You are on page 1of 2

Nama : Yoga Anggara Putra

NPM : 16144600020

Waspadai Peredaran Obat PCC, Ini
Faktanya
Oleh Gerardus Septian Kalis

Klikdokter.com, Jakarta Masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dikejutkan dengan
puluhan remaja yang masuk unit gawat darurat di beberapa rumah sakit. Remaja-remaja
tersebut diketahui mengalami gangguan mental usai mengonsumsi obat PCC, yang diduga
sebagai narkoba jenis Flakka.
Salah seorang warga Kendari, Lily, mengatakan bahwa warga di kotanya heboh karena kejadian
tersebut.
“Bagaimana tidak, korbannya banyak dan seperti orang gila. Mana ada lagi anak-anak,” katanya,
seperti dikutip dari liputan6.com
Lily menyebutkan, sebagian warga menduga obat terlarang yang dikonsumsi oleh korban
merupakan narkoba jenis Flakka.
“Banyak yang bilang sama saya kalau itu Flakka. Saya sih belum tahu, tapi ‘kan bisa saja.
Apalagi kalau dilihat efeknya mirip,” katanya.
Namun dugaan tersebut dibantah oleh Murniati, Kepala BNN Kota Kendari. Hingga saat ini,
pihak BNN bersama dengan kepolisian masih terus menyelidiki obat yang menyebabkan
puluhan remaja bertingkah aneh.
“Dari mana bisa simpulkan kalau itu Flakka? Kita saja masih melakukan penyelidikan. Tapi
dugaan sementara itu adalah obat jenis PCC," kata Murniati.
Murniati menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara obat-obatan yang menyebabkan para
korban tidak sadarkan diri itu telah dioplos ke dalam minuman berenergi, minuman bersoda,
ataupun minuman beralkohol.
Obat PCC dan Efek Sampingnya
PCC merupakan singkatan dari Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol, yang merupakan
kandungan untuk menghilangkan rasa sakit, meredakan nyeri, meningkatkan kualitas tidur, dan
mengurangi rasa sakit pada pasien fibromyalgia.
Obat PCC termasuk ke dalam kategori obat keras, dan tidak diperjualbelikan secara bebas.
Artinya, penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan dokter. Pasalnya, jika dikonsumsi
dalam jumlah tidak tepat, obat PCC dapat memberikan efek samping berupa kejang-kejang,
mual, dan sakit di sekujur tubuh.

karena banyak kasus penyalahgunaan sejak tahun 2000. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 6171/A/SK/73/ tanggal 27 Juni tahun 1973 tentang Tambahan Obat Keras Nomor Satu dan Nomor Dua. Namun pada tahun 2014.com/info-sehat/read/3096001/waspadai-peredaran-obat-pcc-ini-faktanya ( Diakses pada tanggal 1 Oktober 2017 pada jam 16. http://www. Jangan sampai lengah. Tetap waspada serta jaga diri Anda dan keluarga. Jangan sampai terkecoh dengan iming-iming apa pun terkait penggunaan obat PCC.00 WIB) . Selain itu. terlebih jika tanpa resep dokter.klikdokter. carisoprodol termasuk jenis obat keras. kandungan carisoprodol yang terdapat pada obat PCC berpotensi menimbulkan ketergantungan. senyawa tersebut juga diketahui dapat mengurangi kemampuan fisik dan mental seseorang. BPOM menarik dan membatalkan izin edarnya. Carisoprodol pertama kali mendapatkan izin edar dari Badan POM sebagai obat Somadril.Lebih parahnya.