You are on page 1of 4

a.

Diagnosa Keperawatan
No Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intervensi Rasional
Keperawatan Hasil
1. Ketidakefektifan Setelah dilakukan Mandiri :
pola nafas tindakan keperawatan 1. Pantau frekuensi, kedalaman, dan kesimetrisan 1. Peningkatan distress pernapasan
berhubungan selama 3x24 jam pernafasan. Catat kerja nafas dan observasi menandakan adanya kelelahan pada otot
dengan diharapkan pola nafas warna kulit dan membran mukosa. pernapasan.
kelemahan/ klien adekuat dengan 2. Catat adanya kelemahan pernapasan selama
paralisis otot kriteria hasil : berbicara 2. Indikator yang baik terhadap gangguan
pernafasan  Tidak ada distress fungsi nafas/ menurunnya kapasitas vital
pernafasan 3. Tinggikan kepala tempat tidur (semifowler) paru
 RR klien normal (16- 3. Meningkatkan ekspansi paru dan usaha
24 x/menit) 4. Evaluasi refleks batuk, refleks gag/menelan batuk, menurunkan kerja pernapasan
secara periodik 4. Evaluasi dilakukan untuk mencegah
aspirasi, infeksi pulmonia, dan gagal napas
Kolaborasi
5. Lakukan pemeriksaan laboratorium 5. Menentukan keefektifan dari ventilasi
sekarang dan kebutuhan klien
6. Berikan terapi oksigen sesuai indikasi (nasal 6. Mengatasi hipoksia
kanul, masker oksigen, atau ventilator mekanik)
7. Siapkan untuk mempertahankan inkubasi
ventilator mekanik sesuai kebutuhan

Menstimulasi sirkulasi. meningkatkan kerusakan mampu pada klien dan lakukan perubahan posisi relaksasi. 10-20% klien yang mengalami gangguan pernapasan berarti memerlukan monitoring terus –menerus 8. Menurunkan kelelahan. Berikan waktu istirahat saat latihan gerak 5. Penggunaan otot secara berlebihan dapat fungsi bagian yang meningkatkan waktu yang diperlukan untuk sakit remielinisasi karena dapat memperpanjang  Mendemonstrasikan waktu penyembuhan teknik/perilaku yang 6. Berikan posisi yang memberikan kenyamanan 2. menurunkan resiko terjadinya neuromuskular mempertahankan dengan jadwal yang teratur sesuai kebutuhan iskemia/ kerusakan pada kulit mobilitas fisik tanpa ada individu komplikasi dengan 3. dan meningkatkan mobilisasi  Meningkatkan sendi kekuatan oto dan 5. meningkatkan dekubitus latihanaktif selama fase akut tonus otot. Anjurkan untuk melatih gerak secara bertahap 6. Sokong ekstremitas dan persendian dengan 3. Meningkatkan fungsi organ normal dan memiliki efek psikologis positif . Hambatan Setelah dilakukan Mandiri mobilitas fisik tindakan keperawatan 1. Kaji kekuatan motorik dengan menggunakan 1. 8. Lakukan pengkajian secara teratur selanjutnya dengan diharapkan klien 2. Lakukan perawatan trakheostomi 7. Menentukan perkembangan/ intervensi berhubungan selama 3x24 jam skala 0-5. Mempertahankan ekstremitas dalam posisi kriteria hasil : bantal/papan kaki fisiologis. Lakukan latihan gerak positif. 4. mencegah kontraktur. dan  Tidak ada laporan kehilangan fungsi sendi kontraktur. Mengcegah infeksi 2. Hindari 4.

Berikan lubrikasi/minyak artifisial sesuai 7. Bermanffat dalam menciptakan kekuatan fisik/fisioterapi otot 3. Timbang berat badan setiap hari 7. Kelemahan otot dan refleks kurang dari selama 5x24 jam pada keadaan yang teratur hipoaktif/hiperaktif dapat mengindikasikan kebutuhan tubuh diharapkan tidak terjadi kebutuhan makan klien seperti melaui perubahan nutrisi selang NG dsb kurang dari kebutuhan 2. Berikan makanan setengah pada/cair 5. Setelah dilakukan Mandiri bangan nutrisi tindakan keperawatan 1. konjungtiva 5. Berikan bantuan saat makan jika diperlukan 6. Konfirmasikan dengan bagian terapi 8. Mengidentifikasi kekurangan makanan dan  Hasil laboratorium kebutuhannya normal 4. diinginkan sesuai 7. Kaji kemampuan mengunyah. evaluasi adanya 2. Mencegah kekeringan dari jaringan tubuh kemampuannya kebutuhan yang halus Kolaborasi 8. Derajat hilangnya kontrol motorik menonjol mempengaruhi untuk dapat makan sendiri 7. Mengkaji kefektifan aturan diet Kolaborasi . Meningkatkan rasa kontrol dan usaha  Tidak ada tanda pasien dan termasuk pilihan diet yang untuk makan malnutrisi (mata dikehendaki cekung. Makanan lunak/setengah padat anemis. batuk. Ketidakseim. kurus. menelan. Catat makanan yang disukai atau tidak disukai 4. Catat masukan kalori tiap hari 3. Perubahan fungsi lambung sering terjadi dengan kriteria hasil : distensi abdomen akibat dari paralisis/imobilisasi  BB klien stabil 3. menurunkan risiko terjadinya aspirasi tulang dada 6. 1. Auskultasi bising usung.

berikan 9. elektrolit dan mineral . Dapat diberikan jika pasien tidak mampu makanan enteral/parenteral untuk menelan. untuk pemasukan kalori. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang diet yang 8. Pasang/pertahankan selang NG. Makanan suplementasi dapat tepat untuk klien meningkatkan pemasukan nutrisi 9.8.