You are on page 1of 27

5

BAB 2

KAJIAN PUSTAKA

2.1. Heavy Black Liquor
HBL (Heavy Black Liquor) adalah black liquor atau lindi hitam pekat
yang sudah melalui proses evaporasi dari beberapa tahap pemekatan pada unit
evaporator sehingga memiliki total solid yang tinggi sekitar 68-72% solid
sehingga bisa di bakar di furnace recovery boiler. Black liquor ini berasal dari
limbah washing plant yang berupa suatu cairan lindi hitam yang encer (weak
black liquor) dengan kadar 13% solid yang tersusun dari bahan kimia orgnik
dan anorganik. (Hupa,2009).
Menurut Albert Bach, black liquor atau lindi hitam merupakan
campuran yang sangat kompleks yang mengandung sejumlah besar
komponen dengan struktur dan susunan yang berbeda. Bahan organik dalam
Black Liquor atau lindi hitam yang dihasilkan setelah pembuatan pulp pada
dasarnya terdiri dari lignin dan produk-produk degradasi karbohidrat di
samping bagian-bagian kecil ekstraktif dan produk-produk reaksinya. Black
Liquor atau lindi hitam berupa produk samping cair dari Proses Bubur Kraft,
dimana terdiri dari Kayu atau Lignin terlarut dan menghabiskan bahan bubur
kimia Kraft (Terutama Na2S, NaOH, Na2CO3 dan Na2SO4). ( Bach,2015),
Black Liquor atau lindi hitam memiliki komponen utama air, senyawa
anorganik berasal dari sisa cairan kimia pemasak serpih kayu, dan hasil reaksi
yang berlangsung selama proses pemasakan, serta senyawa organik yang
berasal dari serpih kayunya. Kira-kira setengah dari senyawa organik dalam
Black Liquor atau lindi hitam tersebut berupa lignin yang memiliki distribusi
berat molekul sekitar 200-500.000. Salah satu komponen kimia penting yang
banyak terdapat dalam Black Liquor atau lindi hitam adalah lignin. Black
Liquor atau lindi hitam mengandung alkali kental kompleks dari komponen
air , organik dan anorganik. Dimana komposisinya bervariasi tergantung dari
alat, jenis kayu yang digunakan. Salah satu sifat terpenting dari Black Liquor
atau lindi hitam adalah fraksi massa padatan kering (% solid) atau kandungan

6

bahan kering. Ini menunjukkan konsentrasi total komponen non-air.
(Karlssonn,2013).
Menurut Henrik wiinikka, Warna coklat kehitaman dari larutan sisa
pemasak pulp disebabkan oleh adanya bahan organik dan anorganik yang
larut ataupun yang tersuspensi dalam larutan setelah proses pemasakan bahan
baku. Bahan organik tersebut diantaranya zat ekstraktif dan lignin yang
terdegradasi.( Henrik,2015).
Menurut Jessica Algehed, pada industri pulp dan kertas, lignin harus
dipisahkan dari selulosa untuk memperoleh serat yang lebih putih karena
lignin menyebabkan warna kertas menjadi kuning. Di sisi lain, keberadaan
lignin dilingkungan dapat menimbulkan pencemaran, walaupun daya larutnya
(kelarutan) yang relatif kecil 0,2 ppm. (Algehed,2002).
Adapun bau yang ditimbulkan oleh larutan sisa pemasak pulp tersebut
disebabkan oleh adanya senyawa belerang bivalen diantaranya metil
merkaptan, dimetil sulfida ((CH3)2S) dan dimetil disulfida (CH3-S-S-CH3)
yang merupakan turunan dari hidrogen sulfida (M. Johansson, 2009).
Heavy Black Liquor (70 % solid) mengandung :
1. Senyawa anorganik dengan kandungan utama Na2CO3, Na2SO4,
NaOH, Na2S.
2. Senyawa organik yang berasal dari kayu selama pemasakan di
Digester berupa serat kayu, lignin
3. Air (30%)
4. Energy panas yang terkandung dalam Heavy Black Liquor berkisar
3100 - 3500 kcal/kg dry solid.. (Zikeli,Florian dkk, 2013).

Ketika mengolah keping – keping kayu menjadi pulp dipabrik
pemasak, bahan-bahan organik seperti lignin, hemicellulosa dan sebagaian
kecil selulosa larut dalam cairan pemasak. Lindi hitam dipisahkan dari pulp
selama pencucian pulp sebagai suatu larutan encer dengan kandungan zat
padat 13-18% solid. Dengan mengetahui komposisi dari lindi hitam (black
liquor) maka dapat ditentukan efektivitas evaporasi yang dipakai dalam

2015).5% dari 78% kandungan dari komponen organik. Sifat dan komposisi black liquor. Sementara itu kandungan lignin merupakan komponen terbesar pada lindi hitam yaitu mencapai jumlah 37. Bahan organik dalam lindi hitam terdiri atas lignin.1 menunjukkan bahwa selain air sebanyak 30%. 7 proses pemekatan lindi hitam (black liquor) sehingga dapat juga diketahui potensi pembakaran dari lindi hitam (black liquor) tersebut. padatan total lindi hitam yang mengandung komponen organik dan anorganik sebanyak 70% (% berat kering). Komposisi kimia lindi hitam (black liquor) terdiri atas senyawa-senyawa organik dan anorganik. sementara bahan anorganik dapat berupa garam-garam Na2SO4. Kandungan komponen organik pada lindi hitam mencapai 78% dan komponen anorganiknya mencapai 22%. Tabel 2. a. Komponen organik dan anorganik dari lindi hitam (black liquor) Pada Tabel 2. (Albert Bach. resin. lindi hitam (black liquor) terbentuk dari reaksi antara bahan baku seperti kayu dengan larutan pemasak sehingga komponen kimia yang ada dalam lindi hitam (black liquor) berasal dari kedua sumber tersebut. Na2S dan lainnya. (Brongers. 2005).1. asam-asam lemak serta sebagian kecil ekstraktif. produk-produk degradasi karbohidrat. . Bahan baku yang merupakan senyawa organik serta sisa cairan pemasaknya yang merupakan senyawa anorganik. Na2CO3.

Viskositas Penting untuk diketahui viskositas dari black liquor guna mendesain evaporatornya. Viskositas Black Liquor atau lindi hitam adalah fungsi dari konsentrasi dan temperatur yang bersifat spesifik untuk cairan. metode pemasakan. Berikut tabel komposisi elemen black liquor. Viskositas bisa sangat berbeda-beda antara pabrik yang lain. Komposisi elemen black liquor (Sumber : Hupa.2009) b. (Sumber : Clay. Tabel 2. Ini tergantung pada spesis kayu. Berikut tabel viskositas black liquor pada berbagai temperatur. penting untuk diketahui juga mengenai komposisi setiap elemen dari black liquor secara empiris.3. Tabel 2. Perlu diingat kembali bahwa komposisi elemental di bawah ini merupakan komposisi elemen untuk black liquor. Sifat-sifat Fisika Black Liquor atau lindi hitam Adapun sifat-sifat Black Liquor atau lindi hitam adalah sebagai berikut : 1.2009) .2. 8 Selain komposisi senyawa kimia. hasil proses kraft. Viskositas meningkat dengan meningkatnya kandungan zat padat kering. pengolahan panas lebih lanjut. Viskositas black liquor pada berbagai temperatur.

maka panas jenis lindi hitam menurut persamaan Masse et adalah : CP = 4. Hal ini disebabkan besar viskositas ini akan memengaruhi koefisien transfer kalor (U).2000 Chemichal Pulping Book 6B) .43 ton/m3.2009). Kedua nilai ini berlaku untuk temperatur 900C. 3. Jika desain evaporator tidak disesuaikan dengan informasi viskositas ini.31T)/1000}X + 4. Kepadatan Kepadatan Black Liquor atau lindih hitam meningkat dengan meningkatkan konsentrasi padatan kering.2009). Campuran cair yang mengandung zat-zat organik yang larut.( (Hamideh. 4.2015). 2. (Clay. akan mendidih pada tekanan yang sama. kepadatan juga tergantung pada temperatur cairan.675 + (3. Panas jenis Panas jenis menurun dengan meningkatnya kadar lindi hitam.21 (1-X) + {1. zat-zat anorganik atau keduanya. BPR (Boiling Point Rise) juga memengaruhi kinerja evaporator. Kenaikan Titih Didih (Boiling Point Rise ) Selain viskositas. energi yang diperlukan untuk evaporasi akan meningkat drastis dan hal ini sangat merugikan industri.05 ton/m3. kepadatan 1. Kenaikan titik didih spesifik sifatnya untuk setiap Black Liquor atau lindi hitam dan tergantung pada jumlah dan komposisi zat-zat terlarut.87– 20T / 1000) ( 1-X) X3 1) Dimana : X = Konsentrasi solid ( % Kg solid / Kg ) T = Temperatur lindi hitam (0C) Cp = Panas spesifik (Kj/Kg0C) 1) (Sumber : Gullischsen. Selisih temperatur inilah yang merupakan kenaikan titik didih. (Albert. 9 Informasi mengenai viskositas black liquor ini perlu diketahui untuk mendesain evaporator. Pada konsentrasi 70% zat padat kering. Cairan dengan kadar 13% zat kering akan mempunyai kepadatan 1.

10 c. Lindi hitam (blck Liquor) (Sumber : Sjöström . lindi hitam proses kraft adalah bersifat basa (sekitar 12–13). Nilai pH ini cukup tinggi dan bersifat basa kuat.1995) Derajat keasaman (pH) pada lindi hitam sebesar 13. Bau telur busuk pada lindi hitam ini juga disebabkan oleh adanya senyawaan sulfida.1995). Karakteristik lindi hitam (black liquor) Warna yang terlihat pada lindi hitam secara visual yaitu hitam pekat. Hal ini disebabkan pada pembuatan pulp proses kraft larutan pemasak yang digunakan adalah campuran larutan kaustik soda (NaOH) dan natrium sulfida .4. dan senyawa-senyawa organik yang terlarut pada lindi hitam akibat terdegradasinya asam lemak menjadi asam-asam lemak berantai pendek seperti asam butirat. Tabel 2. Gambar 2.1.74. dan terbentuknya asam format dan asam asetat (Brongers 2005). senyawa hasil degradasi karbohidrat. Karakteristik lindi hitam (Sumber : Sjöström . Warna hitam pekat dari larutan sisa pemasak pulp disebabkan oleh adanya bahan organik dan anorganik yang larut ataupun yang tersuspensi dalam larutan setelah proses pemasakan bahan baku.

09%. D.2. Kadar air pada lindi hitam ini cukup besar.2009). Liquor Flow pada evaporator plant (Sumber : Sibuea. Untuk meningkatkan konsentrasi black liquor sekitar 68-72% solid sebelum dibakar di recovery boiler. Pengolahan HBL (Heavy Black Liquor) Weak Black Liquor (WBL) yang merupakan limbah atau filtrate dari proses washing/digester yang mengandung sekitar 87% air dan 13% solid.2009) . 11 (Na2S). 1995). (Hupa. Sistem evaporasi yang digunakan adalah Multiple Effect Evaporator. Produk keluar dari effect 1D berupa lindi hitam pekat HBL (Heavy Black Liquor) yang mengandung solid content diatas 68- 72% solid dan yang kemudian dikirimkan kerecovery boiler sebagai bahan bakar dan untuk proses daur ulang bahan kimia dan zat-zat anorganik yang terkandung dalam HBL. WBL (13-18% solid) diumpankan ke evaporator effect 5 dan akan dipekatkan setelah melalui beberapa tahap evaporasi di setiap effect evaporator. WBL feed (13-18% solid) dan steam dialirkan berlawanan arah. Kadar air yang diperoleh pada lindi hitam adalah sebesar 81. Digester/Washing WBL tank Effect 5 Effect 4 Effect 3 Effect 2 B Effect IA IBL tank Stripper Condenser Effect 2 A Effect IB Effect IC Effect ID HBL tank (Produk Evaporator) 70 %solid Gambar 2. (Fengel. Dengan kandungan air yang sebesar ini tidak mungkin bisa digunakan sebagai bahan bakar di recovery boiler. 2.2. hal ini disebabkan lindi hitam sudah bercampur dengan air pencuci pulp. maka lindi hitam encer (13-18% Solid) dikirim ke evaporator untuk menguapkan air yang terdapat dalam black liquor dan memproduksi HBL (Heavy Black Liquor) dengan konsentrasi 68-72% solid.

B. Black liquor dari stripper condenser kemudian dipompa ke intermediate black liquor tank. Proses pemekatan WBL dari kepekatan 13-17% solid menjadi 68-72% solid yaitu berasal dari washing plant yang ditampung ditangki WBL. yang kemudian menjadi bahan cairan pemasak dinamakan green liquor.2003). Untuk menjaga agar temperature black liquor didalam IBL tank tetap konstan maka didalam tangki IBL dipasang heating coil dengan menggunakan LP steam sebagai pemanas. ke effect 2A dan sampai ditransfer ke stripper condenser untuk memisahkan gas yang tidak dapat terkondensasi. Smelt (lelehan) maksudnya adalah cairan anorganik yang tidak terbakar pada tempertur tinggi (830 oC) kemudian smelt ditampung di dasar boiler lalu dilarutkan dengan air didalam Dissolving Tank. black liquor kemudian dipompakan ke effect (concentrator) 1A. dalam recovery boiler pembakaran HBL dimana zat organik yang terkandung dalam HBL dibakar menjadi energi panas yang diambil untuk membangkitkan steam. ke effect 2B. Didalam effect 5 black liquor disirkulasi dengan pompa sirkulasi dan sebagian ditransfer ke effect 4. Dari effect 1D kemudian dihasilkan Heavy Black Liquor (HBL) kadar 68-72% solid lalu mengalir ke HBL falsh tank barulah HBL siap dikirimkan dalam recovery boiler sebagai bahan bakar di furnace recovery boiler. 12 Pada proses evaporasi terjadi menggunakan evaporator multiple effect dengan lima effect dan empat concentrator (A. dimana black liquor yang keluar dari stripper condenser mempunyai kadar solid 30-40% (IBL). Proses daur ulang ini adalah dengan cara membakar HBL tersebut sehingga senyawa organik yang dibutuhkan habis dan hanya yang tersisa senyawa anorganiknya.1C.D). Dari tangki IBL.1B. Fungsi utama recovery boiler adalah sebagai pendaur ulang bahan- bahan kimia yang digunakan dalam proses pemasakan chips di digester. Hasil dari proses pembakaran ini berupa steam dan smelt. Adapun komposisi . (Sibuea. Dengan cara yang sama dari effect 4 black liquor juga disirkulasikan kemudian ditransfer ke effect 3.C. kemudian dari tangki WBL dipompakan ke WBL flash tank liquor menjadi ke effect 5 secara gravitasi. dan 1D yang masing-masing effect mempunyai pompa sirkulasi.

mendapatkan energi dari pembakaran lindi hitam dan memperkecil polutan udara dan air. (Bremford. Unit Recovery Boiler (Sumber : UBAYA. Menguapkan dan mengeringkan Black Liquor yang akan dibakar 2. 13 Green liquor yaitu : Na2S (18-22%). NaOH (20-25%). Pengambilan kembali bahan kimia (chemical recovery) tersebut bertujuan untuk memperoleh bahan kimia pemasak. Adapun komposisi white liquor yaitu : Na2S (20-25%). Kemudian white liquor /larutan pemasak dipergunakan sebagai cairan pemasakan kayu di digester. Smelt kemudian diencerkan dengan weak white liquor dan menjadi green liquor yang selanjutnya akan dipompakan ke proses recautisizing. . NaOH (75-80%). Memindahkan lelehan (smelt) kedalam smelt dissolving tank. Mereduksi Na2SO4 dan senyawa-senyawa natrium. 2013). Gambar 2. Green liquor kemudian diolah kembali dikirim ke unit Recaustizing untuk diproses kembali menjadi white liquor. oksigen lainnya yang terkandung dalam black liquor menjadi Na2S (Natrium Sulfide) 3. Na2CO3 (75-80%) dengan total 120-125 gram per liter. sulfur. Na2CO3 (18-22%) dengan total 120-125 gram per liter. Flue gas yang terbentuk diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke udara menggunakan Electronic Static Precipitator yang ditempatkan di ujung keluaran flue gas.1999). Fungsi dari Recovery Boiler adalah: 1.3.

Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. WBL feed dan steam dialirkan berlawanan arah (Back Feed). kandungan air yang banyak inilah yang nanti akan dikurangi dengan cara pemanasan. Proses Evaporasi HBL (Heavy Black Liquor) Titik didih suatu cairan turun bila tekanan udara diatasnya lebih rendah 1 atm.4. sehingga diperoleh perpindahan panas yang besar dengan demikian black liquor dengan padatan 13-18% dapat menjadi 68-72% dan siap untuk dipakai menjadi bahan bakar di recovery boiler. mengandung 87% air dan 13% solid. Proses evaporasi yang terjadi untuk memekatkan Weak Black Liquor (WBL) yang merupakan filtrate dari proses washing.(Richard. 2. .1987). bisa juga tergantung pada kepekatan zat cair tersebut. Multiple-effect evaporator system dapat dilihat pada Gambar 2. Hal tersebut disebabkan karena tergatung dari jumlah atau volume zat cair yang ingin diuapkan. (Christie. oleh karena itu kondisi operasi evaporator dilakukan pada tekanan vakum supaya titik didih larutan yang diharapkan lebih rendah. Ada beberapa macam-macam dari evaporator. Panas yang dihasilkan dari pembakaran dimanfaatkan untuk menghasilkan steam yang nantinya digunakan ke proses termasuk sebagai pembangkit tenaga listrik. Proses evaporasi terjadi pada evaporator. (Sibuea. Hasil dari evaporator ini berupa HBL (Heavy Black Liquor) yang mengandung solid content diatas 65% dan digunakan sebagai bahan bakar pada Recovery Boiler.3.2003). sesuai dengan tujuan penggunaannya dan bentuknya pun berbeda-beda. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar yaitu untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Hal ini akan mengakibatkan perbedaan suhunya menjadi lebih besar. 14 4.2003). Sistem evaporasi yang digunakan adalah Multiple Effect Evaporator.

Black liquor inilah yang dinamakan intermedaite black liquor (IBL). 2013).4. Black liquor dari stripper condenser kemudian dipompa ke intermediate black liquor tank.C. Di dalam proses ini kadar solid belum tercapai maka black liquor dari stripper condenser dapat disirkulasikan kembali ke tangki WBL. Proses evaporasi weak black liquor yang terjadi menggunakan evaporator multiple effect dimana ada lima effect dan empat concentrator (A.C. Didalam effect 5 black liquor disirkulasi dengan pompa sirkulasi dan sebagian ditransfer ke effect 4.D). Di effect 4 black liquor juga disirkulasikan kemudian ditransfer ke effect 3. Adapun proses pemekatan WBL dari kepekatan 13-18% solid menjadi 68-72% solid yaitu berasal dari washing plant yang ditampung ditangki WBL. Untuk menjaga agar temperature black liquor .D COMBINE (CONCENTRATOR) IBL TANK CONDENSATE FROM PURE DIGESTER & TANK CONDENSATE CONDENSATE EVAPS TANK BFW COMBINE HBL TANK CONDENSATE TO PROCESS LINE STEAM DAN GAS HBL TO LINE LIQUID RECOVERY BOILER Gambar 2. 15 CNCG TO INCINERATOR WARM WATER CNCG TO TO FIBER LINE & SURFACE INCINERATOR MILL WATER RETURN TO CONDENSER WTP LP STEAM WBL STRIPPER STRIPPER STORAGE EFFECT V EFFECT IV EFFECT III EFFECT II AB STRIPPER CONDENSER COLUMN TANK CONDENSATE TO EFFLUENT WBL FROM BSW FOUL LP STEAM CONTAMINATED CONDENSATE EFFECT I A. dengan cara yang sama black liquor dari effect 2A ditransfer ke stripper condenser untuk memisahkan gas yang tidak dapat terkondensasi. Didalam effect 3 black liquor juga disirkulasikan dan kemudian ditransfer keeffect 2B.B. kemudian dari tangki WBL dipompakan ke WBL flash tank liquor menjadi ke effect 5 secara gravitasi. Black liquor didalam effect 2B juga disirkulasikan dan kemudian ditransfer ke effect 2A. Multiple-effect evaporator system (Sumber : UBAYA.B. dimana black liquor yang keluar dari stripper condenser mempunyai kadar solid 40-50%.

Dari effect 1D kemudian dihasilkan Heavy Black Liquor (HBL) mengalir ke HBL falsh tank untuk diatur temperaturnya sekitar 1150C. Begitu juga vapour dari effect 4 sebelum masuk ke effect 5 dilewatkan dulu . dari pemekatan liquor dihasilkan uap air yang juga disebut vapour. dan seterusnya hingga vapour dari effect terakhir dikondensasi dalam surface condenser pada temperatur 55-65 °C. Multiple-effect evaporation plant terdiri atas suatu jumlah evaporator yang dikoneksikan secara seri dengan counter current flow dari vapour dan liquor. Temperatur liquor di effect ini tergantung pada tingkat LP (low pressure) steam. Live steam dilewatkan pada heating element dari effect 1. Proses pemanas evaporasi dengan evaporator multiple effect dimana ada lima effect dan empat concentrator (A. setelah tercapai kadar 68-72%.1B. temperature 140-150oC dan dengan laju heating steam 54. Vapour dari effect IA masuk ke effect IB. Aliran steam pertama-tama masuk ke dalam heating element effect 1A. (Sibuea.1B. Vapour dari effect IABCD kemudian dipakai untuk pemanasan effect 2A dan 2B kemudian dialirkan ke effect 3. 16 didalam IBL tank tetap konstan maka didalam tangki IBL dipasang heating coil dengan menggunakan LP steam sebagai pemanas.B. Dari tangki IBL. Vapour dilepaskan oleh effect I dan dikondensasikan dalam effect II pada temperatur yang lebih rendah.000 kg/jam (54 ton/jam).C.2 Kg/cm2. Inilah produk akhir dari evaporator plant yang siap dikirim ke recovery boiler sebagai bahan bakar dan sekaligus untuk mendaur ulang zat-zat anorganik yang terkandung dalam HBL. dimana steam yang dihasilkan berasal dari boiler (ketel uap). dan 1D yang masing-masing effect mempunyai pompa sirkulasi. dari effect IC masuk ke effect ID.5- 4.1C. kemudian HBL tersebut dikirim ke tangki HBL.1C dan 1D. Vapour dari effect 3 sebelum masuk ke effect 4 dialirkan ke mist separator untuk memisahkan vapour dan liquor atau partikel yang terbawa oleh vapour.D) ini menggunakan Low Pressure steam dengan media/fluida pemanas yang digunakan pada proses ini adalah uap air (steam) yang melewati permukaan logam. black liquor kemudian dipompakan ke effect (concentrator) 1A. steam suplai yang digunakan bertekanan 3.2003).

bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap). untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. 2013).  Dijalankan pada suhu yang lebih rendah dari titik didih normal.5 : Evaporator (Sumber : UBAYA.  Titik didih cairan yang mengandung zat tidak mudah menguap (misalnya: gula. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar.4. .  Titik didih cairan murni dipengaruhi oleh tekanan. (Sibuea. Prinsip Kerja Evaporator  Pemekatan larutan didasarkan pada perbedaan titik didih yang sangat besar antara zat-zatnya.lindi hitam) akan tergantung tekanan dan kadar zat tersebut. 17 ke mist separator kemudian ke effect 3 dan effect 4 secara gravitasi. dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.2. Vapour dari effect 5 kemudian masuk ke surface condenser untuk dikondensasikan. Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian. Gambar.2003). 2. Evaporator Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. yaitu penukar panas.

Evaporator yang ada di PT. Toba Pulp Lestari mempunyai 5 EFFECT. Bidang pemanas tersebut terdiri dari susunan sejumlah pipa (tube) yang terbuat dari logam. kontrol level. Alat penunjang yang lain adalah surface condensor. Cairan akan mendidih dan naik kemudian turun kembali melalui rongga penurunan yang lebar sehingga terjadi daur ulang pendinginan secara otomatis dan menghasilkan konsentrat. Steam dialirkan melewati sisi-sisi luar pemanas. Cairan dalam alat penguapan ini dipanaskan dengan uap panas pada bagian luarnya atau dengan kata lain larutan yang akan dipekatkan berada dalam pipa.dan 5 serta 4 Concentrator. effect 2 (AB). Umunya proses evaporasi menggunakan Steam (Uap air) sebagai media Pemanas. Evaporator terdiri dari satu bidang pemanas dan peralatan lainnya yang mendukung penguapan. dan diluar pipa terjadi lagi perpindahan panas secara konveksi. dan temperatur indication. (Nicholas. effect 1 (ABCD) . dan bahan yang dipanasi adalah berupa cairan. Perpindahan panas secara konveksi terjadi antara film di dalam pipa permukaan sebelah dalam pipa. tangki penampungan. effect 1 (ABCD) dibuat oleh Ahlstrom dengan tipe lamela. demistor pad.2015). Steam . gautami. dengan demikian terjadi perpindahan panas antar fluida (film dengan steam ) sehingga film mengalami penguapan. yang selanjutnya panas menjalar secara konduksi melalui dinding logam pipa. 2012). sedangkan effect yang lain dibuat oleh sumitomo dengan tipe Rosco Falling Film. distribution box. Didalam setiap effect terdapat heating element. khanam . spray nozle.4. effect 3. 2013). Uap (Vapour) yang terjadi selama proses penguapan keluar pada bagian atas Evaporator. (UBAYA. (G. 18  Beda titik didih larutan dan titik didih cairan murni disebut Kenaikan titik didih  Harus dipanaskan ke suhu yang lebih tinggi yang ada diefek awal. S. pompa-pompa dan lain-lain. Cairan tersebut meluber di sisi bagian dalam pipa membentuk lapisan tipis (film).

Steam dan Vapour System Proses evaporasi di evaporator menggunakan L. Pada akhirnya energi dalam vapour meninggalkan kelima effect ini dilewatkan secara seri ke surface condensor. Di dalam operasi Evaporator dibagi menjadi beberapa sistem: 1. Pada masing- masing effect mempunyai condensate flash tank untuk memisahkan condensate dengan steam.P Steam (temperatur 150oC dan tekanan 3. 19 disupply ke effect 1 (ABCD) dipakai untuk menguapkan air yang terkandung di dalam liquor di dalam effect tersebut. 3. Weak Black liquor (13 – 18) % solid b. b. #4. Vapour condensate Vapour condensate adalah condensate yang berasal dari steam maupun vapour yang dipakai pada proses pemanasan 2A.5 kg/cm3). Steam condensate Steam condensate adalah condensate yang berasal dari steam yang dipakai dalam proses evaporasi pada effect 1ABCD. #3. Dari proses pemekatan liquor dihasilkan uap air yang juga disebut vapour. Condensate System Di evaporator condensate digolongkan menjadi 3 bagian : a. Black Liquor System Black liquor system dibagi menjadi 3 jenis : a. Intermediate Black Liquor (30 – 40) % solid c. Vapour dari effect 1A masuk ke 1B dari effect 1C masuk ke effect 1D tergantung squence yang digunakan. Aliran steam pertama masuk ke heating element 1A-1B-1C-1D tergantung squence yang digunakan. Heavy Black Liquor (68 -72) % solid 2. Vapour yang dihasilkan dari effect 1 (ABCD) kemudian dialirkan ke effect selanjutnya effect 2B dan dipakai sebagai sumber energi panas (media panas) untuk evaporasi pada effect tersebut. #5 dan . Hasil dari semua yang di atas adalah untuk memanfaatkan kembali energi panas. 2B. Cooling water.

(Sibuea. c. Condensat dari condensor ini kemudian dipompakan kembali ke stripper coloum bersama-sama dengan Reflux condensate.2009). sedangkan steam dialirkan ke dalam stripper coioumn dan bagian bawah. . 20 surface condensor no 1. Condensate yang berasal dari semua effect tersebut dinamakan combined condensate. Vapour dari stripper condensor digunakan untuk pemanasan di effect 3 sebagian vapour tersebut dialirkan ke condensor. Dalam operasi normal hanya dibutuhkan vacum pump dan steam ejector diperlukan pada saat start up atau pada emergency dimana vacum pump tidak mampu.2. gas-gas yang terkandung di dalam foul condensate akan terpisah dan keluar bersama vapour. Untuk mendapatkan tekanan tersebut dipergunakan alat yang dinamakan vacum pump atau steam ejector. Vacum System Vacum system ini berfungsi untuk memudahkan proses penguapan pada evaporator dimana tekanan di dalam effect 5 harus dibawah tekanan atmosfir minimal -650 mmHg. Stripper System Fungsi daripada stripper adalah untuk memisahkan gas yang terbawa pada foul condensate. Laju aliran foul kondensate sebagai berikut : foul condensate dari tangki penampungan dipompakan ke dalam stripper coloumn dengan cara dispraykan dari atas dan kemudian turun melewati kisi-kisi. Foul condensate ditampung di foul condensate tank dan dipompakan ke stripping coloum untuk dibersihkan. sedangkan gas yang tidak tercondensate (NCG) yang mengandung metanol 45-50% dikirim ke lime klin untuk dibakar. Vapour yang dihasilkan dari stripper coloum kemudian dialirkan ke stripper condensor. 5. Foul condensate Foul condensate adalah condensate yang berasal dari vapour pada bagian atas dari pada heating element effect 4 dan effect 5 serta dari surface condensor no. 4.

M.TAPPI) Proses evaporasi merupakan proses yang melibatkan pindah panas dan pindah masa secara simultan. Proses evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarutnya sehingga didapat larutan zat cair yang pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. (G.1. Dalam kebanyakan proses evaporasi pelarutnya adalah air. Evaporator pipa (tube) tegak panjang 1. Evaporasi akan terjadi apabila suhu suatu bahan sama atau lebih tinggi dari titik didih cairan (M. Proses evaporasi (Sumber: Kocurek. 2. Artinya. 21 Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. dalam proses ini sebagian air atau pelarut akan diuapkan sehingga akan diperoleh suatu produk yang kental dan uapnya biasanya dikondensasikan lalu dibuang. Aliran menuju kebawah (downward flow.gautami.4.dkk 2009). Evaporator agitated film Selain berdasarkan jumlah unit penguapannya.1988. falling-film) 3. Alat untuk memekatkan larutan ini disebut dengan Evaporator.6. Gambar 2. Jenis-Jenis Evaporator Dewasa ini jenis-jenis utama dari Evaporator turbular dengan pemanas uap air (steam) adalah : a.2012). Soetedjo. J. Sirkulasi paksa (forced circulation) b. climbing-film) 2. Evaporator juga dibagi menjadi : . Proses pindah panas dan pindah masa yang efektif akan meningkatkan kecepatan penguapan. Aliran menuju ke atas (upward flow.

c. 2. Evaporator efek tunggal (single-effct Evaporator) 2. Hal ini sering disebut “ Steam Economy” Evaporator. Menaikkan suhu bahan dari suhu asalnya sampai titik didihnya 2. Evaporator effect berganda (multiple-effect Evaporator) Gambar berikut ini adalah jenis-jenis Evaporator effect tunggal : a.1996 Introduction to Chemical Engineering Operation).7.4. Chen. Steam economy adalah perbandingan jumlah panas air yang teruapkan (V) dengan jumlah panas steam yang diberikan (S). Efisiensi Evaporator Efisiensi alat penguapan (Evaporator) dinilai dari kehematan pemakaian Steam Satu Pound (lb) Steam akan menguapkan Satu Pound (lb) air pada titik didihnya. Menyediakan energi untuk memisahkan pelarut cair dari bahan 3. 22 1. Evaporator efek tiga (triple-effect Evaporator) 4. Evaporator efek dua (double-effect Evaporator) 3. Menguapkan bahan pelarutnya.1997) Efisiensi Steam dapat dilihat dari Steam Economy. (H. Gambar 2.2. Dimana Pemanas tersebut digunakan untuk : 1. b. Ukuran pokok untuk menilai unjuk kerja (performance) evaporator jenis tabung dengan pemanas uap adalah . Jenis-jenis Evaporator effect tunggal 2) Keterangan gambar : a = calandria type evaporator b = basket type evaporator c = forced circulation evaporators 2) (Sumber : Smith.

Sehingga Uap tersebut terbentuk kemudian dikirim ke kondensor jika itu adalah evaporator efek ganda. Kapasitas diefisiensikan sebagai banyaknya kg air yang diaupkan perjam. Evaporator Effect Berganda (Multiple Effect Evaporator) Evaporator multiple effect adalah peralatan dimana uap dari sumber luar dikondensasikan dalam elemen pemanas efek pertama. 2.(McCabe dan Smith. Tetapi biasanya akan dihasilkan steam ekonomi agak kurang sedikit dari banyak efek . 𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎𝑎𝑖𝑟𝑦𝑎𝑛𝑔𝑡𝑒𝑟𝑢𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 Steam Economy =𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑠𝑢𝑝𝑙𝑎𝑦 Dengan menghitung Steam Economy akan menunjukkan kemampuan dari media pemanas untuk menguapkan sejumlah massa pelarut dalam proses pemekatan larutan. 23 kapasitas dan ekonominya.8.1986:453) Pada evaporator efek tunggal. ekonominya hampir selalu kurang dari satu. Suhu mendidih di mana efek pertama beroperasi cukup tinggi sehingga air menguap dapat berfungsi sebagai media pemanas untuk efek kedua.1986:453). Hal ini menyebabkan konsentrasi produk utama untuk mencapai hanya dalam efek salah satu evaporator.1998). Umpan untuk evaporator jenis multi-efek ini umumnya ditransfer dari satu efek yang lain. (McCabe dan Smith. ekonominya mungkin jauh lebih besar. Gambar 2.5. Steam economy pada multi efek evaporator akan bertambah sesuai dengan bertambahnya efek.Bertambahnya Steam Economy pada multi efek evaporator adalah memberi keuntungan pada pengeluaran biaya untuk evaporator.1998).(Diesen. Multiple effect (Sumber : Diesen. tetapi pada alat efek ganda. .

4) (sumber : McCabe and Smith. (d) umpan paralel. 1986). dan tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. Operasi ber- effect banyak (effect berganda) bertujuan untuk memanfaatkan panas tersebut.9. Tekanan didalam setiap effect lebih . Effect pertama ialah dimana tekanan ruang uap cairan minimum. Pola aliran cairan dalam Evaporator effect berganda (a) umpan maju. Berikut ini adalah gambar Evaporator effect berganda dengan memperlihatkan umpan : Gambar 2. (b) umpan mundur. arus cairan. Dengan demikian selisih tekanan antara uap dan kondensor pada sistem effect berganda. Pada Gambar 2. uap hasil dan kondensat. 24  Cara Pengumpanan evaporator berganda (Multiple Effect) yaitu : Operasi bertahap satu memperlihatkan adanya pemborosan energi karena panas laten yang dibawa keluar uap tidak digunakan lagi. terbagi dua effect atau lebih. uap pemanas. Effect terakhir dalam Evaporator effect berganda ialah tempat mengumpankan uap mentah. sehingga didapatkan sistem Evaporator effect berganda (multiple effect) dengan beberapa metode pengumpanan. (c) umpan campuran.9 menunjukkan beberapa buah Evaporator effect tunggal yang dihubungkan satu sama lain.

dan level cairan setiap effect dijaga. 1986). Cara ini memerlukan sebuah pompa untuk mengumpankan zat cair kedalam effect pertama. Pada Gambar 2. (McCabe and Smith. Masing-masing effect bekerja sebagai Evaporator effect tunggal. dan laju aliran umpan ditentukan. Cara Pengumpanan Metode yang bisa digunakan untuk mengumpankan Evaporator effect berganda ialah dengan memompakan zat cair encer kedalam effect pertama dan mengalirkannya seterusnya kedalam effect-effect berikut seperti terlihat pada Gambar 2.( McCabe and Smith. Dengan demikian semua konsentrasi dalam Evaporator akan dijaga konstan oleh operasi itu sendiri. tekanan uap masuk dan tekanan kondensor ditetapkan. laju umpan pada effect terakhir dikurangi. tidak ada yang menumpuk atau berkurang didalam setiap effect. Tetapi perpindahan antara effect berlangsung tanpa pompa. konsentrasi. dan dipekatkan sedikit disini. 1986). laju ditambahkan dengan cara mengatur tekanan pompa pengumpan. masing-masing mempunyai beda suhu. karena effect ini biasanya berada pada tekanan atmosfer dan sebuah pompa lagi untuk mengeluarkan cairan pekat dari effect terakhir. Suatu cara lain yang umum .9b umpan encer dimasukkan pada effect terakhir.9. dan lalu effect terakhir untuk mendapatkan kepekatan akhir lalu cairan dipompakan keluar dari effect Pertama. Konsentrasi cairan pekat dapat diubah dengan hanya mengubah laju aliran umpan. laju aliran dan laju penguapan adalah sedemikian rupa sehingga baik pelarut maupun zat terlarut. Jika cairan pekat itu terlalu encer.a Cara ini disebut umpan maju (forward feed). 25 rendah dari tekanan effect tempat mengumpankan steam. Dalam operasi keadaan steady. Cairan itu lalu mengalir pada effect sebelumnya untuk dipekatkan lebih lanjut. Konsentrasi zat cair dalam hal ini meningkatkan dari effect pertama sampai ke effect terakhir. Suhu. 1986). a. (sumber : McCabe and Smith. dan jika cairan pekat itu terlalu tinggi konsentrasinya. dan hanya diperlukan sebuah katup kendali didalam pipa penghubung antar effect. karena aliran terjadi pada tekanan menurun.

d. Umpan mundur sering menghasilkan kapasitas yang lebih besar daripada umpan maju bila cairan itu sangat kental. zat cair encer masuk kedalm suatu effect pertama untuk pemekatan terakhir. Cairan ini memerlukan sebuah pompa diantara setiap pasangan effect yang berdampingan di samping pompa cairan pekat karena aliran berlangsung dari tekanan yang rendah ke tekanan yang tinggi. Kebuthan Steam pada efek berganda evaporasi bahan kimia dapat dihitung dengan disertainya neraca panas dari setiap efek terdiri serta neraca massa untuk seluruh system . lalu dipompakan ke-effect lain secara berurutan hingga sampai pada effect pertama. tetapi sebaliknya mungkin menghasilkan produk yang lebih rendah dari umpan maju bila cairan itu sangat encer. sedangkan dipihak lain pelaksanaan operasi terakhir masih dapat dilakukan pada suhu tertinggi. dan ini disebut umpan paralel (parallel feed) seperti pada Gambar 2. dimana zat cair encer diumpankan ke effect terakhir. seperti terlihat pada Gambar 2. Dalam Evaporator kristalisasi. 1986). Pada umpan campuran (mixed feed). Dalam sistem umpan paralel tidak terdapat perpindahan zat cair dari effect yang satu ke effect yang lain. 2.b. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. 1986). umpan itu mungkin dimasukan secara paralel langsung kesetiap effect. (sumber : McCabe and Smith. Perhitungan Evaporator Five Effect Dasar perhitungan Neraca Panas dan Neraca Massa pada Evaporator Multipl Effect Evaporator . Pola-pola alir untuk pengumpanan kadang-kadang ada juga digunakan. (McCabe.6.c.9. Dengan cara ini sebagaian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak dipergunakan lagi. 26 dipakai ialah umpan mundur (backward feed).9.9. seperti pada Gambar 2.

..1........ Ada kalanya bahan yang diproses berubah bentuk menjadi senyawa lain atau menjadi konsumsi dalam system itu........(1) b..... Neraca Bahan Neraca massa adalah kesetimbangan dari semua bahan yang masuk...... tetapi massanya tidak berubah.10 : Neraca bahan dan Neraca Panas Pada evaporator (sumber : Rhicard... a..... perhitungan rancangan dan evaluasi kinerja suatu alat atau satuan pemroses (Johan G................6. Neraca Bahan Komponen F. 𝑋𝑓 L= ........ 27 Gambar 2. Prinsip umum perhitungan neraca massa adalah menentukan jumlah persamaan.X1 𝐹 .. 2000)... Perhitungan neraca massa diperlukan untuk pembuatan neraca energi......... jumlah komposisi dan massa yang belum diketahui..... Neraca bahan menyeluruh F = L+V ..........Xf = L. 2.......... keluar. The Evaporator workbook....................... atau menumpuk dalam suatu alat pemroses....2003).........(2) 𝑋1 ........

........... Hal ini dapat dijelaskan bahwa masing-masing efek sendiri-sendiri bekerja sebagai Evaporator efek tunggal.. 1986)..... 𝑋1 𝑋𝑓 V = F..(3) 1 Laju aliran larutan pekat dapat dihitung dari nerca bahan menyeluruh............. 2...(4) Dimana: F = Laju larutan encer/umpan (Kg/jam) V = Laju evaporasi/penguapan total (Kg/jam) L = Laju larutan pekat/produk (Kg/jam) Xf = Konsentrasi larutan encer/umpan X1= Konsentrasi larutan pekat/produk (Mc cabe......6.............2...... warren L ..... Operasi Teknik Kimia.................... F = L+ V V=F–L 𝐹 .......... Neraca Panas Perhitungan neraca panas yang diperguankan oleh efek berangkai tiga dapat juga berlaku untuk efek berngkai lima atau lebih.. (1 – 𝑋 ).......... 𝑋𝑓 V= F. F=L+V L = F – V ......setiap pernyataan yang dibuat hingga sekarang mengenai Evaporator efek tunggal berlaku juga untuk setiap efek dalam sistem efek berganda.... Penyusunan sederetan Evaporator menjadi system efek berganda hanyalah merupakan masalah pemasangan pipa penghubung dan tidak menyangkut struktur masing-masing unit... masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan pemanasan yang berkaitan dengan penurunan tekanan didalam efek itu... 28 Dengan menganggap tidak ada zat (komponen) yang hilang pada waktu melalui Evaporator maka laju evaporasi/penguapan total (V) dapat dihitung dari neraca bahan menyeluruh....... Penomoran efek tidak ....

(t4 –t3) = V2 .λ3 Neraca panas pada efek II V1.Hs2.H3.... Cp2.Cp2. Cp3 ...H4.(6) (Mc cabe..... warren L ..Hs4..Hs3. Neraca panas pada efek V V4..oC) V1.λ3. λ3 + (F – V5) ....... λ1 + (F – V5– V4– V3 ) .Cpf .Cp3...... ....... (t5 –t4) = V4 .. 29 bergandung pada urutan pengumpanan cairan kepada efek itu..........Cp5 = Kapasitas panas dari efek I ke efek V (Kj/Kg..ts2.....λ5 = Kalor laten kondensasi uap pemanas dari efek I ke efek V (Kg/Kj) ts1...Hs5 = Entalphi kondensat dari efek I ke efek V (Kj/Kg).λ2 Neraca panas pada efek I Ss+ λs + (F – V5 – V4– V3– V2).t3. (tf – t5 ) = V5 λ5 Neraca panas pada efek IV V3. Operasi Teknik Kimia..... λ2 + (F – V5– V4)...V2.. 1986).ts3... (Mc cabe.. warren L . Cp4 ... λ4+ F ..... Kalor laten kondensasi uap pemanas (λs) yaitu selisih antara entalphi uap pemanas (Hs) dan entalphi kondensatnya (hc) λs = Hs – hc ..... Operasi Teknik Kimia.H2..λ2....Cp4.... Cp5 ..λ4..t4..V4... (t4 –t3) = V3 .ts4 = Suhu kondensat dari efek I ke efek V (OC) Hs1.(5) Laju evaporasi Total (V) = V1 +V2 +V3+V4 +V5.V3.λ1 Dimana : Ss = Laju steam/Uap pemanas (kg/jam) Ts = Suhu steam/uap pemanas (oC) Hs = Entalphi steam/Uap pemanas (Kj/Kg) Λs = Kalor Laten kondensasi steam (Kj/Kg) Cpf = Kapasitas panas umpan (Kj/Kg.ts3.oC) Cp1..H5 = Entalphi hasil uap dari efek I ke efek V (Kj/Kg) λ1.... (t2 –t1) = V1 .t2..V5 = Laju evaporasi dari efek I ke efek V (Kg/jam) t1..λ4 Neraca panas pada efek III V2..t5 = Titik didih larutan dari efek I ke efek V (OC) H1. 1986)...

2009 M. Tahun Penulis Judul 1 2012 Monalisha Nayak “Design And Simulatioun of a Multiple Effect Evaporator Using Vapor Bleending” 2. 2009 M.S Faktor Affecting Heat Jebson Transfer In Faling Film Evaporators .Ign 4 2008 Asep Supriatna “Uji Performansi dan Analisa Teknik Alat Evaporator Vakum” 5. 1997 H chen and R.7. L “Heat Transfer In Vamling and L Evaporating Black Liquor Olausson Falling Film” 3. 30 2. Kajian Penelitian yang Relevan No. Soetedjo. Johansson . Jenny “Perancangan dan Uji Coba Novianti dan Ign Alat Evaporator Nira Aren” Suharto.

Kerangka Konseptual Mulai Identifikasi Masalah Pengumpulan Data pada Proses Black Liquor Media pemanas Uap Evaporator Air atau Steam Perhitungan jumlah steam yang dihasilkan dan tekanan steam Uap/ Steam Perhitungan jumlah dari proses evaporasi Panas proses evaporasi pada evaporator Analisa Hasil dan Data Pembahasa n Selesai Gambar 2.11.8. Kerangka Konseptual . 31 2.