You are on page 1of 21

22

BAB II

LANDASAN TEORITIS

A. Pengertian Konflik

1. Pengertian Konflik

Koflik berasal dari kata kerja Latin, configure yang berarti saling

memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses social antara

dua orang atau lebih (bsa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha

menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak

berdaya.

Secara umum konflik social merupakan suatu keadaan dimana masyarakat

terjadi suatu pertikaian karena adanya persaingan maupun perbedaan yang terjadi

dalam masyarakat. Dalam sosiologi banyak para tokoh menginterprestasikan

konflik social berbeda-beda. Adapun penjelasan konflik social secara sosiologis

adalah sebagai berikut:

a) Menurut Berstein (1965)

Konflik merupakan suatu pertentangan perbedaan yang tidak dapat

dicegah. Konflik mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan

negative dalam interaksi manusia.

b) Menurut Dr. Robert M.Z Lawang

22

Konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan

selain bertujuan memperoleh keuntungan juga untuk menundukan saingannya.

c) Menurut Drs. Ariyono Suyono

Konflik adalah proses atau keadaan terdiri dari du pihak yang berusaha

saling menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing pihak.

d) Dalam buku Sosiologi karangan James W. Wander Zandein

Konflik diartikan sebagai suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntunan

ha katas kekayaan, kekuasaan, status, atau wilayah tempat pihak yang saling

berhadapan dan bertujuan untuk menetralkan, merugikan atau menjatuhkan lawan

mereka.

e) Menurut Soerjono Soekanto

Konflik adalah suatu proses social dimana orang perorangan atau

kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang

pihak lawan dan disertai dengan ancaman dan kekerasan

f) Menurut Lewis A. Coser

Konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas

status, kekuasaan, dan sumber daya yang bersifat langka dengan maksud

menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.

g) Menurut P.W. Cumming

Konflik adalah suatu proses interaksi sosial di mana dua orang atau lebih,

dua kelompok atau lebih, berbeda atau bertentangan dalam pendapatan maupun

tujuan mereka.

Faktor – Faktor Penyebab Konflik a) Perbedaan Individu Setiap manusia adalah individu yang unik. 22 h) Menurut Siti Norma Konflik merupakan suatu proses yang dilangsungkan tidak hanya sekedar untuk mempertahankan hidup dan eksistensi. dalam waktu yang bersamaan. Ada pula yang diasuh dalam lingkunagn keudayaan yang menerapkan pola ketergantungan. setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Oleh sebab itu. tetapi juga bertujuan sampai ke taraf pembinasaan eksistensi orang atau kelompok lain yang dipandang sebagai lawan atau saingan. c) Perbedaan Kepentingan Manusia memiliki perasaan. sebab dalam menjalani hubungan social. Artinya. Ada yang diasuh dengan pola latihan kemandirian. masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentinagn yang berbeda-beda. d) Perubahan-perubahan Nilai yang Cepat . pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Orang debesarkan dalam lingkunagn kebudayaan yang berbeda-beda. 2. b) Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan Dalam hubungan sosialnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi factor penyebab konflik social. seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. seseorang akan dipengaruhi oleh pola-pola pemikiran kelompoknya.

Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. saling menghormati. pengaturan dan pemberdayaan. 22 Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi. mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical. saling pengertian. Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. bahkan menerbitkan rumah ibadah. Provinsi. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat. Pengertian Kerukunan Antar Umat Beragama Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah. menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian. di bidang pelayanan. saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama. perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik social. saling menghormati. menyalurkan . menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. saling percaya diantara umat beragama. B. maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya.

Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu 3. Sedangkan. ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara. dan 4. dan dapat pula berarti pergaulan. Saling tenggang rasa. Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan. teman. Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah. toleransi antar umat beragama 2. maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan. 22 aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulanmenurutislam. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama. apabila sakit salah satu anggota badan itu. dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. 1. persahabatan. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu . Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar “Akhu” yang berarti saudara. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya. sahabat. saling menghargai. Kata “Ukhuwah” sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan.

kata violence. bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. Bagi umat Islam. Secara terminologi. Ibadah seperti zakat.musuhan. kekerasan . 22 bangunan yang saling menunjang satu sama lain. maka Allah menjinakan antara hatimu. Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs. (QS. dan kemanusiaan. Ali Imran 105). Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru’ artinya diperintahkan oleh agama.AliImran:103) Artinya: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. sedekah. Kata persatuan. “Janganlah bermusuh. dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual. dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah. C. lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara”(QS. juga untuk kemajuan agama. maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan. kesatuan. kekerasan merupakan terjemahan dari kata violence yang artinya kekuasaan atau berkuasa. berasal dari bahasa Latin yaitu violentia yang berarti force (kekerasan). Negara. Pengertian Kekerasan Secara etimologis. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah.

maupun lingkungan. orang lain. 22 (violent) didefinisikan sebagai perilaku pihak yang terlibat konflik yang bisa melukai lawan konflik untuk memenangkan konflik. Rousseau Kekerasan yang dilakukan bukan merupakan sifat murni manusia. Menurut Stuart dan Sundeen Perilaku kekerasan atau tindak kekerasan merupakan ungkapan perasaan marah dan permusuhan yang mengakibatkan hilangnya konrol diri di mana individu bisa berperilaku menyerang atau melakuakan suatu tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri. Definisi kekerasan menurut para ahli adalah sebagai berikut : 1. orang lain.J. 5. Menurut Colombijn . Menurut J. dan lingkungan. Menurut Thomas Hobbes Kekerasan merupakan sesuatau yang alamiah dalam manusia. Menurut Kaplan dan Sundeen perilaku kekerasan adalah suatu keadaan di mana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri. 2. 3. 4.

Menurut James B. Menurut Soerjono Soekanto Kekerasan (violence) adalah penggunaan kekuatan fisik secara paksa terhadap orang atau benda. Rule Kekerasan merupakan manifestasi naluri bersama atau gerakan naluri primitif yang menciptakan kondisi-kondisitindakan massa. . 9. merusak atau menghancurkan orang lain atau harta benda dan segala fasilitas kehidupan yang merupakan bagian dari dari orang lain tersebut. atau melenyapkan seseorang atau sesuatu. Menurut Black Kekerasan adalah pemakaian kekuatan yang tidak adil dan tidak dapat dibenarkan. 22 Kekerasan adalah perilaku yang melibatkan kekuatan fisik dan dimaksudkan untuk menyakiti. merusak. Menurut Abdul Munir Mulkan Kekerasan adalah tindakan fisik yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk melukai. Adapun kekerasan sosial adalah kekerasan yang dilakukan terhadap orang dan barang karena orang dan barang tersebut termasuk dalam kategori sosial tertentu. 8. 7. 6.

22 10. konflik dapat dibedakan menjadi konflik destruktuif dan konflik konstruktif a) Konflik Destruktif Merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang. Menurut Kamus Sosiologi (2012:106) Kekerasan merupakan suatu ekspresi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok di mana secara fisik maupun verbal mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat. Berdasarkan sifatnya Berdasarkan sifatnya. Pada konflik ini terjadi bentrokan-bentrokan fisik yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda seperti konflik Poso. dan lain sebagainya. konflik ini muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan. Ambon. b) Konflik Konstruktif Merupakan konflik yang bersifat fungsional. Bentuk – Bentuk Konflik Secara garis besar berbagai konflik dalam masyarakat dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bentuk konflik berikut ini : 1. rasa benci dan dendam dari seseorang ataupun kelompok terhadap pihak lain. Sambas. D. Kupang. Konflik ini akan menghasilkan suatu konsensus dari berbagai .

konflik yang terjadi antara atasan dengan bawahan dalam sebuah kantor. Berdasarkan Posisi Pelaku yang Berkonflik a) Konflik Vertikal Merupakan konflik antarkomponen masyarakat di dalam satu struktur yang memiliki hierarki. Contohnya konflik Palestina dengan Israel. 2. b) Konflik Horizontal Merupakan konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang relatif sama. c) Konflik Diagonal Merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi sumber daya ke seluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentangan yang ekstrim. Contohnya konflik yang terjadi di Aceh. 3. Contohnya. Contohnya konflik yang terjadi antarorganisasi massa. Berdasarkan Sifat Pelaku yang Berkonflik a) Konflik Terbuka Merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak. b) Konflik Tertutup . 22 pendapat tersebut dan menghasilkan suatu perbaikan. Misalnya perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi.

atau antarkelompok masyarakat. golongan. 4. Konflik sosial ini dapat dibedakan menjadi konflik sosial vertikal dan konflik sosial horizontal. Berdasarkan Konsentrasi Aktivitas Manusia di Dalam Masyarakat a) Konflik Sosial Merupakan konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan sosial dari pihak yang berkonflik. . Contohnya konflik antar pengusahaketika melakukan tender. ii. i. Konflik ini seringkali terjadi karena adanya provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Contohnya konflik yang terjadi antarpendukung suatu parpol. 1) Konflik Sosial Vertikal Yaitu konflik yang terjadi antara masyarakat dan negara. Contohnya kemarahan massa yang berujung pada peristiwa Trisakti (12 Mei 1998) 2) Konflik Sosial Horizontal Yaitu konflik yang terjadi antaretnis. Konflik Politik Merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan. 22 Merupakan konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik. Konflik Ekonomi Merupakan konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik. suku. contohnya konflik yang terjadi di Ambon.

Konflik dapat muncul dari dua penyebab. Berdasarkan Ciri Pengelolaannya a) Konflik anterindividu Merupakan tipe yang paling erat kaitannya dengan emosi individu hingga tingkat keresahan yang paling tinggi. seseorang harus memilih diantara dua buah alternatif behavoir yang sama-sama atraktif. Konflik Budaya Merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak yang berkonflik. Contohnya adanya perbedaan pendapat antarkelompok dalam menafsirkan RUU antipornografi dan pornoaksi. Dalam kondisi pertama seseorang mendapat beban berlebihan akibat status yang dimiliki. sedang dalam kondisi yang kedua seseorang memang tidak memiliki kesesuaian yang cukup untuk melaksanakan peranan sesuai dengan statusnya.  Konflik . yaitu karena kelebihan beban atau karena ketidaksesuaian seseorang dalam melaksanakan peranan.enghindari-menghindari. contohnya konflik yang terjadi pada saat G 30 S/PKI 5. 22 iii. seseorang dipaksa untuk memilih antara tujuan-tujuan yang sama-sama tidak atraktif dan tidak diinginkan. Perspektif konflik interindividu mencakup tiga macam situasi alternatif berikut :  Konflik pendekatan-pendekatan. iv. Konflik Ideologi Konflik akibat adanya perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang. .

karena mereka hidp dalam kelompok-kelompok. 22  Konflik pendekatan-menghindari multipel. Karena konflik tipe ini berbentuk konfrontasi dengan seseorang atau lebih. yaitu konflik yang terjadi di antara orang perorangan karena masalah-masalah pribadi atau perbedaan pandangan antarpribadi dalam . konflik politik. sifatnya kadang-kadang substantif. Kelima bentuk itu adalah konflik pribadi. Setiap orang pernah mengalami situasi konflik semacam ini. atau bersifat emosional. seseorang menghadapi kemungkinan pilihan kombinasi multipel. dan perasaan like/ dislike. konflik antar kampung. 1) Konflik pribadi. pendapat. konflik antarkelas sosial. konflik sosial. Dibawah ini merupakan bentuk-bentuk konflik lainnya menurut beberapa tokoh : Soerjono Soekanto menyebutkan ada lima bentuk khusus konflik yang terjadi dalam masyarakat. contohnya. maka konflik antar individu ini juga merupakan target yang perlu dikelola secara baik. kepentingan. dan konflik yang bersifat internasional. menyangkut perbedaan selera. c) Konflik Antarkelompok Merupakan konflik yang banyak dijumpai dalam kenyataan hidup manusia sebagai makhluk sosial. b) Konflik antarindividu Merupakan konflik yang terjadi anatr seseorang dengan satu orang atau lebih. ia bnayak mewarnai tipe-tipe konflik kelompok maupun konflik organisasi. menyangkut perbedaan gagasan.

Seperti perbedaan pandangan antarpartai politik karena perbedaan ideologi. Misalnya konflik antara buruh dengan pimpinan dalam sebuah perusahaan yang menuntut kenaikan upah. dan cita-cita politik masing-masing. yaitu sebagai berikut : . Sementara itu. Misalnya bentrokan antarpartai politik pada saat kampanye. Misalnya konflik antara orang-orang kulit hitam dengan kulit putih akibat diskriminasi ras (rasialisme) di Amerika Serikat dan Afrika Selatan. atau masalah pembagian warisan dalam keluarga. yaitu konflik yang terjadi di antara kelompok ras yang berbeda karena adanya kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan. 2) Konflik politik. asas perjuangan. 5) Konflik yang bersifat internasional. Misalnya individu yang terlibat utang. 3) Konflik rasial. yaitu konflik yang muncul karena adanya perbedaan-perbedaan kepentingan di antara kelaskelas yang ada di masyarakat. Ralf Dahrendorf mengatakan bahwa konflik dapat dibedakan atas empat macam. 4) Konflik antarkelas sosial. yaitu konflik yang terjadi akibat kepentingan atau tujuan politis yang berbeda antara seseorang atau kelompok. yaitu konflik yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena perbedaan kepentingan masing-masing. Misalnya konflik antara negara Irak dan Amerika Serikat yang melibatkan beberapa negara besar. 22 menyikapi suatu hal.

Konflik Berdasarkan Bentuk Berdasarkan bentuknya. atau biasa disebut dengan konflik peran. 4. Konflik peran adalah suatu keadaan di mana individu menghadapi harapanharapan yang berlawanan dari bermacam-macam peranan yang dimilikinya. Coser membedakan konflik atas bentuk dan tempat terjadinya konflik. 1. Sedangkan Lewis A. tetapi dari kebutuhan untuk meredakan ketegangan. Misalnya penggunaan jasa ilmu gaib atau dukun . Misalnya beberapa orang karyawan melakukan aksi mogok kerja karena tidak sepakat dengan kebijakan yang telah dibuat oleh perusahaan. Konflik antara satuan nasional. Konflik antara kelompok-kelompok yang terorganisir dan tidak terorganisir. seperti antarpartai politik. antarnegara. 2. 22 1. a. Konflik realistis adalah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutan-tuntutan maupun perkiraan-perkiraan keuntungan yang terjadi dalam hubungan-hubungan sosial. atau organisasi internasional. 3. Konflik antara kelompok-kelompok sosial. kita mengenal konflik realistis dan konflik nonrealistis. Konflik nonrealistis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan saingan yang bertentangan. Konflik antara atau yang terjadi dalam peranan sosial. paling tidak dari salah satu pihak. b.

a. Perhatikan bagan berikut ini :  Konflik dengan orang tua sendiri. Konflik Berdasarkan Tempat Terjadinya Berdasarkan tempat terjadinya. Misalnya pertentangan karena permasalahan di dalam masyarakat itu sendiri sampai menimbulkan pertentangan dan permusuhan antaranggota dalam masyarakat itu. konflik dengan orang lain. b. kita mengenal konflik in-group dan konflik out-group. konflik dalam agama. di mana antara perbuatan anak dengan keinginan orang . Ursula Lehr membagi konflik dari sudut pandang psikologi sosial. dan konflik pribadi. apabila dilihat dari sudut pandang psikologi sosial. konflik di sekolah. Misalnya konflik yang terjadi antara masyarakat desa A dengan masyarakat desa B. Menurutnya. Konflik out-group adalah konflik yang terjadi antara suatu kelompok atau masyarakat dengan suatu kelompok atau masyarakat lain. konflik dalam pekerjaan. yaitu Ursula Lehr. 6. 22 dalam usaha untuk membalas dendam atas perlakuan yang membuat seseorang turun pangkat pada suatu perusahaan. terjadi akibat situasi hidup bersama antara anak dan orang tua. Konflik in-group adalah konflik yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat sendiri. konflik dengan anak-anak sendiri. konflik dengan suami atau istri. maka konflik itu dapat dibedakan atas konflik dengan orang tua sendiri. konflik dengan sanak saudara. Masih ada lagi ahli sosiologi yang memberikan klasifikasi mengenai bentuk-bentuk konflik yang terjadi dalam masyarakat.

Pada umumnya orang tua akan memberikan tanggapan secara berlebihan atas perlawanan yang dilakukan si anak.  Konflik dengan orang lain. konflik akan meluas dan melibatkan keluarga dari istri atau suami. dapat terjadi dalam seluruh perkembangan seseorang. Apabila anak memberikan reaksi negative terhadap tanggapan tersebut. seperti tetangga. teman sekolah atau yang lainnya. dan dia lebih memilih masuk jurusan Ilmu Sosial. teman kerja. Misalnya.  Konflik dengan anak-anak sendiri. di waktu kanak-kanak atau masa remaja. seseorang akan mengalami konflik dalam rentang masa sesuai dengan usia dan tingkatan kehidupannya. muncul dalam hubungan social dengan lingkungan sekitarnya. seperti dengan orang tua atau saudara kandung. terjadi sebagai reaksi atas perilaku anak yang tidak sejalan dengan keinginan orangtuanya. . Contohnya anak yang tidak mengikuti kehendak ibunya untuk masuk jurusan Ilmu Alam pada kelas XI ini. Begitu menginjak masa perkawinan dan keluarga. biasanya konflik terjadi dengan keluarga terdekat. maka terjadilah konflik antara orang tua dengan anak. karena bakat dan minatnya menunjukkan ke Ilmu Sosial. Misalnya dengan menghukum dan mengurangi hakhak si anak. 22 tua terkadang tidak sejalan.  Konflik dengan sanak keluarga. Dalam konflik bentuk ini.

Akomodasi Akomodasi adalah suatu cara menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. seperti membosankan atau terlalu berat. umumnya berhubungan dengan perilaku-perilaku. dan lain sebagainya. tidak ada keuletan. . Atau bisa juga karena terjadi konflik dengan teman sekerja. timbul karena pekerjaan itu sendiri. umumnya terjadi akibat tidak dapat mengikuti pelajaran.  Konflik dalam agama. berdusta. dan lain-lain.  Konflik pribadi. Tujuan Akomodasi Adapun tujuan akomodasi antara lain sebagai berikut. Misalnya masalah keuangan.. mencuri. pembagian tugas mengatur rumah tangga. dan lain sebagainya. tidak lulus sekolah. dan lain sebagainya.  Konflik dalam pekerjaan. umumnya timbul sebagai akibat adanya kesulitan yang dihadapi dalam perkawinan atau rumah tangga. pimpinan.  Konflik di sekolah. E. 22  Konflik dengan suami atau istri. dapat muncul karena minat yang berlawanan. dan tujuan hidup menurut kaidah-kaidah agama. Misalnya perilaku- perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran agama seperti memfitnah. atau tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri. konflik yang terjadi karena hubungan yang tidak harmonis antara guru dengan murid. 1. hakikat.

Arbitrasi dilakukan dengan menghadirkan pihak ketiga yang mendapat persetujuan kedua belah pihak. c). b). Melebur kelompok sosial yang terpisah. Arbitrasi. . kompromi adalah satu bentuk akomodasi di mana pihak yang bertikai mengurangi tuntutannya agar tercapai penyelesaian dari perselisihan yang ada. Coercion . arbitrasi adalah merupakan salah satu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menghadapi sendiri. Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu. coercion adalah bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan paksaan karena salah satu pihak berada pada posisi yang lemah. Konsiliasi. Mengurangi pertentangan antara orang per orang atau kelompok-kelompok manusia akibat perbedaan paham. a). 22 a). konsiliasi adalah usaha mempertemukan keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk mencari pemecahan. Memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok satu dengan lainnya yang hidupnya terpisah karena budaya. d). d). 2. Bentuk – Bentuk Akomodasi Akomodasi memiliki beberapa bentuk sebagai berikut. c). b). Kompromi.

Namun. toleransi adalah salah satu bentuk akomodasi tanpa persetujuan. Diharapkan dalam waktu dekat Pelabuhan Singkil dapat dipergunakan sebagai pelabuhan transit untuk jalur barat Sumatera. Singkil sendiri berada di jalur barat Sumatera yang menghubungkan Banda Aceh. stalemate adalah satu bentuk akomodasi di mana pihak yang bertentangan berhenti pada satu titik tertentu karena mempunyai kekuatan seimbang. Kabupaten ini juga terdiri dari dua wilayah. F. jalurnya lebih bergunung-gunung dan perlu dilakukan banyak perbaikan akses jalan agar keterpencilan wilayah dapat diatasi. Kabupaten Aceh Singkil Kabupaten Aceh Singkil adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh. Kepulauan yang menjadi bagian dari Kabupaten Aceh Singkil adalah Kepulauan Banyak. Ajudikasi. . Indonesia. Kabupaten Aceh Singkil merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan dan sebagian wilayahnya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. tetapi dibutuhkan saling pengertian. Toleransi. Medan dan Sibolga. yakni daratan dan kepulauan. Ibu kota Kabupaten Aceh Singkil terletak di Singkil. ajudikasi merupakan suatu proses penyelesaian masalah di pengadilan. g). f). Stalemate. 22 e).

22 .