You are on page 1of 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanah sebagai salah satu unsur utama dari ekosistem mempunyai peran

ganda sebagai media produksi pangan dan sandang serta obat-obatan juga sebagai

penyangga utama terciptanya lingkungan yang sehat serta berperan dalam

menjaga keragaman biodiversity. Tanah yang merupakan tubuh alam yang

dihasilkan dari berbagai proses dan faktor pembentuk yang berbeda dari satu

tempat ke tempat lainya dan dengan demikian akan memerlukan mananjemen

berbeda pula untuk tetap menjaga keberlanjutan fungsi-fungsi tanah tersebut

(Lopulisa, 2004).

Tanah merupakan medium alam untuk pertumbuhan tanaman. Tanah

menyediakan unsur-unsur hara sebagai makanan tanaman untuk pertumbuhan.

Selanjutnya unsur hara diserap oleh akar tanaman melalui daun dirubah menjadi

persenyawaan organik seperti karbohidrat, protein, lemak dan lain-lain yang amat

berguna bagi kehidupan manusia dan hewan. Sering kali kita mendengar adanya

gerakan air dalam tanah misalnya gerakan air dari tanah yang masuk ke dalam

akar tanaman dan tekanan air dari bendungan adalah contoh dari air berenergi

tinggi ke daerah air berenergi rendah. Dengan demikian, perlu diketahui tenaga

yang menentukan keadaan fisik atau kandungan energi air agar dapat dipahami

perilaku air dalam tanah dan tumbuhan.

Kekuatan tanah merupakan kekuatan terhadap keretakan oleh tegangan

akibat kompresi. Kekuatan tanah juga menentukan daya dukung tanah terhadap

kontruksi bangunan dan infrastruktur lainya seperti kendaraan (mesin-mesin

1

pertanian), ketahanan terhadap akar tumbuhan dan kemudian untuk pengelolaan

lahan. Kekuatan tanah dipengaruhi oleh kadar air dimana semakin tinggi kadar air

tanah maka kekuatan tanah akan semakin rendah dan sebaliknya jika semakin

rendah kadar air tanah maka kekuatan tanah akan semakin tinggi. Selain itu,

kekuatan tanah juga dipengaruhi oleh bulk density, struktur dan tekstur tanah.

Kekuatan tanah juga mempengaruhi sifat pengelolaan tanah dilapangan.

Pengelolaan tanah akan mudah dilakukan jika kekuatan tanah rendah dan

sebaliknya jika kekuatan tanah tinggi maka pengelolaan tanah akan sulit.

Test kekuatan tanah dapat dilakukan melalui pengukuran ketahanan

penetrasi (penetration resistence), ketahanan geser (shear strength), ketahanan

terhadap kondisi (compressive strength), ketahanan tarik (tensile strength), dan

ketahanan ”retak” (rupture strength). Pemilihan jenis pengukuran mana yang akan

dilakukan tergantung pada tujuan pengukuran dan ketersediaan alat. Walaupun

semua pengukuran berguna, penetration resisten dan tensile strength adalah yang

paling banyak digunakan untuk kepentingan pertanian. Kedua parameter kekuatan

tanah ini misalnya dapat dikaitkan denga pertumbuhan akar atau pengompakan

tanah (Gusli, 2008).

Laju pergerakan air melalui tanah sangat penting dilihat dari berbagai

aspek kegiatan pertanian dan kehidupan di pedesaan atau perkotaan. Masuknya air

ke dalam tanah, pergerakan air ke akar tanaman, aliran air ke saluran drainase atau

sumur, dan evaporasi air dari permukaan tanah adalah beberapa contoh yang jelas

dimana laju pergerakan air memegang peranan penting. Sifat tanah yang

menentukan karakteristik aliran air adalah Konduktivitas hidrolik dan retensi air

(Gusli, 2008).

2

Konduktivitas hidrolik tanah merupakan ukuran dari kemampuan tanah melakukan air. Menurut ( Susanto. Tiap jenis tanah dalam melalukan air berbeda-beda hal ini di sebabkan karena setiap tanah memiliki tekstur dan struktur yang berbeda-beda sehingga mengakibatkan kondisi aliran tidak jenuh pada suatu limpasan tanah yang bertekstur sedang atau lambat bukanya merangsang ke dalam profil bahkan sebenarnya menghambat aliran. sedangkan karakteristik retensi air merupakan gambaran kemampuan tanah menyimpan air dan kemudahan melepaskannya. 3 . 2000 ) Air yang masuk kedalam tanah tidak dapat menjadi jenuh karena laju aliran terbatas melalui limpasan atas yang kurang permeabel pada kehantaran hidrolik jenuh lapisan bawah yang lebih besar.

sifat kimia dan sifat biologi. Berdasarkan pandangan ahli ilmu alam murni Menurut Ahli Ilmu Alam Murni (berdasarkan pendekatan Pedologi) Tanah didefinisikan sebagai bahan padat (baik berupa mineral maupun organik) yang terletak dipermukaan bumi.1 Pengertian Kimia Tanah Tanah memiliki sifat fisik. bahan organik. 4 . Definisi tanah secara mendasar dikelompokkan dalam tiga definisi. iklim. dan waktu. 2. yang telah dan sedang serta terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor: bahan induk. Berdasarkan pandangan ahli geologi Menurut ahli geologi (berdasarkan pendekatan Geologis) Tanah didefiniskan sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam. pemupukan yang dilakukan oleh manusia dan kandungan organik serta mineral di dalam tanah itu sendiri. sehingga membentuk regolit (lapisan partikel halus). kepadatan tanah. Kimia tanah adalah studi mengenai karakteristik kimiawi dari tanah. Sifat fisik dan biologi tanah dapat dilihat secara kasat mata dan diteliti dengan warna tanah. Sifat kimia tanah berperan besar dalam menentukan sifat dasar inilah kemudian dapat diteliti bagaimana memperlakukan dan pembubidayaan tanah. yaitu: 1. BAB II PEMBAHASAN 2. topografi. Berdasarkan pandangan ilmu pertanian. Menurut Ahli Pertanian (berdasarkan pendekatan Edaphologi) Tanah didefinisikan sebagai media tempat tumbuh tanaman. Sifat kimia tanah mengacu pada sifat dasar tanah yang memiliki derajat keasaman tanah atau pH yang berbeda-beda. organisme. Kimia tanah menyangkut komposisi mineral. dan lain-lain. 3. dan faktor lingkungan. tekstur tanah.

Bahan Organik dekomposisi b. Kimia Tanah studi terutama yang terlibat reaksi dalam larutan tanah dan antarmuka cair-padat. kimiawi. tanaman obat-obatan. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. a. Mg. Fe. dan tanaman kehutanan. tanaman hortikultura. dan secara biologis berfungsi sebagai habitat dari organisme tanah yang turut berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif bagi tanaman. Zn. presipitasi). 1. Ca. Cu. K. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Adsorpsi / desorpsi 2. yang ketiganya (fisik. sehingga gizi ketersediaan untuk tanaman. Tanah-ion interaksi. Cl).2 Pengertian Tanah Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. P. Pelapukan Mineral (disolusi. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Ada banyak mechnisms yang dapat mengontrol gizi konsentrasi dalam larutan tanah. Irigasi & hujan c. B. S. Selain ketiga definisi diatas. secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (baik berupa senyawa organik maupun anorganik sederhana dan unsur- unsur esensial. 5 . dan biologi) secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan. tanaman sayur-sayuran. Mn. tanaman perkebunan. seperti: N. 2. Bagi sebagian besar hewan darat. tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. definisi tanah yang lebih rinci diungkapkan ahli ilmu tanah sebagai berikut Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran sebagai penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan hara ke akar tanaman. Pemupukan d.

dan lempung yang seimbang dikenal sebagai geluh (loam). Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Tanah pasiran didominasi oleh pasir. lanau. kuning. Ilmu yang mempelajari berbagai aspek mengenai tanah dikenal sebagai ilmu tanah. jingga. 2. tanah dapat memiliki lapisan-lapisan dengan perbedaan warna yang kontras sebagai akibat proses kimia 6 . hingga putih. Tanah organik cenderung memiliki keasaman tinggi karena mengandung beberapa asam organik (substansi humik) hasil dekomposisi berbagai bahan organik. Tanah non-organik didominasi oleh mineral. Tanah dengan komposisi pasir. tanah organik (organosol /humosol ) terbentuk dari pemadatan terhadap bahan organik yang terdegradasi. tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi. Tubuh tanah terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral. dan lempung . tanah lempungan didominasi oleh lempung. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang lebih tua daripada periode Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa Pleistosen. coklat. lanau (debu). Dari segi klimatologi. merah bata. Air dan udara merupakan bagian dari tanah. Warna tanah sangat bervariasi. Tanah non-organik atau tanah mineral terbentuk dari batuan sehingga ia mengandung mineral. Tanah organik dapat ditanami karena memiliki sifat fisik gembur (sarang) sehingga mampu menyimpan cukup air namun karena memiliki keasaman tinggi sebagian besar tanaman pangan akan memberikan hasil terbatas dan di bawah capaian optimum . mulai dari hitam kelam. Sebaliknya. meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga partikel pembentuk tanah: pasir . Selain itu. pasokan mineral berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan makhluk hidup.3 Karateristik Tanah Tubuh tanah (solum ) tidak lain adalah batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Warna tanah merupakan ciri utama yang paling mudah diingat orang. Mineral ini membentuk partikel pembentuk tanah. Tanah organik berwarna hitam dan merupakan pembentuk utama lahan gambut dan kelak dapat menjadi batu bara . Kelompok tanah ini biasanya miskin mineral .

coklat. Sifat tanah vertisol yang dijadikan tanah pertanian adalah tanah dengan kadar asam fosfat rendah. Tanah ini memiliki lapisan solum tanah yang agak dalam atau tebal. Oleh karena itu tebal solum tanahnya biasanya tidak melebihi 25 cm. Warna tanah kemerahan atau kekuningan biasanya disebabkan kandungan besi teroksidasi yang tinggi. atau coklat kekuningan. sehingga peka terhadap erosi. Tekstur tanah biasanya kasar.4 Sifat-sifat Tanah 1. Makin tua tanah maka semakin padat konsistensinya. 7 . konsistensi tanah lepas sampai gembur dan pH 6-7. Umumnya cukup mengandung unsure P dan K yang masih segar dan belum siapuntuk diserap tanaman. berwarna kelabu sampai hitam. Umumya regosol belum membentuk agregat. Struktur tanah keras. Tidak terdapat horizon illuvial ataupun elluvial. struktur remah. tetapi kekurangan unsure N. Tanah ini berwarna kelabu. Sifat Fisik dan Kimia Tanah  Regosol Regosol adalah tanah yang belum banyak mengalami perkembangan profilnya. dan lapisan bawah gumpal dengan konsistensi teguh atau keras jika kering. warna yang berbeda terjadi karena pengaruh kondisi proses kimia pembentukannya` 2.  Vertisol Tanah ini bertekstur liat yang berwarna kelam yang bersifat fisik berat. belerang . yaitu pasir hingga lempung berdebu.(pengasaman) atau pencucian (leaching). Tanah berwarna hitam atau gelap seringkali menandakan kehadiran bahan organik yang tinggi. dilapisan atas sering berbentuk seperti bunga kubis. Tanah ini kaya akan kapur dan pH tanahnya agak alkalis. Warna gelap juga dapat disebabkan oleh kehadiran mangan . Mengandung bahan yang belum atau masih mengalami pelapukan. yaitu antara 100-200 cm. dan nitrogen . sedangkan tekstur lempung bersifat liat. baik karena pelapukan vegetasi maupun proses pengendapan di rawa-rawa . vertisol muda berbahan napal sehingga kaya akan fosfat.

Daya menahan air cukup baik sehingga tidak rentan terhadap erosi. tanah ini rentan terhadap erosi. Meskipun demikian. 8 . Makin tinggi kadar ion H+ didalam tanah. Secara umum. Terdapat alofan yang menyebabkan KPK dalam tanh tinggi. Keadaan ini meyebabkan pelindian unsure basa. Latosol meliputi tanah yang melakukan pelapukan yang intensif dan perkembangan tanah yang lebih lanjut. Di dalam tanah selain H+ dan ion-ion lain ditemukan pula ion OH-.  Latosol Tanah ini memiliki lapisan solum yang tebal sampai sangat tebal. 2. Memiliki ketebalan solum yaitu 100-225 cm. asam sampai netral. Tekstur tanah liat. Derajat Kemasaman Tanah (pH) Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Sedangkan struktur rema. Umumnya kandungan unsure hara dari rendah sampai sedang. Walaupun dcmikian pH tanah umumnya berkisar dari 3. konsisitensi gembur. Tekstur tanah ini adalah debu. pada tanah- tanah masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-. Nilai pH berkisar dari 0-14 dengan pH 7 disebut netral sedangkan pH kurang dari 7 disebut masam dan pH lebih dari 7 disebut alkalis. sedang pada tanah alkalis kandungan OH. Mengandung bahan organic yang tinggi. dan silica dengan meninggalkan sesquoksida sebagai sisa berwarna merah.5-6. Kapasitas pertukaran katiion rendah. maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH = 7 (Anonim 1991).5. bahan organic.  Andisol Tanah andisol adalah tanah yang berwarna hitam kelam. namun sifat kimia agak buruk. yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H+.lebih banyak daripada H+. semakin masam tanah tersebut. struktur remah dan konsisitensi gembur. tanah ini memiliki sifat fisik yang baik. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam tanah. Reaksi tanah cukup baik. Memiliki batas horizon yang tidak jelas.0. kelabu sampai coklat tua.0-9. yaitu dari 30 cm sampai 5 meter bahkan lebih. lempung berdebu sampai lempung. Reaksi pH berkisar antara 4. Bila kandungan H+ sama dengan OH. berkisar dari pH 5-7.

Di daerah rawa-rawa sering ditemukan tanah- tanah sangat masam dengan pH kurang dari 3. 4. Di Indonesia unumnya tanahnya bereaksi masam dengan 4. Tanpa pemberian bahan organik dapat mengakibatkan degradasi kimia. dan biologi tanah yang dapat merusak agregat tanah dan menyebabkan terjadinya pemadatan tanah (Anonim 1991). fisik. N-Total Nitrogen merupakan unsur hara makro esensial. Kandungan bahan organik antara lain sangat erat berkaitan dengan KTK (Kapasitas Tukar Kation) dan dapat meningkatkan KTK tanah. 9 .0) karena banyak mengandung garam Na (Anonim 1991). C-Organik Kandungan bahan organik dalam tanah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menentukan keberhasilan suatu budidaya pertanian. 3.0 – 5. menyusun sekitar 1. Bahan organik tanah sangat menentukan interaksi antara komponen abiotik dan biotik dalam ekosistem tanah.5 sering telah dikatakan cukup netral meskipun sebenarnya masih agak masam.5 % bobot tanaman dan berfungsi terutama dalam pembentukan protein. Di daerah yang sangat kering kadang- kadang pH tanah sangat tinggi (pH lebih dari 9. Nitrogen dalam tanah berasal dari bahan Organik Tanah yang terdiri dari Bahan organik halus dan bahan organik kasar a. Menurut Hardjowigeno.0 – 6. Pupuk c.5 sehingga tanah dengan pH 6. Hal ini dikarenakan bahan organik dapat meningkatkan kesuburan kimia. dan lainnya berasal dari aktifitas didalam tanah sebagai sumber sekunder.0 yang disebut tanah sangat masam karena banyak mengandung asam sulfat. Pengikatan oleh mikroorganisme dari N udara b. Bahan organik juga membebaskan N dan senyawa lainnya setelah mengalami proses dekomposisi oleh aktifitas jasad renik tanah. fisika maupun biologi tanah. Penetapan kandungan bahan organik dilakukan berdasarkan jumlah C-Organik (Anonim 1991). Air Hujan Sumber N berasal dari atmosfer sebagai sumber primer. Fiksasi N secara simbiotik khususnya terdapat pada tanaman jenis leguminoseae sebagai bakteri tertentu.

dan persenyawaan lain (RAM 2007). Bentuk fosfor organik biasanya terdapat banyak di lapisan atas yang lebih kaya akan bahan organik. Hakim et al. enzim. N2O dan unsur N. Fosfat. asam amino. pupuk buatan dan mineral-mineral di dalam tanah. namun bentuk lain yang juga dapat menyerap adalah NH4. Bentuk-bentuk organik meliputi NH4. Manfaat dari Nitrogen adalah untuk memacu pertumbuhan tanaman pada fase vegetatif. Tanaman menyerap unsur ini terutama dalam bentuk NO3. Muatan positif dari Kalium akan membantu menetralisir muatan listrik yang disebabkan oleh muatan negatif Nitrat. dan urea (CO(N2))2 dalam bentuk NO3. hilang melalui pencucian dan bertambah lagi melalui pemupukan. Dalam siklus P terlihat bahwa kadar P-Larutan merupakan hasil keseimbangan antara suplai dari pelapukan mineral-mineral P. Nitrogen terdapat di dalam tanah dalam bentuk organik dan anorganik. NO2. atau unsur lainnya. hilang ke atmosfer dan kembali lagi. Fosfor paling mudah diserap oleh tanaman pada pH sekitar 6-7 (Hardjowigeno 2003). Hilangnya N dari tanah disebabkan karena digunakan oleh tanaman atau mikroorganisme. Menurut Leiwakabessy (1988) di dalam tanah terdapat dua jenis fosfor yaitu fosfor organik dan fosfor anorganik. lemak. NO3. (1986). Sebagian N terangkut. P-Bray Unsur Fosfor (P) dalam tanah berasal dari bahan organik. Selanjutnya. menyatakan bahwa ketersediaan Kalium merupakan Kalium yang dapat dipertukarkan dan dapat diserap tanaman 10 . 6. Kalium (K) Kalium merupakan unsur hara ketiga setelah Nitrogen dan Fosfor yang diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+. 5. dalam siklusnya. serta berperan dalam pembentukan klorofil. nitrogen organik di dalam tanah mengalami mineralisasi sedangkan bahan mineral mengalami imobilisasi. sebagian kembali scbagai residu tanaman. Kandungan N total umumnya berkisar antara 2000 – 4000 kg/ha pada lapisan 0 – 20 cm tetapi tersedia bagi tanaman hanya kurang 3 % dari jumlah tersebut (Hardjowigeno 2003). pelarutan (solubilitas) P-terfiksasi dan mineralisasi P-organik dan kehilangan P berupa immobilisasi oleh tanaman fiksasi dan pelindian (Hanafiah 2005). Ada yang hilang atau bertambah karena pengendapan.

Kalium tanah terbentuk dari pelapukan batuan dan mineral-mineral yang mengandung kalium. kekurangan magnesium mengakibatkan perubahan warna yang khas pada daun. yang umumnya terbentuk di daerah pesisir pantai iklim kering dan berdrainase buruk. Ca2+ dalam larutan dapat habis karena diserap tanaman. terikat oleh kompleks adsorpsi tanah. Selanjutnya sebagian besar kalium tanah yang larut akan tercuci atau tererosi dan proses kehilangan ini akan dipercepat lagi oleh serapan tanaman dan jasad renik. Magnesium (Mg) Magnesium merupakan unsur pembentuk klorofil.yang tergantung penambahan dari luar. mineral sumber utamanya adalah halit (NaCl). yang mencerminkan unsur ini merupakan komponen dominan dari garam-garam larut yang ada. Seperti halnya dengan beberapa hara lainnya. 7. 9.75% yang berperan penting dalam menentukan karakteristik tanah dan pertumbuhan tanaman terutama di daerah kering dan agak kering yang berdekatan dengan pantai. 8. suatu tanah disebut tanah alkali jika KTK atau muatan negatif koloid-koloidnya dijenuhi oleh ≥ 15% Na. karena tingginya kadar Na di laut. Na juga bersifat toksik bagi tanaman jika terdapat dalam tanah dalam jumlah yang sedikit berlebihan. membantu pemecahan sel. Kadang-kadang pengguguran daun sebelum waktunya merupakan akibat dari kekurangan magnesium. fiksasi oleh tanahnya sendiri dan adanya penambahan dari kaliumnya sendiri. Kelompok tanah alkalin ini disebut tanah halomorfik. 11 . mengendap kembali sebagai endapan-endapan sekunder dan tercuci. diambil jasad renik. Adapun manfaat dari kalsium adalah mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang dan membantu keberhasilan penyerbukan. Natrium (Na) Natrium merupakan unsur penyusun lithosfer keenam setelah Ca yaitu 2. Melalui proses dekomposisi bahan tanaman dan jasad renik maka kalium akan larut dan kembali ke tanah. Kalsium (Ca) Kalsium tergolong dalam unsur-unsur mineral essensial sekunder seperti Magnesium dan Belerang. Sebagaimana unsur mikro. membantu aktivitas beberapa enzim. Pada tanah-tanah ini.

e. karena jumlah humus dan liat serta macam liat yang dijumpai dalam tanah berbeda-beda pula. berkesuburan sedang jika kejenuhan basa antara 50-80% dan tidak subur jika kejenuhan basa. Tanah sangat subur bila kejenuhan basa > 80%.5 Klasifikasi Tanah 2. Konsistensinya adalah gembur dibagian atas (top soil) ean teguh dibagian lapisan bawah tanah (sub soil). 11. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi daripada tanah-tanah dengan kandungan bahan organik rendah atau tanah-tanah berpasir. Jenis mineral liat d. Pengapuran serta pemupukan. 2. sedangkan teksturnya dari lempung berpasir hingga liat sedangkan kebanyakannya adalah lempung berliat. Soepardi mengemukakan kapasitas tukar kation tanah sangat beragam. Bahan organik dan.1 Tanah Podzol Jenis tanah Ultisol ini memiliki lapisan solum tanah yang agak tebal. Kapasitas Tukar Kation (KTK) Kapasitas tukar kation (KTK) merupakan sifat kimia yang sangat erat hubungannya dengan kesuburan tanah. 12 . Kejenuhan basa rendah berarti tanah kemasaman tinggi dan kejenuhan basa mendekati 100% tanah bersifal alkalis. Struktur B horizonnya adalah gumpak. Kejenuhan Basa (KB) Kejenuhan basa adalah perbandingan dari jumlah kation basa yang ditukarkan dengan kapasitas tukar kation yang dinyatakan dalam persen.10. Nilai KTK tanah sangat beragam dan tergantung pada sifat dan ciri tanah itu sendiri. Tekstur atau jumlah liat c.5. Reaksi tanah b. Warna tanah ini kemerah-merahan hingga kuning atau kekuning-kuningan. yaitu 90-180 cm dengan batas-batas antara horizon yang nyata. Besar kecilnya KTK tanah dipengaruhi oleh : a.

K. Sebagai akibatnya tanah ini mudah terkena bahaya erosi akibat gerakan air. Tanah ini mempunyai sifat kimia yang kurang baik. banyak tergantung kepada bahan induk dan letak topografinya. Dengan demikian maka produktivitas tanah adalah rendah sampai sedang. infiltrasi dan perkolasinya sedang hingga lambat. Sebagai bukti banyak terdapat erosi parit yang cukup dalam di daerah-daerah jenis tanah ini. Sifat-sifat lain dari tanah Ultisol atau Podsolik Merah kuning ini adalah pembentukan struktur cukup baik akan tetapi tidak mantap. Merupakan tanah yang subur . Kandungan mineral liat kaolinitnya tinggi. Adapun penyebarannya terutama di sepanjang sungai-sungai besar yang terdapat di Sumatera. Kandungan unsur hara tanaman seperti N. dan Irian Jaya dan di pelembahan- pelembahan serta daratan tinggi. oleh sebab itu sifat kimia dan fisik dari tanah ultisol sangat bervariasi.5. sehingga jumlah air yang tersedia bagi tanaman agak berkurang. pada lapisan permukaan umumnya sedang dan makin kebawah makin lambat. sedangkan sifat fisiknya tidak mantap dengan stabilitas agregat kurang. Warnanya kuning dan kuning kelabu 13 . Ciri-cirinya : . Mudah basah jika terkena air . dan Ca umumnya rendah dan reaksibtanah (pH) sangat rendah yaitu antara 4-5. Sulawesi. Bentuk wilayahnya adalah datar sampai agak melandai. Kalimantan. Tingkat permeabilitas.Kandungan bahan organik pada lapisan olah (top soil) adalah kurang dari 9 persen dan umumnya sekitar 5 persen. P.

Tanah ini terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.Sedikit mengandung bahan organik sehingga kurang subur 14 .5. berkembang dan bereproduksi. Air merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh. kina dan buah-buahan. Akibatnya tanaman kekurangan air dan menjadi layu.2 Tanah Pasir Tanah pasir merupakan tanah yang bersifat kurang baik untuk pertanian. Tekstur tanah akan mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyimpan dan menyediakan unsur hara. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi berstruktur lepas dan gembur. bergerak ke bawah melalui rongga tanah. Kondisi semacam ini apabila berlangsung terus menerus dapat mematikan tanaman. Air dalam tanah akan berinfiltrasi. Ciri-cirinya : . Tanah yang terdiri atas partikel besar kurang dapat menahan air. Tanah pasir bertekstur kasar. Terdapat didaerah pegunungan tinggi beriklim basah dengan curah hujan tinggi. teh. ini disebabkan karena tanah pasir tersusun atas 70% partikel tanah berukuran besar (0. Air yang dapat diserap tanaman adalah air yang berada dalam pori-pori tanah di lapisan perakaran tanaman. Persebarannya: Nusa Tenggara Pemanfaatan : perladangan palawija dan perkebunan karet. 2. dicirikan adanya ruang pori besar diantara butir-butirnya.02-2mm). . kopi. Kapasitas serap air pada tanah pasir sangat rendah.

Ciri-cirinya : . dan alifatik hidroksida. Secara kimia. Humus dikenal sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah..Tidak berstruktur Persebarannya : Pantai barat Sumatera Barat. humus didefinisikan sebagai suatu kompleks organik makromolekular yang mengandung banyak kandungan seperti fenol.5.3 Tanah Padas Tanah padas adalah tanah yang amat padat. Jawa Timur dan Sulawesi 2.Padat dan miskin mineral Persebarannya : di seluruh wilayah Indonesia 2. karena mineral di dalamnya dikeluarkan oleh air yang terdapat di lapisan tanah sebelah atasnya. berwarna coklat kehitaman. Jenis tanah ini terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. berada dalam keadaan stabil.5. 15 . asam karboksilat.4 Tanah Humus Humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat.

Ciri-ciri : Humus biasanya berwarna gelap dan dijumpai terutama pada lapisan tanah atas sehingga tidak stabil terutama apabila terjadi perubahan regim suhu. Dengan demikian sudah selayaknya pupuk-pupuk organik yang kaya akan humus ini menggantikan peran dari pupuk-pupuk sintesis dalam menjaga kualitas tanah. Kalimantan. Mg. Selain itu humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah. Senyawa humus juga berperan dengan sangat memuaskan terutama dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air. mencegah penggerusan tanah. Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman dan akan berperan baik bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik. 16 . Humus mempunyai kemampuan meningkatkan unsur hara tersedia seperti Ca. Sulawesi dan Papua Pemanfaatan : lahan pertanian Manfaat humus : Humus memiliki kontribusi terbesar terhadap kebertahanan dan kesuburan tanah. Persebarannya : Sumatera. dan K. membantu dalam menahan pupuk anorganik larut-air. Humus bersifat koloidal seperti liat tetapi amorfous. humus juga merupakan sumber energi jasad mikro serta memberikan warna gelap pada tanah. luas permukaan dan daya jerap jauh melebihi liat dengan kapasitas tukar kation 150- 300 me/100 g. menaikan aerasi tanah. kelembapan dan aerasi. liat hanya 8-100 me/100 g.

5. Persebarannya : pulau Jawa. Selain itu keamanan konstruksi bangunan terhadap penurunan tanah akibat hilangnya daya dukung tanah merupakan hal yang perlu diperhatikan.5 Tanah Mergel Tanah mergel adalah tanah yang terjadi dari campuran batuan kapur. Setiap lapisan tanah yang 17 . dan pasir.6 Daya Dukung Tanah Pengetahuan tentang daya dukung tanah sangat diperlukan bila akan mendirikan suatu bangunan pada lapisan tanah tertentu.Terdapat didaerah pegunungan dan dataran rendah. Dengan mengetahui kondisi lapisan tanah pada suatu daerah maka kita dapat memperkirakan apakah daerah tersebut dapat didirikan suatu bangunan atau tidak.2. Banyak terdapat di lereng pegunungan. tanah liat. Ciri-cirinya : . Pemanfaatannya : untuk jenis tanaman keras seperti pohon jati 2.5. Tanah mergel termasuk tanah subur. dan dataran rendah.

itu disebabkan oleh pengecilan rongga udara pada butir tanah (angka pori). Tanah merupakan kmponen yang penting bagi makhluk hidup.6. dimana lapisan tanah labil dan tidak mempunyai daya dukung baik terletak dipermukaan setebal ± 50 cm atau lebih . Lapisan tanah terletak pada permukaan tanah dan tanah sangat sukar digali. b. Senyawa kimia dalam limbah cair akan masuk ke 18 .6. Hal ini karena air dan udara adalah bagian dari tanah. tanah merupakan habitat dari semua organisme darat. misalnya tanah berbatu dan batu karang. Kondisi tanah dapat dibedakan menjadi :  Kondisi tanah normal . Limbah ini berasal dari indutri ataupun rumah tangga. tetapi dalam lapisan tanah keras tidak terlalu jauh dibawah permukaan tanah. Untuk mengetahui kandisi tanah dimana bangunan akan didirikan. Limbah cair Merupakan segala jenis limbah dalam bentuk cair. Pencemaran tanah dapat terjadi akibat terjadinya pencemaran air dan udara. Selain untuk menopang organisme.6 Pencemaran Tanah 2. seperti tanah rawa dan tanah bergambut. Lapisan tanah labil terletak sampai jauh dibawah permukaan tanah. Kualitas tanah sangat mempengaruhi organisme di dalamnya. dimana a.2 Penyebab Pencemaran Tanah Adapun sumber pencemaran tanah dapat dibedakan berdasarkan bentuknya: 1.1 Pengertian Pencemaran Tanah Yang dimaksud dengan pencemaran tanah ialah masuknya atau dimasukannya suatu senyawa organik atau anorganik atau makhluk hidup yang dapat menurunkan kualitas tanah dan merusak organisme di sekitarnya.  Kondisi tanah khusus . sehingga lapisan tanah keras terletak sangat dalam . 2.mengalami pembebanan akan mengalami penurunan.harus dilakukan penyelidikan tanah terlebih dahulu . Masuknya polutan ke dalam tanah dapat salah satunya dibawa oleh kedua komponen tersebut. 2.

sampah – sampah padatan sintesis pada umumnya tidak dapat diuraika oleh dekomposer (bakteri dan jamur) pada suatu ekosistem. Namun.dalam pori – pori tanah.6. Peguburan sampah – sampah padat yang tidak dapat diuraikan oleh dekomposer. Bagaimana kelangsungan hidup organisme – organisme ini jikalau tanah tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat pencemaran. 2. Selain itu. Limbah cair ini mudah menguap akibat pemanasan sehingga menimbulkan pencemaran udara. Selain itu. Sampah – sampah padat organik (bangkai makhluk hidup atau produk dari makhluk hidup) dapat dengan mudah diuraikan oleh jamur atau bakteri. Tanah merupakan habitat bagi organisme terestrial (daratan). Selain itu. sampah – sampah rumah tangga ataupun industri dalam bentuk padatan yang di buang ke tanah dengan sembarangan pun menyebabkan berbagai masalah. Bpaparan benzena yang terendap di tanah mampu menyebabkan leukimia (kanker sel darah putih). hal ini akan membuat sampah – sampah tersebut menumpuk dan menimbulkan banyak masalah. Limbah padat Selain dalam bentuk cair. mengganggu kehidupan organisme yang hidup di dalam tanah. 2. Dampak terhadap kesehatan Pencemaran tanah oleh limbah – limbah industri atau tumah tangga baik cair atau padatan dapat menurunkan kualitas lingkungan.3 Dampak Pencemaran Tanah Adapun dampak dari pencemaran tanah ialah sebagai berikut: 1. Tanah yang tidak subur menyebabkan tumbuhan 19 . Sehingga. sapuan hujan akan membawa senyawa – senyawa limbah cair ke wilayah yang lebih luas. dan lain sebagainya. tentu akan membuat kesuburan tanah menurun. peningkatan populasi manusia ikut meningkatkan jumlah pencemaran yangterjadi di tanah. Tanah yang subur mengandung berbagai macam mineral yang dibutuhkan organisme. Dengan demikian. Dampak terhadap ekosistem Kerusakan tanah oleh limbah – limbah tersebut juga akan merusak ekosistem yang ada. akan semaki banyak wilayah daratan yang akan mengalami kerusakan akibat dari pencemaran tanah. 2.

Mengembangkan kesadaran masyarakat Nampaknya. dan recylce) Sampah – sampah anorganik ataupun sampah organik dari organisme yang masih dalam kondisi baik sebaiknya tidak dibuang. 5. dan lainnya sulit diuraikan oleh bakteri. Bioremediasi Yaitu pembersihan tanah yang tercemar dengan menggunakan bakteri dan jamur yang mampu merombak tumpahan minak atau lainnya. Jika hal demikian terjadi maka dapat dipastikan. tandus. Hal ini akan menguntungkan. Pohon mampu menaham air hujan yang masuk ke dalam tanah sehingga akan membuat tanah tersebut lembab. 20 . Melakukan Sistem 3R (reduce. Reuse : gunakan kembali barang yang hendak akan dibuang. Dengan menumbuhkan dan menjadikan lingkungan hidup bebas pencemar adalah sangat baik untk kesehatan ataupun lainnya. reuse. Dengan kita bersatu mengembangkan sistem 3 R yaitu: a.4 Cara Mengatasi Pencemaran Tanah 1. 3. wilayah dengan pencearan taah tersebut akan mengalami kekeringan.akan sulit berkembang. Recycle : mengolah kembali pemanfaatan barang bekas yang berpotensi menjadi limbah menjadi barang baru yang dapat digunakan dalam kehiupan sehari –hari atau lainnya. karena hanya dengan demikian masalah pencemaran tanah dapat sedikit di atasai. Reduce: mengurangi penggunaan produk tertentu yang dapat mencemari tanah. Menanam kembali pohon pada tanaman Dengan menanam pohon pada lahan kosong maka dapat membuat investasi masa depan yang lebih baik.6. 2. 2. Remediasi Yaitu proses pembersihan (penjernihan kembali) bagian tanah yang telah tercemar. melainkan digunakan untuk hal lain. c. kesadaran Rakyat Indonesia terhadap masalah pencemaran masih butuh kerja keras bersosialisasi. dan lainnya. Terlebih pada samah – sampah anorganik seperti plastik. b. 4.

kimiawi. tanaman obat- obatan. dan biologi) secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan. Cu.2 Saran  Adapun saran dalam makalah ini yaitu sebaiknya lebih memperbanyak referensi terkait penyusunan makalah kimia tanah kedepannya. 21 . Mg. B. dan secara biologis berfungsi sebagai habitat dari organisme tanah yang turut berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif bagi tanaman. tanaman sayur-sayuran. Fe.  Adapun dampak dari pencemaran tanah ialah sebagai berikut:  Dampak terhadap kesehatan  Dampak terhadap ekosistem 3. secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (baik berupa senyawa organik maupun anorganik sederhana dan unsur- unsur esensial.  Yang dimaksud dengan pencemaran tanah ialah masuknya atau dimasukannya suatu senyawa organik atau anorganik atau makhluk hidup yang dapat menurunkan kualitas tanah dan merusak organisme di sekitarnya. Mn. Ca. dan tanaman kehutanan. tanaman hortikultura. Zn. Dan diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaolikasikannya dalam kehidupan sehari- hari dalam menjaga kelestarian tanah beserta penyusunyang ada di dalamnya. tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran sebagai penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan hara ke akar tanaman. seperti: N. S. yang ketiganya (fisik. K.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan sebelumnya. Pencemaran tanah dapat terjadi akibat terjadinya pencemaran air dan udara. Cl). maka kesimpulan yang dapat diambil dalam makalah ini adalah :  Definisi tanah yang lebih rinci diungkapkan ahli ilmu tanah sebagai berikut. P. tanaman perkebunan. BAB III PENUTUP 3.

usu. DAFTAR PUSTAKA http://pengen-tau.blogspot.ac.id/wp-content/uploads/2010/03/7-pengantar-ilmu-tanah.html http://kakakpintar.com/pengertian-pencemaran-tanah-penyebab-dampak-dan-cara- mengatasi/ 22 .weebly.com/2010/10/pedoman-paramater-tanah1.ac.com/2012/12/kimia-tanah.blogspot.files.pdf http://wizadzzz.com/baku-mutu-pencemaran-tanah.wordpress.html http://kuliah.id/bitstream/123456789/39025/3/Chapter%20ll.com/2008/10/sifat-fisik-kimia-tanah_22.html http://youngyongs.pdf http://agus34drajat.ftsl.pdf http://repository.itb.