You are on page 1of 9

ARTIKEL

GERAKAN NASIONALISME FILIPINA

Untuk Memenuhi Tugas Mata KuliahSejarah Asia Tenggara

Dibimbing Oleh Ibu Deby

Disusun Oleh :

MARIA AGERINA P.GONS

NPM : 2141000430132

KELAS : F

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BUDI UTOMO MALANG

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

JURUSAN SEJARAH DAN SOSIOLOGI

2014 F
Abstrak

Nasionalisme,sebuah istilah yang mempunyai,pengertian yang cukup luas,secara umum


dapat disimpulkan sebagai perasaan cinta terhadap tanah air.Sifat cinta terhadap tanah air
ini akan menjadi semakinnyata apabilawujud fakto-faktor penggerak yang seterusnya akan
mempercepat lagi kesadaranpenduduk yang terlibat.

Segala perjuangan dan pengorbanan adalahtertumpu pada suatu hal untuk


membebaska Negara tercinta.Filipina,sebuah Negara yang dibelenggu penjajahan sejak 1565
telah mengalami suatu pahit manis sebuah Negara yang dijajah,seterusnya
melahirkanpenduduk yang memperjuangkan kebebasan Negara mereka.

Peranan tokoh sebagai pengggerak dan sebagai penentu nasionaisme tidak dapat dis
angkal lagi.Peranan mereka sangat penting dalam menyatupadukan masyarakat dan
mewariskan apa yang harus diperjuangkan.Jose Rizal,Andres Bonifacio dan Emilio
Aguinaldo adalah tokoh yang telah membawa sinar dalam gerakan nasionalisme di
Filipina.Berbekal semangat cinta kepada tanah air,ketiga penjuang nasionalisme berusaha
membawa kesadaran dan membuka mata msyarakat Filipina serta menyatukan mereka
melalui banyak hal,antaranya penulisan dan pembentukan pertumbuhan masyarakat pasif
dan aktif.

Berdasarkan persaan cinta terhadap tanah air inilah para nasionalis untuk membuat
kerajaan sendiri.Pembentukan Republk Malolos 1899 adalah melambangkan sebuah
kerajaan yang lahir dari pejuang-pejuang dan masyrakat Filipina.

Kata kunci:gerakan Nasionalisme filipina


PENDAHULUAN
Muncul dan berkembangnya nasionalisme di Filipina tidak dapat dipisahkan dari akibat-
akibat penjajahan yang dilakukan oleh negara-negara barat, terutama oleh bangsa Spanyol.
Kedatangan bangsa Spanyol ke dunia Timur adalah dalam upaya untuk mendapatkan sumber
rempah-rempah yang sangat laku di pasaran Eropa. Kedatangan bangsa Spanyol di Filipina
dipimpin oleh Ferdinand Magelhaens. Ia tewas terbunuh karena terlibat dalam perselisihan antar
penduduk di kepulauan ini.

Kepulauan Filipina pernah menjadi rebutan antara bangsa Spanyol dengan bangsa
Portugis. Akhirnya, seorang bangsa Spanyol bernama Miguel Lopez De Legazpi mendaratkan
tentaranya di Filipina dan berhasil mendudukinya. Ia mendirikan kota Manila tahun 1571 dan
sejak saat itu Filipina menjadi jajahan Spanyol (1571 1898).Sejak Filipina dikuasai oleh bangsa
spanyol, seluruh kegiatan penting seperti pemerintahan dan ekonomi dipegang oleh bangsa
Spanyol. Bangsa Spanyol menguasai dan menjajah Filipina dengan sistem kuno, yaitu Gospel
(Penyebaran agama), Gold (Emas), dan Glory (kejayaan). Penyebaran agama Roma Katolik
mendapat bantuan dari pemerintah Spanyol sebagian besar penduduk Filipina memeluk agama
Roma Katolik.
PEMBAHASAN

A. Faktor Pergerakan Nasional Filipina

a. Faktor Intern
1. Lahir kaum intelektual atau golongan terpelajar. Datangnya bangsa Spanyol yang
menyebarkan agama katolik Roma, akan membawa Bangsa Filipina ke cara-cara hidup
Eropa, sehingga menggantikan cara hidup asli. Pendidikan Filipina termasuk maju,
dibandingkan dengan negara-negara Asia, karena mendapat pendidikan dengan sistem
negara Barat. Pendidikan tersebut menimbulkan golongan pelajar yang tau bahwa mereka
dijajah. Mereka ingin merdeka.
2. Imperialisme Spanyol yang bertindak kejam dan kolot. Tidak ada kebebasan untuk
mengeluarkan pendapat. Setiap tuntutan mengenai perbaikan pemerintahan, dianggap
sebagai pengkhianatan terhadap Spanyol dan dihukum secara kejam.
3. Karena perlakuan yang tidak adil terhadap kehidupan bangsa Filipina baik dalam bidang
politik, ekonomi maupun sosial. Misalnya, Penguasa gereja yang mengekang kehidupan
bangsa Filipina. Sebagian besar tanah Filipina milik biara, sehingga para petani Filipina
hanya sebagai penyewa tanah belaka. Hidup para petani sangat menderita.
4. Rakyat Filipina pernah merasakan suasana liberal pada masa Gubernur Torre tahun 1869-
1871. Maka rakyat lebih cenderung untuk bersifat liberal karena sudah terasa enaknya masa
itu.

b. Faktor Ekstern
1. Pengaruh paham-paham baru seperti demokrasi dan liberalisme. Pembukaan Terusan Suez
mempermudahhubungan Eropa dan Asia. Oleh karena itu buku yang memuat paham
demokrasi dan liberalisme dengan mudah masuk ke Asia, termasuk ke Filipina. Sebaliknya
banyak orang Asia pergi ke Eropa, sehingga mengenal Nasionalisme Barat, yang dibawa ke
Filipina.
2. Revolusi Industri II. Dengan ditemukannya alat-alat transportasi dan telepon memperluas
daya hubungan dan komunikasi saat itu termasuk Filipina.
3. Pengaruh revolusi kemerdekaan di Amerika Latin yang menentang imperialisme Spanyol.
Diantaranya adalah Perang Kemerdekaan Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan
terhadap bangsa Spanyol (1810-1828), membuka mata bangsa Filipina bahwa Spanyol dapat
dikalahkan.
B. Pergerakan Nasional Filipina

1. Sebab-Sebabnya
Kebangkitan nasionalisme Flipina termasuk yang tumbuh lebih awal di bandingkan
dengan kebangkitan nasionalis negara-negara asia tenggara lainnya. Hai itu dilatar
belakangi oleh system pemerintahan kolonial yang melaksanakan dua model kekuasaan,
sebagai berikut :
Pemerintah sipil dipimpin oleh Gubernur Jenderal dan bertanggung jawab langsung
kepada Raja Spanyol.
Pemerintahan agama dipimpin oleh Uskup dan bertanggung jawab langsung
kepada Paus di Roma. Peran pemerintahan agama sangat membantu rakyat Filipina
dalam menumbuhkan kesadaran sebagai bangsa karena system pemerintahan itu
berfungsi untuk mendidik rakyat sebagai missionaries dalam penyebaran agama
Katolik di Filipina.

Sebab-sebab timbulnya nasionalisme di Filipina antara lain :


Imperialisme Spanyol yang bertindak kejam dan kolot. Tidak ada kebebasan untuk
mengeluarkan pendapat. Setiap tuntunan mengenai-mengenai perbaikan
pemerintahan, dianggap sebagai pengkhianatan terhadap Spanyol dan dihukum
secara kejam.
Lahir kaum inteletual atau golongan terpelajar. Datangnya bangsa Spanyol yang
menyebarkan agama katolik Roma, akan membawa Bangsa Filipina ke cara-cara
hidup Eropa, sehingga menggantikan cara hidup asli. Pendidikan Filipina termasuk
maju, dibandingkan dengan negara-negara Asia, karena mendapat pendidikan
dengan system negara Barat. Pendidikan tersebut menimbulkan golongan pelajar
yang tau bahwa mereka dijajah. Mereka ingin merdeka.
Penguasa gereja yang mengekang kehidupan bangsa Filipina. Sebagian besar tanah
Filipina milik biara, sehingga para petani Filipina hanya sebagai penyewa tanah
belaka. Hidup para petani sangat menderita.
Pengaruh paham-paham baru seperti demokrasi dan liberalisme. Pembukaan
Terusan Suez mempermudah hubungan Eropa dan Asia. Oleh karena itu buku yang
memuat paham demokrasi dan liberalisme dengan mudah masuk ke Asia, termasuk
ke Filipina. Sebaliknya banyak orang Asia pergi ke Eropa, sehingga mengenal
Nasionalisme Barat, yang dibawa ke Filipina.
Pengruh revolusi kemerdekaan di Amerika Latin yang menentang imperialisme
Spanyol. Diantaranya adalah Perang Kemerdekaan Meksiko, Amerika Tengah, dan
Amerika Selatan terhadap bangsa Spanyol (1810-1828), membuka mata bangsa
Filipina bahwa Spanyol dapat dikalahkan.
2. Gerakan Nasionalisme Filipina
a) Companerismo
Companerismo artinya persahabatan, merupakan gerakan nasional yang pertama di
Filipina yang lahir pada tahun 1880, tujuannya adalah mengusahakan pendidikan yang
patriotis.
b) Liga Flipina
Liga Filipina didirikan oleh Jose Rizal pada tahun 1982. tujuannya mempersatukan
Filipina untuk menentang penjajah Spanyol. Ia merupakan pelopor kemerdekaan dan
perlawanan nasional Filipina. Ia seorang dokter, ahli sastra, dan telah mengunjungi
Spanyol, Prancis, Jerman, dan Inggris. Ia menulis buku yang terkenal dan
menggemparkan pemerintah kolonial Spanyol di Filipina.Judul bukunya adalah Noli
Metangere, yang artinya jangan menyinggung saya. Isi buku itu mengkritik pedas
penguasa gereja dan pemerintah kolonial. Ia ditangkap dan diasingkan. Para pemimpin
gerakan kemerdekaan, Jose Rizal diasingkan, menganggap bahwa dengan jalan damai
sulit untuk memperoleh kemerdekaan. Untuk itu mereka melaksanakan
jalan pemberontakan bersenjata.

Pada tahun 1893 Andres Banifacio mendirikan katipunan, yaitu gerakan nasionalis untuk
melawan penjajah Spanyol. Pergerakan kebangsaan di Filipina meletus dalam bentuk
pemberontakan katipunan terhadap kekuasaan Spanyol sejak tahun 1896 yang dipinpin
oleh Jose Rizal, namun pemberontakan itu gagal. Andres Banifacio kemudian memimpin
gerakan rahasia, yaitu Liga Filipina. Mengakibatkan Jose Rizal ditangkap dan dijatuhi
hukuman mati pada tanggal 30 Desember 1896. Kematian Jose Rizal menimbulkan
kemarahan rakyat Filipina untuk mengusir Spanyol.
Ini terbukti sejak tahun 1896 pemberontakan rakyat Katipunan melawan penjajah Spanyol,
dilanjutkan oleh Euriho Aqwnaldo yang terus berkobar. Pemerintah Spanyol tidak berhasil
menindasnya. Pemberontakan semakin besar, akhirnya Spanyol mengadakan perjanjian
Filipina, yaitu Perjanjian Biacna Bato (1897), dengan Aqwnaldo, yang berisi: Spanyol
berjanji akan mengadakan perbaikan pemerintahan dalam 3 tahun. Tetapi Aqwnaldo dan
kawan-kawan harus meninggalakn Filipina (yaitu ke Hongkong) ternyata setelah ia
meningalkan Filipina maka perjuangan melawan penjajah berhenti. Bahkan pada saat
perebutan daerah koloni di sekitar Laut Karibia antara Amerika dan Spanyol tahun 1898.
Spanyol memusatkan perhatin terhadap perang itu.

Melihat keadaan ini Euriho Aqwnaldo kembali ke Filipina. Euriho Aqwnaldo kembali
untuk memproklamasikan Filipina sebagai negara yang yang merdeka pada tanggal 12
Juni 1898. Bersama Amerika ia melawan Spanyol. kemudian ia menggempur tentara
kolonial Spanyol. Spanyol mundur maka Filipina jatuh. Tinggal manila yang belum jatuh.
Pada tanggal 13 Agustus 1898 Manila jatuh. Kemudian sementara itu, Amerika yang
memperoleh kemenangan atas Spanyol dalam perang di Laut Karibia. Dalam perjanjian
perdamaian Paris tanggal 10 Desember 1898 Spanyol menyerahkan Filipina kepada
Amerika, dengan menerima uang sebanyak $20.000.000,00.

Penjajah Spanyol pergi dari Filipina. Filipina lepas dari penjajah Spanyol, tetapi jatuh lagi
ke tangan Amerika, yang lebih kuat dan besar. Untuk itu, Amerika tidak mengakui
kemerdekaan Filipina yang telah diproklamasikan pada tanggal 12 juni 1898, bahkan
sebaiknya, daerah itu dijadikan sebagai daerah jajahan Amerika sejak tahun 1898. Tetapi
Euriho Aqwnaldo, dan tetap memegang teguh kemerdekaan Filipina.

Pada tahun 1898 itu juga UUD terbentuk, dan Euriho Aqwnaldo menjadi presiden.
Perjuangan melawan Amerika dimulai. Dua tahun lamanya ia melawan Amerika, namun
belum berhasil. Pada tahun 1901 Amerika dengan tipu muslihatnya berhasil menangkap
Euriho Aqwnaldo. Tetapi gerilyawan-gerilyawan lainya meneruskan perjuangan sampai
tahun 1902.
PENUTUP

Dimulainya penjelajahan bangsa barat ke bagian dunia lain yang menyebabkan terjadinya
penjajahan. Bangsa spanyol menjajah Filipina selama kurang lebih 327 tahun. Suasana liberal
pada saat dipimpin oleh gubernur Torre menyebabkan Filipina ingin membebaskan diri dari
belenggu penjajah dan hendak mengatur Negaranya sendiri. Banyak faktor yang
melatarbelakangi nasionalisme di Filipina. Faktor-faktor yang menjadi penyebab adalah faktor
dari luar (eksternal) maupun dari dalam (internal) itu sendiri.

Nasionalisme di Filipina dibagi atas tiga periode atau tiga kurun perjuangan ketika dijajah
spanyol. Gerakan pertama berlangsung sampai Tahun 1872, Gerakan yang Berlangsung antara
Tahun 1872-1896, dan Gerakan yang Berlangsung antara Tahun 1896-1901. Kemudian
dilanjutkan dengan penjajahan Amerika Serikat, dilanjutkan Perang Dunia II dan Pendudukan
Jepang, hingga yang terakhir Kemerdekaan Filipina dan Republik Ketiga.
DAFTAR PUSTAKA

http://ademamansejarah.webs.com/sejarahasiatenggara.htm diunduh 6 Desember 2016 pukul


14:52
http://www.anakciremai.com/2009/01/makalah-sejarah-tentang-sejarah.html diunduh tgl 6
Desember 2016 jam 03:20
http://restufajarpendudukanjepangdifilipina.blogspot.com/ diunduh 6 Desember 2016 jam
04:00
Bresnan, John. 1986. Krisis Filipina Zaman Marcos dan Keruntuhannya. Jakarta : Gramedia.
Soetanto, Himawan dkk. 2010. Serangan Jepang Hindia-Belanda Pada Masa Perang Dunia II
1942 Perebutan Wilayah Nanyo. Jakarta: Prenada Media Group.
Sudharmono.2012.Sejarah Asia Tenggara Modern dari Penjajahan ke
kemerdekaan.Yogyakarta:Penebit Ombak.