You are on page 1of 22

LI. 1.

KLB & Wabah
Definisi

Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara
epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Status Kejadian Luar Biasa
diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.

Suatu kejadian penyakit dikatakan wabah / KLB apabila terjadinya peningkatan kasus suatu
penyakit di daerah tertentu pada kelompok tertentu dan pada periode waktu tertentu. Menurut
UU No 4 tahun 1984 yang dikatakan wabah adalah kejadian terjangkitnya suatu penyakit
menular dalam masyarakat yang jumlah melebihi keadaan yang lazim pada waktu dan daerah
tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Sedangkan KLB adalah meningkatnya
kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis, pada suatu daerah
dalam kurun waktu tertentu.

Ketentuan KLB untuk DBD :
 Jumlah kasus bulan ini >2 X dari kasus bulan yang sama tahun lalu
 Jumlah kasus bulan ini > 2X dari rata-rata tahun lalu
 Jumlah kasus bulan ini > dari jumlah kasus tertinggi tahun lalu
 Terdapat peningkatan kasus kematian

Tujuan Umum KLB :
• Mencegah meluasnya (penanggulangan).
• Mencegah terulangnya KLB di masa yang akan datang (pengendalian).

Tujuan khusus :
• Diagnosis kasus yang terjadi dan mengidentifikasi penyebab penyakit .
• Memastikan bahwa keadaan tersebut merupakan KLB,
• Mengidentifikasikan sumber dan cara penularan
• Mengidentifikasi keadaan yang menyebabkan KLB
• Mengidentifikasikan populasi yang rentan atau daerah yang beresiko akan terjadi KLB

Jenis penyakit yang menimbulkan KLB :
 Penyakit menular : Diare, Campak, Malaria, DHF
 Penyakit tidak menular :Keracunan, Gizi buruk
 Kejadian bencana alam yang disertai dengan wabah penyakit

Penyebab
 Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya KLB adalah Herd
Immunity.
 Herd immunity ialah kekebalan yang dimiliki oleh sebagian penduduk yang
dapat menghalangi penyebaran, makin banyak proporsi penduduk yang kebal
berarti makin tinggi tingkat herd immunity-nya hingga penyebaran penyakit
menjadi semakin sulit.

 Kemampuan mengadakan perlindungan atau tingginya herd immunity untuk
menghindari terjadi epidemi bervariasi untuk tiap penyakit tergantung pada:
1. Proporsi penduduk yang kebal,
2. Kemampuan penyebaran penyakit oleh kasus atau karier, dan
3. Kebiasaan hidup penduduk.

Klasifikasi

Karakteristik Penyakit yang berpotensi KLB :

 Penyakit yang terindikasi mengalami peningkatan kasus secara cepat.
 Merupakan penyakit menular dan termasuk juga kejadian keracunan.
 Mempunyai masa inkubasi yang cepat.
 Terjadi di daerah dengan padat hunian.
Klasifikasi KLB menurut Penyebab:

1. Toksin
a. Entero toxin, misal yang dihasilkan oleh Staphylococus aureus, Vibrio,
Kholera, Eschorichia, Shigella.
b. Exotoxin (bakteri), misal yang dihasilkan oleh Clostridium botulinum,
Clostridium perfringens.
c. Endotoxin.
2. Infeksi : Virus, Bacteri, Protozoa, Cacing.
3. Toksin Biologis : Racun jamur, Alfatoxin, Plankton, Racun ikan, Racun
tumbuh-tumbuhan
4. Toksin Kimia
Zat kimia organik: logam berat (seperti air raksa, timah), logam-logam lain
cyanida.
Zat kimia organik: nitrit, pestisida.
Gas-gas beracun: CO, CO2, HCN, dan sebagainya
Klasifikasi menurut Sumber KLB

1. Manusia, ex: jalan napas, tenggorokan, tangan, tinja, air seni, muntahan,
seperti Salmonella, Shigella, Staphylococus, Streptoccocus, Protozoa, Virus
Hepatitis.
2. Kegiatan manusia, ex : Toxin biologis dan kimia (pembuangan tempe
bongkrek, penyemprotan, pencemaran lingkungan, penangkapan ikan dengan
racun).
3. Binatang, ex : binatang piaraan, ikan, binatang mengerat, contoh : Leptospira,
Salmonella, Vibrio, Cacing dan parasit lainnya, keracunan ikan/plankton
4. Serangga (lalat, kecoa, dan sebagainya), ex : Salmonella, Staphylokok,
Streptokok.
5. Udara, ex : Staphyloccoccus, Streptococcus, Virus, pencemaran udara.
6. Permukaan benda-benda/alat-alat, ex : Salmonella.
7. Air, ex : Vibrio Cholerae, Salmonella.
8. Makanan/minuman, misal : keracunan singkong, jamur, makanan dalam
kaleng.

5. sterilisasi. “DHF/DSS”. Case Fatality Rate dari suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukan kenaikan 50% atau lebih. maka untuk mempermudah penetapan diagnosis KLB. Timbulnya suatu penyakit/menular yang sebelumnya tidak ada/tidak dikenal. 9. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam.Kriteria KLB meliputi hal yang sangat luas seperti sampaikan pada bagian sebelumnya. (a)Setiap peningkatan kasus dari periode sebelumnya (pada daerah endemis). Beberapa penyakit khusus : Kholera.  Pencegahan Tingkat Pertama (Primary Prevention) Sasaran pencegahan tingkat pertama dapat ditujukan pada faktor penyebab. 8. pasteurisasi. minggu. lingkungan serta pejamu.  Pencegahan Tingkat Kedua (Secondary Prevention) Pencegahan tingkat kedua ini meliputi diagnosis dini dan pengobatan yang tepat agar dapat dicegah meluasnya penyakit atau untuk mencegah timbulnya wabah. Keracunan pestisida. 7. minggu. Pencegahan  Pencegahan Primordial Untuk Menghindari kemunculan dari adanya faktor resiko. Beberapa penyakit yg dialami 1 atau lebih penderita: Keracunan makanan. . Pencegahan primordial memerlukan peraturan yang tegas dari yang berwenang untuk tidak melakukan hal-hal yang akan menjadikan faktor risiko bagi timbulnya penyakit tertentu. 451-I/PD. Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya. 4. Peningkatan kejadian penyakit/kematian. hari. hari. Sasaran yang ditujukan pada faktor penyebab bertujuan untuk mengurangi atau menurunkan pengaruh penyebab serendah mungkin dengan usaha antara lain: desinfeksi. tahun). 2 kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam. 2. tahun) 3. serta untuk mencegah proses penyakit lebih lanjut serta mencegah terjadinya akibat samping atau komplikasi. (b)Terdapat satu atau lebih penderita baru dimana pada periode 4 minggu sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit yang bersangkutan. bulan.03. bulan. 6. dibanding dengan CFR dari periode sebelumnya. Propotional Rate (PR) penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding periode yang sama dan kurun waktu/tahun sebelumnya. pemerintah Indonesia melalui Keputusan Dirjen PPM&PLP No. penyemprotan insektisida dalam rangka menurunkan dan menghilangkan sumber penularan. Angka rata-rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibanding dengan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya.04/1999 tentang Pedoman Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB telah menetapkan criteria kerja KLB yaitu : 1.

Indikator Keberhasilan Penanggulangan KLB :  Menurunnya frek KLB  Menurunnya jumlah kasus pada setiap KLB  Menurunnya jumlah kematian pada setiap KLB  Memendeknya periode KLB  Menyempitnya penyebarluasan wilayah KLB Penanggulangan pasien saat KLB :  Jangka pendek o Menemukan dan mengobati pasien .  Pencegahan Tingkat Ketiga (Tertiary Prevention) Mencegah jangan sampai mengalami cacat atau kelainan permanen. mencegah perluasan KLB. mencegah bertambah parahnya suatu penyakit atau mencegah kematian akibat penyakit tersebut. propinsi dan nasional.  Deteksi dan respon dini KLB  Tidak terjadi KLB besar. kabupaten/kota. Pada tingkat ini juga dilakukan usaha rehabilitasi Penanggulangan Penaggulangan KLB Adalah kegiatan yg dilaksanakan utk menangani penderita. perawatan dan isolasi penderita termasuk tindakan karantina  Pencegahan dan pengendalian  Pemusnahan penyebab penyakit  Penanganan jenazah akibat wabah  Penyuluhan kepada masyarakat Indikator Program penanggulangan KLB adalah :  Terselenggaranya system kewaspadaan dini KLB di unit-unit pelayanan wilayan puskesmas. dan menyusun perencanaan yang mantap untuk penanggulangan klb Upaya Penanggulangan KLB :  Penyelidikan epidemiologis  Pemeriksaan. pengobatan. mencegah timbulnya penderita atau kematian baru pada suatu KLB yg sedang terjadi Tujuan penanggulangan KLB :  Mengenal dan mendeteksi sedini mungkin terjadinya klb  Melalukan penyelidikan klb  Memberikan petunjuk dalam mencari penyebab dan diagnose klb  Memberikan petunjuk pengiriman dan penanggulangan klb  Mengembangkan sistem pengamatan yang baik dan menyeluruh.

dan proporsi. 𝑖𝑛𝑐𝑖𝑑𝑒𝑛𝑐𝑒 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢 = 𝑥 1000 𝑝𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑦𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎𝑖 𝑟𝑒𝑠𝑖𝑘𝑜 b) attack rate 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑒𝑝𝑖𝑑𝑒𝑚𝑖 𝑎𝑡𝑡𝑎𝑐𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑒 = 𝑥 1000 𝑝𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑦𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎𝑖 𝑟𝑒𝑠𝑖𝑘𝑜 . jumlah penduduk dari mana penderita berasal (reference population). Ukuran kesakitan dan kematian yang lazim dipakai dalam penyelidikan-penyelidikan epidemiologi disebut ‘rate’. maka penyebut juga harus terbatas pada umur. atau golongan yang sama  Jika penyebut terbatas pada mereka yang dapat terserang atau terjangkit penyakit. perhatikan hal-hal berikut:  Untuk penyususnan rate diperlukan 3 elemen yakni. maka penyebut tersebut dinamakan populasi yang mempunyai risiko (population at risk) a) Incidence rate Adalah jumlah kasus baru yang terjadi di kalangan penduduk selama periode waktu tertentu. o Melakukan rujukan dengan cepat o Malakukan kaporasi sumber air dan disinfeksi kotoran yang tercemar o Memberi penyuluhan tentang hygiene dan sanitasi lingkungan o Melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektoral  Jangka panjang o Memperbaiki faktor lingkungan o Mengubah kebiasaan tidak sehat menjadi sehat  Pelatihan petugas Upaya penaggulangan KLB DBD :  Pengobatan/ perawatan penderita  Penyelidikan epidemiologi  Pemberantasan vector  Penyuluhan kepada mayarakat  Evaluasi/ penilaian penanggulangan KLB Pengukuran epidemiologi 1. Secara umum ukuran yang banyak digunakan dalam menentukan morbiditas adalah angka. Angka ini dapat digunakan untuk menggambarakan keadaan kesehatan secara umum. dan waktu atau periode dimana orang-orang terserang penyakit. Sebelumnya. UKURAN MORBIDITAS Ukuran atau angka morbiditas adalah jumlah penderita yang dicatat selama 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun. mengetahui keberahasilan program program pemberantasan penyakit.  Apabila pembilang terbatas pada umur. rasio. atau golongan tertentu. seks. dan sanitasi lingkungan serta memperoleh gambaran pengetahuan pendudukterhadap pelayanan kesehatan. jumlah orang yang terserang penyakit atau yang meninggal. seks.

Crude Birth Rate (CBR) Angka kelahiran kasar adalah semua kelahiran hidup yang dicatat dalam 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama. K = konstanta(1000) Angka kelahiran kasar ini dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat fertilitas secara umum dalam waktu singkat tetapi kurang sensitif untuk:  Membandingkan tingkat fertilitas dua wilayah  Mengukur perubahan tingkat fertilitas karena perubahan pada tingkat kelahiran akan menimbulkan perubahan pada jumlah penduduk b. UKURAN FERTILITAS a. e) cause disease spesific death rate contoh: kematian karena TBC 𝐶𝑎𝑢𝑠𝑒 (𝑇𝐵)𝑠𝑝𝑒𝑠𝑖𝑓𝑖𝑐 𝑑𝑒𝑎𝑡ℎ 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑗𝑚𝑙 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑘𝑟𝑛 𝑇𝐵𝐶 𝑑𝑖 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑑𝑙𝑚 1 𝑡ℎ𝑛 = 𝑥 1000 𝑗𝑚𝑙 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑎2 (𝑝𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑛)𝑝𝑑 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑑𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑛 𝑦𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎 2. Age Spesific Fertilty Rate (ASFR) Angka fertilitas menurut golongan umur adalah jumlah kelahiran oleh ibu pada golongan umur tertentu yang dicatat selam 1 tahun yang dicata per 1000 penduduk wanita pada golongan umur tertentu apda tahun yang sama Rumus: 𝐹 𝐶𝐵𝑅 = 𝑥𝐾 𝑅 F = Kelahiran oleh ibu pada golongan umur tertentu yang dicatat R = Penduduk wanita pada golongan umur tertentu pada tahun yang sama Angka fertilitas menurut golongan umur ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan pada angka kelahiran kasar karena tingkat kesuburan pada setiap golongan umur tidak sama hingga gambaran kelahiran menjadi lebih teliti .c) prevalence rate 𝑗𝑚𝑙 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 − 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 𝑝𝑑 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑡𝑖𝑡𝑖𝑘 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑝𝑟𝑒𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛𝑐𝑒 𝑟𝑎𝑡𝑒 = 𝑥 1000 𝑗𝑚𝑙 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 d) period prevalence 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑 𝑝𝑟𝑒𝑣𝑎𝑙𝑒𝑛𝑐𝑒 𝑗𝑚𝑙 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 𝑦𝑔 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 = 𝑥 1000 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑡𝑠𝑏 (𝑚𝑖𝑑 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑 𝑝𝑜𝑝𝑢𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛) Period prevalence terbentuk dari prevalence pada suatu titik waktu ditambah kasus- kasus baru (incidence) dan kasus-kasus yang kambuh selama periode observasi. Rumus: 𝐵 𝐶𝐵𝑅 = 𝑥𝐾 𝑃 B = semua kelahiran hidup yang dicatat P = Jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama.

tingkat pendidikan dan lain-lain b. jenis kelamin. UKURAN MORTALITAS a.Sebagai gambaran status kesehatan masyarakat . Age Spesific Death Rate (ASDR) contoh: ASDR pada golongan umur 20-30 tahun 𝐴𝑆𝐷𝑅 𝑗𝑚𝑙 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑢𝑚𝑢𝑟 20 − 30 𝑡ℎ𝑛 𝑑𝑖 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑑𝑙𝑚 1 𝑡ℎ𝑛 = 𝑥 1000 𝑗𝑚𝑙 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑚𝑢𝑟 20 − 30 𝑡ℎ𝑛 𝑝𝑑 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑑𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑛 𝑦𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎 Manfaat ASDR sebagai berikut: . Rasio ini dapat dispesifikkan menjadi menurut golongan umur. untuk menghitung rata-rata harapan hidup . Disebut kasar karena akngka ini dihitung secatra menyeluruh tanpa memperhatikan kelompok-kelompok tertentu di dalam populasi denga tingkat kematian yang berbeda-beda.Sebagai gambaran kondisi sosial ekonomi . Untuk mengetahui dan menggambarkan derajat kesahatan masyarakat dengan melihat kematian tertinggi pada golongan umur .Sebagai gambaran tingkat permasalahan penyakit dalam masyarakat . Total Fertility Rate ( TFR) Angka fertilitas total adalah jumlah angka fertilitas menurut umur yang dicatat selama 1tahun Rumus: TFR = Jumlah angka fertilitas menurut umur X k 3.Untuk menghitung laju pertumbuhan penduduk b. untuk membandingkan taraf kesehatan masyarakat di bebagai wilayah . U7 𝐶𝐷𝑅 𝑗𝑚𝑙 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑑𝑙𝑚 1 𝑡ℎ𝑛 = 𝑥 1000 𝑗𝑚𝑙 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 (𝑝𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑛 𝑑𝑖 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑑𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑛 𝑦𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎) Manfaat CDR: . Case Fatality Rate (CFR) CFR adalah perbandingan antara jumlah kematian terhadap penyakit tertentu yang terjadi dalam 1 tahun dengan jumlah penduduk yang menderita penyakit tersebut pada tahun yang sama Rumus: 𝑃 𝐶𝐹𝑅 = 𝑥𝐾 𝑇 P = Jumlah kematian terhadap penyakit tertentu T = jumlah penduduk yang menderita penyakit tersebut pada tahun yang sama Perhitungan ini dapat digunakan uutk mengetahui tingakat penyakit dengan tingkat keamtia yang tinggi.Sebagai gambaran kondisi lingkungan dan biologis .c. Crude Death Rate (CDR) Angka keamtian kasar adalah jumlah keamtian ang dicata selama 1 tahun per 1000 penduduk pada pertengahan tahun yang sama.

Manfaat dari angka kematian perinatal adalah untuk menggambarkan keadaan kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu hamil dan bayi. untuk mengetahuai tinggi rendahnya perawatan post natal . Rumus: 𝑑𝑖 𝑁𝑀𝑅 = 𝑥𝐾 𝐵 di = Jumlah kematian bayi yang berumur kurang dari 28 hari B = Kelahiran hidup pada tahun yang sama k = konstanta Manfaat dari angka kematian neonatal adalah sebgai berikut: . Under Five Mortality Rate (UFMR) Angka kematian Balita adalah gabungan antara angka kematian bayi dengan angka kematian anak umur 1-4 tahun yaitu jumlah kematian balita yang dicatat selam satu tahun per 1000 penduduk balita pada tahun yang sama. Status gizi ibu dan bayi . Rumus: 𝑀 𝑈𝐹𝑀𝑅 = 𝑥𝐾 𝑅 M = Jumlah kematian balita yang dicatat selama satu tahun R = Penduduk balita pada tahun yang sama k = Konstanta Angka kematian balita sangat penting untuk mengukur taraf kesehatan masyarakat karena angka ini merupakan indikator yang sensitif untuk sataus keseahtan bayi dan anak d. untuk mengetahui penyakit infeksi e. Rumus: 𝑀 𝑃𝑀𝑅 = (𝑃 + )𝑥𝐾 𝑅 P = jumlah kematian janin yang dilahirkan pada usia kehamilan berumur 28 minggu M =ditambah kematian bayi yang berumur kurang dari 7 hari R = 1000 kelahiran kelahiran hidupn pada tahun yang sama.c. Perinatal Mortality Rate (PMR) Angka kematian perinatal adalah jumlah kematian janin yang dilahirkan pada usia kehamilan berumur 28 minggu atau lebih ditambah kematian bayi yang berumur kurang dari 7 hari yang dicatat dalam 1 tahun per 1000 kelahiran kelahiran hidupn pada tahun yang sama. Untuk pertolongan persalina . Banyak bayi dengan berat badan lahir rendah . Faktor yang mempengaruhi tinggnya PMR adalah sebagai berikut: . Neonatal Mortality Rate (NMR) Neonatal adalah bayi yang berumur kurang dari 28 hari. Angka Kematian Neonatal adalah jumlah kematian bayi yang berumur kurang dari 28 hari yang dicatata selama 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Untuk mengetahui program Imuninsasi .

menyerang sejumlah besar orang didaerah luas (KBBI : 1989). Pertolongan persalinan f. persalinan. Pertolongan persalinan dan perawatan masa nifas http://epidemiolog. dan masa nifas yang dicatat selama 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. persalinan. Sosial ekonomi . Maternal Mortality Rate (MMR) Angka kematian ibu adalah jumlah kematian ibu akibat komplikasi kehamilan. Rumus: 𝑑0 𝐼𝑀𝑅 = 𝑥𝐾 𝐵 d0 = Jumlah penduduk yang berumur kurang dari 1 tahun B = Jumlah lahir hidup pada thun yang sama k = Konstanta Manfaat dari perhitungan angka kematian bayi adalah sebagai berikut: . Infant Mortality Rate (IMR) Angka Kematian Bayi adalah perbandingan jumlah penduduk yang berumur kurang dari 1 tahun yang diacat selama 1 tahun dengan 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Rumus: 𝐼 𝑀𝑀𝑅 = 𝑥𝐾 𝑇 I = adalah jumlah kematian ibu akibat komplikasi kehamilan. Untuk Mengetahui tingkat pelayanan antenatal .wordpress.. dan masa nifas T = Kelahiran hidup pada tahun yang sama. Untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi . . 2) Wabah adalah penyakit menular yang terjangkit dengan cepat. Untuk mengetahui status gizi ibu hamil . untuk mengetahui kondisi lingkungan dan social ekonomi g.com/2011/02/24/ukuran-ukuran-epidemiologi/ Pengertian Wabah 1) Wabah merupakan kejadian terjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi keadaaan lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka (UU NO 4 TAHUN 1984). Kesehatan ibu sebellum hamil. dan masa nasa nifas . persalinan. Keadaan sosial ekonomi . Pelayanan terhadap ibu hamil . k = konstanta Tinggi rendahnya angka MMR tergantung kepada: . Penyakit infeksi terutama ISPA . Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Program Keluaga berencana (KB) .

yaitu “kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat . Ada dua bentuk klinis dari cacar. dan telah tersedia secara luas pada tahun 1955. Variola mayor (besar) adalah bentuk parah dan paling umum. Gejala utamanya adalah diare dan muntah. Yang ada hanya pencegahan melalui vaksinasi. yaitu serangan penyakit) lingkup yang lebih luas (epidemi) atau bahkan lingkup global (pandemi). namun. Jumlah kasus baru penyakit di dalam suatu populasi dalam periode waktu tertentu disebut incidens rate (laju timbulnya penyakit). atau kejadian lain yang berhubungan dengan kesehatan yang jumlahnya lebih banyak dari keadaan biasa. perilaku yang berhubungan dengan kesehatan. baik jumlah kasusnya maupun daerah terjangkit (Depkes RI. DirJen P2MPLP : 1981). Variola minor. Dalam epidemiologi. maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut. merupakan bentuk kurang umum dari cacar. dapat berupa penderita penyakit. yang nyata jelas melebihi jumlah biasa (Benenson : 1985) 5) Wabah adalah timbulnya kejadian dalam suatu masyarakat. wabah yang paling luas terjadi di paruh pertama 1900-an sebelum vaksinasi dibuat oleh Jonas Salk. Kolera Adalah suatu infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Polio Polio (juga disebut poliomyelitis) adalah penyakit menular yang telah menghancurkan populasi manusia di belahan bumi Barat di paruh kedua abad ke- 20. Cacar (variola vera) Cacar adalah penyakit menular yang serius dan kadang-kadang fatal. Dalam peraturan yang berlaku di Indonesia . CONTOH WABAH : 1. Secara historis. Jenis ini kurang parah. Epidemi dipelajari dalam epidemiologi. pengertian wabah dapat dikatakan sama dengan epidemi. Kejadian atau peristiwa dalam masyarakat atau wilayah dari suatu kasus penyakit tertentu yang secara nyata melebihi dari jumlah yang diperkirakan. Penularan terutama melalui air minum atau mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. variola besar memiliki tingkat kematian keseluruhan sekitar 30%. Walaupun polio telah menjangkiti manusia sejak zaman kuno. Epidemi Wabah atau epidemi adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang. Dengan kata lain. perdarahan yang terjadi bisa berakibat fatal. dengan angka kematian historis dari 1% atau kurang. (Last : 1981) Di Indonesia pernyataan adanya wabah hanya boleh ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Suatu wabah dapat terbatas pada lingkup kecil tertentu (disebut outbreak. epidemi adalah wabah yang terjadi secara lebih cepat daripada yang diduga. 2. 3. ditandai dengan ruam kulit yang luas dan demam tinggi. Tidak ada obat khusus untuk penyakit cacar. 4) Wabah adalah terdapatnya penderita suatu penyakit tertentu pada penduduk suatu daerah.3) Wabah adalah peningkatan kejadian kesakitan atau kematian yang telah meluas secara cepat. epidemi berasal dari bahasa Yunani yaitu “epi” berarti pada dan “demos” berarti rakyat. Keparahan diare dan muntah dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.

merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh sebab itu. 2) Perilaku terbuka (overt behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka.2. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia. Misalnya : seorang ibu memeriksa kehamilannya atau membawa anaknya ke puskesmas untuk diimunisasi. suatu pandemi dikatakan terjadi bila ketiga syarat berikut telah terpenuhi : • Timbulnya penyakit bersangkutan merupakan suatu hal baru pada populasi bersangkutan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dilihat dari bentuk respons terhadap stimulus ini. Berasal dari bahasa Yunani “pan” yang artinya semua dan “demos” yang artinya rakyat. Perilaku Kesehatan Individu & Kesehatan Masyarakat Pengertian Perilaku Dari segi biologis. yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka Endemi Endemi adalah penyakit yang umum terjadi pada laju konstan namun cukup tinggi pada suatu populasi. Pandemi Pandemi atau epidemi global atau wabah global adalah kondisi dimana terjangkitnya penyakit menular pada banyak orang dalam daerah geografi yang luas. • Agen penyebab penyakit menyebar dengan mudah dan berkelanjutan pada manusia. Berasal dari bahasa Yunani “en” yang artinya di dalam dan “demos” yang artinya rakyat. LI. baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. • Agen penyebab penyakit menginfeksi manusia dan menyebabkan sakit serius. Misalnya : seorang ibu hamil tahu pentingnya periksa kehamilan. Terjadi pada suatu populasi dan hanya berlangsung di dalam populasi tersebut tanpa adanya pengaruh dari luar. Skiner (1938) seorang ahli psikologis. seorang pemuda tahu bahwa HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seks. dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuh-tumbuhan. kelas penyakit yang dikenal sebagai kanker menimbulkan angka kematian yang tinggi namun tidak digolongkan sebagai pandemi karena tidak ditularkan. Suatu penyakit atau keadaan tidak dapat dikatakan sebagai pandemic hanya karena menewaskan banyak orang. dan sebagainya. . perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. karena mereka mempunyai aktivitas masing-masing. binatang sampai dengan manusia itu berperilaku. maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua : 1) Perilaku tertutup (covert behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (covert). Sebagai contoh.

persepsi. sistem pelayanan kesehatan. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri. Seorang ahli lain (Becker. makanan. Persepsinya terhadap sakit. perilaku gizi (makanan & minuman). Oleh sebeb itu perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek : a. yakni respons dan stimulus atau perangsangan. meliputi pengetahuan. Sedangkan stimulus atau rangsangan terdiri 4 unsur pokok. yakni : sakit & penyakit. Respons atau reaksi manusia. dan sikap) maupun bersifat aktif (tindakan yang nyata atau practice). persepsi. apabila seseorang dalam keadaan sakit.Perilaku Kesehatan Individu Perilaku kesehatan individu pada dasarnya adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. a. Dari batasan ini perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok : 1) Perilaku Pemeliharaan Kesehatan (health maintenance) adalah perilaku atau usaha- usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. baik lingkungan fisik maupun sosial budaya dan bagaimana sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. Perilaku ini mencakup antara lain : a) Menu seimbang b) Olahraga teratur c) Tidak merokok d) Tidak minum-minuman keras dan narkoba e) Istirahat yang cukup f) Pengendalian stres g) Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan b. dan lingkungan. Perilaku pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit bila sakit. pengetahuan tentang penyebab dan gejala penyakit. 4) Perilaku Kesehatan Lingkungan adalah bagaimana seseorang merespon lingkungan. Perilaku peran sakit (the sick role behavior) mencakup : . yakni respons seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan. pengelolaan makanan. c. 3) Perilaku terhadap makanan (nutrition behavior). pengobatan penyakit dan sebagainya. dll. sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya/zat gizi. dsb. sistem pelayanan kesehatan. Batasan ini mempunyai 2 unsur pokok. serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit. makanan serta lingkungan. Perilaku hidup sehat adalah perilaku-perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. perilaku peningkatan kesehatan. b. 1979) membuat klasifikasi tentang perilaku kesehatan ini. Perilaku sakit mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. c. 2) Perilaku Pencarian atau Penggunaan Sistem atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau sering disebut Perilaku Pencarian Pengobatan (health seeking behavior) adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita dan atau kecelakaan. baik bersifat pasif (pengetahuan.

Dari sini sekaligus orang menghimpun berbagai cara mengatasi gangguan kesehatan itu baik secara tradisional maupun modern. Berbagai cara penerapan pengetahuan baik dalam menghimpun berbagai macam gangguan maupun cara-cara mengatasinya tersebut merupakan pencerminan dari berbagai bentuk perilaku. 3) Penerapan pengetahuan orang yang bersangkutan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masalah kesehatan. Memang kenyataannya demikian. Proses semacam ini menggambarkan berbagai tindakan yang dilakukan si penderita mengenai gangguan yang dialami dan merupakan bagian integral interaksi sosial pada umumnya. b) Mengenal/mengetahu fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang layak. . 4) Dilakukannya tindakan manipulatif untuk meniadakan atau menghilangkan kecemasan atau gangguan tersebut. Kosa & Robertson mengatakan bahwa perilaku kesehatan individu cenderung dipengaruhi oleh kepercayaan orang yang bersangkutan terhadap kondisi kesehatan yang diinginkan dan kurang berdasarkan pada pengetahuan biologi. Oleh karena gangguan kesehatan terjadi secara teratur di dalam suatu kelompok tertentu maka setiap irang di dalam kelompok tersebut dapat menghimpun pengetahuan tentang berbagai macam gangguan kesehatan yang mungkin terjadi. tiap indivisu mempunyai cara yang berbeda dalam mengambil tindakan penyembuhan atau pencegahan yang berbeda meskipun gangguan kesehatannya sama. Disadari bahwa setiap gangguan kesehatan akan menimbulkan kecemasan baik bagi yang bersangkutan maupun bagi anggota keluarga lainnya. c) Mengetahu hak (misalnya : hak memperoleh perawatan dan pelayanan kesehatan). Pada umumnya tindakan yang diambil berdasarkan penilaian individu atau mungkin dibantu oleh orang lain terhadap gangguan tersebut. Di dalam hal ini baik orang awam maupun tenaga kesehatan melakukan manipulasi tertentu dalam arti melakukan sesuatu untuk mengatasi gangguan kesehatan. Selanjutnya gangguan dikomunikasikan kepada orang lain (anggota keluarga) dan mereka yang diberi informasi tersebut menilai dengan kriteria subjektif. Dari sini lahirlah pranata-pranata kesehatan baik tradisional maupun modern. Dalam hal ini persepsi individu yang bersangkutan atau orang lain (anggota keluarga) terhadap gangguan tersebut akan berperan. Penilaian semacam ini menunjukkan bahwa gangguan yang dirasakan individu menstimulasi dimulainya suatu proses sosial psikologis. Dari ancaman-ancaman ini akan menimbulkan bermacam-macam bentuk perilaku. 2) Timbulnya kecemasan karena adanya persepsi terhadap gangguan tersebut. khususnya mengenai gangguan yang dialaminya. a) Tindakan untuk memperoleh kesembuhan. yakni : 1) Adanya suatu penilaian dari orang yang bersangkutan terhadap suatu gangguan atau ancaman kesehatan. Proses ini mengikuti suatu keteraturan tertentu yang dapat diklasifikasikan dalam 4 bagian. Bahkan gangguan tersebut dikaitkan dengan ancaman adanya kematian.

1956) 2) Mutu adalah sifat yang dimiliki oleh suatu program (Donabedian. segeralah terlihat bahwa mutu pelayanan kesehatan sebenarnya menunjukkan pada penampilan (performance) dari pelayanan kesehatan. 1980) 3) Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri dari suatu barang jasa. Uraian dari ketiga unsur Program Menjaga Mutu ini serta kaitannya dengan mutu pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : 1) Unsur masukan Telah disebutkan yang dimaksud dengan unsur masukan adalah tenaga. organisasi dan manajemen tersebut tidak sesuai dengan standar dan atau tidak bersifat mendukung. Fromberg. 1986) 4) Mutu adalah kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan (Crosby. 3. Cakupan Mutu & Pelayanan Kesehatan serta Imunisasi Pengertian Mutu 1) Mutu adalah tingkat kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamati (Winston Dictionary. Secara umum disebutkan apabila kedua tindakan ii tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (standard of conduct). maka mudahlah dipahami bahwa baik atau tidaknya mutu pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh ketiga unsur yang dimaksud. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jika diperhatikan rumusan tentang mutu pelayanan kesehatan sebagaimana dikemukakan diatas. organisasi. 2) Unsur lingkungan Telah disebutkan yang dimaksud dengan unsur lingkungan adalah kebijakan. penampilan pelayanan kesehatan ini disebut dengan nama keluaran (output). makin sempurna pula mutunya. maka sulitlah diharapkan baiknya mutu pelayanan (Pena. 1984) Mutu Pelayanan Kesehatan Mutu Pelayanan Kesehatan adalah yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan. makin sempurna penampilan pelayanan kesehatan. dana dan sarana. Gambone. Dalam Program Menjaga Mutu. maka sulitlah diharapkan baiknya mutu pelayanan kesehatan (Donabedian. 1988. yang didalamnya terkandung sekaligus pengertian rasa aman atau pemenuhan kebutuhan para pengguna (Din ISO 8402. 1984). 1990. 3) Unsur proses Telah disebutkan yang dimaksud dengan unsur proses adalah tindakan medis dan tindakan non-medis. Karena baik atau tidaknya keluaran sangat dipengaruhi oleh proses (process). dan lingkungan (environment). maka sulitlah diharapkan baiknya mutu pelayanan (Bruce.LI. Secara umum disebutkan apabila kebijakan. serta jika dana yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan. serta di pihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etikdan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan. 1980). Secara umum disebutkan apabila tenaga dan sarana (kuantitas dan kualitas) tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan (standard of personnnels and facilities). dan manajemen. Secara umum disebutkan. 1991). yang di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk. masukan (input). .

pada dasarnya juga merupakan bagian dari kewajiban etis. pada dasarnya merupakan kesepakatan antar warga profesi sendiri. tetapi yang terpenting adalah pemakai jasa pelayanan kesehatan. termasuk pelayanan kesehatan. yang perlu diperhatikan hanyalah mengupayakan agar kode etik serta standar pelayanan profesi dapat diterapkan dengan sebaik-baiknya. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi. Penerapan yang dimaksudkan di sini tidak hanya yang memuaskan para pelaksana pelayanan kesehatan. Sekali salah satu dari ketiga unsur ini berada dibawah standar dan atau tidak sesuai dengan kebutuhan. Dengan pendapat ini. yakni rumusan kode etik serta standar pelayanan profesi yang pada umumnya telah dimiliki oleh setiap negara. Untuk dapat menjamin baiknya mutu pelayanan kesehatan. kelima persyaratan ini juga akan dapat dicapai apabila kode etik profesi dapat diterapkan dengan baik. yakni pelayanan kesehatan yang penerapan kode etik serta standar pelayanan profesinya dapat memuaskan para pemakai jasa palayanan kesehatan. serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan. mudahlah dipahami untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu. adalah telah merupakan kewajiban bagi setiap pelaksana pelayanan kesehatan untuk dapat menerapkan kode etik serta standar pelayanan profesi yang mengacu pada kepuasan pasien. bermutu (quality) serta efisien (efficient) yang merupakan bagian dari persyaratan pelayanan kesehatan. berkesinambungan (continue). Ketiga unsur ini saling berhubungan dan mempengaruhi yang kaitannya dengan unsur keluaran yakni yang menunjuk pada mutu pelayanan kesehatan secara sederhana dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut : Lingkungan Mutu Pelayanan (Keluaran) Masukan Proses Skema 1 Program Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan yang Bermutu Secara umum disebutkan yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk. Dengan perkataan lain. dapatlah diharapkan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu. ketiga unsur ini haruslah dapat diupayakan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan standar dan atau kebutuhan. karena untuk ini memang telah ada tolak ukurnya. meskipun diakui tidak mudah. Kode etik serta standar pelayanan profesi. . dan karenanya wajib sifatnya untuk dipakai sebagai pedoman dalam menyelenggarakan setiap kegiatan profesi. dapat diterima (acceptable). namun masih dapat diupayakan. Sesungguhnya kehendak untuk mengupayakan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang wajar (appropriate). sulitlah diharapkan baiknya mutu pelayanan. Dengan perkataan lain. Apabila kewajiban ini dapat dilaksanakan.

Tenaga Kesehatan Pelayanan Kesehatan Tenaga kesehatan masyarakat (Kesmas) merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat berperan dalam pembangunan kesehatan. untuk meningkatkan kemandirian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan diperlukan program penyuluhan dan pendidikan masyarakat yang berjenjang dan berkesinambungan sehingga dicapai tingkatan kemandirian masyarkat dalam pembangunan kesehatan. Pelayanan preventif. Misalnya fasilitas pelayanan kesehatan yang jauh dari tempat tinggal. Pelayanan promotif. tidak terjadi penyakit (Ranuh.10).p. c. b. Ketersediaan Ketersediaan fasilitas kesehatan yang sedikit di daerah pun cukup membuat masyarakat kesulitan dalam mengakses fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. untuk menjamin terselenggaranya pelayanan ini diperlukan tenaga kesmas yang memahami epidemiologi penyakit. Jika nantinya tubuh terpapar dua atau tiga kali oleh antigen yang sama dengan vaksin maka antibodi akan tercipta lebih kuat dari sebelumnya. ketika vaksin masuk kedalam tubuh. Imunisasi Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen. Masalah Geografi Geografi yang sulit disekitar tempat tinggal masyarakat pedalaman mempersulit mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan dengan paradigma sehat merupakan upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Sistem imun tubuhmempunyai suatu sistem memori (daya ingat). . Dalam program promotif membutuhkan tenaga-tenaga kesmas yang handal terutama yang mempunyai spesialisasi dalam penyuluhan dan pendidikan.Akses terhadap fasilitas Pelayanan Kesehatan Akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan sangat penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tenaga kesmas juga dapat berperan dibidang kuratif dan rehabilitatif kalau yang bersangkutan mau dan mampu belajar dan meningkatkan kemampuannya dibidang tersebut. Distribusi Pelayanan Distribusi pelayanan yang sedikit juga menghambat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut : a. Namun dalam kehidupan bermasyarakat saat ini akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan masih sulit. maka akan dibentuk antibodi untuk melawan vaksin tersebut dan sistem memori akan menyimpannya sebagai suatu pengalaman.2008. cara-cara dan metode pencegahan serta pengendalian penyakit. Program preventif ini merupakan salah satu lahan bagi tenaga kesmas dalam pembangunan kesehatan. sehingga bila kelak ia terkena antigen yang serupa. Keterlibatan kesmas dibidang preventif di bidang pengendalian memerlukan penguasaan teknik-teknik lingkungan dan pemberantasan penyakit. Imunisasi merupakan suatu program yang dengan sengaja memasukkan antigen lemah agar merangsang antibodi keluar sehingga tubuh dapat resisten terhadap penyakit tertentu.

campak (measles). polio dan tuberkulosa. dan biasanya dinyatakan dalam persen. Imunisasi pasif Merupakan suatu proses peningkatan kekebalan tubuh dengan cara pemberian zat immunoglobulin. Rumus Kegunaan Memberikan gambaran tentang tingkat pelayanan kesehatan terhadap anak usia 1-2 tahun. batuk rejan (pertusis). Pada saat ini. Tujuan Program Imunisasi Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. yaitu: a. tetanus. Cakupan yang baik minimal 80 persen. sehingga ketika terpapar lagi tubuh dapat mengenali dan merespon. penyakit-penyakit tersebut adalah disentri. Imunisasi aktif Merupakan suatu pemberian bibit penyakit yang telah dilemahkan (vaksin) agar nantinya sistem imun tubuh berespon spesifik dan memberikan suatu ingatan terhadap antigen ini. b. Cakupan Imunisasi Definisi Perbandingan antara jumlah anak usia 1-2 tahun yang telah mendapat imunisasi lengkap dengan jumlah anak uisa 1-2 tahun.Jenis-jenis imunisasi Imunisasi telah dipersiapkan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan efek-efek yang merugikan. Jadwal Imunisasi . yaitu zat yang dihasilkan melalui suatu proses infeksi yang dapat berasal dari plasma manusia (kekebalan yang didapat bayi dari ibu melalui placenta) atau binatang yang digunakan untuk mengatasi mikroba yang sudah masuk dalam tubuh yang terinfeksi . Imunisasi ada 2 macam.

Orang yang mempesepsikan penyakitnya sebagai penyakit ringan cenderung untuk memilih pengobatan sendiri (self medication) misalnya dengan mencari obat di warung atau apotik.LI. tetapi mereka yang menganggap penyakitnya sangat serius atau kronis seperti diabetes. Tingkat pengetahuan masyarakat yang belum memadai terutama pada golongan wanita. Aspek Sosial & Budaya Masyarakat Pengaruh sosial budaya terhadap kesehatan masyarakat Tantangan berat yang masih dirasakan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia adalahsebagai berikut. tampaknya kebanyakan mengangap bahwa penyembuhan melalui usaha medis adalah sia- sia. stroke dan hipertensi justru memilih pengobatan alternatif baik itu tabib. Kebiasaan negatif yang berlaku di masyarakat. termasuk media komunikasinya.Aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatanAspek soaial budaya yang berhubungan dengan kesehatan anatara lain adalah faktorkemiskinan. maupun dukun. adanya tradisi. Pada penderita penyakit kronis yang sifatnya degeneratif seperti penyakit diabetes dan darah tinggi atau strok. dan sebagainya. . Kurangnya peran serta masyarakat dalam pembangunan bidang kesehatan. Untuk berkomunikasi yang efektif para petugas kesehatan perlu dibekali ilmu komunikasi. Kurangnya pengetahuan. makanan.  Pertama adalah persepsi mereka terhadap penyakit. pengobatan herbal. dan sikap masyarakat terhadap kesehatan dan penyakit. Jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan yang cukup tinggi serta penyebaran penduduk yang tidak merata di seluruh wilayah.  Kedua adalah persepsi mereka tentang layanan kesehatan profesional. pemberian informasi-informasi tentang kesehatan. biasanya tiga hari sampai seminggu tidak sembuh cenderung untuk memilih datang ke dokter atau layanan kesehatan. masalah lingkungan hidup. pelacuran dan homoseksual. mereka tidak berprilaku sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Dua hal yang perannya kuat dalam menentukan pengambilan keputusan tentang pengobatan. Pola Pikir Perilaku pencarian Pengobatan (Health Seeking Behavior) adalah pola atau perilaku pencarian pelayanan kesehatan di masyarakat. 4. 3. 2. mahal dan tidak efektif cenderung untuk lari ke pengobatan sendiri dan pengobatan alternatif. masalah kependudukan. Untuk itu maka diperlukan komunikasi. dan perilaku yang kurang menunjang dalam bidang kesehatan. lingkungan. Komunikasi Komunikasi kesehatan disebut juga promosi kesehatan.4. orang yang mengganggap penyakit mereka serius. Karena komunikasie merupakan kegiatan untuk mengkondisikan faktor-faktor predisposisi. adat istiadat. kepercayaan yang negative tentang penyakit. Mereka yang mempersepsikan bahwa pengobatan profesional sulit untuk dijangkau. 1.

Surat rujukan . Sistem Rujukan Sistem Rujukan Kesehatan Masyarakat Sistem Rujukan adalah system yang dikelola secara strategis.Rujukan laboratorium atau bahan pemeriksaan .Pencatatan yang tepat dan benar . Tujuan Depkes Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan dan mekanisme rujukan berjenjang antar puskesmas dengan RS Dati II. Sesuai SK Menteri Kesehatan Nomor 23 tahun 1972 tentang system rujukan adalah suatu system penyelenggaraan pelayanan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertical dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal dalam arti unit-unit yang setingkat kemampuannya.Rujukan pasien . Tugas Sistem Rujukan Memeratakan pelayanan kesehatan melalui system jaringan pelayanan kesehatan mulai dari Dati II sampai pusat karena keterbatasan sumber daya daerah yang seyogyanya bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayahnya Syarat Rujukan • Adanya unit yang mempunyai tanggung jawab baik yang merujuk maupun yang menerima rujukan . RS Dati I dan RS tingkat pusat dan labkes dalam suatu system rujukan.LI. dimanapun mereka berada dan berasal dari golongan ekonomi manapun.Kartu monitoring rujukan ibu bersalin dan bayi (KMRIBB) • Adanya pengertian timbal balik antar yang merujuk dan yang menerima rujukan • Adanya pengertian tugas tentang system rujuikan • Sifat rujukan horizontal dan vertical (kearah yang lebih mampu dan lengkap). pragmatis.Rujukan pengetahuan . sehingga dapat mendukung upaya mengurangi kematian ibu hamil dan melahirkan dan angka kematian bayi. 5. • Adanya pencatatan tertentu : .Kartu Sehat bagi klien yang tidak mampu . agar dapat dicapai peningkatan derajat kesehatan ibu hamil dan bayi melalui peningkatan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah mereka berada. Jenis Rujukan o Rujukan medis . merata proaktif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan komprehensif bagi masyarakat yang membutuhkannya terutama bagi ibu dan bayi baru lahir.

terutama aspek perencanaan. misalnya : pengiriman dokter ahli terutama ahli bedah. ketekunan dan dedikasi. semangat kerja. . o Rujukan kesehatan .Obat. . biaya.Pengiriman asisten ahli senior ke RS Kabupaten yang belum ada dokter ahli dalam jangka waktu tertentu. Dari sudut masyarakat sebagai jasa pelayanan : 1) Meringankan biaya pengobatan. tenaga. 3) Memudahkan pekerjaan administrasi. karena telah diketahui dengan jelas fungsi dan wewenang setiap sarana pelayanan kesehatan. kemudian terdapat hubungan antara kerja berbagai sarana kesehatan yang tersedia.Permintaan bantuan : survei epidemiologi. penyakit dalam dan dokter anak dari RSU Provinsi ke RSU Kabupaten.Pengiriman informasi . manajemen dan pengoperasian peralatan.Pengiriman tenaga kesehatan dari puskesmas RSU Kabupaten ke RS Provinsi. 2) Memperjelas sistem pelayanan kesehatan. mengatasi wabah (KLB) Alur Rujukan Manfaat Rujukan Dari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan : 1) Membantu penghematan dana karena tidak perlu menyediakan berbagai macam alat kedokteran pada setiap sarana kesehatan. Dari sudut tenaga kesehatan : 1) Memperjelas jenjang karir tenaga kesehatan dengan berbagai akibat positif. 2) Membantu peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui jalinan kerjasama. kebidanan dan kandungan.Alih pengetahuan dan keterampilan di bidang klinik. .Rujukan ilmu pengetahuan. karena dapat dihindari pemeriksaan yang sama secara berulang-ulang. . 2) Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. o Rujukan manajemen . peralatan . teknologi dan keterampilan.

sesungguhnya tidak ada penyakit menular dari atau melalui apapun secara alamiah. 3. dan madzhab Hanabilah. Hukum Menjaga Kesehatan dan Berobat Hukum berobat dalam islam 1. makanlah yang halal dan baik dan apa yang terdapat di mukabumi.LI. (ini adalah madzhab Hanafiyah dan salah satu pendapat madzhab Malikiyah). ini adalah salah satu pendapat madzhab Malikiyah. Hadis Nabi di atas adalah dalam konteks tersebut. (Surah Al-Baqarah. dan sebagian para Tabi’in. melainkan mereka menganiaya diri mereka sendiri”. 2. dengan alasan adanya perintah Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berobat dan asal hukum perintah adalah wajib. Pendapat ketiga mengatakan mubah/ boleh secara mutlak . kerana sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.6. dan ini adalah madzhab Syafi’iyah. 5. Pendapat kedua mengatakan sunnah/ mustahab. Madzhab Syafi’iyah. Pendapat kelima mengatakan makruh.7. Bahkan. Nabi pernah menemani makan salah seorang sahabat penderita lepra bernama Mu‟aiqib bin Abi Fathimah. Pendapat ke enam mengatakan lebih baik ditinggalkan bagi yang kuat tawakkalnya dan lebih baik berobat bagi yang lemah tawakkalnya. LI. namun waspada dan antisipatif.dalil yang sebagiannya menunjukkan perintah dan sebagian lagi boleh memilih.Jika kita melihat hal ini dari konteks tauhid. Tetap bergaul seperti biasa. Tujuan Syariat Islam dalam Konsep KLB Penanggulangan KLB dalam syariat islam Nabi tidak memerintahkan mereka untuk mengucilkan para pengidap penyakit lepra tersebut. Jelas . Abu Darda radhiyallahu ‘anhum. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami. “Hai sekalian manusia. karena terdapat keterangan dalil. Pendapat pertama mengatakan bahwa berobat hukumnya wajib. 4. tanpa memiliki kekhawatiran yang berlebihan. Imam Qurtubi rahimahullah mengatakan bahwa ini adalah pendapat Ibnu Mas’ud. alasannya para sahabat bersabar dengan sakitnya. ayat 168) “Sesungguhnya mendapat kemenanganlah orang yang membersihkan dirinya “QS Al A’la ayat : 14 .jelas Nabi pernah menyatakan. “Tidak ada penyakit menular („adwa). sebab perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berobat dan dibawa kepada hukum sunnah karena ada hadits yang lain Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan bersabar. Hukum menjaga kebersihan Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 57 yang bermaksud: “Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi dari sahabat Jabir bin Abdullah. perincian ini dari kalangan madzhab Syafi’iyah. dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. bukan dalam rangka mengukuhkan opini masyarakat kala itu bahwa suatu penyakit mutlak bisa menular secara alamiah.”(HR Muslim dari Abu Hurairah).

Soekidjo Notoatmodjo.imunisasi. Cet.com/2013/04/20/konsep-kesehatan-dalam-islam/ http://bnnpsulsel.com/2013/04/20/konsep-kesehatan-dalam-islam/ http://axbarif. Mei. Jakarta : Rineka Cipta.wordpress.id/materikuliah/PUSKESMAS.wordpress.wordpress.slideshare.net/cheynissa/pengantar-ilmu-perilaku-kesehatan-masyarakat http://ahmadbinhanbal. ke- 2. http://ahmadbinhanbal.net/ Prof. Daftar Pustaka http://www.com/2012/11/20/definisi-puskesmas/ http://ners. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Dr.pdf .ac. 2003.com/pencegahan/peran-tenaga-kesehatan-masyarakat/ http://www.unair.