You are on page 1of 10

BAB IV

LANDASAN TEORI

4.1 Dasar Teori
4.1.1 Uraian Umum Mesin Diesel
Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam , sebuah mesin pemicu
kompresi , dimana bahan bakar dinyalakan okeh suhu tinggi gas yang di kompresi.
Dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi). Mesin ini ditemukan pada tahun
1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Febuari 1893. Rudolf Diesel
menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan
bakar termasuk debu batubara. Bagaimana mesin diesel bekerja ?
Diagram siklus termodinamika sebuah mesin diesel ideal. Urutan kerja mesin
diesel dari nomor 1-4 searah jarum jam. Dalam siklus mesin diesel, pembakaran
terjadi dalam tekanan tetap dan pembuangan terjadi dalam volume tetap. Tenaga yang
dihasilkan setiap siklus ini adalah area didalam garis siklus .

Gambar 4.1 Siklus Termodinamika Mesin Diesel
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Motor_bakar_diesel

Tenaga putar pada ujung poros crankshaft dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan cepat. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. mesin diesel menggunakan sifat ini untuk peroses pembakaran . . umumnya ditambahkan komponen seperti :  Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/supercharger. Udara disedot ke dalam ruang bakar mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat. Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel. Beberapa saat sebelum piston pada posisi Titik Mati Atas (TMA) atau BTDC (before top dead center). maka dengan didinginkan bertujuan supaya udara yang menempati ruang bakar bias lebih banyak . bahan bakar diesel disuntikan ke ruang bakar dalam tekana tinggi melalui nozzle supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linier. Ketika udara dikompresikan suhunya akan meningkat (seperti dinyatakan oleh hokum Charles). Udara yang panas volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya.  Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ke ruang bakar. jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin bensin . Penyemprotan bahan bakar yang langsung ke ruang bakar dinamakan injeksi langsung (direct injection) sedangkan penyemptotan bahan bakar ke dalam ruang khusus yang berhubungan langsung dengan ruang utama dimana piston berada dinamakan injeksi tidak langsung (indirect injection) . Penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakuakn saat piston mendekati (sangat dekat) TMA untuk menghindari detonasi . Batang penghubung (connecting rod) menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linier tadi diubah menjadi tenaga putar.

4.1. Piston disorong dari TMA ke TMB . Kedua katup yaitu katup masuk dan katup buang tertutup semuanya.2 Tipe Mesin Diesel Ada dua kelas mesin diesel : dua tak dan empat tak 1. Langkah berikutnya adalah langkah usaha. Langkah kedua adalah langkah kompresi. karena adanya proses pembakaran didalam silinder terjadilah kenaikan tekanan dan ekspansin dari gas (campuran udara dan bahan bakar). Pada langkah ini yang dimasukan kedalam silinder adalah udara murni. Bahan bakar yang dimasukkan ke dalam silinder adalah bahan bakar cair dalam bentuk kabut menggunakan pompa injeksi dan pengabut . Setelah penginjeksian bahan bakar terjadilah pencampuran udara dan bahan bakar dan disusul pembakaran bahan bakar . Piston bergerak dari TMA ke TMB . Mesin Diesel 4 Langkah Pada motor diesel empat langkah prinsip kerjanya untuk menyelesaikan satu siklus atau satu rangkaian proses kerja hingga menghasilkan pembakaran dan satu kali langkah usaha diperlukan empat langkat piston . Proses pembakaran dan ekspansi merupakan langkah yang menghasilkan tenaga motor. Piston bergerak dari TMB ke TMA . Langkah selanjutnya adalah langkah pembuangan. Kedua katup yaitu katup masuk dan buang sama-sama tertutup. Langkah pertama adalah langkah pemasukan . Katup masuk terbuka sedangkan katup buang tertutup. Gas hasil pembakaran didorong keluar oleh piston yang . Kompresi udara akan menghasilkan panas yang mampu menyalakan bahan bakar yang dimasukan ke dalam silinder pada akhir kompresi . Piston bergerak dari TMB ke TMA yang dikompresika adalah udara murni . Katup buang terbuka sedangkan katup masuk tetap tertutup . Perbandingan kompresinya cukup besar yaitu 15-22.

2 SIKLUS KERJA MOTOR DIESEL 4 TAK Sumber : http://danialmandala.id/2013/12/indirect-direct-injection- common-rail. Mesin Diesel 2 Langkah Pada motor diesel dua langkah untuk menyelesaikan satu siklus proses kerja diperlukan dua langkah piston. Pada langkah pertama terjadi proses pemasukan dan kompresi. Proses kerja motor diesel dua langkah adalah sebagai berikut. Dimulai dari piston berada di TMB. Piston bergerak dari TMB ke TMA dan dari TMA ke TMB. Yang dimasukkan ke dalam silinder adalah udara murni. hal tersebut berguna untuk mengarahkan aliran atau gerak dari udara yang baru masuk sekaligus untuk pembilasan ruang silinder .blogspot. Pada langkah kedua terjadi proses usaha dan pembuangan. Udara murni dimasukkan ke dalam silinder motor mrlalui katup masuk. Gas bekas keluar dari silinder melalui saluran buang (exhaust manifold).co. bergerak dari TMB ke TMA. Untuk menghindari bentuk puncak piston pada motor dua langkah dibuat miring. Gambar 4.html 2.

3 Sistem Penunjang Mesin SPD (Saluran Pembangkit Diesel) Performa yang optimum dari mesin diesel sebagai penggerajk utama tidak terpisahkan dari peranan system penunjang berupa peralatan bantu. Proses pembakaran dan ekspansi campuran udara dan bahan bakar menghasilkan tenaga panas dan naiknya tekanan dalam silinder motor. Pencampuran bahan bakar dengan udara dan disusul terjadinya pembakaran. Performa yang baik dari system penunjang tersebut akan mendukung kinerja unit pembangkit terutama dalam melakukan pengukuran combustion pressure. Hasil proses pembakaran mendorong piston bergerak dari TMA ke TMB. Lubang masuk belum tertutup oleh piston pemasukan udara baru masih berlangsung . Udara yang dimapatkan atau dikompresikan dengan perbandingan yang cukup besar (15-22). Penginjeksian ini menggunakan pompa injeksi yang dilalirkan melalui pengabut (nozzle). Karena itu pada akhir kompresi dihasilkan panas yang cukup mampu memulai pembakaran bahan bakar. Hal tersebut mengurangi efisiensi volumetric dari pengisian silinder dengan udara yang baru .1. Gerakan piston dari TMA ke TMB akhirnya membuka lubang buang yang berada pada sisi TMB. Lubang buang terbuka maka gas yang bertekanan itu segera keluar melalui lubang ke saluran buang (exhaust manifold). Ada kemungkinan masih ada gas yang masih tertinggal dalam silinder karena adanya pojok-pojok yang tidak terjangkau oleh udara yang masuk dan membilas ruang silinder. Selanjutnya pada langkah kedua terjadi langkah usaha . 4. Setelah lubang pemasukan tertutup oleh piston kemudian disusul pula tertutup lubang buang oleh piston yang bergerak dari TMB ke TMA lalu proses kompresi terjadi. Selanjutnya piston bergerak dari TMB ke TMA. . dari gas bekas yang tadinya berada dalam silinder. Ketidaksempurnaan pembilasan initentunya mengurangi jumlah udara baru yang masuk ke dalam silinder.

Sistem udara masuk juga dilengkapi dengan sistem pendingin udara / intercooler gunanya adalah untuk mendinginkan udara yang dihisap oleh blower yang mempunyai temperature tinggi akibat bersinggungan dengan rumah turbo. juga untuk . dan daya mesin akan lebih besar . Pembakaran bahan bakar akan lebih sempurna. Data pengukuran yang akurat dari sistem penunjang akan berpengaruh terhadap hasil analisa pengukuran tekanan pembakaran yang kemudian menghasilkan sebuah rekomendasi kerja kepada teknisi di lapangan unuk melakukan adjustmen dan penyempurnaan. katup. Sistem Udara Sistem udara diperlukan untuk menyediakan oksigen yang akan bereaksi dengan bahan bakar dalam silinder dalam jumlah yang cukup. kepla silinder. Sistem pendingin selain untuk mendinginkan ruang bakar (jacket cooling water). sebelum udara masuk kedalam silinder perlu didinginkan agar mempunyai berat massa udara lebih besar/padat sehingga berat massa udara masuk silinder semakin banyak maka udara vyang tersedia untuk pembkaran dalam silinder cukup. Sistem Pendingin 0 Gas hasil pembakaran di dalam silinder dapat mencapai temperatur ± 450 celcius. walaupun pendinginan itu merugikan dari sisi pemanfaatan energy karenanya harus optimum. Bahkan beroperasi maksimal atau tidaknya sistem penunjang tersebut dapat juga diketahui dari laporan data operasi dan pengukuran yang diperoleh dari control room dan di engine side yang tentunya tetap berpedoman pada standar pabrikan . toral. Udara masuk ke dalam ruang bakar secara paksa oleh turbocharger. Macam pendinginannya pun ada yang langsung maupun yang tidak langsung. Karena proses tersebut terjadi secara berulang-ulang maka dinding silinder. Pada SPD umumnya memakai air sebagai media pendingin. dan beberapa bagian lainnya yang mengalami gesekan secara berulang menjadi panas. Karena itu perlu bagian tersebut mendapatkan pendinginan yang cukup agar temperature nya tetap berada dalam batas yang diizinkan. sesuai dengan kekuatan material dan kondisi operasi yang baik. Kekuatan material akan turun seiring dengan naiknya temperatur.

elain itu pelumas berfungsi juga sebagai fluida pendingin. sedangkan kerusakan selanjutnya dapat dipercepat oleh panas yang terjadi karena gesekan itu. Besarnya gesekan tersebut harus dibatasi agar daya mesin tidak banyak hilang. Sistem Pelumas Gerakan relative antara dua benda yang bersentuhan mengakibatkan gesekan antar dua benda tersebut seperti piston dan linier. dan penyekat. pembersih. Sebagai unit cadangan (stand by plant) yang dijalankan pada saat unit pembangkit utama yang ada tidak dapat mencukupi kebutuhan daya listrik. . Sistem Bahan Bakar Sistem ini berfungsi untuk menyediakan bahan bakar sampai dengan penyemprotan bahan bakar dari injector di dalam silinder dengan jumlah dan mutu yang sesuai dengan yang diperlukan dan mengatur saat mulai nya penyemprotan dan lamanya penyemprotan berlangsung untuk beraksi dengan oksigen yang dikandung udara untuk menghasilkan pembakaran . poros dengan bantalannya. dll. Sebagai unit pembangkit yang menyuplai listrik selama 24 jam atau pemikul beban tetap. Sifat pengoperasian harus pada beban dasar yang berkapasitas tertinggi dan tidak dipengaruhi frekuensi beban tetap. Selain itu. 2. gesekan dapat mengauskan permukaan. Besarnya gesekan tersebut dapat dikurangi dengan menggunakan pelumas yang berfungsi memisahkan dua permukaan yang bersentuhan. untuk mencegah korosi yang akan merusak saluran tekan /semprot bahan bakar injector (injector cooling water ). antar roda gigi.mendinginkan udara masuk yang setelah turbocharger temperaturnya sangat tinggi (change cooling water) dan untuk membantu injector agar tidak terjadi pengembunan air didalam ruang tekan (spray) injector. Kegunaan dari suatu pembangkit listrik tenaga diesel adalah : 1. Hal ini memungkinkan juga bila pasokan dapat mengalami gangguan .

Jenis-jenis pemeliharaan yang menyangkut pada PLTD Trisakti. Mengusahakan terlaksananya keselematan kerja (safety) Jenis Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan merupakan suatu siklus tertutup. karena dapat berfungsi untuk menaikkan tegangan yang turun pada saat beban puncak. Sebagai unit beban puncak atau peak load. yaitu : 1. terdiri dari: perencanaan. Sebagai unit cadangan (emergency) yang dijalankan saat keadaan darurat saat terjadi pemadaman pada unit pembangkit utama. evaluasi dan pengendalian . Pemeliharaan rutin 1) Interval Kegiatan Untuk pemeliharaan yang berdasarkan hari kalender atau jam operasi terdiri dari : . biasanya dalam waktu yang tidak lama. 4.3. Menjamin kesiapan operasional (kendala) 4. Pemeliharaan berjalan lancer dan terkendali dengan baik apabila setiap tahap kegiatan tersebut terlaksana sesuai dengan yang direncanakan. 4. pelaksanaan. Menjamin ketersedian optimum (kinerja) 3. Pemeliharaan berencana a.2 Pemeliharaan Pemeliharaan adalah semua kegiatan atau aktivitas yang dilakukan yang bertujuan untuk menjaga dan meperpanjang usia kegunaan serta kinerja suatu benda. Memperpanjang usia kegunaan asset (investment) 2. Pemeliharaan di PLTD Trisakti ini merupakan segala akvitas kerja lingkingan PLTD yang terutama bertujuan agar SPD (Saluran Pembangkit Diesel) serta praltan bantunya dapat bekerja dengan baik antara lain untuk : 1. Bila PLTD dioperasikan pada beban puncak.

TO) atau P6 . Pemeliharaan satu bulan. pengukuran. Pemeliharaan berkala 1) Interval Kegiatan Didasarkan pada jam kerja SPD dan intervalnya setelah satu tahun kalender atau lebih dihitung dari pemeliharaan sebelumnya .) Lingkup pekerjaan Untuk pemeliharaan rutin lingkup pekerjaannya mencakup : . Peralatan bantu . Pemeliharaan harian. pengecekan (kondisi kerja dan lain-lain). Pemeliharaan semesteran. sekitar 1500 jam kerja (P4) .000 jam kerja (untuk semi overhaul.) Sifat pekerjaan Pembersihan. Peralatan bantu instalasi (lube oil separator. separator. pengujian dan sebagai nya. Peralatan utama pada instalasi (instalasi dan mesin serta pelengkapan penyalur tenaga listrik) . b. Pemeliharaan mingguan. SO) atau P7 . sekitar 500 jam kerja (P3) . sekitar 3000 jam kerja (P5) 2. MO) atau P8 2) Lingkup Pekerjaan Untuk lingkup ini jenis pekerjaannya mencakup: . filter pompa ) 3. fuel oil. dan lain-lain). . Pemeliharaan triwulan. sekitar 125 jam kerja (P1) . generator. Pemeliharaan tahunan/overhaul berkisar selama : . 6000 jam kerja (untuk top overhaul. perawatan (penambahan pelumas. sekitar 250 jam kerja (P2) . 18. sekitar 24 jam kerja (P0) . Pemeliharaan tengah bulanan. perbaikan kecil. 12.000 jam kerja (untuk major overhaul. panel dan switch gear . Diesel.

Cara pemasangan yang kurang memadai . 3) Sifat pekerjaan Pembersihan. perbaikan. Cara pengoperasian dan pemeliharaan yang kurangbaik . pengujian/kalibrasi dan sebagai nya c. renovasi dan rehanilitasi. Perbaikan dan Penyempurnaan Sifat pemeliharaannya korektif. pergantian. 2) Memerlukan penyempurnaan karena sistem yang lama kurang memadai atau kurang menunjukkan kerja yang baik. Pemeliharaan ini terdiri dari perbaikan dan pemeliharaan darurat. umumnya disebabkan oleh : . pengecekan. Contoh: modifikasi. d. Pemeliharaan tidak berencana Pemeliharaan ini dilakukan setelah terjadi keusakan mendadak atau tidak terduga. dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1) Mengalamikerusakan atau tidak dapat menjalankan fungsi dengan baik. 3) Memerlukan peningkatan unjuk kerjab karena adanya peralatan baru dengan teknologi yang lebih baik. 2. perawatan. Pemeliharaan atas dasar kondisi Pelaksanaan pemeliharaan atas dasar kondisi ini tergantung dari aktivitas yang di ketahui dari pemantauan secara kontinyu. Mutu barang yang tidak memenuhi syarat .