You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sediaan farmasi pada saat ini banyak dikembangkan, dirancang untuk
dapat mencapai konsentrasi sistemik secara cepat. Beberapa faktor fisika
dan kimia akan berpengaruh terhadap absorpsi yang akan mempengaruhi
efek terapeutik, salah satunya adalah kelarutan (baik dalam air atau lipid),
kelarutan zat / obat dalam air sangat penting dalam studi preformulasi,
salah satunya adalah untuk meningkatkan penetrasi obat ke dalam tubuh
karena kelarutan yang rendah dapat mengakibatkan kecilnya penetrasi obat
ke dalam tubuh.(1)

Banyak obat-obatan yang memiliki kelarutan rendah, salah satunya adalah
tenoksikam. Tenoksikam merupakan antiradang non steroid (NSAID)
mirip piroksikam memiliki mekanisme kerja yang sama dalam hal
hambatan cyclooxigenase (COX) nonselektif. Tenoksikam berdaya
analgetis dan anti radang yang baik maka sering digunakan untuk
pengobatan osteoartriris dan kontrol nyeri akut. Tenoksikam memiliki
permeabilitas yang baik akan tetapi kelarutannya dalam air sangat buruk
sehingga kemampuan penetrasi obat ke dalam tubuh akan berjalan lambat.
Tenoksikam memiliki efek samping pada saluran pencernaan seperti iritasi
lambung dan pendarahan pada lambung sehingga perlu pencarian rute lain
dalam pemberian tenoksikam. (2) (3)

Bioavaibilitas obat-obat hidrofobik dalam hal cara peningkatannya telah
banyak dikembangkan, terutama untuk obat-obat yang memiliki kelarutan
yang buruk dan memiliki efek samping pada saluran cerna, sehingga
diperlukan pencarian rute lain yang tidak mengurangi efek farmakologi
dari obat tersebut. Sediaan transdermal merupakan salah satu cara

1

minyak dan air. transparan (translucent) yang distabilkan oleh adanya interfasial film atau molekul surfaktan. Selain itu. stabil secara fisika maupun kimia. Mikroemulsi adalah sistem dispersi dari minyak dan air yang stabil secara termodinamika. Stabilitas termodinamika mikroemulsi lebih stabil bila dibandingkan dengan emulsi dan suspensi karena mikroemulsi dapat dibuat dengan menggunakan input energi yang lebih kecil (seperti pemanasan atau pengadukan) namun memiliki usia simpan (shelf life) yang panjang. Sistem yang homogen ini menghasilkan larutan dengan viskositas yang rendah. Mikroemulsi memiliki kemampuan untuk melarutkan lebih tinggi dibandingkan dengan solubilisasi miselar. (4) Mikroemulsi dibuat menggunakan zat tambahan yang sesuai untuk formulasi obat yang kelarutannya sangat kecil atau tidak larut di dalam air. 2 penghantaran obat selain oral. propilenglikol sebagai kosurfaktan dan asam oleat sebagai fase minyak dalam berbagai konsentrasi. sediaan dalam bentuk mikroemulsi umumnya lebih disukai karena sifatnya yang transparan sehingga lebih menarik. hal ini bertujuan untuk mencari formulasi yang baik. Oleh sebab itu dibuat sediaan dalam bentuk mikroemulsi yang digunakan secara topikal untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan. (4) Pada penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan mikroemulsi minyak dalam air (M/A) sediaan tenoksikam menggunakan campuran tween 80 dan span 80 sebagai surfaktan. Dapat dibuat dengan mencampur perbandingan tertentu antara komposisi surfaktan. . yaitu penghantaran obat yang memanfaatkan kulit sebagai tempat masuknya obat.

1. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan bentuk sediaan farmasi dalam bentuk mikroemulsi yang digunakan secara topikal. yang stabil secara fisik dan kimia.3 Maksud dan Tujuan Maksud penelitian ini adalah untuk meneliti kelarutan tenoksikam dengan sistem mikroemulsi.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bahwa dengan pengaruh sistem mikroemulsi dapat meningkatkan kelarutan dari tenoksikam serta dapat diketahui perbandingan formulasi minyak yang digunakan untuk mendapatkan suatu formulasi mikroemulsi tenoksikam yang baik dan stabil. Bagaimana pengaruh sistem mikroemulsi terhadap kelarutan tenoksikam sehingga dapat meningkatkan bioavaibilitas? 2. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan mulai dari telaah pustaka hingga praktik di Laboratorium Farmasetika Jurusan Farmasi. membuat dan meneliti karakteristik sediaan mikroemulsi tenoksikam menggunakan beberapa konsentrasi minyak. . 1. 3 1.5. Berapakah asam oleat yang digunakan untuk mendapatkan suatu formulasi mikroemulsi tenoksikam yang baik dan stabil? 1.2 Identifikasi Masalah 1. Fakultas Farmasi UNJANI sejak bulan November 2013 sampai bulan Mei 2014.