You are on page 1of 12

A Pengkajian

1. Biodata

Nama Bayi : an”c”

Umur : BBL 1 jam yang lalu

Jenis Kelamin : Perempuan

Anak Ke :1

Nama Orang Tua

Nama Ibu : Ny. G

Umur : 26 tahun

Suku/bangsa : Batak/Indonesia

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT

Agama : Kristen

Alamat : Jl.Ciliwung no 1 Bengkulu

Nama Ayah : Tn.B

Umur : 29 tahun

Suku/bangsa : Batak/Indonesia

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : PNS

Agama : Kristen

Alamat : Jl.Ciliwung no 1 Bengkulu

Riwayat Kesehatan masa lalu: a) Prenatal care 1) Pemeriksaan kehamilan : 3 kali 2) Keluhan selama hamil : sering pusing. Riwayat Kesehatan a. sianosis. Kemudian pada tanggal 23 mei 2011 tepat pukul. denyut jantung bayi dan tekanan darah menurun. cepat lelah. Setelah diberikan tindakan pengobatan berupa pemberian tablet zat besi namun ibu tersebut kurang menunjukkan perbaikan akan kondisi keadaannya. denyut jantung menurun: 90x/m. Riwayat Kesehatan Sekarang: Bayi baru lahir mengalami bradipneu. dan malaise. 19. b. Keluhan utama Bayi baru lahir mengalami bradipneu.2. tekanan darah: 70/40mmHg. d. sebelum melahirkan ibu tersebut pernah melakukan pemeriksaan kehamilan dan anamnese didaptkan hasil bahwa ibu memiliki riwayat anemia pada trimester ke 3. mata berkunang-kunang. denyut jantung dan tekanan darah bayi menurun. Riwayat keluhan utama Seorang ibu prepartum masuk rumah sakit diantar oleh suaminya pada tanggal 22 mei 2011. c. gerakan ekstremitas fleksi sedikit.00 WITA ibu tersebut melahirkan seorang bayi laki-laki dengan kondisi bradipneu: 25x/m. 3) Kenaikan BB selama hamil : 5 Kg . sianosis dan gerakan ekstremitas dan reflexs sedikit. dan gerakan reflexs sedikit. bayi nampak sianosis dan gerakan ekstremitas fleksi sedikit dan gerakan reflexs sedikit segera setelah bayi tersebut dilahirkan.

3. 5. Berat Badan Lahir : 2400 gr 2. Orang tua mengatakan merasa cemas dan kawatir mengenai keadaan bayinya.b) Natal 1) Tempat melahirkan : Rumah Sakit Umum Provinsi 2) Jenis persalinan :Normal 3) Penolong persalinan : Bidan 4) Kesulitan lahir normal : Ibu kesulitan mengedan karena ibu cepat lelah c) Post natal 1) Kondisi bayi : BB lahir 2. Lingkar lengan atas : 12 cm 6. 2. Tinggi Badan : 40 cm 3. Lingkar perut : 50 cm 4.400 gram. PB: 40 cm 2) Bayi mengalami nafas lambat. Pertumbuhan Fisik 1. Reaksi Hospitalisasi Pemahaman keluarga tentang sakit dan rawat inap 1. Orang tua berharap agar anaknya cepat sembuh. Lingkar dada : 28 cm 5. 4) Gerakan reflex sedikit dan tonus otot bayi menurun 5) Riwayat Tumbuh Kembang 3. denyut jantung bayi menurun 3) Bayi tidak mengalami kemerahan dan nampak pucat. Lingkar kepala : 30 cm 4. Orang tua selalu menanyakan apakah sakit bayinya dapat sembuh. Pemeriksaan Fisik .

Gerakan dada : dada dan abdomen tidak bergerak secara bersamaan. .Suara napas melemah 2) Sistem Cardio Vaskuler a. 1) Sistem Pernapasan a. Bayi nampak lemas dan lemah 5) System Integumen a.CRT: > 3 detik c. Capillary Refilling Time: >2deti b. Bayi mengalami sianosis pada kulit dan kuku b. Bayi mengalami penurunan kesadaran 4) System Muskulo Skeletal a. Denyut jantung : 110x/m c.Keadaan Umum Klien : klien nampak bradipneu. Terjadi penurunan tonus otot bayi b.Ekspansi dada berkurang . b. tidak ada tomor c. Leher: Tidak ada pembesaran kelenjar. Hidung: Simetris kiri – kanan. Dada : . denyut jantung dan tekanan darah menurun. tampak sianosis. gerakan ekstremitas dan reflexs sedikit. Tekanan darah menurun: 70/40mmHg 3) System Syaraf a. Bayi nampak pucat . Gerakan ekstremitas fleksi pada bayi sedikit c.Bentuk dada : tidak simetris .

Penis : Bersih b. Kelenjar Thyroid : Tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid 7) System Perkemihan a. Tidak ada edema b.Bayi mengalami bradipneu : 25x/m .Bayi tampak sesak Asfiksia Paru-paru terisi cairan DS : Pola nafas tidak efektif Janin kekurangan O2 DO : dan kadar CO2 meningkat .Tidak ada bendungan kandung kemih 8) System Reproduksi a.Tidak ada kelainan pada area genetalia B Analisis Data Symptom Etiologi Problem DS : Bersihan jalan tidak Paralisis pusat efektif DO : pernafasan . 6) System Endokrim a.

Ekspansi dada berkurang Apneu DJJ dan TD menurun Pola nafas tidak efektif DS : Resiko cedera Janin Kekurangan O2 DO : dan kadar CO2 meningkat Suplai O2 ke paru Kerusakan Otak Resiko cedera ..Suara nafas Nafas cepat melemah .

dengan pernafasan. gangguan dlm system pernafasan 1.Sebagai jalan nafasnya efektif.Nafas Bayi kembali normal 2. nadi.Kaji tanda vital – 1.C Diagnosa Keperawatan 1. Risiko cedera b.d produksi mukus banyak.d hipoventilasi/ hiperventilasi 3. Pola nafas tidak efektif b. indicator adanya kriteria : tekanan darah. .Bayi aktif. D Intervensi No Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi Rasional Dx 1 Klien memperlihatkanbersihan 1. 2.d anomali kongenital tidak terdeteksi atau tidak teratasi pemajanan pada agen-agen infeksius. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.

tambahan pernafasan distress kedalaman pernafasan pernafasan dan adan/atau tanda-tanda sianosis kronisnya proses setiap 2 jam.3. Keabu- abuan dan sianosis 3. pengisapan dibutuhkan bila batuk tidak efektif.Kaji frekwensi. pengisapan beratnya (suction) bila hipoksemia. penyakit.Kental.Pada pemeriksaan auskultasi 2. Sianosis mungkin perifer (terlihat pada kuku) atau sentral (terlihat sekitar bibir dan atau telinga). diindikasikan.Lakukan palpasi pada jalan nafas fokal fremitus kecil.Berguna dalam tidak ditemukan lagi bunyi evaluasi derajat 2. tebal dan banyaknya sekresi adalah sumber utama gangguan pertukaran gas 4. .Dorong sentral pengeluaran mengindikasikan sputum. 3.

6.Kolaborasi GDA memburuk dengan tim medis disertai pemberian O2 bingung/somnolen sesuai dengan menunjukkan indikasi disfungsi serebral yang berhubungan dengan hipoksemia. 6. 1.Dapat memperbaiki /mencegah memburuknya hipoksia.Observasi tingkat 4.Kaji frekwensi. kedalaman biasanya dengan Kriteria hasil : pernafasan dan meningkat apabila ekspansi dada. 5.Penurunan kesadaran.Gelisah dan ansietas adalah manifestasi umum pada hipoksia. 2 Klien memperlihatkan pola 1. 5. terjadi . selidiki getaran vibrasi adanya perubahan diduga ada pengumpulan cairan atau udara terjebak.Kecepatan nafas yang efektif.

Memaksimalkan bernafas dan menurunkan kerja nafas .Penggunaan otot 2.Berikan oksigen tambahan 5.1.Tinggikan kepala 4. 5.Bunyi nafas 3.Auskulatasi bunyi menurun/tak ada nafas dan catat bila jalan nafas adanya bunyi nafas obstruksi dan seperti mengi. Bayi aktif termasuk bantu pernafasan penggunaan otot sebagai akibat dari bantu pernafasan penigkatan kerja nafas 3.Catat upaya normal pernafasan. Frekwensi dan kedalaman peningkatan kerja pernafasan dalam rentang nafas 2.Untuk bayi dan bantu memungkinkan mengubah posisi ekspansi paru dan memudahkan pernafasan. adanya bunyi krekels.dll nafas ronki dan mengi menandakan adanya kegagalan pernafasan 4. 2.

Mendeskripsikan teknik 2.Upaya untuk kooperatifdengan kriteria: setiap sebelum dan menghindari dari sesudah merawat kuman dari luar 1.Berikan agen 4. tidak terjadi secara rutin cedera terhadap bayi baru lahir. Cuci tangan 1.Aktivitas yang tepat dari level tangan steril.Pakai sarung infeksi 2. komplikasi. perhatikan pembuluh darah tali pusat dan adanya anomali. agar tidak terjadi 2. 5.Ajarkan keluarga tentang tanda dan 3. 4.Lakukan 3. perkembangan anak 3.Upaya agar pengkajian fisik pertolongan pertama.Memberikan imunisasi sesuai pertahanan yang indikasi lengkap pada bayi (imunoglobulin sesuai dengan hepatitis B dari waktu yang telah vaksin hepatitis B di tetapkan bila serum ibu mengandung . Bebas dari cidera/ bayi.3 Klien tampak 1.Memandirikan gejala infeksi dan pasien dan melaporkannya keluarga dalam pada pemberi hal merawat bayi pelayanan kesehatan.

antigen permukaan hepatitis B (Hbs Ag). . antigen inti hepatitis B (Hbs Ag) atau antigen E (Hbe Ag).