Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. Rasulullah bersabda. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. apa lagi yang kita tunggu.” Beliau bahkan berkata. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.” Jadi. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. Harapan kita. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan.” Beliau juga bersabda. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. telinga. hati. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. memahami maknanya. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. kaki. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. lidah. dan mendakwahkannya. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya.Materi Kultum Ramadhan diampuni. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. mata. Pada setiap bulan ini. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. Lebih dari itu. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. tangan. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. mengamalkannya. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 .

yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. Selama kehidupan Rasulullah saw. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. Tentunya. sebagaimana firman Allah SWT.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 .” Lintasan sejarah Islam berbicara. semata. Rasulullah SAW. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah.. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. Dia tidak memiliki keinginan lain. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. selain Allah SWT. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. Bahkan. la’allakum tattaqun. keinginannya. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. termasuk hidupnya. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. rajanya bulan. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. Untuk beberapa alasan. sebagaimana sabdanya. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. kesehatan. sambut dan hormatilah Ramadhan. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. setelah kehidupan Rasulullah SAW. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. keluarga. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. Pastinya. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan.

Ramadhan Bulan Istimewa. Dengan keistimewaan ini. Kedua. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. Mengapa membakar dosa? Pertama. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. dan ketiga. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . Selain dari pada itu. yaitu lailatul qadar. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan.). Barangkali.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. penuh berkah. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. sehingga berdoa. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan.

dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. nafsu seksualnya. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. maka kebatilan akan menggusur yang hak. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. Allah swt. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. nafsu amarahnya. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. baik di kala jaga atau tidur. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 .Materi Kultum Ramadhan neraka. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. Namun. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. 2. selain jihad melawan hawa nafsu ini. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. Bila tidak disyariatkan jihad.

c. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. Afghanistan. Jihad Maali. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. yaitu jihad melalui pendidikan. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. sebanyak aneka ragam serangan musuh. baik formal atau Non formal.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. 3. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. b. Irak. Jihad ta’limi. dan belahan bumi lainnya. Bosnia. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. kelembutan. dan kesejukan. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. Jihad tablighi.

alam kubur. diri sendiri. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. kerabat jauh. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. Akhlak kepada Allah. dan benda serta alam gaib lainnya. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. benda hidup dan benda mati. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. non muslim). Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. selain manusia (tumbuhan dan hewan). Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. sorga dan neraka beserta penghuninya. sesama muslim. 2. Akhlak kepada Ciptaan Allah.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. kerabat dekat. padang mashar. sikap. kiamat. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. tetangga dekat dan tetangga jauh. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. syetan. jin. perbuatan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . qada dan qadar. orang tua. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. dan lain sebagainya.

Sebagai pengamalan Syariat Islam. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. 4. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. 2. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. Perlindungan diri dan HAM. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. sehingga dengan niat karena Allah SWT. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. Sebagai seorang muslim. Rahmat bagi seluruh alam.e. Sebagai Identias.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . kita adalah makhluk sosial. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. Sebagai Identitas. 3. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Sebagai pengamalan syariat Islam. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. 5.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Pengatur tatanan Sosial. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. Baik suara. bentuk tubuh. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya.

(QS Ali Imran [3]: 135). siang maupun malam hari. di kantor. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. di angkot. sedangkan mereka mengetahui. Sungguh. di sekolah. Di rumah. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. di stasiun. di bandara. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. di kampus. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. Sebab. (HR al-Bukhari dan Muslim). di bis. melalui sabda Nabi saw. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . di masjid. Manusia sering berbuat dosa. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. mereka segera mengingat Allah. Untuk itu. di kereta api. Oleh sebab itu. di terminal. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. di kendaraan pribadi. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. tersebut. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu.

Namun. juga telah memberikan teladan kepadanya. Itulah karunia Allah. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. Allah SWT akan mengampuninya. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Memang. khususnya pada bulan Ramadhan. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Baru kemudian. atau terpelihara dari dosa. Dia akan mengampuninya. Rasulullah saw. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. (QS al-Hadid [57]: 21). (QS an-Nisa [4]: 48). diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Di samping itu. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. Untuk itu. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya." (QS az-Zumar [39]: 53). dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. Beliau dijamin masuk surga. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. jika Allah SWT menghendaki. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Namun. adalah seorang yang maksum. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. kecuali dosa syirik. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Allah memiliki karunia yang agung. Apapun dosanya. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. Dalam hadisnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. berapapun banyaknya. Katakanlah. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. Karena itu. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. selama hamba mau bertobat.

ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. ekonomi. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). maupun politik. mendekatkan diri kepada Allah. bertasbih. menganjurkan kepada kita. diampuni dosanya. dihormati oleh sesama. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. Karena itu. menolak penyakit. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. dan pencegah dari dosa. pendidikan. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat.. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. bersabda.a. ia berkata. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. sosial. amalkanlah qiyamullail secara kontinu.. Dari Sahal bin Sa’ad r. dan itu setiap malam.” (HR. mencintai seorang hamba. budaya.a. Ia berdoa. “Aku mendengar Rasulullah saw. menghapus dosa. baik aktivitas di bidang dakwah. sesuai dengan janjinya. Rasulullah saw. Kalau Allah swt. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. beristighfar. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. dan memuji Sang Pencipta. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.” (HR. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu.

pasti kamu akan berpisah. “Wahai manusia. kalian akan masuk surga dengan selamat. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 .Materi Kultum Ramadhan berkata. mengulurkan bantuan. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. Jika ada tekad. bersabda.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. diganjar dengan masuk surga. ‘Wahai Muhamad. pasti akan dapat balasan. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. dan ruhani. berikanlah makanan.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. datang kepada Nabi saw. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. “Malaikat Jibril a. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. mengucapkan salam. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. (3)Hindari maksiat. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. akhirnya pun kamu akan mati. silaturahim. Tapi sayang. Rasululah saw. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. lalu masuk surga tanpa hisab. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. lalu berkata. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. beliau bersabda.s. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. sebarkanlah salam.. Cintailah orang yang engkau mau. aqli. hiduplah sebebas-bebasnya. Berbuatlah semaumu.

kapan waktu bekerja. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. (9)Berdoalah kepada Allah swt.Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. alamiyah (global). untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). Kapan waktu makan. Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). mutawazinah (seimbang). dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. ujian dan cobaannya. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. mutakamilah (integral). (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. berdoa untuk bisa bangun malam. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 .

Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. kondisi. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. waktu dan tempat. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. ekonomi. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. Dalam bulan romadhan. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). meningkat keimanannya. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. mampu mempengaruhi. agar tercetak sosok yang shalih. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. kasar dan menyakitkan. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. politik.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. sosial. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. pendidikan dan lain-lainnya. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. Pada bulan yang sangat istimewa ini. (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar.

2. tawakal. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. tarawih. dan sebagainya. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. amanah. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. jujur dan sebagainya. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. sedekah. tadarus. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 .

4. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. baik yang kaya atau miskin. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. pria atau wanita. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. disinilah letak pendidikan sosial. memperbaiki kerja pencernaan. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. kecuali bagi mereka yang ada udzur. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . sama dalam merasakan lapar dan dahaga. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. orang sakit. mereka sama dihadapan perintah Allah. cinta keadilan dan persamaan. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). karena ketidak mampuan. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. bersatu. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan.a. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. seperti orang tua yang telah renta. 3.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. tanpa terkecuali. dan melakukan perbuatan dusta. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. Mengenai hadits yang terakhir. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial.

Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. landasannya bersifat relatif dan rapuh. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. “agar kamu bertaqwa”. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. Inilah gaya hidup orang kafir. dan 2) gaya hidup jahiliyah. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. Yusuf: 108). dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). yaitu syirik. yaitu Tauhid. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. (QS. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. Maha Suci Allah. mengikis hawa nafsu. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Adapun gaya hidup jahili. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. yaitu: 1) gaya hidup Islami. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat.

AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. قال: فمن. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. Abu Dawud dan Ahmad. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak.”Ya Rasulullah. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka.(‫الناس إل أولمئك. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . shahih). قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). “Siapa lagi?” (HR. Kami bertanya. فقمال: وممن‬ . )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. niscaya kamu mengikuti mereka”. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . shahih). “Ya Rasulullah. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain.(‫والنصارى. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . Ada orang yang bertanya. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain.

yang mayoritas beragama Islam ini. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Muslim. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. Na’udzubillahi min dzalik. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. (HR. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian.selaras dengan mode pakaian itu.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. dari Abu Hurairah z. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. shahih). berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu.a. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang.

Syeikh DR. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri.Al-A’raf:3).Az-Zukhruf:23). awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. “Dan demikianlah.Luqman:21). sedari dahulu kala hingga akhir zaman. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan). “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. Mereka menjawab: “(Tidak). melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya.

tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. Maa bishaahibikum min jinnatin”. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. Kaum yang mengagung-agungkan harta. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. sombong. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). dan tiada keinginan menerima kebenaran. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat.

yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki.” Demikianlah kaum jahiliyah. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. Daarul Bayan Al-‘Arabi. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most). Kami tidak sudi mematuhi orang ini. An-Nasa’i.Saba’: 46).w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. As-Syaikh Ali Mahfudz. Ibnu Majah.w. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. dan orang yang tidak tahu diri. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar.Materi Kultum Ramadhan Muhammad).a. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. Itulah beberapa praktek jahiliyah. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. Kairo). fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. pendongeng sejati. Turmudzi. (sekarang) berziarahlah kamu. itulah yang benar. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. Maka dari itu. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. Muhammad s. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih.a.Abu Daud. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata.

niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya.Al-An’am:116).AlAn’am: 102). dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah.a. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. Sudah menjadi sunnatullah. Nabi s.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban.Yusuf:38). Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. Allahu A’lam bishawaab. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS.Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini.

mereka kekal di dalamnya selamalamanya.Al Baqarah: 170).”(QS. Dzalikal fawzul adhziim”. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu. karena pada dasarnya. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki. Ishaq dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.”(QS.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. Maka dari itu. Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. Dan di dalam QS. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami.” mereka menjawab: “(Tidak). jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Itulah kemenangan yang besar. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya.At-Taubah:100). Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah.” (Apakah mereka akan mengikuti juga). dan tidak mendapat petunjuk? (QS.Yusuf:38). dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman.

” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. Bila orang terbakar dengan api dunia. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. yang keras. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. na’udzubillah.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. supaya mereka terus merasakan azab.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. yang keras. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut.

sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. Ada yang berpendapat.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. menunaikan perintah-Nya. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. anakanaknya. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. baik istri-istrinya. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. Ada yang mengatakan. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. kaku. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. keras terhadap mereka. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. menjauhi larangan-Nya.

Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut.” (Taisir Al-Karimir Rahman. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. hal. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

Beliau berkata. ia percikkan air di wajah istrinya. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. Kata beliau: “Bangunlah. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. bahwa bila hendak shalat witir. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. “Iya. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.” Beliau melanjutkan. ia percikkan air di wajah suaminya. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. Bila istrinya enggan untuk bangun.” (HR. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Suatu malam. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. Bila suaminya enggan untuk bangun. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma).

Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. kepada istri dan anak-anaknya. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. ‘Wahai Rabb kami. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . ia juga bertanggung jawab menjaga istri. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. anakanaknya. taubat yang murni. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. seraya mereka berdoa. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. menyesalinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. dimasukkan ke dalam surga. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa.” (HR. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya.

(Al-Khuthab Al-Minbariyyah. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. sebagaimana surga pun dekat. baik di dalam maupun di luar rumah. musik.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. Sebaliknya.” (HR. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. film. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. surat kabar. buku-buku yang menyimpang. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. “Hadits ini hasan shahih. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. dan majalah yang merusak. gambar bernyawa. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya.” (HR.

Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. Kedua. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. berat maupun ringan. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. lelaki dan perempuan. Kiat Meraih Rahmat Pertama. terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. waktu sendiri atau bersama orang lain. tantangan dan rintangan selalu menghadang. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. mencegah dari yang munkar. Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). harus tolong menolong dalam kebaikan. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. Tegasnya. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. mendirikan shalat. baik dalam keadaan susah maupun senang. Bahkan di dalam ayat lain.

agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. Dengan taubat. lihat juga QS 2:218). yakni kembali kepada Allah. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. hal ini karena secara harfiyah. Keempat. Menyesali.. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. taubat berarti kembali. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. sebab jangankan Allah. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). Kelima.Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. Keenam. maka dengarkanlah baik-baik. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. hal ini karena. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. berbuat baik. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. keridhaan dan syurga. Ini berarti.

S.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah. Aku berkata.S. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. lalu keduanya berjabat tangan.S. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). Aku bertanya tentang dia. lalu dikatakan oleh mereka. berabda. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”.’Ya Alloh aku cintai’. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1.Nikmat Allah (Q.”Alloh berfirman. dan saling memberi karena Aku. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. saling mengunjungi karena Aku.Perumpamaan tali tasbih (Q.Merupakan arahan Rabbani (Q.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata. 8:63) 4.S. 3:103) 2.43:67) 3.’Demi Alloh aku mencintaimu.’ Keesokan harinya . Lalu ia bertanya.R.” (H.’Ini Muadz bin Jabal. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .Merupakan cermin kekuatan iman (Q.

kebangsaan. kesukuan. perkawinan. Muslim) 3. Abu Hurairah r.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak.R. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.R. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. beliau bersabda. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q. Al Hujurat: 13) 2. dari Nabi Muhammad saw. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat.” 2. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai.” (H. Takaful. nasionalisme. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.a. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia.” (H. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat). Tafahum adalah saling memahami. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. Muslim) 4. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4. ya Rasullah. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.S.” (H.R. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1. Muslim) 3.. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.

Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. dengki. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. antara sebagian dengan sebagian yang lain. 9.S. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. Merasakan lezatnya iman 2. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. 6. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta.Materi Kultum Ramadhan 5. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . Ia rela haus demi puasnya prang lain. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. warna kulit. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. iklim. bahasa. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya.S. benci. 8. dan atau batas negara. 7. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. yaitu itsar. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain.

sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural). Pertama. Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . Kedua. Misalnya. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir). menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. infak dan sedekah (ZIS). Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim.. jika zakat. dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. al-Hasyr: 7).” (QS.Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian.. Hadits tersebut memberikan dua isyarat. 2006). sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar.. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak.. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. Dalam ajaran Islam. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial. Berdasarkan laporan tersebut. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja.supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Rasulullah SAW. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. Ingatlah. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. infak. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani..

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

Allah ta’ala berfirman.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. Allah ta’ala berfirman. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira.Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. membenarkan apa yang sebelumnya.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu).? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. Dan firman-Nya.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit.

” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Di antara manfaat itu adalah: 1. maka sungguhlah dia telah sesat. Ketika membaca al-Qur'an. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. terutama untuk kehidupan. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. sesat yang nyata. 3. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. 7. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. terimalah dia.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. “Katakanlah. 4. 2. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. 5. 6. ikutilah aku. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Dan apa yang dilarangnya bagimu.

Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. sehingga membuatnya ingin selalu beramal. yaitu dengan keindahan bayannya. kecemasan dan rasa pesimis.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. kreatif. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. hati yang damai dan pikiran yang jernih. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut." (HR. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah." (HR.' 12.. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. kerapian susunan dan uslubnya. 9. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. 10. Ahmad. dan keunikan suaranya apabila dibaca..." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. 11. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . inovatif dan produktif. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. dan mengambil manfaat darinya. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. di saat orang lain merasakan kesedihan." (HR. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir..Materi Kultum Ramadhan 8.

"Seandainya aku mengetahui hal itu. Ahmad. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. aku mendengarkan suaramu tadi malam. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. membangunkan perasaan. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. Tapi usaha mereka gagal. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. kepada seorang rasulNya. sastra dan seni secara bersamaan.hal:237. kebenaran isinya. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an." (HR. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah." Abu Musa berkata.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA." (HR. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. "Seandainya kamu melihatku. Darul Ma'rifah. ilmu. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". memberikan kepuasan akal. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. Dia mampu memberikan siraman ruhani.

Al-Qur'an kalam Allah. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. sunan surahsurahnya. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah.Materi Kultum Ramadhan Kedua. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". teliti susunan ayatnya. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. saling berkaitan dari awal sampai akhir. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Ketiga. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. anda akan menemukan suatu keterpaduan. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. Al Falaq dan An Nas. Bandingkan dengan Al-Qur'an. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya.

bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. dan yang menentukan akhir hidup manusia. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . seperti adanya surga dengan segala keindahannya. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Mengapa. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). tentang alam. dan neraka dengan segala kepedihannya. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Rabb kita juga. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. dan Al-Qur'an kalamNya. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. sebagai bimbingan yang lurus. Keempat. kaum muslimin. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. adanya hari kiamat.Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". yang mengerjakan amal saleh. Kitalah. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. karena alam ini ciptaan Allah. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia.

" (Al Hijr: 9)." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. didengarkan. telah menjamin untuk memeliharanya. penj. kecuali Al Qur'an ini. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab.). namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dan malah hurup-hurupnya--. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw.Materi Kultum Ramadhan terakhir. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. suatu kitab. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. dalam masalah Al Qur'an ini. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Karena. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. baik itu lelaki maupun perempuan. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. Dan salah seorang dari mereka. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. baik itu kitab agama atau kitab biasa. baik dengan tulisan atau bacaan. di dalam hati mereka. dihapal dan dijelaskan. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Karena Allah SWT. Ayat-ayatnya dibaca. Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. Kecuali satu surah saja. Ia tidak dimulai dengan basmalah." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. yaitu surah at Taubah. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim).niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. kecuali Al Qur'an. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Al Quran berisikan seratus empat belas surah.

dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. izhhar (jelas). Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. media cetak. Hingga saat ini. dan jalan yang paling lurus."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. bagi Al Qur'an. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . mana yang harus ghunnah (dengung).Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r.."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. idgham (digabungkan). dan kitab yang menerangkan. Seperti kata mana yang harus madd (panjang).a. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya.

Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". menjelaskan hakikat-hakikat. membongkar kebatilan-kebatilan. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. dalam banyak ayat. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Ia membuka hal-hal yang samar." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas. dan dia adalah "cahaya yang istimewa". ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. ia akan memadamkan pelita-pelita". Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 . kemudian ia memperjelas yang lain.Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. menolak syubhat (kesamaran). saat mentari pagi telah bersinar. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya." (An Nuur: 35). seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) ." (At Taghaabun: 8). serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk.

kenabian. Namun yang disayangkan. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. serta mentadabburi dan merenungkannya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. membenarkan apa yang sebelumnya.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. membaca dan mendengarkannya. dan balasan atas amal perbuatan. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. memahami rahasia-rahasianya. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. membersihkan jiwa manusia. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. membentuk keluarga. membangun umat yang saleh. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya.

mengetahui tujuantujuannya. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. membebaskan negeri-negeri. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. namun ia juga petunjuk itu. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. mereka menghapal hurup-hurupnya. karena ia adalah objek kita. dengan bertumpu --terutama-. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini." (Al Jumu'ah: 5). namun kafir dengan sebagiannya lagi. serta peradaban ilmu dan iman. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. mengerjakan ajarannya.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. undang-undang bagi aturan politik. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 .pada Al Qur'an itu sendiri.

namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . harga diri. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin.

” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. dan juga hartanya. membuka. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. kehormatannya. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. Ghibah adalah menyebutkan. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. yaitu ghibah (menggunjing). Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. meremehkan. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 .” (H. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.R Muslim no. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia.

disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent).” (H. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 .R. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu.

Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. 4878 dan lainnya). Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing). Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. 32) 3. 1583. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin.R. lihat Nashihati linnisaa’ hal. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. Abu Dawud no. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.R.R.” (H. janganlah kalian mencari-cari aibnya.” (H. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya.R. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. 29) 4. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal.” (H. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. Abu Dawud no.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina.” (H. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. janganlah kalian menjelek-jelekkannya.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu.

yang demikian ini selemahlemahnya iman. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Semestinya ia menasehatinya. semoga kesejahteraan atas dirimu. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. Secara harfiyah. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. Tetapi dari sisi lain. At Tirmidzi no. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya.” (H. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya.R. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. mereka berpaling darinya.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu.

Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. sehat dan cerdas. Bentuk Keberkahan Secara umum. Apabila manusia. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96).Materi Kultum Ramadhan Namun. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. ini merupakan sesuatu yang amat penting. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Ternyata. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. apakah aku aka melairkan anak. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. tapi juga Ishak dan Ya’kub. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. hai ahlul bait. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. hal ini karena ulama ahli tafsir. Pertama. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. berkah dalam keturunan. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Kedua. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Di dalam Al. dicurahkan atas kamu. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 .

Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. Ketiga. yakni 24 jam setiap harinya. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu. Karena itu. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid.” (92:1-7). dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). dan penciptaan laki-laki dan perempuan. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. Karena itu. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. Di samping itu. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. dan siang apabila terang benderang. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. Sekurang-kurangnya. Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). baik dalam bentuk mencari harta. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. 1. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. meskipun sudah halal dan thayyib.

2. keluarga. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). dan para sahabat. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. tidak pula ada pada zaman Nabi saw.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. lihat juga QS 38:29. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan.6:155). keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. Karenanya. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. masyarakat maupun bangsa. baik dalam keadaan senang maupun susah. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. baik menyangkut aspek pribadi.

dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). yakni dengan cara saling memaafkan. yang khas Indonesia. aula. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. jangan ditunda-tunda. yakni pada hari ini. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. Ketika orang saling meminta halal.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Halal dengan halal. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. yakni meminta halal.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. hendaknya dikembalikan. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . Jika itu berupa barang. Al-Baqarah: 133-134. itu berarti bukan sekedar meminta maaf. 2. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. karena menurut sebagian riwayat. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). falyatahallal. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. maka terjadilah ‘halal-halalan’. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. para ulama mendasarkan juga pada QS. Rasulullah saw.’ Karena itu.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. al-yauma. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful