You are on page 1of 15

PENGEFRAISAN BENTUK

PEMBAGIAN YANG SAMA

By : Agus G.
Juli 2009
KEPALA PEMBAGI

Kepala Pembagi adalah : Alat yang digunakan
untuk membagi sudut dari benda kerja yang
difrais,sehingga menghasilkan pembagian yang sama
Misal : Segi 4, 6, 8 dan seterusnya.
Ini sangat penting didalam pembuatan
gigi-gigi pada roda gigi

Juli 2009 By : Agus G.
Bagian-bagian Kepala Pembagi :

a. Pusat : Tempat memesang benda kerja
b. Pembawa : untuk memutar benda kerja
c. Punca : Untuk memasang piring pembagi
d. Keping pembagi : Sebuah plat yang
berlubang-lubang dengan jumlah tertentu
e. Sumbu roda cacing : Sumbu kepusat
f. Sepasang roda gigi cacing : perbandingan
40:1 sehingga bila poros diputar 40x maka
roda gigi ( benda kerja ) berputar 1x

Juli 2009
By : Agus G.
Sistem Pembagian pada Piring Pembagi

a. Pembagian Langsung ( direct indexing )
b. Pembagian Sederhana ( simple indexing )
c. Pembagian Sudut ( anguler indexing )
d. Pembagian Defrensial ( deffrensial indexing )
e. Pembagian campuran ( campound indexing )

Juli 2009
By : Agus G.
a. Pembagian Langsung

Dipergunakan apabila hasil pembagianya
angka bulat terhadap 24 dan hubungan
roda gigi cacing yang bergigi 40 diputuskan
dan pemutaranya menggunakan tangan.
Kepala pembagi model cincin hati
mempunyai 3 buah piring yang mempunyai
jumlah lubang 24, 30, 36

Juli 2009 By : Agus G.
Gunanya 3 Piring pembagi ini adalah :
a. Berlubang 24 untuk pembagian 2, 3, 6, 8, 12 dan 24
b. Berlubang 30 untuk pembagian 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30
c. Berlubang 36 untuk pembagian 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, dan 36

Rumus Pembagian Langsung :

P = Banyak lubang
B = Banyak bagian yang dikerjakan

Juli 2009 By : Agus G.
Contoh :
Jika sebuah bahan roda gigi akan dibuat gigi
sebanyak 12 buah.

Maka pemutaran engkoln Kepala Pembagi untuk
tiap-tiap bagian yang difrais adalah :
lubang

Jadi untuk mengerjakan tiap-tiap bagian, maka
engkol diputar 2 lubang pada piring pembagi
yang berjumlah 24 lubang.

Juli 2009 By : Agus G.
b. Pembagian Defrensial :
Digunakan apabila pembagian tidak dapat
dilakukan dengan cara pembagian-pembagian
yang lain, karena tidak terdapatnya ketentuan
pada piring pembagi. Pada pembagian ini maka
pen penahan pada piring pembagi harus dilepas
sehingga piring pembagi harus ikut berputar
dengan pemutarnya, juga harus dipasang roda-
roda gigi penganti dan dipasang pada sumbu
utama kepala pembagi, pada poros roda gigi
payung terpasang ulir cacing.
By : Agus G.
Juli 2009
Cara menghitung pembagian defrensial :
Yaitu : jumalah gigi yang akan kita buat tidak terdapat
pada piring pembagi maka kita ambil
“perkiraan” yang mendekati tetapi yang dapat
dibagi 5 atau 10.

Contoh : Akan dibuat roda gigi yang berjumlah 83 buah.
Pembagian 83 ini tidak terdapat pada piring
pembagi, maka kita ambil perkiraan 85 gigi.

Juli 2009 By : Agus G.
Cara perhitungannya adalah :
P = Perbandingan roda gigi
K = Banyaknya gigi perkiraan
G = Banyak gigi yang difrais

By : Agus G.
Juli 2009
Pemutar kepala pembagi harus diputar = putaran
tiap pergantian pengefraisan. Pemutar kita tempatkan
pada garis lingkar yang berjumlah 17 dengan kaki jangka
berjarak 8 bagian atau 9 lubang. Karena gigi yang dibuat
83 gigi, maka masih kekurangan 85-83 = 2 kali
putaran, jadi waktu poros berulir cacing diputar
maka piring pembagi harus ikut berputar perlahan
2 x putaran tiap benda kerja berputar 1 kali.

16/02/2006
By : Agus G.
Perbandingan Roda-Roda Giginya adalah :

Roda gigi yang berjumlah 80 dipasang pada poros
utama sebagai roda gigi yang diputar, sedang yang
berjumlah 85 dipasang pada poros pemutar yang
terdapat roda gigi payung.
Karena piring pembagi ikut berputar searah poros
pemutar, maka dipasang roda gigi antara yang banyak
giginya sembarang.

By : Agus G.
Juli 2009
Pembagian Sederhana :
Cara ini hampir sama dengan cara
pembagian langsung, poros pemutar dengan
poros yang diputar ( benda kerja )
berbanding 40 : 1, sehingga apabila poros
pemutar diputar 1x, maka benda kerja akan
berputar 1/40 kali. Maka kita dapat
menentuka rumus P = 40/B dimana :
P = banyaknya putaran
B = banyaknya bagian yang dikerjakan

Juli 2009 By : Agus G.
Contoh :

Akan dibuat sebuah roda gigi dengan jumlah gigi
sebanyak 56, berapa putaran engkol pada setiap
bagian yang akan difrais ?

putaran

Juli 2009 By : Agus G.
Jadi jika piring pembagi yang mempunyai 56 lubang, maka
aturlah punca pada garis lingkar dengan kaki jangka pada
jarak 40 bagian atau 41 lubang. Tetapi jika jumlah lubang 56
pada piring pembagi tidak ada, maka pecahan 5/7 dikalikan
dengan suatu bilangan dengan pembilang dan penyebut yang
sama, sehingga hasil penyebutnya terdapat angka yang sama
dengan jumlah lubang pada pirng pembagi.
Misal :
Jadi ujung punca pada jangka berjarak
20 lubang pada tiap bagian pada piring
pembagi yang mempunyai 28 lubang

Juli 2009 By : Agus G.