You are on page 1of 32

FERTILISASI ,IMPLEMENTASI, PERKEMBANGAN

JANIN DAN TRIMESTER I - III

Disusun Oleh:
Kelompok V
Maria Elaviani Tunas
Rikardus Sudi
Anjelina Wini Ngongo
Merna Kurniati Endang

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BUDI UTOMO MALANG


FAKULTAS ILMU EKSATA DAN KEOLAHRAGAAN
JURUSAN PENDIDIDKAN
BIOLOGI 2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
serta karunianya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul
Fertilisasi, Implantasi, Perkembangan Janin dan Trismester I - III . Makalah ini dibuat untuk
memenuhi mata kuliah Embriologi Hewan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian..Trima kasih

Malang,15 November 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

Cover
Kata pengantar
Daftar Isi
Bab I. Pendahuluan
1.1. Latar belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan

Bab II. Pembahasan


A. Fertilasi
B. Implantasi
C. Perkembangan Embrio
D. Perkembabgan Janin
E. Trimester I, II, III

Bab III. Penutup


3.1. kesimpulan
3.2. Saran

Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Biologi perkembangan ialah studi proses pertumbuhan dan perkembangan


organisme. Biologi perkembangan modern mempelajari kontrol genetik pertumbuhan sel,
diferensiasi sel dan morfogenesis, yang merupakan proses yang menimbulkan jaringan,
organ dan anatomi. Embriologi merupakan subbidang, studi organisme antara tahap 1 sel
(umumnya, zigot) dan akhir tahap embrio, yang tak perlu awal kehidupan bebas.
Embriologi awalnya merupakan ilmu yang lebih deskriptif sampai abad ke-20. Embriologi
dan biologi pengembangan kini menghadapi bermacam-macam langkah yang diperlukan
untuk pembentukan badan organisme hidup yang benar dan sempurna.Penemuan biologi
perkembangan dapat membantu memahami malfungsi perkembangan seperti aberasi
kromosom, sebagai contoh, Down syndrome. Pengertian spesialisasi sel selama
embriogenesis dapat melindungi informasi pada bagaimana mengkhususkan sel batang
pada jaringan dan organ yang spesifik, yang dapat menimbulkan kloning spesifik organ
untuk tujuan medis. Proses penting secara biologis lainnya yang terjadi selama
perkembangan ialah apoptosis - "bunuh diri" sel. Untuk alasan ini, banyak model
pengembangan digunakan untuk menguraikan fisiologi dan dasar molekul proses selular
ini.
Awal kehamilan ditandai berdasarkan menstruasi terakhir pada wanita.
Banyak perubahan fisik yang akan wanita alami selama trimester pertama (3 bulan
pertamakehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat
bagi bayi.Kehamilan biasanya berlangsung selama 40 minggu, mulai dari hari pertama periode terakhir
menstruasi wanita yang berarti bahwa itu mencakup dua minggusebelum ovulasi dan konsepsi
terjadi.Hal ini sering disebut dalam tiga bagian yangdisebut trimester. Trimester pertama
berlangsung selama 12 minggu, yang keduadari 13 sampai akhir 27 minggu, dan ketiga
28-40 minggu. Wanita mungkinmenemukan versi yang sedikit berbeda dari periode waktu
selama kehamilannya.Sebagai contoh, tes khusus dilakukan selama trimester pertama
Menstruasi dipandang dalam arti fisiologi, sebagai hasil akhir dari kegagalan
fertilitas. Tidak diragukan lagi bahwa animus fisiologi siklus ovarium, dan akomodasi-
akomodasi saluran reproduktif morfologis yang menyertainya adalah ovulasi, fertilisasi,
dan implantasi. Ada sistem gagal-aman yang bekerja kalau ada kegagalan fertilisasi ovum
atau kegagalan implantasi blastokista, dan peristiwa ini berpuncak pada menstruasi.
Fertilisasi merupakan suatu proses awal terbentuknya suatu kehamilan. Proses ini
berlanjut dengan pembelahan sampai terjadinya implantasi. Sesorang dapat dinyatakan
hamil apabila hasil konsepsi tertanam di dalam rahim ibu, yang biasa disebut dengan
kehamilan intra uterin. Jika hasil konsepsi tertanam di luar rahim, hal itu disebut
kehamilan ekstra uterin. Apabila fertilisasi, proses pembelahan dan implantasi tidak
berlangsung baik, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya abortus ataupun kelainan
pada bayi. Sehingga fertilisasi merupakan tonggak awal penciptaan seorang manusia.
Untuk lebih mempermudah pemahaman akan materi ini, materi yang harus dikuasai
adalah pemahaman tentang menstruasi, dan anatomi fisiologi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Fertilisasi?
2. Bagaimanap proses Fertilisasi?
3. Apa itu implantasi?
4. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan embrio?
5. Bagaimana trimester I III?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian fertilisasi.
2. Untuk mengetahui proses Fertilisasi.
3. Untuk mengetahui implantasi.
4. Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan embrio.
5. Untuk mengetahui trimester I III.
BAB II

PEMBAHASAN

A. FERTILISASI

Fertilisasi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani/sperma dengan sel
telur di tuba falopii. Pada saat kopulasi antara pria dan wanita (sanggama/coitus), dengan
ejakulasi sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita, akan dilepaskan
cairan mani yang berisi selsel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Jika sanggama
terjadi dalam sekitar masa ovulasi (disebut masa subur wanita), maka ada kemungkinan
sel sperma dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu dengan sel telur wanita yang
baru dikeluarkan pada saat ovulasi.
Untuk menentukan masa subur, dipakai 3 patokan, yaitu :
a) Ovulasi terjadi 14 2 hari sebelum haid yang akan datang
b) Sperma dapat hidup & membuahi dalam 2-3 hari setelah ejakulasi
c) Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi
Pertemuan / penyatuan sel sperma dengan sel telur inilah yang disebut sebagai pembuahan
atau fertilisasi. Dalam keadaan normal in vivo, pembuahan terjadi di daerah tuba falopii
umumnya di daerah ampula / infundibulum. Perkembangan teknologi kini memungkinkan
penatalaksanaan kasus infertilitas (tidak bisa mempunyai anak ) dengan cara mengambil
oosit wanita dan dibuahi dengan sperma pria di luar tubuh, kemudian setelah terbentuk
embrio, embrio tersebut dimasukkan kembali ke dalam rahim untuk pertumbuhan
selanjutnya. Teknik ini disebut sebagai pembuahan in vitro (in vitro fertilization IVF)
dalam istilah awam bayi tabung.

B. PROSES FERTILISASI

Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim, masuk ke dalam tuba.
Gerakan ini mungkin dipengaruhi juga oleh peranan kontaksi miometrium dan dinding
tuba yang juga terjadi saat sanggama. Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium, ditangkap
oleh fimbrae dengan umbai pada ujung proksimalnya dan dibawa ke dalam tuba falopii.
Ovum yang dikelilingi oleh perivitelina, diselubungi oleh bahan opak setebal 510 m,
yang disebut zona pelusida. Sekali ovum sudah dikeluarkan, folikel akan mengempis

dan berubah menjadi kuning, membentuk korpus luteum. Sekarang ovum siap dibuahi apabila
sperma mencapainya.

Dari 60 100 juta sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina pada saat ovulasi,
beberapa juta berhasil menerobos saluran heliks di dalam mukus serviks dan mencapai rongga
uterus beberapa ratus sperma dapat melewati pintu masuk tuba falopii yang sempit dan beberapa
diantaranya dapat bertahan hidup sampai mencapai ovum di ujung fimbrae tuba fallopii. Hal ini
disebabkan karena selama beberapa jam, protein plasma dan likoprotein yang berada dalam cairan
mani diluruhkan. Reaksi ini disebut reaksi kapasitasi.

Setelah reaksi kapasitasi, sperma mengalami reaksi akrosom, terjadi setelah sperma dekat
dengan oosit. Sel sperma yang telah menjalani kapasitasi akan terpengaruh oleh zat zat dari
korona radiata ovum, sehingga isi akrosom dari daerah kepala sperma akan terlepas dan berkontak
dengan lapisan korona radiata. Pada saat ini dilepaskan hialuronidase yang dapat melarutkan
korona radiata, trypsine like agent dan lysine zone yang dapat melarutkan dan membantu
sperma melewati zona pelusida untuk mencapai ovum. Hanya satu sperma yang memiliki
kemampuan untuk membuahi, karena sperma tersebut memiliki konsentrasi DNA yang tinggi di
nukleusnya, dan kaputnya lebih mudah menembus karena diduga dapat melepaskan
hialuronidase. Sekali sebuah spermatozoa menyentuh zona pelusida, terjadi perlekatan yang kuat
dan penembusan yang sangat cepat. Setelah itu terjadi reaksi khusus di zona pelusida (zone
reaction) yang bertujuan mencegah terjadinya penembusan lagi oleh sperma lainnya. Dengan
demikian, sangat jarang sekali terjadi penembusan zona oleh lebih dari satu sperma.

Gambar 1.

FERTILISASI

Sumber : Miracle of mans creation

Pada saat sperma mencapai oosit, terjadi :

1. Reaksi zona / reaksi kortikal pada selaput zona pelusida


2. Oosit menyelesaikan pembelahan miosis keduanya, menghasilkan oosit definitif yang
kemudian menjadi pronukleus wanita
3. Inti sperma membesar membentuk pronukleus pria.
4. Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi.
5. Pronukleus pria dan wanita. Masing masing haploid, bersatu dan membentuk zygot yang
memiliki jumlah DNA genap / diploid.
Gambar 2

PEMBUAHAN OVUM

Sumber : Dasar Dasar Obstetri dan Ginekologi (2002)

Keterangan :

A, B, C dan D : Ovum dengan korona radiata


E : Ovum dimasuki spermatozoa
F dan G : Pembentukan benda kutub kedua dan akan bersatunya kedua pronukleus
yang haploid untuk menjadi zigot

Hasil utama pembuahan :

a. Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah
dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid.
b. Penentuan jenis kelamin bakal individu baru, tergantung dari kromosom X atau Y yang
dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut.
c. Permulaan pembelahan dan stadium stadium pembentukan dan perkembangan embrio
(embriogenesis)

C. PEMBELAHAN
Zigot mulai menjalani pembelahan awal mitosis sampai beberapa kali. Selsel yang
dihasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih kecil dari ukuran induknya yang disebut
blastomer. Sesudah 3 4 kali pembelahan : zigot memasuki tingkat 16 sel, disebut stadium
morula (kira kira pada hari ke 3 sampai ke 4 pasca fertilisasi).
Morula terdiri dari inner cell mass (kumpulan sel sel di sebelah dalam, yang akan tumbuh
menjadi jaringan jaringan embrio sampai janin) dan outer cell mass (lapisan sel di sebelah luar,
yang akan tumbuh menjadi trofoblast sampai plasenta).
Kira kira pada hari ke 5 sampai ke 6, di rongga sela sela inner cell mass merembes cairan
menembus zona pelusida, membentuk ruang antar sel. Ruang antar sel ini kemudian bersatu dan
memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga blastokista. Inner cell mass tetap
berkumpul di salah satu sisi, tetap berbatasan dengan lapisan sel luar. Pada stadium ini disebut
embrioblas dan outer cell mass disebut trofoblas.
Gambar 3.

PEMBELAHAN SEL

Sumber : Miracle of Mans Creation

D. IMPLANTASI

Implantasi atau nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium.Pada akhir minggu pertama ( hari ke 5 sampai ke 7 ) zygot mencapai cavum
uteri. Pada saat itu uterus sedang berada dalam fase sekresi lendir dibawah pengaruh
progesteron dari korpus luteum yang masih aktif. Sehingga lapisan endometrium dinding
rahim menjadi kaya pembuluh darah dan banyak muara kelenjar selaput lendir rahim yang
terbuka dan aktif.
Kontak antara zigot stadium blastokista dengan dinding rahim pada keadaan
tersebut akan mencetuskan berbagai reaksi seluler, sehingga sel sel trofoblast zigot
tersebut akan menempel dan mengadakan infiltrasi pada lapisan epitel endometrium uterus
( terjadi implantasi).
Setelah implantasi, sel sel trofoblas yang tertanam di dalam endometrium terus
berkembang membentuk jaringan bersama dengan sistem pembuluh darah maternal untuk
menjadi plasenta, yang kemudian berfungsi sebagai sumber nutrisi dan oksigenasi bagi
jaringan embrioblas yang akan tumbuh menjadi janin.
Di bawah ini terdapat gambar proses perkembangan dan perjalanan ovum dari ovarium
sampai kavum uteri.

Gambar 4.

PERKEMBANGAN DAN PERJALANAN OVUM


Keterangan :

A : Oosit tidak bersegmen


B : Fertilisasi
C : Terbentuk pro-nuklei
D : Pembelahan kumparan pertama
E : Stadium 2 sel
F : Stadium 4 sel
G : Stadium 8 sel
H : Morula
I & J : Pembentukan blastokista
K : Zona pelusida menghilang, implantasi terjadi

E. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EMBRIO

Tahap awal perkembangan manusia diawali dengan peristiwa pertemua atau


peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa fertilisasi. Fertilisasi
akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan
pembelahan diri pembelahan sel menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio
yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6
12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi
hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang
terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
Tahapan fase embrionik yaitu :

1. Morula
Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus
menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.
Morulasi yaitu proses terbentuknya morula
2. Blastula
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.
Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan
pelekukan yang tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut
dengan Blastosoel. Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula. Pada stadium blastosis
dibungkus dengan sel trofoblas primitive. Di dalam sel tersebut terjadi produksi hormon
secara aktif sejak awal kehamilan dan juga membentuk EPF (early pregnancy factor )
yang mencegah rejeksi hasil konsepsi. Pada stadium ini juga zigot harus mengadakan
implantasi untuk memperoleh nutrisi atau oksigen yang memadai.

3. Gastrula
Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah
semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan
tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.
Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, sangat komples dipengaruhi
oleh kesehatan ibu, janin dan plasenta sebagai akar yang memberikan nutrisi. Hasil
konsepsi membentuk embrio atau mudigah, sudah terdapat rancangan bentuk alat
alat tubuh dari umur 3- 5 minggu. Kemudian menjadi janin dimana mulai
berbentuk manusia pada umur di atas 5 minggu.Dalam embrio, pembuluh darah
sepalik akan mengadakan diferensiasi membentuk jantung. Pertumbuhan dan
perkembangan embrio dalam uterus yaitu :

1. Embrio pada usia 2-4 minggu


Terjadi perubahan yang semula buah kehamilan hanya berupa satu titik telur menjadi satu
organ yang terus berkembang dengan pembentukan lapisan-lapisan di dalamnya
Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke-20 dan hari
berikutnya muncul sel darah merah yang pertama. Selanjutnya, pembuluh darah terus
berkembang di seluruh embrio dan plasenta.
Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa,
sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
2. Embrio pada usia 4-6 minggu
Sudah terbentuk bakal organ-organ
Jantung sudah berdenyut
Pergerakan sudah nampak dalam pemeriksaan USG.
Panjang embrio 0,64cm.
Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago).
Embrio berukuran 4 cm.
3. Embrio pada usia 8 minggu
Pembentukan organ dan penampilan semakin bertambah jelas, seperti mulut, mata dan kaki.
Pembentukan usus
Pembentukan genitalia dan anus
Jantung mulai memompa darah
Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio
mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
4. Embrio pada usia 12 minggu
Embrio berubah menjadi janin
Usus lengkap
Genitalia dan anus sudah terbentuk
Menggerakkan anggota badan, mengedipkan mata, mengerutkan dahi, dan mulut
membuka.
Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram
dengan panjang 14 cm.
5. Embrio usia 16 minggu
Gerakan fetal pertama (quickening)
Sudah mulai ada mekonium dan verniks caseosa
Sistem musculoskeletal sudah matang
Sistem saraf mulai melaksanakan control
Pembuluh darah berkembang dengan cepat
Tangan janin dapat menggenggaam
Kaki menendang dengan aktif
Semua organ mulai matang dalam tubuh
Denyut jantung janin (DJJ) dapat di dengar dengan Doppler
Berat janin 0,2 kg.
Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan
menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG
(Ultra Sonographi).
6. Janin pada usia 24 minggu
Kerangka berkembang dengan cepat karena aktifitas pembentuksn tulang meningkatkan
Perkembangan pernapasan dimulai
Berat janin 0,7-0,8 kg.
Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
Janin pada usia 28 minggu
Janin dapat bernafas, menelan, dengan mengatur suhu
Surfaktan terbentuk di dalam paru-paru
Mata mulai membuka dam menutup
Ukuran janin 2/3 saat lahir.
Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
7. Janin pada usia 32 minggu
Simpanan lemak cokelat berkembang di bawah kulit untuk persiapan pemisahan bayi
setelah lahir
Mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fosfor
Bayi sudah tumbuh 38-43 cm.
Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin
bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 3000 gram.
8. Janin pada usia 36 minggu
Seluruh uterus terisi oleh bayi, sehingga ia tidak dapat lagi bergerak dan memutar banyak
pertama samapai system kekebalan bayi bekerja sendiri.
Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
Antibodi ibu di transfer ke janin,yang akan memberikankekebalan selama 6
bulanpertamasampai system kekebalan bayi bekerja sendiri
G. TRIMESTER I, II, III
A.Pengertian Trimester Pertama
Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (Saifuddin,Abdul Bani, dkk,
2001)Kehamilan adalah periode dimana ovum telah dibuahi dan berkembangdidalam uterus
mengalami proses diferenseasi dan uterus berkembang sampai bisamenunjang sendiri kehidupan diluar uterus
(Mochtar Rustam;1988).Kehamilan trimester I adalah periode pertama diukur mulai dari
konsepsisampai minggu ke-12 kehamilan.
Trimester pertama disebut sebagai periode pembentukan karena pada akhir periode ini
semua system organ janin sudah terbentuk dan berfungsi Kehamilan trimester pertama adalah waktu
yang harus dinikmati, harapan, dan perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi.Meskipun
setiap tahap kehamilanmempunyai karakter yang berbeda, kehamilan trimester pertama dapat
merupakansaat yang sulit juga.
B . Faktor Penyebab
Faktor penyebab kehamilan trimester pertama adalah sel sperma yang berhasil membuahi sel
telur sehingga menjadi zigot, morula, blastosit, embrio,dan janin.
C .Gejala Pada Kehamilan Trimester 1

Gejala subjektif
a. Amenore
b. Nausea
c. Mual (morning sickness)
d. Payudara terasa penuh dan sensitive
e. Sering berkemih
f. Merasa lemah dan letih
g. Berat badan naik
h. Perubahan mood
Gejala oubyektif
a. Peningkatan temperatur basal tubuh
b. Perubahan kulit
c. Perubahan pada payudara
d. Pembesaran pada abdomen
e. Perubahan pada rahim dan vagina
D. .Perubahan Psikologis Trimester 1 (Periode Penyesuaian)
a. Ibu merasa tidak sehat dari kadang merasa benci dengan kehamilannya.
b. Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan.
c. Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamli
d. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatiandengan saksama.
e. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibuyang mungkin akan
diberitahukannya kepada orang lain atau malah mungkindirahasiakannya.
f. Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita, tetapikebanyakan
akan mengalami penurunan.
E. Kebutuhan Nutrisi Bagi Kehamilan Trimester Pertama
a. Asam Lemak Omega-6 (Asam lenoleat) dan Asam Lemak Omega-3 (AsamAlfa-Lenoleat). Manfaat : Asam
lemak omega-6 prekusor pembentukan asam lemak arakidonat (AA). Sedangkan asam lemak omega-
3 di dalam tubuh diubah jadi EPA(asam eikosapentaenoat) dan DHA (asam dokosaheksaenoat).
AA dan DHAterbukti sebagai lemak dominan penyusun sel-sel saraf dan otak janin. JenisMakanan : Asam
lemak omega-6 misalnya minyak kedelai atau minyak zaitun.Asam omega-3 misalnya ikan salmon, sardin,
kembung, tuna, tenggiri, ikan tawas.
b.Asam Folat. Manfaat : Salah satu jenis vitamin B ini berperan dalam proses pembentukan sistem
saraf pusat, termasuk otak. Jenis Makanan : Kacang kedelai
Mulai minggu ke-9,10,11,12Semua sistem dalam tubuh bayi telah berkembang dengan baik dan
banyak organyang bentuknya hampir sempurna. Meskipun dalam 12 minggu janin tumbuhdengan cepat, janin
masih belum mampu hidup di luar rahim.
F. Tanda Bahaya Trimester Pertama
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi
dalam keadaan bahaya.( Uswhaya,2009:3)Menurut Kusmiyati dkk, 2008, kehamilan merupakan hal yang
fisiologis. Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi.Salah satu asuhanyang
dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitumelakukan pendeteksian
dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkin terjadiselama hamil muda.
a. Perdarahan pervagina adalah Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilankurang dari 22
minggu. Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginamyang berhubungan dengan kehamilan
dapat berupa: abortus, kehamilan mola,kehamilan ektopik.
b. Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi padakehamilan 16 minggu atau sebelum
plasenta selesai.
c. Mual Muntah Berlebihan
Mual (nausea) dan muntah (emesisgravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada
kehamilantrimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saatdan
malam hari.Gejalagejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan
berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.Mualdan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 %
multigravida.Satudiantara seribu kehamilan, gejalagejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini
disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCGdalam serum. Pengaruh fisiologik
kenaikan hormon ini belum jelas, mungkinkarena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang
berkurang.Padaumumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun
demikiangejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan.Pekerjaansehari-hari
menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk.Keadaaninilah disebut hiperemisis
gravidarum.Keluhan gejala dan perubahan fisiologismenentukan berat ringanya penyakit.
d.Sakit Kepala Yang Hebat,
Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dansering kali merupakan
ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.Sakitkepala yang menunjukan suatu masalah serius
dalam kehamilan adalah sakitkepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan
beristirahat.Terkadangsakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa
penglihatanyamenjadi kabur atau terbayang.Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika
tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dankematian.
d. Penglihatan Kabur,
Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkanoleh sakit kepala yang hebat,
sehingga terjadi oedema pada otak danmeningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem
saraf pusat, yangdapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan
gangguan penglihatan.Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-
eklampsia.Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yangmengancam jiwa adalah
perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-
bintik (spot), berkunang-kunang.Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan
tanda-tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah padaeklampsia.Hal ini disebabkan
adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina
(oedema retina dan spasme pembuluh darah).
e. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan.
Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui
dari kenaikan berat badanserta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.Oedema pretibial yang
ringansering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk
perkembangan sistem organ paling rentan terhadap cedera dari factor lingkungan atau keturunan.
TRIMESTER II
A. Pengertian ibu hamil normal trimester II
Merupakan kehamilan yang terjadi pada kehamilan usia 14 28 Minggu. Merupakan
kehamilan yang terjadi pada kehamilan antara 16 24 minggu (4 6 bulan) (Wiknjosastro, 2007)
B. Tanda dan gejala ibu hamil trimester II
Tanda Kehamilan Trimester Kedua
Terdapat beberapa tanda dan gejala kehamilan untuk memastikan apakah seseorang benar
benar hamil atau tidak.Tanda dan gejala kehamilan ini digolongkan sesuai dengan signifikansi
dalam menetapkan diagnosa positif kehamilan. Tanda tanda tersebut dibagi menjadi : tanda
subyektif, tanda obyektif dan bukti absolut kehamilan.
Berikut akan diuraikan mengenai tanda kehamilan yang terjadi dalam trimester kedua :
a) Tanda Subyektif
Perubahan payudara; nyeri tekan, terasa berat, pembesaran, pigmentasi dan perubahan
putting. Perubahan ini sangat signifikan pada wanita yang belum pernah hamil.
Frekuensi berkemih; kongesti darah pada organ perlik meningkatkan sensitifitas jaringan.Tekanan
karena perbesaran uterus pada kandung kemih menstimulasi saraf dan mentrigger keinginan untuk
berkemih selama kehamilan.
Gejala gejala umum; beberapa wanita mengatakan bahwa ia merasa hamil. Terjadi perasaan
mudah lelah, pusing dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tidur.
Quickening; berarti perasaan pertama adanya kehidupan.Sensasi getaran ini seperti kupu kupu
terbang, dirasakan pertama kali oleh calon ibu sekitar minggu ke 22, atau minggu ke 20 pada
wanita yang pernah hamil sebelumnya.
b) Tanda Obyektif (probabilitas)
Tanda Chadwicks; bercak keunguan pada vagina karena meningkatnya suplai darah.
Tanda Hegars; melunaknya segmen bawah uterus.
Tanda Godells; melunaknya uterus.
Perubahan uterus; pada awal bulan keempat, uterus menjadi sebesar buah jeruk, fundus uteri
naik sampai tulang pubis. Pada akhir bulan kelima fundus uteri telah naik sampai ke pusat.
Ballottement; pantulan yang terjadi ketika jari pemeriksa mengetuk janin yang mengapung
dalam uterus, menyebabkan janin berenang menjauh dan kemudian kembali ke posisinya
semula. Hal ini terjadi sekitar kehamilan 4 sampai 5 bulan
Uterine souffle; desiran nadi yang terdengar diatas uterus hamil
Kontraksi Braxton Hicks; kontraksi yang mungkin terjadi selama masa kehamilan, tidak terasa
sakit.
Perubahan abdomen; karena uterus membesar, maka secara alamiah dinding abdomen harus
terdorong keluar, kulit abdomen mungkin teregang
Striae gravidarum; terjadi akibat regangan kulit, terlihat garis garis tak teratur pada kulit
abdomen.
Pigmentasi; terjadi karena pengumpulan pigmen pada kulit payudara, mula dan midline
abdomen
Bukti positif (absolut)
Bukti kehamilan positif diperlihatkan ketika pemeriksa dapat :
Mendengar bunyi jantung janin dan desiran funik (dorongan darah janin melalui tali pusat)
Denyut jantung janin dapat didengar selambatnya pada minggu kesepuluh dengan detektor nadi
ultrasonografi janin, pada minggu ke 17 sudah bisa didengar melalui stetoskop. DJJ terdengar
seperti detak cepat jarum jam, berdenyut 120 160 kali permenit.
Desiran funik jarang didengar, secara alamiah denyut terdengar bersamaan dengan denyut
janin tetapi memiliki pantulan, bunyi berdesis.
merasakan bagian bagian janin
Bagian janin paling cepat teraba pada minggu kelima , tetapi biasanya baru teraba kemudian.
melihat hasil konsepsi pada ultrasonografi atau skeleton janin pada gambaran X-ray
USG telah berhasil dengan baik menentukan embrio paling cepat minggu keenam. Skeleton
janin diperlihatkan oleh X-ray paling cepat minggu ke 12
merasakan gerakan janin
Terkadang pada bulan keempat ibu merasakan gerakan janin. Untuk menjadi tanda positif,
gerakan ini harus dirasakan dan ditentukan oleh pemeriksa.
mencatat elektrokardiogram janin
EKG janin adalah tekniuk dimana impuls listrik yang terjadi dalam jantung janin direkam
dengan cara meletakkan elektroda pada abdomen ibu. Pengamatan ini memberikan informasi
berkelanjutan tentang janin.
Pertumbuhan dan Perkembangan Janin pada Trimester Kedua
Trimester kedua ditandai oleh timbulnya berbagai fungsi baru dan pertumbuhan janin yang
cepat, khususnya dalam ukuran panjang. Adapun perkembangan yang terjadi meliputi:
Penampakan eksternal.
16 minggu : kepala masih dominan, wajah terlihat seperti manusia, mata, telinga dan hidung
terlihat khas. Perbandingan tangan dan kaki sesuai. Tumbuh kulit di kepala. Terlihat aktivitas
motorik.
20 minggu : terlihat vernik kaseosa, terlihat laguno, kaki memanjang dengan sesuai, terlihat
kelenjar sebasea.
24 minggu : tubuh terbaring tetapi dengan proposisi yang sempurna, kulit kemerahan dan
keriput, terlihat vernik kaseosa, terbentuk kelenjar keringat.
28 minggu : tubuh terbaring, keriput dan kemerahan makin berkurang, terlihat kuku.
Pengukuran mahkota ke pantat (cm)
16 minggu : 11,5-13,5
20 minggu : 16-18,5
24 minggu : 23
28 minggu : 27
Perkiraan berat badan (gr)
16 minggu : 100
20 minggu : 300
24 minggu : 600
28 minggu : 1.100
Sistem muskuloskeletal
13-14 minggu : terlihat gerakan lambat bagian tubuh janin sebagai akibat adanya rangsangan
(aktivitas motorik) pada saat ini biasanya ibu mulai dapat merasakan gerakan janin.
16 minggu : sebagian besar tulang dapat terlihat dengan jelas di seluruh tubuh, terlihat kavitas
persendian, pergerakan otot sudah dapat dideteksi.
17 minggu : refleks menggenggam akan nyata dan berkembang sempurna sampai minggu ke
27.
20 minggu : sternum mengalami osifikasi, pergerakan janin cukup kuat untuk dapat dirasakan
oleh ibu.
25 minggu : refleks masa baru dapat dilihat.
28 minggu : astragalus (talus, tulang lutut) mengalami osifikasi.
Sistem sirkulasi
16 minggu : otot-otot jantung berkembang dengan sempurna, darah dibentuk aktif dalam
limpa.
24 minggu : pembentukan darah mengikat dalam sum-sum tulang dan menurun dalam hepar.
Sistem gastrointestinal
14 minggu : gerakan menelan telah terjadi.
16 minggu : terdapat mekonium pada usus, di dalamnya terdapat cairan
usus, sisa sel usus serta sisa sel skuamus dan rambut lanugo dari cairan amnion yang tertelan
oleh janin, beberapa enzim disekresi, anus terbuka.
17 minggu : dengan rangsang oral janin dapat menjulurkan bibir atasnya.
20 minggu : email dan dentin terbentuk, kolon asending dapat dikenali,
dapat menjulurkan kedua bibirnya.
22 minggu : kedua bibir dapat dikerutkan dengan rangsangan.
28-29 minggu : janin sudah dapat mengisap aktif sebagai upaya mendapatkan makanan.
Sistem pernafasan
16 minggu : serabut-serabut elastik terbentuk di paru-paru, terlihat brochiolus terminal dan
respiratorius.
18 minggu : gerakan pernafasan dapat terdeteksi namun perkembangan struktur alveolus paru
belum mencukupi bagi kemungkinan hidup janin sebelum minggu ke 27-28.
20 minggu : lubang hidung terbuka kembali.
22 minggu : gerakan nafas yang diikuti oleh bunyi suara yang lemah.
24 minggu : sakus dan duktus alveolus terbentuk, gerakan seperti pernafasan mulai terlihat,
terlihat lesitin dalam cairan amnion.
28 minggu : terbentuk surfaktan di permukaan alveolar.
Sistem renalis
16 minggu : ginjal pada posisinya mencapai bentuknya yang khas.
Sistem persarafan
16 minggu : lobus lobus cerebral mulai terlihat, cerebellum memperlihatkan beberapa
tonjolan.
20 minggu : otak secara keseluruhan terbentuk, mulai terjadi mielinisasi korda, medula
spinalis berakhir pada tingkat S-1.
24 minggu : terbentuk selaput khusus korteks serebri, proliferasi neuronal pada korteks serebri
berakhir.
28 minggu : tampak fisura serebri; konvolusi terjadi dengan cepat.
Organ-organ pengindera
16 minggu : organ-organ pengindera mengalami perbedaan secara umum.
20 minggu : hidung dan telinga mengalami osifikasi.
28 minggu : kelopak mata terbuka kembali, selaput retina terbentuk sempurna; terbentuk
reseptif cahaya, pupil mampu memberikan reaksi terhadap cahaya.
Sistemgenitalis
24 minggu : testis turun pada cincin inguinal dalam posisi desenden ke skrotum.
Perubahan Psikologis dan Fisiologis pada Ibu dalam Trimester Kedua
a. Perubahan Psikologis
Kehamilan adalah saat saat krisis, saat terjadinya gangguan, perubahan identitas dan
peran bagi setiap. Pada trimester kedua (minggu 12 24) wanita sudah bisa menyesuaikan diri
dengan keadaan. Tubuh wanita telah terbiasa dengan tingkat hormon yang tinggi, morning
sickness telah hilang. Gambaran sifat dari reaksi emosional wanita terhadap kehamilannya
tersebut dimodifikasi oleh perbedaan kepribadian individu.Beberapa wanita mengalami
peningkatan mood, lainnya tidak.Pada umumnya
b. Perubahan Fisiologis
Fisiologi maternal yakni perubahan-perubahan sehubungan dengan kehamilan antara lain :
Sistem reproduksi
suplai darah ke organ reproduksi meningkat karena peningkatan kadar hormon steroid dan
bermanfaat bagi perkembangan janin.
Terdapat tiga tanda penting yakni :
- tanda Goodell s : serviks teratai lunak
- tanda Hegars : uterus lunak
- tanda Chadwicks : vagina berwarna keunguan
Pada kanalis servikalis dipenuhi mukus kental (operkulum) yang dapat menghambat masuknya
bakteri ke uterus selama persalinan yang disebut, bloody show.
Selama masa kehamilan konsistensi serviks berubah, sebelum hamil seperti ujung hidung, awal
hamil seperti ujung daun telinga, pada keadaan term teraba seperti bibir. Terjadi pembesaran
uterus dengan berat meningkat 20 kali, kapasitas meningkat 500 kali yang disebabkan oleh
pertumbuhan serabut otot dan jaringan yang berhubungan, termasuk jaringan fibroelastik, darah
dan saraf akibat adanya hormon estrogen terjadi sektresi vagina yang meningkat (leukorrhea)
dan terjadi peningkatan kongesti vastilar organ vagina dan pelvik yang menyebabkan
peningkatan sensitivitas yang sangat berarti. Hal ini mungkin mengarah pada tingginya derajat
rangsngan sexsual, terutama antara bulan 4 dan 7 masa kehamilan.
Sistem integumen
Terdapat rasa kesemutan nyeri tekan pada payudara yang membesar karena peningkatan
pertumbuhan jaringan alveolan dan suplai darah. Putting susu menonjol dan keras dan
mengeluarkan cairan jernih (kolostrum). Areola lebih gelap dan kelenjar montgomery
menonjol keluar.
Terdapat striae gravidarum yang berupa regangan kulit akibat serabut elastik dari lapisan kulit
terdalam terpisah dan putus. Terjadi pigmentasi kulit berupa linea nigra pada abdomen, dan
Cholasma, yaitu bintik-bintik hitam pada wajah perspirasi dan sekresi kelenjar lemak juga
meningkat.
Sistem endokrin
Terjadi perubahan hormonal yaitu : peningkatan progesteron dan estrogen, plasenta
menghasilkan hCG, hPL, hCT, pulau langerhans membentuk insulin lebih banyak, hormon-
hormon pituitari secara signifikan terpengaruh, kortek ardenal membentuk kortin lebih banyak.
Terutama kelenjar paratiroit yang ukurannya meningkat selama minggu kel 15-30 ketika
kebutuhan kalsium janin lebih besar, tanpa hormon paratiroit tersebut metabolisme tulang dan
otot terganggu.
Sistem kardiovaskuler
Terjadi peningkatan volume darah, cairan tubuh (bisa terjadi) edema jaringan, sel darah merah,
hemoglobin dan fibrin juga meningkat sehingga bisa terjadi pseudoanemia yang fisiologis pada
kehamilan. Mungkin terjadi pula sindrom hipotensi supinasi akibat oleh tekanan uterus pada
vena kava, lebih buruk lagi terjadinya trombosis vena sehubungan dengan peningkatan fibrin
dan stastis vena.
Sistim muskuloskeletal
Kebutuhan kalsium meningkat 33 % tetapi tidak diambil dari gigi. Sendi pelvik sedikit dapat
bergerak untuk mengkompensasi pembesaran janin, bahu tertarik kebelakang dan lumbal lebih
lengkung, sendi tulang belakang lebih lentur dan dapat menyebabkan nyeri punggung.
Terjadinya kram otot tungkai dan kaki tidak diketahui penyebabnya, mungkin berhubungan
dengan metabolisme kalsium dan fosfor, kurangnya drainase sisa metabolisme otot atau postur
yang tidak seimbang.
Sistim pernafasan
Akibat bentuk rongga torak berubah dan karena pernafasan yang lebih cepat, sekitar 60%
wanita hamil mengeluh sesak nafas. Kapasitas paru tidak berubah, pada kenyataanya tidal
volume meningkat. Terjadi bengkak seperti arlegi pada membran mukosa merupakan hal
umum yang dapat menyebabkan gejala serak, hudung tersumbat, dispnea, sakit tenggorokan,
perdaran hidung, hilangnya indra penciuman.
Sistem gastrointestinal
Pada awal kehamilan wanita hamil mengalami mual muntah, sekresi saliva menjadi lebih asam
dan lebih banyak. Saat berlanjut, penurunan asam lambung dan perlambatan pengosongan
lambung dapat menyebabkan kembung. Menurunnya gerakan peristaltik tidak saja
menyebabkan mual tetapi juga konstipasi.
Sistem perkemihan
Terjadi gerakan urine kekandung kemih yang lebih lambat dan dapat meningkatkan
kemungkinan pielovefritis. Suplai darah kekandung kemih meningkat dan pembesaran uterus
menekan kandung kemih dapat menyebabkan meningkatnya berkemih.
Sistem persarafan
Kadang terjadinya perubahan postur pada kehamilan dapat menyebabkan acrodysesthesia
sehubungan dengan tekanan mekanik, atau numbness, tingling, dan kaku. Otak mungkin tidak
mengalami perubahan namun efek psikologis mungkin dapat terjadi beruapa swing mood atau
psikosis akibat tidak menerima kehamilannya.

Asuhan Keperawatan Kehamilan Trimester 2


1. ANAMNESA
Umur kehamilan antara 16 24 minggu ( 4 6 bulan ) , keluhan mual muntah dan pusing kepala
sudah tidak ada. Gerakan janin untuk pertama kalinya mulai dirasakan.
2. PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOLOGIS
PERUBAHAN FISIK PADA IBU HAMIL
Pada kehamilan trimester II ini mengalami perubahan seluruh sistem tubuh baik secara
anatomis maupun fisiologis dari keadaan tidak hamil ke keaadan hamil yang disebut fisiologi
maternal.
1.SISTEM REPRODUKSI
A.Uterus
Melalui pemeriksaan Leopold I
Usia 16 minggu
Berbentuk bulat, kavum uteri diisi oleh ruang amnion yang berisi janin, dan tinggi fundus uteri
kira kira terletak diantara simfisis dan pusat
- Usia 20 minggu
Tinggi fundus uteri kira kira 3 jari diatas pusat
- Usia 24 minggu
Tinggi fundus uteri kira kira tepat setinggi pusat
b.Vagina
Meningkatnya kongesti vaskular organ vagina dan pelvik menyebabkan peningkatan
sensitifitas yang sangat berarti.Jadi antara bulan ke-4 dan ke-7 kehamilan memungkinkan
tingginya derajat rangsangan seksual.
2.SISTEM INTEGUMEN
a.Payudara
-Adanya rasa kesemutan
- Adanya nyeri tekan
- Membesar secara bertahap karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah
- Puting susu lebih menonjol dan mengeras
- Areola tumbuh lebih gelap
- Kelenjar kelenjar Montgomery menonjol keluar
b.Kulit
1. Stiae gravidarum
Yaitu tanda regangan yang dibentuk akibat serabut serabut elastik dari lapisan kulit terdalam
terpisah dan putus. Hal ini mengakibatkan pruritus atau rasa gatal
-Pigmentasi
Mengalami pengumpulan pigmen sementara di tiga area yaitu linea nigra ( garis gelap mengikuti
midline abdomen ), cholasma ( topeng kehamilan yang terlihat seperti bintik bintik hitam pada
wajah ), dan areola.
- Perspirasi dan sekresi kelenjar lemak
Kelenjar sebasea atau keringat menjadi lebih aktif.Akibatnya mungkin mengalami gangguan bau
badan, banyak mengeluarkan keringat, dan berminyak.
3.SISTEM ENDOKRIN
a.Ovarium dan plasenta
Korpus luteum mulai mnghasilkan estrogen dan progesteron dan setelah plasenta
terbentuk menjadi sumber utama kedua hormon. Plasenta membentuk steroid, human chorionic
gonadotropin ( HCG ), Human Placenta Lactgogen ( HPL ) atau Human Chorionic
Somatomammothropin ( HCS ), dan Human Chorionic Thyrotropin ( HCT ).
b.Kelenjar tiroid
Metabolic rate meningkat hampir 20 % karena oksigen yang digunakan lebih banyak.
Kelenjar ini ukurannya meningkat kqarena pertumbuhan sel sel acinar, tetapi jumlah hormon
tiroksin yang dihasilkan tetap sama
c.Kelenjar paratiroid
Ukurannya meningkat karena kebutuhan kalsium semakin besar.Karena hormon ini untuk
mempertahankan kecukupan kalsium dalam darah, jadi tanpa hormon ini metabolisme tulang dan
otot terganggu.
d.Pankreas
Sel selnya tumbuh dan menghasilkan lebih banyak insulin untuk memenuhi kebutuhan
yang meningkat.
e.Kelenjar pituitari
Pada lobus anterior mengalami sedikit pembesaran dan terus menghasilkan semua hormon
tropik, tetapi dengan jumlah yang sedikit berbeda.FSH ditekan oleh HCG.Hormon pertumbuhan
berkurang dan hormon melanotropik meningkat.Pembentukan prolaktin meningkat.
f.Kelenjar adrenal
Ukuran bagian kortikal yang membentuk kortin meningkat.Tetapi ukuran atau fungsi
bagian medula tetap.
4.SISTEM KARDIOVASKULER
Terjadi peningkatan volume darah sekitar 30 % - 50% diatas tingkat biasanya karena adanya
retensi garam dan air yang disebabkan sekresi aldosteron dari adrenal oleh esterogen.
5.SISTEM MUSKULOSKELETAL
a.Gigi, tulang, persendian
-Membutuhkan kira-kira sepertiga lebih banyak kalsium dan fosfor
- Saliva yang asam pada saat hamil membantu aktifitas penghancuran bakteri email yang
menyebabkan karies.
- Sendi pelvik sedikit dapat bergerak
- Terjadi penambahan berat badan sehingga bahu lebih tertarik kebelakang dan tulang belakang
lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih lentur.

b. PERKEMBANGAN JANIN
PENAMPAKAN EKSTERNAL
- Minggu 16 ( bulan 4 )
Kepala masih dominan, wajah terlihat seperti manusia, mata telinga dan hidung terlihat khas ,
perbandingan tangan dan kaki sesuai, tumbuh rambut kulit kepala, terlihat aktifitas motorik.
- Minggu 20 ( bulan 5 )
Terlihat vernik kaseosa, terlihat laguno, kaki memanjang dengan sesuai, terlihat kelenjar sebasea.
- Minggu 24 ( bulan 6 )
Tubuh terbaring tetapi dengan proporsi yang sempurna, kulit kemerahan dan keriput, trlihat
vernik kaseosa, terbentuk kelenjar keringat.
PENGUKURAN MAHKOTA KE PANTAT ( CM )
- Minggu 16 ( bulan 4 ) 11,5 -13,5
- Minggu 20 ( bulan 5 ) 16 18,5
- Minggu 24 ( bulan 6 ) 23

SISTEM MUSKULOSKELETAL
- Minggu 16 ( bulan 4 )
Sebagaian tulang dapat terlihat dengan jelas di seluruh tubuh, terlihat kavitas
persendian,pergerakan otot sudah dapat terdeteksi.
- Minggu 20 ( bulan 5 )
Sternum mengalami osifikasi, pergerakan janin cukup kuat untuk dapat dirasakan oleh ibu.
- Minggu 24 ( bulan 6 )
Sama dengan pada minggu ke 20, tetapi pergerakan semakin kuat dirasakan oleh ibu.
6. SISTEM SIRKULASI
- Minggu ke 16 ( bulan 4 )
Otot otot jantung berkembang dengan sempurna, darah dibentuk aktif dalam limpa.
- Minggu ke 24 ( bulan 6 )
Pembentukan darah meningkat dalam sumsum tulang dan menurun dalam hepar.
7.SISTEM GASTROINTESTINAL
- Minggu ke 16 ( bulan 4 )
Terdapat mekonium pada usus, beberapa enzim disekresi, anus terbuka.
- Minggu ke 20 ( bulan 5 )
Email dan dentin terbentuk, kolon asending dapat dikenali
8.SISTEM PERNAPASAN
- Minggu ke 16 ( bulan 4 )
Serabut serabut elastik terbentuk di paru paru, terlihat brokioles terminal dan respiratorius.
- Minggu ke 20 ( bulan 5 )
Lubang hidung terbuka kembali
- Minggu ke 24 ( bulan 6 )
Sakus dan duktus alveolus terbentuk, gerakan seperti pernafasan mulai terlihat, terlihat lesitin
dalam cairan amnion.
9.SISTEM RENALIS
-Minggu ke 16 ( bulan 4 )
Ginjal pada posisinya mencapai bentuknya yang pas.
10. SISTEM PERSARAFAN
- Minggu ke 16 ( bulan 4 )
Lobus lobus serebral mulai terlihat, serebelum memperlihatkan beberapa tonjolan.
- Minggu ke 20 ( bulan 5 )
Otak secara keseluruhan terbentuk, mulai terjadi mielinisasi korda, medula spinalis berakhir pada
tingkat S 1
- Minggu ke 24 ( bulan 6 )
Terbentuk selaput khusus korteks serebri, proliferasi neuronal pada korteks serebri berakhir.
11.ORGAN ORGAN PENGINDRA
- Minggu ke 16 ( bulan 4 )
Organ organ pengindra mengalami perbedaan secara umum
- Minggu ke 20 ( bulan 5 )
Hidung dan telinga mengalami osifikasi
SISTEM GENITALIS
- Minggu ke 16 ( bulan 4 )
Testis dalam posisi siap mengalami desenden ke dalam skrotum, vagina terbuka
- Minggu ke 24 ( bulan 6 )
Testis turun pada cincin inguinal dalam posisi desenden ke skrotum.

PERUBAHAN PSIKOLOGIS
Trimester kedua biasanya lebih menyenangkan. Tubuh wanita telah terbiasa dengan
tingkat hormon yang tinggi, morning sickness telah hilang, ia telah menerima kehamilannya dan
ia menggunakan pikiran dan energinya lebih konstruktif. Janin masih tetap kecil dan belum
menyebabkan ketidaknyamanan dengan ukurannya.Selama trimester ini terjadi quickening.
Quickening adalah istilah yang berarti perasaan pertama adanya kehidupan . Pengalaman
tersebut menandakan pertumbuhan serta kehadiran makhluk baru, dan hal ini sering menyebabkan
calon ibu memiliki dorongan psikologis yang besar.
TRIMESTER III
1.Ibu Hamil pada Trimester III (27-40 minggu)
Merupakan suatu trimester yang lebih berorientasi pada realitas untuk menjadi orang tua
yang menanti kelahiran anak dimana ikatan antara orang tua dan janin berkembang pada trimester
ini.Perhatian ibu hamil biasanya mengarah pada keselamatan diri dan anaknya. Bersamaan
dengan harapan akan hadirnya seorang bayi, timbul pula kecemasan akan adanya kelainan fisik
maupun mental pada bayi. Kecemasan akan nyeri dan kerusakan fisik akibat melahirkan serta
kemungkinan hilangnya kontrol saat persalinan perlu mendapat perhatian pula.
Ketidaknyamanan fisik dan gerakan janin sering mengganggu istirahat ibu.Dispnea,
peningkatan urinasi, nyeri punggung, konstipasi, dan varises dialami oleh kebanyakan wanita
pada kehamilan tahap akhir.Peningkatan ukuran abdomen mempengaruhi kemampuan untuk
melakukan aktivitas sehari-hari. Posisi yang nyaman sulit didapat, biasanya ibu hamil menjadi
semakin tidak sabar menanti saat-saat semuanya berlalu (Bobak et.al, 2004:184 ).
2. Perubahan Fisiologis pada Ibu Hamil Trimester III
Beberapa perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan trimester III yaitu:
1. Uterus
. Bentuknya kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur. Pada kehamilan 28 minggu,
fundus uteri terletak kira-kira 3 jari di atas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prossesus
xipoideus.Pada kehamilan 32 minggu, fundus uteri terletak antara jarak pusat dan prossesus
xipoideus.Pada kehamilan 36 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 1 jari di bawah prossesus
xipoideus. Bila pertumbuhan janin normal, maka tinggi fundus uteri pada kehamilan 28 minggu
adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm dan pada 36 minggu adalah 30 cm. Pada kehamilan
40 minggu, fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari di bawah prossesus xipoideus.
Hal ini disebabkan oleh kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk ke dalam rongga
panggul.
2. Vagina dan vulva
Vagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami perubahan.Adanya
hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah dan ke. Uterus
Pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram (berat uterus normal
30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm biru-biruan (tanda Chadwicks).Pada bulan
terakhir kehamilan, cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental.
3. Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI
pada laktasi.Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat
kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin. Pada kehamilan 12 minggu ke
atas, dari puting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolostrum.
4. Sirkulasi darah
Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu, terdapat kecenderungan peningkatan tekanan
darah. Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga mengalami distensi.
Vena tungkai terpengaruhi pada kehamilan lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena
(venous return) akibat tingginya tekanan darah vena yang kembali dari uterus dan akibat tekanan
mekanik dari uterus pada vena cava.Keadaan ini menyebabkan varises pada vena tungkai (dan
kadang-kadang pada vena vulva) pada wanita yang rentan.
5. Sistem respirasi
Ekspansi diafragma dibatasi oleh pembesaran uterus, diafragma naik 4 cm (1,5 inci),
kondisi ini menyebabkan ibu bernafas pendek dan sesak terjadi pada 60% wanita hamil.
6. Sistem pencernanan
Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat
menyebabkan pengeluaran air liur berlebihan (hipersalivasi), daerah lambung terasa panas,
morning sickness, dan mual muntah.Pengaruh progesteron menimbulkan gerak usus makin
berkurang dan dapat menyeb abkan obstipasi (sembelit).
7. Sistem perkemihan
Pada akhir kehamilan, muncul keluhan sering berkemih karena kepala janin mulai turun
ke pintu atas panggul (PAP).Desakan ini menyebabkan kandung kemih cepat terasa
penuh.Terjadinya hemodilusi menyebabkan metabolisme air makin lancar sehingga pembentukan
urin pun makin bertambah.
4. Tanda-tanda Bahaya pada Ibu Hamil Trimester III
Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang
dapat terjadi selama kehamilan atau periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak
terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu (Pusdiknakes, 2003).
Macam-macam tanda bahaya kehamilan adalah:
1. Perdarahan pervaginam
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah, perdarahan yang
banyak, atau perdarahan dengan nyeri.Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau
kehamilan ektopik.Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak,
dan kadang-kadang tidak selalu disertai dengan rasa nyeri.Perdarahan semacam ini berarti
plasenta previa atau abrupsio plasenta (Pusdiknakes, 2003).
2. Keluar air ketuban sebelum waktunya
Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan
berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya
tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya infeksi yang dapat berasal
dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban di vagina
(Saifuddin, 2002).
3. Demam tinggi
Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38C dalam kehamilan merupakan suatu
masalah.Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. Penanganan
demam antara lain dengan istirahat baring, minum banyak dan mengompres untuk menurunkan
suhu (Saifuddin, 2002).
4. Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa
adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat. Hal ini bisa berarti appendiksitis,
kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan pre term, gastritis, penyakit
kantong empedu, iritasi uterus, abrupsio plasenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya
(Pusdiknakes, 2003).
5. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala biasa terjadi selama kehamilan dan seringkali merupakan ketidaknyamanan
yang normal dalam kehamilan.Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah
sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.Kadang-kadang dengan
sakit kepala yang hebat tersebut, penglihatan ibu menjadi kabur atau berbayang.Sakit kepala yang
hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia (Pusdiknakes, 2003).
6. Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 3 kali dalam 1 jam)
Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6.Beberapa ibu dapat
merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi harus
bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan
dan minum dengan baik (Pusdiknakes, 2003).
7. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda
Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada kehamilan trimester I. Mual
biasa terjadi pada pagi hari, gejala ini biasa terjadi 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung
selama 10 minggu. Perasaan mual ini karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG
dalam serum. Mual dan muntah yang sampai mengganggu aktifitas sehari-hari dan keadaan
umum menjadi lebih buruk, dinamakan Hiperemesis Gravidarum (Wiknjosastro, 2002).
8. Selaput kelopak mata pucat
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan hemoglobin di bawah 11gr%
pada trimester I dan III, <10,5 gr % pada trimester II. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh
defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berinteraksi (Saifuddin,
2002).
Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Ketiga
Pada trimester III, calon ibu akan semakin peka perasaannya. Tingkat kecemasan ibu akan
semakin meningkat. Calon ibu akan lebih sering mengelus-elus perutnya untuk menunjukkan
perlindungannya kepada janin, senang berbicara kepada janin, terutama ketika janin berubah
posisi. Banyak calon ibu yang sering berkhayal atau bermimpi tentang apabila hal-hal negatif
akan terjadi kepada bayinya saat melahirkan nanti. Khayalan-khayalan tersebut seperti kelaian
letak bayi, tidak dapat melahirkan, atau bahkan janinakan lahir dengan kecacatan. Calon ibu
menjadi sangat merasa bergantung kepada pasangannya.
Pada trimester II ini, terutama pada minggu-minggu terakhir kehamilan atau menjelang
kelahiran membutuhkan lebih banyak perhatian dan cinta dari pasangannya, mulai takut jika akan
terjadi sesuatu terhadap suaminya. Maka dari itu, calon ibu ingin memastikan bahwa pasangannya
mendukung dan selalu ada di sampingnya.Tidak semua wanita dapat mengekspresikan perasaan
ketergantungan terhadap pasangannya.Akan tetapi, tetap mengharapkan bahwa perhatian,
dukungan, dan kasih sayang dapat tercurah dari pasangannya tersebut. Selain itu, calon ibu akan
menjadi lebih mudah lelah dan iritabilita. Beberapa wanitaakan sulit untuk berkonsentrasi dan
fokus akan penjelasan-penjelasan baru yang diberikan oleh perawat. Maka dari itu, penjelasan
yang diberikan harus jelas dan ringkas agar calon ibu dapat menyerapnya dengan lebih mudah.
Pada fase ini, calon ibu mulai sibuk mempersiapkan diri untuk persiapan melahirkan dan
mengasuh anaknya setelah dilahirkan. Mempersiapkan segala kebutuhan bayi, seperti baju, nama,
dan tempat tidur. Bernegosiasi dengan pasangannya tentang pembagian tugas selama masa-masa
menjelang melahirkan sampai nanti setelah bayi lahir. Pergerakan dan aktivitasbayiakan semakin
sering terasa, seperti memukul, menendang, dan menggelitik.
Perasaan bahwa janin merupakan bagian yang terpisah semakin kuat dan meningkat.Peningkatan
keluhan somatik dan ukuran tubuh pada trimester III dapat menyebabkan kenikmatan dan rasa
tertarik terhadap aktivitasseksual menurun (Rynerson, Lowdermilk, 1993 dalam Bobak,
Lowdermilk, & Jensen, 2005).
Perubahan psikologis kehamilan trimester ketiga adalah:

Rasa tidak nyaman kembali timbul


Merasa tidak menyenangkan ketika bayi lahir tepat waktu
Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya
Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi yang tidak normal
Semakin ingin menyudahi kehamilannya
Merasa sedih karena terpisah dari bayinya
Merasa kehilangan perhatian
Tidak sabaran dan resah
Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya
Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya
Libido menurun

ASKEP IBU HAMIL TRIMESTER III


A.Pengkajian
1)Sitem Reproduksi
a)Uterus:Bertambah besar, distensimiometrium, dinding menipis dan adanya kontraksibroxonhis.
b)Cervik:Mengeluarkan mucus
c)Vagina:Hiperemia dan leokoreamaningkat
d)Mamae:Membesar dan kolostrum bertambah
2)Sistem cardiovaskuler
HR meningkat 15x, kerja CV meningkat, cardiak output meningkat 40%volume darah meningkat
30-50%.
3)Sistem Pernapasan
Diafragma tertekan keatas, iga ekspansi, konsumsi oksigen meningkat.
4)Sistem Urinaria
Frekuensi miksi meningkat, filtrasi glomerolus meningkat dankonsentrasi albumin meningkat.
5)Sistem Muskulus kletal: lordosis
6)Sistem integument
Pigmentasi meningkat, aktifitas kelenjar keringat meningkat, rambutmenipis dan kuku cepat patah
dan mudah tumbuh.
7)Sistem Gastro intestinal
Mulut dan gusi hiperemi, gusi sensitif, esopagus dan gaster reflukkapasitas gaster menurun,
intestinal, mortilitas menurun, absorpsinutrisi dan air meningkat.
8)Sistem Endokrin
Kelenjar pituitari, prolaktin, dan oksitosin meningkat, kelenjar thiroidmeningkat.BMR meningkat
dan plasenta fungsi maksimal.
9)Pengkajian Janin
a)Pembukaan leopod
b)Pergerakan janin
c)Elektronik fetal mariltoni contoh USGd)Non stress test (NST)

B.Diagnosa keperawatan
1. Gangguan rasa Nyman
2. Resiko tinggi terjadinya perdarahan
3. kurangnya pengetahuan tentang persiapan persalinan berhubungandengan kurangnya
informasi
4. Resti terjadinya cidera berhubungan dengan adanya hipertensi
5. perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan pembesaranuterus
6. perubahan pola seksualitas berhubungan dengan ketidaknyamanan(pembesaran abdomen)
C.Intervensi
1. anjurkan klien memakai sepatu tumit pendek
2. 2)kurangi minum susu imblance Ca
3. rubah/ganti posisi
4. hindari duduk terlalu lama sering mandi
5. gunakan baju yang longgar dan menyerap keringat.
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, sangat komples dipengaruhi oleh
kesehatan ibu, janin dan plasenta sebagai akar yang memberikan nutrisi. Hasil konsepsi
membentuk embrio atau mudigah, sudah terdapat rancangan bentuk alat alat tubuh dari umur 3-
5 minggu. Kemudian terus berkembang hingga menjadi janin yang dapat dibedakan bagian
bagian tubuhnya.
Tiap masa kehamilan pada ibu hamil memiliki tanda bahaya kehamilan yang berbeda
antara trimester I, II, dan III.Tiap tiap tanda bahaya kehamilan dapat menyebabkan komplikasi
yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan.
Awal kehamilan ditandai berdasarkan menstruasi terakhir pada wanita. Banyak perubahan
fisik yang akan wanita alami selama trimester pertama (3 bulan pertamakehamilan). Periode ini
juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi.Kehamilan biasanya berlangsung selama
40 minggu, mulai dari hari pertama periode terakhir menstruasi wanita yang berarti bahwa itu mencakup dua
minggusebelum ovulasi dan konsepsi terjadi.Hal ini sering disebut dalam tiga bagian yangdisebut
trimester. Trimester pertama berlangsung selama 12 minggu, yang keduadari 13 sampai akhir 27
minggu, dan ketiga 28-40 minggu. Wanita mungkinmenemukan versi yang sedikit berbeda dari
periode waktu selama kehamilannya.Sebagai contoh, tes khusus dilakukan selama trimester
pertama. Pembagian trimester membantu anda dan dokter dalam perencanaan dan
pengelolaankehamilan.Trimester pertama merupakan saat perubahan besar dalam tubuh
seorangwanita, dan akan mengalami perubahan dengan cara yang unik. Beberapa wanitalangsung tahu bahwa
mereka telah hamil, sedangkan orang lain mungkin tidak yakin mereka sedang hamil bahkan
setelah tes kehamilan positif dan dokter telahmengkonfirmasi. Trimester pertama dapat membawa
peningkatan energi dan rasakesejahteraan.Beberapa wanita mungkin merasa lelah dan emosional.

3.2. Saran

Diharapkan kepada para Mahasiswa agar dapat mengetahui tentang penghargaan bagi
bidan, sanksi bagi bidan, dan jabatan fungsional bidan. Guna untuk menambah wawasan dan
pengetahuan bagi Mahasiswa.
Selalu makan makanan yang mengandung gizi seimbang agar kebutuhan nutrisi ibu hamil
dan janin dapat terpenuhi.Lakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala agar kesehatan ibu hamil
dan janin dapat terpantau
Segera periksakan kesehatan kandungan jika terjadi salah satu atau lebih dari gejala tanda bahaya
kehamilan yang mungkin terjadi.
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.Jakarta: Arcan.
Prawirohardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: bina pustaka sarwono.
Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
Bobak, Lowdermik, Jensen.2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4, Jakarta:EGC-

Arif, (et.all). 2000, Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1 Edisi 3, Jakarta : Media Aesculapius