You are on page 1of 15

PENDEKATAN SISTEM DALAM BIDANG MANAJEMEN

Disusun oleh:
1. Egina Rizkiani (8335151433)
2. Raihan Arib Ramadhani (8335141643)
3. Septina Dyah Maulidina (8335141638)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2017

Sistem – system informasi manajemen (management information systems) atau system – system terapan (applied systems) Approach system merupakan sebuah filsafat yang memandang sebuah perusahaan sebagai sebuah sistem. Pemahaman konsep-konsep sistem tertentu memang bersifat amat fundamental bagi pemahaman pemikiran manajerial modern.bagian yang lebih kecil yang lebih komleks. Bagian kedua abad ke-20 memasuki “abadsistem”. Seorang pemikiran alitik yang menghadapi sebuah fenomin kompleks berupaya untuk memahaminya dengan jalan membaginya dalam bagian . . Pendekatan Sistem Dalam Bidang Manajemen Pengantar ADA sebuah postulat dasar yang digunakan dalam bab ini yaitu: bahwa bagian kedua dari abad ke-20 dicirakn oleh pemikiran sistem—sebuah trend yang mulai dengan ilmu pengetahuan yang telah merembes ke bidang-bidang lain aktivitas manusia. Bagian kedua dari abad ke-20 dicirikan oleh pemikiran system sebuah tren yang dimulai dengan ilmu pengetahuan yang telah merembes kebidang . Pemikiran system merupakan sebuah revolusi teknologikal dan sebuah revolusi konseptual. 2. Pemikiran sistem merupakan sebuah revolusi teknologikal dan sebuah revolusi konseptual. cara berpikir sistem atau cara pendekatan sistem mewakili “abad sintesis” (the age of synthesis). Di lain pihak. Maksudnya: sekelompok objek dengan kelompok hubungan tertentu antara objek – objek tersebut dan sifat – sifat mereka yang berkaitan atau berhubungan satu sama lain dan dengan lingkungan mereka dengan cara demikian rupa. yaitu: 1. Pemahaman konsep – konsep tertentu memang bersifat amat fundamental bagi pemehaman pemikiran manajerial modern. Pada dasarnya ada dua hal pokok yang berkaitan dengan “abadsistem”. Studi tentang organisasi – organisasi manusia juga dipengaruhi oleh trend tersebut. kemudian bagian – bagian tersebut dipelajarinya secara terpisah.bidang lain aktivitas manusia. Cara pendekatan system (the systems approach) atau system – system konseptual. Studi tentang organisasi-organisasi manusia juga sangat dipengaruhi oleh trend tersebut. dan akhirnya hasil yang dicapai disatukan kembali untuk memahami keseluruhan.

. Tugas ilmu pengetahuan adalah mensistemasi pengetahuan tentang dunia..Ilmuan BAGAIMANAKAH cara para manajer melaksanakan manajemen? Ada orang yang menyatakan bahwa para manajer memanage melalui pengalaman. dalam rangka usaha memahami fenomena kompleks. Tindakan mensistemasi tersebut juga mencangkup pengkondifikasian pengalaman – pengalaman pribadi dan pengetahuan tentang manusia maupun pengorganisasian pengetahuan dan pengalaman dalam suatu bentuk yang dapat ditransmisi kepada pihak lain. Herbert Simon. Cara pendekatan system mulai dengan asumsi bahwa manajer dan ilmuan memiliki persamaan tertentu yaitu : pandangan mereka tentang organisasi sebagai sebuah sistem. seorang ekonom terkenal. Kenneth Boulding.. seorang pemenang hadiah nobel dalam ilmu ekonomi dan berbagai pihak lainnya. Simbiosis Manajer . terlepas dari fenomena yang bersifat fisikal atau sosial diperlakukan oleh pemikir sistem dan ahli riset sistem sebagai sistem-sistem. kebenaran atau prinsip . perlu segera diingat bahwa : pengalaman saja (proses pengobservasian pribadi.. Kata Boulding: “. Semua fenomena. orang mencoba mensintesis hasil – hasil berbagai disiplin dengan tujuan akhir mengembangkan sebuah metode atau Teknik yang dapat diterapkan dalam berbagai fenomena yang sepintas lalu berbeda. Ada lagi pendapat bahwa mereka memenage melalui ilmu pengetahuan. Anatole Rapoport. Terlepas dari pandangan para eksper dapat kita nyatakan bahwa para manajer memanage berdasarkan pengalaman serta pengetahuan mereka. Tetapi kombinasi kedua hal tersebut akan menghasilkan sinergi yang diperlukan untuk manajemen organisasi – organisasi kompleks dewasa ini. Ada pula penulis yang mengatakan “intuisi” mempengaruhi pengambilan keputusan manajer dan hal tersebut mengendalikan tindakan – tindakan mereka. The images develop as a result of all the past experiences of their possesors”. Tetapi. menghadapi atau mengalami sesuatu) kiranya tidak cukup. Kenneth Boulding mengajukan pendapat bahwa para manajer seperti halnya manusia lain mendasarkan aktivitas – aktivitas manajerial mereka berdasarkan citra (images) mereka: pengetahuan subyektif mereka tentang apa yang menurut anggapan mereka benar.prinsip ( maksudnya: pengetahuan) saja juga tidak cukup. “Abad sistem” tercermin dalam hasil karya: Ludwig von Bertalanffy seorang ahli biologi. Disini. Norbert Wiener seorang ahli matematika. Begitu pula halnya pengenalan fakta.

Fase A: disadarinya sesuatu hal dan keyakinan PADA fase ini. organisasi – organisasi didepartementasi melalui garis . Proses disadarinya suatu hal dan timbulnya keyakinan.jenis problem yang dihadapi olehnya. terdiri dari tiga langkah berikut: Langkah I: Memandang organisasi sebagai sebuah sistem. posisinya.MENERAPKAN Pendekatan Sistem Terhadap Kegiatan Manajemen MENGAPAKAH kita perlu menggunakan cara pendekatan sistem? Bagaimanakah kita dapat menerapkan cara berpikir sistem terhadap studi dan manajemen organisasi-organisasi kompleks dewasa ini? Penerapan cara pendekatan system terhadap manajeman terdiri dari dua fase sebagai berikut: Fase A: disadarinya sesuatu hal dan keyakinan. Pada perusahaan – perusahaan umumnya dapat dijumpai departemen . Sebenarnya ada macam-macam cara untuk memandang sebuah organisasi.  Penjualan. .  Pembelanjaan. Seorang manajer dapat menggunakan aneka macam sudut pandang dan memusatkan perhatian pada berbagai konsep kunci. Fase B: Implementasi.problem keorganisasian dan kesempatan .departemen:  Produksi.  Akunting. peranan yang dimainkannya di dalam organisasi yang bersangkutan. hal dimana tergantung pada latar belakang pendidikannya.garis fungsional. Langkah II: Mengkonstruksi sebuah model. Setelah itu sang manajer mencapai keyakinan bahwa cara pendekatan system memang merupakan sebuah metode tepat untuk jenis .kesempatan. Langkah I: Memandang Organisasi Sebagai Sebuah Sistem SECARA trasisional. sang manajer menyadari adanya cara berfikir baru untuk memahami problem . Langkah III: Memanfaatkan teknologi Informasi sebagai alat untuk mengkontruksi model untuk melaksanakan eksperimentasi dengan model tersebut (simulasi).

Seperti pernah dinyatakan sebelumnya pandangan system menekankan hubungan antara organisasi dan lingkungan eksternalnya. Ada tiga buah input utama bagi setiap organisasi. dalam hal manajer hubungan tersebut. Bahan – bahan dan Peralatan. 2. . sang manajer harus mengidentifikasi:  Input. Uang.  Feedback. yaitu: 1.  0utput. 3. Gambar berikut menggambarkan sebuah organisasi sebagai sebuah system terbuka (open system). Manusia.  Proses.

Dunia nyata jauh lebih kompleks daripada apa yang dapat dicakup oleh pikiran manusia. “Gambaran tersebut yang merupakan sebuah abstraksi dari realitas dan yang mengandung elemen-elemen terpenting dari realitas dinamakan sebuah model”. . Maka. Produk . Hasil pemrosesan tersebut berupa tiga macam output. Ingat bahwa batas – batas tersebut memisahkan sistem yang bersangkutan dengan lingkungannya. Dalam rangka usaha mengombinasi fungsi . Ketiga macam fungsi (input. Polusi. Model . 3. Sehubungan dengan pengembangan ilmiah dan teknologikal dan kebijaksanaan – kebijaksanaan pemerintah serta sikap penduduk. proses. 2.faktor yang menimbulkan pengaruh besar atau fungsi organisasi yang bersangkutan.fungsi input.fungsi: 1. Lingkungan mewakili totalitas faktor . proses. tetapi tidak dapat dikendalikan oleh organisasi tersebut. 3. Tetapi. oleh karenanya manusia pertama – tama mengkonstruksi sebuah gambar yang mencakup sejumlah ciri dunia nyata yang cukup banyak jumlahnya untuk memahaminya. 2. dan output. Maka pihak manajemen menerima input dari lingkungan eksternal. yaitu: 1. Pengawasan. Ketiga macam input tersebut diproses sesuai dengan prinsip – prinsip ekonomi tertentu (prinsip kombinasi dengan biaya terendah).produk. output) dikordinasi oleh pihak manajemen melalui fungsi. Tujuan mengkonstruksi sebuah model adalah untuk memahami dunia nyata (realitas) dengan jalan mengorganisasinya dan menyederhanakannya. Pengambilan Keputusan. dari sudut pandangan edukatif ada baiknya untuk membedakan kedua macam konsep. PenetapanTujuan. Langkah II: Mengkonstruksi Sebuah Model ISTILAH sistem dan model sering digunakan secara bergantian. Sampah.model dan system – system merupakan cara manusia untuk menghadapi dunia nyata. Garis – garis terputus sekitar sistem yang bersangkutan merupakan batas -batasnya.

Disebabkan oleh karena kapasitas kognitif manusia adalah terbatas. maka sistem yang bersangkutan merupakan realitas yang diorganisasi.sistem real. Dunia nyata-model-dansistem Dunia nyata yang dilihat sebagai fenonim real (RP= Real Phenomena) dipelajari sebagai sebuah system dengan jalan pertama – tama mengkonversinya dalam bentuk model konseptual seorang manajer (MCM = A manager’s conceptual model). Simplisitas yang terlihat dalam proses konstruksi model hanya bersifat sementara.Model Mewakili Realitas Tetapi Ia Bukan Realitas APABILA model tertentu merupakan abstraksi realitas yang terorganisai. Gambar 2. Poin terakhir perlu ditekankan. Dengan jalan bekerja antara RP dan MCM manajer berorientasi pada system mengkonstruksi sebuah model ilmiah (SML = A Scientific Model) dan berdasarkannya ia akhirnya sampai pada sebuah sistem (SY=System) yang sama kompleks dengan fenomin real itu sendiri. Gambar berikut menunjukkan hubungan yang dimaksud. Dari model -model tersebut orang merancang system .model. maka fenomin dunia nyata pertama – tama dijadikan model . Cara berfikir system tidak menganjurkan simplisitas konseptual. Ia hanya digunakan sebagai alat untuk memahami kompleksitas yang . Adapun hubungan antara model dan system sebagai berikut.

atau variabel-variabel atau hubungan- hubungan okok tertentu dengan harapan untuk mencapai pengetahuan tertentu tentang derajat sensitivitas model itu terhadap perubahan-oerubahan demikian. Simulasi oleh manusia (human simulation). 3. “..Admitted the sciences so created were masterly symbolic fabrication: Unfortunately those who utilized these symbols believed that they represented a high order of reality. passes vertically through the depths and . Pada umumnya terdapat tiga macam simulasi: 1. the so called objective world. Simulasi oleh manusia dan mesin (man machine simulation). Jelas kiranya bahwa sang manajer ingin mengetes model yang bersangkutan sebelum ia mengkonversinya ke dalam sistem yang bersangkutan. tetapi perbedaan pokok adapah bahwa perubahan-perubahan tertentu dimulai oleh komputer yang merekomputasi hasil-hasil perubahan-perubahan tersebut. Simulasi oleh komputer (computer simulation).bersifat inhaeren pada RP. necessarily. Perhatikan apa yang dikemukakan oleh L. Eksperimentas dengan sebuah model tertentu. Untuk melaksanakan eksperimen-eksperimen dengan model. Simulasi yang dikomputerisasi pada dasarnya mencakup proses yang sama seperti simulasi oleh manisia. Langkah III: Memanfaatkan Teknologi Informasi HASIL akhir langkah sebelumnya merupakan sebuah model. pihak peneliti dengan sengaja mengubah parameter tertentu yang ada pada model tersebut. Simulasi jenis pertama dapat berkisar sekitar: Latihan sebuah tim olahraga. multidimensional: one axis extends horizontally through the world open to external observation.. perang- perangan yang dianimasi atau pertemuan-pertemuan manajerial sampai “analisis kepekaan” (sensitivity analysis). Human experience it self remained. 2. and the other axis at right angles. Sistem akhir yang akan digunakan untuk menghadapi situasi dunia nyata harus bersifat sama kompleks seperti fenomin real (SY=RP!). Jenis simulasi ketiga ( man machine simulation) atau juga dinamakan “Business Gaming” maka penting bagi manajer yang melaksanakan aktivitas-aktivitas dalam praktik. Mumford tentang apa yang dinamakan: Metode Ilmiah (Pemikiran analitik) dan kemampuannya untuk menghadapi pengalaman total manusia. maka pihak manajemen memanfaatkan alat komputer. when in fact they expressed only a higher order of abstraction.

Pertumbuhan merupakan sebuah syarat yang diperlukan untuk “survival” sebuah sistem. while reality itself can only be represented by a figure composed of an indefinite number of lines drawn through both planes and intersecting at the center. paradigma-paradigma tersebut merupakan tonggak penunjuk jarak dasar dalam pengembangan suatu disiplin. Holisme berarti bahwa kita harus mulai dengan Universum.. Universally recognized scientific achievements that for a time provide model problems and solutions to a community of practitioners.” Maka. Pertama: Tugas ilmu sistem seperti halnya ilmu-ilmu lainnya adalah: menegmbangkan dan mempertahankan suatu konsensus antara para pemraktiknya sehubungan dengan: 1. Metode-metode yang digunakan untuk menghadapi problem-problem tersebut. Fase B: Implementasi KERANGKA dasar konseptual: paradigma ilmu sistem. heights of the subjective world. Dalam hal mempelajari “sistem-sistem organik terbuka” ada dua proses pokok yang maha penting. Kuhn menggunakan istilah “paradigma” (yang sudah dikenal sejak lama oleh para pelajar bahasa-bahasa klasikal). Thomas S. Kedua: Sistem organik ditinjau dari sudut pandangan holistik. 2.. apabila kita berbicara secara operasional “holism” bukan berarti bahwa ilmuwan sistem harus mempelajari segala sesuatu tentang segala sesuatu. Menurut Kuhn paradigma berarti: “. yakni:  Pertunbuhan dan  Pengendalian (control). Sifat problem-problem ilmiah. . Pada saat yang sama “control” (yang berarti kemampuan sebuah sistem untuk mempertahankan suatu tingkat pertumbuhan selaras dengan kapasitasnya dan toleransi lingkungannya). the mind of a living person”. Tetapi.

Setiap manajer dapat menjadi seorang manajer sistem (a systems manager) asal saja cara pendekatannya (menurut B. Problem-problem manajemen sebagian besar bersifat “futusitik”. untuk memecahkannya diperlukan pemecahan-pemecahan yang akan mempengaruhi kejadian- kejadian masa yang akan datang. Penggarisan departemen manajer tersebut. bersama-sama dengan lingkungannya secara provisional mendeterminasi batas-batas (lingkaran menurut pandangan Fuller) sistem yang ada. Fuller) dilandasi dua buah prinsip berikut: 1. Keempat: Fokus terakhir penelitian secara sistemik berkaitandengan hasil yang sangat mungkin terjadi sehubungan dengan aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan. 2. RUMUS-RUMUS MAS Rumus I: Pahami dahulu—kemudian: lakikan diagnosis dan ketiga: buatlah “resepnya”. melainkan dengan jalan mengidentifikasi universum mereka— maksudnya departemen mereka yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Para manajer yang dalam tindakan-tindakan mereka dipengaruhi oleh kedua prinsip tersebut mulai mempelajari dunia sekitar mereka. . bukan dengan cara mengumpulka serta menganalisis fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian-kejadian di dalam “departemen” mereka. Saya selalu mulai bertolak dari unversium: sebuah organisasi dengan prinsip-prinsip regeneratif kerapkali memanifestasi diri sebagai sistem-sistem energi (dan/atau informasi) di mana semua pengalaman kita dan pengalaman-pengalaman yang mungkin dialami hanya merupakan kejadian-kejadian lokal. maka saya segera ingin keluar dari lingkaran tersebut. Ketiga: Tugas raksasa mengadakan penelitian sebuah organisasi secara holistik sebagai sebuah sistem organik terbuka dalam kondisi-kondisi yang terus-menerus berubah dibantu oleh proses pembuatan model. Apabila saya menggambar sebuah lingkaran. Sang manajer ingin mengetahui soal-soal: Input—Proses—Output—Feedback— Hubungan maupun sifat-siafatnya sehubungan dengan sistem yang bersangkutan.

Kehidupan dalam sebuah sistem organik seperti misalnya sebuah perusahaan merupakan sebuah proses yang berkelanjutan. Konseptualisasi sebuah problem manajerial atau kesempatan manajerial dimulai pada puncak “cone of resolution”. Jelas kiranya bahwa pada puncak. Setelah orang memahami seluruh sistem relevan. Apa yang diobservasi bukanlah relitas itu sendiri melainkan konsepsi sang pengamat tentang apa yang ada di sana. Mengingat bahwa masa yang akan datang tidak dapat diramalkan (secara pasti). sang manajer harus melalui suatu seri upaya menyusun model yang semuanya diatur dalam sebuah hierarki abstraksi—kecermatan. Inferensi berdasarkan informasi tidak lengkap akan menjadi lebih realistik semakin dipahaminya problem lengkap oleh sang manajer. . 2. tingkat tertinggi abstraksi terjadi dan derajat keterincian adalah minimal. Di sini perhatian utama ilmuwan sistem adalah: memahami logika elemen-elemen dasar maupun hubungan-hubungan antara elemen-elemen—maksudnya logika sistem yang bersangkutan. Intisari hierarki ini mengandung pemikiran yang paling abstrak. sedangkan dasarnya mengandung model- model fenomin-fenomin manajerial yang paling terinci. Memahami probolem-problem manajerial mengharuskan kita menyadari bahwa: 1. maka pemahaman sesuatu situasi spesifik tertentu (problem dan/atau kesempatan) relatif mudah. maka terpaksa pihak manajer harus melaksanakan penjabaran berdasarkan informasi yang tidak lengkap. Dalam hal melaksanakan konstruksi model (modelling) dan mensistematisasi fenomin manajerial. Rumus II: Laksanakan konseptualisasi—Kuantifikasi—Simulasi—Rekonseptualisasi— Terapkan. Bahwa orang memahami keseluruhan bukan dengan jalan mengobservasi bagian- bagiannya. tetapi dengan jalan mengamati proses interaksi antara bagian-bagian dan antara bagian-bagian dan keseluruhan. Beer menyatakan pengaturan-pengaturan model secara hierarki tersebut sebagai “cones of resolution”. dan 3. Dalam hal membicarakan pemikiran secara analitikal dan pemikiran sistem ditekankan bahwa pandangan sistem menyatakan bahwa seorang peneliti yang berorientasi pada sistem harus berupaya untuk mendapatkan pengetahuan cukup tentang seluruh fenomin yang relevan dan bukanlah pengetahuan akurat tentangnya.

Kini. Kerangka dasar yang dicapai dari teori sistem umum kemudian dikonversi ke dalam sebuah jaringan kerja kuantitatif dimana hubungan-hubungan logikal diberi nilai-nilai ekonomik (misalnya: biaya dan atau keuntungan-keuntungan). penerapan cara pendekatan sistem terhadap manajemen merupaakan sebuah proses bertahap yang mencakup tiga macam langkah yang berkaitan satu sama lain. yang dimaksud dengan konseptualisasi adalah: Memahami dan mengorganisasi interaksi-interaksi antara elemen-elemen yang merupakan bagian dari fenomin-fenomin yang sedang dipelajari ke dalam suatu jaringan kerja logis berupa hubungan-hubungan dengan cara demikian rupa hingga mereka mengungkapkan arah struktur yang mendasarinya. ilmuwan sistem siap untuk berkesperimen dengan model-model ekonomi yang sangat dikhususkan. Langkah-langkah Utama: Secara operasional. Biasanya pihak peneliti akan sangat puas apabila ia mencapai sebuah alat pengukur umum dengan apa ia dapat mengukur akibat interaksi elemen tertentu dengan elemen lain. Jadi secara singkat. Dalam dunia “business” kita menggunakan “uang” sebagai alat pengukur umum semua aktivitas perusahaan dan pasarnya. Melakukan eksperimen dengan sebuah model dengan berlangsungnya waktu dinyatakan sebagai: “Simulasi”. Adapun langkah-lankah tersebut sebagai berikut: Langkah I: Konseptualisasi Langkah II: Pengukuran/Kuantifikasi Langkah III: Komputerisasi .

.

serta mengabaikan pengaruh-pengaruh lingkungan. Pendekatan sistem memberi manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. 'sistem' mencakup baik sistem-sistem umum maupun khusus dan analisis tertutup maupun terbuka. Keluaran dari organisasi merupakan masukan bagi lingkungannya. Dalam penelaahan. tetapi secara fungsional tidak menghubungkannya dengan konsep-konsep dan teknik-teknik manajemen yang mengarahkan ke pencapaian tujuan. sistem informasi. Pendekataan sistem tertutup adalah pandangan siklus. pendekatan sistem terbuka memperlakukan organisasi sebagai suatu sistem masukan . menurut difinisi. maka akan membentuk suatu kesatuan yang menyeluruh. dan didasarkan pada data empirik. mereka tidak merancang dan mengimplementasikan pandangan sistem terbuka. ekonomi. serta mekanisme- mekanisme perencanaan dan pengawasan. desain pekerjaan. mempertimbangkan masukan dari lingkungan. Sebagai suatu prinsip fundamental. phisik. filosofis. Sedangkan analisis sistem manajemen spesifik meliputi bidang-bidang seperti struktur organisasi. yaitu sistem tertutup maupun sisten terbuka. dan pengamatan. rentang kendali. hanya memusatkan pada hubungan-hubungan dan konsistensi internal. Dalam analisa manajemen modern menggunakan dua sistem pendekatan.keluaran yang energetik dan secara menyolok terbuka dalam interaksinya dengan lingkungan. dan sosio-psikologis. pendekatan sistem adalah sangat mendasar. Secara sederhana berarti bahwa segala sesuatu adalah saling berhubungan dan saling tergantung. Tidak ada masukan eksternal yang dipertimbangkan. baik pendekatan sistem tertutup maupun terbuka dapat dipakai. Perbedaan prinsip pendekatan sistem tertutup dan sistem terbuka :  Pendekatan sistem tertutup. serta persamaan wewenang dan tanggung jawab. dan sosial budaya adalah beberapa contohnya. akuntansi. Pendekatan sistem umum pada manajemen dapat dikaitkan dengan konsep-konsep organisasi formal dan teknis. dan sebaliknya keluaran dari lingkungan adalah masukan bagi suatu organisasi. KESIMPULAN Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan. dengan analisa konsepsional.  Pendekatan sistem terbuka. Sementara para teoritisi klasik hanya memakai sudut pandang sistem tertutup. yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. . Suatu sistem terdiri dari elemen-elemen yang berhubungan dan bergantung satu dengan yang lain. Teori manajemen modern cenderung memandang organisasi sebagai sistem terbuka. Di lain pihak. tetapi bila berbagai elemen tersebut berinteraksi. hampir setiap fenomena dapat dianalisa dan disajikan dari sudut pandangan sistem. penganalisaan. Transformasi terdiri dari aliran informasi dan sumber-sumber daya pendukung. Jadi. yang dicerminkan oleh prinsip-prinsip seperti kesatuan perintah. serta sifatnya sintesis dan integratif. Sebagai suatu pendekatan manajemen. Sistem terbuka pada hakekatnya merupakan proses transformasi masukan yang menghasilkan keluaran. Sistem-sistem biologis.

K. Management Systems. DAFTAR PUSTAKA Boluding. Ann Arbor. Texas. Chicago. The Myth of the Machine.. Peter P. C. The Pentagon of Power. The Image: Knowledge in Life and Society.) Measurement: Definitions and Theories. Charles G. . 1959. Jovanovich. Kuhn.. Kefalas. Business Publications Incorporation. John Wiley & Sons. 1970. 1969 Churchman. Plano. Schoderbeck. Asterios G.. Harcourt. Schoderbek. Brace. P Ratiosh (eds. University of Chicago Press. Lewis. 1985. Conceptual Considerations. The Structure of Scientific Revolutions. New York. Universitas of Michigan Press. Mumford. 1970. Thomas S. West.