You are on page 1of 8

MAKALAH TENTANG ”PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES PENYIAPAN

WARGA NEGARA”

OLEH:

NAMA : THEOFILUS NAHAk

NIM :1701120005

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS FKIP

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2017

Menyikapi hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara mengungkapkan dan teori pendidikan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. BAB I PENDAHULUAN 1.ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan.1 Bagaimana batasan tentang pendidikan? 1. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. maka rumusan masalah yang dapat diangkat pada makalah ini. Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita. antara lain : 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita. Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir pendidik.2 Bagaimana pendidikan sebagai proses transformasi budaya? 1. 1. melalui makalah pendidikan ini. dan pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja serta tujuan pendidikan.2. dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern.4 Bagaimanan pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara? 1. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. pendidikan sebagai penyiapan warga Negara.2. penulis ingin memamarkan lebih dalam mengenai pendidikan khususnya pendidikan sebagai proses transformasi budaya.5 Bagaimana pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja? .2.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang penulis paparkan diatas. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting.cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. pendidikan sebagai pembentukan pribadi.3 Bagaimana pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi? 1. Oleh karena itu.2.2.

makanan. dan seterusnya. aspek yang menjadi tekanan. pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. seperti sifat sasarannya yaitu manusia. Seperti bayi lahir sudah berada di dalam suatu lingkungan budaya tertentu. maka tujuan penulisan makalah ini. 2. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya. istirahat. cara menerima tamu.5 Untuk mengetahui tujuan pendidikan BAB II PEMBAHASAN 2.3. mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Dibawah ini dikemukakan beberapa batasan pendidikan yang bereda berdasarkan fungsinya.3 Tujuan Bertolak belakang dari rumusan masalah diatas.6 Bagaimana tujuan pendidikan 1.3. Karena sifatnya yang kompleks itu. 1.3. maka tidak sebuah batas pun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap.3. dan ajakan tertentu seperti yang dikehendaki oleh masyarakat. bekerja. Batasan pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam dan kandungannya berbeda satu dengan yang lain.1 Batasan Tentang Pendidikan Pendididkan.3.2 Untuk mengetahui batasan pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi 1. larangan – larangan dan anjuran. atau karena falsafah yang melandasinya. perkawinan.1. Di dalam lingkungan masyarakat di mana seorang bayi dilahirkan telah terdapat kebiasaan – kebiasaan tertentu.1 Untuk mengetahui batasan pendidikan sebagai proses transformasi budaya 1. . Hal – hal tersebut mengenaibanyak hal seperti bahasa. yaitu: 1.4 Untuk mengetahui batasan pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja 1. bercocok tanam.3 Untuk mengetahui batasan pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara 1.2. konsep dasar yang digunakan.1 Pendidikan Sebagai Proses Transformasi Budaya Sebagai proses transformasi budaya.

3) Perlu ditumbuhkan kemampuan masyarakat untuk mengangkat nilai – nilai sosial budaya daerah yang luhur serta menyerap nilai – nilai sosial budaya daerah yang luhur serta menyerap nilai – nilai luar yang positif dan yang diperlukan bagi pembaruan dalam proses pembangunan. Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa. 2. Disini tampak bahwa proses pewarisan budaya tidak semata – mata mengekalkan budaya secara estafet. Ada 3 bentuk transformasi yaitu nilai – nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai – nilai kejujuran. 7. dan malah sebagian besar masih berupa teka – teki.2 Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi Sebagai proses pembentukan pribadi. dan yang tidak cocok diganti misalnya pendidikan sex yang dahulu ditabukan diganti dengan pendidikan sex yang diformalkan. Sistematis oleh karena proses pendidikan berlangsung melalui tahap – tahap bersinambungan (prosedural) dan sistemik oleh karena saling mengisi (lingkungan rumah. sekolah. karsa. Bayi yang baru lahir kepribadiannya belum terbentuk. bidang ekonomi. Nilai – nilai kebudayaan tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. rasa tangggung jawab dan lain – lain. Dengan menyadari bahwa sistem pendidikan itu merupakan subsistem dari sistem pembangunan nasional maka misi pendidikan sebagai transformasi budaya harus sinkron dengan beberapa pernyataan GBHN yang memberikan tekanan pada upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Suatu masa dengan pendidikan yang menuntut banyak persyaratan baru yang tidak pernah diduga sebelumnya.1. Penidikan justru mempunyai tugas meniapkan peserta didik untuk hari esok. rasa. dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha mereka sendiri. dan karsa bangsa Indonesia. yaitu sebagai berikut (BP. Pusat. Ia baru merupakan . Keduanya bersifat alamiah dan bersifat keharusan. 4) Perlu terus diciptakan suasana yang mendorong tumbuh dan berkembangnya disiplin nasional serta sikap budaya yang mampu menjawab tantangan pembangunan dengan dikembangkan pranata sosial yang dapat mendukung proses pemantapan budaya bangsa. dan sosial budaya. belum memnyai warna dan corak kepribadian yang tertentu. dibina. pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistematik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. 5) Usaha pembaruan bangsa perlu dilanjutkan di segala bidang kehidupan. dan dikembangkan sehingga mampu menjadi penggerak bagi perwujudan cita – cita bangsa di masa depan. 2) Kebudayaan nasional yang mencerminkan nilai – nilai luhur bangsa harus terus dipelihara.yang terakhir ini disebut pendidikan diri sendiri (zelf vorming).1990:109-110) 1) Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta. dan masyarakat). yang kurang cocok diperbaiki misalnyapesta perkawinan.

bergaul. hal ini ditetapkan dalam Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 27 yang menyatakan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tak ada kecualinya. Bagi merekayang sudah dewasa tetap dituntut adsanya pengembangan diri agar kualitas kepribadian meningkat serempak dengan meningkatnya tantangan hidup yang selalu berubah. tergantung tujuan dari masing – masing bangsa. pengetahuan.4 Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal untuk bekerja. dan bersibuk diri.1990: 70-96) sebagai arah dan kebijaksanaan umum butir 22 dinyatakan mengembangkan SDM dan menciptakan angkatan kerja Indonesia yang tangguh. Tentu saja bersifat baik disini bersifat relatif.3 Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara Pendidikan sebagai penyiapa warga negara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. 2. Kebenaran hal tersebut menjadi jelas bila kita melihat hal yang sebaliknya. Ini menjadi misi penting pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. latihan – latihan dan pengalaman melalui bergaul dengan lingkungannya. Dalam hubungan ini dikenal dengan apa yang disebut dengan pendidikan sepanjang hidup.1. 2. Nekerja menjadi penopang hidup seseorang dan keluarga sehingga tidak bergantung dan mengganggu orang lain. rasadan karsa (kognitif. . mampu. dan keterampilan kerja pada calon luaran. dan psikomotor) yang sejalan dengan pengembangan fisik. khususnya dengan lingkungan pendidikan. belum merupakan pribadi.melalui kegiatan bekerja seseorang mendapat kepuasan bukan saja karena mendapat imbalan melainkan juga karena seseorang dapat memberikan sesuatu kepada orang lain (jasa ataupun benda). Pembentukan pribadi mencangkup pembentukan cipta. dan terhadap Tuhan. oleh karena masing – masing bangsa mempunyai falsafah hidup yang berbeda – beda. terhadao diri sendiri. Dalam posisi manusia sebagai makhluk serba terhubung. dan siap bekeja sehingga dapat mengisi semua jenis. Pembekalan dasar berupapembentukan sikap. yaitu menganggur adalah musuh kehidupan. Dalam GBHN (BP 7 Pusat. tingkat lapangan kerja dalam pembangunan nasional. pembentukan pribadi meliputi pengembangan penyesesuaian diri terhadap lingkungan. berkreasi. UUD 1945 pasal 27 ayat 2 mengatakan bahwa tiap – tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Bagi kita warga negara yang baik diartikian selaku pribadi yang tahu hak dan kewajiban sebagai warga negara. individu. afektif.1. Untuk menjadi suatu pribadi perlu mendapatkan suatu bimbingan.

dan perlindungan tenaga kerja. yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya. Artinya pendidikan sangat penting untuk bekal manusia dalam menghadapi perubahan keadaan di dunia yang selalu berkembang. Segenap komponen dari seluruh kegiatan pendidikan terarah untuk pencapaian tujuan tersebut. Jika semua lembaga instansi dapat mencapai tujuannya berarti tujuan nasional tercapai. Butir 10 tentang tenaga kerja berisi penyataan sebagai berikut: 1) Arah pembangunan ketenagakerjaan ialah pada peningkatan harkat. luhur. 2) Meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan yang terpadu dan menyeluruh yang bersifat nasional. yaitu terwujudnya manusia pancasila yang memiliki bekal khusus sesuai dengan misi lembaga pendidikan di mana seseorang menggembleng diri. dan indah. Kekurangpahaman pendidik terhadap tujuan pendidikan dapat mengakibatkan kesalahan di dalam melaksanakan pendidikan. Tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan tingkat SD berbeda dari tujuan pendidikan tingkat menengah. penyediaan kesempatan lapangan kerja. 2.2 Tujuan Pendidikan Tujuan pendidikan pada hakikatnya adalah suatu proses terus-menerus manusia untuk menanggulangi masalah- masalah yang dihadapi sepanjang hayat. 4) Meningkatkan upaya perlindungan tenaga kerja khususnya bagi tenaga kerja wanita. Misalnya. Tujuan umum pendidikan nasional adalah Indonesia ialah manusia pancasila. Tujuan pendidikan menduduki suatu komponen penting di antara komponen-komponen pendidikan lainnya. 1995). benar. Tujuan institusional. dan kemampuan manusia serta kepercayaan pada diri sendiri. dan seterusnya. penyempurnaan sistem informasi untuk penyediaan dan pemasaran tenaga kerja. 2. Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mewujudkan learning society dimana setiap anggota masyarakat berhak mendapatkan pendidikan (education for all) dan menjadi pembelajar seumur hidup (long life education). Selanjutnya dalam butir 23 dinyatakan: Meningkatkan pemerataan lapangan kerja dan kesempatan kerja serta memberikan perhatian khusus pada penanganan angkatan kerja usia muda. perencanaan terpadu. Ada 4 jenjang tujuan pendidikan: 1. 3) Menyempurnakan sistem informasi ketenagakerjaan yang mencangkup penyediaan dan permintaan tenaga kerja. Isi butir tersebut mencangkup: Pengadaan tenaga kerja. pantas. martabat. Gejala demikian oleh Langeveld disebut salah teoritis (Langeveld. .

Membimbing peserta didik agar menjadi manusia berjiwa pancasila (sangat abstrak. tempat tertentu. ada tujuan pendidikan yang lebih khusus. 3. 2.1 Simpulan Pendidikan mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Tujuan pokok bahasan dan sub pokok bahasan disebut tujuan intruksional yaitu penguasaan materi pokok bahasan atau sub pokok bahasan. Tujuan intruksional Materi kurikulum yang berupa bidang studi yang terdiri dari pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan. dan pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja. Misalnya tujuan IPA atau Matematika. Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Tujuan pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu. pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara. yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran. Selain tujuan pendidikan di atas. 3. Setiap lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan institusionalnya menggunakan kurikulum. dan sulit direalisasikan). Namun. umum. BAB III PENUTUP 3. dan waktu tertentu dengan menggunakan alat tertentu. . Menumbuhkan jiwa demokratis pada diri peserta didik. Tujuan kurikuler. luas. yaitu: 1. 4. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat (lingkupnya terbatas dan mudah dilaksanakan). Ada beberapa batasan pendidikan yang dibedakan berdasarkan atas fungsinya. para ahli membuat batasan pendidikan dengan beranekaragam. pendidikan proses pembentukan pribadi.sehingga tidak sebuah batssan pun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. yaitu pendidikan sebagai proses transformasi budaya.

3. penulis mengharapkan agar pembaca lebih memahami arti pendidikan. Tujuan umum perlu dirinci sehingga menjadi tujuan yang lebih khusus dan terbatas agar mudah direalisasikan di dalam praktek. Maka dari itu. . Tujuan pendidikan bersifat abstrak dan umum.2 Saran Pendidikan mempunyai peran penting dalam kehidupan kita. Tujuan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.