You are on page 1of 2

Menentukan MAWP

February 3, 2010
tags: Calculation, MAWP, pressure vessel

Maximum Allowable Working Pressure (MAWP) ini merupakan suatu perhitungan yang
sangat signifikan terhadap kelangsungan hidup sebuah pressure vessel sehingga namanya pun
terpampang di nameplate. MAWP ini merupakan batas kemampuan maksimal yang dapat
dioperasikan saat umur pressure vessel sudah cukup tua (a.k.a. terkorosi).

Jadi dikatakan bahwa MAWP merupakan tekanan maksimum yang diijinkan saat keadaan
operasi normal pada temperatur yang spesifik, biasanya design temperature dalam kondisi
panas dan terkorosi. Tekanan ini berdasarkan perhitungan tiap elemen pressure vessel
dengan menggunakan ketebalan nominal dikurangi corrosion allowance dan mill tolerance.

MAWP untuk pressure vessel merupakan tekanan maksimum internal atau external, termasuk
tekanan statis (static head), yang dikombinasikan bersama dengan beban-beban yang
mungkin terjadi dan tidak termasuk corrosion allowance saat kondisi temperatur operasi. Hal
ini diatur dalam kode UG-22 dan ditentukan oleh part yang paling lemah. Stress yang
diijinkan pada suatu temperatur digunakan dalam perhitungan. Jika terdapat lebih dari satu
kondisi, maka designer dan user sebaiknya memutuskan kondisi yang terbaik yang nantinya
akan disetting juga pada relief valve-nya.

Perhitungan MAWP didapatkan dari ketebalan nominal material pada tiap komponennya.
Setelah kita hitung ketebalan thickness minimal dari masing-masing komponen, kita
dapatkan / pilih thickness nominal yang ada.

Untuk besar MAWP bisa menggunakan formula UG-27 atau bisa dilihat di kalkulasi pressure
vessel terhadap internal pressure.

Hitung semua komponennya antara lain shell, head, nozzle neck, flange, etc. Tentukan nilai
MAWP yang paling kecil yang akan dijadikan sebagai MAWP dari sebuah pressure vessel
tersebut.

Kalkulasi Pressure Vessel Terhadap


Internal Pressure
January 12, 2010
tags: head, internal pressure, kalkulasi, pressure, pressure vessel, shell, thickness

Pada dasarnya, bejana tekan ditentukan oleh ketebalan dindingnya. Pertama, hitung ketebalan
dari tekanan design yang ditentukan oleh orang proses (process engineer). Dari hasil
perhitungan yang didapatkan (t required), tentukan ketebalan aktual (t actual) yaitu ketebalan
yang disediakan suplier material yang mendekati di atas ketebalan hasil perhitungan (t required)
tentunya setelah ditambahkan faktor Corrosion Allowance. Dari ketebalan tersebut dihitung
balik untuk mendapatkan MAWP.

Dengan demikian t actual > t required, sehingga MAWP lebih besar dibanding Design Pressure.
Akan tetapi bila t actual = t required, maka MAWP akan sama dengan tekanan disain (Design
Pressure)

Kalkulasi yang digunakan untuk menghitung ketebalan tersebut berdasarkan ASME Section
VIII Div. 1 sebagai berikut:

Sumber: Bednar, H.H., Pressure Vessel design Handbook, Von Nostrand Reinhold, Co.,1981