You are on page 1of 5

Jurnal Rekayasa Proses, Vol. 4, No.

1, 2010 25

Pengaruh Pretreatment Jerami Padi pada Produksi Biogas
dari Jerami Padi dan Sampah Sayur Sawi Hijau Secara Batch
Dewi Astuti Herawati1,*, Andang Arif Wibawa2,** 1Jurusan
Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Setia Budi
2
Jurusan Ilmu Kesehatan , Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi

Abstract
In the recent decades, population growth has increased energy consumption level. On the other hand, fossil
energy sources are very limited and therefore the need to seek renewable energies as alternatives is inevitable.
Agricultural and traditional market wastes can be used to produce biogas as renewable energy. The objectives of
this study was to investigate the potential of rice straws and green mustard (Brassica Juncea) to produce biogas
and the effect of pretreatment on the biogas production.
Vegetable waste of green mustard and rice straws were mixed so that the C to N ratio was 20. Inoculums
starter taken from bio-digester effluent was put into an erlenmeyer and water was then added to a total volume of
350 ml. Initial mixture pH was measured and nitrogen was fed to the reactor to get anaerobic condition while the
erlenmeyer was isolated. Fermentation was conducted at temperature of 35°C. Volume and pH of the resulting
biogas were measured everyday, while the methane content was analyzed every seven days. The fermentation
process was observed for 49 days.
Experimental results showed that the highest result was obtained from rice straw that was pretreated by
adding EM-4 with the average biogas yield of 0,030 L/g VS after 21 days. The highest methane content was
obtained after 28 days with a purity of 64,78% from the powdered rice straw. The experimental results showed
that the rice straw pretreated with EM-4 addition could increase biogas yield by 188,48%.

Keywords: rice straw, green mustard, EM-4, biogas, methane, yield of bigas

Abstrak
Dalam dekade terakhir, tingkat konsumsi energi semakin tinggi, sedangkan sumber energi fosil terbatas.
Diperlukan usaha-usaha untuk mendapatkan energi terbarukan. Di sisi lain, limbah pertanian dan sampah pasar
melimpah dan dapat dibuat biogas yang merupakan energi terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh pretreatment jerami terhadap yield biogas dan kadar metana.
Sampah sayuran sawi hijau (Brassica Juncea) dan jerami padi dicampur dengan komposisi tertentu sampai
diperoleh perbandingan molar C/N = 20. Starter inokulum dari cairan hasil biodigester dimasukkan ke dalam
erlenmeyer yang kemudian ditambahkan air sehingga volume totalnya menjadi 350 ml. pH awal campuran
diukur dan campuran dialiri gas N2 supaya kondisi anaerob tercapai sementara erlenmeyer dalam keadaan
tertutup rapat. Fermentasi dilakukan pada suhu 35°C. Volume biogas dan pH diukur setiap hari sementara kadar
metana dianalisis setiap tujuh hari. Proses fermentasi diamati selama 49 hari.
Hasil terbaik diperoleh dari jerami ukuran 0,5 cm yang dikenakan perlakukan awal penambahan EM-4,
dimana hasil yield biogas rata-rata 0,03 L/g VS pada hari ke-21. Kadar metan tertinggi sebesar 64,78%
dihasilkan pada hari ke-28 diperoleh dari jerami padi yang dibuat serbuk. Perlakuan awal jerami padi secara
biologis dengan penambahan EM-4 terbukti dapat meningkatkan yield biogas sebesar 188,48%.

Kata kunci: jerami padi, sawi hijau, EM-4, biogas, metana, yield biogas

Pendahuluan terbarukan yang dapat dibuat dari limbah
pertanian dan sampah pasar. Penelitian
Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan pembuatan biogas dari jerami padi dan kotoran
tingkat konsumsi energi meningkat, sedang hewan telah banyak dilakukan. Namun,
sumber energi fosil terbatas, sehingga perlu usaha permasalahan timbul karena jerami padi
mendapatkan energi terbarukan. Limbah mengandung selulosa dan lignin yang sulit
pertanian dan sampah pasar dapat dimanfaatkan didegradasi sehingga menyebabkan permasalahan
untuk menghasilkan alternatif sumber energi pada saluran pengeluaran. Untuk menanggulangi
terbarukan. Biogas adalah salah satu energi hal tersebut, perlakuan khusus terhadap jerami
__________ padi perlu dilakukan untuk mendegradasi lignin
* Alamat korespondensi:email: dewi_tkusb@yahoo.com dengan cara biologi dan cara fisik.
** Alamat korespondensi:email: andangbiotek@yahoo.com

pemanasan dan treatment ammonia Sleman.10 52. Jakarta.68 memudahkan hidrolisis. % 97. bakteri pelarut fosfat memproses lignoselulosa dan meningkatkan dan ragi. White rot fungi adalah mikroorganisme paling effektif digunakan dalam Alat penelitian pretreatment biologi lignoselulosa (Sun dan Cheng. hemiselulosa dan lignin berlangsung Bahan baku yang digunakan pada penelitian sangat lambat. Pipa manometer 9. Biogas terdiri dari biogas dan kadar metana pada produksi biogas campuran metana CH4 (55-70%). Sidiras dan Koukios. Untuk meningkatkan produksi biogas biodigester Kebun Pendidikan dan dari jerami padi.16 84.05%) (Deublein dan Steinhauser. Kran kandungan asam-asam amino yang merupakan 7. N2 (0-5%) dan NH3(0-0. Metode Penelitian Dekomposisi bahan organik yang mengandung Bahan baku selulosa. Tempat sampling gas Sawi Hijau (Brassica Juncea) mempunyai 6. 2007). (1989) menunjukkan bahwa untuk Tabel 1. Rangkaian alat penelitian sayur sawi hijau dengan komposisi tertentu akan mendapatkan pH 7 yang merupakan pH yang Perlakuan awal bahan baku sesuai untuk pembentukan biogas (Deublein dan Pada penelitian ini ada 3 macam variasi jerami Steinhauser. Untuk memenuhi rasio C/N tersebut 2. (2006) Rasio C/N 64.85 89. % 81. EM-4 mengandung bakteri Zhang.63 18. Penambahan EM-4 (effective microorganism-4) yang dikombinasikan dengan enzim α amylase pada pembentukan biogas dari limbah padat tapioka akan meningkatkan volume biogas 477.44 Volatile solid. 10. grinding. dilakukan pretreatment bahan baku. Inkubator 20-30.. fermentasi dari genus Lactobaccilus.c d Kombinasi campuran jerami padi dan sampah Gambar 1. padi yaitu jerami padi berukuran 0. 1. Taniguchi.26 Jurnal Rekayasa Proses.5 cm .90 47. dkk. 2002). Menurut Deublein dan Steinhauser (2008) pembentukan biogas optimum terjadi pada substrat dengan rasio C/N Keterangan gambar 1. Papan penyangga a. 2008).16%. H2S (0-0. jamur Mikroorganisme dapat juga digunakan untuk fermentasi. hidrolisis enzimatis.5%). 2010 Biogas adalah gas yang dihasilkan secara Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mikrobiologi anaerobik dari limbah organik pengaruh pretreatment jerami padi terhadap yield (Khorsidi dan Arikan. Taherzadeh dan Karimi (2008) ini adalah : jerami padi. CO2 (25-50%). EM-4 diproduksi oleh PT Songgolangit akan memperoleh yield yang tertinggi (Zhang dan Persada.63 79. Thermometer 5.b. (2005) mengevaluasi pretreatment biologi pada jerami padi dengan 4 macam jamur putih yang dapat merubah struktur komponen dalam jerami padi dan meningkatkan kecepatan hidrolisis enzimatis. 2008). Biodigester jerami padi perlu dikombinasi dengan sawi hijau 3. Brebah. Actinomycetes. sampah sawi hijau dan menyatakan untuk mempercepat proses degradasi EM-4.32 dimasak dengan steam 220°C selama 5 menit akan meningkatkan yield gula dan hidrolisis Starter inokulum berasal dari cairan hasil enzimatis. Hasil analisis komposisi bahan baku bahan organik mengandung lignoselulosa perlu tersaji pada Tabel 1. 2007). Tempat sampling substrat dengan kandungan C/N 12-20 (Yuwono. kombinasi pretreatment dengan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM. Hasil analisis komposisi bahan baku menurunkan kristalinitas dengan penggilingan Jerami Jerami + EM-4 Sawi hijau bahan jerami dengan sejumlah kecil gula akan Kadar air. 2008).86 49. Tempat penampungan gas sumber nitrogen yang dibutuhkan oleh 8. No. Jin dan Chen. 1999). 4. H2O (1-5%). 4. % 2. Jerami padi mempunyai kandungan C/N antara 50-70 (Yuwono. Vol. jerami padi dan sampah sayur sawi secara batch.15 10.26 meneliti jerami padi dipotong 5-8 cm kemudian Total solid. Pembacaan level mikroorganisme untuk pertumbuhan sel.

Vol. 2010 27 ditambah EM-4 (J1) didiamkan selama 5 hari. Dengan cara diserbuk dihasilkan 5 28 63.016 L/gVS pada pretreatment cara fisika Analisis bahan baku meliputi analisis % C menjadi 0. Hasil pengamatan mendapatkan harga C/N 20.66 15.18 63.44 60. sementara erlenmeyer energi. metana tertinggi 60.81 menunjukkan yield biogas tertinggi dihasilkan 7 42 55.97 pada hari ke-21 pada pelbagai pretreatment 8 49 54.46 L/g VS) perolehan Hasil dan Pembahasan biogas lebih tinggi dari pada bahan yang Pengaruh pretreatment jerami padi dicincang (ukuran bahan 25 mm. kemudian dialiri N2 sehingga dari cara fisika yaitu membutuhkan sedikit kondisi anaerob tercapai.017 L/gVS dan kadar hingga halus.74%.35 1.5 cm dihasilkan pada hari ke-21 3 14 21. Pada pretreatment dengan 2 7 16. Sawi hijau yang 63. Hal ini disebabkan organik dan % N total dengan metode AOAC . 4.03L/gVS (188%). Kandungan metana dianalisis dengan L/gVS (107%). pH dengan pH mikro-organisme diduga melakukan delignifikasi. sehingga 1. Bahan tersebut di menunjukkan bahwa jerami padi terapung di atas atas ditambah inokulum dengan volume tetap slurry pada treatment dengan EM-4 lebih sedikit dimasukkan ke dalam erlenmeyer.78 pada hari ke-28 sebesar 64. Tabel 3 6 35 61.030 L/gVS dan kadar metana tertinggi padi diserbuk halus (J3). yang digunakan ada 2 cara yaitu dengan cara memperkecil ukuran bahan (dipotong dengan Tabel 2. Actinomycetes. ditambah air dari pada jerami padi tanpa EM-4.95 cara dipotong 0.10 55.26 56.48 sebesar 63. Fermentasi dilakukan di dalam menghasilkan yield biogas yang lebih tinggi dari water bath pada suhu 35°C . No. dan komposisi campuran tertentu sehingga produksi biogas meningkat.11 43.15 38. Hartono dan Kurniawan Solid dan pHnya. dan jamur. Penambahan EM-4 Cara penelitian mempercepat degradasi selulosa. Pengaruh pretreatment jerami padi terhadap kadar metana ukuran 0.44%.12 58. yield biogas 0. Pretreatment cara biologi akan meningkatkan yield biogas rata-rata Analisis bahan baku dari 0. menurunkan derajat polimerisasi selulosa. (2009) menyatakan bahwa bahan yang diberi pretreatment dengan penggilingan (ukuran bahan 25 mm. pH awal dengan penambahan EM-4 mempunyai kelebihan campuran diukur. Pada pretreatment dengan .78 4 21 62. Proses penggilingan dapat kromatografi gas setiap 7 hari. Pretreatment sehingga volume totalnya 350 ml.33 59.016 L/g VS dan kadar penelitian. pH dan volume memecah dinding sel tumbuhan dengan lebih produksi biogas dicatat setiap hari. dan hidrolisis hemiselulosa. penambahan EM-4 menghasilkan yield biogas jerami padi berukuran 0. meter universal .5 cm dan diserbuk) dan cara biologi dengan menambahkan EM-4 (effective No Hari Kadar metana (%) ke Jerami Jerami Jerami microorganism).017 Solid.Jurnal Rekayasa Proses.016 L/gVS menjadi 0. Untuk jerami padi disimpan dalam ruang dingin bersuhu 4°C dipotong dengan ukuran 0. penentuan Total Solid dan Volatile Solid Lactobacillus.53 60. hemiselulosa Jerami dan sawi hijau dicampur dengan dan lignin menjadi senyawa yang dibutuhkan perbandingan massa bahan baku (substrat) dan air oleh mikroorganisme penghasil biogas. Fermentasi baik sehingga bakteri akan lebih mudah dihentikan setelah hari ke 49 lalu biodigester mencerna atau mendekomposisi kandungan dibuka dan dianalisis % Total Solid.41 L/gVS). % Volatil senyawa di dalam sel.45 9.78%.71 jerami padi. Fungsi dengan metode USEPA.5 cm yaitu kenaikan fermentasi dianalisis % Total Solid. 2001. Tabel 2 menunjukkan kadar padi + dipotong diserbuk metana tertinggi pada pretreatment dengan EM-4 (J1) 0.72 56. kemudian diblender yield biogas rata-rata 0.44% sedangkan jerami padi dengan diperoleh dari sampah pasar diseleksi dari pretreatment cara fisik diserbuk mendapatkan sampah sayur lainnya. yield biogas Pada penelitian ini pretreatment bahan baku 0.5 cm (J2) dan jerami rata-rata 0.74 64.15%. Jerami padi dan sawi hijau tersebut metana tertinggi 64. Jerami padi yang diserbuk akan ditutup rapat.78%. karena aktifitas EM-4 yang terdiri atas 2002.5 cm mendapatkan disediakan dalam jumlah yang cukup untuk yield biogas rata-rata 0.19 16. 1.20 0 yaitu sebesar 63. Selama proses pada yang dipotong ukuran 0. % Volatil yield biogas dari 0.5 cm (J2) (J3) penambahan EM-4 dihasilkan pada hari ke-28 1 0 0.

sehingga pada hari ke-63 masih 5 35 0. penambahan EM-4 akan mempercepat degradasi turut 18. J2 dan J3 berturut.031 0.6%. (b) menunjukkan pola perubahan dihasilkan hanya 0.010 0.011 0.43L. 4. kadar metana Keadaan ini disebabkan bahan organik yang telah Gambar 3 menunjukkan bahwa kecepatan ada sudah mengalami reaksi hidrolisis hingga produksi biogas paling tinggi dihasilkan pada J1. Gambar 3.009 dihasilkan biogas.009 Yield rata-rata 0.21 mL dan 12. dan 8. No. Pengaruh pretreatment jerami padi terhadap kecepatan produksi biogas jika dibandingkan J2 yield biogas dan J3.056 0. J1 karena pretreatment jerami padi dengan EM-4 memungkinkan bahan organik berupa selulosa Volume akumulasi biogas tertinggi dihasilkan yang terdapat pada TS akan lebih mudah oleh jerami yang menghasilkan degradasi terdegradasi.020 0. pada J1.017 Perubahan volume akumulasi biogas Gambar 2 menunjukkan hubungan antara volume akumulasi biogas setiap waktu. Penurunan nilai VS paling dengan volume biogas yang dihasilkan pada hari besar pada J1 yang dipretreatment dengan ke-21 sebanyak 93.009 0. Gambar 2. 6 42 0. akumulasi biogas sebanyak 276%.29% dan 50. hanya berasal dari sawi hijau kemungkinan juga Pada J2 prosentase penurunan VS lebih kecil berasal dari sebagian kecil selulosa jerami padi daripada J3 karena pengecilan ukuran dengan yang telah mengalami degradasi oleh aktifitas cara dipotong tidak mampu merusak jaringan EM-4 sehingga akan meningkatkan tanaman yang menyebabkan mikrobia tidak dapat . reaksi metanogenesis. penambahan EM-4 pada padatan yang mudah menguap (VS) pada jerami padi akan meningkatkan volume pelbagai perbandingan massa substrat dan air. ke Jerami Jerami Jerami dan akhirnya akan habis.030 0.012 0. Beberapa titik peningkatan padatan anaerobik secara biologis dengan penambahan total kemungkinan disebabkan bertambahnya EM-4 pada hari ke-49 volume biogas yaitu jumlah sel mikrobia yang akan terbawa dalam sebanyak 1. Hal ini terjadi karena bahan organik mengalami degradasi pada saat hidrolisis.014 0. 40. Pada J1 selulosa menjadi glukosa merupakan bahan yang dimungkinkan substrat berupa volatile solid tidak larut dan mudah dikonsumsi oleh mikrobia.016 0.016 4 28 0.39%.014 lambat.08 mL. ukuran 0. Sedangkan yang dipotong sampel dan dihitung sebagai padatan total. Kecepatan produksi biogas dan kadar metana setiap waktu pada pelbagai pretreatment jerami padi. 1.42%.029 0. Perubahan nilai total padatan (TS) dan padatan volatil (VS) Gambar 4(a) menunjukkan padatan total pada pelbagai pretreatment jerami padi mempunyai kecenderungan menurun.28 Jurnal Rekayasa Proses. J2 dan J3 terjadi penurunan nilai TS berturut-turut 68.015 0.5 cm (J2) (J3) substrat telah dikonsumsi untuk menghasilkan (J1) biogas pada hari ke-7 sampai hari ke-30.039 0. 11. Hubungan antara volume akumulasi biogas dengan waktu pada pelbagai pretreatment Penurunan nilai TS paling besar dihasilkan oleh jerami padi. J2 dan J3 berturut-turut Hubungan kecepatan produksi biogas dan penurunan nilai VS 67. akan tetapi setelah hari ke-40 volume No Hari Yield biogas ( L/g VS/7 hari) biogas yang dihasilkan hanya sekitar 2-3mL/hari.14%. pada J1.019 lambat sehingga kecepatan produksi biogas juga 3 21 0. 2010 Tabel 3. Vol.030 0. Nilai padatan total dihitung sampai hari ke -56.037 0.5 cm volume akumulasi biogas yang Gambar 4.052 0. Nilai VS mempunyai kecenderungan semakin menurun.059 dengan J2 dan J3 dimana degradasi selulosa agak 2 14 0.79%. Berbeda 1 7 0. Hal Ini disebabkan padi + dipotong diserbuk EM-4 0.53 L.65 mL.009 7 49 0.

and Arikan. Hartono. D. 2008. Bioresource Technology. H. 4. Sakai. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia.637-43.5-2. Khorshidi. D. 68 (3). Drugs. Watanabe. Experimental Practice in order to Increasing Gambar 4. Z. 289-306. 1621-1651. J. 1999.Weinheim. tertinggi tercapai pada hari ke-28 sebesar Bioeng. 17 th edition. mirobia lebih mudah menembus jaringan 3.. K. 30. Koukios. 1989. 1. Sedangkan yield biogas . Jakarta. S. No. 64. T. Pretreatment awal jerami padi secara biologis Zhang. Acid Sacharification Kesimpulan of Ball Milled Straw. K. Kompos. H. Maryland. K. Official Methods of Analysis of AOAC International. W. 4. J. In Horwitz. A. Vol.. kadar metana Enzymatic Hydrolysis of Rice Straw. D. biogas rata-rata dihasilkan 0. B. dapat Taherzadeh. 2005. M.5% jika dibandingkan 235-245. 2010 29 memanfaatkan VS (bahan organik) dalam bahan rata-rata yang dihasilkan dari jerami padi baku sebagai substrat. E. ( Ed. T... G. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. Dari penelitian yang telah dilakukan. diserbuk.. Penebar Swadaya. dengan penambahan EM-4.030 L/g VS.SNTKI 2009.. Agricultural Chemicals. University College of Boras pretreatment jerami padi School of Engineering. Biosci. Superfine Grinding of Steam Exploded Rice Straw and Its Enzymatis Hydrolisis. 225-230. dan Kurniawan. Daftar Pustaka Association Official Agriculture Chemists. and Steinhauser. Biogas : A Review. and Zhang . Hubungan Total Solid (TS) (a) dan Volatil Efficiency of Biogas Production by Treating Solid ( b) terhadap waktu pada pelbagai Digestate of Sludge. p. and Tanaka.39% dan 67.5 cm.). 19. 9..78% dihasilkan pada pretreatment Yuwono. 19-20 Oktober 2009. dengan pretreatment awal secara fisis dengan cara dipotong 0. padi dengan penambahan EM-4 dari pada dengan dipotong ukuran 0. R. Volume akumulasi biogas meningkat sebesar tanaman dan menggunakan VS sebagai 276% dihasilkan pada pretreatment jerami substratnya. Hasil terbaik didapatkan pada penelitian Molecular Sci .. Hoshino. and Karimi. R. 2006. 2007. M. J .. Biochem Eng. 2. Penurunan TS (Total Solid) dan VS (Volatile Solid) pada proses degradasi anaerobik paling tinggi dihasilkan oleh JI (pada pretreatment jerami padi dengan penambahan EM-4) sebesar 68. Bandung . Pretreatment with Pleurotus ostreatus for 21 pada pelbagai pretreatment.5 mampu memecah jaringan tanaman sehingga cm. Contaminants. 100. Pengecilan ukuran jerami diserbuk meningkat 175. Chen. 2002. Volume I.. Produksi Biogas dari Jerami Padi dengan Penambahan Kotoran Kerbau. D. KGaA . Sidiras.Jurnal Rekayasa Proses. rata-rata sebesar 188.14%.37. Suzuki. Eavaluation of Yield biogas tertinggi diperoleh pada hari ke. Pretreatment of Lignocellulosic Wastes to Improve Ethanol and diambil kesimpulan sebagai berikut. International Journal of 1. Biogasification of rice straw with an anaerobic – phased solids dengan EM-4 akan meningkatkan yield biogas digester system. Biogas from Waste and Renewable Resource.5 cm. N. 2008. Deublein..2008. Biomass. 2009. Jin..2. USA.5% terhadap yield padi dengan cara diserbuk (digiling) pada J3 biogas yang dihasilkan dari jerami ukuran 0.. AOAC International. Thesis. dimana yield Taniguchi.