You are on page 1of 19

LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
“MORFOLOGI SERANGGA SECARA UMUM”
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Dasar-Dasar
Perlindungan Tanaman

Disusun oleh
Nama : Reza Maulana Muhammad
NIM : 444216006
Kelas : IIA
Kelompok : 2(Dua)

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2017

semoga hasil laporan praktikum saya ini bermanfaat. KATA PENGANTAR Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh. serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya. sehingga saya dapat menyelesaikan tugas hasil laporan Praktikum Biologi Umum ini. Laporan yang berjudul “MORFOLOGI SERANGGA SECARA UMUM” Meskipun saya berharap isi dari laporan praktikum saya ini bebas dari kekurangan dan kesalahan. Serang. namun selalu ada yang kurang. September 2017 Penulis i . rahmat. saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tugas Laporan praktikum Biologi ini dapat lebih baik lagi. Alhamdulillahirabbilalamin. tetapi sedikit sekali yang kitaingat. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih. banyak nikmat yang Allah berikan. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala berkat. taufik. Oleh karena itu.

.................................1 Latar Belakang .................9 3........................1 1........................................3 Cara Kerja ..............................................3 2...................3 Macam-Macam Ordo Serangga .................1 Hasil ............................2 1........................................1 Waktu dan Tempat ...............2 Alat dan Bahan ......2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2....1Morfologi Serangga .........................1 Kesimpulan .....................2 Pembahasan .............2 Saran ...................................................................2 PengertianSerangga .........3 Manfaat ..........................................................................................9 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4...............11 BAB V PENUTUP 5................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1..... i DAFTAR ISI .........................15 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ii ..................................................................15 5..................................................................................................................................... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .........................................................................................................................................................2 Tujuan ..........................................................................................10 4....3 2....................................................6 BAB III METODE PRAKTIKUM 3....................................9 3........................................................................................................................................................................................................................................

serangga tidak memiliki 1 .1 Latar Belakang Serangga adalah binatang terbanyak di dunia. dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). satu phyila terdiri atas beberapa klas. parasitoid. Kata insekta atau insect berasal dari kata insecare. Kebanyakan spesies serangga bermanfaat bagi manusia. Karena alasan ini membuat serangga berhasil dalam mempertahankan keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi. atau musuh alami. dan kemampuan menyelamatkan diri dari musuhnya (Pracaya. kapasitas reproduksi yang tinggi. kemempuan memakan jenis makanan yang berbeda. Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap. antara lain Diptera (misalnya lalat). 2004). Sedangkan hexapoda terdiri dari dua kata hexa dan poda.000 spesies telah berhasil diidentifikasi dan dikenal. Golongan binatang secara berurutan akan terdiri atas beberapa phyila. Serangga di bidang pertanian banyak dikenal sebagai hama. Sebanyak 1. Enam ruas terkonsolidasi membentuk kepala.000 spesies baru di temukan hampir setiap tahun. Coleoptera (misalnya kumbang). dan tabuhan). Kelompok spesies/ jenis terdiri atas sekitar satu juta nama. Sebagian bersifat sebagai predator. Tidak seperti halnya vertebrata.413. Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo. Sesungguhnya tubuh serangga terdiri tidak kurang 20 ruas. BAB I PENDAHULUAN 1. insekta berarti binatang yang mempunyai tubuh terbagi-bagi atau bersegmen-segmen. demikian seterusnya yang berarti jumlahnya akan terus meningkat dalam setiap kelompok. Hymenoptera (misalnya semut. Jadi. dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap. Serangga mempuyai nama lain insekta dan hexapoda. lebah. tiga ruas membentuk toraks dan 11 ruas membentuk abdomen. yaitu in berarti “menjadi” dan secare berarti “memotong” atau “membagi”. Hexa mempunyai arti “enam” dan poda mempunyai arti “kaki” sehingga hexapoda berarti binatang berkaki enam. lebih dari 7. Kata tersebut mengandung dua arti.

Mengetahui lebih dalam dan mendetail Mengenai morfologi serangga 2. Mengetahui lebih dalam Macam-Macam Ordo Serangga 3. Integument terdiri atas satu lapis epidermis (yang dapat menghasilkan lapisan luar yang keras).2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah 1. 2000).kerangka dalam. Proses pengerasan dinding tubuh tersebut dinamakan sklerotisasi. Agar mahasiswa mampu menggunakan alat penangkap serangga 1. Dinding tubuh atau kulit serangga disebut integument. 1. selput (membran) dasar dan kutikula (Jumar. Agar mahasiswa mengetahui morfologi serangga secara umum 2.3 Manfaat Manfaat dari praktikum ini adalah 1. Mengetahui Peralatn penangkap serangga 2 . oleh karena itu tubuh serangga ditopang oleh pengerasan dinding tubuh yang berfungsi sebagai kerangka luar (eksoskleton).

Antenna satu pasang d. Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang sama panjang. Contohnya walang sangit (Leptocorisa acuta). dan metamorfosisnya : h. sebagai musuh alami hama (parasitoid dan predator). g. Apterigota (tidak bersayap).5 cm dan memiliki antenna panjang. Serangga sebagai salah satu golongan hewan penghuni terbesar dimuka bumi. Diperkirakan bahwa jumlah seluruh serangga menduduki tiga perempat bagian dari semua hewan yang 3 . Berdasarkan sayap insecta dibedakan menjadi dua sub-klas : e. thoraks. mulut. Peterigota (bersayap). Misalnya kecoa. jangkrik. Contohnya wereng coklat (Nilaprata lugens). Homoptera memiliki dua pasang sayap yang sama panjang. Umumnya berkembang secara ametabola. Contoh hewan ini adalah kutu buku. Kaki berjumlah 3 pasang pada thoraks. Tubuh terdiri dari ruas-ruas (segmen) dan terbagi ke dalam tiga daerah yaitu caput. dan gansir.2 Pengertian Serangga Serangga (Insekta) digolongkan dalam phylum Arthropoda. Serta sebagai seraangga penyerbukan secara umum morfologi anggota kelas insecta ini adalah : a. Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo berdasrkan tipe sayap.1990). Contohnya adalh capung (Pantala) (Levin. dan kutu busuk (Cymex rontunudus). Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala. tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0. i. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dan abdomen. 2. c. b.1 Morfologi Serangga Kelas insecta dikenal sebagai hama tanaman. namun ada beberapa yang bertindak. k. j. merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. f. Orthroptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit.

000 spesies telah berhasil diketahui dan diberi nama. klas arachnoidae. sistem saraf berupa sistem saraf tangga tali. Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. caplak.ada. yaitu spesies berinteraksi satu sama lain dan juga dengan lingkungan fisiknya. 1996) Ciri-ciri umum dari antropoda antara lain mempunyai anggota yang beruas. udang. Kutikula dihasilkan oleh epidermis yang terdiri atas protein dan lapisan kitin. 1996) Insekta atau serangga merupakan spesies hewan yang jumlahnya paling dominan di antara spesies hewan lainnya dalam Filum Arthropoda. Masing masing spesies dalam suatu komunitas mencapai status tertentu yang tetap untuk periode waktu tertentu dan resisten terhadap perubahan (Rahadian dkk. Jumlah tersebut merupakan lebih kurang 80% dari phylumnya sendiri (Falahudin. Contoh : laba-laba. kecoa. biasanya ruas-ruas terdapat bagian- bagian yang tidak berkitin sehingga ruas-ruas tersebut mudah digerakkan. 4 . kutikula akan mengalami pengelupasan (Radiopoetro. tergantung dari spesies hewannya. namun kebanyakan berukuran kecil. lalat / laler. Pada waktu serangga mengadakan pertumbuhan. kalajengking. tubuh dibungkus oleh zat kitin sehingga merupakan rangka luar. contoh : kelemayar . Klasifikasi antropoda terdiri dari klas crustae.. belalang. contoh : pauropus dan klas symphyla. bangsat. klas onychophora. dan tubuhnya bersegmen. klas insecta. 2009). dan dari jumlah tersebut 750. kaki seribu. Hewan arthropoda memiliki bentuk tubuh simetri bilateral. 2015).. Ketebalan kutikula sangan bervariasi. Tubuh ditutupi lapisan kutikula yang merupakan rangka luar (eksosketelon). klas diplopoda. contoh : belalang . tubuhnya bilateral simetris terdiri atas sejumlah ruas-ruas. beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm. lipan. contoh: udang . contoh : scutigerella (Radiopoetro. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam. Ekosistem alami memiliki keseimbangan alami yang tetap terjaga. klas chilopoda. contoh : kelabang . coelom pada hewan dewasa adalah kecil dan merupakan satu rongga berisi darah dan disebut haemocoel. Begitu pula dengan bentuk Arthropoda pun beragam . contoh : preparatus . jangkrik. triploblastik selomata. contoh : laba-laba . klas pauropoda.

tipe alat mulut pengunyah dan Mandibel bergerak secara transversal dari sisi ke sisi. Ada juga serangga berguna seperti serangga penyerbuk. Mulut penghisap yaitu Mulut tipe penusuk-penghisap dilengkapi dengan alat seperti belalai panjang yang dapat digulung. Coleoptera (misalnya kumbang). Serangga termasuk kedalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo. Tipe mulut penggigit yaitu Mulut tipe penggigit dilengkapi dengan rahang atas dan bahwa yang sangat kuat. Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Hymenoptera (misalnya semut. 2004). contohnya mulut kupu kupu. contohnya mulut belalang dan jangkrik. Serangga ditemukan hampir di semua ekosistem. Adapun fungsi antena pada setiap jenis serangga sangat beragam. Serangga tersebut biasanya mampu menggigit dan mengunyah makanannya. 2000). tetapi tidak semua serangga berbahaya bagi tanaman. (Jumar. Tipe mulut penusuk-penghisap yaitu Mulut tipe penusuk- penghisap mempunyai rahang yang panjang dan runcing . Beberapa bentuk antena tersebut adalah : filiform yaitu bentuknya menyerupai benang dan pada setiap ruas mempunyai ukuran bentuk silindris yang sama. antara lain Diptera (misalnya lalat). predator 5 . Serangga yang berperan sebagai pemakan tanaman disebut hama. ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi (Pracaya. namun pada umumnya fungsi utama dari antena tersebut adalah sebagai alat peraba dan pencium. lebah dan tabuhan) dan memiliki sayap. Bentuk dan ukuran antena pada setiap jenis serangga berbeda beda. Dan Mulut penjilat yaitu Mulut tipe penjilat dilengkapi dengan alat untuk menjilat. Tipe mulut penghisap memiliki bagian- bagian dengan bentuk seperti probosis yang memanjang atau paruh dan melalui alat itu makanan cair dihisap. pemakan bangkai. Contohnya nyamuk. pada bagian- bagian mulut serangga diklasifikasikan menjadi dua tipe. Semakin banyak tempat dengan berbagai ekosistem maka terdapat jenis serangga yang beragam. Serangga (disebut pula Insecta) adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang) karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”). yaitu : Mandibulata (pengunyah) dan haustelata (penghisap).

Ordo Orthoptera Artinya. (Rioardi. anjing tanah (Gryllotalpa africana Pal.). Alat mulut nimfa dan imagonya menggigit-mengunyah yang ditandai adanya labrum.Tipe metamorfosis ordo ini adalah paurometabola yaitu terdiri dari 3stadia (telur-nimfa-imago).). setiap serangga mempunyai sebaran khas yang dipengaruhi oleh biologi serangga. dan labium dengan palpus labialisnya. Apterygota ( Tidak bersayap) 2. 2.dan parasitoid.3 Macam-Macam Ordo Serangga Memahami pengetahuan morfologi serangga tersebut sangatlah penting. habitat dan kepadatan populasi(Siregar. sepasang mandibula. jangkrik (Gryllus mitratusBurn dan Gryllus bimaculatus De G. Ordo Hemiptera Hemi artinya “setengah” dan pteron artinya “sayap”. Tipe mulut menusuk-mengisap yang terdiri atas moncong 6 . Pterygota ( Bersayap) Untuk penggolongan ordo serangga yang berpotensi menjadi hama ordo-ordo ini terbagi menjadi enam golongan yaitu: 1. kata orthos yang berarti”lurus” dan pteron artinya “sayap”. Serangga (insekta) dibagi menjadi 2 subkelas: 1. 2012).). sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya. Beberapa contoh serangga jenis ordo orthoptera : belalang kayu (Valanga nigricornis Burn. Golongan serangga ini sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan. belalang pedang (Sexavaspp. karena anggota serangga pada tiap-tiap ordo biasanya memiliki sifat morfologi yang khas yang secara sederhana dapat digunakan untuk mengenali atau menentukan kelompok serangga tersebut. 2014) 2. namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator. 2009). Beberapa jenis serangga dari ordo ini pemakan tumbuhan dan adapula sebagai predator yang mengisap tubuh serangga lain. Sifat morfologi tersebut juga menyangkut morfologi serangga stadia muda. karena bentuk-bentuk serangga muda tersebut juga memiliki ciri yang khas yang juga dapat digunakan dalam identifikasi.) (Sembel.

kutu loncat (Heteropsylla). kutu daun (Myzus persicae) (Prabowo.(rostum) dan dilengkapi dengan stylet yang berfungsi sebagai alat pengisap. Contoh serangga ordo Hemiptera ini adalah : kepik buah jeruk (Rynchocoris poseidon Kirk). penggerek padi putih (Tryporyza innotata Walker) (Sembel. hama pengisap daun teh. 4. kepik buah lada (Dasynus viridula) (Borror.antara lain : ulat daun kubis (Plutella xyllostella). Tipe alat mulut dari ordolepidoptera menggigit-mengunyah tetapi pada imagonya bertipe mulut menghisap.dewasa (imago) ). kina. Ordo Lepidoptera Artinya lepidos berarti “sisik” dan pteron artinya “sayap”. tipe serangga ini memiliki sayap depan yang mengeras dan tebal seperti seludang berfungsi untuk menutup sayap belakang dan bagian tubuh. 2012). Tipe perkembangan hidup dari ordo ini yang terdiri dari 3 stadia yaitu (telur . larva- kepompong(pupa) . Jenis serangga iniantara lain:: wereng coklat (Nilaparvta lugens).nimfa – imago). kupu-kupu pastur (Papilio memnon L). sedangkan imagonya(kupu-kupu dan ngengat) hanya mengisap madu dari tanaman jenis bunga-bungaan yang termasuk jenis serangga dari ordo ini. Sayap bagian belakang mempunyai struktur yang tipis. 2002). 3. Nimfa dan imago merupakan stadium yang bisa merusak tanaman. Ordo Coleoptera Coleos artinya “seludang” pteron “sayap”.Perkembangbiakan ordo ini bertipe “holometabola” atau metamorfosis sempurna yang perkembangannya melalui stadia : (telur . dan buah kakao (Helopeltis antonii). Ordo Homoptera Homo artinya “sama” dan pteron artinya “sayap” serangga golongan ini mempunyai sayap depan bertekstur homogen. walang sangit (Leptocorixa acuta Thumb).Perkembangbiakannya bertipe “holometebola” (telur-larva-pupa- imago). ulat penggulung daun melintang pada teh (Catoptilia theivora Wls). Tipe alat mulut nyaris sama pada larva dan imago (menggigit-mengunyah) dan jenis serangga yang termasuk ke dalam tipe 7 .Larva sangat berpotensi sebagai hama tanaman. 5. 1992).Tipe perkembangan hidup serangga ini adalah paurometabola (telur-nimfa-imago). wereng hijau (Nephotettix apicalis).

). Salah satu jenis serangga yang masuk pada ordo ini adalah Contohnya Capung (Ischnura ceruvula) (Borror. hama ganjur (Orseolia oryzae Wood Mason) (Borror. Ordo Diptera Di artinya “dua”dan pteron artinya“sayap”merupakan bangsa lalat. 1992). 1992). lalat bibit kedelai (Agromyza phaseoli Tryon). 7. Jenis serangga dalam golongan ini. pengisap darah. 2002). pada stadium larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang dan hidup di dalam air. Ordo Odonata Merupakan bangsa capung. nyamuk meliputi serangga pemakan tumbuhan. 8 . 6. antara lain : lalat buah (Bactrocera sp. memiliki anggota yang besar dan mudah dikenal. lalat bibit padi (Hydrellia philippina).ordo ini adalah antara lain: kumbang kelapa (Oryctes rhinoceros L. predator dan parasitoid. Metamorfosisnya bersifat Hemimetabola.) (Prabowo.Metamorfosisnya “holometabola” (telur-larva-kepompong -imago).

19 September 2017. BAB III METOLOGI PRAKTIKUM 3. Setelah dimasukan ke Insect Box. Digunakan alat Insect Net untuk menangkap serangga 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum Pengenalan Morfologi Serangga Secara Umum dilaksanakan pada hari Selasa. Kaca Pembesar.3 Cara Kerja 1. Kapas.00 – 09. pukul 07. 3. dibiarkan serangga beberapa saat 5.00 WIB. Insect Aspirator. Lalu serangga dimasukan ke gelas jam yang sudah di semprot oleh Insect Aspirator 6. Disiapkan peralatan untuk menangkap serangga 2. Setelah itu amati bentuk tubuh serangga yang sudah ditangkap 8. Setelah serangga ditangkap lalu masukan ke Insect Box 4. Dibiarkan beberapa saat sampai serangga pingsan 7.2 Alat dan bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah Insect Box. Di gambar bentuk dan bagian-bagian serangga di HVS 9 . Gelas Jam. Bertempat di Komplek Bumi Mutiara Serang(BMS). Capung dan Kupu-kupu 3. HVS dan Alat Tulis Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah Belalang. Insect Net.

Hasil Pengamatan Morfologi Serangga No Gambar Keterangan 1. Kepala 2.1 Hasil Tabel 1. Antenna 8. Thorax 3. Mata Kupu-Kupu (Rhopalocera) 10 . Kaki Depan 1. Sayap Belakang 7. Tympanum 9. Abdomen 4. Mata 10. Sayap 8. Sayap Depan 6. Abdomen 4. Kaki Belakang 6. 5. Mulut 2. Kaki 9. Thorax 3. Kepala 2. 5. Antenna 7. Mulut Belalang(Valanga nigricornis) 1. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

jangkrik. Antenna satu pasang d. Peterigota (bersayap). tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0. Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo berdasrkan tipe sayap. Contoh hewan ini adalah kutu buku. Berdasarkan sayap insecta dibedakan menjadi dua sub-klas : e. Sayap Capung (Anisoptera) 4.5 cm dan memiliki antenna panjang. mulut. dan gansir. Misalnya kecoa. Serta sebagai seraangga penyerbukan secara umum morfologi anggota kelas insecta ini adalah : a. Umumnya berkembang secara ametabola. Abdomen 4. f. c. Thorax 3. Kepala 6. 5. sebagai musuh alami hama (parasitoid dan predator). dan metamorfosisnya : h. b.2 Pembahasan Seperti yang dikemukakan oleh (Levin. Mulut 7. thoraks. dan abdomen. Tungkai 8. Orthroptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit. g. Kaki berjumlah 3 pasang pada thoraks. 1.1990) Kelas insecta dikenal sebagai hama tanaman. merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. Tubuh terdiri dari ruas-ruas (segmen) dan terbagi ke dalam tiga daerah yaitu caput. Kepala 2. Mata 3. 11 . namun ada beberapa yang bertindak. Apterigota (tidak bersayap).

Homoptera memiliki dua pasang sayap yang sama panjang. Kaki belakang yang panjang digunakan untuk melompat sedangkan kaki depan yang pendek digunakan untuk berjalan. Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang sama panjang. Belalang adalah serangga herbivora yang terkenal sebagai hama dengan kemampuan melompat. 2 pasang sayap. Alat pendengar pada belalang disebut dengan tympanum dan terletak pada abdomen dekat sayap. Meskipun tidak memiliki telinga. Belalang kayu ini memiliki tipe mulut penguyah-penggigit. Ada 3 (tiga) pasang tungkai (kaki). Belalang termasuk dalam kelompok hewan berkerangka luar (exoskeleton). Jumlah tersebut merupakan lebih kurang 80% dari phylumnya sendiri . Tympanum berbentuk menyerupai disk bulat besar yang terdiri dari beberapa prosesor dan saraf yang digunakan untuk memantau getaran di udara. k. Sesuai yang dikemukakan oleh (Falahudin. Belalang punya 5 mata (2 compound eye. thoraks (dada) dan abdomen (perut). yaitu kepala. caput (kepala). dada (thorax) dan perut (abdomen). Belalang terkait erat secara biologis dengan kecoa dan jangkrik dan masuk dalam kelompok serangga Orthoptera. Tubuh belalang terdiri dari 3 bagian utama. dan kutu busuk (Cymex rontunudus). Contohnya walang sangit (Leptocorisa acuta). i. Belalang bernafas dengan trakea.000 spesies telah berhasil diketahui dan diberi nama. Contohnya wereng coklat (Nilaprata lugens). Serangga sebagai salah satu golongan hewan penghuni terbesar dimuka bumi. Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala. Diperkirakan bahwa jumlah seluruh serangga menduduki tiga perempat bagian dari semua hewan yang ada. dan 2 antena. dan dari jumlah tersebut 750. secara fungsional mirip dengan gendang telinga manusia. Pada umumnya belalang berwarna hijau atau cokelat. belalang dapat mendengar. Alat makan pada kupu-kupu dinamakan proboscis. dan 3 ocelli). j. Kupu-kupu memiliki cirri-ciri badan terbagi menjadi tiga bagian yaitu. Belalang kayu ini bernafas dengan trakea. Belalang juga memiliki 6 enam kaki bersendi. dan dua 12 . 2015) Serangga (Insekta) digolongkan dalam phylum Arthropoda. Contohnya adalh capung (Pantala). Kepala kupu-kupu berbentuk bulat kecil yang menganban alat makan dan memiliki sensorik.

kupu-kupu mempunyai sepasang kaki pendek yang berada di depan. dada dan perut) tertutup lapisan lembut. dimana merupakan awal dari sistem pencernaaan). Capung memiliki mata yang mampu melihat ke segala arah dengan dilengkapi mata majemuk. Perut pada kupu-kupu memiliki tujuh (tujuh) atau 8 (delapan ) segmen yang mudah terlihat. Antena ini digunakan untuk mencium dan keseimbangan. hijau dan kuning saja. Kupu-kupu hanya dapat melihat warna merah. mata kompon kupu-kupu terdiri dari banyak lensa hexagonal seperti halnya pada mata kompon serangga lainnya. dimana pada jantan terdiri dari sepasang penjepit. Segmen ujung merupakan alat kelamin dari kupu-kupu. Ketika tidak digunakan. dan 2 pasang kaki yang lebih panjang di belakangnya. probosis dan faring (tenggorokan. kupu-kupu dewasa menghisap nektar bunga dan cairan lainnya dengan menggunakan probosis atau mulut penghisap yang seperti sedotan spiral. terutama sepasang yang ditengah.pasang sayap terdapat pada ruas dada. 2 mata kompon. palp labial membantu kupu-kupu untuk menentukan apakah sesuatu itu merupakan makanan atau bukan. Kaki. antena adalah alat sensor yang terdapat di kepala serangga dewasa. Dada adalah bagian diantara kepala (head) dan perut (abdomen) dimana kaki dan sayap terpasang. dilengkapi dengan sensor penciuman yang membuat kupu-kupu dapat "merasakan" kandungan kimia pada tempatnya hinggap Abdomen merupakn bagian yang lunak daripada kepala dan dada. Adapun morfologi dari capung yaitu. sedangkan pada betina segmen tersebut berubah menjadi ovipositor (alat untuk meletakan telur). berbulu halus dan berwarna menyolok/ menyala. Kepala adalah bagian dari serangga yang berisi otak. tiga oseli dan bulu pendek menyerupai antena serta tipe mulut mandibulata. alat kelamin dan anus terdapat di ujung ruas perut. dan 2 antena yang terpasang di kepala. Kupu-kupu mempunyai 2 antena dengan ujung yang sedikit membulat yang disebut sebagai antennal club. Pada setiap bagian kupu-kupu (kepala. Tubuh kupu-kupu dilapisi oleh chitin ( eksoskeleton atau rangka luar) dan tersusun dalam cicin yang seragam atau segmen-segmen yang dipisahkan oleh membran fleksibel. probosis ini akan digulung melingkar seperti selang air. Toraks relatif kecil dan kompak (protoraks dan dua ruas toraks lainnya berukuran kecil) dan pada 13 .

kedelapan. Ukuran panjang sayap capung dewasa berkisar antara 2 cm sampai 15 cm bahkan bisa mencapai 17 cm. tibia yang ramping tanpa taji dan tiga ruas tarsi. 14 . Pada tibia capung famili Corduliidae dan Cordulegastridae terdapat beberapa duri. Keempat sayap Odonata memanjang dan terdapat banyak venasi. Capung memiliki tungkai relatif pendek yang merupakan bentuk adaptasi untuk hinggap. Abdomen berbentuk memanjang agak silindris. Ruas pertama sampai kedelapan terdapat spirakel sebagai alat bantu pernafasan bagi capung. Ukuran abdomen pada ruas pertama. menangkap dan menahan mangsa. kedua.permukaan dorsal terdapat pterotoraks yang berada di antara pronotum dan dasar sayap yang terbentuk oleh sklerit-sklerit pleura. Tungkai terdiri dari trokanter dan femur kuat. meruncing ke ujung. dan kesepuluh lebih pendek daripada ruas lain. Abdomen Odonata mempunyai sepuluh ruas yang bersifat fleksibel. terdiri dari beberapa ruas.

1 Simpulan Simpulan dari praktikum yang sudah dilakukan praktikan mengetahui berbagai macam serangga dengan berbeda ordo. dan abdomen. Ordo Diptera (bangsa lalat. 5. Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat). Ciri-ciri umum serrangga adalah memiliki 2 pasang sayap. dan memiliki antenna di kepala (head). 15 . karena saya rasa terlalu singkat penjelasannya sehingga praktikan kurang dapat memahami materi. 3 pasang kaki di bagian dada (thorax). tabuhan. yaitu kepala. Ordo Hemiptera (bangsa kepik). antara lain: Ordo Orthoptera (bangsa belalang).2 Saran Adapun saran dari praktikum mikrobiologi adalah sebagai berikut: Sebaiknya dalam praktikum kali ini agar lebih detail menjelaskan tentang morfologi serangga. Serangga adalah hewan yang teramsuk kedalam kelompok utama hewan beruas. Kebedaraan spesies serangga hampir 80% lebih banyak dibandingkan jenis hewan lain. dan kutu). dan perut (abdomen). Struktur tubuh serangga terbagi menjadi tiga. yaitu kepala (head). Keberadaan serangga ada yang menguntungkan dan ada juga yang tidak menguntungkan. nyamuk). dan Ordo Odonata (bangsa Capung) Ciri khas Serangga Secara umum yaitu bagian tubuh serangga berbagi menjadi 3 (tiga). Ordo Hymenoptera (bangsa tawon. Ordo Homoptera (wereng. semut). sehingga hewan jenis serangga ini dapat mudah berkebang biak. Serangga dibagi menjadi beberapa ordo. BAB V PENUTUP 5. thorax. dada (thorax).

Prabowo T. 2004.vol 2 no 4 16 . 2012. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Bandung.dkk. Siregar Anna Sari. 2009. 2002. Yogyakarta Falahudin Irham. DAFTAR PUSTAKA Borror. Identifikasi Serangga Ordo Coleoptera Pada Tanaman Mentimun(Cucumis sativus L) Di Desa Tirta Mulya Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin II. Riordi. Jurnal HPT Vol. 1992. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Rahadian dkk. Penerbit Andi. Entomologi Pertanian. Jurnal Online Agroekoteknologi . Tri ganda karya. Penebar Swadaya. Yogyakarta: Kanisius. 2009. Pengenalan Pelajaran Serangga.dkk. Sembel Dantje. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Zoologi.2014. 1 No. Jakarta. Yogyakarta. Jurnal Biota Vol. 03 No. 1996. Gajah Mada University Press. Pracaya. Rineka Cipta. Penerbit Erlangga. dkk. Hama dan Penyakit Tanaman.02. Keanekaragaman Jenis Serangga Di Berbagai Tipe Lahan Sawah. 2000..2015. Jakarta. Keanekaragaman Arthropoda Di Gudang Beras. 1 Jumar. Jakarta Radiopoetro.