You are on page 1of 29

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Islam merupakan agama yang mengatur segala aspek kehidupan dari awal
hingga akhir dengan segala kondisi yang bertujuan untuk kemakmuran umat dan
kebahagiaan dunia akhirat. Manusia tentunya mengidamkan kesehatan sebagai
bagian dari kebahagiaan, dengan jasmani dan rohani yang sehat pun kita bisa
menjalankan ibadah dan kewajiban lainnya secara maksimal. Agama islam
sendiri menempatkan pentingnya kesehatan diurutan kedua setelah iman.

Sebagai manusia kita memiliki 3 fase dalam kehidupan yakni: sehat ,sakit atau
mati. Setiap manusia tentunya ingin terus merasakan tubuh serta pikiran yang
sehat, namun sakit dan mati adalah hal pasti yang dapat terjadi setiap saat.
Manusia selalu menginginkan kesehatan sehingga sering membenci sakit dan
penyakit, menganggap nya sebagai penderitaan dan beban yang tak bermakna. Hal
tersebut tentu bertentangan dengan apa yang Allah SWT janjikan pada makhluk-
makhluk-Nya yang senantiasa ikhlas dan sabar diberi cobaaan musibah berupa
sakit. Didalam sakit itu sendiri banyak pelajaran yang dapat diambil dan hikmah
yang dapat dipetik karena Allah SWT sendiri tak akan menurunkan atau
melimpahkan cobaan tanpa ada kebaikan dan hikmah dibaliknya.

Oleh karena pandangan yang salah mengenai sakit itu sendiri, kelompok kami
akan membahasnya lebih lanjut didalam makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah

1. bagaimana pengertian dari konsep sakit?
2. Apa saja macam-macam sakit?
3. Bagaimana etika dan adab ketika sakit?
4. Apa hikmah dibalik ujian sakit?
5. Bagaimana islam memandang kegiatan menjenguk orang yang sedang
sakit?

1.3 Tujuan Pembelajaran
1. Mampu menjelaskan pengertian dari konsep sakit
2. Mampu menjelaskan macam-macam sakit
3. mampu menjelaskan etika dan adab ketika sedang sakit
4. mampu menjelaskan hikmah dibalik ujian sakit
5. mampu menjelaskan pandangan islam mengenai kegiatan menjenguk
orang yang sedang sakit

“Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana gugurnya dedaunan sebuah pohon”. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud) . 1 Konsep Sakit a. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah) Bahkan Allah menjanjikan kepada orang yang sakit apabila ia bersabar dan berikhtiar dalam sakitnya. Kleinman’s dalam Freund (1991) mengatakan bahwa disease mengacu pada kondisi biofisik. sedangkan disease menyatakan apa yang dibawa si pasien ke rumah setelah dari ruang dokter. BAB II PEMBAHASAN 2.2007). Menurut pandangan Islam Di hadapan Allah. sedangkan illness mengacu pada bagaimana orang yang sakit dan anggota keluarganya atau jaringan sosialnya yang lebih luas merasakan atau hidup dengan serta bereaksi terhadap simtom-simtom dan ketidak mampuannya (Siswanto. kehawatiran dan kesedihan. sedangkan illness adalah respon subjektif pasien (Siswanto. Dengan demikian. Allah akan menghapus dosa-dosanya. b. orang sakit bukanlah orang yang hina. Menurut para ahli Cassell dalam Helman (1990) mengatakan bahwa illness menyatakan apa yang dirasakan oleh pasien ketika dia datang ke dokter. dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya”. Mereka justru memiliki kedudukan yang sangat mulia. disease adalah sesuatu yang diidap oleh organ tubuh. “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan.2007).

sehingga ia tidak lagi menjalankan kewajiban-kewajiban-Nya sebagai hamba Allah.S. Ketika seseorang sakit disana terkandung pahala. Al An'am : 162). Dia menguji manusia berupa kesehatan. bahwa Rasulullah SAW bersabda : 'Tidak . hidup dan matiku hanyalah untuk Allah. agar mereka bersyukur dan mengetahui keutamaan Allah SWT serta kebaikan-Nya kepada mereka. Aisyah pernah meriwayatkan. bahkan berburuk sangka kepada Allah SWT. ibadah. Sakit sebagai salah satu ciptaan Allah SWT yang ditimpakan kepada manusia juga pasti ada maksudnya.S. merasa bahwa dengan sakitnya itu Allah bersikap tidak adil. penyakit merupakan cobaan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya untuk menguji keimanannya. Salah satu hikmah Allah SWT kepada hamba- Nya adalah sebagai ujian dan cobaan untuk membuktikan siapa-siapa saja yang benar-benar beriman. Firman Allah SWT : Artinya : 214. Tidak sedikitpun orang yang tatkala ditimpa penyakit menjadi putus asa. Dalam pandangan Islam. (Q. Padahal di waktu sehat. agar mereka bersabar dan memohon perlindungan serta berdo'a kepada-Nya. Amat banyak orang yang tidak memahami kenapa ia harus sakit. Kemudian Allah SWT juga akan menguji manusia dengan keburukan seperti sakit dan miskin. ia selalu mengucapkan dalam salatnya : Artinya : "Sesungguhnya salat. serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah. ampunan dan akan mengingatkan orang sakit kepada Allah SWT. sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. kehilangan pegangan. Al Baqarah : 214) Demikianlah Allah SWT akan menguji hamba-hamba-Nya dengan kebaikan dan keburukan. sehingga secara tidak sadar ia menganggap bahwa penyakit yang dideritanya tersebut sebagai malapetaka atau kutukan Allah yang dijatuhkan kepadanya. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. Tuhan semesta alam" (Q.Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. Lalu timbul rasa tidak puas kepada Allah SWT.

(H. Kalau dahulu seorang insan yang banyak berbuat kesalahan tidak berfikir tentang dosa dan pahala. Siapa yang ridha menerimanya.R. dicobanya dengan berbagai cobaan. Allah SWT memberikan penyakit agar setiap insan dapat menyadari bahwa selama ini dia telah diberi rahmat sehat yang begitu banyak. Namun kesehatan yang dimilikinya itu sering kali di abaikan. Nabi Muhammad SAW. sakit juga digunakan oleh Allah SWT untuk memperingatkan manusia atas segala dosa-dosa dan perbuatan jahatnya selama hidup di dunia.a. 2. maka dia akan memperoleh keridhoan Allah. penyakit. kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya.Allah SWT menciptakan cobaan antara lain untuk mengingatkan manusia terhadap rahmat-rahmat yang telah diberikan-Nya. gangguan menumpuk pada dirinya kecuali Allah SWT hapuskan akan dosa-dosanya (H.2 Macam-macam Sakit a) Penyakit rohani Penyakit rohani ialah adanya sifat dan sikap (budi pekerti) yang buruk dalam rohani seorang manusia yang mendorongnya untuk berbuat buruk dan . Dan barang siapa yang murka (tidak ridha) dia akan memperoleh kemurkaan Allah SWT. Bersabda : Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah.Disamping itu. sampai-sampai sakitnya karena tertusuk duri sekalipun" (H. kesedihan. kesusahan. ada musibah yang menimpa diri seorang muslim. Padahal ia mempunyai harga yang sangat bernilai tiada tolak ukur dan bandingannya.R. Buchari) Sabda Rasulullah SAW : Artinya : Dan sesungguhnya bila Allah SWT mencintai suatu kaum. Ibnu Majah dan At Turmudzi) Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda : Artinya : Dari Abu Hurairah r. maka disaat sakit biasanya manusia teringat akan dosa-dosanya sehingga ia berusaha untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Bukhari dan Muslim). bahkan mungkin disia-siakan.R.

 Israf (berlebih-lebihan) artinya mempergunakan sesuatu dengan melewati batas-batas yang patut menurut ajaran Allah. Allah telah memberikan banyak ni’mat yang takan bisa kita hitung jumlahnya (QS. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam pernah menemui Ummu As- Saa’ib. Penyakit jasmani dapat disembuhkan oleh dokter dan dapat mudah dideteksi dengan bantuan medis (Ulya.2014):  Kufur (mengingkari rahmat (ni’mat) Allah yang telah terlimpah kepada kita. b) Penyakit fisik/ jasmani Penyakit jasmani ialah penyakit badan.merusak.Muslim).An-Nahl:18)).2014). Contoh penyakit rohani adalah( Zaini. yang menyebabkan terganggunya kebahagiaannya dan terhalangnya dia dari memperoleh keridhaan Allah ( Zaini.  Hiqdu ( dendam ) Menurut Imam Ghazali dendam ialah hati terus menerus berat.2014).  Hasad/ iri hati (rasa atau sikap tidak senang terhadap kerahmatan (kenikmatan) yang diperoleh oleh orang lain dan berusaha unntuk menghilangkannya).  Dusta ialah pemberitaan atau pernyataan tentang sesuatu yang berlainan dengan kejadian atau kenyataan yang sesungguhnya. Dusta itu ada dalam perkataan dan ada pula dalam perbuatan.marah dan iri terhadap orang yang didendami. sungguh tidak ada barakahnya sama sekali. penyakit yang tampak dan dapat kita rasakan. penyakit jasmani hanya kita saja yang dapat merasakan sedangkan orang lain tidak mampu merasakan. beliau bertanya : ”Kenapa engkau menggigil seperti ini wahai Ummu As- Saa’ib?” Wanita itu menjawab : “Karena demam wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda :”Jangan engkau mengecam penyakit demam.  Takabbur ialah menolak kebenaran dan menghinakan manusia (HR. Karena penyakit itu bisa .

maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah. kelaparan. Karena sesungguhnya iman bukanlah sekedar ikrar yang diucapkan melalui lisan. Begitulah Allah subhanahu wa ta’ala menguji manusia. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu. kekurangan harta. mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Al-Anbiyaa`: 35). (QS. Al-Ankabuut: 2-3). “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Sakit adalah Ujian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-Quran. Dalam ayat yang lain. dengan sedikit ketakutan. untuk melihat siapa di antara hambaNya yang memang benar-benar berada dalam keimanan dan kesabaran. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Muslim) Ada 3 macam sakit yaitu : a. Al-Baqarah: 155-156). “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampuryang Kami hendak mengujinya. karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat”. Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia akan menguji setiap orang yang mengaku beriman. jiwa dan buah-buahan. (QS. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka.menghapuskan dosa-dosa manusia seperti proses pembakaran menghilangkan noda pada besi”. Al-Insaan:2). tapi juga harus menghujam di dalam hati dan teraplikasian dalam kehidupan oleh seluruh anggota badan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. Allah juga berfirman. (QS.” (QS. (HR. . “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”.

(HR. segala macam bencana yang menimpa kita. As-Sajdah: 21). Barangsiapa yang ridha menerima cobaanNya. betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih bergantiagar mereka memahami(nya)”.” (QS. niscaya ia akan menerima kermurkaan Allah”. . “Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepadamu. Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan : Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Bukhari). Al-An’aam: 65). Semua ujian yang diberikan-Nya semata-mata hanya agar hamba-Nya menjadi lebih baik di hadapanNya. pasti Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Namun bagi sebagian orang. mudah- mudahan mereka kembali ke jalan yang benar.”(QS. pada hakikatnya adalah karena perbuatan kita sendiri. (HR. maka Dia akan menguji dan menimpakan musibah kepadanya”. Seseungguhnya. dari atas kamu atau dari bawah kakimuatau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah. Asy-Syura: 30). pertaubatan adalah langkah nyata menuju kesembuhan.” (QS. Tirmidzi) b. Dan barangsiapa yang kecewa menerimanya. artinya. Allah subhanahu wa ta’alaberfirman. “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman. sakit bisa menjadi adzab yang akan membinasakan dirinya. Sakit adalah Adzab Bagi seorang mu`min sakit dapat menjadi tadzkirah atau ujian yang akan mendekatkan dirinya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullahshallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah. “Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian adzab yang kecil di dunia sebelum adzab yang lebih besar di akhirat. maka ia akan menerima keridhaan Allah. dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Kalau Allah mencintai seseorang. Maka dari itu.

” Dari ‘A`isyah radhiyallahu ‘anha ia berkata . “Aku mendengar Rasulallah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah walau hanya tertusuk duri. serta pada apa yang mereka sukai. bencana alam. peperangan. Cukuplah kiranya pelajaran kaum terdahulu yang diadzab oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan berbagai macam penyakit yang aneh dan sulit disembuhkan. sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun” (QS. Thaahaa: 113). Ali ‘Imraan: 116) c. Syaikh Abdurrahman As-Sa’di ketika menafsirkan ayat ini. Kekurangan harta. baik dalam susah maupun senang. tidak lain sebabnya adalah perbuatan- perbuatan buruk (maksiat) yang pernah mereka lakukan. dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali. Inilah golongan yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala. di dalamnya sebahagian dari ancaman. atau bahkan kematian. Sakit adalah Cinta Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Allah subhanahu wa ta’alasenantiasa menguji hamba-hambaNya untuk menilai siapa yang memang benar-benar memiliki ketulusan iman. Hal itu dikarenakan mereka tetap bertahan di dalam kekafiran. yang sanggup bertahan. Ingatlah bahwa adzab yang diturunkan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap seseorang di dunia bisa berbagai macam bentuknya. Siapa di antara hamba-hambaNya yang sabar. kecuali Allah akan mencatat baginya kebaikan dan dihapus baginya kesalahan dan dosanya.Muslim). “Dan demikianlah Kami menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab. “Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa semua musibah yang menimpa manusia. padahal bukti-bukti dan tanda-tanda kebesaran-Nya telah ditampakkan di hadapan mereka. Firman Allah. Allah swt. agar mereka bertakwa atau (agar) Al-Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka” (QS. sakit.” (HR. harta maupun anak-anak mereka. beliau berkata. (baik) pada diri. Para shahabat berkata . juga berfirman.“Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka.

dalam satu hari. pasti akan Allah . Dan jika sekiranya Allah mencintai suatu kaum. “Demam sehari dapat menghapuskan dosa setahun”. Cinta dari Sang Ilahy agar hambaNya tidak mendapatkan azab di akhirat. maka Dia membersihkan segala noda dan dosanya di dunia. Tirmidzi dan Baihaqi). Sementara jumlah tiap sendi-sendi tubuh ada 360. (HR. karena demam itu dapat memberikan pengaruh kepada tubuh yang tidak akan hilang seratus persen dalam setahun. insya Allahu ta’ala” Tidak mengapa. Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam senantiasa mengucapkan. Wallahu a’lam.Kedua. Maka. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam pernah bersabda :”Sesungguhnya besarnya pahala (balasan) sangat ditentukan oleh besarnya cobaan. dan anggota tubuh lainnya selama empat puluh hari. karena kita senantiasa mengingat do’a yang seringkali diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam saat beliau menjenguk orang sakit. maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.Hal tersebut dapat dipahami dan diterima walaupun beliau (Imam Ibn al-Qayyim) masih belum mengetahui kedudukan atsar tersebut. Sebagaimana Sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam. Dari Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallambersabda : ”Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya. “Barangsiapa meminum minuman keras. maka Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka”. Beliau mengakhiri perkataannya. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ath Thibb An Nabawimenafsirkan riwayat atsar ini dalam dua pengertian. “Laa ba’sa thahuurun. demam itu dapat menghapus dosa sejumlah sendi-sendi tersebut. pembuluh nadi. Ma syaa Allah. Pertama.bahwa demam itu meresap ke seluruh anggota tubuh dan sendi-sendinya. Inilah yang dimaksud bahwa Islam memandang sakit bisa bermakna cinta.” Karena pengaruh minuman keras tersebut masih tetap ada dalam tubuhnya. insya Allah menjadi pembersih (atas dosa-dosamu).saat golongan ini sedang ditimpa sakit.

” (HR. Bukhari dan Muslim). Dari Abu Hurayrah radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Cobaan itu akan selau menimpa seorang mukmin dan mukminah.” (HR.” (HR. Tapi kalau engkau mau. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Kalau engkau bersabar. penyakit. engkau mendapatkan jannah. Bahkan Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan .hapuskan berbagai kesalahnnya. Muslim). Wanita itu berkata : ”Aku bersabar saja”. akan berlalu tanpa arti. Tirmidzi). Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda :” Kalau seorang hamba sakit atau sedang bepergian. seperti sebuah pohon meruntuhkan daun- daunya. aku akan mendoakan agar engkau sembuh”. kesusahan. kecuali Allah menghapus dengan itu kesalahan – kesalahannya”. sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun. kepedihan dan kesedihan yang menimpa seorang muslim sampai duri di jalan yang mengenainya. ia berkata : ”Saya mengidap penyakit epilepsi dan apabila penyakitku kambuh. Seorang wanita datang menemui Nabi shallallahu ’alayhi wasallam. Bukhari dan Muslim). Bukhari) Syaikh Al Faqih Muhammad ibn Shalih Al- ‘Utsayminrahimahullah berkata: ”Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu. baik pada dirinya. pada diri anaknya ataupun pada hartanya. Begitu pula. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda :”Tiadalah kepayahan. Berdoalah kepada Allah untuk diriku”. (HR. sampaipun duri yang mengenai dirimu. (HR. pasti Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia mengamalkan ibadah di masa masih sehat dan sedang bermukim. pakaianku tersingkap.

” Hendaklah kita bersabar dan ridha terhadap sakit yang menimpa kita. Dengan bersabar.menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu. Selain itu. Karena demam merasuki seluruh organ tubuhku.” (QS. Az-Zumar: 10). orang yang sedang demam akan meninggalkan makanan yang buruk dan kemudian beralih kepada makanan yang baik-baik. Karena. Hal ini tentu akan membantu proses pembersihan tubuh dari segala macam kotoran dan kelebihan yang tidak berguna. Sementara Allah akan memberikan pahala pada setiap organ tubuh yang terkena demam. khususnya demam. Proses seperti ini sudah dikenal di kalangan medis. menurutnya. sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. . Ia pun akan mengonsumsi obat-obatan yang bermanfaat bagi tubuh.” Allahu alam. Karenanya tidak heran jika Abu Hurayrah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata. “Tidak ada penyakit yang menimpaku yang lebih aku sukai daripada demam. Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. Sehingga prosesnya mirip api terhadap besi yang berfungsi menghilangkan karat dari inti besi. kita akan mendapatkan apa yang dijanjikan Allah terhadap orang yang bersabar :“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah berpendapat bahwa sakit.

2022 (67)] d. barang yang menjadi hutangnya atau yang pernah dirampas dari pemiliknya. “Dengan menyebut Nama Allah (tiga kali). . tanpa merugikan hak-hak warisnya. b. Selayaknya bagi yang terkena musibah baik yang terkena itu dirinya. hak-hak manusia yang harus dipenuhinya.” [HR. “Aku berlindung kepada Allah dan kepada kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang aku temui dan aku hindari. maka hal itu menunjukkan pada kekuatan pengharapan pada Allah dan kemuliaan. karena sesungguhnya generasi Salaf -semoga Allah memberikan rahmat kepada mereka. Berusaha untuk meminta kehalalan atas barang-barang yang masih menjadi tanggungannya. karena meskipun mengeluh itu membuat sedikit nyaman. menuliskan wasiat dengan menjelaskan apa-apa yang merupakan miliknya.3 Adab dan Etika sakit Adab-Adab dan Etika Bagi Orang Sakit a.” Kemudian mengucapkan sebanyak tujuh kali: ‫أَع ُْوذ ُ ِباهللِ َوقُد َْرتِ ِه ِم ْن ش ِ َِّر َما أ َ ِجد ُ َوأ ُ َحاذ ُِر‬. Muslim no.2. Bagi orang yang sakit boleh untuk mengadu kepada dokter atau orang yang dapat dipercaya tentang sakit dan derita yang dialaminya. Hendaknya meletakkan tangannya pada bagian yang sakit kemudian mengucapkan do’a dari hadits (yang shahih) seperti: ِ‫ ِبس ِْم للا‬. anaknya atau selainnya untuk mengganti ucapan mengaduh pada saat sakit dengan berdzikir. juga wajib baginya untuk mewasiatkan harta-harta yang bukan merupakan bagian dari warisannya. istighfar dan ta’abbud (beribadah) kepada Allah.tidak suka mengeluh kepada manusia. c. selama itu bukan karena kesal maupun keluh kesah. namun mencerminkan kelemahan dan ketidakberdayaan sedangkan bila mampu bersabar dalam menghadapi kondisi sakit tersebut.

Rasulullah SAW bersabda. Dalam pespektif inilah nestapa yang hadir berupa sakit mengajak untuk menghargai kejadiran sang waktu.” (HR.4 Hikmah sakit a. waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu. f. Hal ini berda-sarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: َّ ‫الَ يَ ُم ْوت ََّن أ َ َحدُ ُك ْم إِالَّ َوه َُو يُحْ ِسنُ ال‬. di mana banyak manusia tertipu di dalamnya. masa mudamu sebelum datang masa tuamu. jimat-jimat. ِ‫ظنَ بِاهلل‬ “Janganlah seorang di antara (menginginkan) kematian kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah. serta disertai amalan yang ikhlas. Muslim no. 2008). g. 2877. dan masa hidupmu sebelum datang ajalmu. waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu.” (HR Bukhori). Bagi orang yang sakit hendaknya berhusnuzhzhan (berprasangka baik) kepada Allah dan berusaha mendekatkan diri kepada-Nya dengan menggabungkan antara takut dan pengharapan. masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. ”Ada dua nikmat. Menghargai Sang Waktu Jika dalam kesenangan dan kegembiraan kita terlalaikan dengan perjalanan sang waktu. dishahihkan oleh Al Albâni). dan semua yang mengandung kesyirikan. Memaknai waktu dengan dengan . Abu Dawud no.” [HR. Hendaknya bersegera untuk bertaubat secara sungguh-sungguh dengan memenuhi syarat-syaratnya dan senantiasa memperbanyak amalan shalih. yakni kesehatan dan kesempatan. Tidak boleh menggantungkan jampi-jampi. “Gunakanlah lima perkara sebelum datang yang lima. maka dengan kesedihan dan kenestapaan kita secara utuh menyadari bergulirnya waktu (zaprulkhan. e. Hâkim. 3113] 2.

kendati pun engkau berada didalm benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. kematian menjadi hal yang paling pasti yang sering terlupakan. Baiknya kita sebagai manusia tidak berkeluh kesah dan memperhatikan sesuatu yang lebih esensial yaitu kasih sayang Allah dibalik penyakit itu sendiri lalu melihat semua ini sebagai anugerah yang dititipkan sementara kepada kita (zaprulkhan. Alquran berulang-ulang mengingatkan tentang kepastian datangnya kematian. Ahmad No. b.” (HR.78). ketaatan . Dian bila hamba itu sampai meninggal dunia. Namun anehnya. maka Dia juga telah mengampuni dosa-dosanya dan memberikan rahmat kepadanya” (HR Ahmad) Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya. kematian akan menjemput engkau. walaupun . Persiapan Menyambut Kematian “dimana saja engkau berada. 2572) Dari hadist diatas dapat disimpulkan bahwa Allah sendiri tak akan memberi cobaan sekalipun yang sangat kecil tanpa ganjaran yang setimpal. maka Dia telah membersihkan den menyucikan segala kesalahannya. 2008). 2008). Menghapuskan Dosa-Dosa Dan Meninggikan Derajat “jika Allah menurunkan ujian kepada seorang hamba yang beriman dengan ujian penyakit pada tubuhnya. c. Penyakit hadir dalam kehidupan kita untuk mengingatkan sekaligus mempersiapkan datangnya kematian. kearifan dan pengabdian demi menuju surga-Nya yang kekal (zaprulkhan. Al- Nisaa. maka Allah memerintahkanpara malaikat-Nya: ‘catatlah amal kebajikan untuknya’!’jika Allah menyembuhkan hamba itu.

Namun persoalan sesungguhnya bukan Cuma mengetahui. beristighfar dan bersimpuh memohon ampun kepada Allah (zaprulkhan. Penyakit sengaja dihadirkan oleh Allah dalam kehidupan umat manusia untuk menyadarkan kita tentang ketidakabadian dunia. (zaprulkhan. hampa atau pahit dilidah. merasakan. namun saat sakit mereka menjadi ama rajin berzikir. Makanan minuman paling lezat tak akan membuat si sakit berselera lagi. penyakit tidak pasti menghantarkan kita menuju pintu kematian. tatkala ujian datang kesenangan berubah menjadi kesengsaraan. Semuanya terasa hambar. Kita sering menemukan orang-orang yaang ketika sakit menjadi begitu tekun beribadah sampai akhirnya dengan penyakit itu mereka berjumpa dengan Allah dan tidak sedikit juga orang-orang yag ketika sehat enggan menyebut nama Tuhan.. d. dan benar- benar mengalami. mengerti dan memahami. Kecantikan dan keindahan yang . kemewahan berganti kemiskinan. tapi lebih dari itu adalah menghayati. Pengingat Akan Ketidakabadian Dunia Seperti yang diketahui dunia bukanlah kesenangan yang bersifat abadi. Dengan merujuk pada pernyataan dan hal yang terjadi berkaitan dengan hikmah saat sakit ini dapat diambil kesimpulan bahwa sesungguhnya sakit dan penyakit merupakan wujud kasih sayang-Nya yang istimewa kepada manusia yang sering lalai ketimbangingat akan kematian (zaprulkhan. Manusia punmemahami bahwa seluruh kesenangan tidak lakyak untuk dicintai kalbu. kesehatan menjelma menjadi kesakitan. 2008). Allah sengaja kirimkan penyakit itu untuk menhnacurkan hasrat palsu duniawi. Inilah hikmah dari penyakit kali ini. dan senyuman bertukar menjadi tangisan. 2008). namun lagi-lagi hati manusia sudah begitu terikat kepadanya. 2008). agar kita semua waspada dan bersiap menyambut datangnya kematian (zaprulkhan. 2008). Kesadaran itu hadir saat manusia merasakan sakit parah atau kronis.. Akan tetapi.

menolong orang yang teraniaya. dibaj (sutera halus). Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. melaksanakn sumpah. dan terdapat keutamaan yang agung. dan istibraq (sutera tebal). 2008). Sesudah Kesulitan Pasti Datang Kemudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. qasiy (sutera kasar). Alam Nasyroh: 5) 2. Bahkan beliau menyebutnya sebagai hak seorang muslim atas saudara muslim yang lain. cincin emas. “Nabi menyuruh kita tujuh hal dan melarang kita tujuh hal. kain sutera. menjawab salam. dan mendoakan orang yang bersin.2066) . (Bukhari no. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.1239. ada pada wanita tak akan membuat pria yang sakit menjadi bergairah sedikitpun (zaprulkhan. menjenguk orang sakit. e. dan pangkat jabatan yang dulu begitu menjadi obsesi pada saat sakit akan hilang semua pesonanya. Penyakit membawa manusia dari level pengetahuam menuju penghayatan. dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.5 Menjenguk Orang Sakit ( Iyadatut Maridh) a. dari pemahaman menuju pengalaman.” (QS. serta pahala yang sangat besar. Al Bara bin Azib radhiyallahu anhu meriwayatkan. Dan beliau melarang kita memakai wadah (bejana) dari perak. Muslim no. Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia. Bahkan kemwahan. Menjenguk orang sakit diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam senantiasa memerintahkannya. kesenangan. Konsep Iyadatul Maridh. Beliau menyuruh kita untuk mengantarkan jenazah. Ternyata derita sakit yang dirasakan mempu mendidik manusia mencicipi secercah kearifan hidup (zaprulkhan. kekayaan. memenuhi undangan. 2008).

Rahmat Islam ini mencakup semua sisi kehidupan. menyuguhkan apa yang dia perlukan. Jika syarat ini terpenuhi. Anak kecil bila sakit juga harus dijenguk sebagaimana orang dewasa. Allah Swt. Akan tetapi. Karena itulah Islam memberikan perhatian besar terhadap akhlak mulia ini Pada diri orang sakit terdapat keutamaan dan kemuliaan bagi orang yang menjenguknya berdasarkan kabar berita dari Nabi Muhammad saw. seperti pingsan berulang kali atau mereka yang sedang koma. Wanita dibolehkan menjenguk laki-laki yang sedang sakit meskipun mereka bukan mahramnya. Oleh sebab itu. yang diutus menjadi rahmat bagi semesta alam. telah menjanjikan pahala yang banyak dan ganjaran yang besar bagi orang yang menjenguk orang sakit. Karena orang sakit sedang merasakan penderitaan dan menahan rasa sakit yang menyerangnya. dengan beberapa syarat seperti aman dari fitnah. menutup aurat. Banyak yang merasa enggan menjenguk orang sakit yang tidak sadarkan diri. Karena alasan mengapa menjenguk orang dewasa yang sakit juga ada pada anak kecil. “Hanya sebatas . dan menasehati tentang derita yang ia alami. meringankan penyakitnya dan merukyahnya dengan rukyah syar’iyyah. Islam adalah rahmat. laki-laki menjenguk wanita. serta hiburan dan motivasi untuk menguatkan batinnnya nya. ia lebih membutuhkan perhatian dan bantuan dari sesamanya. di antaranya rahmat Islam terhadap orang-orang lemah dan sakit. Ibnu Hajar berkata. seperti mendoakannya. Menjenguk orang sakit bagian dari adab Islam yang mulia dan sangat dianjurkan. maka seorang wanita dibolehkan menjenguk laki-laki yang bukan mahramnya atau sebaliknya. Dengan beranggapan bahwa mereka tidak tahu keberadaan orang yang menjenguk dan tidak merasakannya. Hal yang perlu diperhatikan dalam menjenguk orang sakit adalah memberikan kesenangan di hati orang yang sedang sakit. dan tidak bercampur-baur antara laki-laki dan perempuan.

” Bagaimana dengan menjenguk orang kafir? Sebagian ulama memakruhkan menjenguk orang kafir. perlu diketahui pula bahwasanya orang yang sedang sakit jika menyukai ditemani oleh orang yang menjenguknya dan suka ditengok berulang kali. maka sebaiknya orang yang menjenguk memenuhi keinginannya karena hal itu membuat hatinya senang. Karena diantara tujuan menjenguk adalah meringankan beban orang yang sedang sakit dan menenangkan hatinya. Ini adalah sunnah yang dilaksanakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang shalih setelah beliau. Orang yang menjenguk dianjurkan duduk di dekat kepala orang yang sedang sakit. dan lain-lain. Akan tetapi. Karena duduknya orang yang menjenguk di dekat kepala orang yang sedang sakit memiliki beberapa faedah. dan mendoakannya serta merukyahnya.mengetahui antara orang yang sakit terhadap orang-orang yang menjenguknya bukan berarti syariat menjenguk itu tidak usah dilaksanakan. Dan diharapkan keberkahan doa orang yang menjenguknya. bukan malah memberatkannya. dan meniupnya dengan dibacakan Al-Mu’awwidzat. Karena di balik itu keluarganya akan mengetahuinya. mengusap tubuhnya. Sebaiknya orang yang menjenguk jangan terlalu lama diam di sisi orang yang sedang sakit. memudahkan orang yang menjenguk untuk meletakkan tangannya pada orang yang sedang sakit. karena menjenguk orang yang sakit adalah memuliakannya. dia memegang orang yang sakit. Diantaranya: untuk mengakrabkan orang yang sedang sakit. Maka waktu harus dilihat sesuai dengan kebiasaan penduduk sekitar dan kapan saja mereka memilih waktu yang tepat untuk menjenguk dan berkunjung. Berkaitan dengan waktu menjenguk orang sakit. Dan sebagian ulama membolehkannya apabila dengan bersikap seperti itu dia akan masuk Islam. . kapan saja dibolehkan baik siang atau malam selama tidak mengganggu orang yang sedang sakit. Karena dia sedang sibuk dengan penyakitnya.

Akan tetapi. tidak mungkin memastikan hal itu. ‫ور إ ْن شَا َء للا‬ َ ‫س‬ ٌ ‫ط ُه‬ َ ْ‫الَ بَﺄ‬ “Tidak mengapa. Dan lain-lain. Terlebih lagi jika yang menjenguk itu orang yang bertakwa dan orang yang shalih. Doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diantaranya yaitu. semoga sakitmu menghapuskan dosa-dosamu insya Allah”. Muslim. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bila ada anggota keluarganya yang menderita sakit beliau meniupnya (merukyahnya) dengan membaca Al Mu’awwidzat. Selain itu juga menyemangatinya seperti berkata. kamu akan sembuh Insya Allah. Orang yang menjenguk orang sakit disunnahkan merukyah orang yang sakit. sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”. karena para malaikat mengamini ucapannya. “Tidak apa-apa. Karena dengan demikian berpengaruh pada meringankan bebannya atau kemungkinan dapat menghilangkan penyakit secara total. Al Hafiz Ibnu Hajar berkata. Ibnu Majah.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari. Abu Dawud. Ahmad. karena tidak ada nash yang secara khusus menyatakannya. Orang yang menjenguk orang yang sakit dianjurkan meletakkan tangannya pada tubuh orang yang sedang sakit. Dianjurkan bagi orang yang menjenguk untuk mendoakan orang yang sedang sakit agar diberikan rahmat dan ampunan. “Yang dimaksud dengan Al Mu’awwidzat adalah dua surat (Al Falaq dan An Nas) serta Al Ikhlas”. Diantara adab yang baik ketika menjenguk orang sakit adalah menanyakan keadaannya. Sebaiknya orang yang menjenguk orang yang sedang sakit tidak mengucapkan apa pun kecuali kata- kata yang baik. seperti tangan atau kening. karena rukyah mereka sangat bermanfaat disebabkan keshalihan dan ketakwaan mereka. pembersihan dari dosa dan keselamatan serta kesehatan. dia berkata. . dan Malik).

sebagaimana yang tercantum dalam al-Ikhtiyarat. seperti kerabat dekat. maka yang menjenguknya dianjurkan mengingatkan kepada orang yang sakit itu betapa luasnya rahmat Allah Ta’ala. inilah pendapat yang lebih benar karena sesuai dengan hadits yang terdapat dalam Shahihain. . saudara yang senasib. yang bisa menjadi wajib pada seseorang yang tidak pada yang lainnya. Ahmad. “Perintah talqin ini adalah perintah sunnah. Dan sepertinya. itu fardhu kifayah. Sementara Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat. dan jangan pernah merasa berputus asa. b. hal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. 85. sahabat dan lain sebagainya. rahmat dan Surga-Nya. Imam An Nawawi berkata. Ketika ajal orang yang sakit itu sudah dekat dan tampak tanda- tanda kematian. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda. At Tirmidzi. dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Dasar Hukum Iyadatul Maridh Mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim. terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya. Sebagian ulama berpendapat bahwa menjenguk orang sakit hukumnya sunnah mu'akkadah (yang sangat-sangat ditekankan). dan Ibnu Majah). Mereka memakruhkan bila terlalu banyak menalqin dan berturut-turut agar dia tidak merasa bosan dan keadaannya menjadi sempit serta menambah gundah. kepada ampunan.” (Diriwayatkan Muslim. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala. para ulama bersepakat atas talqin ini. bagi yang hadir dianjurkan memejamkan matanya dan mendoakannya. hingga membuat hatinya tidak suka. An Nasa’i. Abu Dawud. tetangga. “Talqinkanlah orang yang akan mati dengan kalimat laa ilaaha illallaah (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah). Dan ini pendapat yang masyhur di kalangan Jumhur ulama.” Jika wafat.

memenuhi undangan." Lalu beliau menyebutkan hadits dari Abu Musa al-As'ari secara marfu' َ ِ‫ريض َوفُ ُّكوا ْالﻌَان‬ ‫ي‬ َ ‫أﻄْﻌِ ُموا ْال َجائِ َع َوعُودُوا ْال َم‬ "Berilah makan oleh kalian orang yang lapar. "Lima perkara yang wajib ditunaikan seorang muslim terhadap saudara (muslim)-nya: (salah satunya) menjenguk orang sakit. mengantar jenazah. Ibnu Bathal rahimahullah mengatakan. Hadits sahih riwayat Muslim : ، ‫ وعيادة المريض‬، ‫ وإجابة الدعوة‬، ‫ وتشميت الﻌاطس‬، ‫ رد السالم‬: ‫خمس تجب للمسلم على أخيه‬ ‫واتباع الجنائز‬ . "Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam." Sehingga Imam al-Bukhari membuat bab dalam Shahihnya. Namun ada yang membawa maknanya kepada fardhu kifayah." Hadits-hadits di atas menunjukkan wajibnya. ‫ وعودوا المريض‬. dan bebaskan tawanan (muslim). ‫أطﻌموا الجائع‬ Artinya: Berilah makan orang lapar. jenguklah orang sakit.” Dan terdapat dalam riwayat Muslim. Bisa juga dibawa kepada makna sunnah sebagai anjuran untuk menjaga komunikasi dan menjaga persahabatan. (dinukil dari Fathul Baari: 10/129) Dalil Hadits Hukum Iyadatul Maridh Hadits sahih riwayat Bukhari : ‫ وفكوا الﻌالي‬. "Bab wajibnya menjenguk orang sakit. dan mendoakan yang bersin. perintah tersebut bisa dibawa kepada makna wajib. menjenguk yang sakit. yang bermaksud wajib kifayah seperti memberi makan orang lapar dan membebaskan budak. Dan jenguklah orang sakit.

Di dalam hadits dari Abu Hurairah terkait soal jenazah dikatakan (‫ )حق المسلم على المسلم خمس‬artinya: hak muslim atas muslim yang lain ada lima. Bisa juga bermakna sunnah karena adanya hadits yang menganjurkan untuk bersilaturrahmi dan saling kasih sayang. Sedangkan Imam Bukhori memasukkan hadits soal menjenguk orang sakit ke dalam kategori wajib (‫ب عيادةِ المريض‬ ِ ‫ )باب ُوجو‬mungkin maksudnya dengan wajib di sini adalah wajib atau fardhu kifayah. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan (‫ )خمس تجب للمسلم على المسلم‬artinya: ada lima perkara yang wajib bagi muslim atas muslim lain. menghadiri undangan. Hadits sahih riwayat Muslim : ‫ِإ َّن ْال ُم ْس ِل َم ِإذَا َعادَ أَخَاهُ ْال ُم ْس ِل َم لَ ْم يَزَ ْل فِي ُخ ْرفَ ِة ْال َجنَّ ِة َحتَّى يَ ْر ِج َع‬ Artinya: Orang muslim yang menengok saudaranya yang muslim (yang sedang sakit) maka dia senantiasa di sisi surga sampai dia kembali. Ibnu Battal berkata: Mungkin yang dimaksud perintah wajib itu mengandung makna fardhu kifayah sebagaimana wajibnya memberi makan pada orang yang lapar dan membebaskan tawanan perang. Pendapat Ulama Tentang Mengunjungi Orang Sakit (Iyadah Al-Maridh) Yang Muslim. Imam Dawadi menetapkan pendapat yang pertama (yakni fardhu kifayah). kalimat (‫ب عياد ِة المريض‬ ِ ‫ )باب ُوجو‬secara eksplisit menyatakan wajibnya iyadah.Artinya: Ada 5 (lima) hal yang wajib bagi seorang muslim pada sesama muslim lain: menjawab salam. Ia menyatakan: Berkunjung ke orang sakit itu fardhu yang ditanggung oleh sebagian manusia dari yang lain. menengok orang sakit dan mengantar jenazah. Berkunjung ke orang sakit termasuk di antaranya. memberi minum orang haus. . Al-Hafidz Ibnu Hajar menyatakan. Imam Nawawi menyatakan bahwa menjenguk orang sakit (iyadah) itu adalah sunnah secara ijmak. Di antara yang lima itu terdapat iyadah al-maridh (menjenguk orang sakit).

Hanya fardhu kifayah. Dan dalam hal orang kafir terdapat perbedaan ulama. maka gugurlah kewajiban itu bagi yang lain. Ulama jumhur (mayoritas) menyatakan: Hukum asalnya adalah sunnah. Dan sunnah apabila yang sakit adalah orang yang menjaga perilakunya. dll. Imam Nawawi menyatakan bahwa hukum berkunjung ke orang sakit bukanlah fardhu ain. Seperti shalat jenazah. Hukum Ziarah Ke Orang Sakit Non-Muslim (Kafir) Hukumnya boleh menjenguk orang sakit yang non-muslim dengan dalil sebagai berikut: Hadits sahih riwayat Bukhari ‫ فﺄسلم الغالم‬،‫ ودعاه إلى اإلسالم‬،‫أنه صلى للا عليه وسلم عاد غالما ً يهوديا ً يخدم النبي صلى للا عليه وسلم‬. . Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf meriwayatkan bahwa Abu Dardak pernah menjenguk tetangga Yahudi-nya yang sedang sakit. Dalam hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim Nabi menjenguk pamannya Abu Thalib saat ia akan meninggal dan mendoakannya agar masuk Islam dan ini menjadi penyebab turunnya ayat QS Al-Qashash : 56. Imam Tabari menyatakan mengunjungi orang sakit itu sangat dianjurkan apabila yang sakit diharap barakahnya. Dan boleh pada orang yang selain keduanya. Seperti shalat 5 waktu dan puasa Ramadan. Artinya: Bahwa Nabi pernah menjenguk anak Yahudi yang menjadi pembantu Nabi dan mendoakan anak itu agar masuk Islam. Anak itu masuk Islam. Catatan: Fardhu ain adalah kewajiban yang dikenakan pada setiap individu muslim. Sedangkan fardhu kifayah adalah kewajiban yang dikenakan pada sebagian individu muslim. Apabila ada yang melakukan. dan bisa juga wajib dalam hak sebagian orang tidak sebagian yang lain.

dicintai. Dan hendaknya menampakkan sikap kasih dan empati yang dapat menyenangkan perasaan si sakit. Etika dan Manfaat Iyadatul Maridh Etika Iyadatul Maridh : 1.c. Kunjungan dilakukan di waktu yang pantas. dan sugesti dari pasien. Dalam dirinya ada energi hebat untuk sembuh. hal ini dapat menjadi kekuatan khusus dari dalam jiwanya untuk melawan sakit yang dialaminya. 6. Mendekat pada orang yang sakit dan duduk di dekat kepalanya dan meletakkan tangan pada dahinya serta menanyakan keadaan dan apa yang diinginkannya. Mendoakan si sakit agar cepat sembuh. Hendaknya melakukan etika standar saat berkunjung ke rumah orang seperti mengetuk pintu/memencet bel dan mengucapkan salam dengan suara yang tidak terlalu keras. Manfaat Iyadatul Maridh : 1. 2. 7. Waktu berkunjung jangan terlalu lama agar tidak mengganggu si sakit atau keluarganya. Menjenguk orang sakit dapat menumbuhkan semangat. 2. Menjenguk orang sakit berpotensi memberi perasaan dan kesan kepadanya bahwa ia diperhatikan orang-orang disekitarnya. 5. Apabila sedang dirawat di rumah sakit. Jangan terlalu banyak bertanya pada si sakit karena hal itu akan membebani si sakit. Kalau di bulan Ramadan. 8. Peziarah tidak berbicara dengan orang lain di dekat si sakit suatu pembicaraan yang menyakiti atau mengganggu. maka harus sesuai dengan jam besuk yang diperbolehkan. dan diharapkan segera sembuh dari sakitnya. motivasi. hindari datang pada siang hari. 4. . Memberi harapan kesembuhan dan memotivasi kesabaran pada si sakit. Hal ini dapat menentramkan hati si sakit. 3.

Keutamaan menjenguk orang sakit 1. 2. Muslim) Maksudnya. Melakukan ruqyah (membaca ayat-ayat tertentu dari Al Quran) yang syar’i. 4. al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad dan disahihkan al- Albani) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyampaikan: َ‫الرحْ َمة‬ َ ‫ فَ ِإذَا َخ َر َج ِم ْن ِع ْن ِد ِه َخ‬،‫ست َ ْقنَ َع فِ ْيهَا‬ َّ ‫اض‬ َ َ‫ َف ِإذَا َجل‬،َ‫الرحْ َمة‬ ْ ِ‫س ِع ْن َدهُ ا‬ َ ‫َم ْن عَا َد َم ِر ْيضًا َخ‬ َّ ‫اض‬ ‫َحتَّى يَ ْر ِج َع ِإلَى بَ ْيتِ ِه‬ . ia akan masuk ke dalam rahmat (Allah). Berada di dalam rahmat Allah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ْ ِ‫ َحتَّى إِذَا قَعَ َد ا‬،‫الرحْ َم ِة‬ ‫ستَقَ َّر فِ ْيهَا‬ َ ‫َم ْن عَا َد َم ِر ْيضًا َخ‬ َّ ‫اض فِي‬ Siapa yang menjenguk orang sakit. Mencari tahu apa yang diperlukan si sakit. Menjenguk tanpa Mempertimbangkan Penyakit dan Usianya d. 3. Mendoakan si sakit 6. 5. orang yang menjenguk orang sakit akan memanen banyak pahala sebagaimana orang yang berada di kebun surga yang memanen buah-buahan surga. 7. sehingga apabila duduk. (HR. Mengambil pelajaran dari penderitaan yang dialami si sakit. ia akan berada di dalam rahmat tersebut. (HR. Merupakan kebun surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‫َم ْن عَا َد َم ِر ْيضًا لَ ْم يَ َز ْل فِي ُخ ْرفَ ِة ا ْل َجنَّ ِة َحتَّى يَ ْر ِج َع‬ Siapa saja yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali.

Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku. Barang siapa yang menjenguk orang sakit. hadis ini tidak menunjukkan bahwa Allah benar- benar sakit. bila menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya? (HR. 4. Ia berkata: Ya Rabb.‫ضتُ فَلَ ْم تَعُ ْدنِ ْي‬ ْ ‫ َم ِر‬،‫ يَا ا ْبنَ آ َد َم‬:‫َّللاَ ع ََّز َو َج َّل يَقُو ُل يَ ْو َم ا ْل ِقيَا َم ِة‬ َّ َّ‫إِن‬ ُ ‫ع ِل ْمتَ أَنَّكَ َل ْو‬ ‫ع ْدتَهُ َل َو َج ْدتَ ِن ْي‬ َ ‫ أَ َما‬،ُ‫ِي فُالَنًا َم ِرضَ َف َل ْم تَعُ ْده‬ َ َّ‫ع ِل ْمتَ أَن‬ ْ ‫ع ْبد‬ َ ‫ أ َ َما‬:َ‫ب ا ْلعَا َل ِم ْينَ ؟ َقال‬ ُّ ‫َر‬ ‫ِع ْن َد ُه‬ Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai anak Adam. tidakkah engkau tahu. (HR. bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit tapi engkau tidak menjenguknya. Berbuah banyak pahala dari Allah Dalam sebuah hadis qudsi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: َ‫ْف أَع ُْودُكَ َوأَ ْنت‬ َ ‫ َكي‬،‫ب‬ ِ ‫ َيا َر‬:َ‫ قَال‬. Apabila duduk di sisinya. ia masuk ke dalam rahmat (Allah). Apabila keluar darinya ia senantiasa berada di dalam rahmat itu hingga ia pulang ke rumahnya. namun menunjukkan akan kemuliaan dan keutamaan hamba yang menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Ibnu Abdil Barr di kitab at- Tamhid 24/273) 3. Mendapatkan doa kebaikan dari malaikat Hal ini sebagaimana telah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: . Muslim) Ulama menjelaskan. Barang siapa yang menjenguk saudaranya yang sakit ia akan mendapatkan limpahan pahala dari sisi Allah azza wa jalla. ia merasa puas/tenang di dalam rahmat itu.

247-248. atau siapa saja. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah. (HR. rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Ahmad. dan bila ia melakukannya di sore hari. ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. hlm. Penyebab masuk surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ً‫اب َم ْمشَاكَ َوتَبَ َّوأْتَ ِمنَ ا ْل َجنَّ ِة َم ْن ِزل‬ َ ‫َّللاِ نَادَاهُ ُمنَا ٍد أ َ ْن ِطبْتَ َو َط‬ َّ ‫ار أ َ ًخا لَهُ فِي‬ َ ‫َم ْن عَا َد َم ِريضًا أ َ ْو َز‬ Siapa yang menjenguk orang sakit atau berkunjung kepada saudaranya karena Allah. alangkah baiknya langkahmu. Lihat kitab Mausu’ah al-Adab al-Islamiyyah karya Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada. tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari. Semoga tulisan singkat ini menjadi motivasi tersendiri bagi kita untuk bersegera . (HR. 623) Demikianlah beberapa keutamaan yang akan didapatkan oleh seorang muslim yang menjenguk saudara. Syaikh al-Albani berkata: Hadis sahih) Malaikat bersalawat artinya mendoakan kebaikan bagi mereka. (Diringkas dari kitab Kitab al-Adab karya Syaikh Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub. cetakan Darul Qasim) 5. no. akan ada penyeru yang berseru. tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari. ‫ فَ ِإ ْن‬،ُ‫الرحْ َمة‬ َّ ُ‫غ َم َرتْه‬َ ‫س‬ َ َ‫ فَ ِإذَا َجل‬،‫س‬ َ ‫س ِل َم عَائِدًا َمشَى فِي َخ َرافَ ِة ا ْل َجنَّ ِة َحتَّى يَجْ ِل‬ ْ ‫َم ْن أَتَى أ َ َخاهُ ا ْل ُم‬ ٍ‫ف َم َلك‬َ ‫س ْبعُ ْونَ أَ ْل‬ َ ‫علَ ْي ِه‬ َ ‫ص َّلى‬َ ‫سا ًء‬ َ ‫ف َملَكٍ َحتَّى يُ ْمس‬ َ ‫ َوإِ ْن كَانَ َم‬،‫ِي‬ َ ‫س ْبعُ ْونَ أ َ ْل‬ َ ‫علَ ْي ِه‬َ ‫صلَّى‬ َ ً‫غد َْوة‬ ُ َ‫كَان‬ ْ ُ‫َحتَّى ي‬ ‫صبِ َح‬ Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya. 1633. hlm. Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan. “Alangkah baiknya dirimu. Apabila ia duduk. Bila waktu itu pagi hari. teman. sahabat. Lihat: Sahih at-Tirmidzi. para malaikat memohonkan ampun kepada Allah bagi siapa saja yang menjenguk orang yang sakit. engkau telah menempati tempat tinggal di surga”.

menjenguk orang yang sakit. Allah SWT menurunkan sakit dengan berbagai alasan. Silakan bersegera menjenguknya. sebagai manusia hendaknya selalu berikhtiar serta ikhlas menjalaninya. . karena Allah SWT sendiri menjanjikan kebaikan dan hikmah dibaliknya.1 kesimpulan Sakit adalah sesuatu yang pasti akan dirasakan oleh semua makhluk sebagaimana sehat dan mati. Sebagai manusia yang sehat kita juga diwajibkan untuk menjenguk keluarga atau rekan yang sedang sakit karena Allah SWT juga telah menyiapkan pahala dan kebaikan besar dibaliknya. Sakit sendiri tidak hanya berupa sakit tubuh tetapi dapat juga pikiran dan jiwa. limpahan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala telah menanti anda. BAB III PENUTUP 3.