You are on page 1of 15

ESAI DUTA AKUNTANSI

CTC (CENTRAL TOURISM COUNTRY) SEBAGAI LEMBAGA
INDEPENDEN PENGEMBANG PARIWISATA TERPADU
BERBASIS FIESTA (FUTURISTIC, INTERESTING,
ECONOMIC, SOSIALIST, TENDANCE, AGRICULTURIST)

Disusun oleh:

Asmara Tampi

(7211414025)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI

2015
CTC (CENTRAL TOURISM COUNTRY) SEBAGAI LEMBAGA
INDEPENDEN PENGEMBANG PARIWISATA TERPADU
BERBASIS FIESTA (FUTURISTIC, INTERESTING,
ECONOMIC, SOSIALIST, TENDANCE, AGRICULTURIST)

(Asmara Tampi 7211414025/Angkatan 2014)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Letak geografis
ini membuat indonesia memiliki posisi yang stategis. Cakupan wilayah indonesia
yang tergolong luas berada pada kisaran 5.193.250 Km2 terbentang sepanjang
3.977 mil antara Samudera Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia juga termasuk
negara Kepulauan terbesar di dunia yang memiliki sekitar 17.508 pulau dengan
dua pertiga wilayahnya merupakan wilayah perairan. Luas lautan Indonesia
mencapai sekitar 3.273.810 km2. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang
sangat besar terhadap kondisi politik, sosial, budaya, dan kondisi geografis, atau
kondisi alam setiap daerah di Indonesia.

Potensi dari alam Indonesia sangatlah besar dan beragam, mulai dari
potensi dalam sektor pertanian, kehutanan, kelautan, pertambangan, industri
pengolahan, perdagangan maupun pariwisata. Kondisi alam yang terdiri atas
pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan dengan keanekaragaman flora dan
faunanya, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar dalam hal
pariwisata. Selain itu, Indonesia dengan keberagaman suku, agama dan ras
(SARA) yang dan memiliki kebudayaan yang sangat banyak, berupa tari-tarian
dan upacara adat juga merupakan hal yang sangat potensial bagi pengembangan
pariwisata.

Saat ini banyak negara berkembang yang berfokus pada pariwisata.
Karena pariwisata dapat digunakan sebagai penunjang pembangunan yang
berkelanjutan. Pariwisata juga merupakan industri yang menyumbang pendapatan
untuk negara. Merosotnya devisa Negara dari sektor minyak dan gas bumi, serta
merosotnya nilai ekspor di sektor non minyak menjadi alasan kuat bagi
pemerintah untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu potensi
yang strategis dalam rangka pembangunan nasional maupun pembangunan
daerah. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1969, bahwa
pengembangan pariwisata bertujuan untuk:

1. Meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan
masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan serta lapangan kerja
dan mendorong kegiatan-kegiatan industri penunjang dan industri-industri
sampingan lainnya.
2. Memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam kebudayaan
Indonesia.
3. Meningkatkan persaudaraan/persahabatan Nasional dan Internasional
(Oka Yoeti 2008:80).
World Tourism and Trade Center (WTTC) menyatakan bahwa industri
pariwisata merupakan salah satu industri terbesar dan merupakan sektor jasa
dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di dunia saat ini. Bersama dengan
teknologi dan informasi, industri pariwisata diperkirakan menjadi prime mover
perekonomian abad 21. Perkembangan industri pariwisata yang sangat dinamis
dan terus diperkuat oleh kemajuan tingkat kesejahteraan ekonomi bangsa-bangsa
di dunia menimbulkan pariwisata saat ini mengambil peran penting dalam
pembangunan perekonomian bangsa-bangsa di dunia. (WTTC, 2008).

Dalam UU RI No. 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan menyatakan
bahwa kecenderungan perkembangan kepariwisataan dunia dari tahun ke tahun
menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Hal ini disebabkan antara lain
oleh perubahan struktur sosial ekonomi negara di dunia dan semakin banyak
orang yang memiliki pendapatan lebih yang semakin tinggi. Selain itu,
kepariwisataan telah berkembang menjadi suatu fenomena global, menjadi
kebutuhan dasar, serta menjadi bagian dari hak asasi manusia yang harus
dihormati dan dilindungi.

Beikut ini merupakan merupakan tabel yang dapat menggambarkan
pertumbuhan wisatawan global selama tujuh tahun, mulai tahun 1995-2002:
Tabel 1. Pertumbuhan Wisata Global Tahun 1995-2002

Keterangan 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002
1. Jumlah
550,4 599,0 619,7 636,6 656,9 687,3 685,1 702,6
(jutaan)
2. Pertumbuhan - 8,8% 3,5% 2,7% 3,2% 4,6% 0,5% 2,7%
Sumber: World Tourism Organization (WTO),2001

Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa rata-rata pertumbuhan
pariwisata global selama tujuh tahun sebesar 3,57 persen tiap tahunnya. Jika kita
tinjau per tahunnya mengalami pertumbuhan yang fluktuatif. Namun, dari
pertumbuhan yang ditunjukkan, menggambarkan bahwa sektor pariwisata juga
mempunyai peranan yang besar dalam perekonomian.

Indonesia belum termasuk dalam negara destinasi pariwisata yang banyak
dikunjungi. Negara yang menjadi destinasi wisata utama di dunia mnurut data
WTO adalah Perancis. Indonesia saat ini hanya mampu menduduki posisi ke 50
dari negara yang menjadi tujuan wisata di dunia. Masih kalah jauh dari Malaysia.
Padahal wisata dan Panorama Indonesia dipandang lebih banyak daripada negara
tetangga. Seperti yang tergambarkan dalm tabel berikut ini:

Tabel 3. Kunjungan Wisatawan Di Asia Tenggara 2012

International tourist arrivals
Share
(1000) / orang Change %
%
2009 2010* 2011 2012 10/09 11*10 2011*
Malaysia 23.646 24.577 24.714 25.003 3.9 0.6 11.4
Thailand 14.150 15.842 19.098 22.353 12.6 19.8 8.8
Singapore 7.488 9.161 10.390 14.400 22.3 13.4 4.8
Indonesia 6.324 7.003 7.650 8.044 10.7 9.2 3.5
Vietnam 3.747 5.050 6.014 6.847 34.8 19.1 2.8
Philipine 3.017 3,520 3.917 4.272 16.7 11.3 1,8
Sumber: UN-WTO/Agustus/09/2012
Dari data di atas dapat kita ketahui bahwa di Asia Tenggara, Tingkat
pariwisata Indonesia dalam lingkup ASEAN, berada pada posisi ketiga, yaitu
tingkat kontribusinya hanya sebesar 3,5 persen. Hal tersebut tidak sebanding
dengan posisi Indonesia yang wilayahnya merupakan yang terbesar di Asia
Tenggara. Selain itu kekayaan alam, panorama lingkungan, kebudayaan daerah,
kuliner nusantara, Daerah Tujuan Wisata Indonesia juga tergolong banyak.

Periwisata yang dijadikan sebagai sumber pendapatan devisa negara ini
dijadikan pendorong bagi industri lainnya dan diharapkan dapat meningktkan
kesejahteraan masyarakat suatu negara. Tidak terkecuali di Indonesia. Namun,
saat ini di Indonesia, meskipun pariwisatanya mengalami kemajuan tetapi masih
belum optimal. Pengelolaan dan pemeliharaan serta eksplorasi pariwisata
Indonesia juga masih sangat kurang. Pariwisata belum mampu mengentaskan
kemiskinan dan mengurangi jumlah pengangguran seperti yang diharapkan.
Penduduk miskin Indonesia masih sebesar 28,59 juta (BPS, September 2012).
Tingkat pengangguran di indonesia juga masih banyak.

Kurang terpenuhinya fungsi dari pariwisata Indonesia dikarenakan
kurangnya pengelolaan wisata Indonesia. Pengelolaannya masih terpusat pada
daerah tertentu dan kurang mempertimbangkan aspek lingkungan. Seperti yang
kita ketahui bahwa pariwisata yang di kelola secara optimal masih dipusatkan di
daerah Bali, Jakarta, dan Batam. Selain itu hal yang sangat jelas yang sering kita
jumpai adalah banyak lokasi pariwisata Indonesia yang masih kotor dan tidak
terpeihara. Kemudian eksplorasi atau promosi pariwisata Indonesia juga masih
kurang.

Dari berbagai permasalahan di atas maka perlu adanya strategi inovasi
untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut dan mengelola pariwisata agar
lebih optimal. Dalam hal ini penulis memberikan solusi berupa gagasan
pembentukan CTC: Lembaga Independen Pengembang Pariwisata Terpadu
Berbasis FIESTA (Futuristic, Interesting, Economic, Sosialist, Tendance,
Agriculturist). CTC ini dalam aplikasinya diintregasikan pada sektor pariwisata
dalam upaya pengembangan pariwisata yang terpadau dan terencana, serta
berwawasan lingkungan sehingga mampu mengopimalkan sektor pariwisata
dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Potensi Sektor Pariwisata sebagai Pendorong Pembangunan yang
Berkelanjutan

Dalam sektor pariwisata, tidak hanya terfokus pada pariwisata alam saja,
tetapi juga fokus dengan sektor-sektor yang lain. Karena pada dasarnya setiap
sektor mempunyai keterkaitan. Dalam sektor pariwisata sendiri terbagi menjadi
beberapa jenis wisata. Salah satu diantaranya dalah wisata budaya (cultural
tourism). Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat banyak dan beragam.
Karakteristik budaya bangsa timbul akibat dari persebaran penduduk yang
terbentang luas antara Sabang dan Merauke. Hal ini sangat mempengaruhi
kebiasaan dan pola perilaku masyarakat. Secara disadari bahwa tiap-tiap daerah di
Indonesia memiliki adat dan budaya masing-masing. Keadaan ini terbentuk dari
semenjak nenek moyang mereka yang terus diturunkan dari generasi ke generasi.

Dari berbagai data Indonesia sendiri memiliki delapan situs yang masuk ke
dalam daftar world heritage, yaitu warisan budaya yang mendapat pengakuan
UNESCO untuk dilindungi sebagai warisan budaya dunia. Kedelapan situs ini
terdiri dari situs kebudayaan dan situs alam, yang dapat ditunjukkan oleh tabel
berikut:

Tabel 4. Daftar World Heritage di Indonesia

No Nama Jenis Situs Tahun

1 Candi Borobudur Situs Kebudayaan 1991

2 Taman Nasional Komodo Situs Alam 1991

3 Candi Prambanan Situs Kebudayaan 1991

4 Taman Nasional Ujung Kulon Situs Alam 1991

5 Situs Manusia Purba Sangiran Situs Kebudayaan 1996
6 Taman Nasional Lorentz Situs Alam 1999

7 Hutan Hujan Tropis Sumatera Situs Alam 2004

8 Batik Situs Kebudayaan 2009

Sumber : Diolah dari berbagai sumber / Bappenas.

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Indonesia memilki banyak
kebudayaan yang dapat dijadikan daya tarik untuk dipromosikan di kancah global.
Selain situs-situs di atas, Indonesia masih memiliki banyak hal yang dapat
dijadikan tempat wisata atau hal yang dapat menarik wisatawan untuk berwisata
di Indonesia.

Berdasarkan data dari BPS, dari Januari sampai Maret 2015 kunjungan
wisman ke Indonesia menembus 2,3 juta orang atau naik 3,51 persen
dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 2,22 juta. Pada
Maret 2015 lalu saja angkanya sudah mencapai 789,6 ribu atau naik 3,13 persen
dibandingkan pada Maret 2014. (KOMPAS.COM, 15 Mei 2015).

Sedangkan, dari wisatawan nusantara (wisnus) tahun 2013 terjadi
pergerakan 248 juta wisnus dengan uang yang dbelanjakan mencapai 154,7 triliun
rupiah atau dua kali lipat lebih besar dari wisman. Sebagai bukti dampak terbesar
sektor kepariwisataan 2013, terjadi pada penyerapan tenaga kerja mencapai 10,18
juta orang atau 8,89 persen dari total tenaga kerja nasional. Dan pada tahun 2013
kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB sebesar 347,35 triliun rupiah atau
sekitar 3,8 persen dari total PDB Nasional dengan perolehan devisa 10,05
miliar dollar (Koran Jakarta, 25 September 2015). Hal ini menunjukkan potensi
besar industri Pariwisata dalam mendorong pembangunan Indonesia yang
berkelanjutan.

Meskipun demikian, industri pariwisata Indonesia masih dihadapkan pada
hambatan dan tantangan, diantaranya sebagai berikut:
1. Masih kurangnya Anggaran Dana bagi pembangunan tempat-tempat
pariwisata dan dana pengembangan komponen-komponen industri
wisata maupun industri pendukung.
2. Kurangnya promosi maupun eksplorasi wisata di Indonesia.
3. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam upaya pembangunan
pariwisata.
4. Generasi muda yang kurang berminat dalam mengembangkan budaya
daerah dan budaya nasional.
5. Pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).
6. Kurangnya minat wisatawan.
7. Keterbatasan infrastruktur.

Lembaga Independen CTC: Peningkatan Wisman maupun Wisnus, Devisa
Negara dan Pembangunan yang Berkelanjutan.

Lembaga CTC (Central Tourism Country) adalah sebuah lembaga
independen namun berada dibawah naungan pemerintah yaitu Kementrian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dirancang dan ditujukan untuk mengelola
industri pariwisata beserta komponennya secara lebih intensif dengan
memadukan seluruh komponen pariwisata menjadi satu kesatuan kerjasama yang
menguntungkan. Sektor pariwisata digunakan sebagai pendorong bagi sektor-
sektor yang lain dalam pembangunan yang berkelanjutan. CTC ini bertujuan
untuk membantu dalam pengoptimalan fungsi sektor pariwisata, tetapi CTC ini
lebih difokuskan pada pembangunan dan pengembangannya.

Menurut Soekadijo pariwisata adalah segala kegiatan dalam masyarakat
yang berhubungan dengan wisatawan. Semua kegiatan pembangunan hotel,
pemugaran cagar budaya, pembuatan pusat rekreasi, penyelenggaraan pekan
pariwisata, penyediaan angkutan dan sebagainya semua itu dapat disebut kegiatan
pariwisata sepanjang dengan kegiatan-kegiatan itu semua dapat diharapkan para
wisatawan akan datang (Soekadijo, 1997: 2). Sedangkan Menurut Spilane
(1987:21), dalam arti luas pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ke
tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai
usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan
hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Ditambahkan pula bahwa
pariwisata terbagi atas beberapa jenis, yaitu: a) pariwisata untuk menikmati
perjalanan (pleasure tourism), b) pariwisata untuk berekreasi (recreation tourism),
c) pariwisata untuk kebudayaan (culture tourism), d) pariwisata untuk olahraga
(sports tourism), e) pariwisata untuk urusan usaha dagang (business tourism), f)
pariwisata untuk berkonvensi (convention tourism). Sedangkan lembaga sentral
yang dimaksud disini adalah lembaga yang mengelola secara khusus dan terpusat
dalam hal ini indutri pariwisata beserta komponennya.

Aplikasi dan pihak yang diharapkan dapat membantu dari implementasi
CTC ini dapat digambarkan sebagai berikut:

PEMERINTAH MASYARAKAT
MAHASISWA
INDONESISA

CTC

COMMERCIAL SOCIAL
FINANCIAL
1, EKSPLORASI WISATA 1. PENINGKATAN
1. PENINGKATAN
KESEJAHTERAAN
2. EKSPLORASI BUDAYA DEVISA NEGARA
MASYARAKAT
3. EKSPLORASI KULINER 2. PENINGKATAN
2. PENINGKATAN
NUSANTARA RETRIBUSI DAERAH
KERJASAMA

Gambar 1. Operasional CTC

CTC ini dirancang untuk mengoptimalkan pengembangan sektor
Pariwisata yang memenuhi kriteria FIESTA (Futuristic, Interesting, Economic,
Sosialist, Tendance, Agriculturist). Kriteria Futuristic di sini adalah
pengembangan sektor pariwisata mempertimbangkan kondisi dan akibat di masa
mendatang. Dengan kata lain pengembangan yang diterapkan berkelanjutan
(sustainable), mengantisipasi agar tidak terjadi akibat yang buruk dimasa
mendatang.
Interesting adalah menarik. Dalam hal ini, pengembangan sektor
pariwisata dibuat supaya lebih menarik dengan inovasi-inovasi baru dan
kreatifitas yang ditujukan agar wisatawan baik wisatawan domestik maupun
wisatawan asing tertarik dengan pariwisata dan kebudayaan Indonesia yang pada
akhirnya menarik mereka untuk mengunjungi wisata Indonesia.

Ekonomic penerjemahan di sini adalah ekonomis. Jadi dalam konteks
pengembangan sektor pariwisata ini, pengembangan yang dilakukan adalah
upaya-upaya agar pembangunan pariwisata dilakukan secara efisien dan dalam
menentukan tarifnya dibuat sedemikian rupa agar menjadi murah tanpa merugikan
pihak dari sektor pariwisata dan tetap menguntungkan bagi pendapatan devisa
negara.

Sosialist yang dimaksud disini adalah pengembangan sektor Pariwisata
melibatkan masyarakat setempat dan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam
spesifiknya dapat memberi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dan
kesejahteraan masyarakat. Dan tentunya berwawasan lingkungan.

Tendance merupakan kriteria pengembangan wisata yang menekankan
pada perawatan atau pemeliharaan. Perawatan disini disini meliputi perawatan
komponen wisata dan lingkungan di sekitar wisata. Misalnya perawatan
lingkungan dengan penyediaan tempat sampah yang memadai agar sampah tidak
berserakan di sekitar lokasi wisata. Kemudian untuk pemeliharaannya adalah
dengan memelihara segala komponen wisata dan tempat wisata agar tidak terjadi
kerusakan dan menjaga kealamiannya maupun ekosistemnya.

Agriculturist merupakan kriteria dimana pengembangan pariwisata tidak
hanya difokuskan pada wisata bahari, wisata budaya atau wisata yang menjadi
perhatian saat ini. Tetapi juga memasukkan maupun mengembangkan wisata yang
berbasis pertanian. Yang ditujukan untuk pemeliharaan dan pengembangan flora
di indonesia baik yang langka maupun tidak langka dengan didesain menarik.
Misalnya saja pembangunan lokasi wisata Agroforest, pembangunan taman
bunga pinggir jalan menuju lokasi wisata, kebun buah yang dirancang berbasis
agrowisata, dan lain sebagainya.
Sistem kerja dari CTC dapat digambarkan sebagai berikut:

E-TOURISM

AGRICULTUR
planning &
TOURISM
Analysish
BASIC

CTC
PROMOTING FACILITATING

TENDANCING DEVELOPING

Gambar 2. Sistem Kerja CTC

Sistem kerja CTC meliputi planning and analysis, dalam hal ini CTC
membuat analisis kebijakan dan hal-hal yang diperlukan dalam pengembangan
sektor pariwisata yang diikuti dengan membuat rencana yang terstruktur.
selanjutnya dalam hal facilitating, CTC bersama pemerintah dan pihak lain
berupaya dalam pengadaan dana dan fasilitas dalam pembangunan industri
pariwisata. developing merupakan langkah-langkah nyata pembangunan dana
pengembangan pada industri wisata. kemudian tendancing dengan pengelolaan
sampah dan tata kelola pro lingkungan. hingga langkah yang paling penting
dilakukan adalah promoting yaitu mempromosikan secara gencar-gencaran
pariwisata indonesia baik di dalam maupun luar negeri, seperti yang sudah
dilkukan, yaitu dengan kampanye budaya ke luar negeri dan mengadakan
pameran. Bersamaan langkah tersebut dilakukan pula optimalisasi website
pariwisata indonesia sebagai langkah promosi secara online dalam bentuk e-
tourism. E-tourism yang sudah pernah diterapkan di Indonesia dimodifikasi agar
lebih mwnraik minat wisatawan. Dalam realisasinya perlu peningkatan kualitas IT
yang mendukung dalam menarik wisatawan. Dengan langkah-langkah ini
diharapakan dapat mengoptimalkan sektor pariwisata.

CTC: Pengembang Pariwisata Terpadu Berbasis FIESTA (Futuristic,
Interesting, Economic, Sosialist, Tendance, Agriculturist)

CTC ini ditujukan untuk pengembangan pariwisata indonesia secara
terpadu. Dimana rencana pengelolaan dilakukan secara terencana dan terstruktur.
Pariwisata dikembangkan supaya lebih menarik wisatawan. Selain itu inovasi
pada industri pendukung dan komponen wisata lainnya serta fasilitasi penginapan
yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.

Selain pelayanan pada komponen-komponen tersebut, pengembangan juga
dikembangkan dalam hal kuliner nusantara yang dipromosikan untuk menarik
minat wisatawan pada makanan asli Indonesia maupun yang dari luar. Inovasi
tidak hanya dilakukan pada makanan tradisional, tetapi juga makanan modern
yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Hal tersebut bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan wisatawan. Disini juga diterapkan explorasi budaya, dalam
rangka memperkenalkan budaya indonesia agar lebih banyak yang go
international.

Setelah diterapkannya CTC ini diharapkan dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan daerah dan peningkatan lapangan
kerja, yang ditimbulkan oleh adanya kemajuan sektor pariwisata yang
menyediakan peluang bisnis baru serta meningkatkan pendapatan devisa negara
maupun retribusi bagi pendapatan pemerintah daerah. Kemajuan yang dicapai
dalam sektor pariwisata diharapkan dapat mendorong kemajuan di sektor lain.
Misalnya, promosi bisnis diluar industri pariwisata di lokasi wisata untuk menarik
investor-investor asing maupun domestik.

Pihak-pihak yang dapat membantu implementasi gagasan ini yang pertama
adalah pemerintah, yaitu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pemerintah
disini sebagai lembaga resmi yang menaungi dan mendukung CTC dalam hal
perijinan, pengadaaan dana dan kepentingan lain yang menjadi tanggung jawab
pemerintah. Kemudian masyarakat di sini berperan sebagai pelaku sekaligus
pendukung program ini. Dimana masyarakat mendukung pemerintah dalam
pembangunan lokasi wisata berwawasan lingkungan dan membantu pembangunan
pariwisata daerah maupun lokal misalnya dengan turut berpartisipasi sebagai
pelaku usaha di sekitar tempat pariwisata. Dengan peran tersebut, masyarakat
tidak hanya mendukung program CTC tetapi juga berperan mengurangi
pengangguran dan memenuhi kebutuhan wisatawan.

Dengan potensi kemajuan pariwisata yang terus mengalami kenaikan
signifikan, kontribusi yang besar terhadap pendapatan devisa negara serta peran
dalam menciptakan lapangan kerja, didukung dengan kekayaan sumber daya
alam, kebudayaan dan kuliner yang beragam maka sektor pariwisata ini perlu
mendapat perhatian khusus dalam pengembangannya. Selama ini solusi dan
program yang ada belum memadukan seluruh komponen pariwisata dan industri
pendukung, oleh karena itu perlu penerapan CTC di negara Indonesia ini.
diharapakan semua pihak dari seluruh sektor juga turut berpatisipasi, sehingga
pariwisata indonesia yang pro lingkungan dapat tercapai dan sektor pariwisata
beserta komponen-komponennya mengalami peningkatan dan perkembangan
yang optimal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Yoeti, Oka A. 2008. Ekonomi Pariwisata, Jakarta: Kompas

Is Prayini, 2013. Pengaruh Destination Branding Terhadap Tourist Retention Pada
Wisatawan Indonesia yang Berkunjung ke Thailand Repository.
Upi.Edu/2380/4/S_Mpp_0905692_Chapter1. (diakses Pada 28/09/2015
pukul 21:20 WIB)

Gunawan, Jajat Eka Octavia. Pengaruh Pengembangan Produk Theme Park
terhadap Kepuasan Berkunjung Wisatawan di Dunia Fantasi, Skripsi,
Jakarta Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Universitas
Pendidikan Indonesia. http://Repository.Upi.Edu. (diakses pada
28/09/2015 pukul 20:49 WIB).

Cetinkaya, Ali S., Ergul, M.,dan Uysal, Muzaffer. 2014. Quality Of Relationship
On Information Technology Outsourcing For Organizational Success In
Hospitality Industry. Www.Emeraldinsight.Com/.../Jhtt-07-2014-0027.
(diakses pada 28/09/2015 pukul 02:23 WIB).

Biduan, Patris Gisau. Strategi Pengelolaan Pariwisata dalam Rangka Peningkatan
Pendapatan Asli Daerah di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten
Kepulauan Sangihe.
Http://Ejournal.Unsrat.Ac.Id/Index.Php/Jurnaleksekutif/Article/Viewfile/
7720/7285 (diakses Pada 25/09/2015 Pukul 20:01 WIB).
Syahrul Efendi D. 2014. Ekonomi Kreatif: Permasalahan, Tantangan dan
Prospeknya Http://Www.Umm.Ac.Id/Id/Detail-425-Ekonomi-Kreatif-
Permasalahan-Tantangan-Dan-Prospeknya-Opini-Umm.Html. (diakses
Pada Tanggal 25/09/ 2015 Pukul 19:57 WIB).

Fatimah Bilqis. 2015. Memperbaiki Kelemahan Pariwisata Indonesia
Http://Www.Kompasiana.Com/Fatimahbilqis/Memperbaiki-Kelemahan-
Pariwisata-Indonesia_54f91910a3331176038b4685. (diakses pada
28/09/2015 pukul 19:57 WIB).
Subanti, Sri. 2013. Analisis Permintaan Pariwisata Di Kabupaten Semarang
Core.Ac.Uk/Download/Pdf/18605752.Pdf. (diunduh pada 25/09/2015
Pukul 21:20 WIB).

2014. Menyibak Potensi dan Kendala Pariwisata Indonesia
Http://M.KoranJakarta.Com/?12999Menyibak%20potensi%20dan%20ke
ndala%20pariwisata%20indonesia. (diakses pada 25/09/2015 Pukul
20:00 WIB).

2011 . Analisis Pengembangan Pariwisata Serta Peluang-Peluang yang
Dimiliki Oleh Infocittl.Org
Http://Analisispengembanganpariwisata.Blogspot.Co.Id/. (diakses pada
25/09/2015 Pukul 19:00 WIB).
2013. Luas Wilayah Negara Indonesia.
Http://Www.Invonesia.Com/Letak-Geografis-Indonesia.Html. (diakses
pada 25/09/2015 Pukul 21:52 WIB).
2013. Letak Astronomis Indonesia Serta Pengaruhnya.
Http://Www.Invonesia.Com/Letak-Astronomis-Indonesia.Html. (diakses
pada 25/09/2015 Pukul 21:52 WIB).
Pengembangan Kawasan Wisata Berbasiskan E-Tourism.
Repository.Upi.Edu (diakses pada 25/09/2015 pukul 20:49 WIB).
http://www.bps.go.id