You are on page 1of 10

Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara

Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara
 
HUBUNGAN POSISI KERJA ANGKAT DENGAN KELUHAN
MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA NELAYAN
TANGKAP DI MUARA ANGKE PLUIT JAKARTA UTARA

Farid Budiman
Fikes – Universitas INDONUSA Esa Unggul, Jakarta
Jln. Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Jeruk, Jakarta 11510
faridbudiman@esaunggul.ac.id

Abstrak
Gangguan muskuloskeletal merupakan gangguan yang terjadi pada tubuh
manusia akibat dari kegiatan tubuh dilakukan selama bergerak terlalu
menerima beban berat yang dapat menyebabkan kelelahan otot. pekerjaannya
sebagai nelayan yang separuh waktunya dilakukan untuk mencari ikan,
menangkap ikan menggunakan kapal dengan peralatan jaring pukat oleh sebab
itu banyak nelayan yang mengeluh nyeri diseluruh badan setelah melakukan
aktifitas menangkap karena melakukan gerakan yang secara terus menerus
yang akan menimbulkan nyeri yang dimaksudkan Musculoskeletal
Disorders(MSDs) karena posisi kerja nelayan tangkap yang tidak ergonomis
Analisis hubungan posisi kerja nelayan dengan keluhan mosculoskeletal
disorder dipelelangan ikan Muara Angke. Pluit. Jakarta. Metode penelitian
adalah cross sectional, dengan sampel sebanyak 80 orang, yang diambil
melalui random sampling. Sebagian besar berpendidikan SD (53.8%), umur
≤25( 51.3%) lama kerja <5 tahun (83.8%), Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nelayan tangkap, Muara angke, Jakarta memiliki posisi kerja yang baik
dengan keluhan musculoskeletal disorders (47,1%) dan memiliki keluhan
musculoskeletal disorder yang rendah (43.8%). Berdasarkan uji statistik
pearson product moment, didapatkan bahwa terdapat hubungan antara posisi
kerja angkat dengan keluhan musculoskeletal disorder (r =0.356; p<0,05).
Perlu adanya peningkatan kegiatan penyuluhan dalam rangka mendukung
posisi kerja yang ergonomi dalam upaya pencegahan keluhan musculoskeletal
disorder.

Kata kunci: posisi kerja, musculoskeletal disorder, nelayan

Pendahuluan kelelahan otot. Sikap kerja yang tidak
Di Indonesia banyak yang berkerja fisiologis ini akan cepat menimbulkan
sebagai nelayan, kegiatan yang dilakukan kelelahan dan berbagai gangguan pada
oleh nelayan harus sesuai dengan kondisi sistem otot skeletal serta memerlukan energi
tubuh serta tenaga yang dimiliki oleh yang lebih besar dalam usaha yang sama
masing-masing individu sehingga harus ada seperti pada proses penangkapan ikan
keseimbangan antara keduanya karena akan sehingga kelelahan lebih cepat muncul
mempengaruhi kesehatan dan kinerja (Manuaba, 1990). Kondisi seperti ini dapat
manusia, nelayan akan melakukan pekerjaan mengakibatkan terjadinya kecelakaan dan
secara terus menerus dan akan melakukan penyakit akibat kerja (Sutjana, 2003).
gerakan yang terus menerus dilakukan Gangguan muskuloskeletal merupa-
selama bekerja sehingga mengalami kan gangguan yang terjadi pada tubuh

Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1, Januari 2015 23

Posisi Kerja an muskuloskeletal mencapai hampir 60% Posisi alamiah sehingga tidak dari semua penyakit akibat kerja. 1993).mengangkat dan mengangkut. petani tersebut bersifat subjektif. Posisi kerja yang kurang berimbang atau alat kerja yang tidak alamiah adalah sikap kerja yang digunakan kurang sesuai dengan antro. kelelahan otot. yang berhubungan dengan pekerjaannya dan Posisi tidak alamiah ini terjadi diantaranya adalah gangguan otot rangka karena interaksi antara pekerja dan alat sebanyak 16% (Depkes RI. semakin tinggi alamiah pada umumnya karena ketidak pula terjadi keluhan otot skeleta. Januari 2015 24 . Gangguan menimbulkan sikap paksa yang muskuloskeletal ini menimbulkan rasa nyeri melampaui kemampuan fisiologis ubuh dan terbatasnya gerakan pada daerah yang (Grandjean & Kroemer. semakin tinggi pula terjadi alamiahnya. 2005) kerja yang kurang berimbang atau alat Posisi tidak alamiah ini terjadi kerja yang digunakan kurang sesuai karena interaksi antara pekerja dan alat kerja dengan antropometri pekerja. 1995).5% pekerja di duduk atau berdiri terlalu lama dan lain Indonesia mempunyai gangguan kesehatan sebagainya (Adnyana. 1993). Kelurahan Pluit. Sedangkan 40. sesuaian pekerjaan dengan kemampuan pekerja (Grandjen. Musculoskeletal Disorder Memperkirakan prevalensi ganggu. Gangguan muskuloskeletal menangkap ikan menggunakan kapal dengan ini terjadi pada bagian tubuh otot dan tulang peralatan jaring pukat oleh sebab itu banyak yang mengalami penurunan sistem gerak. menyebabkan bagian tubuh bergerak pometri pekerja. terjadi akibat aktivitas fisik dan/atau kerja paksa bisa terjadi pada saat posisi kerja (World Health Organization memegang. muara wawancara dengan petani dan menunjukkan Angke. posisi nyeri pada tubuh di kertas kuosioner yang sudah terdapat titik-titik nyeri pada Posisi Kerja Dan Keluhan tubuh manusia (Wilson & Corlett. Posisi kerja tidak alamiah menjauhi posisi alamiahnya. 2001). Jakarta. Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1. 1. Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara   manusia akibat dari kegiatan tubuh Pelabuhan Muara Angke rata-rata dilakukan selama bergerak terlalu menerima pekerjaannya sebagai nelayan yang separuh beban berat yang dapat menyebabkan waktunya dilakukan untuk mencari ikan. Sikap kerja tidak tubuh dari pusat gravitasi. Nyeri yang dialami oleh setiap Berdasarkan latar belakang tersebut. Sikap terkena. Sebagian besar gangguan Disorders (MSDs) karena posisi kerja muskuloskeletal yang dialami oleh petani nelayan tangkap yang tidak ergonomis adalah nyeri. 2000). Semakin jauh posisi bagian keluhan otot skeleta. Semakin adalah sikap kerja yang menyebabkan jauh posisi bagian tubuh dari pusat bagian tubuh bergerak menjauhi posisi gravitasi. nelayan yang mengeluh nyeri diseluruh Seseorang yang melakukan bentuk kerja badan setelah melakukan aktifitas menang- kurang ergonomi dapat mengalami kap karena melakukan gerakan yang secara gangguan muskuloskeletal pada tubuhnya terus menerus yang akan menimbulkan nyeri khususnya bagi mereka yang bekerja di yang dimaksudkan Musculoskeletal bidang pertanian. maka penulis tertarik untuk melakukan Kesubjektifan rasa nyeri yang dialami petani penelitian mengenai hubungan posisi kerja ini dilihat dengan melakukan sistem NBM angkat dengan keluhan Musculoskeletal (Nordic Body Map) yaitu melakukan Disorder pada nelayan tangkap. (WHO) 2003). Sikap kerja sesuaian pekerjaan dengan kemampuan tidak alamiah pada umumnya karena ketidak pekerja (grandjen.

mati akibat tekanan yang berlebih rasa. Berat tubuh manusia akan e. Keluhan Musculoskeletal Disorder yang sejajar lurus dengan jarak sesuai Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan tulang pinggul akan menjaga digunakan pakar ergonomi untuk tubuh dari tergelincir.1993). ligamen.Selain itu perlu menggambarkan berbagai bentuk cedera. bawah. Dalam bidang keselamatan da dilakukan. melakukan pekerjaan diakibatkan oleh Aliran beban berat tubuh mengalir hubungan antara dimensi pekerja pada kedua kaki menuju tanah. Kaki 2.MSDs merupakan masalah yang Prosesnya sama slipped disksdengan signifikan pada pekerja. Posisi bekerja berdiri beban adalah jarak. otot.Hal ini dimaksudkan keluhan (MSDs) atau cidera pada sistem untuk menghasilkan tenaga maksimal muskuloskelatal (Grandjean. Jarak yang Posisi kerja berdiri merupakan salah ditempuh semakin jauh akan satu posisi kerja yang sering menurunkan batasan beban yang dilakukan ketika melakukan sesuatu dibawa. Keluhan hingga kerusakan inilah mendorong beban dianjurkan dalam yang biasanya diistilahkan dengan kegiatan ini. Hal ini dipengaruhi oleh paling sering melibatkan lengan dan frekuensi dari pekerjaan yang punggung. Kegiatan Mengangkat Beban ditopang oleh satu ataupun kedua kaki Sikap tubuh manusia ketika ketika melakukan posisi berdiri. menyebabkan pada sisi belakang gemetar. kegiatan mendorong beban adalah akan dapat menyebabkan keluhan berupa tinggi tangan pendorong. Kegiatan Membawa Beban rawan) dan sistem syaraf. tendon. 1991) Kestabilan tubuh ketika posisi berdiri dipengaruhi posisi kedua kaki. tendon dan b. untuk mendorong beban berat dan Gangguan Muskuloskeletal yaitu menghindari kecelakaan kerja bagian cidera dan ganguan pada jaringan lunak tangan dan bahu. Faktor yang paling kesehatan kerja MSDs disebut juga berpengaruh dari kegiatan membawa dengan istilah gangguan trauma Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1. ligament dan pegangan antara siku dan bahu selama tendon. Tinggi kerusakan pada sendi. bumi.MSDs dapat Terdapat perbedaan dalam menentu. (otot. MSDs pada sikap kerja membungkuk. pekerjaan. ligamen. kan beban normal yang dibawa oleh termasuk saraf dan selubung tendon. kekakuan. Januari 2015 25 . Kegiatan Mendorong sakit. tulang. 1995) syaraf. gangguan tidur dan rasa rusak dan penekanan pembuluh terbakar (Humantech. memepengaruhi hampir semua jaringan. Posis kerja membungkuk sendi. dan manusia. bengkak. menjaga kelurusan antara anggota nyeri atau kelainan pada sistem otot bagian atas dengan anggota bagian rangka yang terdiri dari jaringan saraf. Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara   a. Kerusakan ini disebabkan oleh Keluhan Muskuloskeletal adalah keluarnya material pada akibat keluhan pada bagian–bagian otot skeletal desakan tulang invertebratal discs yang dirasakan oleh seseorang mulai dari lumbar belakang bagian. nyri. tetapi awalnya menyebabkan sakit. dan tulang d. keluhan sangat ringan sampai sangat c. Hal ini dengan dimensi variasi dari tempat disebabkan oleh faktor gaya gravitasi kerjanya disebut sikap kerja (Phesant. Apabila otot menerima beban statis Hal yang penting menyangkut secara berulang dan waktu yang lama. kesemutan. sendi.

tulang (bridger. trauma berulang. Musculoskeletal Disorders terasa sangat sakit.Risiko gangguan otot sendi kerja (OSHA. 2003) 5. Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara   kumulatif. genitalia. Faktor penyebab lainnya. 1995) J. Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1. cedera stres sekunder berupa tekanan. Bursitis adalah kondisi peradangan berlebihan. Peregangan otot yang berlebihan dan dalam waktu yang lama. semakin tinggi perawatan antara lain seperti : risiko terjadinya penurunan elastisitas Ada beberapa jenis MSDs (Martha. 2004). akan dapat 2. keluhan 3. ligament. Januari 2015 26 . kebiasaan merokok. Penyebab Terjadinya Musculoskeletal jenis kelamin. Semakin dapat dikategorikan dalam beberapa jenis bertambah usia seseorang. Peradangan dari setiap bursa gangguan otot sendi. 2000) semakin besar jika faktor individu berupa MSD’s adalah cidera atau penyakit umur. pada usia diatas 35 tahun terjadi proses rambut. guo et al. usia. dan pada lapisan bursal atau cairan sikap kerja yang tidak alamiah faktor synovial yang terbungkus dalam utama yang menyebabkan terjadinya bursa.Keluhan muskuloskeletal adalah kerja. mata. keluhan ringan hingga keluhan yang 2008). Sedangkan untuk faktor pekerja dan kesehatan diri seseorang untuk itu sendiri. Sanders. terdapat faktor dapat membatasi aktivitas. terhadap penyebab nontraumatik yang mati rasa.Keluhan ini dapat dibedakan keluhan pada bagian otot skeletal yang menjadi keluhan yang sifatnya sementara dirasakan oleh seseorang dari mulai dan keluhan yang menetap (Baiduri. serta kebersihan dan sehingga menyebabkan berkurangnya kerapihan pakaiannya. orang tersebut seseorang akan mengalami nyeri dapat menjaga kebersihan tubuhnya yang punggung. dan telinga. 2004) yaitu: Selain peregangan otot yang 1. panas/terbakar. disorders (MSDs) atau cidera pada sistem gerakan. kesemutan. hal tersebut dapat dikarenakan meliputi kebersihan kulit. aktivitas berlebihan. suhu) musculoskeletal (Humantech. dingin dan rasa tidak disebabkan oleh interaksi lingkungan nyaman. Apabila otot statis (MSDs) terjadi bila: menerima beban statis secara berulang 1. tidak merupakan kelainan pada jaringan lunak fleksibel. adalah sikap kerja 4. Jenis-Jenis Musculoskeletal Disorder yang tidak alamiah pada umumnya akan Pemeliharaan personal hygiene menyebabkan terjadinya keluhan otot berarti tindakan memelihara kebersihan skeletal. yaitu keragaman manusia yang meliputi: 3.Rasa (Tarwaka. getaran dan yang berulang dan sindrom kelelahan mikroklimat. berdasarkan penelitian dari kesejahteraan fisik dan psikisnya. tulang mempengaruhi gangguan pada otot sendi rawan ataupun pembuluh darah. gigi dan mulut. Faktor penyebab sekunder (tekanan. hidung. pada syaraf atau jaringan seperti otot. dikatakan bahwa pada umur 35 Seseorang dikatakan memiliki personal tahun merupakan episode pertama hygiene baik apabila. tulang sendi. sakit yang akibat MSDs dapat Musculoskeletal Disorders (MSDs) digambarkan seperti kaku. kaki degenerasi dan kerusakan jaringan dan kuku. jenis kelamin. Postur janggal ini disebut keluhan musculoskeletal 4. dan kesegaran jasmani turut tendon. Personal Hygiene stabilitas otot dan sendi. aktifitas fisik. Disorder antropometri serta gaya hidup Fakta mengenai resiko yang timbul dari faktor pekerjaan. Gerakan berulang menyebabkan keluhan rasa sakit.

deskripptif analitik. Interseection Syndrrome disebabkan membengkookan pergelaangan tangann oleh rusaknya r tenndon pergelangan selama bekkerja atau menggerakann tangan yaitu didaeerah ibu jarri dan pergelangan tangan selaama bekerja. jari-jarri (pada saat menggunakaan alat pluit Jakarta. denngan jumlahh respondenn 5. Tendin nitis merupaakan peradangan u umur (pembeengkakan) hebath atau iritasi pada tendon.3% %) dan ≥355 tangan. Carpall Tunnel Synd drome (CTS)) yaitu Berdasarkaan hasil penellitian nelayann tekanan n pada syaaraf tengah yang tangkaap di pelabuhhan muara anngke. kejjang otot... dan n rasa dengaan desain peneelitian cross ssectional. b tangan ini terus berlanngsung akann 3. kerja yang memiliki pelatuk) yang Teknik peengambilan ssampel yangg menek kankan tendon secara terus digunakan yaitu rrandom samppling. Distribusi Umur Respoonden Forum Ilmiah Volume V 12 Nomoor 1. CTS yaitu 18 respondenn (22. 2. Trigger Fingeradallah rasa sakiit dan Tekniik Pengambiilan Sampel ketidak k nyaman paada bagian jaari-jari Populasi ddalam penelitiian ini adalahh akibat tekanan yan ng berulang pada nelayaan tangkap dii pelabuhan m muara angke. pada otot o leher. Jakarta. penekaanan tersebutt disebabkan n oleh responden usia ≤25 tahhun memilikii pembengkakan dan iritasi dari teendon jumlahh frekuensi 41 respondden (51. dan mati rasa/kebas. yang kuuat padaa tangan. dapat menyebabbkan seseeorang kesulittan menggeng ggam 7. perasaan id dak nyaman pada tahun memiliki jum mlah frekuennsi yang samaa jari-jarri.5%). dann bahu) sepperti tekanann menyebabkan bursaa membesar. pergelaangan. Focal Hand Dystoniaadalah kram sebany yak 80 orangg.. t biasaanya terjadi pada titik diimana otot meelekat pada tu ulang. dan penyelubuh p tendon. J yang berjumlah 800 orang. tangan yang bisa diialami oleh penulis ataupuun pemusik Hasil dan Pembah hasan 6. Hubungan Poosisi Kerja Angkaat Dengan Keluhhan Musculoskele letal Disorder Padda Nelayan Tanggkap di Muara Angke Kelu lurahan Pluit Jakkarta Utara   Peradaangan pada caairan sinovial dapat lengan.3%). fleksi pergelangaan tangan atau atau menggeerakan pergellangan tangann pergelaangan tangan n yang meng galami secara berullang jika kettegangan otott fleksi dan d ekstensi berulang. sampell meneru us hingga kejari-jari. secaraa acak. Januari 20155 27 . t Gejaalanya sedangkan usia 25--35 tahun mem miliki jumlahh seperti rasa sakit pada pergelangan frekueensi 21 resoonden (26. Tension Neck SyndromeS adalah a menyebabkaan tendinitis ketegan ngan pada otot leher yang disebab bkan oleh poostur leher fllexion Metod de Penelitian n kearah belakang dalamd waktu yang Penelitian ini menggunnakan metodee lama seehingga timbul gejala kek kakuan pendeekatan asosi atif. terletakk dipergelanngan tangan yang maka didapatkaan hasil karakteristikk dikeliliingi jaringaan dan tulang t responnden sebagai berikut.. 23% ≤25 Keadaaan tersebut akan sem makin 51% 26% 25‐35 berkem mbang ketik ka tendon terus meneru us diguunakan untuk ≥35 mengerjakan hal-haal yang tidak biasa (pengg gunaan berleb bihan atau postur p G Grafik 1 janggaal pada tang gan. sakit yn ng menyebar kebagian leh her 4.

8 30 20 12. 2001). dan berdiri terlalu lama dan lain sebagainya frekuensi 9 (52. Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1.3%) 5 tahun berjumlah 67 orang (83. Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara   Sebagian besar distribusi nelayan (28. duduk. oleh paksa yang melampaui kemampuan karenanya nelayan harus memperhatikan fisiologis ubuh (Grandjean dan Kroemer. Januari 2015 28 .1%) ibu mengangkat dan mengangkut.5 10 5 0 belum SD SMP SMA sekolah Grafik 2 Distribusi Tingkat Pendidikan Responden Distribusi responden nelayan sedangkan yang lebih atau sama dengan 5 tangkap berdasarkan lama kerja kurang dari tahun berjumlah 13 orang (16. kerja angkat yang kurang baik mengenai Karena posisi kerja yang kurang keluhan Musculoskeletal Disorder posisi baik dari posisi berdiri. duduk atau memiliki posisi kerja angkat yang baik.8%) SMA berjumlah 10 orang (12.8%) SMP berjumlah 23 orang 60 53. Sikap kerja paksa Berdasarkan hasil penelitian. didapatkan bahwa frekuensi 8 (47.8 50 40 28.8%) lama kerja 16% <5 tahun ≥5 tahun 84% Grafik 3 Distribusi lama kerja Responden Posisi Kerja Angkat 2000.0%) 43 orang (53. serta posisi alamiah sehingga tidak menimbulkan sikap mengangkat yang tidak sesuai.5%) tangkap yang berpendidikan SD berjumlah belum sekolah berjumlah 4 orang (5. bisa terjadi pada saat memegang. Manuaba.9%) ibu memiliki posisi (Adnyana. 1998).

membungkuk. Keluhan Muskuloskeletal adalah Pada proses penangkapan ikan keluhan pada bagian–bagian otot skeletal faktor risiko ergonomi yang dapat yang dirasakan oleh seseorang mulai dari menyebabkan MSDs adalah postur janggal. Pada saat proses penangkapan lengan bawah menyebabkan tekanan pada ikan dapat menyebabakan terjadinya Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1. semakin tinggi pula terjadi mengangkat beban sebainya tidak melebihi keluhan otot skeleta. sedangkan (Depkes. serius pada otot dan sendi (NIOSH. Sikap kerja tidak alamiah adalah Salah satu faktor yang sikap kerja yang menyebabkan bagian tubuh mempengaruhi terjadinya gangguan otot bergerak menjauhi posisi alamiahnya. 2007). 2009) gravitasi. yang tidak ergonomis yaitu posisi leher > 20. Menurut Nurmianto proses ini fator risiko yang dapat (1998) sudut yang optimal untuk lengan menyebabkan MSDs adalah postur janggal bawah berada berkisar antara 900 – 1200 dan gerakan berulang dengan frekuensi > 4 dan menurut Bridger (1995) sudut < 60◦ kali permenit. keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. kondisi kaki > 60. baik. Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara   posisi mengangkat yang sesuai dengan otot berlebihan yang terdapat pada lengan ergonomi. ligament dan tendon. Berat beban yang direkomendasikan Semakin jauh posisi bagian tubuh dari pusat adalah 23-25 kg. akan dapat nelayan pun melakukan pekerjaannnya menyebabkan keluhan berupa kerusakan dalam 14-30 hari didalam kapal untuk pada sendi. 1993). atau memiliki keluhan musculoskeletal disorders jongkok bisa menyebabkan sakit pada yang baik dan frekuensi 9 (52. dalam hal ini nelayan tangkap pekerja (grandjen.1%).1993). Pada ikan yang terlalu berat. Berdasarkan hasil penelitian. Pada Posisi hingga kerusakan inilah yang biasanya membungkuk atau jongkok dengan waktu diistilahkan dengan keluhan (MSDs) atau yang lama akan menyebabkan masalah cidera pada sistem muskuloskelatal terhadap otot serta posisi kerja yang kurang (Grandjean. didapatkan bahwa frekuensi 7 (47. rangka. Keluhan mendapatkan ikan. melakukan gerakan yang berulang ddan Para nelayan angkap muara angke mengangkat ikan dengan beban 10 ton setiap melakukan pekerjaan tersebut dalam waktu harinya dalam waktu 30 hari di laut hal 14-30 hari selama bertutrut-turut melakukan demikian berat beban melebihi nilai ambang aktivitas di kapal dengan menangkap ikan batas yang ditetapkan oleh departemen sebanyak-banyaknya dengan posisi kerja kesehatan. Sikap kerja tidak dari aturan yaitu laki-laki dewasa sebesar alamiah pada umumnya karena ketidak 15-20 kg dan wanita (16-18) sebesar 12- sesuaian pekerjaan dengan kemampuan 15kg. Nelayan tesebut sering mengeluh Selain itu postur tubuh yang sakit otot pada saat selesai bekerja memiliki risiko terdapat pada lengan bawah dikarenakan aktivitas kerja dan gerakan sudut yang dihasilkan umumnya rendah < yang berulang sehingga dapat menimbulkan 60◦ hal tersebut terjadi karena mengangkat keluhan musculoskeletal disorders. Posisi berlutut. bawah. lengan atas 20-45. posisi statis >1 menit dan gerakan berulang Apabila otot menerima beban statis secara dengan frekuensi > 4x permenit para berulang dan waktu yang lama. Januari 2015 29 . lengan bawah < 60 hasil pengukuran REBA.9%) . Karena punggung bagian bawah atau pada lutut. jika gerakan yang berulang yang dilakukan oleh dilakukan dalam waktu yang lama dan nelayan sehingga menimbulkan keluhan kontinyu mengakibatkan masalah yang muscuoskeletal disorders. pergelangan tangan 0-15 kondisi badan Keluhan Musculoskeletal Disorder > 60.

Self Reported Work Related kepala.000 kasus mengalami keluhan musculoskeletal dengan menyerang punggung sebesar disorder. maka hal industri di Great Britain. parah bila terus dibiarkan. estimasi angka demikian akan menyebabkan hilangnya prevalensi industri manufaktur sebesar kelenturan pada otot tersebut. membengkokkan pergelangan angkat dengan keluhan musculoskeletal tangan selama bekerja. getaran. bahu. diantaranya faktor dalam hitungan beberapa hari. sehingga secara ergonimi. bulan dan pemungkin yaitu posisi kerja yang masuk tahun. harus merasakan gejala Musculoskeletal segera di periksa lebih lanjut begitu pun juga Disorders. karena posisi kerja yang kurang ergonomi Sedangkan Data yang dilaporkan serta beban yang diterima nelayan dalam berdasarkan Labour Force Survey (LFS) mengangkat ikan dan dilakukan secara U. 3440/100. Nelayan merasa sangat terganggu Berdasarkan hasil penelitian yang dikarenakan gejala Musculoskeletal dilakukan terhadap 80 pekerja pada nelayan Disorders maka menunjukkan bahwa gejala tangkap dipelabuhan muara angke 2014 tersebut sudah pada tingkat yang perlu menunjukkan bahwa 65 orang nelayan diperhatikan untuk penanganannya. kesemutan.000 kasus (HSC. jenis kelamin. tetapi Kelurahan Pluit.0%) Musculoskeletal Disorders akan semakin merasakan sakit pada bagian siku. Para pekerja pergelangan tangan. Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1. umur. mengabaikan gejala tesebut sehingga gejala tersebut diangggap biasa dan tidak segera Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan mengobatinya atau melakukan tindakan Keluhan Musculoskeletal Disorder medis agar tidak terjadi permasalaan keehata Uji korelasi menunjukan bahwa yang besar. tergantung pada berat ringannya dalam kategori baik telah melakukan posisi trauma setiap kali dan setiap saat. Pada umumnya gangguan pnggang. dan anggota tubuh otot akan bekerja dengan keras untuk bagian bawah 224. kaki.0%) merasakan dengan adanya gejala Musculoskeletal keluhan pada bagian leher. Illness (SWI) 2006-2007 menginformasikan sehingga semakin sering dan semakin lama bahwa penyakit dan cedera pada sektor digunakan dengan berlebihan. anggota tubuh bagian atas ruas-ruas tulang menekuk ke depan maka atau leher 426. Selain itu pada faktor dapat menimbulkan suatu cidera yang cukup pendorong yang mempengaruhi adalah besar yang diekspresikan dengan rasa sakit. pinggul.000 kasus. menopang tulang/ rangka bagian atas sampai 2006/2007).000 kasus. Adanya hubungan antara merupakan kumpulan-kumpulan benturan hubungan posisi kerja dengan keluhan kecil dan besar yang terakumulasi secara musculoskeletal disorder dipengaruhi oleh terus menerus dalam waktu relatif lama. nyeri. (Menurut James. 24 pekerja(35. Disorders. Dari hasil NBM (Nordic Body dengan responden yang merasa terganggu Map) bahwa 41 pekerja (65. ketika 493. atau menggerakkan disorder dikatakan berhubungan searah pergelangan tangan secara berulang.K prevalensi kasus Musculoskeletal berulang-ulang menyebabkan nelayan Disorders (MSDs) sebesar 1. lama kerja. beberapa faktor. Seperti yang di ungkapkan oleh terdapat hubungan antara posisi kerja angkat Humatech (1995) yang menyatakan bahwa dengan keluhan musculoskeletal disorder gangguan pada system musculoskeletal tidak pada nelayan di pelabuhan muara angke pernah terjadi secara langsung. pegal-pegal.tekanan. Januari 2015 30 . lengan. 2007). gerakan yang digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang berulang tidak biasa seperti tekanan yang kuat pada Pada penelitian ini posisi kerja tangan.144. sehingga otat akan melentur. suhu. Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara   tendinitis karena tendon terus-menerus pencahayaan.000 kasus.

“Fitting The atau gerakan minim atau kelemahan pada Task To The Human”. Taylor & berpendidikan SD (53. “Interactive Physiology”. “Ergonomics. and Kroemer. memiliki keluhan ILO. Upper Musculoskeletal Disorders (MSDs) Extremity and Low Back”.1%). R. 2009 And Illnesses”. S.9%).. Inc.S.8%). L. umur ≤25( Francis.Hill International. Taylor and Francis. “Fitting the Task to The responden dengan sampel 80 Sebagian besar Man”. 1998 bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara posisi kerja angkat dengan keluhan National Institute for Occupational Safety musculoskeletal disorder pada nelayan and Health (NIOSH). “Encyclopedia of Occupational Healt musculoskeletal disorders yang baik dan and Safety”. “Work Realated Injuries Depok. In: Stellman Editor. 1993 51. (4) hasil uji korelasi International Labour Organization. frekuensi 9 (52. Occupational 2009”. & McAtamney. USA Mc. (1) karakteristik Grandjean. (OSHA). Singapore. “Gambaran Risiko Disorders of the Neck. 2000 Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa.3%) lama kerja <5 tahun (83. (2) posisi kerja angkat pada nelayan tangkap di Higenett.. Texbook Of Occupational Ergonomics. Skripsi. B. Humantech Inc.. Babur Mustafa Dan David C. Department Of Labour. Elsevier journal. Australia. Industrial Ergonomics”. 2003 Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1.. Hall Pearson Education. Alexander. Work and Health”. Berkeley. U. “Fundamental Of Cummings. Tati. 2004 Australian bureau statistics. 2003 menggunakan NBM (nordic body map) frekuensi 7 (47. 5th edition. 2007 Pheasant S. Januari 2015 31 . A anggota tubuh yang terkena trauma. 2000 responden memiliki frekuensi 8 (47. pearson product moment dapat disimpulkan Geneva. “Article: work related injuries”. London. 4 th edition. 201-205.. Aspen Publisher. Bridger.S. Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara   pembengkakan dan gerakan yang terhambat Grandjean. Fakultas Kesehatan Safety And Health Administration Masyarakat Universitas Indonesia.8%).1%).. berdasarkan hasil observasi dengan Australia. “Inroduction to Ergonomi”. Graw . and Workplace Factors – A Critical Review of Epidemiologic Evidence Daftar Pustaka for Work-Related Musculoskeletal Ariani. E. E. (3) variabel keluhan musculoskeletal disorder Humantech. 1995 Pulat. 1997 dalam Pekerjaan Manual Handling pada Buruh Angkut Barang (Porter) National Institute for Occupational Safety di Stasiun Kereta Jatinegara Tahun and Health (NIOSH). tangkap di pelabuhan Muara Angke “Musculoskeletal Disorders (MSDs) Kelurahan Pluit Jakarta Utara. Kesimpulan Philadelphie. “Tecnical pelabuhan muara angke dengan 80 Note Rapid Entire Body Assesment responden menunjukan bahwa sebanyak 8 (REBA)”. “Applied Ergonomics Training dari 80 responden di pelabuhan muara angke Manual”.

Januari 2015 32 . 1992 Suma’mur. Lilik Sudiajeng.. 1982 Sutjana. P. Surakarta. P.. Jakarta. Program Pascasarjana Universitas Udayana. 2004 Forum Ilmiah Volume 12 Nomor 1. Denpasar. Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap di Muara Angke Kelurahan Pluit Jakarta Utara   International. UNIBA Press. 2003 Tarwaka SHB. Kesehatan Kerja. New Jersys. USA. Englewood Clift. “Ergonomi Untuk Produktivitas Kerja”. “Peningkatan Produktivitas Kerja Penyabit Padi Menggunakan Sabit Bergerigi Dibandingkan dengan Sabit Biasa”. K. “Ergonomi untuk Keselamatan. dan Produktivitas”. D. Yayasan Swabhawa Karya.