Latar Belakang (Penggaraman

)

Masyarakat Indonesia banyak sekali yang melakukan proses penggaraman pada bahan
pangan. Hal ini karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber nabati dan
hewani. Nelayan di Indonesia banyak yang memilih penggaraman untuk mengawetkan hasil
tangkapan yang mereka peroleh untuk kemudian di jual. Produk-produk lain dari bahan jenis
sayur-sayuran rupanya ada juga yang diberi perlakuan penggaraman sebut saja contohnya
acar, produk ini diharapkan memiliki citarasa yang berbeda dan memiliki daya tahan yang
lebih lama.
Garam memang banyak digemari karena rasanya yang asin. Selan itu, garam
merupakan salah satu bahan pembantu pangan yang telah lama dan sampai saat ini masih
dipergunakan secara luas oleh manusia dalam pengawetan pangan.. Pengawetan pangan
dengan pengeringan dan pengemasan seringkali dikombinasi dengan pengaruh garam tertentu
untuk produk daging dan ikan. Penggaraman juga sering digunakan untuk pengolahan
sayuran, buah-buahan, dan telur..
Garam memberi sejumlah pengaruh baik apabila ditambahkan. Garam akan berperan
sebagai penghambat selektif pada mikroorganisme pencemar tertentu. Mikroorganisme
pembusuk atau proteolitik dan pembentuk spora adalah yang paling mudah terpengaruh
walau dengan kadar garam yang rendah sekalipun (yaitu sampai 6%).
Pengawetan dengan garam baik untuk dilakukan untuk memperpanjang umur simpan.
Oleh karena itu, penggaraman dilakukan untuk membuat produk pangan lebih tahan lama.
Dalam industri pengolahan ikan, kesempurnaan penanganan ikan segar memegang peranan
penting karena hal ini menentukan hasil olahan, sehingga perlu dipikirkan suatu teknologi
yang dapat memperbaiki penanganan pasca panen dan dapat menganekaragamkan
hasil olahan dari ikan. Alternatif penanganan ikan yang hingga kini masih dilakukan secara
tradisional adalah pindang. Pemindangan ikan merupakan upaya pengawetan sekaligus
pengolahan ikan yang menggunakan teknik penggaraman selama waktu tertentu.

Kesimpulan 1. Dalam proses penggaraman dikombinasikan dengan proses pengeringan untuk mendapatkan produk yang sempurna baik dari segi tekstur. 5. Penggaraman merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan perubahan bahan yang lebih baik. 2. . konsentrasi garam. kemurnian garam dan suhu penggaraman. Untuk mendapatkan hasil yang baik konsentrasi garam harus disesuaikan dengan tujuan dari produk yang diinginkan baik untuk produk fermentasi maupun enzimatis. kecepatan penetrasi garam. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses ini adalah jenis dan karakteristik bahan. 4. Pada berbagai tingkat konsentrasi garam tertentu akan dihasilkan berbagai produk akhir yang memiliki karakteristik yang berbeda dari bentuk awalnya. rasa dan aroma yang khas. 3.