You are on page 1of 9

TETES MINYAK MILIKAN

Laporan Praktikum

ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Eksperimen Fisika 1
yang diampu oleh Dr. Parlindungan Sinaga, M.Si

Disusun oleh:
Dhea Intan Patya (1301982)
Teman sekelompok:
Elza Anisa Suwandi (1305749)
Indah Wulandari (1301019)

LABORATORIUM ELEKTRONIKA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2015

Robert A Millikan pada tahun 1906 melalui percobaan tetes minyak itu berhasil menentukan nilai muatan ion. Prosedur eksperimen yang digunakan seperti gambar dibawah ini Ketika minyak disemprotkan dari sprayer/atomizer maka minayak akan menjadi tetes- tetes yang lebih kecil. Dasar Teori Salah satu konstanta penting dalam fisika adalah nilai muatan listrik yang dibawa oleh sebuah elektron. Tetes minyak tersebut juga akan mendapat pengaruh dari gaya gravitasi. Tujuan Menentukan muatan elementer B. Pada tahun 1913. R. dan gaya gesek udara.. Kemudian tetes minyak tersebut akan masuk ke ionizer atau daerah pengion dimana daerah pengion tersebut adalah udara yang terionisasi oleh sinar-x. Suatu zat baik zat cair maupun zat yang mudah terionisasi jika dimasukan ke dalam alat pengionisasi maka zat tersebut akan mengalami penguraian menjadi ion positif dan ion negatif dengan adanya fenomena tersebut maka jika zat itu minyak sillikon maka setelah mengalami proses ionisasi maka akan terurai menjadi ion positif maupun ion negatif diionisasi X + + e- Minyak Sillikon Hasil/produk reaksi diatas sudah mengalami proses ionisasi. Elektron-elektron yang ada dan atau terlepas dari udara akan bereaksi dan saling bertumbukan pada minyak sehingga .sehingga dapat dicari nilai e. Milikan dengan menggunakan eksperimen tetes minyak dapat mendemonstrasikan dan mengukur secara tepat muatan elektron.A.A. gaya apung archimedes.

hal tersebut disebabkan oleh elektron-elektron dalam udara tersebut bergerak secara acak sehingga tidak semua minyak yang keluar dari sprayer akan terionisasi. Kemudian kedua pengukuran ion tersebut sesuai dengan persamaan Pada plat sejajar dialirkan medan listrik sedemikian sehingga tetes minyak bergerak ke atas dengan kecepatan . Menentukan kecepatan bisa dilakukan ketika kecepatannya konstan yaitu berada dalam kecepatan termal. kemudian amati perubahan yang terjadi (perubahan posisi) yang dapat dinyatakan dalam y’’ dengan waktu t’’. maka ⁄ dan gaya yang bekerja pada tetes minyak tersebut adalah : Atau Untuk tetes minyak yang melayang di antara pelat sejajar karena pengaruh medan listrik E. namun ada pula yang tidak bermuatan. Analisis untuk muatan dapat dijelaskan sebagai berikut. maka pers (2) menjadi: C. dan diperlambat oleh gaya gesek udara (gaya Stokes dan gaya Archimedes). Untuk mengukur kecepatan ion pada saat tidak ada medan listrik dilakukan langsung dengan mengamati ion yang bergerak ke bawah. geraknya melawan arah gravitasi.  Kasus pertama (tidak ada medan listrik) Tetes minyak jatuh ke bawah (keping bawah) hanya disebabkan oleh gaya gravitasi. Untuk mengukur kecepatan ion ketika ada medan listrik diawali dengan cara mengamati gerak ion. minyak tersebut menjadi terionisasi dan bermuatan. Ambil titik tertentu sebagai acuan dalam menentukan posisi awal ion. ambil titik tertentu sebagai acuan dalam menentukan posisi ion kemudian amati perubahan posisinya (y’) dalam waktu (t’).  Kasus kedua (ada medan listrik). Alat dan Bahan . Bila tegangan antar pelat U dan jarak antar kedua pelat adalah d.

2. Merapikan alat dan bahan yang telah digunakan. 3. Menabulasikan hasil pengamatan yang dilakukan dalam sebuah tabel. Mengamati salah satu dari beberapa tetes yang ada.64 . 6. Vacum Tube Power Supply 1 buah. 7. Alat Penyemprot 1 buah. 7. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Lap secukupnya. 2.0016 2. 1. kemudian mengukur waktu yang dibutuhkan tetes minyak tersebut untuk bergerak dalam jarak yang sudah kita tentukan sebelumnya. 5. Oil Drop Apparatus 1 set. Data Tabel Pengamatan  Sebelum diberi beda potensial No x’ (m) t’(s) 1 0. Mengalirkan tegangan listrik (V) pada dua keping pelat sejajar tersebut sehingga dihasilkan medan listrik yang dapat menahan tetes minyak sehingga tetes minyak tersebut bergeraknya melambat kemudian mengukur kembali waktu yang dibutuhkan untuk tetes minyak tersebut bergerak sepanjang jarak yang sudah kita tentukan sebelumnya. Mengatur teropong yang terdapat di samping Chamber Milikan untuk mengamati tetes minyak yang telah disemprotkan tersebut sedemikian sehingga dapat terlihat dengan jelas tetes-tetes minyak tersebut. 3. D. 5. Minyak sampel (Silikon) secukupnya. Stop Watch 1 buah. 4. E. Power Supply 1 buah. Menyemprotkan minyak silikon ke dalam pelat sejajar Milikan dengan cara memompakan minyak tersebut. 4. Prosedur Percobaan 1. 6. kemudian tentukan jarak pengukuran pada skala yang terlihat (harus sama untuk semua pengamatan yang dilakukan).

0016 3.0016 2.29 kg.0016 3.0016 2.10 3 0.85 0.31 0.8 m/s2 ’(udara) : 1.0016 2.m-3 g : 9.0016 3.59 0.000714 0.40 3 0.41  Setelah diberi beda potensial dengan plat atas (+) plat bawah (-) No x’’ (m) t”(s) 1 0.004m (minyak) : 970 kg.0016 2.0016 2.000606 0.41 0.0016 2. 2 0.64 0.31 5 0.000427 4 0.0016 2.24 4 0.0016 3.85 Keterangan: t = waktu yang diperlukan muatan ion bergerak sejauh y tanpa medan listrik t’ = waktu untuk muatan ion bergerak sejauh y’ dengan adanya medan listrik y = jarak yang ditempuh muatan ion selama selang waktu t y’ = jarak yang ditempuh muatan ion selama selang waktu t’ d = jarak antara dua plat η = Kekentalan suatu zat F.000483 5 0.0016 3.0016 3.000516 3 0.40 0.0016 3.75 4 0.47 0.0016 2.000664 0.0016 3.000618 0.000461 2 0.75 0.10 0. Pengolahan Data V : 400 volt d : 0.0016 3.0016 3.59 5 0.0016 2.000667 0.24 0.m-3  : 1.000416 Q A B N e .8 X 10-5 No x’ (m) t’(s) v' (m/s) x’’ (m) t”(s) v'' (m/s) 1 0.47 2 0.

71429E-19 1.22056E-19 0.46642E-19 0.39714 1.85541 1.37167 1.43253 1.61028 0.34041 0.71429E-19 Keterangan : ( )( ) ( ) ( ) ( ) ⁄ ⁄ ⁄ .71429E-19 6. 6.8081E-20 0.37145E-20 0.73321 0.71429E-19 1.42476 0.97761 0.49432 0.71199 1.41486E-20 0.45387 0.71429E-19 7.37074 0.81371 0.31857 0.

tetes minyak akan mengarah ke bawah (jatuh) karena adanya pengaruh gaya gravitasi. terjadi gesekan antara tetesan minyak dengan mesin. Setelah diberikan tegangan. pada mesin atomisasi (atomizer machine) yang berfungsi untuk mengubah ukuran benda menjadi mikroskopis. pada waktu melakukan percobaan. pada saat mengamati kecepatan jatuh dari tetes minyak justru mengarah ke atas karena sifat lensa pada mikroskop yang memperbesar sekaligus membalik bayangan sehingga tetes minyak yang teramati mengarah ke atas sebelum diberikan tegangan. pada tetes minyak bergerak akan terdapat gaya elektrostatik. Tetes minyak yang jatuh mengalami percepatan gravitasi. Kecepatan ini diperlukan untuk menentukan keseimbangan gaya. kecerahan citra yang terlihat pada mikroskop sangat kurang (buram). Selain itu. tergantung ion atau . Minyak disemprotkan ke dalam plat sejajar dengan cara disemprotkan melalui celah sempit sehingga hanya sedikit tetes minyak yang lolos ke dalam pengamatan. muatan pada tetes minyak yang dijatuhkan (droplet) dapat ditentukan. ̅ ∑| ̅| √ C ̅ G. Analisis Data Percobaan tetes minyak Milikan dirancang untuk mengukur muatan listrik elektron dengan menyimbangkan gaya-gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada di antara dua buah pelat elektroda. Didapatkan bahwa muatan dari satu elektron adalah 1. Dengan mengetahui besarnya medan listrik. Adanya gesekan ini akan menyebabkan tetesan minyak yang kecil keluar dari mesin menjadi bermuatan listrik (akibat adanya listrik statis). tetapi adanya gaya gesekan menyebabkan kecepatan minyak tetap. Secara teori. sehingga praktikan kesulitan mengamati tetes minyak tersebut dan menyebabkan mata pengamat menjadi gampang lelah karena berakomodasi maksimum dalam waktu yang lama. Namun. Beberapa elektron atau ion lalu bertumbukan dengan tetes minyak tersebut sehingga menjadikannya bermuatan negatif ataupun positif.602 × Coulomb.

Kurang teliti pada saat mengamati tetes minyak yang bergerak. Ketika tetes minyak kecil ini jatuh di daerah yang ada medan listrik. . maka partikel (tetesan minyak) yang telah bermuatan akan bergerak. Kenneth Krane) harga muatan elektron adalah Sehingga besar kesalahan presisi dan akurasinya bila dihitung yaitu: ̅ | | | | Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan harga muatan antara hasil percobaan dengan literatur diantaranya adalah : . elektron yang menumbuknya. Sedangkan menurut literatur ( Fisika Modern. Kesimpulan Percobaan milikan bertujuan untuk menentukan muatan elementer dan menyeimbangkan gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada antara dua buah elektroda. maka tetes tersebut akan tertarik ke atas. Tetes minyak pada percobaan Millikan bermuatan negatif. Dari hasil perhitungan data diperoleh harga muatan elektron sebesar ̅ ( ) . H. Pada saat percobaan tegangan sebesar 400 Volt mampu mengubah arah gerak sehingga tetes minyak berada pada keadaan dinamis.Ukuran tetes minyak yang berbeda dan ukurannya yang sangat kecil sehingga dapat menyebabkan perbedaan kecepatan gerak dari tetes minyak tersebut. Jika kedua plat diberikan tegangan. di mana partikel yang bergerak ke atas (atau ke bawah dalam pengamatan) merupakan partikel elektron (-) sedangkan yang bergerak ke bawah adalah proton (+). Bila pada tutup bagian atas kita buat bermuatan positif. . maka partikel kecil ini akan tertarik ke arah kutub yang berlawanan dengan muatannya.

Erlangga: Jakarta. 1992. Paul A. 1987. Erlangga: Jakarta . Konsep Fisika Modern. Tipler. Daftar Pustaka . Wospakrik dan Sofia Niksolihin. Fisika Modern. Fisika utk Sains dan Teknik 2. Kenneth S. Krane. Edisi keempat. alih bahasa : Hans J. . Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia. - . Berdasarkan hasil perhitungan data dapat disimpulkan bahwa harga muatan elektron hasil percobaan adalah ̅ dengan sebesar dan sebesar . Beiser. I. 1998.