You are on page 1of 3

1. Abu Hnifah lahir di Iraq 80 H.

Adapun pemikiran abu hanifa dalam ekonomi islam adalah akad salam,
murabahah, dan muzaraah.

- Salam adalah kontrak jual beli atas suatu barang dengan jumlah dan kualitas tertentu
dimana pembayaran dilakukan di kemudian hari pada waktu yang telah di sepakati.

- Murabahah ( Cost Plus Financing ) adalah transaksi jual beli dengan prosedur penjual
menyatakan modal pembelian barang, kemudian menentukan margin profit yang di
sepakati dari modal.

- Muzaraah adalah, kontrak kerja sama antara pemilik tanah (malik ) dengan pekerja
( amil ) untuk bercocok tanam, dengan benih berasal dari pihak pemilik tanah, dan
dengan system bagi hasil sesuai dengan kesepakatan.

2. Ab Ysuf (113 H) (pernah belajar dengan abu hanifah selama 17 tahun)

- Pemikiran Abu Yusuf dalam konsep-konsep ekonomi terfokus pada bidang


perpajakan dan pengolahan lahan pertanian, yang banyak dituangkannya dalam Kitab
al-Kharaj. Selain itu, beliau juga memberikan pendapatnya dalam hal mekanisme
pasar terhadap permintaan dan penawaran harga. Masalah perpajakan, Abu Yusuf
menganjurkan sistem pajak yang proporsional, seimbang dan berdasarkan prinsip
keadilan.

- Dalam masalah pertanian, untuk mendapatkan hasil produksi yang lebih besar dengan
cara penyediaan fasilitas dalam perluasan lahan pertanian,dan pembebanan biaya
ditanggung negara. Abu Yusuf lebih cenderung menyetujui negara mengambil bagian
dari hasil produksi pertanian para penggarap daripada penarikan sewa dari lahan
pertanian.

- Dalam hal mekanisme pasar, Abu Yusuf memberikan pandangan yang berbeda
dengan pendapat umum, dimana harga yang mahal bukan berarti terdapat kelangkaan
barang dan harga yang murah bukan berarti jumlah barang melimpah, tetapi ada
variabel-variabel lain yang menentukan pembentukan harga. Abu Yusuf juga
menentang penguasa menentukan harga.
3. Ibnu Khaldun adalah ilmuwan muslim yang memiliki banyak pemikiran dalam berbagai bidang,
seperti ekonomi, politik dan kebudayaan. Salah satu pemikiran Ibnu Khaldun yang sangat
menonjol dan amat penting untuk dibahas adalah pemikirannya tentang ekonomi. pemikiran
Ibnu Khaldun tentang ekonomi mencakup berbagai permasalahn ekonomi, baik mikro maupun
makro.

-. pemikiran Ibnu Khaldun tentang ekonomi sangat penting bagi pengembangan ekonomi
Islam ke depan.

- Ibnu Khaldun adalah raksasa intelektual paling terkemuka di dunia. Ia bukan saja
Bapak sosiologi tetapi juga Bapak ilmu Ekonomi, karena banyak teori ekonominya
yang jauh mendahului Adam Smith dan Ricardo. Artinya, ia lebih dari tiga abad
mendahului para pemikir Barat modern tersebut.

- (Ibn Khaldun membahas aneka ragam masalah ekonomi yang luas, termasuk ajaran
tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan permintaan,
konsumsi dan produksi, uang, pembentukan modal, pertumbuhan penduduk, makro
ekonomi, pengeluaran publik, daur perdagangan, pertanian, indusrtri dan
perdagangan, hak milik dan kemakmuran, dan sebagainya.

- Ia menemukan keutamaan dan kebutuhan suatu pembagian kerja sebelum ditemukan


Smith dan prinsip tentang nilai kerja sebelum Ricardo. Ia telah mengolah suatu teori
tentang kependudukan sebelum Malthus dan mendesak akan peranan negara di dalam
perekonomian sebelum Keynes.

- Di dalam buku yg ditulisnya yaitu mukadimah, Ibn Khaldun mengemukakan sebuah teori yg
di sebut model dinamika. Teori tersebut memberikan pandangan bahwa semua faktor2
dinamika social, moral, politik dan ekonomi meski berbeda tapi saling berhubungan satu
dengan yg lainnya terhadap kemajuan maupun kemunduran pemerintahan dan masyarakat
di dalam sbuah wilayah atau Negara. Ibn Khaldun telah menyumbangkan pemikiran
mengenai teori produksi, teori nilai, teori pemasaran dan teori siklus. Menurut Ibn Khaldun
seorang individu tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonominya seorang diri, melainkan
harus bekerja sama dengan pembagian kerja dan spesialisasi. Dengan kerja sama yg saling
menguntungkan akan di dapat produktifitas yg jauh lebih besar dari pada yg bisa di capai
oleh individu2 seorang diri.

4. Muhammad Baqir al-Sadr (Baghdad ,1935)


Baqir as-Sadr menolak pernyataan teori ekonomi, masalah ekonomi muncul karena
adanya keinginan manusia yang tidak terbatas. Sementara sumber daya yang tersedia
untuk memuaskan keinginan manusia tersebut jumlahnya terbatas. sebab Islam tidak
mengenal adanya sumber daya yang terbatas. Dalil yang dipakai adalah Al-Quran:
Sesungguhnya telah Kami ciptakan segala sesuatu dalam ukuran yang setepat-tepatnya.
(Q.S. Al-Qomar ayat 49).
Baqir as-Sadr berpendapat bahwa masalah ekonomi muncul karena adanya distribusi
yang tidak merata dan adil sebagai akibat sistem ekonomi yang membolehkan eksploitasi
pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah. Yang kuat memiliki akses terhadap sumber
daya sehingga menjadi sangat kaya. Sementara, yang lemah tidak memiliki akses
terhadap sumber daya sehingga menjadi sangat miskin. Karena itu, masalah ekonomi
muncul bukan karena sumber daya yang terbatas, tetapi karena keserakahan manusia
yang tidak terbatas.

5. Ibn Taimiyah (661 turki)


Menurut Ibnu Taymiyah, uang berkualitas buruk akan menendang keluar uang yang
berkualitas baik, contohnya fulus (mata uang tembaga) akan menendang keluar mata
uang emas dan perak. Fungsi utama uang hanya sebagai alat tukar dalam transaksi
(medium of exchange for transaction) dan sebagai satuan nilai (unit of account). Semua
kebijakan tentang uang yang dibuat pemerintah harus dalam rangka untuk kesejahteraan
masyarakat (maslahat). Pencetakan uang yang tidak didasarkan pada daya serap sektor
riil dilarang, karena hanya akan meningkatkan inflasi dan menurunkan kesejahteraan
masyarakat. Penimbunan uang dilarang, karena menyebabkan melambatnya perputaran
uang yang berdampak pada turunnya jumlah produksi dan kenaikan harga-harga produk.
Peleburan uang logam dilarang, karena akan mengurangi pasokan uang secara permanent
yang berdampak pada kenaikan harga-harga produk.

6.