You are on page 1of 13

MODUL PERKULIAHAN

Modul Standar untuk


digunakan dalam
Perkuliahan di Universitas
Mercu Buana

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

05
Ilmu Komunikasi Marcom & Adv. MK43011 Dicky Andika, M.Si

Abstract Kompetensi
Membahas gambaran secara Setelah memperoleh materi ini
umum dari Komunikasi mahasiswa diharapkan dapat
Antarbudaya, mulai dari memahami dan menjelaskan
pengertian Konsep dan dasar kembali tentang Komunikasi
komunikasi antar budaya dan Kebudayaan
BERFIKIR POSITIF

KASUS

Masih ingatkah anda pada Mohammad Ali? Sang petinju legendaris dunia? Apa
yang ia katakana tentang dirinya? Akulah petinju yang hebat.Apapun yang terjadi, aku
tetap petinju hebat.Akulah petinju terbaik di dunia ini. Ketika diwawancarai mengapa ia
selalu mengatakan hal tersebut, Muhammad Ali menjawab: karena kalimat itu
memberiku rasa percaya diri, menguatkan keinginanku, dan membuatku konentrasi pada
target yang ingin aku capai. Jika akhirnya gagal, aku akan belajar dari kegagalan,
kemudian berlatih lebih baik, hingga berhasil.Kemudian dia melanjutkan, pikiran
sangat berbahaya.Pikiran bisa menjadi penyebab kegagalan dan bisa pula menjadi
pendukung keberhasilan.Pikiran adalah sumber percaya diri (dalam Sofian, 2011).
Orang yang terbiasa berpikir positif akan menemukan solusi-solusi cerdas. Sebab
pikiran yang positif dapat bekerja secara sederhana, mencari ide dan segala kemungkinan
yang berhasil. Lim (2012) dalam bukunya memberi contoh, suatu hari seorang ayah
sengaja membawa pekerjaan kantor ke rumah agar dapat segera dituntaskan.
Sesampainya di rumah anaknya merengek terus mengajaknya bermain. Dikarenakan
banyak pekerjaan sang ayah keberatan memenuhi permintaan anaknya. Ia mencari akal
untuk mengalihkan perhatian anaknya sehingga punya kesempatan menyelesaikan
pekerjaannya. Saat itu sang ayah melihat sebuah majalah yang memuat peta dunia.
Muncul ide menggunting gambar peta dunia tersebut menjadi beberapa bagian kecil.
Sang ayah memberikan potongan peta dunia tersebut kepada anaknya sambil berkata,
kalau kamu sudah selesai menyatukan potongan-potongan kertas ini, ayah akan
menemani bermain. Sang ayah berpikir bahwa menyatukan potongan peta dunia itu akan
sulit dan memakan waktu sekurang-kurangnya 30 menit, sehingga ia punya waktu untuk
menyelesaikan pekerjaannya. Ternyata tidak lama kemudian, sekitar 5 menit, sang anak
sudah kembali sambil memberikan potongan peta dunia yang telah disatukan. Sang ayah
tercengang, bagaimana bisa anak sekecil ini sudah tau letak Benua Amerika, Eropa,
Afrika? Aneh sekali dengan penuh keheranan sang ayah bertanya bagaimana kamu
bisa melakukannya, Nak? anaknya berkata, menggabungkan potongan-potongan kertas
itu tidak sulit Ayah, karena dibalik gambar peta itu ada gambar kepala manusia. Jadi aku

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


2 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
benarkan kepala manusianya, maka benarlah gambar peta dunianya. Ya anak kecil itu
sanggup menyelesaikan soal yang sulit itu karena ia berpikir secara sederhana. Tidak ada
prasangka, keinginan untuk di puji, kebencian, atau pikiran negative lain. Ia hanya ingin
segera bisa bermain dengan sang ayah.

PEMBAHASAN

Manusia adalah makhluk yang berpikir. Kemampuan manusia dalam berpikirlah


yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya. Segala hal, temuan, dan
peristiwa yang terjadi di dunia adalah perbuatan manusia dan merupakan hasil pemikiran
manusia, baik yang sifatnya positif maupun negative. Contoh hasil pemikiran manusia
yag bersifat positif adalah ditemukannya alat komiunikasi telepon genggam,yang
menyebabkan komunikasi semakin mudah dan infornasi tersebar cepat. Sementara contoh
hasil pemikiran manusia yang bersifat negative misalnya pembuatan virus komputer yang
mengganggu komunikasi melalui internet.
Pikiran merupakan aktivitas mental dan intelektual yang melibatkan kesadaran
pengguanya.Dengan pikiran, manusia bisa menimbang, mengingat, memutuskan, hingga
menciptakan sesuatu.
Pikiran juga merupakan suatu potensi. Melalui pikiran, manusia melakukan
sesuatu dengan cara mendaya gunakan apa yang dimilikinya untuk memperoleh apa yang
diyakini alam pikiran tersebut. Pikiran manusia juga menjadi kekuatan untuk
mempertahankan keberadaannya dan memperjuangkan cita-cita dan keinginannya.Begitu
besar pengaruh pikiran bagi manusia.Melalui pikiran sesuatu menjadi ada atau tidak
pernah ada.
Pemikiran yang terus ditanamkan dalam diri seseorang, dipupuk dari hari kehari
akan menentukan kehidupan orang tersebut. Jika kita ingin memiliki kehidupan yang
baik, yang menyenangkan, tentu diperlukan pikiran-pikiran yang sifatnya positif.

4.1 Pikiran dan Perasaan


Menurut sofiyan (2011) pikiran berawal dari sebuah informasi.Informasi tersebut
melahirkan gagasan. Berbagai informasi yang kita terima, baik melalui lisan, tulisan,
gambar, dari orang lain, dari buku, surat kabar, televise dan lain sebagainya akan
melahirkan ide. Jika ide tersebut dirasakan menarik, maka akan mendapat perhatian,
kemudian dipikirkan, dan menjadi pemikiran.

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


3 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Semakin banyak informasi yang didapatkan, dan semakin banyak yang menarik,
akan semakin banyak pemikiran yang tercetus dibenak orang tersebut.
Pikiran tersebut akan disimpan dalam memori akal dan dikotak-kotakan
berdasarkan kategori yang sama ada pikiran kebahagiaan. Ada pikiran kesedihan.Pikiran
ketenangan.Pikiran kepanikan.Juga pikiran positif, maupun negative.
Bila kita berpikir maka yang kita gunakan adalah organ intelektual kita (otak)
atau disebut domain atau wilayah intelektual.Perasaan menggunakan domain
emosional.Artinya orang mengkaitkan nya dengan organ hati atau jantung.Bagi yang
sudah terlatih menggunakan domain emosional dan sudah menguasainya maka dia
menjadi orang yang penuh belas kasih. Dalam kehidupan, orang yang berperasaan positif,
akan cenderung lebih peka dan mudah simpati terhadap orang lain. Dia mencoba
merasakan apa yang dirasakan orang lain. Maka munculah komitmen.Jadi bila anda mau
menjadi orang yang berkomitmen, latihlah terus bagaimana menjadi orang yang selalu
berperasaan positif.Belas kasih, ikhlas, perhatian, ramah, altruis atau social, sabar, adalah
beberapa contoh bagaimana perasaan positif mendominasi kita. Orang yang berhati ikhlas
dan penuh syukur, ciri orang berperasaan positif !(EDY Martin, 2007).
Agar mampu mencapai cita-cita dan mempertahankan hidupnya, manusia perlu
berpikir.Pikiran-pikiran dalam bentuk keyakinan, pengetahuan, dan juga pengalaman
menjadi bekal dalam menjalani hidup dan menuju kesuksesan.
Pikiran manusia menjadi dua: positif (baik) dan negatif (buruk). Kedua jenis
pikiran tersebut akan mempengaruhi perasaan dan juga tindakan yang dilakukan pemilik
pikiran tersebut. Pikiran manusia seperti halnya sebuah tempaian. Jika diisi air bening,
akan tersimpan air yang bening. Jika diissi air yang berlumpur akan, tersimpan air yang
keruh.
Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga pikiran kita dari hal-hal yang
negatif, karena dari pikiran negative dihasilkan perasaan negative dan selanjutnya dapat
dihasilkan tindakan yang negative. Tindakan negative yang berulang akan menjadi
rutinitas negative, dan berujung pada kehidupan negative, yang tentunya bukan menjadi
tujuan hidup siapapun.
4.2 Pikiran Negatif
El-bahdal (2010) mengartikan pikiran negative sebagai sekumpulan salah yang
menghambat langkah menuju kondisi yang lebih baik dan membuat perilaku yang tidak
terarah. Pikiran negative akan membuat pemiliknya menjadi manusia yang tidak mampu
karena merasa lemah.

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


4 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Beberapa contoh pikiran negative adalah iri, berburuk sangka, pesimis, gelisah,
prustasi, kesepian, merasa tidak berharga dan mudah menyerah. Pikiran negative akan
mengantarkan manusia pada perasaan negative dan juga tindakan negative. Dikarenakan
tindakan negative akan menghambat langkah menuju cita-cita dan kehidupan yang
bahagia, maka pikiran negative perlu dikelola atau dikendalikan.
4.2.1 Penyebab Pikiran Negatif
Pikiran negative tidak datang begitu saja pikiran ini bias saja merupakan
akumulasi dari semua hal yang pernah dilakukan dimasa lalu, atau pengaruh dari
lingkungan eksternal yang dekat dan intens.
Beberapa penyebab pikiran negative (Sofiyan, 2011) adalah:
- Riwayat masa lalu
Cara anda dibesarkan merupakan hal yang penting mempengaruhi cara berpikir
anda. Bila anda dibesarkan dengan orangtua yang selalu melarang, maka dalam
pikiran anda akan tertanam ketakutan dan keraguan. Anda akan tumbuh yang
tidak berani mencoba dan takut salah. Bila anda memiliki orangtua yang selalu
mengatakan hal-hal yang pesimis akibatnya anda tumbuh menjadi seseorang yang
kurang memiliki kepercayaan diri.
- Keinginan yang lemah atau bahkan tidak memiliki tujuan yang jelas
Saat seseorang sangat menginginkan sesuatu, dia akan berusaha
mendapatkannya. Sebelum keinginannya diperoleh, dia akan tetap focus pada
keinginannya tersebut dan terus berusaha mendapatkannya. Pikirannya akan
terpokus pada tujuan, dan dia tidak memikirkan hal lain (termasuk hambatan dan
hal-hal negative yang menahan langkah menuju tujuannya ). Sebaliknya saat
seseorang tidak memiliki tujuan atau keinginan yang jelas, pikirannya akan
mudah dimasuki pikiran negative, merasa tidak berharga, merasa sia-sia dalam
hidup.
- Rutinitas negative
Banyak orang tidak menyadari rutinitas (negative) yang mereka lakukan.
Rutinitas negative bisa membawa seseorang pada ketidakpuasan dan
ketidakbahagiaan. Misalkan saja seseorang yang melakukan pekerjaan yang sama
selama puluhan tahun. Melakukan pekerjaan yang itu-itu saja bisa membuat
pekerjaan tersebut menjadi tidak bermakna lagi baginya. Akibatnya dia pun
merasakan hidupnya tidak bermakna, hambar, dan berakhir pada kekecewaan.
Salah satu contoh rutinitas negative yang paling banyak dilakukan adalah
menonton televise berjam-jam. Rutinitas tersebut muncul akibat rasa malas,

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


5 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pesimis, ragu, atau takut mencoba hal baru, sehingga menonton televise adalah
pilihan yang aman. Aman dari kemungkinan kecewakarena melakukan hal baru
yang sebelumnya belum pernah anda lakukan.
- Pengaruh internal
Banyak orang yang dengan mudah menghakimi diri sendiri dengan pendapat-
pendapat negatif.Contohnya, wanita yang merasa tidak canti atau merasakan
kekurangan pada hal-hal tertentu. Pikiran dan perasaan tersebut melemahkan
kepercayaan diri bahkan bias membuat mereka mengucilkan diri. Menurut
ELFIKY (2009)Orang yang paling menderita adalah orang yang tidak bias
menerima dirinya sendiri.Sulit menerima diri sendiri memudahkan seseorang
untuk berpikiran negative seperti minder, ragu-ragu, cemas, takut, pesimis,
berperasangka buruk, dan mudah mengeluh.
- Pengaruh eksternal
orang-orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, guru; juga tayangan di televisi,
berita dikoran dan informasi diberbagai media merupakan factor diluar diri yang
bias mempengaruhi pikiran seseorang. Banyak orang yang tidak berani
melangkah atau meraih cita-cita karena terlanjur meyakini perkataan pesimis dari
orang-orang disekitar mereka.Apakah anda pernah ditertawakan ketika meyebut
cita-cita atau impian anda?Apa yang terjadi setelah itu? Anda makin bersemangat
menuju impian tersebutatau anda menjadi ciut dan memilih mundur untuk
mewujudkannya?
4.2.2 Ciri-ciri orang berpikiran negative
Sebagian besar orang tidak menyadari kebiasaan, keyakinan, maupun pikiran
negative yang mereka miliki.Hal ini disebabkan pikiran dan kebiasaan negative
cenderung dikerjakan oleh alam bawah sadar (unconcinous mind) sehingga terjadi begitu
saja, tanpa disadari.Berikut adalah ciri-ciri orang yang berpikiran negative sebagaimana
diuraikan Sofiyan, (2011) sehingga sebisa mungkin kita mewaspadainya, agar tidak
mengikutinya juga.
- Mudah meyakini hal yang negative dan melihat sesuatu dari sisi negative
Seseorang dengan kepribadian negative lebih mudah meyakini pikiran-pikiran
negative.Bayangan-bayangan negative, seperti kegagalan dimasa lalu, terus
menghantui dan menahan untuk melangkah menuju keberhasilan. Itu sebabnya
kita perlu hidup dimasa sekarang, bukan dimasa lalu, juga tidak dimasa depan
(yang belum terjadi). Masa lalu adalah sejarah, masa depan adalah misteri, hari
ini adalah anugrah (yesterday is history, tomorrow a mystery, today is a gift,

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


6 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
thats why its called the present). Dengan demikian jika dimasa lalu pernah ada
kegagalan, tidak perlu kegagalan itu dirasakan terus hingga saat ini, hingga
cenderung berburuk sangka terhadap segala sesuatu, bahkan tetap berburuk
sangka atas hal-hal baik yang menghampiri.
- Takut akan perubahan
Pribadi yang dipenuhi pikiran negative, biasanya menolak segala bentuk
perubahan. Baginya perubahan adalah hal berbahaya yang akan yang
mengeluarkan nya dari zona aman (comfort zone). Zona aman merupakan
wilayah yang menawarkan rutinitas, nyaman, tanpa tantangan, sehingga mereka
merasa tidak akan menemui kegagalan yang mereka takuti.
- Sering mengeluh dan merasa dirinya paling benar
Orang yang selalu memandang sesuatu dari sisi negative, akan dengan mudah
mengeluarkan apa saja yang terjadi dengannya. Dia sering merasa kekurangan
dan mengeluhkan apa yang kurang menyenangkan baginya, bahkan cenderung
ingin dikasihani. Menurutnya apa yang terjadi padanya karena takdir atau karena
orang-orang tidak berpihak kepadanya. Akibatnya dia menyalahkan orang lain
karena dirinya adalah pihak yang benar, pihak yang teraniyaya. Bila terbentur
masalah, dia akan focus pada masalah tersebut bukan focus mencari solusi. Orang
tersebut mudah mencela orang lain, pekerjaan orang lain, bahkan capaian orang
lain.
- Tidak mudah berintraksi dan cenderung menyendiri
Orang yang berpikiran negative biasanya memiliki rasa percaya diri yang rendah
merasa diri sendiri yang paling benar, selalu mengeluh, dan mudah mengkritik
orang lain dan semua itu merupakan kombinasi yang sempurna untuk
menjauhkan diri dari orang lain. Hilangnya interaksi dari orang lain semakin
memudahkan pikiran negative memasuki dirinya karirnya yang dia tahu hanya
dirinya, cara pandangnya, hasil-hasil sebagaimana yang dia hasilkan padahal
belum tentu itu benar dan baik baginya tidak jarang beragam penyakit fisik
maupun kejiwaan dengan mudah menyakiti orang-orang yang didominasi pikiran
negative.
4.3 Pikiran Positif
Setelah mengetahui penyebab dan ciri-ciri pikiran negative, akan lebih mudah
mengetahui pikiran positif. Pikiran positif adalah lawan dari pikiran negative, sehingga
segala hal tentang pikiran positif adalah kebalikan dari pikiran negative.
Jika dalam pribadi yang berpikiran negative hanya ada keluh kesal, cemas,
ketakutan, prustasi, dendam, dan hal-hal buruk lainnya, maka pribadi dengan pikiran

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


7 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
positif memiliki kebalikannya.Pribadi dengan pikiran positif diliputi kebahagiaan,
tantangan yang menyenangkan, semangat, dan hal-hal luar biasa lainnya.
El-bahdad (2010) mengartikan pikiran positif sebagai potensi yang mendorong
pemiliknya untuk berbuat dan bekerja dengan menginvestasikan seluruh kemampuan
kemanusiaannya.
4.3.1 Alasan Perlu Berpikir Positif
Banyak keajaiban dibalik pikiran positif! Bagi Anda yang belum yakin dengan
perlunya berpikiran positif, coba jawab pertanyaan berikut:
- Apakah Anda ingin hidup bahagia, baik dengan diri Anda sendiri ataupun dengan
keluarga?
- Apakah Anda ingin sukses meraih cita-cita? Mencapai tujuan dan berhasil
mewujudkan mimpi-mimpi?
- Apakah Anda ingin hidup sejahtera? Tanpa kekurangan finansial, dan bekerja
dibidang yang disukai?
- Apakah Anda ingin hidup sehat? Mencapai usia tua dalam keadaan sehat dan
bugar?
Tentu jawaban atas semua pertanyaan diatas adalah: Ya, tentu saya menginginkannya!
Bila Anda menginginkannya maka Anda akan mendapatkannya. Jika Anda
memperjuangkannya, berarti anda layak mendapatkannya. Cara untuk mendapatkan
keinginan-keinginan tersebut adalah dengan berpikir dan berperasaan positif.
- Jika Anda ingin bahagia, dengan berpikir positif dan berperasaan bahagia (positif)
Anda akan bahagia
- Jika Anda ingin sukses, dengan berpikir dan berperasaan sukses (positif) Anda
bias sukses
- Jika Anda ingin hidup sejahtera, dengan berpikir dan berperasaan sejahtera
(positif) Anda akan hidup sejahtera
- Jika Anda ingin hidup sehat, dengan berpikir sehat (positif) Anda akan sehat.
4.3.2 Pemicu Pikiran Positif
Agar bias selalu berpikiran positif, jauhilah hal-hal yang negative. Sebagaimana
telah diuraikan sebelumnya, beberapa hal yang bias memicu pikiran negative adalah
informasi negative, obrolan negative yang tidak bermanfaat, dan rutinitas negative. Perlu
diingat bahwa hal negative bukan hanya membicarakan keburukan orang lain, melakukan
tindakan yang merugikan orang lain melainkan juga hal-hal yang melemahkan diri
sendiri, yang dapat menghilangkan kepercayaan diri Anda (Sofiyan, 2011). Agar pikiran
positif hadir disetiap waktu Anda, maka:
1. Berbaik sangka

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


8 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Misalkan pada sewaktu-waktu Anda membuat janji pada teman Anda. Ternyata
teman tersebut tidak datang tepat waktu sebagai mana telah disepakati.
Pikirkanlah alasan positif mengapa teman tersebut tidak tepat waktu. Mungkin
karena tiba-tiba orangtuanya minta bantuan pada teman Anda karena keperluan
mendadak. Mungkin memang lebih baik bagi Anda untuk menunda waktu
pertemuan tersebut.
2. Ambil Pengaruh Positif Orang Lain
Perkataan dan atau tindakan orang lain bisa memicu pikiran positif dalam diri
seseorang. Misalnya melihat teman yang pandai, yang bisa mencapai IPK tinggi
mendorong Anda ingin mencapai kesuksesan yang sama. Anak-anak yang
memegang teguh prinsip-prinsip hidup yang diajarkan orangtuanya, mahasiswa
yang meneladani nilai-nilai mulia yang dicontohkan dosennya, pemuda yang
meniru sepak terjang tokoh-tokoh pendahulunya merupakan contoh pikiran dan
indakan positif yang mendapat pengauh dari luar.
3. Ambil hikmah dari peristiwa tertentu
Peristiwa atau kejadian tertentu bisa menjadi titik balik perubahan dalam diri
seseorang.Misalkan saja setelah selesai menjalani ibadah Ramadhan menjadi
momentum bagi Anda membiasakan segala kebaikan yang telah dilaksanakan
dibulan tersebut.Seseorang yang didiagnosa menalami penyempitan pembuluh
darah, terpacu untuk mengubah kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan agar
hidup lebih sehat dan bisa berumur panjang.
4. Kesulitan adalah guru terbaik
Seseorang yang menghadapi kesulitan bisa renta terasuki pikiran negative, atau
sebaliknya terpacu untuk berjuang melewati kesulitannya. Mereka yang mampu
keuar dari pikiran negative akan menerima kesulitan yang dihadapinya bahkan
berpikir bahwa kesulitan tersebut justru membuatnya semakin besar, semakin
pandai. Banyaknya contoh disekitar kita, seperti orang-orang yang memiliki
keterbatasan fisik (seperti tidak memiliki penglihatan), namun mampu berkarya
bahkan mencapai kehidupan yang sukses, yang tidak berkekurangan.
5. Membiasakan berpikir positif
Pribadi yang terbiasa berikir positif akan memandang sesuatu dari sisi positifnya.
Orang yang biasa berpikiran positif akan menjalani kehidupan dengan perasaan
senang, mudah, dan ringan.
4.3.3 Ciri-ciri orang berpikiran positif
Amatilah orang-orang sukses yang ada disekitar Anda.Coba temukan kesamaan
mereka.Sudah?Apa kesamaannya?

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


9 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ya, betul.Mereka sama-sama memiliki kepribadian positif. Mereka memiliki
minimal salah satu dari ciri-ciri kepribadian positif (Sofiyan,2011) yaitu:
1. Percaya diri
2. Memiliki nilai-nilai hidup yang baik dan positif
3. Focus pada solusi bukanpada masalah
4. Hidup dengan cita-cita dan pantang menyerah
5. Mudah bergaul
4.4 Mengembangkan Pikiran Positif
Kadang tidak mudah untuk mengembangkan pikiran positif. Sebagai contoh,
ketika teman Anda dating tidak tepat waktu pada suatu janji untuk bertemu, sering Anda
tergoda untuk memunculkan pikiran negative seperti Anda tidak akan mau membuat janji
dengan dia lagi. Namun jangan menyerah, ketika pikiran negative itu dating menggoda,
coba halau dengan mendatangkan pikiran positif ketika Anda berhasil mengusir pikiran
negative, berikan hadiah bagi pikiran Anda rasakan betapa Anda menikmati ketika
Anda merasa tidak ada kesalahan ketika teman Anda dating terlambat bahkan Anda
bersyukur bahwa dengan terlambatnya kedatangan teman Anda maka Ada mengundurkan
waktu keacara berikutnya yang ternyata membuat Anda terhindar dari kemacetan luar
biasa yang terjadi dijam tersebut.
Beberapa cara yang dapat dilakukan agar terbiasa berpikir positif adalah
(Sofiyan,2011):
1. Menerima diri sendiri
Menerima diri sendiri bukan berarti pasrah pada keadaan diri.Menerima diri
sendiri berarti bersyukur dengan segala yang dimiliki.
2. Meneladani orang-orang yang telah sukses karena pikiran, perasaan, dan tindakan
positif mereka
Setiap orang besar terkenal, sukses, memiliki satu kesamaan. Mereka
menerapkan pikiran, perasaan, keyakinan, dan sikap positif dalam kehidupan
mereka dengan mempelajari, kemudian meneladani cara-cara sukses orang yang
telah terlebih dahulu sukses kita akan lebih mudah memperaktekannya.
Mengapa? Karena kita telah memiliki roleh model, panutan, atau petunjuk untuk
melakukannya
3. Mengubah cara pandang
Orang dengan pikiran positif akan melihat segala sesuatu dari sisi dan cara yang
positif. Ketika kita mngalami hal-hal yang tidak menyenangkan, kita akan mudah
berpikiran negative,ulai dari mengasihani diri sendiri, marah pada penyebab
kejadian, atau bahkan marah pada Tuhan arena merasa diperlakukan tidak adil.
Akibat pikiran-pikiran tersebut, kita menjadi sedih, jengkel, frustasi, semua

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


10 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
perasaan yang menguras hati dan membuat lelah. Oleh karena itu, mulai sekarang
jika Anda mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan, ubahlah cara pandang
Anda. Dari pada merasa frustasi ketika mengalami kegagalan, lebih baik
memandang bahwa Anda memang belum saatnya meraih yang Anda inginkan,
Anda perlu belajar dari kesalahanyang lalu dan melupakan dengan tindakan baru.
Pikiran yang semaacm ini akan meringankan aanda dan membuat anda lebih
bahagia dan bersemangat.
4. Melihat dari sudutt pandang orang lain
Berinteraksi dengan orang lain merupakan konsekwensi sebagai makhluk social.
Begitu eratnya interaksi kita dengan orang lain, menyebabkan tidak jarang terjadi
gesekan, terutama dengan orang-orang terdekat. Salah satu konflik antar pribadi
yang sering terjadi adalah antara anak dan orangtuanya.Untuk konflik semacam
ini, ada baiknya mencoba melihat masalah dari pihak lain, berempati.Anak
melihat dari sudut pandang orangtuanya.Sebaliknya, orang tua memahami
keinginan anaknya. Kita akan meyerap pikiran positif orang lain dan mengambil
sisi positif mereka sehingga mampu melihat masalah dengan lebih baik. Dengan
melihat masalah atau peristiwa dari sudut pandang orang lain, kita
mengalamialternatif lain. Cara pandang kitaterhadap masalah menjadi lebih
beragam.Kita banyak memiliki lebih banyak pilihan.
5. Fokus pada tujuan
Setiap orang yang berpikiran positif hidup dengan cita-cita. Mereka memiliki
tujuan yang jelas dan yakin dengan tujuan yang ingin dicapai tersebut.
Dikarenakan senantiasa focus pada tujuan, pemilik pikiran positif tidak memiliki
ruang untuk memikirkan hal negative.
6. Berbaik sangka
Tidak seorang pun yang tidak pernah memiliki masalah. Sayangnya, banyak
orang lebih melihat besarnya masalah dari pada mencari solusi. Salah satu cara
terbaik dalam menghadapi masalah adalah dengan berbaik sangka. Dengan
berbaik sangka, segala hal yang terjadi menjadi lebih ringan dan menyenangkan
karena dalam pikiran Anda hal tersebut adalah yang terbaik bagi Anda dan akan
mendatangkan kebaikan.
7. Menjauhkan diri dari hal-hal yang mendatangkan pikiran negative

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


11 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
DAFTAR PUSTAKA
Lesufiie, Tikno, 2010, Leadership untuk Profesional dan Mahasiswa, Esensi,
Jakarta.
Iskandar, Yul, 2003, Test Bakat Minat, Sikap dan Personaliti MMPI-DG. Dharma
Graha Group, Jakarta.
Srijanti, Purwanto SK, Primi Artiningrum, Etika Membangun Profesionalisme
Sarjana, 2007, Graha Ilmu, Yogyakarta.

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


12 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Etika Profesi

13 Nama Mata Kuliah dari Modul


13 Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id