You are on page 1of 15

Pertanyaan

· Apa itu HIV?
· Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?
· Dimanakah virus HIV ini berada ?
· Apakah CD4 itu ?
· Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?
· Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?
· Bagaimana HIV menjadi AIDS?

Jawaban
· Apa itu HIV?

HIV ada singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan
rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.

· Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?

Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah
sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun
virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru
dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis
dan jumlah virus menjadi sangat banyak.
· Dimanakah virus HIV ini berada ?

HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial
mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu.
Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan
keringat, air liur, air mata dan lain-lain
· Apakah CD4 itu ?

CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih
manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang
menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia
menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan
dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem
kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang
dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai
CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai
nol)
· Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?

Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai
macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada
dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit,
karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4
berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk
ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia

6 bulan 2.Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan. Tahap 1: Periode Jendela . misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh. Gejala Minor: .Tidak ada tanda-tanda khusus. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat .Sistem kekebalan tubuh semakin turun .HIV berkembang biak dalam tubuh .Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita . umumnya berkisar 2 minggu . tergantung daya tahan tubuhnya 4.Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis .Batuk menetap lebih dari 1 bulan . dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV.Kandidias orofaringeal .· Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS ((Acquired Immune Deficiency Syndrome Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi): Gejala Mayor: .HIV masuk ke dalam tubuh. diare terus menerus.Tidak ada tanda2 khusus. tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek) 3. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun: .Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang. Penyakit ini merupakan ensefalopati metabolik yang disebabkan oleh infeksi HIV dan diperberat oleh aktivasi imunologik dari makrofag dan mikroglia di jaringan otak. flu.Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan .Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah .Herpes simpleks kronis progresif . · Bagaimana HIV menjadi AIDS? Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: 1. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) .Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan . Tahap 4: AIDS .Limfadenopati generalisata . penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat . karena telah terbentuk antibody terhadap HIV -Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun.Retinitis virus sitomegalo Kasus Dewasa: Bila seorang dewasa (>12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor.Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini .Dermatitis generalisata .Demensia/ HIV ensefalopat: adalah suatu bentuk gangguan neurologis yang sering dijumpai pada pasien dengan infeksi HIV atau AIDS.Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan .berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah . dll .Tahap ini disebut periode jendela. sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah .Mulai muncul gejala infeksi oportunistik.Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang .

PERAWATAN DAN DUKUNGAN .

Lembaga Swadaya Masyarakat seperti Yayasan Mitra Indonesia juga bergerak dalam pelatihan para pembimbing. pendirian kelompok pendukung. mengurangi diskriminasi dan stigma. Pelatihan pengembangan ketrampilan. Keluarga merekapun membutuhkan pelatihan. termasuk paket perawatan-kesehatan dasar dan suplemen makanan. termasuk berbicara di depan umum dan advokasi dan bimbingan yang mewadahi keterlibatan aktif para odha dalam penanggulangan epidemi. namun pengobatan infeksi yang berkaitan HIV/AIDS akan memperpanjang umur mereka. LSM seperti Yayasan Sosial Agustinus. Orang dengan HIV/AIDS acapkali menghadapi stigma dan diskriminasi saat mengakses jasa-jasa perawatan kesehatan. menyediakan pelatihan dan dukungan kelompok sebaya bagi orang dengan HIV (Odha) beserta keluarga mereka. hak-hak asasi mereka atas perawatan kesehatan perlu dilindungi. Yayasan Pelita Ilmu dan Bali Plus menyediakan perawatan di rumah bagi Odha dan keluarga mereka. Mereka yang mungkin terinfeksi HIV akan tergerak untuk menyetujui pemeriksaan darah apabila mereka melihat manfaat dari mengetahui status HIV mereka.000 per orang setiap tahun. perawatan kesehatan yang terjangkau dapat menghasilkan rentang kehidupan yang lebih lama dan produktif. serta disain dan produksi material akan sangat membantu.Kepedulian terhadap orang dengan HIV/AIDS Meskipun test HIV sekarang tersedia di kota-kota besar. donor dan LSM. namun banyak orang dengan HIV/AIDS tidak dapat memperolehnya. ekonomi. dengan dukungan dari AusAID dan Ford Foundation. meningkatkan keterlibatan orang dengan HIV/AIDS dalam penanggulangan epidemi merupakan prioritas pemerintah. Sumbangan fasilitas/keahlian pelatihan. serta bimbingan. Tidak semua Odha memerlukan terapi antiretroviral. Yayasan Spiritia. menyediakan layanan bimbingan langsung dan melalui pelayanan bimbingan lewat telepon (hotline). termasuk informasi HIV/AIDS dan bagaimana hidup dengan HIV/AIDS. Departemen Sosial pun mengembangkan program-program HIV/AIDS untuk kelompok risiko tinggi seperti tunawisma.. Sebuah kelompok kerja Departemen Kesehatan sedang mengembangkan pedoman pelaksanaan dan bimbingan untuk program terkait. Program bimbingan dan fasilitas pemeriksaan darah masih banyak diperlukan terutama di pusat-pusat kegiatan masyarakat. selain juga sebagai advokasi efektif dalam mengatasi stigma dan diskriminasi. perlu untuk memberikan pandangan yang lebih manusiawi terhadap HIV/AIDS di masyarakat umum. bimbingan dan dukungan. Karenanya. pekerja seks dan bekas narapidana. Melibatkan orang-orang dengan HIV positif dalam penanggulangan epidemi. seperti akses pada perawatan yang terjangkau. kebanyakan rumah sakit pedesaan dan fasilitas kesehatan daerah masih belum menyediakan jasa tersebut. serta kelompok-kelompok pendukung orang HIV positif. . Odha membutuhkan dukungan sosial. Obat antiretroviral rata-rata menelan biaya US$ 1. emosional dan spiritual yang berkelanjutan. Memberikan perawatan dan dukungan bagi orang dengan HIV positif.

Aspek Medis meliputi : 1. 3. 1. Seperti misalnya pemakaian alat-alat memasak. Pencegahan dan pengobatan infeksi Oportunistik.Psikologis dan Aspek Sosial. Proses Penyedian makanan sangat perlu diperhatikan. . pisau untuk memotong daging tidak boleh digunakan untuk mengupas buah. Penyajian makanan hendaknya bervariatif sehingga penderita dapat tetap berselera makan. Obat : Nistatin 500. agar pada saat proses tidak terjadi penularan yang fatal tan pa kita sadari. Dosis INH 300 mg setiap hari dengan vit B6 50 mg paling tidak untuk masa satu tahun. Obat : Gansiklovir kapsul 1 gram tiga kali sehari.Ensefalitis.000 u per hari Flukonazol 100 mg per hari. Toksoplasmosis Sangat perlu diperhatikan makanan yang kurang masak terutama daging yang kurang matang. infeksi saluran cernak yang dapat menyebabkan luka pada usus. Pengobatan Suportif. Tuberkulosis Sejak epidemi AIDS maka kasus TBC meningkat kembali. Pengobatan Antiretroviral. Bila nafsu makan penderita sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat Anabolik Steroid. begitu juga sebaliknya untuk mencegah penularan jamur. Obat : TMP-SMX 1 dosis/hari. Jamur jamur yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adalah jamur Kandida. CMV Virus ini dapat menyebabkan Retinitis dan dapat menimbulkan kebutaan. hal ini di maksudkan untuk mencegah ter jadinya penularan Toksoplasma. 2. Pnemonitis pada paru. 4. 2. Suportif Penilaian gizi penderita sangat perlu dilakukan dari awal sehingga tidak terjadi hal hal yang berlebihan dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat menyebab kan perburukan keadaan penderita dengan cepat. 3. Pencegahan infeksi oportunistik Meliputi penyakit infeksi Oportunistik yang sering terdapat pada penderita infeksi HIV dan AIDS. Pengobatan HIV -AIDS pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis .

PENGOBATAN AIDS .

Vaksinasi terhadap hepatitis A dan B disarankan untuk pasien yang tidak terinfeksi dengan virus ini dan beresiko menjadi terinfeksi. bahkan setelah hampir 30 tahun penelitian. dengan sejumlah besar pil diambil sering. setelah pengobatan dihentikan. dan mayoritas individu terinfeksi di dunia tidak memiliki akses ke obat dan perawatan untuk HIV dan AIDS. Rejimen ART juga dapat kompleks dan dengan demikian sulit untuk mengikuti. Eksperimental dan perawatan yang diusulkan Telah didalilkan bahwa hanya vaksin dapat menghentikan pandemi karena vaksin mungkin akan biaya kurang. PEP memiliki jadwal empat minggu sangat menuntut dosis. dan tidak membutuhkan perawatan harian. Meskipun demikian. Protein ini umum untuk semua varian HIV karena itu adalah titik attachment untuk limfosit B dan selanjutnya mengurangi sistem kekebalan tubuh. Ini telah sangat bermanfaat bagi banyak orang yang terinfeksi HIV sejak diperkenalkan pada tahun 1996 ketika protease inhibitor ditemukannya HAART yang tersedia. dan kesiapan pasien sementara memutuskan kapan untuk merekomendasikan perawatan memulai. HIV-1 tetap merupakan target yang sulit bagi vaksin. lebih menyederhanakan rejimen obat untuk meningkatkan kepatuhan. kecepatan penurunan CD4. ini termasuk lipodistrofi. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa langkah-langkah untuk mencegah infeksi oportunistik dapat menjadi bermanfaat ketika merawat pasien dengan infeksi HIV atau AIDS. perkembangan dari infeksi HIV menjadi AIDS terjadi pada rata-rata antara sembilan sampai sepuluh tahun dan waktu hidup rata-rata setelah AIDS berkembang hanya 9. penurunan komplikasi. sering ART tahan. karena intoleransi obat / efek samping. diare. terapi antiretroviral sebelumnya tidak efektif dan infeksi dengan jenis yang resistan terhadap obat HIV. dislipidemia. Ini juga memiliki efek samping yang sangat tidak menyenangkan seperti diare. dokter menilai viral load. Terapi antivirus Pengobatan saat ini untuk infeksi HIV terdiri dari terapi antiretroviral yang sangat aktif. dan kelelahan. jika gagal. Di negara-negara maju di mana ART tersedia. tetapi tidak menyembuhkan pasien dari HIV juga tidak mencegah kembali. resistensi insulin. Namun. dukungan sosial yang tidak memadai. Penelitian untuk meningkatkan perawatan saat ini termasuk mengurangi efek samping dari obat saat ini. Tujuan standar ART termasuk peningkatan kualitas hidup pasien.Saat ini tidak ada vaksin yang tersedia secara umum untuk HIV atau obat untuk HIV atau AIDS. akan mengambil lebih dari seumur hidup individu untuk dibersihkan dari infeksi HIV menggunakan ART. ART mencapai jauh kurang dari hasil yang optimal. dari kadar HIV yang tinggi. Efek samping juga dapat mencegah orang bertahan dengan ART. yang dapat lebih dari lima puluh persen pasien. perawatan antiretroviral secara langsung setelah paparan yang sangat signifikan. Untuk beberapa pasien. mual malaise. Non-kepatuhan dan non-ketekunan dengan terapi adalah alasan utama mengapa beberapa orang tidak memperoleh manfaat dari ART. atau HAART. disebut post-exposure prophylaxis (PEP). Dengan tidak adanya ART. . sehingga menjadi terjangkau bagi negara berkembang. Obat anti-retroviral mahal. dan menentukan urutan terbaik dari rejimen untuk mengelola resistensi obat. banyak orang yang terinfeksi HIV telah mengalami peningkatan luar biasa dalam kesehatan umum dan kualitas hidup. Selain itu. Metode hanya dikenal pencegahan didasarkan pada menghindari paparan virus atau.2 bulan. Masalah psikososial utama meliputi kurangnya akses ke perawatan medis. Pasien dengan imunosupresi yang besar juga disarankan menerima terapi profilaksis untuk Pneumocystis jiroveci pneumonia (PCP). penyakit kejiwaan dan penyalahgunaan narkoba. dan pengurangan HIV viremia di bawah batas deteksi. yang telah menyebabkan jatuh terkait HIV morbiditas dan mortalitas. peningkatan risiko kardiovaskular dan cacat lahir. Para peneliti telah menemukan sebuah abzyme yang dapat menghancurkan protein gp120 CD4 situs mengikat. Alasan untuk non-kepatuhan dan non-kegigihan bervariasi. dan banyak pasien dapat mengambil manfaat dari terapi profilaksis untuk toksoplasmosis dan kriptokokus meningitis juga.

PENCEGAHAN AIDS . Morbiditas dan mortalitas di antara Odha dewasa dengan asupan gizi yang memadai makanan tidak terpengaruh oleh suplemen multivitamin. 42-tahun leukemia pasien yang terinfeksi HIV selama lebih dari satu dekade diberi transplantasi sumsum tulang eksperimental dengan sel-sel yang mengandung varian alami yang tidak biasa dari reseptor permukaan sel-CCR5.Di Berlin. HIV tidak terdeteksi dalam darah pasien. Hampir dua tahun setelah transplantasi. Ada beberapa bukti bahwa suplementasi vitamin A pada anak-anak mengurangi mortalitas dan meningkatkan pertumbuhan. tetapi dapat meningkatkan kualitas hidup orang dengan AIDS. Ini varian CCR5-Δ32 telah terbukti untuk membuat beberapa sel dari orang-orang yang lahir dengan itu tahan terhadap infeksi dengan beberapa jenis HIV. Studi saat ini menunjukkan bahwa terapi pengobatan alternatif memiliki sedikit efek pada mortalitas atau morbiditas penyakit. Beberapa uji klinis acak menguji efek dari obat-obatan herbal telah menunjukkan bahwa tidak ada bukti bahwa tumbuh-tumbuhan ini memiliki efek pada perkembangan penyakit ini. Manfaat psikologis terapi ini penggunaan yang paling penting. tetapi dapat menghasilkan efek samping yang serius. Jerman. Pengobatan alternatif Berbagai bentuk pengobatan alternatif telah digunakan untuk mengobati gejala atau mengubah perjalanan penyakit. dan bahkan setelah pasien dilaporkan berhenti memakai obat antiretroviral. Sebuah sidang besar di Tanzania dan nutrisi imunologis dikompromikan wanita hamil dan menyusui menunjukkan sejumlah manfaat untuk suplemen multivitamin setiap hari untuk kedua ibu dan anak. Asupan mikronutrien pada tingkat RDA oleh orang dewasa terinfeksi HIV dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Program penyuluhan sebaya (peer group education) untuk berbagai kelompok sasaran. pekerja seks komersil dan pelanggannya. Seiring dengan makin memburuknya kekebalan tubuh. seperti jamur. herpes zoster (dompo). cairan vagina. Infeksi tersebut yang menandai orang masuk dalam fase AIDS. penggunaan jarum suntik berulang. Tetapi ada sekelompok kecil orang yang perjalanan penyakitnya amat cepat. e). untuk dilaksanakan secara sekaligus. tatoo.progressor). AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dapat diartikan sebagai kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV yang termasuk famili retroviridae. Penularan HIV/AIDS terjadi akibat cairan tubuh yang mengandung HIV melalui kontak seksual baik heteroseksual. homoseksual. dan dari ibu ke anak melalui proses persalinan dan pemberian ASI.gejala akibat infeksi oportunistik seperti tuberkulosis. Sebagian besar virus HIV berada dalam darah. Ada beberapa jenis program yang terbukti sukses diterapkan di beberapa negara dan amat dianjurkan oleh badan kesehatan dunia. d). Maka tes HIV adalah satu. kanker. kontak darah seperti tranfusi. baik kelompok resiko tinggi maupun masyarakat umum. Pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja dan dewsa muda. air liur. Masa tanpa gejala ini umumnya berlangsung selama 8-10 tahun. odha mulai menampakkan gejala. Secara klinis. Infeksi HIV tidak akan langsung memperlihatkan tanda atau gejala tertentu. perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan. dan air kencing. Selain penatalaksanaan diatas. Sebagian memperlihatkan gejala tidak khas pada infeksi akut. HIV terbukti dapat menular melalui darah. akupuntur. hepatitis. 3-6 minggu setelah terinfeksi. Oleh karena itu kelompok resiko tinggi terhadap HIV/AIDS misalnya pengguna narkotika. Sel darah putih tersebut berfungsi membantu melawan infeksi dan penyakit yang masuk ke dalam tubuh. sarkoma kaposi. Pengobatan suportif. yaitu : a). dan ada pula yang perjalanan lambat (non. dimulailah infeksi HIV asimptomatik (tanpa gejala). maupun biseksual. infeksi HIV/AIDS saat ini juga telah mengenai semua golongan masyarakat. sperma dan ASI. sering biduren.satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi HIV. Paket pencegahan komprehensif untuk pengguna narkotika. kanker di kulit. Pengobatan untuk menekan replikasi virus HIV dengan obat antiretrovirus (ARV). c). herpes genitalis (di kemaluan). b). dll. termasuk pengadaan jarum suntik steril. kanker serviks. air mata. limfoma.HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang membunuh sel darah putih (CD4) di dalam tubuh. jamur di mulut dan tenggorokan. c). WHO. . Sifat asimptomatik ini menyebabkan orang yang terinfeksi HIV biasanya tidak tahu bahwa dirinya sudah terinfeksi HIV. Secara umum. yaitu makanan yang mengandung nilai gizi yang lebih baik dan pengobatan pendukung lain seperti dukungan psikososial dan dukungan agama. penatalaksanaan odha terdiri dari beberapa jenis. hanya sekitar 2 tahun. Namun. Hal ini terbukti dari bayi yang tertular HIV dari ibunya yang menunjukkan tahap yang lebih lanjut dari tahap heteroseksual. sehingga dapat menyebarkan virus ini kepada orang lain. Program kerjasama dengan media cetak dan elektronik. Setelah infeksi akut. Pengobatan untuk mengatasi infeksi HIV/AIDS. cairan vagina. toksoplasma. HIV/AIDS sampai saat ini memang belum dapat disembuhkan secara total. b). yaitu a). jamur di paru. sperma dan dalam jumlah kecil terdapat dalam ASI. serta narapidana.paru. tindik. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. tuberkulosis. program pendidikan agama.

Dukungan untuk anak jalanan dan pengentasan prostitusi anak. Sejak lokalisasi pelacuran ‘Selir’ ditutup. Pada pasal 12 ayat a disebutkan: “Setiap orang yang telah mengetahui dirinya terinfeksi HIV tidak melakukan hubungan seksual secara tidak aman.” Masalahnya. Program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak dengan pemberian obat ARV. perselingkuhan. Pasal 8 ayat d menyebutkan : “Pengembangan jejaring dilakukan untuk mendukung pelaksana kegiatan-kegiatan penggunaan kondom 100% dan alat suntik steril di lingkungan kelompok perilaku resiko tinggi. Program layanan pengobatan infeksi menular seksual (IMS). j). (Surya Dewi Primawati) . dan homoseksual adalah upaya pencegahan konkrit dalam penanggulangan HIV/AIDS sekali lagi bukan dengan kondomisasi.” Masalahnya. Lebih penting lagi pencegahannya HIV / AID adalah dengan memberlakukan peraturan perundangan yang bersumber dari Allah swt yakni tetang peraturan tata pergaulan laki-laki dan perempuan yang syar’i. orang jarang mengetahui bahwa dirinya terkena HIV/AIDS karena sifat penyakitnya yang asimptomatik. h). Tidak melakukan seks bebas. perawatan dan dukungan untuk odha. l). Ibu hamilnya pun tidak mengetahui bahwa dia telah tertulah HIV/AIDS karena merasa bahwa dirinya tidak termasuk dalam masyarakat resiko tinggi. Indonesia adalah negara yang berKetuhanan Yang Maha Esa dimana dalam al-qur’an jelas disebutkan bahwa “Dan janganlah kamu mendekati zina. 4-A Tahun 2008 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS tanggal 15 Mei 2008. pelacuran. termasuk didalamya keharusan penggunaaan kondom 100%. dan puncak kehidupan adalah mendapatkan ridlo Allah. k).” Melihat kedua peraturan ini jelaslah Pemkot Surakarta berkiblat pada Thailand dalam menanggulangi HIV/AIDS dengan pengadaan kondom 100%. kenikmatan dan kepuasan hidup dengan menjalankan kehidupan dan pergaulan bebas berubah mejadi halal haram . Ironisnya. maka praktek pelacuran tersebar luas dan tidak terkontrol karena pada dasarnya pekerja seks komersil melakukan hal tersebut karena faktor ekonomi. Integrasi program pencegahan dengan program pengobatan. i). sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk “. Selama tidak ada solusi dari pemerintah untuk mengadakan lapangan kerja maka mereka akan tetap ada. Program promosi kondom di lokalisasi pelacuran dan panti pijat. g). Pelatihan ketrampilan hidup. Program pengadaan tempat. Pemkot Surakarta sendiri juga tak kalah tanggap dengan membuat Peraturan Walikota Surakarta No. Di pasal 17 ayat e disebutkan: “Tugas Kelompok Kerja Pencegahan melaksanakan upaya pencegahan penularan dari ibu pengidap HIV kepada bayinya.tempat untuk tes HIV dan konseling. tidak ada tes penyaringan mengenai HIV untuk ibu hamil.” dan di pasal 10 ayat c : “Pemerintah berkewajiban melaksanakan Penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS) secara terpadu dan berkala di tempat-tempat perilaku beresiko tinggi.” Sedangkan di pasal 12 ayat d disebutkan: “Setiap orang yang telah mengetahui dirinya terinfeksi HIV tidak melakukan tindakan apa saja yang patut diketahui dapat menularkan atau menyebarkan infeksi HIV kepada orang lain baik dengan sengaja bujuk rayu atau kekerasan. Perubahan paradigma berfikir dari berfikir untung rugi . QS: Al-Isra’ (17) : 32.f).

.

 Tidak menggunakan alat suntik.  Hindari gaya hidup yang mencari kesenangan sesaat.Mencegah Penularan HIV AIDS dari Ibu ke Anak Berikut artikel tentang pencegahan penularan HIV AIDS yang saya ambil dari berbagai sumber. Pencegahan melalui pendidikan gaya hidup  Perlu komunikasi. alat tato. Jika Anda mendapatkan diri Anda terinfeksi HIV. edukasi. *Jika anda membutuhkan informasi mengenai obat HIV anda bisa klik disini: obat alternatif HIV. 4. HIV. Mencegah HIV AIDS Berikut cara mencegah HIV AIDS yang diambil dari bnpjabar. 2.or. Pencegahan penularan ibu kepada anak  Ibu yang telah terinfeksi HIV agar mempertimbangkan kehamilannya. alat tindik. Mencegah Penlularan HIV AIDS dari Ibu ke Anak Bagaimana penularan dari ibu ke anak dapat dicegah? . 3. Tubuh akan membuat antibodi berupa molekul khusus untuk melawan HIV. Pencegahan melalui darah  Transfusi darah dengan yang tidak terinfeksi.  Sterilisasi jarum suntik dan alat-alat yang melukai kulit.  Steril peralatan medis yang berhubungan dengan cairan manusia. AIDS yaitu sindrom yang menyerang sistem kekebalan tubuh.id: 1.  Hindari pengguna narkoba. pisau cukur dan sikat gigi berdarah dengan orang lain. tubuh akan mencoba melawan infeksi tersebut. gunakanlah kondom. Sekilas Tentang HIV AIDS AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. semoga bermanfaat. merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun).  Tidak menyusui bayinya. AIDS disebabkan oleh virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pencegahan melalui hubungan seksual o Tidak melakukan hubungan seks pra nikah o Tidak berganti-ganti pasangan o Apabila salah satu pihak sudah terinfeksi HIV. sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. virus yang menyebabkan penyakit ini. informasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

sangat dianjurkan untuk mengganti ASI dengan susu formula guna mengurangi risiko penularan terhadap anak. efektivitas regimen obat-obatan akan sirna bila bayi terus terpapar pada HIV melalui pemberian air susu ibu. pengobatan ini dapat mengurangi risiko infeksi anak hingga setengahnya. bagi ibu penyandang HIV-positif. WHO. Regimen ARV khususnya didasarkan pada nevirapine atau zidovudine. Bila sebaliknya. dan bila biaya formula bayi itu terjangkau oleh keluarga. Secara umum. risiko penularan dapat dikurangi menjadi separuhnya. berkesinambungan. sangat dianjurkan bagi ibu yang terinfeksi HIV-positif untuk tidak menyusui bayinya. Dari jumlah bayi yang terinfeksi melalui penularan ibu ke anak. selama proses persalinan atau setelah kelahiran melalui ASI. diyakini bahwa sekitar dua pertiga terinfeksi selama masa kehamilan dan sekitar saat persalinan. ini hanya dianjurkan bila susu formula tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. dan kepada sang bayi selama enam minggu setelah kelahiran. sekitar 15% sampai 30% ibu dengan infeksi HIV akan menularkan infeksi selama masa kehamilan dan proses persalinan. dan dalam satu dosis kepada anak dalam waktu 72 jam setelah kelahiran. harganya terjangkau. sementara operasi caesar telah menunjukkan kemungkinan terjadinya penurunan risiko. bila formula bayi itu dapat dibuat dalam kondisi yang higienis. maka pemberian ASI eksklusif direkomendasikan pada bulan pertama kehidupan bayi dan hendaknya diputus sesegera mungkin. Namun demikian.  Operasi Caesar: Operasi caesar merupakan prosedur pembedahan di mana bayi dilahirkan melalui sayatan pada dinding perut dan uterus ibunya. Tanpa adanya intervensi apapun. Badan Kesehatan Dunia. Walaupun ASI dianggap sebagai nutrisi yang terbaik bagi anak. Proses persalinan melalui vagina dianggap lebih meningkatkan risiko penularan dari ibu ke anak.Penularan HIV dari seorang ibu yang terinfeksi dapat terjadi selama masa kehamilan. dan aman. membuat rekomendasi berikut: Ketika makanan pengganti dapat diterima. Pemberian air susu ibu meningkatkan risiko penularan sekitar 10-15%. Nevirapine diberikan dalam satu dosis kepada ibu saat proses persalinan. atau sekitar saat masa persalinan. Zidovudine diketahui dapat menurunkan risiko penularan ketika diberikan kepada ibu dalam enam bulan terakhir masa kehamilan.faktor klinis dan bisa saja bervariasi tergantung dari pola dan lamanya masa menyusui. Kewaspadaan Universal adalah panduan mengenai pengendalian infeksi .  Menghindari pemberian ASI: Risiko penularan dari ibu ke anak meningkat tatkala anak disusui. Penularan dari Ibu ke Anak dapat dikurangi dengan cara berikut:  Pengobatan: Jelas bahwa pengobatan preventatif antiretroviral jangka pendek merupakan metode yang efektif dan layak untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. dan melalui infus selama proses persalinan. Bahkan bila zidovudine diberikan di saat akhir kehamilan. Prosedur apakah yang harus ditempuh oleh seorang petugas kesehatan untuk mencegah penularan dalam setting perawatan kesehatan? Para pekerja kesehatan hendaknya mengikuti Kewaspadaan Universal (Universal Precaution). layak. Obat-obatan antiretroviral hendaknya hanya dipakai di bawah pengawasan medis. dan penggunaan metode pemberian makanan yang lebih aman. Kendatipun demikian. perlu dipertimbangkan juga faktor risiko yang dihadapi sang ibu. Ketika dikombinasikan dengan dukungan dan konseling makanan bayi. Risiko ini tergantung pada faktor.

Silakan klik: obat alternatif HIV. pisau. .  Melakukan desinfeksi instrumen kerja dan peralatan yang terkontaminasi. Jaga selalu kesehatan anda bila anda memiliki keluhan penyakit HIV (masih dalam taraf HIV) kami memiliki obat untuk terapi penyembuhannya. jubah.yang dikembangkan untuk melindungi para pekerja di bidang kesehatan dan para pasiennya sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit yang disebarkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu. Kewaspadaan Universal meliputi:  Cara penanganan dan pembuangan barang-barang tajam (yakni barang-barang yang dapat menimbulkan sayatan atau luka tusukan. dan paku). remukan/pecahan kaca. gergaji. perangkat infus. Semoga bermanfaat. jarum hipodermik.  Mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah dilakukannya semua prosedur. darah dan cairan tubuh lain dari semua orang harus dianggap telah terinfeksi dengan HIV. celemek. Sesuai dengan Kewaspadaan Universal. pisau bedah. Selain itu. pisau bedah dan benda tajam lainnya. masker dan kacamata pelindung (goggles) saat harus bersentuhan langsung dengan darah dan cairan tubuh lainnya.  Penanganan seprei kotor/bernoda secara tepat. dan instrumen atau peralatan yang tajam.  Menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan. tanpa memandang apakah status orang tersebut baru diduga atau sudah diketahui status HIV-nya. termasuk jarum. semua pekerja kesehatan harapnya berhati-hati dan waspada untuk mencegah terjadinya luka yang disebabkan oleh jarum.

penggunaan kondom yang saat ini gencar dilakukan baik oleh KPA Nasional. “ jelas Rohana. dr. Bandung. termasuk HIV karena lubang pori-pori pada kondom lateks terlalu kecil untuk dapat dilalui oleh virus ini. gonorrhea serta HIV. Rohana Manggala M.PENCEGAHAN PENULARAN MELALUI TRANSMISI SEKSUAL Kondom adalah satu-satunya metode kontrasepsi yang telah terbukti dapat mengurangi resiko penularan Infeksi Menular Seksual (IMS). Mitra Rajawali Banjaran. Berdasarkan estimasi data The Asian Epidemic Model.” katanya. Recent Advances. Jumlah tersebut dengan rincian 4. jika masyarakat tidak ada perubahan perilaku maka jumlah infeksi HIV di DKI Jakarta pada 2010 diperkirakan mencapai 36 ribu kasus. mengeluarkan atau mencopot. PTMS adalah upaya pemutusan mata rantai penularan HIV melalui hubungan seks yang beresiko dengan melakukan intervensi struktural. KPAP DKI Jakarta telah gencar melakukan PTMS (Program Pencegahan HIV dan AIDS Melalui Transmisi Seks).”Hal ini lebih kepada kegiatan untuk menjaga masyarakat agar mereka lebih berhati-hati kepada dirinya dalam perilaku berkehidupan di masyarakat. Penelitian laboratorium seperti dilansir The Latex Condom. Kondom lateks terbukti efektif untuk mencegah virus dan kuman penyebab herpes simplex.Si mengatakan. Sejak 2 tahun terakhir. lebih karena human error (kesalahan yang disebabkan oleh manusia). Dra.784 kasus. Bondan Widjajanto saat menjadi nara sumber dalam kunjungan media ke PT. cytomegalovirus (CMV). pada saat mengeluarkan dari kemasan. serta saat memasang. termasuk HIV. Sekretaris KPA Provinsi DKI Jakarta. hingga Juni 2011 secara kumulatif angka ini bisa ditekan hingga 9. 1 November 2011 lalu. hepatitis B. “Namun setelah gencar dilakukan program PTMS dan PABM (Pemulihan Adiksi Berbasis Masyarakat) serta program penanggulangan yang komperehensif. Kebocoran kondom sejauh ini lebih dikarenakan kadaluarsa. KPA Kotamadya. membuktikan kondom lateks sangat efektif dalam pencegahan penularan penyakit menular seksual. “Kondom aman. Kegiatan PTMS lain dengan pendekatan yang terintegrasi pada populasi kunci di tempat-tempat hiburan.827 AIDS. KPAP DKI Jakarta terus mengkampanyekan penggunaan kondom.” ujar Koordinator Pelayanan Medis Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta. bukan iklan maupun sponsor. Jadi. Namun. Hj. salah persepsi yang seringkali muncul adalah bahwa kondom lateks memiliki pori-pori yang dapat dilalui oleh HIV. Futures Directions Family Health International 1998.957 HIV dan 4. KPA Provinsi. Lembaga Swadaya Masyarakat serta para pemangku kepentingan peduli AIDS adalah himbauan utama untuk pencegahan penularan penyakit seksual semata. . chla mydia. penyimpanan kurang baik seperti terkena panas baik oleh matahari maupun karena di kantong dalam dompet.