You are on page 1of 12

ASUHAN PERSALINAN NORMAL

NO. SOP :
TANGGAL :
PEMBUATAN

TANGGAL REVISI :

TANGGAL :
EFEKTIF
DISAHKAN OLEH : Kepala

UPT Puskesmas Wates
UPT PUSKESMAS
WATES

dr. HYNDRA SATRIA C.
NIP. 19830314 201101 1 010
1. PENGERTIAN
Suatu cara untuk menolong persalinan dengan
asuhan yang bersih dan aman dari setiap tahapan
persalinan dan upaya pencegahan komplikasi
terutama perdarahan pasca persalinan dan hipotermi
serta asfiksia bayi baru lahir.
2. TUJUAN
a. Menjaga kelangsungan hidup dan memberikan
derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan
bayinya
3. KEBIJAKAN
4. REFERENSI Buku Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal
5. ALAT & BAHAN 1.Alat – alat
a. Partus set ( 2 klem kelly, gunting tali
pusat, benang tali pusat/klem tali pusat,
kateter nelaton, gunting episiotomi, ½
kocher, )
b. 2 pasang handscoon
c. 2 pasang handscoon panjang
d. Kateter penghisap de lee atau bola
karet penghisap yang baru dan bersih
e. 4 kain bersih
f. 3 handuk atau kain
g. Partograf
h. Termometer
i. Pita pengukur

Betadin l. nalfuder. Tempat sampah z. Kaca mata pelindung ( google ) v. Penutup kepala y. Bahan . benang chromic. tempat resusitasi ) n. Alat resusitasi ( sungkup no 1&0. pinset. Waslap s.bahan a. Ember r. Kasa b. Ergometrin h. Oksitosin 10 IU . lampu sorot. Infant warmer o. Kapas cebok 2. Spuit 10 cc 2 buah e. Selang infus p. Fetoskop atau dopller k. Jarum ukuran 22 f. Vitamin K 1 ampul j. Bengkok å. Stetoskop l. Spuit 3 cc 2 buah c. Masker w. gunting benang ) q. Abocath 16-18 G g. jarum jahit penampang pipih dan bulat. Celemek u. j. Spuit 5 cc 2 buah d. Jam m. Sepatu boot x. Pakaian bersih ibu t. Amoksisilin 500 mg i. Pembalut m. laringoskop. Heathing set ( cucing. Salep mata tetrasiklin 1% k.

2 kain dan 1 handuk bersih dan kering . Lidokain 1% 10 ml o. Pakai sarung tangan DTT pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam 6. Menggelar kain di atas perut ibu dan tempat a. lampu sorot 60 Watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi 2. resusitasi serta ganjal bahu bayi b. Membersihkan vulva dan perineum. Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir kemudian keringkan dengan handuk 5. Pakai celemek plastik 4. Perineum tampak menonjol d. Cairan ringer laktat atau garam fisiologis 6. n. Vulva dan sfingter ani membuka Pastikan kelengkapan peralatan. Masukkan oksitosin ke dalam tabung suntik ( gunakan tangan yang memakai sarung tangan DTT dan steril ()pastikan tidak terjadi kontaminasi pada alat suntik ) 7. Aquadest p. bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan dan penatalaksanaan komplikasi ibu dan bayi baru lahir. Mendengar dan melihat tanda gejala kala II a. PROSES 1. Ibu merasa ada dorongan kuat dan meneran b. menyekanya dengan hati-hati dari depan kebelakang dengan menggunakan kapas c . Menyiapkan oksitosin 10 IU dan alat suntik steril sekali pakai dalam partus set 3. untuk asfiksia tempat datar dan keras. Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vagina c.

DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada patograf 12. tangan ke larutan klorin 0. Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (dekontaminasi. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung 10. perineum atau anus terkontaminasi tinja. Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal b.5% kemudian lepaskan dan rendam dalam keadaan terbalik dalam larutan 0. ebok a. Periksa denyut jantung janin (DJJ) setelah kontraksi/ saat relaksasi uterus untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal(120-160 x/menit) a. a.5% selama 10 menit. Jika introitus vagina. lanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu dan janin Jelaskan . Tunggu hingga timbul rasa ingin meneran. Mendokumentasikan hasil . 11. Cuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan. Beritahukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik dan bantu ibu dalam menemukan posisi yang nyaman dan sesuai dengan keinginannya. hasil pemeriksaan dalam. bersihkan dengan seksama dari arah depan ke belakang b. Buang kapas atau kasa pembersih (terkontaminasi) dalam wadah yang tersedia 8. lepaskan dan rendam dalam larutan klorin ) Lakukan pemeriksa dalam untuk memastikan pembukaan lengkap maka lakukan amniotomi 9.

Buka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan. Minta keluarga membantu menyiapkan posisi meneran. . Menilai DJJ selesai kontraksi 15. Anjurkan pada keluarga memberi dukungan dan semangat untuk ibu f. ( bila ada rasa ingn meneran dan terjadi kontraksi yang kuat. Laksanankan bimbingan meneran saat ibu merasa ada dorongan kuat ingin meneran a. Bimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan efektif b. pada keluarga tentang bagaimana peran mereka untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu untuk meneran secara benar 13. bantu ibu keposisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan ibu dan pastikan ibu merasa nyaman ) 14. Dukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai c. Letakkan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu 18. Bantu ibu mengambil posisi yang nyaman d. Berikan cukup asupan cairan per-oral g. 16. Letakkan handuk bersih diperut ibu jika kepala bayi telah memebuka vulva dengan diameter 5-6cm 17. Anjurkan pada ibu untuk berjalan atau berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman. Anjurkan pada ibu untuk beristirahat diantara kontraksi e. jika ibu tidak ada dorongan ingin meneran selama 60 menit.

Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva maka lindungi perineum dengan su tangan yang dilapisi dengan kain bersih dan kering. 21. lengan.siku sebelah bawah. Anjurkan ibu untuk meneran secara perlahanatau bernapas cepat dan dangkal. dan segera lanjutkan proses kelahiaran bayi. 25. geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyangga kepala. Pakai sarung tangan DTT pada kedua sarung tangan. 23. pegang secara biparietal. lepaskan lewat bagian atas kepala bayi b. penelusuran tangan atas berlanjut ke punggung. . Jika tali pusat melilit leher secara kuat. a. Setelah kedua bahu lahir. bokong. Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan sesuai jika hal itu terjadi. Dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakkan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang 24. Jika tali pusat melilit leher secara longgar. klem tali pusat di dua tempat dan potong diantara kedua klem 22. 20. Peggang kedua mata kaki. Setelah kepala melakukan putar paksi luar. Anjurakan ibu untuk meneran saat kontraksi. Gunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku bagian atas.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk menahan posisi defleksi dan membantu lahirnya kepala. Setelah tubuh dan lengan lahir. Tunggu kepala bayi melakukan putar paksi luar secara spontan. tungkai dan kaki.19.

29. 32. jepit tali pusat dengan klem kira-kiar 3cm dari pusat bayi. Setelah 2 menit pasca persalinan. Ganti handuk basah dengan handuk atau kain yang kering. 28. kepala. Pemotongan dan pengikatan tali pusat  Dengan satu tangan . Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir. suntikkan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha atas distal lateral 31. Mendorong isi tali pust kearah ibu dan jepit kembali tali pusat pada 2cm distal dari klem pertama. lakukan pengguntingan tali pusat di antara 2 klem tersebut  Ikat tali pusat dengan benang DTT pada satu sisi kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnyadengan simpul kunci pada sisi lainnya  Lepaskan klem dan masukkan dalam wadah yang telah disediakan . Biarkan bayi diatas perut ibu. dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitosin agar uterus berkontraksi baik. Keringkan tubuh bayi Keringkan bayi mulai dari muka.26. Lakukan penilaian selintas  Apakah bayi menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan?  Apakah bayi bergerak dengan aktif ? Jika bayi tidak menangis. 30. Periksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus. pegang tali pusat yang elah dijepit (lindungi perut bayi). tidak bernapas atau megap-megap lakukan langkah resusitasi 27.

Beri dosis ulangan okitosin 10 IU IM . tegangkan tali pusat kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus kearah belakang-atas (dorso-kranial) secara hati-hati (untuk mencegah inversio uteri). minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas. Lakukan penegangan dan dorongan dorso kranial hingga plasenta terlepas. pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta  Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit menegangkan tali pusat : 1. Letakkan satu tangan di atas kain pada perut ibu. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik. Pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva 36. minta ibu. luruskan bahu bayi sehingga bayi menempel di dada/perut ibu. Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu dengan posisi lebih rendah dari puting payudara ibu 34. Tangan lain menegangkan tali pusat 37. hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur yang diatas  Jika uterus tidak segera berkontraksi. suami atau keluarga untuk melakukan stimulasi puting susu 38.33. untuk mendeteksi. Letakkan bayi agar ada kontak kulit ibu ke kulit bayi. Setelah uterus berkontraksi. Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi dikepala bayi 35. letakkan bayi tengkurap di dada ibu. mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan dorso kranial)  Jika tali pusat bertambah panjang. di tepi atas simpisis.

Bila ada . Lakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan. Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukkan plasenta ke dalam kantung plastik atau tempat khusus 42. letakkan telapak tangan di fundus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras)  Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase 41. lakukan masase uterus. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir. Ulangi penegangan tali pusat 15 menit 5. Lakukan kateterisasi (aseptik) jika kandung kemih penuh 3. 2. Minta keluarga untuk menyiapkan rujukan 4. pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin kemudian lahirkan dan tempatkan plasenta pada wadah yang telah disediakan  Jika selaput ketuban robek. lahirkan plasenta dengan kedua tangan. pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal 40. Jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila tyerjadi perdarahan segera lakukan plasenta manual 39. Saat plasenta muncul di introitus vagina. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum.

Lanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam 2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca .segera lakukan penjahitan. Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam 43. beri tetes mata antibiotik profilaksis dan vitamin K 1 mg intramuskuler di paha kiri anterolateral 45. lakukan penimbangan/pengukuran bayi. Setelah 1 jam pemberian Vitamin K berikan suntikan imunisasi Hepatitis B di paha kanan anterolateral  Letakkan bayi di dalam jangkauan ibu agar sewaktu-waktu bisa disusukan  Letakkan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum berhasil menyusu di dalam 1 jam pertama dan biarkan sampai bayi berhasil menyusu 47. Bayi cukup menyusu dari satu payudara  Biarkan bayi berada di dada ibu selama 1 jam walaupun bayi sudah berhasil menyusu 44. Setelah 1 jam pemberian vitamin K berikan suntikan imunisasi Hepatitis B di paha kiri anterolateral 46. Menyusu pertama biasanya berlangsung sekitar 10-15 menit. robekan yang menimbulkan perdarahan aktif . Biarkan bayi tetap melakukan kontak kulit dan kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam  Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan inisiasi menyusui dini dalam waktu 30-60 menit. Setelah 1 jam.

Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik (40-60 kali/menit) serta suhu tubuh normal (36. Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah 50. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering 55. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya 56. lendir dan darah. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai 54. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri 48. Bersihkan sisa cairan ketuban. Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT. Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0.5) 52. Pastikan ibu merasa nyaman. Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selam 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan Memeriksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal 51.5-37. Ajarkan ibu/keluaraga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi 49. Bantu ibu memberikan ASI.5% balikkan bagian dalam ke . Cuci dan bilas peralatan setelah didekontaminasi 53. persalinan Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik.5% untuk dekontaminasi (10 menit). Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0.

.... PONED 8..... .. 9.. UGD 2..... periksa tanda vital dan asuhan kala IV 7. Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir 58.... BAGAN ALIR . UNIT TERKAIT 1... TERKAIT 2.5% selama 10 menit 57.. POLI KIA 3. DOKUMEN 1.... Lengkapi partograf (halaman depan dan belakang ). luar dan rendam dalam larutan klorin 0. ..