You are on page 1of 10

Kasus Bangsal

SEORANG LAKI-LAKI 54 TAHUN
SUSPEK B20 DENGAN CANDIDIASIS ORAL DAN
MULTIPLE RADIX

Disusun oleh:
Rika Ernawati
G99142066

Pembimbing
drg. Shinta Kartikasari

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU GIGI DAN MULUT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA
2015

Pasien juga mengeluh demam 9 hari SMRS. Pasien juga mengeluh sesak napas sejak 7 hari SMRS. darah (-). Sesak napas bertambah dengan aktivitas. panas (-). lendir (-) sejak 7 hari SMRS. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien merupakan rujukan dari RSUD Surakarta. Tidak dipengaruhi waktu dan aktivitas. sehingga nafsu makan menurun. Keluhan Utama Nyeri telan karena sariawan 2. IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. 1. ANAMNESIS Anamnesis dilakukan dengan autoanamnesis dan alloanamnesis di bangsal Melati 1 pada 2 Oktober 2015. . Pasien hanya makan dan minum sedikit. Demam dirasakan terus menerus. riwayat terbangun di malam hari karena sesak (-). Sariawan dan nyeri telan dirasakan sejak 7 hari SMRS. berkurang dengan istirahat. KASUS BANGSAL I. BAK berwarna merah. Banjarsari. 2-3x sehari sebanyak setengah gelas belimbing. Nusukan. Pasien mengeluh nyeri telan karena sariawan di mulutnya. nyeri (-). pasien tidur dengan 1 bantal. BS Umur : 54 tahun Agama : Islam Pekerjaan :- Alamat : Bonorejo. Batuk (-). Surakarta Tanggal masuk : 24 September 2015 Tanggal pemeriksaan : 24 September 2015 No RM : 013148xx II. BAB tidak lancar. hanya sedikit. Pasien juga mengalami penurunan berat badan ±10 kg dalam 1 bulan terakhir.

makan dengan nasi. Riwayat asupan gizi Pasien makan makanan keluarga yang dilumatkan. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat sakit serupa : disangkal Riwayat diabetes mellitus : disangkal Riwayat alergi obat : disangkal Riwayat asma : disangkal Riwayat hipertensi : disangkal 4. 3. Riwayat Sosial Ekonomi Pasien berobat dengan BPJS. Kesan: asupan gizi kurang (klinis) 7. sklera ikterik (-/-) Telinga : Sekret (-) Hidung : Epistaksis (-/-). Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat diabetes mellitus : disangkal Riwayat alergi obat : disangkal Riwayat asma : disangkal Riwayat hipertensi : disangkal 5. III. Compos mentis Vital sign : Tekanan darah : 120/80 mmHg Nadi : 83 x/menit Frekuensi napas : 23 x/menit Suhu : 37. Riwayat Kebiasaan Merokok : (+). lauk dan sayur. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : Baik. sekret (-) . 5 tahun berhenti Minuman beralkohol : disangkal Ketergantungan obat : disangkal 6.7 0C Kepala : Mesocephal Mata : Konjungtiva anemis (+/+).

- . - IV. tidak kuat angkat Perkusi : Batas jantung dalam batas normal Auskultasi : BJ I-II int normal. Suara Tambahan (-/-) Cor : Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC IV linea midclavicularis. . retraksi dinding dada (-) Pulmo : Inspeksi : Pengembangan dinding dada kanan= kiri Palpasi : Fremitus raba kanan=kiri Perkusi : Sonor/ sonor Auskultasi : SDV (+/+). ORAL STATUS  Ekstra Oral Maxilla : tak tampak kelainan Mandibula : tak tampak kelainan Lips : tampak kering  Intra Oral Palatum : tak tampak kelainan Lingua : oral thrush Upper Gingiva : tak tampak kelainan Lower Gingiva : tak tampak kelainan Left Bucal : oral thrush Right Bucal : tak tampak kelainan . nyeri tekan (+) Ekstremitas : Oedem . oral thrush (+) di lingual.Akral Dingin . . palatal. dan buccal Leher : Pembesaran limfonodi (-). . JVP tidak meningkat Thoraks : Bentuk normothoraks. reguler. Mulut : Mukosa basah (+). simetris. bising (-) Abdomen : Inspeksi : Dinding perut // dinding dada Auskultasi : Bising usus (+) Perkusi : Timpani Palpasi : Supel.

22.6.12.32 hanya tersisa akar Sondation : tidak dilakukan Palpation : lunak (dilakukan pada oral trush) Percution : tidak dilakukan Chlor ethyl : tidak dilakukan .3. 17.21.7.20.18.31.14.2. 30.16.11.19.4.  Oral Hygiene : buruk Dental Formula Permanent Teeth R R R R R R R M C R R M R M R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 32 31 30 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 19 18 17 R R R M M C C M R R R R R R R Element : 1.23.5.

0 Kimia Urin Berat jenis 1.8 /LPB 0-12 Epitel Epitel squamous 0-1 /LPB Negatif Epitel transisional .5-8.5-11.0 Leukosit Negatif /ul Negatif Nitrit Negatif Negatif Protein 25 mg/dl Negatif Glukosa Normal mg/dl Normal Keton Negatif mg/dl Negatif Urobilinogen 1 mg/dl Normal Bilirubin Negatif mg/dl Negatif Eritrosit Negatif mg/dl Negatif Mikroskopis Eritrosit 4.015-1.0 4.6 /ul 0-6.V.4 Leukosit 10. /LPK Negatif . /LPB Negatif Silinder Hyaline 0 /LPK 0-3 Granulated .025 1. /LPK Negatif Leukosit . /LPB Negatif Epitel bulat . PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan laboratorium tanggal 25 September 2015 PEMERIKSAAN HASIL SATUAN RUJUKAN Urin rutin Makroskopis Warna Yellow Kejernihan Sl cloudy Ribu/ul 4.025 PH 6.

12 Juta/ul 4.5-17.5 Hematokrit 31 % 33-45 Leukosit 2.5-11. PLAN Ro Panoramic VIII. ASSESSMENT Suspek B20 dengan candidiasis oral dan multiple radix VII.50-5. obat kumur 3x1 Fluconazol 200g/24 jam Nistatin drop 4 x 2cc Pro Ekstraksi Pro Prothesa .0 Trombosit 195 Ribu/ul 150-450 Eritrosit 3. TERAPI Jaga Oral hygiene.1 g/dl 13.9 Ribu/ul 4. Pemeriksaan laboratorium tanggal 28 September 2015 PEMERIKSAAN HASIL RUJUKAN Parasitologi Dan Mikrobiologi KOH Spora Yeast cell (+) Negatif Astrospora Negatif Negatif Pseudohifa Negatif Negatif Pemeriksaan laboratorium tanggal 30 September 2015 PEMERIKSAAN HASIL SATUAN RUJUKAN Hematologi rutin Hemoglobin 10.90 VI.

Kemudian akan terjadi pengecilan ruang pulpa sehingga sulit diidentifikasi dan terkadang terjadi hipersementosis atau menyatunya tulang dengan akar gigi. sehingga akar gigi terbuka sehingga dan gigi akan terasa ngilu. pasien harus diberikan edukasi untuk kebersihan oral dari pasien tersendiri. BS. gusi secara bertahap menyusut.IX. Ditambah dengan hyginietas dari oral pasien buruk yang menyebabkan gigi tampak kotor dan banyak terdapat radix. karena salah satu tanda khas dari candidiasis oral adalah bercak putih. Respon jaringan periodontal terkait usia berhubungan dengan imunitas tubuh dan respon peradangan yang dapat mempengaruhi ketahanan periodonsium terhadap bakteri plak. Selain terapi medikamentosa. Sehingga dapat mengakibatkan terjadinya infeksi oportunistik seperti candidiasis oral. Selain itu terjadi proses perubahan pada jaringan penyokong gigi seperti gusi. Respon imun terhadap plak berkurang pada . Pada usia lanjut gigi manusia akan mengalami proses degenerasi. PEMBAHASAN Pasien bernama Tn. PROGNOSIS Ad vitam : dubia Ad sanam : dubia Ad fungsionam : dubia X. Pada pasien ini diberikan terapi antifungal yaitu nystatin drop serta injeksi flukonazol. usia 54 tahun pada pemeriksaan oral ditemukan adanya bercak – bercak putih di bagian lingual serta mucosal bucal. Dengan bertambahnya usia ditambah adanya immunocompremised. Hal ini menunjukkan kecurigaan pada candidiasis oral. Kecurigaan ini didukung dengan penurunan hasil lab CD4 yang menunjukkan adanya immunocompromised karena pada penderita suspek HIV/AIDS akan mengalami penurunan sistem imun tubuh. Gigi akan berubah warna menjadi gelap dan dentin akan menjadi rapuh pada akar gigi yang disebut translucent dentin.

3. sehingga memudahkan terjadinya penumpukan plak. Epitel mulut bertambah tipis.immunocompremised pada pasien suspek HIV/AIDS. Faktor risiko dari pasien ialah keadaan immunocompromised sehingga mengakibatkan infeksi oportunistik candidiasis oral dan menurunkan ketahanan periodonsium. Candidiasis merupakan penyakit infeksi oral yang disebabkan oleh jamur candida. 4. dan terdapat peningkatan kepadatan sel. kurang berkeratin. Terjadi degenerasi gigi dan jaringan periodonsium yang menyebabkan tanggalnya gigi pada pasien sehingga menyebabkan multiple radix. 2. Diperlukan pencabutan akar gigi dan tindakan pemasangan gigi palsu (prosthodontik) untuk membantu meningkatkan kemampuan mengolah makanan pada pasien. seperti yang terjadi pada pasien ini. KESIMPULAN 1. Melemahnya jaringan periodonsium akan menyebabkan gigi akan mudah tanggal. menghasilkan septum interdental yang padat. dan menurunnya jumlah sel pada lapisan osteogenik pada fasia kribosa. . Selain itu diperlukan upaya untuk membersihkan akar gigi yang tersisa dan diperlukannya pemasangan gigi palsu untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam mengolah makanan. Sehingga mengakibatkan ligament periodontal melebar dan meningkatnya mobilitas gigi. XI. 4. 2. Tulang alveolar menunjukkan perubahan yang mencakup meningkatnya jumlah lamella interstitial. 3. Gambaran klinis perubahan jaringan periodonsium : 1. Komponen serabut dan sel pada ligamen periodontal berkurang dan strukturnya tidak teratur. Terjadinya peningkatan ketebalan dan ketidakteraturan permukaan sementum di gigi.