You are on page 1of 43

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu penentu dalam keberhasilan perkembangan adalah konsep diri. Konsep
diri (Self conept) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang
kepribadian manusia. Konsep diri merupakan hal yang utama yang perlu dipahami karena
menyangkut pemahaman, keyakinan serta kepercayaan seseorang tentang dirinya akan
mempengaruhi hubungan dengan orang lain. ‘Konsep diri” semua ide, pikiran,
kepercayaan dan pendirian yang diketahui dalam orang lain, termasuk persepsi individu
akan sifat dan kemampuan, interaksi dengan pengalaman dan objek serta keinginannya.
Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan
aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk
berkembang yang pada akhirnya memnyebabkan iya sadar akan keberadaan dirinya.
Perkembangan yang langsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri
individu yang bersangkutan. Perasaan induvidu bahwa ia tidak mempunyai kemampuan
yang iya miliki. Padahal segala keberhasilan banyak bergantung pada cara individu
memandang kualitas kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap
kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas
sebagai suatu hal yang sulit untuk dilakukan, maka dari itu sengatlah penting untuk
seseorang perawat memahami konsep diri. Memahami diri sendiri terlebih dahulu baru
bisa memahami klien.

B. Tujuan Pembelajaran.
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah memahami defenisi konsep diri,
mamahami faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri, memahami komponen konsep
diri, memahami perkembangan konsep diri dan makna konsep diri secara utuh dan
kepentingannya bagi anak-anak,remaja,dewasa.

C. Manfaat.
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Mengetahui pengetian konsep diri dan praktis dalam menumbuhkan konsep diri positif
bagi anak-anak.

1

2. Konsep Diri merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan dalam
komunikasi antar pribadi.
3. Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu

2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Konsep Diri
Konsep diri merupakan konsep dasar yang perlu diketahui perawat untuk
mengerti perilaku dan pandangan klien terhadap dirinya, masalahnya serta
lingkungannya. Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus dapat meyakini
bahwa klien adalah mahluk bio-psiko-sosio-spiritual yang uth dan unik sebagai satu
kesatuan dalam berinteraksi terhadap lingkungannya yang diperoleh melalui pengalaman
yang unik dengan dirinya sendiri dan orang lain.
Konsep diri juga merupakan ide,pikiran,perasaan, kepercayaan dan pendirian
yang diketahui oleh individu dalam berhubungan dengan orang lain. Konsep diri
berkembang secara bertahap dimulai dari bayi dapat mengenali dan membedakan orang
lain. Proses yang berkesinambungan dari perkembangan konsep diri diluspengaruhi oleh
pengalaman interpersonal dal kultural yang memberikan perasaan positif, memahami
kompetensi pada area yang bernilai bagi individu dan dipelajari melalui akumulasi
kontak-kontak sosial dan pengalaman dengan orang lain.Dalam merencanakan asuhan
keperawatan yang berkualitas perawat dapat menganalisis respon individu terhadap
stimulus atau stesor dari berbagai komponen konsep diri yaitu citra tubuh, idea diri, harga
diri, identitas dan peran. Dalam memberikan asuhan keperawatan ada lima prinsip yang
harus diperhatikan yaitu memperluas kesadaran diri, mengagali sumber-sumber diri,
menetapkan tujuan yang realistik serta bertanggung jawab terhadap
tindakan.(Suliswati,dkk,2005)
Menurut para ahli :
1. Stuart & Sundeen,1998 Konsep diri merupakan suatu pikiran, keyakinan, dan
kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui siapa dirinya dan memengaruhi
hubungannya dengan orang lain.
2. Sunaryo, 2004 Konsep diri merupakan Cara individu melihat pribadinya secara
utuh,menyangkut aspek fisik,emosi, intelektual,sosial dan spritual, termasuk
didalamnya persepsi individu tentang sifat dan potensi yang dimilikinya, interaksinya
dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan
objek tertentu, serta tujuan, harapan, dan keinginan individu itu sendiri.(Wahit Iqbal
Mubarak dan Nurul Chayatin,2008)

3

Perkembangan Konsep Diri
Konsep diri belum ada sejak bayi dilahirkan, tetapi berkembang secara bertahap,
saat bayi dapat membedakan dirinya dengan orang lain, mempunyai nama sendiri,
pakaian sendiri. Anak mulai dapat mempelajari dirinya, yang mana kaki, tangan, mata
dan sebagainya serta kemampuan berbahasa akan memperlancar proses tumbuh-kembang
anak. Pengalaman dalam keluarga merupakan dasar pembentukan konsep diri karena
keluarga dapat memberikan perasaan maupun tidak mampu, perasaan di terimah atau
ditolak dan dalam keluarga individu mempunyai kesempatan untuk mengidentifikasikan
dan meniru perilaku orang lain yang diinginkan serta merupakan pendorong yang kuat
agar individu mencapai tujuan yang sesuai atau penghargaan yang pantas. Dengan
demikian jelas bahwa kebudayaan dan sosialisasi mempengaruhi konsep diri dan
perkembangan kepribadiaan seseorang. Seseorang dengan konsep diri yang positif dapat
mengeksplorasi dunianya secara terbuka dan jujur karena latar bekalang penerimaannya
sukses, konsep diri yang positif bersal dari pengalaman yang positif yang mengarah
pada kemampuan pemahaman.
 Karakter individu dengan konsep diri yang positif
1. Mampu membina hubungan pribadi, mempunyai teman yang gampang besahabat
2. Mampu berfikir dan membuat keputusan
3. Dapat beradaptasi dan menguasai lingkungan
Konsep diri yang negatif dapat dilihat dari hubungan individu dan sosial yang meladaptif.
Setiap individu dalam kehidupannya tidak terlepas dari berbagai stresor, dengan adanya
stresor akan menyebabkan ketidakkeseimbangan dalam diri sendiri. Dalam menguasai
ketidakseimbangan tersebut individu menggunakan koping yang bersifat mambangun
ataupun kopik yang bersifat merusak. (Suliswati,dkk,2005)

Respon Rentang Kinsep Diri

Adaptatif Maldaptif

Aktualisasi Konsep diri Harga diri Kekacauan Deperso-
Diri posotif rendah identitas nalisasi

GAMBAR . Rentang respon Konsep diri. ( Sumber: Townsend, 1996 ).

4

Konsep diri dipelajari dari pengalaman yang unik melalui proses eksplorasi diri sendiri. konsep diri terutama adalah kesadaran tentang eksistensi mandiri seseorang yang dipelajari dimasa lalu sebagai hasil dari kontak sosial dan pengalaman dengan orang lain. penghargaan dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendirinya terbentuk berdasarkan proses belajar tentang nilai. Konsep diri mencangkup konsep. dan pendirian yang ada dalam pengetahuan seseorang tentangdirinya sendiri dan yang memengaruhi hubungan individu tersebut dengan orang lain. lebih sensitif dengan tekanan sosial. dengan orang yang berarti dan dengan sesuatu yang nyata dilingkungan. Pengalaman awal dalam kehidupan keluarga merupakan dasar pembentukan konsep diri kerenakeluarga dapat kesempatan untuk identifikasi serta penggargaan tentang tujuan. peran. dan identitas yang berlangsung seiring tugas perkembangan yang diemban. Konsep diri berkembang dengan baik apabila budaya dan pengalaman dalam keluarga memberikan pengalaman yang positif. Konsep diri tidak ada sejak lahir tapi berkembang perlahan- lahan sebagai hasil pengalaman unik dengan diri sendiri. Bagaimanapun konsep diri bisa atau tidak bisa merefleksikan realita. Selama masalah remaja awal. perilaku dan nilai. Konsep diri diperjalas selama masa remaja akhir ketika anak muda mengatur konsep diri mereka disekitar nilai. Wong. Konsep diri yang berupa totalitas persepsi. sikap. dan menjadi lebih sibuk memikirkan masalah kritikan-diri dan evaluasi- diri. dan kompetensi yang didapat selama anak kanak-kanak. Proses ini menjadi lebih aktif selama masa toldler ketika anak telah menggali batasan kemampuan mereka dan dampaknya kepada orang lain. Anak usia sekolah lebih menyadari perbedaan diantara orang. hubungan dengan orang dekat dan berarti bagi dirinya. individu memeperoleh kemampuan yang berarti serta dapat menemukan aktualisasi diri sehingga individu menyadari potensi yang ada pada dirinya. anak lebih berfokus pada perubah fisik dan emosi yang terjadi dan pada penerimaan teman sebaya.(Andan. dkk 2009) Adapun teori perkembangan Konsep Diri yaitu secara umum disepakati bahwa konsep diri belum ada sejak lahir tapi berkembang secara bertahap dan juga dipelajari melalui kontak sosial dan pengalaman berhubungan dengan orang lain dan objek disekitarnya. Pada masa bayi. tujuan. keyakinan.2009) 5 .(Donna L.

 Sensitif terhadap umpan balik dari keluarga 12-20 tahun  Menggabungkan umpan balik dari teman sebaya dan guru.  Membedakan dirinya dari lingkungan 3-3 tahun  Mulai mengatakan apa yang dia sukai dan yang tidak disukai  Meningkatkan kemandirian dalam berfikir dan bertindak  Menghargai penampilan dan fungsi tubuh  Mengembangkan diri dengan mencontoh orang yang dikagumi. keluarga tidak lagi dominan  Meningkatnya harga diri dengan penguasaan keterampilan baru  Menguatnya identitas nasional  Menyadari kekuatan dan kelemahan 6 . meniru. 3-6 tahun  Memiliki inisiatif  Mngenali jenis kelamin  Meningkatkan kesadaran diri  Meningkatkatnya keterampilan berbahasa. dan bersosialisasi. Adapun Tahap Perkembangan Konsep Diri: Menurut teori psikososial. yaitu : 1-1 tahun  Menumbuhkan rasa percaya dari konsistensi dalam interaksi pengasuhan dan pemeliharaan yang dilakukan oleh orang tua atau orang lain. perkembangan konsep diri dapat dibagi kedalam beberapa tahap. kecewa dan sebagainya. termasuk pengenalan akan perasaan seperti senang.

tak yakin. takut ditolok dan dada berdebar-debar yang diiringi oleh perasaan tak tenang atau resah sebelum melakukan suatu tindakan. (Drs Hendra Surya.Aziz Alimul. Gajala-gejala seperti ini tidak hanya sering menghinggapi diri anak.(A.20-40 tahun  Memiliki hubungan yang intim dengan keluarga dan orang-orang lain  Memiliki perasaan yang stabil positif mengenai diri  Mengalami keberhasilan transisi peran dan meningkatnya tanggung jawab. Takut salah. Padahal. ketika anak hendak memulai melakukan sesuatu. 2009)  Cara Mengembangkan Konsep Diri Positif Anak. taku mengalami kegagalan. tubuh gemetar acpkali menjakiti dan menjadi penghambat. dia belum melakukan apa-apa.2007) 7 . Rasa percaya diri ternyata sikap yang paling merugikan dan menunjukkan ketidakcakapan seseorang. Wajah anak pun menunjukan roman tak berdaya dan ketakukan. Jika kita memperhatikan rasa cemas. 40-60 tahun  Dapat menerima perubahan penampilan dan kesehatan fisik  Mengevaluasi ulang tujuan hidup  Merasa nyaman dengan proses penuaan Di atas 60 tahun  Merasa positif mengenai hidup dan makna kehidupan  Berkeinginan untuk meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya. atau kegiatan ternyata telah menyita dan menghabiskan banyak energi sehingga menyebabkan seseorang sering menjadi tidak berhasil. tetapi hampir semua orang yang tidak memiliki percaya diri mengalaminya. perbuatan. menggurungkan niat melakukan kegiatan atau tidak dapat mengambil suatu keputusann kerena ragu- ragu. was-was (kwahatir). Jika anak melakukan sesuatu. suka berhenti ditengah jalan karena rasa tak berdaya anak sedemikian besar sehingga anak mengurungkan niatnya melakukan sesuatu.

Anak malah berusaha keras menghindari atau membangkang melakukan apa yang kita perintahkan tersebut. perlu campur tangan kita untuk mengatasi munculnya gejala tidak percaya diri pada anak. semua dalih tersebut untuk menutupi ketakberdayaan dan ketakutan anak untuk melakukan perbuatan yang dibebankan padanya. Padahal. Bagaimana anak mengukur kemungkinan atau kesanggupan anak terhadap kemampuan dirinya dalam menyelesaikan segala sesuatu. Untuk itulah. Perlu kita ketahui. Jadi. Aktifnya gejala rasa tidak percaya diri anak dapat menekan atau menghambat bekerja/berfungsinya daya nalar anak sehingga anak mengalami kesulitan untuk memusatkan konsentarasi fikiran. rasa tak yakin yang diiringi dengandada berdebar-debar kencang dan tubuh gemetar ini bersifat psikis atau lebih mendorong oleh masalah kewiwaan anak dalam merespon ransangan dari luar dirinya. Kemampuan percaya diri bukan merupakan bawaan lahir atau turunak anak. Terbentuknya kemampuan percaya diri adalah suatu proses belajar bagaimana merespon berbagai ransangan diri luar dirinya melalui interaksi dengan lingkungannya. melemahkan motivasi dan daya juang anak. percaya diri tidak begitu saja melekat pada anak. TIdak percaya din berarti ungkapan atau pengejawantahan pernyataan ketidakmarnpuan anak untuk melaksanakan atau mengerjakan sesuatu. Anak menghindari melakukan perbuatan yang kita hendaki tersebut dengan berbagai dalih atau kambing hitam. Bagaimana anak berpikir dan rneniiai dirinya jika dihubungkan dengan apa yang hendak dilakukannya kita. keyakinan. cara pandang. apa yang salah pada anak? Sebenarnya. khawatir. 8 . gejala tidak percaya diri seperti munculnya ketakutan. keresahan. Kitapun menjadi tertanya-tanya. Pada akhirnya anak tidak mampu mengaktualisasikan kemampuannya. adakalahnya kita dibuat kesal. ketika dia disuruh melakukan sesuatu. Anak berpikir dan menilal negatif dininya sendini sehingga timbul perasaan udak menyenangkan dan dorongan/kecenderungan untuk segera menghindari atas apa yang hendak dilakukannya itu.Bahkan.  Mengapa timbul gejala tidak percaya diri pada anak? Munculnya gejala tidak percaya diri pada anak ketika hendak melakukan sesuatu terkait erat dengan persepsi din anak terhadap konsep dirinya sendiri. kita harus memahami masalah kejiwaan yang menjadi penghambat terbentuknya percaya diri pada anak sehingga kita dapat menentukan tindakan yang tepat untuk membantu menumbuhkan percaya diri pada anak. Konsep diri adalah garnbaran.

mengukur atau menakar atas apa yangdimilikinya. kondisi fisik maupun suasana had sangat mempengaruhi 9 . Sebaliknya. and midas belajar karena meraca pelajaran terlalu sulk dan tak mampu mempelajarinya sehinga menganggap belajar sepeni kegiasan yang sia-sia saja dan cenderung dihindarinya Sebaliknya flka and merasa yakin mampu belajar dengan baik tentunya di dengan antusias dan glut belajar. jika persepsi did anak memandang dirinya tidak mampu. meliputi kemampuan. (Drs Hendra Surya. sikap anak pun posko dan secara emosional dibebani emosi yang menyenangkan. sebagai penentu bagaimana seseorang bersikap dan bertingkah laku. dan mendorong respon negatifdalam bentuk antagonisme atau pengliindaran. Perkembangan konsep din anak mi sangat tergantung dad pematangan pengalaman dan pengetahuan anak Semakinbanyak pengalaman dan pengetahuan anak. konsep diri anak mengatakan tugas ini dilakukan maka beban emosi yang tidak menyenangkan muncul (seperti nsa takut. aspirasi. Anak akan mendapat upaya jika masih disuruh membeli beras ke warung. tujuan hidup dan penampilan diri. perasaan. Dengan kata lain.pemikiran. perasaan terhadap apa yang dimiliki orang tentang dininya sendini. psikologis.2007) Konsep diri inilah yang menentukan perasaan anak dalarn merespon segala rangsangan dari luar. persepsi din anak terhadap konsep dininya akan berkembang ke arah yang posko dan produktIf. bent dan sebagainya). Konsep din mi menjadi bahagian penting dad perkembangan kepnibadian anak. Ketika pikirannya mengatakan tugas itu mudah respon positif and pun langsisng muncut dun merasa senang akan mendapat upab sehingga and pun set’dorong dengan ant usias segera membeli dan mendapaskan hems tenebut walau dengan susabpayah. talc mampu. sikap. sosial. Ia akan memberi dorongan untuk benindak poskif dalam bentuk penerimaan dan pencarian akan tugasnya atau melakukan sesuatu. Melalui konsep diri ini orang bercermin untuk melakukan proses menilai. Contohnya. talc yakin. Jika konsep did menilai positif dalam menanggapi rangsangan. Begitu juga. kebutuhan. (Anak Iangsung melakuhan persepsi untuk merespon rangsangan dun melihat konsep dirinnya akan kesangupannya melakukan tugas tersebut). akan mempengaruhi anak dalam melalwkan sesuatu atau berusaha. Misalnya. tidak berdaya dan hal-hal negatif lain nya. prestasi dan bobot emosional yang menyertainya. Konsep drii ini sangat dipengaruhi oleh gabungan keyakinan karakeristik fisik. karakter diri.

arnara lain 1. dalam perkembangannya konsep diri terbagi dua. cemas atau sedih. Penilaian diri ini merupakan cara pandang dan keyakinan unuk menakar atau mengukur terhadap o Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri. Individu yang memiliki konsep diri positif yang dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri sehingga evaluasi terhadap dirinya sendiri menjadi positif dan dapat menerima dirinya apa adanya.(Drs Hendra Surya. citra psikologis. (Drs Hendra Surya.2007) Untuk mengarahkan pernatangan konsep diri anak.perkembangan konsep diri. citra sosiaL. Individu yang memiliki konsep diri positif 10 . o Suasana hati yang sedang dihayati. jika kita memihki anak yang bermasalah dengan percaya dirmya. Konsep diri yang positif bersifat stabil dan bervarisi. Jika penerimaan terhadap kondisi fisik cukup memuaskan. Konsep Diri Positif Konsep diri positif menunjukkan bahwa adanya penerimaaan diri dimana individu dengan konsep diri positif mengenal dirinya dengan baik sekali.2007)  Jenis-jenis Konsep Diri Menurut Calhoum dan Acocella (1990). kebutuhan dan perasaan dalam diri. konsep diri dan terbentuk pun positif. aspirasi.. ml tergantung sejauh mana kita mau membantu membangun percaya diii anak dan kernauan anak sendini untuk berubah. bahagia. Di sinilah peranan orang tua untuk mengarahkan pematangan konsep din anak secara terencana dan terarah agar dapat membangun percaya diii anak. keberanian. bukan berarti tidak dapat diatasi. kita harus mengenal unsur- unsur gabungan dan karakteristik citra fisik. Percaya din iw dapat diarahkan secara positif. yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Penilaian diri. o Penilaian citra fisik. prestasi dan emosional yang membentuk konsep diii. Kareaa itu. seperti senang. Pengendalian dan dorongan dalam diri ini yang memberi pengaruh gambaran konsep diri positif atau negatif. Pengendalian keinginan atau dorongan dari dalam diri ini yang menjadi ukuran yang bersanggupan. 1.

kestabilan dan keutuhan diri. belajar. Hal ini bisaterjadi karena individu dididik dengan cara yang sangat keras. “Ada. berjihad dan sebagainya. Dalam suatu dialaog antara Abu Bakar dan Rasulullah. Sifat parsial (artinya kita tidak bisa memiliki/menguasai segala bidang 11 . sehingga menciptakan citra diri yang tidak mengizinkan adanya penyimpangan dari seperangkat hukum yang dalam pikirannya merupakan cara hidup yang tepat. puasa dan sebagainya. Dengan mengetahui kadar kemampuan diri sendiri. yaitu dengan yang memiliki kemungkinan besar untuk dapat dicapai. At-Taghabun: 16). Pandangan individu tentang dirinya sendiri benar-benar tidak teratur. Individu tersebut benar- benar tidak tahu siapa dirinya. 2. seperti menurut ilmu. “allah merahmati seseorang yang mengetahui kadar kemampuan dirinya”. akan merancang tujuan-tujuan yanbg sesuai dengan relatif. Dan karena batas kemampuan itulah mengharuskan kita untuk mimilih fokus tertentu dalam kehidupan kita. beribadah. Ini berarti bahwa allah mengetahui keterbatasan kita sebagai manusia dan dalam keterbatasan itulah kita sebagai manusia dan dalam keterbatasan itulah ia ingin kita berislam. tidak perasaan. Pandangan tentang dirinya sendiri terlalu stabil dan teratur. Kemudian Abu Bakar bertanya. Nabi muhammad SAW bersabda. kita bisa memposisikan diri secara tepat dalam berbagai situasi kehidupan. ibadah mahdhah. 2010) Konsep Diri Dalam Islam Allah swt berfirman: “Bertaqwalah kepada allah menurut ukuran kemampuan” (Qs.yaitu: a.(Akhanggit’s. “Adakah orang yng masuk melalui semua pintu itu?” Rasululah menjawab. beliau mengatakan bahwa sesunggunya di surga itu banyak pintu dan tiap orang nanti yang masuk melalui pintu holat. b. Perintah-perintah dalam islam begitu banyak. Tidak semua perintah dapat kita lakukan dengan cara yang expert (sempurna). mampu menghadapi kehidupan didepannya serta menganggap bahwa hidup adalah suatu proses penemuan. dan aku berharap kamu adalah salah satu orang diantaranya. kekuatan dan kelemahannya atau yang dihargai dalam kehidupannya. Konsep Diri Negatif Calhoun dan Acocella (1990) membagi konsep diri negatif menjadi dua tipe. ^ Jadi setiap manusia memiliki 2 ciri keterbatasan : 1.

yaitu: a. Sebab semuah perintah yang sifatnya wajib khususnya fardu ‘ain dan waktunya sudah ditentukan. Karena itu ada yang menarik pada sejarah islam. Jiwa dalam bahas arab adalah Nafs.2. Dalam lingkar yang sangat persial itu kemampuan kita juga terbatas.Menentukan fokus-fokus nilai islam yang akan diperkuat 2. Jadi dengan demikian memahamu keterbatasan diri adalah bagian dari perintah islam. Umar memiliki fisik yang sangat besar. Misalnya dalambidang kedokteran. seperti antara lain maksud surat Al-Maidah ayat 32. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesenggupannya. 2006) Gangguan jiwa dengan gangguan konsep diri (harga diri rendah) dalam perspektif Al- Qur’an. Mengapa? Kerena umar tidak hanya bisa memimpin pasukan perang tapi juga negara. dilain sisi ia menunjuk 12 .” hanya saja ibadah-ibadah yang sudah tepat waktu dan kepastiannya seperti sholat lima waktu. Memahami diri kita dan membantu dalam menentukan posisi kehidupan sosial Kesalahan orang dalam bergaul adalah karena tidak-mampuan dalam memposisikan dirinya dalam kehidupan soaial. dan untuk itulah ia siapkan. Dalam konteks keterbatasan itulah allah mengatakan dalam QS. namun kita pun tetap saja terbatas dalam penguasaan bidang kedokteran itu.(Aina Zahra. Inin merupakan kesalahan umum. Jadi orang yang memiliki kualitas A jangan diberi tugas B. Kesan yang ada selama ini dalam benak orang-orang muslim adalah semua urusan mengembangkan diri adalah urusan psikologi dan sekolah pengembangan diri. Memiliki konsep diri yang jelas b.Al Baqarah 2:286.  Ada 3 langkah dalam menyerap islam. justru islam akan sangat menganjurkan dan menekankan masalah ini pada awalnya. Padahal. alah telah mengukur kemampuan manusia dan pada dasarnya manusia memang sanggup melakukannya. Melakukan pengadaptasian antara konsep diri dengan konsep islam. Usamah yang berusia 16 tahun pernah ditugaskan memimpin perang. dalam penghitungan allah pasti manusia bisa melakukannya.  Sabda Rasulullah di atas berguna bagi kita untuk : 1. jago berkelahi dan perang. Oleh sebab itu perintah-perintah dibuat dalam urutan-urutannya. Kata Nafs dalam AL-Qur’an mempunyai aneka makna. Memahami islam sebagai pengisi wadah tersebut c. tetapi tidak pernah sekalipun ditunjuk menjadi pemimpin perqang.

(Taylor dalam Agustiani. bayi 13 . Sering perkembangannya. nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna untuk berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan. 2006) Faktor yang mempengaruhi Konsep diri  Tingkat pekembangan dan kematangan Dukungan mental.kepada apa yang terdapat dalam diri manusia yang menghasilkan tingkah laku seperti maksu kandungan firman allah: ‫سو ًءا مِ ْنلَ ُه ْم َما َولَ ُهدَّ َم َرفَال‬ ٍّ ‫الَللاَ يُغَ ِي ٍُِّر َما َحتّى ِبقَ ْومٍ يُغَيِ ُِّروا َما ِبأ َ ْنفُ ِس ِه ٍْم َو ِإ َذا أ َ َرا ٍَد‬ ُ ٍ‫َللاُ ِبقَ ْوم‬ ٍّ ‫ن‬ ٍّ ِ‫إ‬ ‫لٍ َوا‬ Sesunggunya allah tidak mengubah keadaan satu masyarakat. faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri individu akan mengalami perubahan. pertumbuhan dan perlakuan terdapat anak akan mempengaruhi konep diri mereka. menunjuk kepada sisi dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk. Dalam surat Al-An’am [6]: 19 : ‫آن ذ َِر ُكم ألُن بِ ٍِه َو َمن‬ ٍّ َ‫ش ِهيدٍ بِ ْينِي َوبَ ْي َن ُك ٍْم و َوٍأ ُ إِل‬ ٍُ ‫ي َه َذا ْالقُ ٍْر‬ َ ‫ش ْيءٍ أ َ ْكبَ ٍُر‬ ٍِ ُ‫ش َهادٍة ً ق‬ ٍِِّ ‫ل‬ َ ‫َللا‬ َ ٍ‫أَي‬ ٍْ ُ‫ق‬ ‫ل‬ ِ ‫ل إِنّ َما ُه ٍَو إِلَـهٍ َو‬ ‫احدٍ َوإِنّنِي ي ءٍ ِ ِّم ّما‬ ٍ ‫َللاِ آ ِل َه ٍةً ْخ َرى ٍأ ُ قُل‬ ٍْ ُ‫الّ أ َ ْش َه ٍُد ق‬ ٍِّ ‫لَت َ ْش َهدُونٍَ ٍأ َ ّنٍ َم ٍَع‬ ٍ‫بَلَ ٍَغ أَئِنّ ُك ْم‬ ‫ت ُ ْش ٍِر نَ ُكو‬ Secara umum dapat dikatakan bahwa nafs dalam konteks pembicaraan tentang manusia. sehingga mereka mengubah apa yang dapat dalam diri mereka (Qs Al-Ra’d [13]: 11) Kata nafs digunakan juga untuk menunjukkan kepada “diri tuhan” seperti dalam firman-nya. dan karena itu sisi dalam manusia inilah yang oleh Al-Quran dianjurkan untuk diberi perhatian lebih besar.Dalam pandangan Al-Quran. Sebagaimana contoh.

anak-anak banyak mendapat pengaruh nilai dari budaya dan keluarga tempat ia tinggal. Sebagai contoh.  Pengalaman Ada kecenderungan bahwa konsep diri yang tinggi berasal dari pengalaman masa lalu yang sukses. (Wahit Igbal Mubarak dan Chayatin 2008) 14 . stresor juga dapat meyebabkan respon mal-adaptif. sedangkan anak membutuhkan kebebasan untuk belajar dan menggali hal-hal baru. seperti akan menarik diri. Pada dasarnya. depresi. Mekanisme koping yang gagal dapat menyebabkan seseorang merasa cemas.  Stresor Stersor dapat memperkuat konsep diri seseorang apabila ia mampu mengatasinya dengan sukses. Perasaan akan diri ini akan terganggu saat anak harus membedakan anatara harapan orang tua.  Keluarga dan budaya Individu sering mengadopsi nilai yang terkait dengan konsep diri dari orang-orang yang terdekat dengan dirinya. Sedangkan individu yang pernah mengecap kesuksesan akan memiliki konsep diri yang lebih positif. rasa bersalah. Seseorang wanita yang menjalani operasi mastekomi mengkin akan mengaggap dirinya kurang menarik. yakni sumber ekternal dan sumber internal. mudah tersinggung. Sumber ekternal meliputi dukungan masyarakat yang ditunjang dengan kekuatan ekonomi yang memadai. individu memiliki dua sumber kekuatan. dan ini akan mempengaruhi caranya dalam bertindak dan menilai diri sendiri. marah dan. Sedangkan sumber internal meliputi kepercayaan diri dan nilai-nilai yang dimiliki. dan harapan teman sebaya. Si sisi lain. membutuhkan lingkungan yang mendukung dan penuh kasih sayang. dan hal ini akan menpengaruhi konsep diri mereka.  Faktor ekternal dan internal Kekuatan dan perkembangan individu sangat berpengaruh terhadap konsep diri mereka. Selanjutnya. menarik diri. budaya. anseitas. Demikian pula sebaliknya. Dalam konteks ini. riwayat kegagalan masa lalu akan membuat konsep diri menjadi rendah. bahkan akan menyalahgunakan zat. individu yang pernah mengalami kegagalan. perasaan akan diri mereka akan banayk dipengaruhi oleh teman sebayanya.  Penyakit Kondisi sakit juga dapat mempengar5uhi konsep diri seseorang.

Beberapa kelainan citra diri memiliki akar psikologi yang dalam. warna kulit. dan sebagainya. dan sebagainya 2. termasuk penampilan fisik.femininitas dan maskualinitas. citra diri juga dipengaruhi oleh nilai sosial budaya. dan fungsinya. keremajaan. Citra diri mempengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik.dan kekuatan. tindik tubuh serta tato. tindik tubuh serta tato. Citra mental tersebut tidak selalu konsisten dengan struktur atau penampilan fisik yang sesunggunya. Beberapa kelainan citra diri memeliki akar psikolog yang dalam. warna kulit. keremajaan. Harga diri dapat 15 . misalnya kelainan pola makan seperti anoreksia. termasuk penampilan fisik. Budaya dan masyarakat menentukan norma-norma yang diterima luas mengenai citra diri dan dapat memengaruhi sikap seseorang. Selain itu.Komponen Konsep Diri Gambaran citra diri (body image) mencangkup sikap individu terhadap tubuhnya sendiri. misalnya kelainan pola makan seperti anoreksiaCitra diri dipengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik. Perubahan perkembangan yang normal seperti pubertas dan penuaan terlihat lebih jelas terhadap citra diri dibandingkan dengan aspek-aspek konsep diri lainnya. Perubahan perkembangan yang normal seperti pubertas dan pemuaan terlihat lebih jelas terhadap citra diri dibandingkan dengan aspek-aspek konsep diri lainnya. kesehatan dan kekuatan. Gambaran Citra Diri Gambaran atau citra diri (body image) mencangkup sikap individu terhadap tubuhnya sendiri. Misalnya berat tubuh yang ideal. misalnya berat tubuh yang ideal. femininitas dan maskulinitas. struktur. danfungsinya. Selain citra diri juga dipengaruhi oleh nilai sosial budaya. Citra mental tersebut tidak selalu konsisten dengan struktur atau penampilan fisik yang sesunggunya. Perasaan mengenai citra diri meliputi hal-hal yang terkait dengan seksualitas. Perasaan mengenai citra diri meliputi hal-hal yang terkait dengan seksualitas. Budaya dan masyarakat menentukan norma-norma yang diterima luas mengenai citra diri dan dapat memengaruhi sikap seseorang. struktur. kesehatan. Konsep diri terbagi atas : 1. Harga Diri Harga diri (self-esteem) adalah penilaian individu tentang dirinya dengan menganalisis kesesuaian antara perilaku dan ideal diri yang lain.

dicintai. seksual. Perubahan yang terjadi dalam ksehatan fisik. bukan hasil spesifik seesorang atau respons khas tehadap seseuatu. teman dekat dan sebagainya. Perepsepsi tentang stresor adalah faktor penting yang mempengaruhi respons terhadap stresor tersebut. Apabila harapan tersebut dapat dipenuhi. dihormati oleh orang lain. perilaku. Seksualitas merupakan bagian dari identitas. 4.Aziz Alimul. Proses normal dari kematangan dan perkembangan itu sendiri adalah stresor. nilai. 3. Individu yang berada bereaksi terhadap situasi yang sama dengan tingkat stres yang beragam. 2009) Stresor Mempengaruhi Konsep Diri. diperoleh melalui penghargaan dari diri sendiri maupun dari orang lain. kegagalan untuk memenuhi harapann atas peran dapat menyebabkan penurunan harga diri atau terganggunya konsep diri seseorang. Setiap peran berhubungan dengan pemenuhan harapan-harapan tertentu. Peran Peran adalah serangkaian perilau yang diharapkan oleh msyarakat yang sesuai dengan fungsi yang ada dalam masyarakat atau suatu pola sikap. perialaku peran. dan tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinya dimasyarakat. harga diri. Selye (1956) menyatakan bahwa stres adalah kehilangan dan meneruskan norma dari kehidupan. atasan. (A. emosional. citra tubuh. Identitas sering kali didapat melalui pengamatan sendiri dan dari apa yang didengar seorang dari orang lain mengenai dirinya. serta keberhasilan yang pernah dicapai individu dalam hidupnya. rasa percaya diri seseorang akan meningkat. Perkembangan harga diri juga ditentukan oleh perasaan diterima. Stresor konsep diri adalah segala perubahan nyata atau dicerap yang mengancam identitas. Identitas Diri Identitas diri adalah penilaian individu tentang dirinya sendiri suatu kesatuan yang utuh. Sebaliknya. Identitas mencangkup konsistensi seorang sepanjang waktu dan dalam berbagai keadaan serta menyiratkan perbedaan dan keunikan dibandingkan dengan orang lain. Semua orang mempengaruhi pola perilaku yang biasanya memberikan cara untuk menghadapi atau 16 . misalnya sebagai orang tua. Identitas seksual merupakan konseptualitas seseorang atas dirinya sebagai pria atau wanita dan mencangkup orlentasi seksual. Pembentukan identitas sangat diperlukan demi hubungan yang intim karena identitas seseorang dinyatakan dalam hubungannya dengan orang lain. spiritual. kekeluargaan dan sesiokultural dapat menyebabkan stres. Resor menentang kapasitas adaptif seseorang.

menghadapi stesor . Identitas dipengaruhi oleh stresor sepanjang hidup. beberapa orang dikerahkan oleh ncaman yang dicerap dan membutuhkan bantuan dari orang lain. (Potter & Perry. Masa remaja dalah waktu dimana banyak terjadi perubahan. (Potter & Perry. 2005) Stres berkepanjangan atau stres yang dicerap dengan menipiskan emampuan adaptif . dan konsistensi dari kepribadian”. Remaja mencoba untuk menyesuaikan diri dengan perubahan fisik. Perubahan fisik dalam tubuh menyebabkan oerubahan citra tubuh. yang menyebabkan ketidaksamaan dan asistas. dan mental akibat peningkatan kematangan. Stresor dapat timbul pada setiap area ini 17 . emosional. setiap perubahan dalam kesehatan dapat menjadi stresor yang mempengaruhi konsep diri. dengan demikian memberikan metode untuk koping terhadap stresor dimasa akan datang. Dengan demikian. dimana identitas dan harga diri juga dapat dipengaruhi. komunitas. 2005) KESEHATAN Stresor fisik dan emosional Konsep diri : identitas Citra tubuh Harga diri Fungsi peran Stresor fisik dan emosional PENYAKIT Stresor Identitas Identitas didefinisian sebagai “pengorganisasian prinsip dari sistem kepribadian yang bertanggung jawab terhadap kesatuan.

Selain itu. (Potter & Perry. sumber dari pemerintah tersedia dari program rehabilitas. Misalnya. kolostomi. kerja sama dan kompetisi.atau sebagai akibat dari konflik diantara mereka. struktur atau fungsi bagian tubuh akan bertumbuhkan perubahan dalam citra tubuh. penurunan kemampuan fisik. meski perubahan tersebut tidak terlihat orang lain. Namun demikian seseorang yang mengalami kecelakaan lalu lintas ketika dalam keadaan mabuk dan menderita paralisis mungkin mendapat respons yang berbeda dari masyarakatnya. maka kehilangan payudara akibat mestoktomi mungkinakan menjadi perubahan yang sangat signifikan. Tanda perkembangan lainnya seperti awal terjadinya menstruasi. Mastektomi. pensiun. Citra tubuh terdiri atas elemen ideal dan nyata. Stesor kultular dan sosial dibanding stresor personal dapat mempunyai dampak lebih besar pada identitas orang dewasa. Bahkan perubahan tubuh “normal” akibat progres perkembangan normal dapat mempengruhi citra tubuh. adalah stesor yang sangat jelas mempengaruhi citra tubuh. dan faktor lain yang berkaitan dengan faktor penuaan dapat juga mempengaruhi identitas. Paralisis yang sisebabkan oleh cedera saat perang memungkinkan dapat diterima. Seorang defasa biasanya mempunyai identitas yang lebih stabil karenanya konsep diri lebih berkembang lebih kuat. Makna dari kehilangan fungsi atau perubahan dalam penampilkan dipengaruhi oleh persepsi individu tentang perubahan yang dialaminya. Perubahan dalam penampilan tubuh. menopause. jika citra tubuh seseorang wanita memasukkan payudara sebagai elemen ideal. veteran perang mungkin diperlukan sebagai pahlawan dan dihargai karena kebaraniannya. perubahan tubuh ini memunyai efek signifikan pada individu. Stersor Citra Tubuh Perubahan dalam penampilan. Penyakit kronis seperti penyait jantung dan ginjal mencangkup perubahan fungsi. Meskipun tidak terlihat dari orang lain. seorang dewasa harus memutuskan antara karir dan pernikahan. seperti amputasi atau perubahan penampilan wajah. Misalnya. Persepsi seseorang tentang perubahan tubuh dapat dipengaruhi oleh bagaimana perubahan tersebut terjadi. dan ileostomi mengubah penampilan dan fungsi tubuh. perubahan tersebut tidak tampak ketika individu bersangkutan mengenakan pakaian. kehamilan dan penambahan atau penurunan berat badan yang signifikan mengubah citra tubuh. atau ketergantungan dan kemandirian dalam suatu hubungan. seperti juga halnya kemoterapi dan terapi radiasi. pubertas. dimana tubuh tidak lagi berfungsi pada tingkat optimal. 2005) 18 .

Perubahan normal yang berkaitan dengan pertumbuhan dan maturasi mengakibatkan transisi perkembangan. pasangan hidup. ambiguitas peran atau ketegangan peran. artritis. maka individu dapat mempunyai kesampatan untuk mengantisipasi berduka. diterima. Masing- masing dari transisi ini dapat mengancam konsep diri. Namun demikian. Banyak stresor mempengaruhi harga iri seorang bayi. atau teman dekat meninggal atau orang pindah rumah. persaingan antar-saudara sekandung. dan kekalahan berulang dapat menurunkan tingkat nilai-diri. Harga diri berfluktuasi sesuai dengan kondisi sekitarnya. dan remaja. Stresor yang mempengaruhi harga diri pada orang dewasa mencangkup ketidakberhasilan dalam pekerjaan dan kegagalan dalam berhubungan. atau kecelakaan yang mengubah pola hidup dapat juga menurungkan perasaan nilai diri. Transisi situasi terjadi ketika orang tua. yang mengakibatkan konflik peran. makin besar pengaruhnya pada harga diri. Sepanjang hidup orang menjalani berbagai perubahan peran. Meskipun inti dasar dari perasaan negatif dan positif dipertahankan.Stersor Harga Diri Harga diri adalah rasa dihormati. menikah. Ketidak mampuan untuk memenuhi harapan orang tua. Stersor Peran Peran membentuk pola perilaku yang diterima secara sosial yang bekaitan dengan fungsi seseorang individu dalam berbagai kelompok sosial. Penyakit. kritik yang tajam. Penyakit kronis seperti diabetik. 2005) 19 . perubahan mendadak dalam kesehatan lebih mungkin menciptakan situasi yang kritis. dan bernilai. usia bermain. Jika perubahan lambat dan progresif. dan disfungsi jantung membutuhkan perubahan dalam pola perilaku yang telah lama diterima dan dijalani. bercerai. Orang dengan harga diri rendah sering merasa tidak dicintai dan sering mengalami depresi dan ansietas. persekolahan. Penting sekali artinya untuk mrngenali bahwa perpindahan sepanjang kontinum dari sakit kesejahtera sama menegangkannya seperti perpindahan dari sejahtera kesakit (Potter & Perry. Makin kronis suatu penyakit yang mengganggu kemampuaan untuk terlibat dalam aktivitas yang menunjang perasaan berharga atau berhasil. kompeten. pembedahan. hukuman yang tidak konsisten. atau ganti pekerjaan. Transisi sehat sakit adalah gerakan diri kesadaran sehat atau sejahtera kearah sakit atau sebaliknya.

20 . ketika individu menghadapi dua harapan yang bertentangan secara terus menerus yang tidak terpenuhi. Faktor Predisposisi gangguan identitas diri : a. bentuk dan penampilan tubuh (akibat pertumbuhan dan perkembangan atau penyakit). Kurang penghargaan.Gangguan Konsep Diri : * Faktor Predisposisi Faktor Predisposisi gangguan citra tubuh: a. c. b.kemoterapi. b. Kesalahan dan kegagalan yang berulang. b. Perubahan struktur sosial. Perubahan Ukuran. terlalu dituruti. Prosedur pengobatan seperti radiasi. f. Keraguan peran.transplantasi. Faktor Predisposisi gangguan peran: a. d. perubahan situasi dan keadaan sehat-sakit. Persaingan antar saudara e. Penolakan dari orang lain. c. d. Peran yang terlalu banyak. Ketegangan peran. ketika individu kurang mengetahuinya tentang harapan peran yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku peran yang sesuai. Kehilangan/kerusakan bagian tubuh (anatomi dan fungsi) b.2005) Faktor Predisposisi gangguan harga diri: a. Tekanan dari teman sebaya. Tradisi peran yang sering terjadi pada proses perkembangan. Tidak mencapai standar yang ditentukan. terlalu dituntut dan tidak konsisten. Proses patologik penyakit dan dampaknya terhadap struktur maupun fungsi tubuh. c. Pola asuh yang salah : terlalu dilarantg. Ketidakpercayaan orang tua pada anak. c. d.dkk. terlalu dikontrol.(Suliswati.

2005)  Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Kosep Diri Pengkajian Pengakajian menyeluruh tentang konsep diri berfokus pada lima komponen. penampilan dan fungsi tubuh. Perubahan jumlah anggota keluarga baik pertambahan atau pengurangan melalui kelahiran atau kematian. Transisi Sehat Sakit. Transisi Peran Situasi. ada baiknya pembina hubugan saling 21 . akan tetapi sebelum memulai pengkajian tersebut. perubahan bentuk. Pada pe jalanan kehidupan. keraguan peran dan terlalu banyak peran. Perubahan tubuh dapat mempengaruhi semua komponen konsep diri. Konflik peran terjadi saat individu menghadapi dua harapan yang bertentangan dan tidak dapat dipenuhi. setiap perkembangan dapat menimbulkan ancaman pada identitas. Perubahan akibat tindakan pembedakan yang dapat terlihat seperti kolostomi atau gastrostomi atau yang tidak kelihatan seperti histerektomi. Transisi peran perkembangan. Ketegangan Peran Ketegangan peran adalah peran frustasi ketika individu merasa tidak adekuat melakukan peran atau melakukan peran yang bertentangan dengan hatinya atau tidak merasa cocok dalam melakukan perannya .*Faktor Presipitasi Trauma Masalah spesifik sehubungan dengan konsep diri adalah situasi yang membuat individu sulit untuk menyusuaikan diri atau tidak dapat menerima khususnya trauma emosi seperti penganiyayaan fisik . (Suliswati. hal ini dapat merupakan stresor bagi konsep diri. situasi dan sehat-sakit. Ketegangan peran ini sering dijumpai saat terjadi konflik nperan. Pergeseran kondisi kesehatan individu yang menyebabkan kehilangan bagian tubuh. individu sering menghadapi transisi peran yang bergam.seksual dan psikologis pada masa anak-anak atau merasa terancam kehidupannya atau menyaksikan kejadian berupa tindakan kejahatan. Transisi peran yang sering terjadi adalah perkembangan.dkk. Setiap tahap perkembangan harus dilalui individu dengan menyelesaikan tugas perkembangan yang berbeda-beda.

Gangguan  Pola seksualitas. Ketidakefektifan  Interaksi sosial. Rendah situasional  Persepsi sensori. ketidakefektifan  Keputusan  Identitas personal. Resiko rendah situasional  Harga diri. Hambatan verbal  Koping. resiko  Ketidakberdayaan  Ketidakberdayaan. selain itu perawat juga harus mengidentifikasi berbagai aspek yang mempengaruhi konsep diri klien. Gangguan  Perilaku kekerasan. gangguan  Komunikasi. Menurut NANDA (2003). Ketidakefektifan  Defisit perawatan diri  Harga diri. Gangguan  Kesepuian. resiko  Penampilan peran. Penerapan Diagnosa. Hambatan  Isolasi sosial  Distres spritual  Proses pikir. Resiko terhadap diri sendiri Pencernaan dan implementasi 22 . Gangguan  Ansietas  Citra tubuh. label diagnosis keperawatan yang berkaitan langsung dengan konsep diri adalah :  Gangguan citra tubuh  Ketidakefektifan penampilan peran  Harga diri rendah kronis Sedangkan diagnosis tambahan yang bisa diterapkan pada klien dengan masalah konsep diri meliputi:  Penyesuaian.percaya dan kerja sama terlebih dahulu dengan klien .

bergantung pada diagnosis dan batasan karakteristik masing-masing individu. skunder akibat (psikosis. berduka. hospitalisasi.  Persepsi yang tidak realitas tentang penampilan. o Dorong klien untuk mengajukan prtanyaan tentang masalah kesehartan. takut.  Hubungan yang baru atau membangun kembali hubungan dengan sistem pendukung yang ada. kemajuan dan progrosis penyakit. dan ajarkan starategi koping guna menghadapi emisi tersebut. anoreksia nervosa. Sedangkan intervensi keperawatan untuk meningkatkan konsep diri yang positif meliputi upaya membantu klien mengidentifikasi area kekuatan mereka dan mengavaluasi diri serta mengubah perilaku mereka. pembedahan.  Pengaruh (sebutkan) pada penampilan (obasitas. dan ketergantungan yang klien tunjukan. Intervensi Umum  Bina Hubungan saling percaya antara perawat dan klien o Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya. 23 . pola makan. postur. kehilangan fungsi tubuh. o Kenali perasaan bermusuhan.kehamilan. Kriteria Hasil Individu akan mengimplementasikan pola koping yang baru dan menyempaikan serta menunjukkan penerimaan atas penampilannya (berhias pakaian. penuaan. pengobatan. bulimia). Indikator  Memperlihatkan kesediaan dan kemampuan untuk menjalankan kembali tanggung jawab perawatan diri/peran. penampilan diri). dan pandangannya mengenai diri sendiri. Gangguan citra tubuh Yang berhubungan dengan :  perubahan penampilan. penyakit kronis.imobilitas). komoterapi). terutama tentang perasaan. Tujuan asuhan keperawatan untuk klien dengan gangguan konsep diri bervariasi. sekunder akibat (kehilangan anggota tubuh. pikiran. 1.

o Beri kesempatan klien untuk berbagi pengalaman bersama orang-orang yang pernah mengalami pengalaman serupa o Diskusikan bersama sistem pendukung klien tentang perlunya penyampaian nilai dan arti klien bagi mereka. dorong orang terdekat klien untuk berbagi perasaan. o Antisipasi respons klien terhadap peristiwa yang kehilangan yang berupa penolakan. o Bantu klien dengan memberikan revolusi begi perubahan citra tubuh akibat pembedahan. o Waspadai pengaruh respon orang lain terhadap peristiwa kehilangan. o Gali dan kekuatan dan sumber-sember yang klien miliki. o Gali arternatif yang realitis dan berikan dukungan pada klien. o Anjurkan kawan dan orang terdekat untuk mengunjunginya. o Berikan informasi yang terpercaya dan perkuat informasi yang telah diberikan sebelumnya.  Berikan intervensi khusus sesuai dengan sesuatu yang dihadapi klien. tetapi batasi tuntutan yang dibuat untuknya o Persiapkan orang terdekat klien dalam menghadapi berbagai perubahan fisik dan emosional. o Gunakan metode bermain peran untuk membantu klien menyampaikan perasaannya. atas kemampuan untuk berfungsi dengan kodisi tersebut. marah dan depresi. syok. o Dorong klien untuk menghubungi teman atau keluarga melalui telepon atau surat. 24 . Untuk klien yang kehilangan anggota tubuh atau fungsi tubu o Kaji arti kehilangan bagi klien dan orang terdekat kliean o Gali dan luruskan kesalahpahaman dan mitos tentang kehilangan anggota tubuh atau fungsi tubuh. o Dorong klien untuk bergerak o Hindari upaya untuk perlindungan yang berlebihan terhadap klien. o Hindari melontarkan kritikan kepada klien o Dorong klien untuk mendekatkan diri dengan keyakinan dan nilai-nilai spritual yang di anut.  Dorongan klien untuk meningkatkan interaksi sosial.

 Mengidentifikasi karasteristik serta kmekuatan personal dapat membantu klien berfokus pada karasteristik positif yang mendukukng keseluruhan konsep diri. 2. sesuai indikasi. gaya hidup.  Diskusi yang jujur dan terbuka-mengungkapkan bahwa sejumlah perubahan akan terjadi. Klien mungkinragu-ragu untuk mendekati staf karena konsep diri yang negatif  Interaksi sosial dapat memperkuat kesan bahwa klien diterima dan bahwa sistem pendukung sebelumnya masih ada. Rasional  Kontak sering yang dilakukan oleh pemberi asuhan menunjukkan penerimaan dan dapat meningkatkan rasa percaya klien.  Konseling dengan tenaga bprofesional ditunjukan untuk klien dengan kekuatan ego yang rendah dan sumber koping yang tidak adekuat. skunder. dan bukan hanya pada perubahan citra tubuh yang dialami. 25 .  Hubungan yang tidak memuaskan. jika memungkinkan.  Peningkatan interaksi sosial melalui keterlibatan klien disejumlah kelompok memungkinkannya menerima stimulas sosial dan intelektual yanga akan meningkatkan harga dirinya.  Mengekspresikan perasaan dan persepsi yang dimiliki akan meningkatan kewaspadaan diri klien serta membantu perawat merencanakan interveksi yang efektif guna memenuhi kebutuhan klien. o Dukung sejumlah aktifitas yang dapat menjalankan seluruh tanggug jawab perawatan diri secara bertahap. jika dibutuhkan o Ajarkan berbagai strategi untuk sehat.  Lakukan penyuluhan kesehatan.  Perasaan terabaikan atau gagal.  Partisipasi klien dalam perawatan diri dan perencanaan mendukung koping yang positif terhadap perubahan yang terjadi. Harga diri rendah kronis Yang berhubungan dengan :  Perubahan penampilan. o Jelaskan tentang sumber-sumber komunitas yang tersedia. tetapi dapat diatasi-meningkatkan perasaan kontrol klien. peran dan respon orang lain.

o Berikan umpan balik yang positif dan melakukan latihan pembangunan o Ajarkan dan dorong klien untuk melakukan mendapatkan privasi o Bantu klien membentuk ikatan personal yang tepat  Dorong klien menggunakan sumber koping yang ada 26 .  Mulai mengambil resiko verbal dan perilaku. o Tunjukan perhatian o Hormati ruang pribadi klien o Pejelas interpretasi anda tentang apa yang klien katakan atau alami o Bantu klien untuk mengmukakan apa yang ungkapkannya secara non- verbal o Beri perhatian pada klien.  Tingkat sense of selfklien. terutama untuk perilakunya yang baru o Dukung kebiasaan fisik yang baik o Berikan semangat pada klien saat iya berupaya menyelesaikan sebuah tugas atau keterampilan. Kriteria Hasil Individu akan mengidentifikasi aspek positif tentang dirinya dan mangaku bebas dari berbagai gejala depresi. Intervensi Umum  Bantu klien mengurangi tingkat kecemasan saat ini  Bagi dukungan pada klien.  Mengurasi perilaku menyiksa diri sendiri. Indikator  Momodifikasi penghargaan-diri yang berlebihan dan tidak realitas. dan jaringan menghakiminya.  Penyampaikan penerimaan atas keterbatasan yang ada  Menyampaikan persepsi yang tidak menghakimi tentang diri sendiri.  Pembedaan gender pada pola membesarkan anak  Pengalaman menghadapi tindak kekerasan orang tua  Kehilangan peran dan tanggung jawab. Kehamilan remaja.

 Upaya melibatkan klien dalam berbagai kegiatan penting untuk membantunya mengembangkan tanggung jawab utama bagi perilakunya sendiri  Menyempaikan penerimaan terhadap perasaan klien dapat meningkatkan penerimaan dirinya. Rasional  Individu dengan harga diri rendah biasanya mengalami kecemasan dan ketakutan. 2008) 27 . ruminasi. higiene yang buruk.  Mamberikan peluan bagi klien untuk sukses dapat meningkatkan harga dirinya. seni. terutama yang menggunakan kekuatan o Jangan biarkan klien mengisolasi diri sendiri o Sertakan klien dalam terapi kelompok pendukung o Ajarkan klien berbagai keterampilan sosial sesuai dengan kebutuhan o Dukung partisipasi klien untuk berbagi pengalaman serupa bersama o Tentukan batasan untuk perilaku yang bermasalah seperti agresi. o Gunakan pertanyaan dan pertanyaan terbuka o Katkan Dorong klien untuk mrngungkapkan pertanyaan positif maupun negatif o Gunakan gerakan. dan pemikiran bunuh diri. dan musik sebagain sarana ekspresi  Beri kesempatan klien untuk melakukan sosialisasi yang positif o Dorong klien untuk menghubungi teman dan orang terdekatnya melalui telepon atau surat o Libatkan klien dalam berbagai aktifitas.( Wahit Iqbal Mubarak dan Chayatin.  Bantu klien mengungkapkan pertanyaan positif maupun negatif. o Identifikasi area kekuatan pribadi klien o Sampaikan hasil pengamatan anda pada klien o Beri kesempatan klien untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.  Strategi yang diberikan berfokus pada upaya membantu klien menilai kembali perasaan negatif tentang dirinya dan mengidentifikasi berbagai atribut yang positif. o Persiapan klien untuk mengembangkan keterampilan sosial dan vokasional o Bentuk upaya eksporasi-diri saat kecemasan klien brkurang dan rasa percaya telah terbina.

Semua konsep diri mencangkup citra fisik yang psikologis diri. psokologis. ia akan berfikir tentang dirinya. Konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki orang tentang dirinya sendiri. Konsep diri anak didasarkan atas keyakinan anak mengenai pendapat orang-orang dekat (orang tua.(Munawir Yusuf. karakteristik fisik.Membangun Konsep Diri Konsep diri adalah gambaran yang memilikiorang tentang dirinya sendiri. Kalau orang-orang dekat tadi menyenanginya. guru. 2006) Pikiran Citra Emosi Psikologis Individu Penampilan Tunggal Fisik Citra Kesesuaian/ Fisisk tidak dengan jenis kelamin 28 . sosial dan emosional. aspirasi. teman) tentang dirinya. dan prestasi.

Kepercayaan Sosialisasi Konsep Diri Harga Bagus Positif Diri Realitas 29 . Kesesuaian/ tidak dengan jenis kelamin Kesesuaian/ Kesesuaian/ tidak dengan tidak dengan jenis kelamin jenis kelamin Citra Fisisk Konsep diri adalah bagian dari pola kepribadian dan merupakan bagian penting dalam kepribadian. Kestabilan konsep diri anak bisa didapatkan melalui adalanya kesamaan pandangan dari guru. dan teman tentang dirinya. Stabilnya konsep diri akan mempermudah pemahaman anak tentang dirinya sendiri. orang tua. Stabilnya konsep diri akan mempermudah pemahaman anak tentang dirinya sendiri.

melainkan sepanjang hidupnya. Sesuatu yang dikembangkan akan menentukan bayi bereaksi terhadap orang dan situasi. Menjadi resah dan marah bila diberi tahu ia balik. entah dengan menangis. dan teman tentang diri anak. masa bayi merupakan waktu berkembangnya kepercayaan atau ketidakpercayaan dasar. 2006) Anak yang terlalu sering menjadi korban olok-olok teman sebayanya akan mudah resah dan bereaksi sebagai anak yang tertekan. (Munawir Yusuf. Cara orang memperlakukan dirinya akan mempunyai pengaruh yang sangat mendasar pada konsep diri yang sangat mendasar pada konsep diri yang ia kembangkan dan penyusaiannya terhadap orang. Inti dari pola kepribadian andalah konsep diri anak dan konsep ini mempengaruhi berbagai sifat. Biasanya ia akan menjadi sensitif. 1. Tidak Mampu Sisialisasi Konsep Diri Rendah Kurang Positif Diri Ragu-Ragu Kesadaran diri biasanya terjadi karena pandangan antara guru. 2. Pada waktu bayi masih berusia beberapa tahun. marah atau sekedar merengek. Menurut Erikson. bukan pada saat itu. orang tua. Tanda-tanda anak yang buruk adalah sebagai berikut. 30 . Anak yang lebih pandai menginterprestasikan perasaan orang terhadap dirinya. ia mulai memberi respons kepada orang. Sebaliknya. Anak yang merasa dirinya “buruk” dan tidak seseorang pun menyukanya akan menyebabkan anak yang mempunyai konsep diri yang buruk. anak yang kurang cerdas sulit menginterprestasikan perasaan orang terhadap dirinya berdasarkan yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Peran unsur bawaan dalam perkembangan konsep diri ditentukan oleh cara anak menginterprestasikan perlakuan orang lain. Mengerjakan hal-haln yang buruk.

Anak sering dikatakan jelek. Jarang dipuji. Kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Kemudian kita akan berfikir bagaimana setelkah kemampuan terbaik itu bisa terlatih dan ternyata tidak mempengaruhi beban dakwah yang tidak seimbang ini.. Beberapa hal yang menyebabkan anak mengembangkan konsep diri yang buruk antara lain. Dalam diri manusia rupanya terdapat dua buah kekuatan yaitu quwwatul khair yang merupakan kekuatan kebaikan. Untuk membangun konsep diri yang kuat nan kokok tidak bisa serta merta dibuat dengan instan. Karena itu dibutuhkan kemampuan tarbaik manusia untuk mengembangkan dakwah ini. Tidak terpengaruh atau bahkan senang jika dikatakan nakal. padahal kemampuannya terbatas. Sedangkan quwwatul syar. 3. setiap pemeriksaan yang meminta subjek untuk membuat laporan kognitif atau evaluatif tentang segala aspek yang relatif abadi dari diri mungkin dapat ditafsirkan menjadi studi konsep diri. Kurang diperhatikan kebutuhannya. dakwah yang mungkin usianya jauh melebihi usia manusia itu sendiri. Diharapkan terlalu banyak. dari satu sudut pandang. Bahkan waktu punseakakn tidak cukup untuk dipergunakan secara sempurna untuk dakwah ini. 3. sering disebut sisi positif maupun tindakan positif dari kita. maka semua penelitian menggunakan persediaan kepribadian atau wawancara mengacu pada diri karakteristik mungkin telah dimasukkan. dalam mengumpulkan bahan pada setiap topik. 2. 4. 4. namun merupakan suatu proses yang berat dan lama dan dimana semua proses berat dan lama itu akan terasa ringan dengan keistiqomahan atau dalam bahasa lain 31 . Namun. Seakan apa yang kita lakukan mempengaruhi sedikit pun beban dakwah ini. Kemampuan itu yaitu kemampuan yang seyogyanya dimiliki setiap manusia dengan spesifiknya masing-masing. Jadi. Yang dimaksud menajemen diri dalam pandangan islam adalah bagaimana memaksimalkan quwwatul khair dalam diri kita dan mematikan quwwatul syar atau minimal menguranginya sekecil mungkin. 1979) Memang tidak dipungkiri bahwasannya jumlah aktivis islam semakin hari semakin bertambah banyak. 1. (Ruth C. merupakan kebalikan dari quwwatul khair yaitu.While. Tapi yang menjadi catatan penting disini adalah bahwa beban dakwah ini belumloah seimbang dengan jumlah para pemikul bebannya-para aktivitas islam. kekuatan kesehatan dalam diri manusia.

pertaubatan berkala yaitu semacam muhasabah tetapi secara berskala. hendaknya ia mengatakan yang baik atau diam. Ali Bin Abi Thalib menganjurkan supaya tiap pekan kita menulis kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan dan keburukan-keburukan yang juga telah kita lakukan supaya kita dapat membuat komprasi keduanya dan kemudian memperbaruhi taubat. Rasulullah SAW pernah bersabda : ‘Barang Siapa yang bermain kepada Allah dan hari akhir. Kelima.melalui kebiasaan-kebiasaan yang mapu membawa manusia membangun konsep diri yang benar. kebiasaan berfikir.” Keempat. Dalam hal ini jangna diartikan kebiasaan banyak bicara meskipun lihai dan indah karena berbicara itu bagaikan pisau bermata dua. 32 . Dengan pemahaman diri yang mendalam maka akan diperoleh ketenangan. Sekaligus mahasabah ini bisa dijasikan koreksi pada diri kita selama ini. yang harus kita lakukan adalah memadukan segala daya dan kekuatan dan mengkostentrasikannya dalam sebuah tujuan atau sasaran yang ingin dicapai. Q. secara berangsur akan ada bobot kesadaran mengenai kejahatan dan kewanitaan. disatu sisi bisa membawa kebaikan tapi bila kita salah mengarahkan pisau itu maka kitalah yang akan kena. Kedua. Jelas kebiasaan ini erat hebungannya dengan penambahan kapasitas bagi manusia. Karena dakwah islam ini adalah dakwah serius. i’tikaf membantu jika membuat pemahaman diri yang sangat mendalam. Ketiga. anak sadar akan jenis kelaminanya dan menggunakan tanda- tanda. Telah banyak dijelaskan dalam Al-Qur’an tentang hal ini. emosi kita dan kecil apapun hal yang kita lakuakan berada dalam kontrol kesadaran kita. Perbedaan Jenis Kelamin Pada Usia 3-4 tahun.2010) Unsur-Unsur Konsep Diri A. Kita bahkan bisa melakukan kebiasaan ini dimana saja dan kapan saja.kesadarannya akan perbedaan. (Akhanggit’s. keterampilan berbicara. Ketika kita sudah memiliki keterarahan makan bisa dipastikan tindakan kita. Kebiasaan untuk serius.S Al Hadiid : 16 merupakan ayat teguran kepada orang islam yang masih sering bercandah dalam berdawah. dan ketenangan itu adalah pintu keterarahan. bakat. seperti potongan rambut dan pakaian untuk membedakannya. Pertama. minat. dan prestasi berkembang setelah anak masuk sekolah. Kelima kebiasaan itu merupakan salah satu dari banyaknya instrumen dalam rangka membangun konsep diri seorang muslim. kebiasaan i’tikaf.

Makin baik penerimaan sosial bagi anak. Untuk memperbaiki kepribadiannya. masalah perilaku akan muncul. Mereka menambahkan arti itu pada konsep dirinya. Jika pengaruh itu tidak harmonis. Jika kedua pengaruh itu harmonis. kepribadian anak yang menarik diri yang tampak sehari-hari dalam berinteraksi sosial hanyalah kepribadian yang buruk. Perlakuan yang tepat akan memberikan kepercayaan diri anak untuk berkembang. tetapi kita dapat mengubah dua faktor lainnya sebagai penentu kepribadian anak. Faktor bawaan tentu saja sudah tidak bisa kita ubah. Anak-anak yang menarik diri akan makin terpuruk jika konsep diri mereka tidak segera dibangun. C. Kemudian anak beridentifikasi dengan lingkungan dan media massa. baik dari orang tua maupun guru. Ia belajar bahwa hal-hal tersebut berkaitan dengan pekerjaan orang tuanya dan orang tertentu dianggap ‘kaya’ atau ‘miskin’. Jadi. pola kepribadian merupakan bentukan dari temperamen dan lingkungan yang terus-menerus saling memengaruhi. Peran Menurut Jenis Kelamin Anak belajar perilaku yang sesuai dengan jenis kelaminnya dengan cara beridentifikasi dengan orang tuanya lewat pendidikan atau tekanan orang tua. Sikap sosial terhadap peran kedua jenis kelamin menjadi bagian yang penting terhadap konsep diri anak. Konsep diri adalah inti dari kepribadian.G Birch. makin besar bobot emosional yang ia berikan pada keanggotaan kelas sosial. orang tua atau guru lebih baik tahu terlebih dahulu tentang pola kepribadian anak. Perbedaan Kelas Sosial Anak persekolahan mulai menyadari bahwa ada perbedaan antara apa yang dimiliki orang dan cara orang hidup. yaitu faktor pengalaman awal anak dilingkungan keluarga dan pengalaman anak dilingkungan lain. 2006)  Konsep Diri & Kopetensi 33 . orang dapat mengharapkan perkembangan anak yang baik. Menurut Thomas A. Tentu hal ini sangat tidak diinginkan. (Munawir Yusuf. Mereka menarik diri dari lingkungan sosial sekitar pada dasarnya karena konsep diri mareka yang buruk.S. Dorongan kepada anak untuk memiliki keberanian tanpa terlalu banyak tekanan akan membangunnya menjadi anak yang memiliki konsep diri dan kepribadian yang bagus.B. Chess & H.

Orang yang kompoten memiliki kepercayaan-diri yang bagus. kendali-diri (self-control). Kepercayaan diri (self-confidence). Kalau anda punya keahlian atau pengetahuan yang bagus dibidang tertentu. Untuk bisa menciptakan hubungan seperti ini diperlukan konsep diri yang bagus. konflik-diri. ini kerap disebut dengan istilah interpersonal skill atau keahlian dalam menjalin hubungan dengan diri sendiri (ke dalam). namun anda minder. Orang yang harmonis denagn dirinya akan harmonis pula dengan orang lain. dst) 3. menyalah atau mendandalkan orang lain. Beberpa istilah diantaranya: o Decisivenness o Ego strenght o Independence o Strong-self concept o Willing to take responsibility 2. selain bisa menganggu hubungan kita dengan orang lain. peluang. Untuk memiliki kepercayaan ini diperlukan konsep-diri yang bagus. kapasitas. perawat mengumpulkan data objektif dan subjektif yang berfokus pada stesor konsep diri baik yang aktual maupun potensial dan perilaku 34 . (Cereer. Kompetensi itu adalah kemampuan seseorang dalam mentrasfer akil dan pengetahuan terhadap situasi baru. Sebaiknya. Orang yang kompoten pasti memiliki kemampuan yang bagus dalam mengendalikan-diri. 2007)  Konsep Diri & Proses Keperawatan Dalam mengkaji konsep diri. Hubungan semacam ini. kufur-diri. orang yang persepsinya kuat lebih memfokuskan perhatiannya pada dirinya (kemampuan. Dalam teori kompotensi. Orang yang kompoten punya kemampuan dalam menciptakan hubungan yang harmonis dengan dirinya. Lalu apa hubungannya dengan konsep diri? Dari defenisi diatas dapat dilihat hubungan itu sangat jelas. dan semisalnya. Kendali-diri terkait dengan bagaimana orang punya persepsi terhadap dirinya. Banyangkan kalau misalnya anda punya konsep-diri negatif.Business & Life. Orang yang punya persepsi lemah biasanya seelalu menuding. kira-kira apa yang terjadi? Keminderan anda akan mengalahkan keahlian dan pengetahuan anda. Hubungan antara konsep-diri dan kompetensi itu bertemu pada titik yang dijelaskan melalui istilah-istilah dibawah ini 1. lingkungan baru atau tugas-tugas baru. Apakah akibatnya? Pasti kesimpulannya yang akan tercetak adalah tidak bisa menerima diri sendiri secara utuh. ada sejumlah istilah yang pengertiannya kira-kira sama dengan kepercayaan diri ini. Keharmonian-diri (interoersonal skill).

3. Peristiwa yang mempunyai dampak pada ‘diri’ menimbulkan stresor pada konsep diri. 4. bersama dengan penilaian diri yang dimilikinya akan cenderung terus berlangsung dalam hubungan sosialo ketika ia dewasa. citra tubuh. suku pekerjaan dan lain-lain. Contoh stresor yang mungkin dirasakan perawat selama mengumpulkan riwayat keperawatan termasuk kehilangan pekerjaan. maka klien akan menjadi simpomatis. kebangsaan. Data objektif selanjutnya termasuk perilaku yang diperlihatkan oleh klien. yang kemudian menjadi daftar julukan yang menempatkan seorang kedalam kelompok sosial. Belajar dapat didefenisikan sebagai perubahan psikologis yang relatif permanen yang terjadi dalam diri seseorang sebagai akibat dari pengalaman. Data pengkajian membutuhkan interprestasi yang cermat oleh perawat. masyarakat juga memberitahu individu bagaimana mendefenisikan diri sendiri. atau jika stresor ditimbulkan pada klien dalam priode yang cukup lama. atau tuna wisma. (Potter & Perry. Penilaian dan pengharapan masyarakat terhadap individu dapat masuk kedalam konsep diri individu dan individu akan berprilaku sesuai dengan pengharapan tersebut. keengganan untuk mencoba hal-hal baru. kelompok umur. jenis kelamin. kelompok teman sebaya juga cukup mempengaruhi konsep diri individu. kelompok suku bangsa maupun kelompo-kelompok tertentu lainnya. Klien dengan batasan karakteristik untuk ganguan kosep diri mungkin menunjukkkan diagnosa keperawatan yang berkaitan dengan defenisi identitas. seperti preokupasi terhadap perubahan citra tubuh. atau kinerja peran. Dalam mempelajari konsep diri. dan intekasi verbal dan non verbal antara klien dengan orang lain. 2. Pengetahu8an terhadap diri sendiri yaitu seperti usia. awitan penyakit kronis. Konsep diri merupakan hasil belajar. terdapat tiga 35 . Peran yang diukir anak dalam kelompok sebayanya dapat memberi pengaruh yang dalam pada pandangannya tentang dirinya sendiri dan peran ini. 2005) Dimensi-Dimensi Konsep Diri Calhoum dan acocella menjelaskan bahwa konsep diri terbagi atas tiga dimensi yaiutu meliputi : 1. harga tubuh. Jika stresor cukup besar. Penerimaan maupun penolakan kelompok teman sebaya terhadap seorang anak akan berpengaruh pada konsep diri anak tersebut. Setelah orang tua. Sama seperti orang tua dan teman sebaya.yang berkaitan dengan perubahan konsep diri.

2. Masyarakat Sama seperti orang tua dan teman sebaya. Belajar dapat didevenisikan sebagai perubahan psikologis yang relatif permanen yang terjadi dalam diri seseorang sebagai akibat dari pengalaman. 3.(Taylor dalam Agustiana. yaitu : aosiasi. Penerimaan maupun penolakan sekolompok teman sebaya atau terhadap seseorang anak dalam kelompok teman sebayanya dapat memberi pengaruh yang dalam pada pandangannya tentang dirinya sendiri dan peranan ini. terdapat tiga faktor utama yang harus dipertimbangkan. masyarakat juga memberitahu individu bagaimana mendefenisikan diri sendiri. Belajar Konsep diri merupakan hasil belajar. Orang tua juga membantu dalam menetapkan pengharapan serta mengerjakan anak bagaimana menilai diri sendiri. Orang tua sangat penting bagi seorang anak.(Taylor dalam Agustiana. Teman Sebaya Setelah orang tua atau kelompok teman sebaya juga cukup mempengaruhi konsep diri individu. Penilaian dan pengharapan masyarakat terhadap individu dapat masuk kedalam konsep diri individu dan individu akan berprilaku sesuai dengan penghargaan tersebut. sehingga apa yang mereka komunikasikan akan lebih berpengaruh daripada informasi lain yang diterima anak sepanjang hidupnya. 2006) 36 . ganjaran dan motivasi. ganjaran dan motivasi. Pengharapan dan penilaian tersebut akan terus terbawa sampai anak menjadi dewasa. faktor utama yang harus dipertimbangkan. bersama dengan penilaian diri yang dimilikinya akan cenderung terus berlangsung dalam hubungan sosial ketika ia dewasa. 2006) Sumber Informasi Untuk Konsep Diri. Orang tua memberikan arus informasi yang konstan mengenai diri anak. Orang Tua Orang tua adalah kontak sosial yang paling awal kita alami dan yang paling berpengaruh. Calloun dan Acecella (1990) mengungkapkan ada beberapa sumber informasi untuk konsep diri seseorang yaitu: 1. 4. yaitu: asosiasi. Dalam mempelajari konsep diri.

pendidikan dan berbagai pribadi. Berbagai identitas Seorang pelajar yang hkely pada gilirannya mempengaruhi mereka konsep diri dan dua yang paling mungkin terbaik dipahami sebagai timbal balik saling terkait. Konsep diri adalah "mobile" inti kesadaran diri bahwa seseorang memegang dan membawa bersama mereka ke berbagai konteks yang berbeda. (Sarah Mercer. melainkan itu berarti bahwa studi menyelidiki baik membangun cenderung memiliki penekanan yang berbeda dan fokus. bukan untuk mengatakan dua konstruksi tidak berhubungan atau bahwa konsep diri harus dipandang sebagai terpisah dan independen dari konteksnya. 2011) 37 . aspek kepercayaan diri L2 linguistik dan pengetahuan orang. diagram menggambarkan bagaimana konsep diri membentuk dasar dari mana seorang individu membangun identitas mereka dalam kaitannya dengan konteks tertentu. diagram mendefinisikan konsep diri sebagai termasuk kognitif dan afektif diri keyakinan. seperti self-efficacy.Diagram di atas (Gambar 2. Di latar belakang. konsep diri dapat ia mengerti sebagai dasar yang mendasari di mana seorang individu membangun identitas mereka dalam kaitannya dengan konteks yang spesifik. identitas ini kemudian dibangun di dasar sebuah individu konsep diri tapi lebih mengutamakan hubungan antara individu rasa diri dan konteks sosial tertentu atau komunitas praktek.1) yang Dimaksudkan untuk memfasilitasi pemahaman tentang bagaimana buku ini conceives konsep diri dan hubungannya dengan diri ini terkait konstruksi lainnya: Pertama. Ini menunjukkan bagaimana konsep diri adalah membangun lebih global yang subsumes konstruksi lainnya psikologis lebih erat domain-spesifik. Akhirnya. semua konstruksi diri dipandang sebagai kontribusi untuk berbagai tingkat untuk merasakan dunia individu harga diri. Namun. nyata atau dibayangkan. Semua konstruksi dipengaruhi oleh konteks sociocuitural.

misalnya. Ycung dan Wong 2004) dalam satu studi tersebut. sifat dinamis dari konsep diri tergantung pada konteks (lihat. untuk membedakan mahal di antara mereka. Pajares dkk 2000. 1999. pertanyaan mendasar telah diajukan tentang apakah konsep diri memang secara hirarkis terstruktur sama sekali. Meskipun ada banyak titik persimpangan dan daerah kesamaan antara konstruksi yang berbeda. I-Iarter 1998). Tapi kita yet5 studi yang mengambil pendekatan yang lebih terletak untuk memeriksa variasi kontekstual dan pengaruh tetap relatif jarang. mengingat kompleksitas yang melekat pada konsep diri sebagai konstruksi mental. Secara khusus. ada kebutuhan untuk penelitian untuk dia tepat dan spesifik dalam penggunaan diri yang berhubungan dengan istilah.. baik peneliti dan pendidik manfaat dari definisi yang jelas dan pemahaman konstruksi diri dan.. misalnya Marsh dan Yeung 1998.Umumnya. memang. atau apakah struktur hirarkis mungkin sebenarnya mencerminkan prosedur statistik dari mana kaki telah muncul. beberapa mungkin mempertanyakan sampai sejauh mana itu adalah possthk. 38 .Meskipun model ini menunjukkan bahwa seorang individu membawa mereka konsep diri dengan mereka ke dalam setiap konteks dan interaksi. disarankan agar pendekatan. 2001. sebagian besar penelitian melihat domain lisan telah berfokus pada diri-konstruksi dalam kaitannya dengan LI (lihat.. sebagai akan sejalan dengan lebih soeio- konstruktivis pendekatan untuk mempelajari konstruksi diri (Martin 2007). harus jelas bahwa itu dapat berubah untuk berbagai tingkat sebagai hasilnya dan tidak boleh ia dipandang sebagai konstruksi statis meskipun mungkin mempertahankan tingkat tertentu stabilitas. penelitian berbeda secara kualitatif berorientasi dapat memberikan interpretasi alternatif dan wawasan untuk melengkapi temuan dari studi yang ada. dengan demikian. Marsh et di 2000a. Kedua. Yeung dan Wong (2004). dan memiliki menjadi hanya sejumlah studi yang telah meneliti konstruk berkaitan dengan domain FLL (Lau et al. pendekatan penelitian kualitatif juga mungkin akan lebih cocok untuk menangkap beberapa kompleksitas ini di situ seperti yang fenomenologis dialami individu dan dengan demikian juga mengungkapkan variasi antar pelajar mungkin. Pajures dan Valiante 1997. Karena dominasi lapangan dengan metode kuantitatif. Schunk 20031. sebagian besar menggunakan semua sama diri deskripsi kuesioner.  Konsep Diri dalam Domain Bahasa Asing Dalam psikologi.

saya telah memilih untuk merujuk pada tingkat konsep diri sebagai "bahasa umum konsep diri" karena dua alasan: pertama. sebagai ekstrak data di bawah ini menunjukkan. Joana tampaknya membuat hubungan yang jelas antara kemampuan bahasa ibu dan bunga dalam bahasa Jerman dan keputusannya untuk belajar bahasa asing. 2006. karena tampaknya menjadi jelas baginya. Memang. Dalam studi ini. Biasanya penekanan dalam riset ini domain akademik erbal telah hampir secara eksklusif pada ibu (LI) kemampuan lidah. untuk mencerminkan tidak adanya dalam pengaturan penelitian lainnya seharusnya bahasa berbasis mata pelajaran yang disarankan oleh model. untuk menekankan fokus dalam penelitian ini di domain umum bahasa umum yang menyatukan keyakinan tentang baik asing bahasa dan bahasa ibu konsep diri dan kedua. Jacobs ci tahun 2002:. penulis menyarankan segi ini terutama akan menggolongkan bahasa berbasis keterampilan. seperti sejarah dan geografi. Marsh dan Ayotte 2003). Harter 1999a. 's (1988) elaborasi teoritis dari Marsh dan Shavelsen (1985) model. dia bahkan tidak merasa perlu untuk memperluas ini atau menjelaskan hubungan yang dirasakan. relevan berikutnya konsep diri seseorang akan mencapai akan menjadi "verbal konsep diri akademis". Joana Umum Bahasa Self Melanjutkan analisis dengan turun Marsh dan (1985) model hirarki Shavelson dalam hal kekhususan meningkat. Penelitian lebih lanjut oleh karena itu diperlukan dengan berbagai tingkat peserta didik untuk mengeksplorasi sejauh mana individu mungkin memiliki berbeda Li dan L2 konsep diri dan apakah ada mungkin ia konteks tertentu di mana peserta didik dapat memilih untuk merujuk kepada bahasa umum konsep diri.Keberadaan domain bahasa umum tersirat dalam data melalui cara Joana mengungkapkan keyakinan tentang kemampuan bahasa pada umumnya dan dalam cara di mana ia membandingkan dirinya Li ((krman. konsep diri tidak ada tetapi lebih karena itu mungkin tidak dipandang relevan oleh peserta didik dalam konteks ini. seperti bahasa ibu (biasanya diwakili b bahasa Inggris) dan bahasa asing sebagai subyek% baik d seperti sejarah dan geografi. 2011) 39 . atau itu mungkin tidak lagi relevan untuk tingkat lanjutan dari peserta didik untuk siapa lebih domain-spesifik konsep diri mungkin lebih dominan (ci. keterampilan dan asing nya bahasa keterampilan. Di Marsh et al.(Sarah Mercer. terutama dalam konteks tertentu:Umumnya. dengan sedikit penelitian memeriksa setiap aspek yang terpisah lain dari domain ini.

. Apa saja yang menyebabkan anak mengembangkan konsep dirinyang buruk! 5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi Konsep Diri! 40 . 4. Sebutkan Jenis-Jenis Konsep Diri! 3. Konsep Diri Positif Anak dapat diperoleh dengan.. BAB III SOAL LATIHAN 1. Apakah yang dimaksud dengan Konsep diri (self consept)? 2.

Kerena dengan individu konsep diri yang baik/sehat akan memiliki keseimbangan dalam kehidupan. Mengaktualisasikan sikap-sikap secara tepat. sikap saling mengerti dan menghargai sesama manusia lebih baik 41 . baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain sebagai suatu pengolahan dasar pemikiran yang positif. ideal diri. peran dan identitas diri sangat mempengaruhi kesehatan individu. Faktor-faktor penting yang terdapat dalam konsep diri memiliki fungsi pemahaman kita terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri setiap individu. Gambaran diri. harga diri. BAB III PENUTUP Kesimpulan : Keseimbangan berbagai Konsep Diri . Saran :Disarankan setelah membaca makalah ini dan memahaminya agar diaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehingga.

Percaya Diri Itu Penting. (2009). Bereaksi Menarik Diri. Volume 2. dkk. Wahit Iqbal dan Nurul Chayatin. Munafir & Intan safitri. Solo: Tiga Serangkai Baedyan. (1979).html http://ainamq. Kubutuhan Dasar Manusia.com/2009/04/20/konsep-diri-self-concept. Kompotensi Kunci Dalam Berprestasi. Ruth C. USA: Nebraska Press Mercer.com/journal/item/115-show_interstitial.(2007). Jakarta: EGC Surya. New York: Springer http://andaners. DAFTAR PUSTAKA Suliswati.com 42 . (2011).com/2010/07/02/gangguan-jiwa.wordpress.Jakarta: EGC Wong. Hendra. Sarah..wordpress. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. (2005). The Self Concept. A. (2007).wordpress. Jakarta: Bee Media Indonesia Wylie. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Donna L.html http://akhanggit. Dkk. (2005).multiply.Aziz Alimun (2002). Buku Ajar Keperawatan Pediaktrik.html http://naifu.Jakarta: EGC Hidayat. (2008). Jakarta : EGC Mubarak. Volume 1. (2006).com/2010/07/12/membentuk-konsep-diri. Jakarta: Elex Media Komputindo Yusuf. Jakarta: EGC Potter & Perry.

http:www.foxisofware.com 43 .