You are on page 1of 2

STRTTK (Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian): bukti tertulis yang diberikan oleh

Menteri kepada Tenaga Teknis Kefarmasian yang telah diregistrasi. SIPA (Surat Izin Praktek
Apoteker): bagi apoteker yang melakukan pekerjaan kefarmasian di apotek, puskesmas, instalasi
farmasi rumah sakit, atau apoteker yang melakukan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi suatu
wilayah kerja (Depkes RI, 2006 Langkah-langkah penelitian kuantitatif menurut Suharsimi
Arikunto (1998: 17) adalah sebagai berikut:

Penyimpanan adalah suatu kegiatan pengamanan terhadap obat-obatan yang diterima agar aman,
terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin. Tujuan penyimpanan
adalah agar obat yang tersedia di unit pelayanan kesehatan mutunya dapat dipertahankan. Gudang
obat Puskesmas merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan semua perbekalan farmasi
untuk kegiatan yang dilakukan di Puskesmas. Adapun persyaratan gudang obat Puskesmas sebagai
berikut: 1. Cukup luas minimal 3 x 4 meter 2. Persiapan obat i. Peracikan Kegiatan menyiapkan,
menimbang, mencampur, mengemas, dan memberikan etiket pada wadah. Dalam melaksanakan
peracikan obat harus dibuat suatu prosedur tetap dengan memperhatikan dosis, jenis, dan jumlah
obat, serta penulisan etiket yang benar. ii. Etiket Etiket harus jelas dan dapat dibaca iii. Kemasan
obat yang diserahkan Obat hendaknya dikemas dengan rapi dalam kemasan yang cocok sehingga
terjaga kualitasnya iv. Penyerahan obat Sebelum obat diserahkan kepada pasien harus dilakukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah
organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu,
merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarkat, dengan peran serta aktif masyarakat dan
menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang
dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas
kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di
suatu wilayah kerja (Depkes RI, 2006). Pelayanan yang diberikan di Puskesmas adalah pelayanan
kesehatan yang meliputi: 1. Upaya peningkatan kesehatan (promotif) yaitu suatu upaya kegiatan
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang bertujuan untuk mewujudkan derajat
Melihat permasalahan diatas, pelayanan kesehatan di sekolah diutamakan pada upaya
peningkatan kesehatan dalam bentuk promotif dan preventif. Upaya preventif antara lain
kegiatan penjaringan kesehatan ( Screening kesehatan ) untuk peserta didik.
1. Tujuan
Tujuan Umum : Meningkatkan derajat Landasan Hukum-

UU No 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan-

UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak

Langkah-langkah penelitian kuantitatif menurut Suharsimi Arikunto (1998: 17) adalah
sebagai berikut:

a. Memilih Masalah

Menentukan Variabel dan Sumber Data g. Mengumpulkan Data i. Menulis Laporan Pembuatan Laporan . Menganalisis Data Pelaksanaan j. Menarik Kesimpulan k. Merumuskan Anggapan Dasar dan Hipotesis e. Memilih Pendekatan f.b. Melakukan Studi Pendahuluan c. Merumuskan Masalah Rancangan Penelitian d. Menentukan dan Menyusun Instrumen h.