You are on page 1of 27

KONTRIBUSI SUMBER DAYA PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN

EKONOMI DIKAJI DARI GEOGRAFI EKONOMI

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Geografi Ekonomi
Yang dibina oleh Dr. I Nyoman Ruja, S. U

Oleh:
Shofi Amaliyah Majid 130721607499
Iffana Chusnul Khotimah 130721616051
Widya Apriliani 130721607483
Inwainatul Kunainah 130721607415
Choirul Ageng Satria 130721616049
Asrul Khoiri 130721607486

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI
Oktober 2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia secara astronomis berada di 6oLU-11oLS dan 95oBT-141oBT,
hal ini menandakan bahwa wilayah Indonesia merupakan wilayah yang subur dan
beriklim tropis. Potensi wilayah yang demikian sangat baik kaitannya dalam
pengembangan sektor pertanian. Iklim di Indonesia yang cukup dalam
memperoleh sinar matahari sepanjang tahun, mempengaruhi tumbuh suburnya
setiap tanaman dengan mudah. Potensi yang demikian membuat wilayah
Indonesia mendapat julukan sebagai “Kolam Susu” dimana setiap tangkai maupun
bibit yang ditanam di wilayah Indonesia selalu tumbuh subur dan menghasilkan
uang. Selain itu letak Indonesia yang berada di daerah pertemuan lempeng,
mengakibatkan Indonesia memiliki banyak gunung api yang berpengaruh
terhadap kesuburan tanah.
Bila ditinjau dari segi letak geografis wilayah Indonesia berada pada posisi
dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Dan terletak diantara
dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Hal ini menandakan bahwa
letak wilayah negara kita berada di sebuah jalur internasional yaitu sebuah jalur
yang strategis dalam menjalankan berbagai sektor yang seharusnya mampu
menjadi daya ikat bagi negara-negara luar terutama dalam bidang pemasaran
barang-barang produksi dalam negeri salah satunya produksi hasil pertanian.
Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang
melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan
mikrobia) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan
sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis
tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim. Usaha pertanian diberi nama
khusus untuk subjek usaha tani tertentu (Rizky, 2012).
Pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia.
Artinya pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang hampir dari
setengah perekonomian. Pembangunan pertanian yang sudah cukup berhasil
dicapai oleh Indonesia pada tahun 1970-an sampai tahun 1980-an yang ditandai

2% per tahunnya.2 Apa saja hal yang menjadi permasalahan di dalam sektor pertanian Indonesia yang menjadi kendala utama penghambat pengembangan sektor pertanian? 1. 1. Tingkat produktivitas padi di Indonesia adalah yang tertinggi dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.dengan meningkatnya pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) sektor pertanian sebesar 3.2.2.4 Bagaimana cara memaksimalkan sumber daya pertanian untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang? 1. Kemudian pada 1984 swasembada beras dapat tercapai dan berhasil memicu pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Berdasarkan paparan di atas.2.3. Indonesia memiliki keunggulan yaitu beras sebagai subtitusi impor (Ramli. swasembada beras tersebut hanya dapat dipertahankan hingga tahun 1993. 1.3. apa yang menjadi permasalahan di dalam sektor pertanian yang ada di Indonesia sehingga kita mengetahui apa yang menjadi kendala utama penghambat di sektor pertanian dan menemukan solusi pemecahannya serta cara memaksimalkan sumber daya pertanian untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang.3 Bagaimana cara mengatasi permasalahan yang menjadi penghambat pengembangan sektor pertanian? 1.2 Mengetahui permasalahan di dalam sektor pertanian Indonesia yang menjadi kendala utama penghambat pengembangan sektor pertanian? . 2014).1 mengetahui kotribusi sumber daya pertanian dalam pembangunan ekonomi di kaji dari geografi ekonomi. Akan tetapi.2. kelompok kami akan membahas lebih lanjut apa saja kontribusi yang diberikan oleh sumber daya pertanian terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan 1. Oleh karena itu.1 Bagaimana kontribusi sumber daya pertanian dalam pembangunan ekonomi dikaji dari geografi ekonomi? 1.

.4 Mengetahui cara memaksimalkan sumber daya pertanian untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang.3.3.1.3 Mengetahui cara mengatasi masalah yang menjadi penghambat pengembangan sektor pertanian 1.

Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat baik. 2. Produksinya terus tumbuh rata-rata 3. Rempah-rempah Sejak dahulu kala. atau menyumbang sebesar 44%. Tanaman rempah-rempah yang tumbuh subur di Indonesia menarik minat bangsa lain untuk menguasainnya. Kakao Indonesia merupakan penghasil kakao no 3 di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. kayu manis. 1. Indonesia terkenal akan rempah-rempahnya. 5 komoditas pertanian dan perkebunan Indonesia yang mendunia adalah sebagai berikut (Flatian. terutama untuk pertanian tropika.6 juta ton. Pada tahun 2011 Indonesia menguasai pasar minyak sawit mentah dunia sebesar 47% mengungguli Malaysia di tempat ke 2 dengan 39%. Sampai saat ini Indonesia masih sebagai eksportir utama rempah-rempah di dunia. Tidak dapat dipungkiri bahwa dahulu banyak bangsa asing yang kaya raya akibat rempah-rempah dari Indonesia yang mempunyai nilai sangat tinggi. . cengkeh dan lada. 2010). Ekspor kelapa sawit mampu menyumbang devisa Negara sebesar USD 14 miliar pada tahun 2010 dan diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan dari tahun ketahunnya. sedangkan Pantai Gading di peringkat pertama dengan 1. Kelapa Sawit Indonesia menempatkan diri sebagai produsen minyak sawit mentah terbesar di dunia. pada tahun 2014 pemerintah berkomitmen untuk mengalahkan kedua Negara tersebut untuk menduduki peringkat pertama sebagai penghasil kakao terbesar di dunia.5% per tahun. diantaranya adalah pala. 2012 dalam Fachri.1 Kontribusi Sumber Daya Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi Dikaji dari Geografi Ekonomi Sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis. BAB II PEMBAHASAN 2. Pada tahun 2010 produksi kakao Indonesia mencapai 574 ribu ton atau menyumbang 16% produksi kakao dunia. 3.

Selain itu. kacang tanah. Memang tak dapat dipungkiri. Karet Indonesia menempati peringkat ke 2 setelah Thailand sebagai pemasok karet mentah dunia. 5. Sektor pertanian di Indonesia merupakan tulang punggung dari perekonomian dan pembangunan nasional. dibidang tanaman pangan di Indonesia memiliki tanaman unggul seperti padi. hal ini didukung kondisi iklim tropis yang berbeda.9% dari total angkatan kerja di Indonesia dan menyumbang 14. ubi kayu dan berbagai jenis faritas yang lain. penerimaan devisa. 2010). namun hal tersebut lah yang menjadi sumber mata pencaharian . sektor pertanian juga telah menjadi salah satu pembentuk budaya bangsa dan penyeimbang ekosistem. namun karet Indonesia disebut-sebut menang secara kualitas dibanding karet dari Thailand. penyediaan pangan. Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan signifikan bagi perekonomian Indonesia. dan penyediaan bahan baku industri.4. Fakta-fakta tersebut menguatkan pertanian sebagai megasektor yang sangat vital bagi perekonomian Indonesia.7% bagi GNP Indonesia (BPS. Sektor pertanian juga berperan dalam memeratakan pembangunan melalui upaya pengentasan kemiskinan dan perbaikan pendapatan masyarakat.8 juta ton. 2012 dalam Fachri. Pada tahun 2011 produksi karet di Indonesia mencapai 2. hal tersebut dapat dilihat dalam pembentukan PDB. Kopi Saat ini Indonesia menduduki peringkat 3 sebagai produsen kopi dunia dibawah Brazil dan Kolombia. Ada yang menyebut Indonesia sebagai Arabnya karet dunia. Dari angka ini Indonesia dapat mensuplai 7% kebutuhan kopi dunia. Basarnya produksi kopi Indonesia per tahun rata- rata sekitar 600 ribu ton. Di sektor pertanian Indonesia memiliki beragam jenis tenaman. kedelai. Sektor pertanian menyerap 35. Indonesia merupakan Negara agraris yang memiliki potensi besar dan sumber daya alam yang melimpah untuk produk pertanian. Meskipun kalah dalam hal jumlah dan produktifitas perkebunan karet. Dengan daratan yang cukup luas yang tersusun rapi oleh ribuan pulau yang ada seolah menetapkan bahwa negara kita adalah negara agraris. penyerapan tenaga kerja.

rawa dan danau serta curah hujan yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun . Hal ini dapat dilihat dengan beragamnya jenis komoditas pertanian tanaman pangan. hortikultura. dari areal yang berpotensi untuk pertanian tersebut. sungai. Biodiversity darat Indonesia merupakan terbesar nomor dua di dunia setelah Brasil. Data dari kajian akademis yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air. limpahan sinar matahari dan intesitas curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun di sebagian wilayah.6 juta ha.dari sekitar 60 % rakyatnya yang kemudian menjadi salah satu sektor riil yang memiliki peran sangat nyata dalam membantu penghasilan devisa negara. Keanekaragaman hayati yang didukung dengan sebaran kondisi geografis berupa dataran rendah dan tinggi. Sampai saat ini. Jumlah luasan dan sebaran hutan. 2.3 juta ha dan lahan kering tanaman tahunan 50.1 Potensi pertanian Indonesia 1. Kementerian Pertanian pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa total luas daratan Indonesia adalah sebesar 192 juta ha. termasuk plasma nutfah. serta keaneka ragaman jenis tanah memungkinkan dibudidayakannya aneka jenis tanaman dan ternak asli daerah tropis. yang berpotensi untuk areal pertanian seluas 101 juta ha. meliputi lahan basah seluas 25. sehingga masih tersisa 54 juta ha yang berpotensi untuk perluasan areal pertanian.1. Lahan Pertanian Indonesia memiliki potensi ketersediaan lahan yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. serta komoditas introduksi dari daerah sub tropis secara merata sepanjang tahun di Indonesia. Dari total luas kawasan budidaya. yang melimpah (mega biodiversity). Keanekaragaman Hayati dan Agroekosistem Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam. terbagi atas 123 juta ha (64.6 persen) merupakan kawasan budidaya dan 67 juta ha sisanya (35.4 persen) merupakan kawasan lindung. sedangkan bila termasuk biodiversity laut maka Indonesia merupakan terbesar nomor satu di dunia.9 juta ha. lahan kering tanaman semusim 25. yang sudah dibudidayakan menjadi areal pertanian sebesar 47 juta ha. perkebunan dan peternakan yang sudah sejak lama diusahakan sebagai sumber pangan dan pendapatan masyarakat. 2.

Selain untuk ekspor produksi padi juga untuk memenuhi program bantuan beras rakyat miskin (Raskin) yang setiap bulannya dibutuhkan 260 ribu ton serta untuk cadangan pangan nasional setiap akhir tahun lebih dari 1. Kontribusi produk dari sector pertanian terhadap pasar dan industri domestic bisa tidak besar karena sebagian besar produk pertanian di ekspor atau sebagian besar kebutuhan pasar dan industri domestic disuplai oleh produk-produk impor. Namun bagi banyak Negara agraris. Peran pertanian dalam peningkatan devisa bisa kontradiksi dengan perannya dalam bentuk kontribusi produk. Untuk mengatasinya ada dua hal yang perlu dilakukan yaitu menambah kapasitas produksi dan meningkatkan daya saing produknya.5 juta ton. Komoditas ekspor pertanian Indonesia cukup bervariasi mulai dari getah karet. yaitu lewat peningkatan ekspor dan atau pengurangan tingkat ketergantungan Negara tersebut terhadap impor atas komoditi pertanian. 2. embung dan air tanah serta air permukaan lainnya sangat potensial untuk mendukung pengembangan usaha pertanian. termasuk Indonesia melaksanakan dua pekerjaan ini tidak mudah terutama karena keterbatasan teknologi. kopi. Artinya peningkatan ekspor pertanian bisa berakibat negative terhadap pasokan pasar dalam negeri. hingga berbagai macam sayur dan buah. 2010). .2 Kontribusi Sumber Daya Pertanian Adapun kontribusi sumber daya pertanian dalam pembangunan ekonomi Indonesia yaitu sebagai berikut (Fachri. Waduk. SDM. Kontribusi pertanian terhadap devisa Pertanian juga mempunyai kontribusi yang besar terhadap peningkatan devisa.5 juta ton gabah kering giling (GKG). Pada 2009 ekspor produk pertanian Indonesia baru mencapai 2. 1. udang.46 persen dari total produksi beras yang dihasilkan petani di berbagai provinsi dengan jumlah mencapai 69. atau sebaliknya usaha memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri bisa menjadi suatu factor penghambat bagi pertumbuhan ekspor pertanian. rempah-rempah.sesungguhnya merupakan potensi alamiah untuk memenuhi kebutuhan air pertanian apabila dikelola dengan baik. bendungan. dan modal.1. mutiara.

2. Setiap tahun Indonesia harus mengimpor beras lebih dari 2 juta ton. Tetapi laju pertumbuhan outputnya lebih lambat dibandingkan laju pertumbuhan output di sektor-sektor lain. Curah hujan mempengaruhi pola . walaupun dengan kemajuan teknologi saat ini pengaruh negatif dari cuaca buruk terhadap produksi pertanian bisa diminimalisir. Kemampuan Indonesia meningkatkan produksi pertanian untuk swasembada dalam penyediaan pangan sangat ditentukan oleh banyak faktor eksternal maupun internal. tapi juga menyangkut stabilitas nasional (ekonomi. Namun keterbatasan stok pangan bisa diakibatkan oleh dua hal: karena volume produksi yang rendah ( yang disebabkan oleh faktor cuaca atau lainnya). Satu-satunya faktor eksternal yang tidak bisa dipengaruhi oleh manusia adalah iklim. seperti juga diprediksi oleh teori Malthus. sementara permintaan besar karena jumlah penduduk dunia bertambah terus atau akibat distribusi yang tidak merata ke sluruh dunia. misalnya dalam hal beras. sedangkan dari industri manufaktur dan sektor-sektor skunder lainnya. karena ini bukan semata-mata hanya menyangkut pemberian makanan bagi penduduk. Penurunan kontribusi output dari pertanian terhadap pembentukan PDB bukan berarti bahwa volume produksi berkurang (pertumbuhan negatif). Mungkin sudah merupakan evolusi alamiah seiring dnegan proses industrialisasi dimana pangsa output agregat (PDB) dari pertanian relatif menurun. dan sosial). Perubahan struktur ekonomi seperti ini juga terjadi di Indonesia. factor iklim biasanya dilihat dalam bentuk banyaknya curah hujan (millimeter). Bukan hanya dialami oleh Indinesia tetapi secara umum ketergantungan negara agraris terhadap impor pangan semakin besar. Argumen yang sering digunakan pemerintah untuk membenarkan kebijakan M-nya adalah bahwa M beras merupakan suatu kewajiban pemerintah yang tak bisa dihindari. jika dibandingkan dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Dalam penelitian empiris. dan sektor tersier meningkat. Kontribusi pertanian terhadap produktivitas Banyak orang memperkirakan bahwa dengan laju pertumbuhan penduduk di dunia yang tetap tinggi setiap tahun. maka pada suatu saat dunia akan mengalami krisis pangan (kekurangan stok). politik. sementara lahan-lahan yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan pertanian semakin sempit.

3. Saat ini Indonesia. sektor pertanian masih memegang peran yang sangat strategis bagi ketenagakerjaan di Indonesia. dan proses pertumbuhan tanaman.177. Profesi-profesi lain yang tergolong memiliki produktivitas tinggi termasuk profesional/teknisi dan mangerial/administrasi masih sangat rendah proporsinya. Memperhatikan hal tersebut.7 juta orang. terutama pada sektor pertanian (beras) belum mencukupi kebutuhan dalam negeri. jumlah dan kualitas tenaga kerja (SDM). terutama perikanan justru mengalami keuntungan luar biasa pada saat krisis ekonomi terjadi. industri dan konstruksi mengalami pertambahan tenaga kerja . TSP. Selama periode 1996- 2002. maka kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia sangat tidak realistis jika mengabaikan sektor pertanian. Data di atas menunjukkan bahwa pekerja Indonesia masih sangat terkonsentrasi pada profesi petani. beberapa komoditi pertanian. Ini berarti Indonesia harus meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi untuk menigkatkan produktivitas pertanian. bibit.5 juta orang. jasa. Kontribusi pertanian terhadap penyerapan tennaga kerja Di tengah berbagai permasalahan. terdapat adanya kecenderungan semakin meningkatnya persentase penduduk yang bekerja pada sektor non pertanian dari waktu ke waktu. sebaliknya tenaga kerja di sektor pertanian turun lebih dari 6. dalam arti bisa dipengaruhi oleh manusia. Sektor perdagangan. kombinasi dari faktor-faktor tersebut dalam tingkat keterkaitan yang optimal akan menentukan tingkat produktivitas lahan (jumlah produksi per hektar) maupun manusia (jumlah produk per L/petani). dan T. pestisida.039. termasuk irigasi. Sementara itu. rata-rata untuk setiap 10 orang pekerja Indonesia.102 orang (44. Selama kurun waktu 1990-1997. tenaga kerja sektor bukan pertanian meningkat lebih dari 16. Sektor inilah yang justru tidak mengalami pukulan yang hebat di saat sektor lain mengalami keterpurukan oleh krisis ekonomi. K. Walaupun demikian. penduduk Indonesia yang bekerja dalam bidang pertanian mencapai 42. ketersediaan dan kualitas infrastruktur. 4-5 diantaranya bekerja atau berusaha di lapangan usaha itu.produksi. di antaranya yang penting adalah lusa lahan. berbagai macam pupuk (seperti urea.250 orang dari 95. Bahkan. pola panen. dan KCL). berdasarkan data sakernas tahun 2006.2 %) penduduk Indonesia yang bekerja. Sedangkan factor-faktor internal.

Kebijakan-kebijakan yang dibuat hendaknya memberikan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya sektor pertanian. Pada akhirnya mereka membuka lahan baru yang seharusnya menjadi lahan konservasi. Kondisi ini membuat nasib petani tidak beranjak menjadi lebih baik. Petani dan sektor pertanian masih ditempatkan pada posisi marginal. sehingga lahan kritis juga semakin luas. Sektor pertanian juga semakin tergeser oleh sektor lainnya dengan semakin tingginya alih fungsi lahan pertanian dan semakin luasnya lahan kritis. 4. Masih tingginya peran sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja yang ada saat ini. Pembangunan permukiman yang meluas sampai ke daerah pedesaan membuat lahan pertanian yang subur tidak lagi menghasilkan pangan untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Masih tingginya daya serap sektor pertanian tidak disertai dengan upaya yang memadai dari pemerintah dalam bentuk kebijakan yang kondusif untuk berkembangnya sektor tersebut. Pernyataan Bank Dunia beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa kenaikan harga beras menyebabkan peningkatan angka kemiskinan di Indonesia sebesar 3. Walaupun demikian pendapatan nasionala Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara. Selama kurun waktu itu.mencolok. sehingga produktivitasnya paling rendah diantara sektor lainnya.negara lain bahkan dengan negara Indonesia berada . Kontribusi Pertanian Terhadap Pendapatan Nasional Pendapatan nasional Indonesia mengalami peningkatan pada setiap periode tertentu. menunjukkan bahwa pemerintah perlu menempatkan sektor ini sebagai sektor yang penting untuk dikembangkan bersama-sama dengan sektor lainnya. Sektor pertanian sampai saat ini masih ditempatkan pada posisi marginal. dan komoditi lainnya mencerminkan pertentangan antara keinginan petani dan pemerintah. gula. sudah saatnya perhatian penuh ditujukan untuk menjadikan sektor ini memiliki daya saing dan berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Kebijakan pemerintah cenderung bertentangan dengan keinginan para petani.0 persen per tahun. Karena itu. tenaga kerja bukan pertanian secara keseluruhan tumbuh sekitar 6.1 juta orang. Desakan kebutuhan akan lahan kemudian muncul ketika petani sudah tidak memiliki lahan yang memadai untuk diolah. Kebijakan impor beras.

Sektor pertanian menduduki tempat ketiga sebagai penyumbang PDB sebesar Rp 106. Peran pertanian tersebut sangat banyak dan dapat dikatakan sebagai penyelamat perekonomian saat terjadi krisis dengan bertindak sebagai penyedia pangan. pengahasil devisa melalui ekspor bahan- bahan pertanian. 2007 dalam Fachri. Oleh karena itu pemerintah harus lebih memberikan perhatian pada sektor pertanian agar lebih berkontribusi dalam menyumbang pendapatan nasional.di urutan bawah pada lingkup negara. Namun begitu seiring dengan berjalannya waktu Indonesia juga mulai berbenah dengan usaha meningkatkan pendapatan nasional. serta perbaikan dan peningkatan sarana dan . Upaya untuk membuat pertanian agar lebih maju lagi salah satunya adalah dengan revitalisasi pertanian. Sebagaimana yang diketahui sektor pertanian telah memberikan kontribusi yang besar dalam pendapatan nasional. Contohnya saja dengan perkembangan pesat perkebunan kelapa sawit yang dapat melakukan ekspor dan bahkan menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil CPO terbesar di dunia. Salah satu usahanya adalah dengan meningkatkan kontribusi pada sektor pertanian. Peran pertanian tersebut memegang peranan sentral dan tidak dapat digantikan oleh sektor lain. Hal tersebut dapat tercermin dari kehidupan petani yang belum ada peningkatan dan justru terkesan semakin sengsara. Karena seperti yang kita ketahui pertanian selalu mendapat perhatian yang kurang. aerta mengurangi kemiskinan di pedesaan.8 triliun (13.29%) atas dasar harga berlaku sedangkan atas dasar harga konstan 2000 juga menduduki tempat ketiga dengan Rp 68.4 triliun (BPS. Hal tersebut menambah devisa negara sekaligus menambah pendapatan nasional. penyedia lapangan pekerjaan. Walaupun penyumbanag terbesar masih tetap diberikan oleh sektor industri pengolahan namun peran besar pertanian tetap tidak dapat diabaikan. Usaha tersebut dengan meningkatkan dan memaksimalkan sektor. Pertanian juga memiliki prospek yang baik di masa depan. Belum lagi dengan adanya isu penggantian BBM dengan Biodiesel yang bahan bakunya berasal dari produk.produk pertanian.negara asia tenggara. sektor penyumbang pendapatan nasional dan mempertahankan sektor yang telah berkontribusi besar dalam pendapatan nasional. 2010).

. seperti: industri tekstil. Namun hal tersebut juga membutuhkan bantuan dari sektor lain sehingga terjalin sinergiyang baik. yaitu: 1. Dalam hal ini juga dibutuhkan transformasi struktural. Sebagai negara agraris (kondisi historis) maka sektor pertanian menjadi sektor yang sangat kuat dalam perekonomian dalam tahap awal prose pembangunan.prasarana pertanian agar tujuan untuk meningkatkan kontribusi pertanian dalam meningkatkan pendapatan nasioanal dapat tercapai. Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa diungkapkan bahwa sektor pertanian menjadi penting dalam proses pembangunan. 3. Karena terjadi transformasi struktural dari sektor pertanian ke sector industri maka sektor pertanian menjadi sektor penyedia faktor produksi (terutama tenaga kerja) yang besar bagi sektor non-pertanian (industri). yang disebabkan olehpertumbuhan sektor industri yang lebih tinggi akibat faktor eksternalitas industrialisasi yang lebih besar. Transformasi struktural yang telah dicapai diatas. akan kurang berarti apabila masih menyisakan adanya ketimpangan antar sektor atau ketertinggalannya suatu sektor dalam pembangunan. Ketertinggalan suatu sektor dalam pembangunan akan mengakibatkan pertumbuhan pembangunan yang tidak seimbang dan tidak kokoh. Sektor pertanian menghasilkan produk-produk yang diperlukan sebagai input sektor lain. Karena proses pembangunan adalah proses yang saling mengkait antara satu sector dengan sektor yang lain. Transformasi struktural bukan berarti meninggalkan sektor pertanian menuju sektor industri. tetapi menjadikan pangsa sektor industri terhadap PDB yang lebih besar dari sektor pertanian. Sejalan dengan itu. terutama sektor industri. Hal ini menjadi pasar yang sangat besar bagi produk-produk dalam negeri baik untuk barang produksi maupun barang konsumsi. ketahanan pangan yang terjamin merupakan prasyarat kestabilan sosial dan politik. industri makanan dan minuman. Populasi di sektor pertanian (pedesaan) membentuk suatu proporsi yang sangat besar. terutama produk pangan. 2.

2. karena pedagang telah mengambil untung terlalu besar dari hasil penjualan. mutu dan kontinuitas pasokan yang terus menerus harus selalu meningkat dan terpelihara. terutama di Pulau Jawa telah menurun produktivitasnya. untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan kandungan C organik lebih dari 2. Produk-produk pertanian kita baik komoditi tanaman pangan (hortikultura). 5. perkebunan dan peternakan harus menghadapi pasar dunia yang telah dikemas dengan kualitas tinggi dan memiliki standar tertentu. 3.3 persen. Mengingat keterbatasan petani dalam permodalan tersebut dan rendahnya aksesibilitas terhadap sumber permodalan formal. 2. Adanya Kelemahan Dalam Sistem Alih Teknologi Ciri utama pertanian modern adalah produktivitas.2. perikanan. 4.5 persen atau kandungan bahan organik tanah > 4. efisiensi.2 Masalah Di Dalam Sektor Pertanian Indonesia Yang Menjadi Kendala Utama Penghambat Pengembangan Sektor Pertanian 2. penanganan pasca panen dan pemberian kredit lunak serta bantuan langsung kepada para petani sebagai pembiayaan usaha tani cakupannya diperluas. Padahal. Terbatasnya Akses Layanan Usaha Terutama Di Permodalan Kemampuan petani untuk membiayai usaha taninya sangat terbatas sehingga produktivitas yang dicapai masih di bawah produktivitas potensial. Selain itu.2 Masalah Pertanian Indonesia 1. Tentu saja produk dengan mutu tinggi tersebut dihasilkan melalui suatu proses yang menggunakan muatan teknologi standar. Penurunan Kualitas Dan Kuantitas Sumber Daya Lahan Pertanian Berbagai hasil riset mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif di Indonesia. Masih Panjangnya Mata Rantai Tata Niaga Pertanian Sehingga menyebabkan petani tidak dapat menikmati harga yang lebih baik. dan mengalami degradasi lahan terutama akibat rendahnya kandungan C organik dalam tanah yaitu kecil dari 2 persen. Terbatasnya Aspek Ketersediaan Infrastruktur Penunjang Pertanian . maka dilakukan pengembangkan dan mempertahankan beberapa penyerapan input produksi biaya rendah (low cost production) yang sudah berjalan ditingkat petani.

tetapi juga untuk menambah layanan irigasi nasional. Sebagai solusinya dengan membangun agroindustri di perdesaan dalam upaya merasionalisasi jumlah petani dengan lahan yang ekonomis. Di sisi lain.230. Sebagai solusinya pemerintah agar bisa membatasi terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Sepuluh waduk telah kering. 42 waduk saat ini dalam kondisi waspada akibat berkurangnya pasokan air selama kemarau. Luas Pemilikan Lahan Petani Kini Semakin Sempit setengah dari petani memiliki lahan kurang dari 0. perlu juga penggalakan sistem pertanian yang berbasis pada konservasi lahan serta pemanfaatan lahan tidur untuk lahan pertanian. Karena itu. 2. Produktifitas Lahan Menurun Penurunan produktivitas lahan ini akibat intansifikasi berlebihan dalam penggunaan pupuk kimia secara terus menerus. Alih Fungsi Lahan Produktif Ke Industri Maupun Perumahan. Pasalnya. sementara 19 waduk masih berstatus normal. saat ini penyebab sulitnya perkembangan sektor pertanian adalah karena masalah lahan pertanian. Selain itu masih rendahnya kesadaran dari para pemangku kepentingan di daerah-daerah untuk mempertahankan lahan pertanian produksi. Di samping itu. yang juga penting namun minim ialah pembangunan dan pengembangan waduk. sementara 89 persen (6.7 juta hektar. 3.971 ha) berasal dari waduk. Saat ini lahan pertanian yang tersedia sekitar 7. dari total areal sawah di Indonesia sebesar 7. Selain itu ada beberapa hal yang menyebabkan pertanian kita menjadi tidak maju adalah: . menjadi salah satu penyebab infrastruktur pertanian menjadi buruk. padahal untuk memenuhi kebutuhan lahan dan dalam rangka mendukung ketahanan pangan petani membutuhkan lahan seluas 11-15 hektar.183 ha. revitalisasi waduk sesungguhnya harus menjadi prioritas karena tidak hanya untuk mengatasi kekeringan.5 hektar sehingga sebagian besar bekerja sebagai buruh tani.432.212 ha) berasal dari non-waduk. sebagai solusinya perlu dikembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan (organik). sumber airnya 11 persen (797. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan. seperti : 1.

b. f. Kurangnya penyuluhan atau distribusi ilmu terhadap petani b. serta program- program lain yang bertujuan untuk menggali potensi. dan lain-lain. Rendahnya kualitas dan kuantitas SDM petani c. pengembangan program studi bidang pertanian yang mampu menarik generasi muda. minat. Optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh di Indonesia serta menuntut pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang produktif dan ramah lingkungan. agriyouth camp. Persaingan dengan sumber energi dan konversi lahan ke non pertanian 2. dan kepedulian sosial yang tinggi demi kemajuan pertanian Indonesia. c. dan bakat generasi muda di bidang pertanian serta melahirkan generasi muda yang mempunyai sikap ilmiah. program perbankan pertanian. Penguatan sistem kelembagaan tani dan pendidikan kepada petani. Regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksistensinya dilindungi oleh undang-undang. Perimbangan muatan informasi yang berkaitan dengan dunia pertanian serta penyusunan konsep jam tayang khusus untuk publikasi dunia pertanian di seluruh media massa yang ada. peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi pertanian. Memposisikan pejabat dan petugas di setiap instansi maupun institusi pertanian dan perkebunan sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing. seperti olimpiade pertanian. serta . gerakan cinta pertanian pada anak. kreatif.3 Cara Mengatasi Permasalahan Yang Menjadi Penghambat Pengembangan Sektor Pertanian a. professional. d. e. berupa program insentif usaha tani. pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak kepada petani. program pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda melalui kegiatan magang ke negara-negara dimana sektor pertaniannya telah berkembang maju. Bimbingan lanjutan Bimbingan lanjutan bagi lulusan bidang pertanian yang terintegrasi melalui penumbuhan wirausahawan dalam bidang pertanian (inkubator bisnis) berupa pelatihan dan pemagangan (retoling) yang berorientasi life skill. a. entrepreneurial skill dan kemandirian berusaha.

Kegiatan pokok yang di lakukan dalam program ini meliputi : a) Pengamanan ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri. Membuat dan memberlakukan Undang-Undang perlindungan atas Hak Asasi Petani. g. melalui peningkatan kapasitas kelembagaan pangan dan peningkatan infrastruktur perdesaan yang mendukung sistem distribusi pangan untuk menjamin keterjangkauan masyarakat atas pangan. Peningkatan mutu dan kesejahteraan penyuluh pertanian. dan mempermudah akses-akses terhadap sumber-sumber informasi IPTEK. Indonesia harus mampu keluar dari WTO dan segala bentuk perdagangan bebas dunia pada tahun 2014. melalui peningkatan ketersediaan pangan hewani. j. b) Peningkatan distribusi pangan. h. Program ini bisa disebut sebagai program peningkatan ketahanan pangan. Mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian/pedesaan. k. antara lain melalui pengamanan lahan sawah di daerah irigasi. c) Peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil melalui optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk pasca panen dan pengolahan hasil serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi petanian untuk menurunkan kehilangan hasil panen. Perbaikan infrastruktur pertanian dan peningkatan teknologi tepat guna yang berwawasan pada konteks kearifan lokal serta pemanfaatan secara maksimal hasil-hasil penelitian ilmuwan lokal. buah dan sayuran perekayasaan sosial terhadap pola konsumsi masyarakat menuju pola pangan dengan mutu yang semakin meningkat dan peningkatan minat dan kemudahan konsumsi pangan altematif/pangan lokal. Dengan melihat permasalahan-permasalahan di bidang pertanian ada program guna antisipasi dini agar bangsa ini terhindar dari rawan pangan. l. peningkatan mutu intersifikasi serta optimalisasi dan perluasan area pertanian. i. . d) Diservikasi pangan. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan dan keberlanjutan ketahanan pangan sampai tingkat rumah tangga sebagai bagian dari ketahanan nasional. Mewujudkan segera reforma agraria.

pengairan. 2) Dampak Negatif a. perolehan nilai tambah dan daya saing. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terutama pada masa kirisis ekonomi yang dialami Indonesia. b. Pertanian sangat berperan dalam pembangunan dan perekonomian suatu daerah. dengan pertanian harapannya mampu menciptakan lapangan pekerjaan . Eksplorasi Sumber kekayaan alam yang berlebihan tanpa memperhatikan kearifan lokal dan lingkungan hal tersebut akan menyebabkan berkurang dan rusaknya sumber kekayaan alam yang dimiliki sehingga akan menghambat pembangunan sektor pertanian. iklim dan aneka ragam tanaman pertanian apabila dimanfaatkan secara baik dan maksimal maka merupakan potensi yang sangat besar didalam pembangunan sektor pertanian.4 Cara Memaksimalkan Sumber Daya Pertanian Untuk Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Indonesia Di Masa Mendatang Sektor pertanian mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional. pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri. Peranan tersebut antara lain: meningkatkan penerimaan devisa negara.2 Dampak Pertanian Terhadap Pertumbuhan Perekonomian Di Indonesia 1) Dampak positif a. b. 2. Apabila pertumbuhan penduduk yang terus meningkat tidak di kontrol dan diawasi hal tersebut juga akan menyebabkan masalah yang serius bagi pemenuhan kebutuhan pangan. lahan. Sumber kekayaan alam yang berlimpah khususnya yang terkait dengan sektor pertanian seperti. satu- satunya sektor yang menjadi penyelamat perekonomian Indonesia pada tahun 1997-1998 hanyalah sektor agribisnis. bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar maka akan banyak menyerap tenaga kerja di bidang pertanian sehingga dapat mengurangi pengangguran. penyediaan lapangan kerja.2. dimana agribisnis memiliki pertumbuhan yang positif.3.

kualitas. Meningkatkan kerja sama penelitian dan komersialisasinya dengan lembaga penelitian dan pengembangan. serta sebagai sarana untuk dapat merubah nasib ke arah yang lebih baik lagi. Oleh karena itu. namun juga dihadapkan pula pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. 2. Meningkatkan akselerasi diseminasi serta mekanisme umpan balik inovasi pertanian. 6. sebagai sumber pendapatan. Menajamkan skala prioritas serta memperkuat keterkaitan dan keselarasan program antar kementerian dan institusi lain. Lewat teknologi dan sarana penanganan pasca panen yang mampu menjaga keawetan produk. Ketiga tantangan tersebut menjadi sebuah kerja keras bagi kita semua apabila menginginkan pertanian kita dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. sebagai sarana untuk berusaha.bagi penduduk. . Peranan pertanian/agribisnis tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan ekonomi petani dengan cara pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Membuat kebijakan pertanian yang berpihak kepada rakyat. nilai tambah ilmiah dan nilai tambah ekonomi sektor pertanian.1 Strategi Peningkatan Potensi Pertanian Indonesia ke Depan 1. Meningkatkan relevansi. dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. 5. Meningkatkan pemanfaatan sumber daya. pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi namun juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat. dan memfokuskan pada kegiatan penelitian unggulan secara optimal. dan swasta. lewat 4.4. perguruan tinggi. 2. lembaga swadaya masyarakat (LSM). khususnya kementerian pertanian dan kementerian perdagangan dengan kebutuhan pengguna. Pembangunan pertanian di masa yang akan datang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada. Disamping itu. 3.

dan Vietnam. Selama ini sumber daya tersebut belum dikelola dengan serius. Kelapa sawit. Tercatat sekitar 24 juta hektar lahan kering potensial yang merupakan sumber daya yang sangat penting bagi program diversifikasi pangan dan diverfikasi produksi pertanian misalnya dengan tanaman kehutanan. China dan India sebagai produsen utama beras berkontribusi 54 persen. Subejo (2009a) mencatat ada beberapa persoalan serius yang perlu dicermati dan dicarikan solusinya (Rizki. Thailand. dan coklat Indonesia mulai bergerak menguasai pasar dunia. Kontribusi Indonesia terhadap produksi beras dunia sebesar 8. 2002 dalam Landoala. Makanan pokok semua penduduk adalah beras sehingga sudah jelas kebutuhan beras menjadi luar biasa besar. Strengths (kekuatan) World Bank (2003) juga mencatat besarnya potensi sumber daya pertanian Indonesia terutama untuk areal lahan kering.62 ton/ha pada tahun 2006 (Munif. Terkait dengan potensi sumber daya pertanian. peternakan dan perkebunan. 2002 dalam Landoala.5 persen atau 51 juta ton (Rice Almanac. Rerata produksi beras Indonesia 4. karet.2. Weakness (kelemahan) Meskipun Indonesia termasuk produsen utama beras dunia. 2012). 2013) dan meningkat menjadi 4. 2009 dalam Landoala. .2 Analisis SWOT Sumber Daya Pertanian 1. Data statistik menunjukkan pada kisaran 230-237 juta jiwa.9 persen secara berurutan. Namun.4 dan 3. Subejo (2009a) mengidentifikasi bahwa Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga dunia setelah China dan India. secara umum Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. 2013). 2. namun Indonesia hampir setiap tahun selalu menghadapi persoalan berulang dengan pemenuhan kebutuhan pangan.30 ton/hektar (Rice Almanak. Meskipun masih di bawah produktivitas Jepang dan China (rerata di atas 6 ton/hektar). Produktivitas tersebut sudah melampaui pencapaian India.4. Bagi negara Vietnam dan Thailand yang secara tradisional dikenal luas sebagai negara eksportir beras di dunia ternyata hanya berkontribusi 5. dalam konteks produksi pangan memang ada suatu keunikan. Salah satu sebab utama adalah jumlah penduduk yang sangat besar. Subejo (2009) menilai bahwa dalam konteks pembangunan pertanian. 2013).

tertentu tesis Clifford Geertz (1963) tentang agricultural involution nampaknya telah berlaku. berbagai pihak mulai mencari alternatif lain untuk pemenuhan energi dunia salahsatunya lewat Biofuel ataupun Biodisel. Di mana pun di dunia ada pola bahwa peran pertanian dalam perkonomian nasional akan semakin menurun dan ada pergerakan angkatan kerja dari pertanian ke sektor industri dan jasa. Hal ini juga menunjukkan bahwa program diversifikasi pangan masih jauh dari berhasil. 3. Sedangkan bahan baku yang digunakan di Indonesia adalah crude palm oil (CPO). Persoalan yang lain adalah transformasi struktural yang kurang berjalan. meskipun terjadi krisis ekonomi namun konsumsi pangan per kapita di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat yaitu 8 persen. Sepanjang kita masih mengkonsumsi beras dengan jumlah sebanyak itu maka problem pangan masih akan sulit diatasi. Selain itu. Di Indonesia lahan pertanian semakin dipenuhi oleh angkatan kerja baru karena tidak ada alternatif lain di luar sektor pertanian untuk mencari pekerjaan. Opportunities (peluang) Potensi pasar produk pertanian utamanya pangan juga sangat menjanjikan. Selama ini Indonesia masih melakukan impor beberapa komoditas pangan. Minyak rapeseed adalah bahan baku untuk biodiesel di Jerman dan kedelai di Amerika. masih ada potensi besar yang ditunjukan oleh minyak jarak pagar (Jathropa Curcas) dan lebih dari 40 alternatif bahan baku lainnya di Indonesia.  Rancangan fasilias produksi biodiesel (INBT 2008) . Tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan efisiensi produksinya. Akibat krisis energi yang sekarang melanda dunia. Thailand 100 kg. India 74 kg. Dalam tahap. Pemilihan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif berbasis pada ketersediaan bahan baku. Potensi pasar ini merupakan peluang bagi peningkatan produksi pangan nasional. Dalam Rizki (2012) mengutip Subejo (2009a) mencatat bahwa penduduk Indonesia merupakan pengkonsumsi beras terbesar di dunia dengan konsumsi 154 kg per orang per tahun. Bandingkan dengan rerata konsumsi di China yang hanya 90 kg. World Bank (2003) mencatat bahwa selama 1996-2000. dan Philppine 100 kg.

yaitu tahun 2005-2010. adalah sebagai berikuti: 1. 1/2006 tentang Pengadaaan dan Penggunaan Biofuel sebagai Energi Alternatif 3. 10/2006 tentang Pembentukan team nasional untuk Pengembangan Biofuel Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional menyebutkan pengembangan biodiesel sebagai energi terbarukan akan dilaksakan selama 25 tahun.000 kilo liter untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak nasional dengan produk-produk yang berasal dari minyak castor dan kelapa sawit. padahal biaya produksi biodiesel melebihi biaya produksi bahan bakar fosil. dan bio- pertamax dengan level yang sama dengan bahan bakar fosil. dan independensi Indonesia terhadap energi diesel. Walaupun pemerintah Indonesia menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap pengembangan biodiesel. teknologi pembuatan. Peraturan Presiden No. pemanfaatan biodiesel minimum sebesar 2% atau sama dengan 720. dimulai dengan persiapan pada tahun 2004 dan eksekusi sejak tahun 2005. Pada fasa pertama. Sampai saat ini. Dengan mempertimbangkan aspek kelimpahan bahan baku. payung hukum yang sudah disediakan oleh pemerintah untuk industri biofuel. Dektrit Presiden No. Hal ini menyebabkan Pertamina harus menutup sendiri sisa biaya yang dibutuhkan. Periode 25 tahun tersebut dibagi dalam tiga fasa pengembangan biodiesel. 5/2006 tentang Kebijaksanaan Energi Nasional 2. dalam bentuk Keputusan Presiden ataupun Peraturan Perundang- undangan lainny. . maka selayaknya potensi pengembangan biodiesel merupakan potensi pengembangan biodiesel sebagai suatu alternatif yang dapat dengan cepat diimplementasikan. Pemerintah memberikan subsidi bagi biodiesel. Instruksi Presiden No. pemerintah tetap bergerak pelan dan juga berhati-hati dalam mengimplementasikan hukum pendukung bagi produksi biodiesel. Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar kedua setelah Malaysia dengan produksi CPO sebesar 8 juta ton pada tahun 2002 dan akan menjadi penghasil CPO terbesar di dunia pada tahun 2012. bio-premium.

000 ton per tahun.000 ton/tahun).000 ton per hari. Bukan hanya karena peluangnya untuk menggantikan solar.000 ton/tahun – umpan beragam). mengingat saat ini penggunaan minyak solar mencapai sekitar 40 % penggunaan BBM untuk transportasi. Selain itu juga terdapat Inpres Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai bahan bakar lain. PT Indo BBN (50.000 ton/tahun) dan PT Musim Mas (100. teknologi yang ada diharapkan telah mencapai level ‘high performance’ dimana produk yang dihasilkan memiliki angka setana yang tinggi dan casting point yang rendah. Indonesia telah memiliki empat industri besar yang memproduksi biodiesel dengan total kapasitas 620. Produksi tersebut mampu memenuhi 3% dari konsumsi diesel atau ekivalen dengan 1. Sedang penggunaan solar pada industri dan PLTD adalah sebesar 74% dari total penggunaan BBM pada kedua sektor tersebut. peluang besar biodiesel juga disebabkan kondisi alam Indonesia. PT Bakrie Rekin Bioenergy (150. Pabrik-pabrik yang dibangun mulai berskala komersial dengan kapasitas sebesar 30. seperti PT Ganesha Energy. Pada fasa ketiga (2016 – 2025). Indonesia memiliki beranekaragam tanaman yang dapat dijadikan sumber bahan bakar . PT Energi Alternatif Indonesia. 2006 dalam Rizki 2012) Hingga Mei 2007. Industri- industri tersebut adalah PT Eterindo Wahanatama (120. Wilmar Bioenergy (350. (Rahayu. Hal-hal ini menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam penyediaan dan pengembangan bahan bakar nabati.  Produser biodiesel di Indonesia Peluang untuk mengembangkan potensi pengembangan biodiesel di Indonesia cukup besar.000 ton/tahun – dengan RBD Stearin sebagai bahan mentah).000 ton/tahun – umpan beragam). PT Sumi Asih (100. Selain itu juga terdapat industri-industri biodiesel kecil dan menengah dengan total kapasitas sekitar 30. dan beberapa BUMN.000 – 100.5 juta kilo liter. Fasa kedua (2011-2015) merupakan kelanjutan dari fasa pertama akan tetapi telah digunakan tumbuhan lain sebagai bahan mentah.000 ton/tahun dengan CPO sebagai bahan mentah).7 juta kilo liter.000 ton per tahun. Hasil yang dicapai diharapkan dapat memenuhi 5% dari konsumsi nasional atau ekivalen dengan 4.

apalagi jika ingin bersiang dengan pihak luar. Bahkan tentu saja perdagangan merupakan aktivitas yang secara alami terjadi dalam kehidupan. Pemberdayaan petani jarang dilakukan. Jika memang Indonesia siap untuk bersaing dengan negara-negara lain. karena jika ada yang membutuhkan barang. atau dikatakan juga perdagangan yang tidak adil. tentu saja menimbulkan dampak positif dan negatif. Pada saat ini. Sebenarnya tidak ada masalah dengan perdangangan bebas. harapannya pedagang dan pebisnis dari dalam negeri mampu meningkatkan penjualan (ekspor) ke luar negeri. sebagai suatu bentuk perjanjian perdagangan bebas antara China dengan negara-negara ASEAN. haruslah mendapat perhatian yang khusus. Saprotan yang diidam-idamkan petani tidak kunjung datang. Memang dengan adanya perdagangan bebas ini ada beberapa peluang yang bisa diambil. Threats (ancaman) Hadirnya CAFTA (China-Asean Free Trade Agreement). dan kontinuitas produk-produk pertanian misalnya. ada beberapa produk yang tentu saja masih dapat dijadikan produk unggulan ekspor. Namun kenyataan di lapangan tidaklah demikian.biodiesel seperti kelapa sawit dan jarak pagar. pupuk. khususnya China. Pemberdayaan masyarakat petani (SDM Petani) haruslah dibina dengan sebaik-baiknya. 4. Untuk dapat menghasilkan produk yang baik. Modal bagi petani haruslah ditingkatkan. karena tidak semua tumbuhan pertanian tumbuh dan . semua persyaratan haruslah dipenuhi. baik antar petani maupun antara petani dengan aparat. Kelembagaan petani haruslah dikuatkan agar dapat bekerjasama dengan solid sehingga mampu bersaing dengan mantap. bahkan tidak jarang terjadi perang. haruslah benar-benar dicermati dengan teliti. Modal bagi petani juga masih sangat kurang. Misalnya dengan diberlakukannya tarif bea masuk 0%. tentu saja ada yang memproduksinya. Namun akan menjadi masalah jika perdagangan bebas terjadi pada dua kekuatan yang tidak seimbang. Pasalnya dengan diberlakukannya model perjanjian semacam ini. Dalam peningkatan kualitas. Selain itu. biodiesel (B-5) sudah dipasarkan di 201 pom bensin di Jakarta dan 12 pom bensin di Surabaya. termasuk Indonesia didalamnya. persiapan yang dilakukan sejak tahun 2004 kemarin haruslah serius. irigasi dan lain sebagainya. misalnya benih. seperti saprotan (sarana produksi pertanian). kuantitas. Kelembagaan petani semakin melemah.

Mengembangkan usaha pertanian pada lahan-lahan yang pemanfaatannya belum optimal. penguatan kelembagaan. Meningkatkan produksi pangan sumber protein guna mendorong peningkatan gizi masyarakat seperti kacang-kacangan dan peternakan. banyak pengusaha yang malah mengembangkan produk yang kurang berkembang dalam pasar. efisiensi usaha dan perbaikan sistem pemasaran dengan pengenlan tekhnologi.3 Tujuan Pembangunan Pertanian Dimasa Kini Dan Masa Mendatang Secara umum tujuan pembangunan pertanian adalah: a. b. kehadiran CAFTA ini seharusnya bisa membangkitkan kreatifitas masyarakat. Meningkatkan produksi pangan sumber karbohidrart untuk memantapkan ketahanan pangan secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terus meningkat. kualitas dan harga terjangkau. seperti pekarangan dan lahan terlantar serta meningkatkan intensitas tanam pada lahan yang beririgasi cukup. Meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitas. pengolahan dan pemasaran. d. Meningkatkan pendapatan petani dengan mengembangkan sistem usaha tani yang berwawasan agribisnis agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas. berproduktivitas tinggi dan efisien. khususnya masyarakat petani. . b. Namun malangnya.berkembang di China. c. Secara khusus tujuan pembangunan pertanian adalah : a. e.4. Meningkatkan produksi untuk memantapkan ketersediaan pangan guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dari segi jumlah. Mendorong terciptanya kesempatan kerja di pedesaan dengan pendapatan yang layak melalui pengembangan sistem agribisnis dengann menciptakan keterkaitan antara penyediaan sarana produksi. jika dikaitkan dengan dunia pertanian. proses produksi. 2. peningkatan manajemen usaha dan penyediaan informasi pasar. Disamping itu.

f. Menyediakan bahan baku industri dan meningkatkan ekspor komoditi pertanian dengan mengembangkan komoditi unggulan terutama pada kawasan-kawasan sentra produksi pertanian yang prospektif untuk dikembangkan. .

2013 Potensi Pertanian Terhadap Pertumbuhan. Deta Setya.com/2013/07/potensi-pertanian-terhadap- pertumbuhan. Diakses tanggal 20 September 2014 Rizky.html).com/2010/12/sektor- pertanian-dan-perannya-dalam. 2012. Sektor Pertanian dan Peranannya dalam Perekonomian di Indonesia. (Online) (http://fakultaspertanianunars. Peranan pertanian terhadap perekonomian Indonesia . Fachri. (Online).blogspot. (http://jembatan4. Saeful. Diakses tanggal 20 September 2014 Ramli.blogspot. (Online) (http://saeful-fachri.html). Diakses tanggal 20 September 2014 . (Online). Tazrief. 2010. (http://detasetyarizky.html).blogspot. Peran Pertanian Terhadap Perekonnomian Indonesia. DAFTAR RUJUKAN Landoala.html). Mohammad.com/2012/11/peran-pertanian- terhadap-perekonomian.blogspot.com/2014/01/peran- pertanian-terhadap-perekonomian. Diakses tanggal 20 September 2014. 2014.