You are on page 1of 1

Gout merupakan sindrom metabolik terkait diet tinggi purin dan alcohol akibat deposisi kristal

monosodium urat (MSU) pada sendi dan jaringan lunak atau akibat supersaturasi asam urat di
dalam cairan ekstraseluler yang memicu terjadinya radang pada sendi (arthritis) (Nuki dan Simkin,
2006). Gangguan metabolisme yang mendasarkan artritis gout adalah hiperurisemia yang
didefinisikan sebagai peninggian kadar urat lebih dari 7,0 ml/dl untuk pria dan 6,0 ml/dl untuk
wanita (Tehupeiory,2006). Gout menjadi masalah global yang cukup besar dan prevalensinya terus
meningkat di banyak belahan dunia terutama Indonesia.

Terapi asam urat dilakukan secara simptomatis maupun dengan menurunkan kadar asam uratnya.
Meskipun cukup berkhasiat, namun terapi tersebut mengakibatkan efek samping yang sering
menjadi masalah bagi pasien. Hal ini menjadi salah satu pendorong dalam riset antihiperurisemia.
Fokus utama dalam penelitian ini adalah mencari agen antihiperurisemic yang memiliki efektivitas
tinggi dengan efek samping yang rendah. Salah satunya adalah menggunakan bahan alam yaitu
Tanaman Gambir.

Gambir sempat salah satu primadona nusantara. Sumatera Barat merupakan sentra
produksi gambir di Indonesia dan memasok komoditas ini ke pasar dunia. Setiap
tahun, produksi gambir dari provinsi ini menembus 17 ribu ton.

Potensi gambir perlu dikembangkan.

Artritis gout adalah jenis artritis terbanyak ketiga setelah osteoarthritis dan kelompok rematik luar
sendi (gangguan pada komponen penunjang sendi, peradangan, penggunaan berlebihan)
(Nainggolan, 2009). Penyakit ini mengganggu kualitas hidup penderitanya. Peningkatan kadar
asam urat dalam darah (hiperurisemia) merupakan faktor utama terjadinya artritis gout (Roddy dan
Doherty, 2010). Masalah akan timbul jika terbentuk kristal-kristal monosodium urat (MSU) pada
sendisendi dan jaringan sekitarnya. Kristal-kristal berbentuk seperti jarum ini mengakibatkan
reaksi peradangan yang jika berlanjut akan menimbulkan nyeri hebat yang sering menyertai
serangan artritis gout (Carter, 2006).