You are on page 1of 8

Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek),Denpasar Bali 2015

PENGARUH KETINGGIAN PANEL SURYA TERHADAP DAYA
LISTRIK UNTUK MENEKAN PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK

Cokorde Gede Indra Partha1), I Wayan Arta Wijaya2), I Gusti Ngurah Janardana 3),
I Nyoman Budiastra4)
1,2,3,4
Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Badung,
Telp/Fax: 0361 703315, cokindra@ee.unud.ac.id

Abstrak
Energi matahari dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang potensial karena energinya
yang sangat besar serta ramah lingkungan. Alat yang dapat dapat digunakan untuk mengkonversi secara
langsung cahaya matahari menjadi listrik disebut photovoltaic. Cell Photovoltaics atau Panel Surya telah
banyak dikembangkan baik dlam bidang keilmuan maupun teknologi. Photovoltaic ini memberikan
penggunaan energi yang terbaharukan yang dapat digunakan dalam pemakaian energi dalam gedung
sebagai sumber listrik yang ramah lingkungan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menempatkan ketinggian yang berbeda menghasilkan
efisiensi yang berbeda. Makin tinggi tempat suatu daera maka suhu udara semakin menurun. Penurunan
suhu ini berpengaruh terhadap penurunan suhu permukaan panel. Makin rendah suhu permukaan, maka
tegangan rangkaian terbuka panel surya makin meningkat, sedangkan arus hubung singkat semakin naik.
Daya keluaran dari panel surya akan meningkat dengan naiknya suhu permukaan, demikian juga dengan
effisiensi panel surya, pada suhu yang lebih tinggi maka efisiensi juga meningkat.

Kata kunci: energi matahari, photovoltaic, panel surya, suhu, efisiensi

Abstrak

Due to its huge power and environmental-friendly, solar energy is potential to be used as an alternative
energy source. Generally, a device named photovoltaic is used to convert directly the sunlight to become
electricity. Photovoltaic cell has been widely developed for education and for practice as well. One of the
Photovoltaic implementation is when it is used to provide an environment-friendly renewable energy for
indoor purpose. In this paper, the relationship between the height of the photovoltanic cell surface and
the reduction of the electric energy inside a building was studied.
The results of this research show that different height placement of a photovoltaic cell produces different
efficiency. The higher the photovoltaic cell is placed the lower the air temperature be.Therefore, this air
temperature decrement affects the photovoltaic cell surface temperature. The lower the surface
temperature the higher the open circuit voltage of the photovoltaic cell, with the short circuit current also
increases. Meanwhile, the output power of the photovoltaic cell will increase as the photovoltaic cell
surface temperature increases. For the photovoltaic cell efficiency likewise, the higher the temperature
the efficiency increases as well.

Keywords: solar energy, photovoltaic, photovoltaic cell, temperature, efficiency

1. PENDAHULUAN
Melihat letak Geografis Indonesia pada daerah khatulistiwa yang sangat potensial, yang
mengakibatkan intensitas radiasi matahari yang bisa dimanfaatkan cukup merata sepanjang tahun.
Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, sumber energi
surya di Indonesia memiliki intensitas rata-rata sekitar 4.8 kWh/m2/hari. Provinsi Bali mempunyai
kapasitas energi surya di atas rata-rata. Dengan intensitas sinar matahari di Provinsi Bali sangat
baik maka energi matahari sangat tepat dimaanfaatkan sebagai energi alternative. Salah satu
kelebihan dari energi matahari adalah, energi yang diperbaharui, tidak menyebabkan polusi udara,
tersedia hampir di mana-mana dan terus-menerus sepanjang tahun.

Yohana. Potensi Matahari Indonesia merupakan daerah tropis dengan luas daratan sekitar 2 juta Km2.2 Dalam penelitian ini akan diteliti penempatan panel sel surya dengan ketinggian tertentu untuk mendapatkan keluaran listrik yang optimal.5%). Konversi ini disebut efek photovoltaic. Efek photovoltaic didefinisikan sebagai suatu fenomena munculnya voltase listrik akibat kontak dua elektroda yang dihubungkan dengan sistem padatan atau cairan saat diexpose dibawah energi cahaya. 2010).93% (D. sehingga daya rata-rata yang dihasilkan bisa meningkat 17.41 C. 2. Intensitas radiasi matahari ini menentukan besarnya daya dari energi sumber cahaya yang sampai pada seluruh permukaan sel surya. Amorphous Silikon Cell (efisiensi sekitar 4-6%). Panel Surya Panel surya atau sel photovoltaic adalah suatu alat semikonduktor yang menkonversi foton (cahaya) ke dalam listrik. PUSTAKA Kenaikan Suhu mengakibatkan Tegangan rangkaian terbuka (Voc) turun. arus dan tegangan juga ikut meningkat sehingga dengan sendirinya apabila irradiance meningkat maka daya keluarannya juga meningkat. Penambahan penjejak matahari dan pemantulan cahaya matahari dapat meningkatkan intensitas cahaya yang diterima oleh panel surya. arus dan tegangan juga ikut meningkat sehingga daya keluarannya juga meningkat. Sedangkan untuk menjaga agar sel surya mendapat cahaya yang maksimal dibutuhkan perangkat penjejak matahari. 2. maka variabel yang lain seperti suhu. Pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap arus yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan tegangan terminalnya hal ini yang menyebabkan daya berbanding lurus terhadap suhu.3. Jenis-jenis solar cell seperti Single crystalline (Gallium Arsenide Cell dan Cadmium Sulfide Cell). dengan kata lain efek photovoltaic adalah fenomena dimana suatu sel photovoltaic dapat menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi listrik. (1) = Daya input panel surya (Watt) = Intensitas radiasi Matahari (watt/m2) . Polycrystalline cell (efisiensi 10-12%).65% dengan suhu 46. Intensitas cahaya matahari mempengaruhi karakteristik arus-tegangan pada sel surya. Semakin meningkatknya suhu juga akan meningkatkan efisiensi. Saat ini pemanfaatan energi surya merupakan salah satu hal yang sedang giat dikembangkan oleh pemerintah Indonesia khususnya di Bali. Copper indium diselenide (CIS) cells (efisiensi 9-11%) dan Cadmium telluride (CdTe) cells (efisiensi 1-8. Umur pemakain pada panel surya panjang kurang lebih 20 tahun. dimana tiap kali irradiance meningkat maka variabel yang lain seperti suhu. (Mohamad dan E. Efisiensi dari sel surya terbilang rendah antara 18-22% saat mendapatkan energi maksimal dari matahari. Tiap kali irradiance meningkat. Daya Input (Pin) panel surya dapat ditentukan dari persamaan berikut = . Kenaikan suhu adalah akibat dari kenaikan irradiance.2. Susilo. 2. Efisiensi tertinggi dicapai pada o pengujian menggunakan reflektor sudut 70o yaitu sebesar 15.1. 2010). namun arus hubung singkat (Isc) meningkat. Daya Panel Surya Daya panel surya sangat tergantung dari intensitas radiasi matahari (Ir). 2. Pemakaian panel sel surya umumnya diletakkan dengan ketinggian tertentu dengan tanpa memperhatikan pengaruh suhu dan shading/bayangan yang menutupi beberapa sel photovoltaic. Rata-rata matahari memancarkan energi sebesar 1000 Watt/m2 saat cuaca cerah ke permukaan bumi. sehingga untuk menambahkan nilai effisiensinya dibutuhkan piranti pemantul.

Semakin besar intensitas matahari yang diserap maka semakin besar energi listrik yang dihasilkan. persamaan fill factor pada karakteristik V-I. Bagaimana karakteristik Pengaruh suhu permukaan panel surya terhadap arus hubung singkat dan tegangan rangkaian terbuka 3.4. Efisiensi Panel Surya Intensitas radiasi matahari yang diterima oleh panel surya dapat diubah menjadi energi listrik. ) = (3) 2. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan: 1. sehingga didapat: = Vmax = Tegangan saat panel surya mencapai maksimum (volt) Imax = Arus saat panel surya mencapai maksimum (ampere) Voc = Tegangan rangkaian terbuka panel surya (volt) Isc = Arus hubung singkat panel surya (ampere) Untuk suatu luasan pada panel surya. 2. Secara empiris hubungan fill factor dengan Voc adalah: ( . maka harga fill factor dapat merupakan fungsi Voc. Sedangkan manfaat dari ini adalah : 1. Masyarakat dapat mengetahui efisiensi dari panel surya terhadap suhu lingkungannya 2. Konversi intensitas radiasi matahari menjadi energi listrik ini mempunyai nilai efisiensi. sehingga didapat persamaan: = % (4) = Efisiensi Sel Surya (%) Pout = Daya yang dibangkitkan panel surya (watt) Pin = Daya yang diterima akibat radiasi matahari (watt) 3. Mengetahui seberapa besar daya yang dihasil oleh panel surya jika diletakan pada daerah daerah dengan ketinggian yang berbeda-beda. 3 A = luas permukaan panel surya (m2) Untuk daya output (Pout) didapat persamaan: = . Seberapa besar efisiensi panel surya terhadap perubahan suhu permukaan panel tersebut. Daya panel surya dapat langsung digunakan untuk aplikasi beberapa peralatan yang sesuai dengan spesifikasi panel surya . Efisiensi keluaran maksimum didefinisikan sebagai prosentase daya keluaran optimum dari intensitas radiasi matahari tersebut. (2) = Daya outpot panel surya (Watt) = Tegangan rangkaian terbuka (Volt) = Arus hubung singkat (Ampere) FF = Fill Factor Fill Factor (faktor pengisi/FF) merupakan nilai rasio V dan I pada keadaan daya maksimum dan tegangan rangkaian terbuka (Voc) dengan arus hubung singkat (Isc).

Menentukan daerah lokasi penepatan penempatan panel surya. Pengukuran suhu/temperatur pada panel surya 5. Menentukan panel surya PV yang akan digunakan penelitian ini. Mengukur intensitas radiasi matahari dan luas permukaan panel surya untuk mendapatkan daya input dengan persamaan . Penempatan Ketinggian Panel Surya 3. % START 1. 2. METODE PENELITIAN 1. Menghitung efisiensi Panel Surya. Data Panel Surya. Bayangan/Shading 4. Lokasi Penempatan Panel Surya 2. 6. Alur Analisis . Mengukur keluaran Tegangan rangkaian terbuka (Voc) dan Aus hubung singkat (Isc) pada output panel surya. 3. Analisa Efisiensi 6. Kesimpulan STOP Gambar 1. Pengukuran Suhu.4 4. Tegangan dan Arus 5. 4. .

Gambar a. Lokasi yang dipilih adalah daerah dengan ketinggian berkisar dari 0 sampai 500 Meter di atas permukaan laut. 5.1. Jenis ini sangat cepat perubahan daya keluarannya jika ada yang menutupi/menghalagi permukaannya. Peralatan dan proses pengambilan data . Power (Pmax) : 50 Watt Current at Pmax (Imp) : 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan dengan mengambil dua tempat dengan ketinggian yang berbeda.4 V Gambar 3. Menunjukan peralatan-peralatan serta pengambilan data pada panel surya. Panel surya monocrytalline yang diuji dalam penelitian ini dengan spesifikasi teknis sebagai berikut: Merk : Sseries Module type : SP-50-M36 Rated Max. Panel Surya Panel surya yang digunakan dalam penelitian ini adalah panel surya dengan jenis monocrytalline karena mempunyai effisiensi yang paling besar maksimum 18% bentuknya ditunjukan pada gambar 3. Pengukuran Suhu Gambar 4.4 V Short Circuit Current (Isc) : 3. Daerah penelitian yang dipilih adalah daerah kota Denpasar dan Kabupaten Tabanan.85A Voltage at Pmax (Vmp) : 17. Panel Surya Monocrystalline Pada gambar 4. Pada penelitian ini lokasi yang dipilih adalah lokasi yang berdekatan dengan rumah penduduk dan memungkinkan nantinya ditempatkan pemasangan panel surya. 5 5.04 A Open Circuit Voltage (Voc) : 22. Pengukuran Arus dan tegangan Gambar b.

5 14 :15 46.4 14 :00 47.3.22 2.2 2.35 20.8 19. arus short circuit.73 2.14 1.3 13 :45 47.54 2.96 19. Pengukuran suhu.7 2.54 19.0 20.7 1.4 20.0 20.0 13 :00 48.7 20.01 20. Pada gambar 2. Pengaruh ketinggian pada suhu maksimum permukaan panel surya .54 2.36 2.1 10 :45 53.4 20.19 20. Denpasar dengan ketinggian 22 meter (I) dan desa Mangesta.11 19.98 19.1 09 :30 50.2 11 :45 55.07 1.5 2.2 2.2.1 19. Tabel 1.7 2.9 10 :15 52.58 20.41 20.0 20.1 12 :45 50.57 19.5 15 :00 40.5 2.7 20.25 2.8 2.54 20.8 1.78 1.9 2.92 1.4 1.3 12 :30 52.64 2.19 19. Data Pengukuran Suhu. arus (Ish) dan tegangan (Voc) Ish Arus short circuit (A) Voc Tegangan open circuit (V) Jam Suhu (oC) I II I II 09 :00 44.2 20.11 20.58 2.8 2.8 20.8 20.1 13 :15 48.5 1.45 1.38 2.56 2.9 2.2 21.7 20.4 2.49 2.4 09 :15 45.8 1.1 10 :30 53. Hasil pengukuran tesebut ditunjukkan pada tabel 1.47 19.7 20.51 20.9 10 :00 52.5 5.8 20.4 20.35 19.20 1.2 2.03 2.6 1.8 2. Arus Short Circuit dan Tegangan Open Circuit pada Panel Surya.2 1. Data hasil Pengukuran suhu.53 20.5 14 :30 46.59 1.8 2.96 1.64 1.67 19.57 19.8 2.2 20.1 11 :00 53. Tabanan dengan ketinggian 457 meter (II).7 20.2 11 :30 55. ditunjukkan perubahan suhu permukaan akibat naiknya intensitas radiasi matahari untuk daerah dengan ketinggian 22 meter serta ketinggian 457 meter dari atas permukaan laut.8 20.88 19.8 19. serta tegangan open circuit untuk daerah Renon.37 20.1 2.6 5.10 20.7 20.2 21.63 2. 60 50 40 30 Suhu (22 mtr) 20 10 Suhu (457 mtr) 0 09 09 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 Gambar 2.2 12 :00 54.8 20.22 19.24 2.9 09 :45 50.1 11 :15 55.4 20.45 20. Pengaruh Ketinggian terhadap Suhu Permukaan Panel Surya Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo.2 2.52 2.5 14 :45 45.1 13 :30 47.57 19.2 12 :15 53.5 2.59 2.

0000 10. Dari gambar 5 ditunjukan efisiensi teringgi pada daerah dengan suhu lingkungan yang lebih tinggi dengan efisiensi sebesar 14. 3 2. Pengaruh suhu permukaan panel surya terhadap arus hubung singkat (Isc) 5. Pengaruh suhu permukaan panel surya terhadap effisiensi (%) .5 09 09 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 Gambar 3 Pengaruh suhu panel surya terhadap Tegangan rangkaian terbuka (Voc) 5.5 Isc (22mtr) 1 Isc (507mtr) 0.4. 7 5. dapat dilihat bahwa kenaikan suhu terhadap tegangan rangkaian terbuka mempunyai trend yang terus menurun sedikit (pada suhu yang sama).5.0000 09 09 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 Gambar 5. 22 21.0000 Eff % 507 mtr 0.5 21 20. Pengaruh Suhu Permukaan Panel Surya terhadap Efisiensi Perubahan suhu permukaan ini juga mengakibatkan berubahnya efisiensi dari panel surya. Pengaruh Suhu Permukaan Panel Surya terhadap Arus hubung singkat Dari data suhu dan arus hubungan singkat maka pada gambar 4.5 0 09 09 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 :30 :00 Gambar 4.5 Voc (507mtr) 19 18.4958 %. Pengaruh Suhu permukaan panel surya terhadap Tegangan rangkaian terbuka Dari data suhu dan tegangan rangkaian terbuka maka pada gambar 3.5 20 Voc (22mtr) 19. 20.0000 Eff % 22 mtr 5.5 2 1. dapat dilihat bahwa kenaikan suhu permukaan panel surya terhadap arus hubung singkat cenderung meningkat.6.0000 15.

Ucapan Terimakasih Om Swastyastu puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. DAFTAR PUSTAKA D Susilo. Sen. Energi listrik yang dihasilkan dari panel surya dapat digunakan sebagai energi alternatif yang tak terbatas. ‘Solar Electricity. Ventre. H. Markvart.. Institute of Solar Energy. (2008). CRC Press LL Mohamad dan E. Eduardo. (1999). Bersama ini pula kami ucapkan terimakasih kepada tim penelitian serta seluruh khalayak yang telah mensukseskan penelitian ini. suhu permukaan panel surya akan menurun. Diponogoro Rashid. Gambar 5. A William. Devices. 60o. (2005). ‘Solar Energy Fundamentals And Modeling Techniques’. Univ. Springer. Polytechnic University of Madrid. (2000).80o’. Sistem On-Grid 7.. Engineering of Photovoltaic Systems’.W. Zekai. and Applications’. (1994).V. Istanbul .. ‘Photovoltaic Systems Engineering Second Edition’. John wileys & sons. Rusminto Tj. Yohana.Springer. Thomas. KESIMPULAN DAN SARAN Semakin tinggi penempatan panel surya. sehingga penelitian ini terlaksana dengan baik. sedangkan tegangan rangkaian terbuka akan naik dan daya keluarannya semakin menurun. (2010)’ Pengaruh Suhu Permukaan Photovoltaic Module 50 Watt Peak terhadap Daya Keluaran yang Dihasilkan menggunakan Reflektor dengan Variasi Sudut Reflektor 0o. Energi ini lebih efisien jika dihubungkan dengan jaringan yang sudah ada (sistem on-grid). 50o. karena atas segala limpahan berkat dan Rahmat-Nya. ‘Power Electronics Circuits. LTD.K.. United Kingdom. J. ‘Photovoltaic Solar Energy Generation’. Messenger. William A Beckman. R A. Newyork Lotsch.. Daya keluaran maksimum didapat pada daerah dengan dataran rendah dengan suhu yang lebih tinggi. John Wiley & sons. ‘Solar Electricity’.M.70o. RENCANA TAHAP BERIKUTNYA Dalam penelitian selanjutnya energi yang dihasilkan oleh panel surya langsung di hubungkan dengan sistem yang sudah ada (on-grid) seperti gambar 5. untuk meminimalisir rugi-rugi daya. New Delhi Prentice Hall. H. (2004).8 6.Berlin Lorenzo. A Indra G. mengakibatkan Arus hubung singkat menurun. (2010) ‘Peningkatan Daya Keluaran Sel Surya dengan Penjejak Matahari dan Pemantulan Cahaya Matahari sebagai Sumber Daya Pendukung Perusahaan Listrik Negara (PLN)’ PENS. ‘Solar Engineering Of Thermal Processes’. (2008). Surabaya Duffie.