipilih
karena memiliki kosentrasi bentuk cair yang memungkinkan pemakaian cepat &
merata pada permukaan kulit (Wijaya A,1996).

Karena lation merupakan sediaan emulsi yang terdiri dari dua fase yaitu
minyak & air (sediaan yang kurang stabil), agar stabil dibutuhkan penstabil emulsi

Elmugator digunakan yaitu surfaktan golongan anionic karena 75% formulasi handkream & lotion menggunakan emulgator tipe ini yaitu tween 80 & span 80.2009). Surfaktan golongan nonionic dikombinasikan tween 80 (hidrofilik) & span 80 (lipofilik) karena dapat meningkatkan / membuat emulsi yang stabil disbanding penggunaan tunggal. Rowe. pelembab.2009). pengawet yang digunakan yaitu gliserin ( dalam fase minyak) karena dalam kosentrasi 5% gliserin dapat menjadi pengawet dalam fase air karena mudah larut air dengan kosentrasi 20% sebagai pengawet.walter.2009) Kombinasi gliserin & propilenglikol karena gliserin mampu melembutkan sediaan saat dioleskan serta propilenglikol akan menahan air pada sediaan & kulit yang berfungsi sebagai moisturizer (Santoro M. selain golongan surfaktan nonionic memiliki ketoksikan yang leih kecil atau lebih tidak mengiritasi dibandingkan surfaktan ionik menurut Azeen et al (2009) tween 80 & span 80 sebagai emulgator nonionic yang memiliki potensi yang rendah untuk menyebabkan reaksi hipersentivitas.2002).yang disebut emulgator. . R.2005.8-8 & mencangkup ph dari zat aktif (Rowe. 2004). 2012. serta stabil terhadap asam lemah & basa lemah (Rewe. & humektan (Anwar. Vitamin e memiliki rentang Ph yang sukup sempit menurut Hungton (1997) bahwa zat aktif yang memiliki rentang Ph sempit dapat mempengaruhi stabilitas dari zat aktif itu sendiri maka perlu ditambahkan pendapar fosfat karena memiliki pange ph cukup lebar sekitar 5. Karena vitamin E dibuat dalam sediaan emulsi lotion (sediaan setengah padat/ cair) maka dibutuhkan pengawet sebagai antimikroba/ mencegah pertumbuhan mikroba. serta dalam interfacial film teori adanya stable interfacial komplek kondenset film yang terbentuk saat emulsitying agen yang bersifat larut air dicampurkan dengan emulsifying agen yang bersifat larut lemak mampu membentuk & mempertahankan emulsi dengan lebih efektif dibandingkan penggunaan tunggal (Kim.

serta menutupi penampilan yang tidak enak & menambah daya tarik maka perlu ditambahkan pewarna (Ansel.1996).2012) salah satu antioksida yang digunakan yaitu butyl hidriksi toluene (HBT) (dalam fase minyak) karena minyak mudah tengik & teroksidasi. Pewarna yang digunakan adalah sunset yellow karena vitamin E memiliki pemerian dengan warna kuning kecoklatan (Rowe. BTH memiliki antioksidan yang lebih tinggi jika dikombinasi atau bertemu dengan kombinasi antioksidan vitamin E & vitamin c(Rowe. Mesthi.1997).1989).2009. serta baik dikombinasi dengan gliserin & merupakan senyawa polar yang rendah mudah larut dalam air. Agen pelembut yang digunsksn yaitu gliserin karena merupakan sediaan farmasetik topical yang bersifat melembutkan. Yang baik serta dengan kosentrasi rendah sudah menjadi emulien yang baik dalam fase minyak. sedangkan untuk propilenglikol sebagai pelembab digunakan karena baik dalam sediaan emulsi lotion untuk mempertahankan kadar air pada sediaan & rasa tidak lengket pada kulit. menahan kadar air. 2014. wijaya. Karena merupakan emulsi lotion yang ditujukan pada kulit maka perlu digunakan pelembab serta pelembut agar kulit tetap terjaga. serta agar kulit tidak kering setelah dioleskan lotion tersebut (Anwar.2012). dengan kosentrasi 15% sudah baik sebagai antifungsi (Sutrisno. . Untuk menutupi warna yang serasi pada sediaan.1986. Rowe.2009).Untuk mencegah oksidasi/ degradasi yang dipengaruhi oleh radikal bebas maka perlu ditambahkan antioksidan (Anwar.2009) Bahan pengental/thickening agent yang digunakan untuk mengatur kekentalan produk sehingga sesuai dengan tujuan & penggunaan kosmetik & dapat meempertahankan kestabilan bahan yang digunakan yaitu Na CMC sebagai pengental karena senyyawa dari Na CMC memberikan kestabilan serta dengan adanya Na CMC partikel-partikel yang terdispersi akan tetap hingga ditempatnya & tidak mengendap oleh pengaruh gaya gravitasi (Potter.

Wijaya A. sehingga dalam lotion baik menggunakan tipe emulsi o/w (Sutrisno.014% vitamin E. Salah satu pelarut yang digunakan yaitu minyak zaitun dalam fase minyak karena minyak nabati yang sesuai dengan kelarutan dari zat aktif yaitu vitamin E. oleh sebab itu baik digunakan sebagai pelarut difase minyak dengan kosentrasi 30% (Rowe. dibandingkan dengan pengaroma berbahan dasar air yang umumnya hanya memiliki kestabilan aroma rrelatif singkat sekitar 3-5 jam menurut kariza (2015).2009.Untuk menambah aroma yang khas. tidak lengket & memberikan sensasi dingin pada saat dipakai serta bahan aktif yang mudah terdispersi dikulit. 2014).1996). bau yang tidak enak yang ditimbulkan oleh zat aktif. Salah satu pengaroma yang digunakan yaitu oleum citris karena oleum citris merupakan pengaroma yang larut minyak leih tahan lama. minyak zaitun memiliki kandungan 0. Tipe emulsi yang digunakan dalam sediaan in yaitu tipe emulsi o/w karena bersifat mudah dicuci. Pelarut yang digunakan agar dapat melarutkan bahan sesuai kelarutannya masing-masing (Anwar.2012). .

etanol. Penggunaan dengan banyak akan menyebabkan daya alir yang kurang baik karena terlalu kental. Kosentrasi : 0. Inkompatibilitas : tidak bercampur dengan larutan asam kuat & larutan asam yang mengandung logam seperti aluminium. merkuri & zink. Stabilitas : Dapat disterilkan dalam keadaan kering dengan memperhatikan pada suhu 160ºC namun proses ini menyebabkan penguraian viskositas berkurang 2%. Titik didih : kecoklatan pada kira-kira 227ºC. NA CMC (Rowe. eter & karena mudah terdispersi dalam air pada semua tmperatur menghasilkan larutan koloid. Pada penyimpanan suhu rendah dapat membentuk cekang yang keras sedikit dituang.5-0.RANCANGAN FORMULA 1.75 % Pemerian : serbuk atau granul putih sampai krim hidroskopis. . Kelarutan : Praktis tidak larut dalam aseton.2009) Alasan penambahan : Merupakan agen pensuspensi untuk sediaan farmasi yang bertujuan utntuk menurunkan tegangan antar muka pada sediaan yang tidak larut air.