You are on page 1of 2

A.

Pengamatan Makroskopik
Berdasarkan pengamatan praktikum, seledri (Apium
graveolens L.) memiliki akar tunggang, berbatang bulat tidak
berkayu dan tidak berbulu, batangnya berair, daunnya berupa daun
majemuk tingkat satu, tepi daun bergerigi dengan tulang daun
menyirip, berhadapan dan berwarna hijau muda. Pada tanaman
seledri yang digunakan pada praktikum tidak terdapat bunga dan
buah.
Menurut Haryoto (2009), susunan tubuh seledri terdiri dari
akar, batang, daun, bunga dan buah. Akar tanaman seledri (Apium
graveolens L.) yaitu akar tunggang dan memiliki serabut akar yang
menyebar kesamping dengan radius sekitar 5-9 cm dari pangkal
batang dan akar dapat menembus tanah sampai kedalaman 30 cm,
berwarna putih kotor. Batang Seledri (Apium graveolens L.) memiliki
batang tidak berkayu, memiliki bentuk bersegi, beralur, beruas, tidak
berambut, bercabang banyak, dan berwarna hijau.Daun tanaman
seledri (Apium graveolens L.) daun majemuk menyirip ganjil dengan
anak daun 3-7 helai, anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm
tangkai daun berwarna hijau keputih- putihan, helaian daun tipis dan
rapat pangkal dan ujung daun runcing, tepi daun beringgit, panjang
2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan daun menyirip, daun berwarna
hijau muda sampai hijau tua.

B. Pengamatan Mikroskopik
Pada pengamatan mikroskopik herba seledri (Apium
graveolens L.) yang diamati adalah preparat yang telah dibuat dari
sayatan bagian batang dan daun. Pada preparat batang seledri, bagian
yang terlihat pada mikroskop adalah epidermis, jaringan pengangkut
berupa xylem dan floem, serta mesofil. Sedangkan pada preparat
daun, bagian yang terlihat adalah epidermis dan jaringan
pengangkut.
Haryoto. 2009. Bertanam Seledri secara Hidroponik. Yogyakarta: Kanisius