You are on page 1of 42

Tugas Mata Kuliah : Telaah Kurikulum

PEMBIASAN PADA LENSA

OLEH :

YENNI DWI APRILITA SAGALA

4113121074

Dosen Pengampu : Dr. Sondang R. Manurung, M.Pd

FISIKA DIK-A (2011)

JURUSAN FISIKA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

MEDAN

2014

Daftar Isi
hal

Silabus 3
Deskripsi Materi 6
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 12
Matriks Kegiatan Belajar Mengajar 19
Lembar Kerja Siswa
 Dengan animasi 20
 Percobaan 24
Penilaian
 Kognitif 30
 Afektif 34
 Psikomotorik 37
 Produk 39

2

SILABUS MATA PELAJARAN FISIKA
Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas
Kelas/ Semestar : X/ II
Kompetensi Inti
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi dasar Materi Pembelajaran Penilain Alokasi Sumber belajar
pokok waktu
1.1 Menyadari kebesaran Tuhan Alat- Mengamati Kognitif 3 x 4 JP (1  Fisika untuk
yang menciptakan dan alat  Tugas (resume JP = 45 SMA Kelas X
 Melakukan studi pustaka
mengatur karakteristik Optik hasil eksplorasi menit) (Kanginan,
untuk mencari informasi
fenomena optika. untuk bahan Erlangga)
mengenai alat-alat optik
dalam kehidupan sehari-hari. diskusi di kelas)  Fisika
 Melakukan studi pustaka  Tes (Uraian atau (Erlangga,
Pilihan ganda Giancoli)
untuk mencari informasi
konsep pemantulan, tentang prinsip  Buku yg relavan
3

Kompetensi dasar Materi Pembelajaran Penilain Alokasi Sumber belajar
pokok waktu
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah pembiasan, jarak fokus, pembentukan dan
(memiliki rasa inin tahu; jarak benda, jarak bayangan, perbesaran
objektif; jujur; teliti; cermat; lensa objektif, lensa okuler. bayangan pada
tekun; hati-hati; bertangggung kaca mata, lup,
Menanya
jawab; terbuka; kritis; kreatif; mikroskop,
inovatif; dan peduli lingkungan)  Menanyakan tentang prinsip teropong dan
dalam aktivitas sehari-hari pembentukan bayangan dan kamera)
sebagai wujud implementasi perbesaran pada kaca mata, Portofolio
sikap dalam melakukan lup, mikroskop, teleskop  Bahan presentasi
percobaan dan diskusi. dan kamera. rancangan untuk
3.9 Menganalisis cara kerja alat Mengeksplorasi membuat teropong
optik menggunakan sifat  Mengeksplorasi dari sumber sederhana.
pencerminan dan pembiasan belajar yang relavan tentang Observasi
cahaya oleh cermin dan lensa. prinsip pembentukan  Checklist lembar
4.9 Menyajikan ide/rancangan bayangan dan perbesaran pengamatan
sebuah alat optik dengan pada kaca mata, lup, kegiatan diskusi
menerapkan prinsip pemantulan mikroskop, teropong dan kelompok
dan pembiasan pada cermin dan kamera. Hasil Karya
lensa
Eksplorasi  Teropong
sederhana
 Melakukan eksplorasi
tentang pembentukan
bayangan dan perbesaran
pada kaca mata, lup,
mikroskop, teleskop dan
kamera.
 Melalui diskusi kelompok
dapat membedakan
pengamatan tanpa
akomodasi dengan
berakomodasi maksimum
4

mikroskop. 5 .  Merancang dan membuat teropong sederhana secara berkelompok. Mengomunikasikan Presentasi kelompok tentang hasil merancang dan membuat teropong sederhana. dan teleskop.Kompetensi dasar Materi Pembelajaran Penilain Alokasi Sumber belajar pokok waktu  pada alat optik lup.

memiliki fungsi yang mirip dengan mata. Lensa Lensa. dapat digunakan untuk memperbesar objek benda yang berukuran mini. Lup. Kamera. berfungsi untuk melihat benda-benda di luar angkasa. Gambar 5. merupakan salaha satu fakta benda yang dapat membiaskan. ini sesuai dengan perbesaran yang dibuat. Kaca mata 6 . Teleskop tepat berada di depannya. Gambar 3. Kamera Gambar 6. Di dalam kamera terdapat lensa positif yang mengatur pembentukan bayangan nyata dan terbalik dari bayangan yang dipotret. yaiu melihat benda yang Gambar 4. Kaca mata terdiri dari lensa cekung atau cembung dan frame sebagai penyangga untuk kuping dan bidung agar tetap pada tempatnya. Penggunaannya biasanya harus dengan objek yang ingin dilihat. meruapakn alat bantu untuk mengatasi cacat mata. Lup Teropong. merupakan alat optic yang dapat digunakan untuk melihat benda-benda dari jarak yang jauh. DESKRIPSI MATERI PEMBIASAN CAHAYA Fakta benda : Gambar 1. maka dari itu teleskop termasuk fakta benda dari bab ini. Kacamata. Gambar 2. Salah satu komponen dalam teleskop adalah lensa . Teropong Teleskop. Lensa dapat digunakan untuk membantu kesalahan mata sesuai peneyebabnya.

Jika kamu memilih jalur itu akan menghabiskan banyak waktu dan akan lebih lama berlari di daratan. Jalur yang harus kamu pilih adalah garis putus-putus. tampak pensil tersebut seolah-olah membengkok pada perbatasan antara Gambar 7. yaitu lensa fokus. Ketika sinar dibelokkan melewati batas dari medium satu ke medium yang lain. 1. Kamu berada di titik A. permukaan lensa disebut sumbu utama lensa. Kejadian seperti diatas merupakan contoh pembiasan. padahal itu adalah bukan pilihan yang terbaik. yang nantinya akan berkaitan dengan materi alat-alat optik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Titik pada sumbu utama Lensa Cembung tempat dipusatkannya berkas-berkas sinar sejajar sumbu utama disebut titik fokus lensa F1. Kita menunjukkan kemungkinan posisimu pada garis awal dan orang yang hampir tenggelam itu pada gambar 2. kamu dan lebih dekat. Akankah kamu berlari pada garis lurus untuk menyelematkan B ? pikiran awal kita akan menunjukkan garis lurus sebagai jalurnya. Sedangkan jarak dari fokus ke pusat lensa disebut jarak fokus f. dan orang tersebut di titik B. seperti pada gambar 1. Banyaknya pembengkokan tergantung garis pantai. setelah mempelajari sifat cahaya pemantulan. kita sebut dengan pembiasan. Kedua permukaan lensa belum tentu mempunyai jari-jari 7 . PEMBIASAN CAHAYA PADA LENSA Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang lengkung. jarak fokus. udara dengan air. Pembahasan kali ini dibatasi pada lensa saja. Sedangkan kamu adalah seorang penyelemat yang harus menggunakan waktu secepat mungkin. seberapa cepat kamu berlari lalu berenang. Pembiasan tentu. Pernahkah kalian memasukkan pensil ke dalam sebuah gelas yang berisi air ? ketika pensil dimasukkan ke dalam gelas. jika kamu adalah penjaga pantai dan pada daerahmu ada Pada gelas seseorang yang hampir tenggelam. Materi ini akan membahas mengenai pembiasan cahaya. Kamu dapat berlari dengan cepat dibanding lalu berenang. Materi Konseptual : Pembiasan. jarak benda dan jarak bayangan. 1. Cahaya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembiasan Bayangkan. Sinar datang Dua bidang lengkung yang membentuk lensa dapat berbentuk silindris atau bola. ini akan memudahkan Gambar 8. Lensa tipis adalah lensa dengan ketebalan yang dapat diabaikan terhadap diameter lengkung lensa sehingga sinar-sinar sejajar sumbu utama hampir tepat difokuskan ke suatu titik. Dalam bagian ini dibatasi pembahasannya adalah pada lensa bola (lensa sferik) yang tipis.1 Jenis-jenis Lensa Garis yang menghubungkan pusat kedua bola yang membentuk Gambar 9.

Titik fokus F1 di mana sinar- sinar sejajar dibiaskan disebut fokus aktif. dibiaskan menuju satu titik atau seakan-akan berasal dari suatu titik. seperti ditunjukkan pada gambar 9. yaitu lensa cembung dan lensa cekung. sedangkan jarak focus lensa cekung bertanda negatif maka lensa cekung disebut juga lensa negatif. Kata depan dan belakang lensa mengacu pada bagian di mana sinar datang (depan lensa) dan kegiatan di mana sinar dibiaskan (belakang lensa). Sinar-sinar bias pada lensa ini bersifat memencar Cekung (divergen). Pada lensa. Tiga bentuk lensa cembung Gambar 11b. titik ini terdapat di depan lensa (F1).Sinar datang kelengkungan yang sama. Lensa bagian tepinya. seperti ditunjukkan pad Gambar 10. Sinar-sinar bias pada lensa ini bersifat mengumpulkan (konvergen). sedangkan titik fokus F2 disebut fokus pasif. Titik ini disebut titik fokus utama lensa. 8 . Untuk lensa cembung. Lensa cekung (konkaf) memiliki bagian tengah lebih tipis dibanding Gambar 10. titik ini terdapat di belakang lensa (diberi lambang F1) dan untuk lensa cekung.sinar dapat datang dari dua arah. Jarak fokus memiliki hubungan dengan jari-jari kelengkungan kedua permukaan lensa. Lensa cembung atau lensa cekung dapat digolongkan lagi menjadi tiga golongan. Jarak fokus aktif F1 ke titik pisat optik O sama dengan jarak fokus pasif F2 ke titik pusat optik O dan disebut jarak fokus (diberi lamabang f). Oleh karena itu lensa cembung disebut juga lensa konvergen. Oleh karena itu. lensa cekung disubut juga lensa divergen. Ada dua jenis lensa. Gambar 11a akan menunjukkan tiga bentuk lensa cembung dan Gambar 11b menunjukkan tiga lensa cekung. jarak focus lensa cembung bertanda positif dan lensa cembung disebut juga lensa positif. Tiga bentuk lensa cekung 1. sehingga pada lensa ada dua titik fokus (diberi lambang F1 dan F2). Lensa cembung (konveks) memiliki bagian tengah lebih tebal daripada bagian tepinya.2 Sinar-sinar Istimewa Sinar-sinar sejajar sumbu utama. Gambar 11a.

3. 2. Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa dibiaskan. 2. maka bayangan yang terjadi adalah maya dan dilukis dengan aris putus-putus. Perpotongan kedua buah sinar bias yang dilukis pada 1 adalah letak bayangan. Sinar datang seakan-akan menuju titik focus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama. Tiga sinar istimewa pada lensa cembung 1. Pada gambar 12 ditunjukkan ketiga sinar istimewa lensa cembung yang dilukisi untuk menentukan letak bayangan dari benda yang diletakkan tepat di 2F2. Sinar datang sejajr sumbu utama dibiaskan seakan-akan melalui titik focus F1. Sinar datang melalui titik focus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama. Tiga sinar istimewa pada lensa cekung 1. 1. Sinar datang sejajr sumbu utama dibiaskan melalui titik focus F1. Sinar istimewa pada lensa cembung (kiri) dan lensa cekung (kanan) Materi Prinsip : Sifat Pembiasan dan pembentukan bayangan 1. 2. Lukis dua buah sinar utama (umumnya digunakan sinar 1 dan sinar 2. mirip seperti pada cermin lengkung. terbalik. Jika perpotongan didapati dari perpanjangan sinar bias. 3.3 Melukiskan Pembentukan Bayangan pada Lensa Langkah-langkah dalam melukis pembentukan bayangan pada lensa. 3. Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa dibiaskan. Sinar selalu datang dari depan lensa dan dibiaskan ke belakang lensa. Gambar 12. Ketiga sinar istimewa ini perpotongan tepat di 2F1 sehingga menhasilkan bayangan yang bersifat nyata. dan sama besar. jarak 9 . Hal yang perlu diperhatikan untuk benda yang diletakkan tepat di 2F2. Langkah-langkah itu adalah sebagai berikut.

Perjanjian tanda untuk mengunakan rumus lensa tipis.. untuk menggunakan kedua persamaan tersebut pada lensa tipis. Seperti halnya dengan cermin lengkung. Dan pada lensa cekung akan didapati bayangan maya yang lebih kecil daripada bendanya.. yaitu sebagai berikut : 1 1  '  1 Rumus umum ….. Tabel 1. Bayangan terbalik (nyata) 10 . Ketentuan No Simbol Bertanda Jika 1 + Benda di depan lensa (nyata) s 2 .. Lensa cekung/konkaf/divergen 7 + Bayangan tegak (maya) h’ 8 .. Diaram sinar dengan benda di 2F2 Karena sifat inilah lensa cembung yang dimanfaatkan sebagai kaca pembesar karena bayangan maya pada lensa cembung selalu lebih besar daripada bendanya. Sedangkan di lensa cekung sama halnya melukiskan bayangannya dengan lensa cembung..antara benda dan bayangan sama dengan 4f. 1. Bayangan di depan lensa (maya) 5 + Lensa cembung/konveks/konvergen f 6 .4 Rumus Lensa Tipis Rumus-rumus yang berlaku untuk cermin lengkung. Gambar 13. perlu Anda perhatikan perjanjian tanda dalam tabel 1.(2) h s Rumus diatas juga berlaku utnuk lensa tipis.(1) s s f h'  s ' Perbesaran linear M  . Benda di belakang lensa (maya) 3 + Bayangan di belakang lensa (nyata) s’ 4 . Jarak 4f adalah jarak paling dekat yang mungkin antara benda dan bayangan nyata.

Daftar pustaka Kanginan.Renungan dan Refleksi Kita dapat melihat karena adanya indera penglihatan dan sumber cahaya. Walaupun melalui lensa dapat membantu permasalahan penglihatan. Cahaya merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Jakarta: Erlangga.2001. Prinsip pembiasan cahaya pada lensa dapat menolong orang yang memiliki permasalahan penglihatan. Bayangan yang dibentuk oleh lensa berbeda dengan bayangan yang dibentuk oleh cermin. Sumber cahaya terbesar adalah matahari. Sehingga terbentuklah bayangan. Ketika cahaya melewati dua medium yang berbeda. hendaklah kita tetap menjaga indera penglihatan kita sebagaimana Tuhan memberikannya kepada kita dengan sempurna. yang mana keduanya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu keunikannya adalah cahaya dapat dibiaskan. Amerika: PEARSON 11 . 2007. Fisika Untuk SMA Kelas XI. cahaya akan dibiaskan. Douglas C. Kalian tahu. Jakarta: Erlangga Hewitt. betapa uniknya sifat cahaya itu. Paul G. Giancoli. Conceptual Physics-Edisi 11. 2010.Fisika Edisi kelima Jilid 1. Marthen. Kalian harus mampu memahami pembentukan bayangan pada lensa cembung dan cekung. Karena hasil penglihatan menggunakan lensa dan tanpa lensa tentu akan sangat berbeda.

peduli. Indikator :  Menhubungkan kebesaran Tuhan yang menciptakan cahaya yang memiliki sifat dapat dbiaskan. cinta damai. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. teknologi. konseptual. dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri. kerjasama. tanggungjawab. responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. ramah lingkungan. gotong royong.  Menghubungkan kebesaran Tuhan yang memberikan mata kepada mahkluk hidup. KI 3 :Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual. prosedural dalam ilmu pengetahuan. KI 4 : Mengolah. budaya. kebangsaan. kenegaraan.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya melalui pengmatan fenomena alam fisis dan pengukurannya. santun. disiplin. II. KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur. menalar. serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan m inatnya untuk memecahkan masalah. 12 . dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA Kelas/Semester : XI/II Mata Pelajaran : Fisika Materi Pokok : Alat-alat Optik Sub Materi : Pembiasan pada Lensa Alokasi Waktu : 1 x 2 JP (1 JP = 45 menit) I. seni.

 Memberikan contoh fenomena alam yang menggunakan prisnsip pembiasan. jarak benda. kreatif. jarak bayangan dan perbesaran pada lensa. terbuka. tekun.9 Menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pencerminan dan pembiasan cahaya oleh cermin dan lensa.  Menghitung jarak fokus. kritis. Indikator :  Memahami peristiwa pembiasan cahaya.  Menganalisis pembentukan bayangan pada pembiasan lensa.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu.6 Menyajikan ide/rancangan sebuah alat optik dengan menerapkan prinsip pembiasan pada lensa.  Siswa dapat menghitung jarak benda jika diketahui jarak bayangan dan kuat lensa. dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan diskusi.  Siswa dapat menyimpulkan sifat bayangan yang dibentuk lensa jika diketahui jarak benda dan jarak fokus lensa. 3.  Menunjukkan perilaku ilmiah dalam kegiatan belajar individu maupun kelompok. Indikator :  Memiliki rasa ingin tahu dengan aktif bertanya dan menjawab dalam kegiatan pembelajaran. III. cermat. hati-hati.  Siswa dapat menganalisis pembentukan bayangan pada pembiasan lensa. teliti. 4. jujur.  Menyimpulkan sifat bayangan yang dibentuk lensa jika diketahui jarak benda dan jarak fokus lensa. Indikator :  Menyajikan hasil pembentukan bayangan pada lensa cembung dan cekung dalam percobaan pembentukan bayangan. Tujuan Pembelajaran  Siswa dapat memahami peristiwa pembiasan cahaya dengan benar.  Siswa dapat menghitung jarak fokus lensa. bertangggung jawab. 2. 13 . objektif. inovatif.

menunjukkan perilaku kritis. 2007. LKS. 3. Materi Pembelajaran Pembiasan cahaya pada lensa V. dan ceramah. demostrasi. Model Pembelajaran : Project Based Learning (PBL) 2. jujur dan bertanggung jawab dalam kegiatan belajar individu maupun kelompok.  Siswa menyajikan hasil pembentukan bayangan pada lensa cembung dan cekung dalam percobaan pembentukan bayangan. Sumber pelajaran 1.  Siswa dapat menghitung perbesaran pada lensa jika diketahui jarak benda dan jarak bayangan. Media. Douglas C. 2. Pendekatan : Keterampilan Proses VI. Jakarta: Erlangga. Giancoli. Kanginan. dan 4. tekun.2001. Jakarta: Erlangga 3. Fisika Untuk SMA Kelas XI. Media  Papan tulis  Alat tulis  Infokus 2. Buku Fisika penunjang Peserta Didik. Metode : Diskusi. IV. eksperimen. Metode Pembelajaran 1. Alat dan Sumber Pembelajaran 1.  Siswa dapat menghitung jarak bayangan yang dibentuk oleh lensa. Marthen. 14 . tanya jawab.Fisika Edisi kelima Jilid 1.  Karakter siswa yang diharapakan : Memiliki rasa ingin tahu. Alat dan bahan  Kit gelombang dan optik  Gelas  Air  Sedotan berwarna 3.

5 menit (1) Dan disiplin dengan tepat waktu dan diskusi inovatif. masing agar tugas yang yang dilakukan. air. Alokasi Sumber Fase Metode Karakter Guru Siswa bahan Waktu Belajar Fase 1 Pendahuluan Orientasi siswa  Menyiapkan belajar  Siswa bersiap-siap untuk  Tanya jawab pada masalah siswa belajar  Melakukan apersepsi  Memperhatikan guru dan  Demonstrasi Gelas. 15 . dan 5 menit (3) siswa untuk sesuai kelompok nya. jawab  Siswa diarahkan untuk  Menyelesaikan tugas  Ceramah Laporan Jujur. VII. Rasa ingin “Pernahkah kalian berdiskusi dengan teman dan ceramah dan sedotan tahu 20 memasukkan sedotan sekelompoknya. Fase 2 Kegiatan Inti Mengorganisasi  Membagikan LKS  Menerima LKS dan  Ceramah Jujur. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Media/Alat. duduk berdasarkan bertanggung belajar kelompok. - Kritis menit ke dalam gelas ? apa yang terjadi dengan Cermat sedotan ?”  Menyampaikan tujuan  Menyimak dengan baik  Ceramah pembelajaran hari ini tujuan pembelajaran hari ini. bertanggung sudah diberikan dapat jawab diselesaikan secara efektif dan efisien. terhadap pengamatan disiplin. (4) tugasnya masing.

dalam LKS dapat kelompok dipahami dengan baik. Fase Kegiatan Metode Media/Alat.d.d.d.d. mediator diskusi.a menit pada lensa.a proses pembentukan menit pemecahan bayangan pada lensa.a s.a s. (3).d.a s.d.a Diskusi menit (4) dalam memcahkan dalam LKS dan diskusi masalah lewat eksperimen. 20 pembentukan bayangan Diskusi s.d.  Guru berperan sebagai  Berperan aktif dalam fasilitator. dan suvervisor. Fase 5  Membantu siswa  Memberikan respon  Diskusi Menganalisis untuk melakukan terhadap hasil refleksi dan refleksi terhadap dari diskusi mengevaluasi diskusi tentang 15 s. Fase 4  Secara acak. Karakter Alokasi Sumber Guru Siswa bahan Waktu Belajar Fase 3  Memberikan informasi. & kerja setiap kelompok  Memecahkan masalah  Eksperimen s. masalah 16 . guru  Kelompok terpilih Mengembangka menunjuk salah dua mempresentasikan hasil n dan kelompok untuk percobaan dan menyajikan hasil mempresentasikan kelompok lain karya hasil percobaan tentang menanggapinya.  Mendengarkan  Ceramah Membimbing agar masalah dalam informasi masalah agar peneyelidikan LKS yang ada dapat masalah yang ada individu dan dipahami dengan baik.a s.  Memperhatikan cara Laporan 25 (1).

Kegiatan Media/alat. pembiasan cahaya dengan tugas mandiri  Menutup kelas  Menutup kesimpulan  Tanya Jawab dengan kesimpulan dan salam. Alokasi Sumber Fase Metode Karakter Guru Siswa bahan Waktu Belajar  Memberikan evalusi  Menerima evalusi terhadap untuk dikerjakn di pembelajaran rumah. dan salam 17 .

2014 Mengetahui. Kepala Sekolah Pengembang RPP Yenni Dwi A. NIM. Penilaian Hasil Belajar A. Afektif  Teknik Penilaian : Observasi  Bentuk Penilaian : Check list dan Proyek  Contoh : Terlampir C. Sagala NIP. Kognitif  Teknik Penilaian : Tes Tertulis  Bentuk Penilaian : Essai  Contoh : Terlampir B. 4113121074 18 . Psikomotorik  Teknik Penilaian : Observasi dan Portofolio  Bentuk Penilaian : Check list dan Proyek  Contoh : Terlampir Medan.VIII.

air ! 2  Siswa dapat  Menjelaskan  Mengamati  Bedakan antara menganalisis inforamsi pendukung penjelasan guru di lensa konvergen pembentukan mengenai kelas dan lensa bayangan pada pembentukan divergen ! pembiasan lensa bayangan pada  Bedakan antara pembiasan lensa bayangan maya dengan bayangan nyata !  Jenis lensa apa yang menghasilkan bayangan nyata ? bagaimana dengan bayangan maya ? 3  Siswa dapat  Mempin siswa untuk  Membuat  Jika sebuah menyimpulkan sifat menyimpulkan dari kesimpulan dari benda diletakkan bayangan bayangan percobaan yang bayangan yang 30 cm di depan yang dibentuk dilakukan dihasilkan lensa konvergen lensa jika diketahui dengan jarak jarak benda dan fokus 15 cm. jarak fokus lensa. 1  Siswa dapat  Menjelaskan apa yang  Mendengarkan  Jelaskan memahami dimaksud dengan penejelasan guru peristiwa peristiwa pembiasan. perilaku ilmiah dalam perilaku ilmiah pemeblajaran. bagaiamana cara memecahkan masalah dalam LKS tersebut. Tentukan sifat bayangannya ? 4  Siswa menyajikan  Guru memberikan  Siswa dapat hasil pembentukan LKS dan mefasilitasi menyajikan hasil bayangan pada siswa untuk membuat laporan dan lensa cembung dan hasil pembentukan menyelesaikan cekung dalam bayangan dari masalah yang Observasi/terlampir percobaan percobaan yang terdapat di LKS pembentukan dilakukan dan bayangan. serta apa mengenai maksud pembiasan pada pembiasan cahaya yang membuat cahaya dari pembaisan sedotan yang denan benar dapat dibiaskan serta yang dimasukkan ke membuat cahaya dalam gelas berisi dapat dibiaskan. 19 . MATRIKS KBM (KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR) Tujuan Pembelajaran Kegiatan No Evaluasi Guru Siswa  Siswa  Membimbing  Melaksanakan menunjukkan kegiatan pembelajaran pembelajaran perilaku ilmiah sehingga siswa dengan Observasi/terlampir dalam kegiatan mampu menunjukkan menunjukka belajar.

Sinar yang lewat pada lensa cembung Ada tiga tiga sinar istimewa pada lensa cembung. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga disebut juga lensa konvergen.Sinar melalui pusat optik tidak dibiaskan. Gambar 1. Rangkuman Materi  Lensa Cembung Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap). Lensa cembung disebut juga lensa positif. LEMBAR KEGIATAN SISWA (Dengan Menggunakan Animasi) Nama Kelompok : Kelas : Angota Kelompok : Tanggal : Judul Percobaan : Pembiasan pada lensa Mata Pelajaran : Fisika Semester : 2 (Dua) Tempat : Laboratorium Fisika Alokasi waktu : 2 les pelajaran @ 45 menit 1. maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik. b.Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F. Tujuan Pembelajaran  Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisispembentukan bayangan pada lensa cembung. lensa plankonveks (cembung datar) dan lensa konkaf konveks (cembung cekung). a. 2. Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan lensa. c. 20 .Sinar melalui F dibiaskan sejajar sumbu utama.

Jika M > 1. R1 = radius kelengkungan permukaan 1 lensa. Langkah Kerja 1. 3.. 21 . Alat dan Bahan  Laptop yang sudah terinstal macromedia flash  Animasi Geometric optics  Lembar data pengamatan 4. 2. jarak benda. n = indeks bias lensa. dan jarak bayangan dengan lensa sama halnya yang berlaku pada cermin. (2) dengan : M = perbesaran h = tinggi benda h’ = tinggi bayangan s = jarak benda s’ = jarak bayangan f = jarak fokus Jika 0 < M < 1. Pada lensa berlaku juga hubungan jarak fokus. …. Siapkan alat dan bahan. maka bayangan diperkecil. maka bayangan diperbesar. R2 = radius kelengkungan permukaan 2 lensa. Buka file yang diberikan guru yang berjudul “geometric-optics”. Gambar 2 sinar istimewa pada lensa cembung Titik fokus lensa cembung dapat ditentukan dengan suatu rumus yang disebut rumus pembuat lensa (lens maker equation) : ……(1) Keterangan: f = jarak titik fokus lensa cembung.

3. principal rays/ sinar yang lewat di tengah. 4. Atur dan amatilah sinar yang masuk melewati lensa (no rays/tanpa sinar. Diskusikan hasil pengamatan dengan teman sekelompokmu apa yang terjadi. Isilah data pengamatan dan jawab pertanyaan. many rays/ banyak sinar dan second point/ dua sumber cahaya) 5. Lensa cembung No Posisi Benda Posisi bayangan* 1 Sebelum anda silan (x) -Diperbesar/diperkecil -tegak/terbalik -nyata/maya -ruang : 2 Tepat di tanda silang (x) -Diperbesar/diperkecil -tegak/terbalik -nyata/maya -ruang : 3 Setelah tanda silang (x) -Diperbesar/diperkecil -tegak/terbalik -nyata/maya -ruang : *coret yang tidak perlu 22 . Amatilah animasi bergerak pada file “geometric-optiks”. Data pengamatan-Animasi lensa 1. 7. Ceklist tanda ruler/ penggaris. 6. 5. marginal rays/ sinar yang lewat di pinggir.

Penilaian Pertanyaan : 1. Bagaimana bentuk bayangan jika diameter diperbesar dan diperkecil ? Jawab : Kesimpulan : 5. Bagaimana penerapan pembiasan cahaya pada lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari ! Dilakukan Catatan Guru Paraf tanggal 23 . Mengapa beda bayangan yang dihasilkan saat benda berada antara lensa dan tanda silang dengan setelah tanda silang ? 2. 2. Bagaimana sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung? bandingkan hasil yang didapat dengan teori! 4. Gambarkan pemebentukan bayangan jika benda berada di 2f lensa cembung ! 3. Bagaimana bentuk bayangan jika refractive index/ index bias diperbesar dan diperkecil ? Jawab : 3.

lensa plankonveks (cembung datar) dan lensa konkaf konveks (cembung cekung). b.Sinar melalui pusat optik tidak dibiaskan. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga disebut juga lensa konvergen. B. c. maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik. Tanggal :………………………… A. Sinar yang lewat pada lensa cembung Ada tiga tiga sinar istimewa pada lensa cembung. Gambar 1. Tujuan Percobaan  Melalui percobaan siswa dapat menganalisis pemebentukan bayangan pada pembiasan lensa. Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan lensa. Rangkuman Materi  Lensa Cembung Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap).  Siswa menyajikan hasil pembentukan bayangan pada lensa cembung dan cekung dalam percobaan pembentukan bayangan pada lensa. Lensa cembung disebut juga lensa positif. Lembar Kegiatan Siswa Pembentukan Bayangan Pada Lensa Nama(kelompok) :…………………………………… Kelas :…………. a.Sinar melalui F dibiaskan sejajar sumbu utama.Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F.. Gambar 2 sinar istimewa pada lensa cembung  Lensa Cekung 24 .

Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya berbentuk cekung lebih tipis daripada bagian tepinya. b) Sinar datang menuju titik fokus lensa pertama (F1) akan dibiaskan sejajar sumbu utama. Titik fokus lensa cekung berada pada sisi yang sama dengan sinar datang sehingga titik fokus lensa cekung bersifat maya atau semu dan bernilai negatif. c) Sinar yang datang melewati pusat optik lensa (O) tidak dibiaskan.: Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung  Titik Fokus Dan Perbesaran Lensa Titik fokus lensa cembung dapat ditentukan dengan suatu rumus yang disebut rumus pembuat lensa (lens maker equation) : ……(1) 25 . Adapun sinar-sinar istimewa pada lensa cekung adalah sebagai berikut ditunjukkan Gambar: a) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus. Sinar-sinar sejajar dikenakan pada lensa cekung. Gambar 3. Cahaya yang lewat melalui sebuah lensa cekung dibelokkan ke arah tepi lensa atau menjauhi sumbu lensa. sinar- sinar biasnya akan menyebar seolah-olah berasal dari satu titik yang disebut titik focus. Sinar yang melewati lensa cekung Sinar istimewa ini sangat penting sebagai dasar melukis pembentukan bayangan pada lensa cekung. Gambar 4.

R2 = radius kelengkungan permukaan 2 lensa. dan jarak bayangan dengan lensa sama halnya yang berlaku pada cermin. jarak benda. Alat dan Bahan No. …. Lensa cembung f=100 mm 1 buah bertangkai 7.. 18 W 1 buah 5. n = indeks bias lensa. maka bayangan diperkecil. Diafragma anak panah 1 buah 6. 1 1 1  '  s s f ……(2) Keterangan: f = jarak titik fokus lensa cembung. maka bayangan diperbesar. Kabel penghubung biru 1 buah 13. Catu daya 1 buah 11. Kabel penghubung merah 1 buah 12. s’ = jarak bayangan f = jarak fokus C. s = jarak benda Jika M > 1. (3) dengan : M = perbesaran h = tinggi benda h’ = tinggi bayangan Jika 0 < M < 1. Lensa cekung f = 200 mm 1 buah bertangkai 9. Bola lampu 12 V. Tumpakan berpenjepit 2 buah 10. Lensa cembung f=200 mm 1 buah bertangkai 8. Tempat lampu bertangkai 1 buah 14. Nama Alat dan Bahan Jumlah 1. Mistar 30 cm 1 buah 15. Kertas HVS putih 2 buah 26 . R1 = radius kelengkungan permukaan 1 lensa. Meja optik 1 buah 2. Pemegang slide diafragma 1 buah 4. Pada lensa berlaku juga hubungan jarak fokus. Rel presisi 1 buah 3.

diafragma 1 celah. 8. 3. Pilih tegangan keluaran catu daya 12 volt 4. agar jalan sinar bisa digambar.D. Buatlah jarak lensa (100mm) 10 cm dikanan sumber cahaya. usahakan agar berkas sinar yang tampak diatas kertas sejelas mungkin. dengan urutan dari kiri sumber cahaya. Ulangi langkah 4-7 untuk lensa cembung. Langkah Kerja 1. Susunlah alat yang diperlukan. Tandai jalannya sinar. Perhatikan sinar yang keluar dari lensa. Letakkan kertas diatas meja optic kemudian tarik dua garis berpotongan tegak lurus ditengah-tengah kertas dan letakkan lensa cekung diatasnya. Jika perlu dekatkan meja optiknya 5. 2. Hubungkan catu daya ke sumber tegangan PLN. 6. jika bayangan nyata. meja optic. Mencari bayangan dengan melihat ke dalam lensa dari arah belakang lensa jika bayangan maya. 27 . Aturlah lampu sehingga filamennya pada posisi tegak. lensa. 7. Nyalakan sumber cahaya. Jika tidak ditemukan bayangan nyata. Menetapkan jarak benda lalu mencari bayangan dengan menggeser layar.

E. Lensa Cembung Jarak Benda dari cermin (cm) Jarak Bayangan (cm) Sifat Bayangan Kurang dari fokus Sama dengan fokus Antara fokus dan 2fokus Sama dengan 2fokus Lebih dari 2fokus Tabel Pengamatan 1. Lensa Cekung Jarak Benda dari cermin (cm) Jarak Bayangan (cm) Sifat Bayangan Kurang dari fokus Sama dengan fokus Antara fokus dan 2fokus Sama dengan 2fokus Lebih dari 2fokus D. Data Pengamatan Tabel Pengamatan 1. Kesimpulan 28 .

Gambarkan pemebentukan bayangan jika benda berada di 2f lensa cembung dan lensa cekung ! 3. Mengapa beda bayangan yang dihasilkan saat benda berada pada posisi yang berbeda pula ? 2.Evaluasi 1. Bagaimana penerapan pembiasan cahaya pada lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari ! Dilakukan Catatan Guru Paraf tanggal 29 . Bagaimana sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung dan lensa cekung ? bandingkan hasil yang didapat dengan teori! 4.

Bedakan antara bayangan maya dengan bayangan nyata ! 3. Jumlah dari batu bata yang terlihat tanapa bantuan mata akan berkaitan dengan perbesaran yang dihasilkan saat instrumen mengalami perbesaran. Tuliskan fenomena alam yang menggunakan prinsip pembiasan sebagai bukti ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ! Proyek 1. Bedakan antara lensa konvergen dengan lensa divergen ! 2. Jenis lensa apa yang menghasilkan bayangan nyata ? bagaimana dengan bayangan maya ? 4. Tentukan sifat bayangannya ! 5. 30 . Pegang teropong dan copa lihat dengan satu mata yang disipitkan dan mata lain yang melihat secara langsung. Tentukan perbesaran dengan kuat lensa yang difokuskan pada garis yang terpisah dari lembaran kertas. Hitung ruang garis yang berkait dengan satu ruang yang diperbesar dan kamu akan menemukan perbesaran dari kuat lensa. INSTRUMEN PENILAIAN  Penilaian Kognitif Essay test 1. Jika sebuah benda diletakkan 30 cm di depan lensa konveren dengan jarak fokus 15 cm. Kamu dapat melakukan hal yang sama dengan teropong dua lensa pada batu bata dari jarak yang jauh.

sehingga terjadi pembelokan karena adanya total skor : 3 dua medium yang berbeda. Bayangan maya adalah ketika bayangan Total skor : 2 terletak di depan lensa.d. dengan benda menghasilkan bayangan bayangan maya ? berada pada titik fokus atau melewati titik nyata : lensa konvergen fokus. yaitu udara dengan air. Dimana sedotan yan terlihat melewati dua medium normal sebelum masuk ke dalam gelas dengan yang berbeda. sebagian dari sedotan masuk ke dalam gelas. 3 s. Total skor : 2 31 . yaitu bayangan nyata dan maya benar. berisi air ? Peristiwa sedotan yang dimasukkan ke dalam 2 jika penjelasan gelas berisi air maka sedotan tersebut terlihat peristiwa pembiasan seolah-olah patah. 2 Menganalisis Bedakan antara bayangan maya dengan Jenis bayangan yang dibentuk oleh lensa 1 jika defenisi bayangan pemebentukan bayangan nayata ! ada dua jenis. bayangan pada bayangan maya.a Jenis lensa apa yang menghasilkan Lensa yang menghasilkan bayangan nayata 1 jika lensa yang bayangan nayata ? bagaimana dengan adalah lensa konvergen.Rubrik Penilaian Kognitif No Indikator Soal Soal Jawaban Skor 1 Memahami peristiwa Jelaskan peristiwa pembiasan pada sedotan Pembiasan adalah peristiwa pembelokkan 1 jika defenisi pembiasan cahaya yang dimasukkan ke dalam gelas yang sinar yang melewati medium yang berbeda. Ini karena terjadi dengan menekankan pembiasan. 1 jika lensa yang Lensa yang menghasilkan bayangan maya menghasilkan bayangan adalah lensa divergen untuk semua posisi maya : lensa divergen dan benda di depan lensa dan lensa cembung konvergen untuk benda berada diantara lensa dan titik fokus lensa. Ini dikarenakan perbedaan indeks bias dari masing-masing zat. 1 jika defenisi bayangan pembiasan lensa Bayangan nyata adalah ketika bayangan nyata benar. pembiasan benar. terletak di belakang lensa.

Nyata .Sama besar . . 1 1 1 bayangannya. yaitu : 2 jika menuliskan 2 prinsip pembiasan Maha Esa ! .Proses penglihatan mata fenomena alam .Intan yang berkela-kelip lebih fenomena alam . Menyimpulkan Jika sebuah benda diletakkan 30 cm di Dik : s = 30 cm 1 jika diketahui benar sifat bayangan depan lensa konveren dengan jarak f = 15 cm 1 jika ditanya benar yang dibentuk fokus 15 cm.Ikan yang terlihat seolah-olah lebih dekat jika dilihat dari pinggir Total skor : 3 pantai 32 . s ' 30 bayangannya.Di belakang lensa 5 Memberikan Tuliskan fenomena alam yang Fenomena alam yang menggunakan 1 jika menuliskan 1 fenomena alam yang menggunakan prinsip pembiasan prinsip pembiasan dapat dilihat dari fenomena alam menggunakan sebagai bukti ciptaan Tuhan Yang ciptaan Tuhan. 1 jika diketahui 1 sifat 1 1 1   bayangannya.Terbalik . s '  30cm Total skor : 8  s'  30 M   1 s 30 Sifat bayangan adalah : .   3 jika diketahui 3 sifat s ' 15 30 jarak bayangan bayangannya. jarak benda.4 . Menghitung s' f s 2 jika diketahui 2 sifat jarak fokus.Terjadinya pelnagi 3 3 Jika menuliskan 3 atau . Tentukan sifat Dit : Sifat bayangan ? 1 jika didapat jarak lensa jika bayangannya ! Jb : bayangan (s’) diketahui jarak 1 1 1 1 jika didapat perbesaran benda dan jarak   (M) f s s' fokus lensa. 1 1 dan perbesaran  4 jika diketahui 4 sifat pada lensa.

jumlah skor Skor Akhir = x100 18 Kriteria : A : 90-100 B : 80-89 C : 70-79 Tidak lulus : < 70 33 .

5. 4. 2. Dst 34 .  PENILAIAN AFEKTIF Mata pelajaran : Kelas/peminatan : Materi pokok : Proses Mengamati Aspek Sikap Skor No. 3. Nama Siswa Jujur Teliti Bertanggung Tekun Objektif Terbuka Kritis Ket Jawab Jlh Akhir 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1.

4. Dst 35 . 3. 3. 4.Proses Diskusi Indikator Skor Kelompok penyaji Kelompok Penyaji dan Peserta No. 2. Dst Laporan Percobaan Indikator Skor Jujur Inovatif Tanggung Kreatif No. Nama Siswa jawab Ket Jlh Akhir 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 5. 5. Nama Siswa Menkomunikasikan Ket Ingin tahu Kreatif Objektif Terbuka Kritis hasil percobaan Jlh Akhir 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 2.

.59 % = (E) kurang 36 .89 % = (B) baik 70 % . Mengisi lembar observasi dengan men check-list sesuai dengan kriteria rubrik yang diberikan.Keterangan: 1.79 % = (C) sedang 60 % .69 % = (D) cukup 50 % . 2. Arti tingkat penguasaan yang di capai : 90 % .100 % = (A) baik sekali 80 % . Kriteria penilaian sebagai berikut.

RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF Aspek yang No Skor Kriteria dinilai 3 Siswa memberikan pertanyaan berdasarkan pengalaman Rasa ingin 1 2 Siswa memberikan pertanyaan dengan bahasa buku. tahu 1 Siswa tidak memberikn pertanyaan Siswa mengerjakan laporan diskusi sesuai dengan data percobaan 3 yang diperoleh tanpa mencontek. 37 . 3 Laporan diskusi menampikan keadaan sebenarnya 3 Objektif 2 Laporan diskusi terdapat tambahan diluar kondisis sebenarnya 1 Laporan diskusi sedikit menjelaskan keadaan sebenarnya 3 Siswa mengumpul laporan dengan inovatif 4 Inovatif 2 Siswa mengumpul laporan dengan sedikit pembaharuan 1 Siswa mengumpul laporan tanpa melakukan pembaharuan 3 Siswa menyelesaikan tugas dengan baik Bertanggun 5 2 Siswa menyelesaikan tugas hanya separoh g jawab 1 Siswa menyelesaikan tugas kurang dari separoh 6 3 Siswa cermat melakukan percobaan Teliti 2 Siswa melakukan percobaan dengan sedikit kecermatan 1 Siswa tidak cermat saat melakukan percobaan 7 3 Siswa mampu menyelesaikan masalah tanpa bantuan guru Tekun 2 Siswa mampu menyelesaikan masalah dengan banuan guru 1 Siswa tidak sungguh-sung melakukan percobaan 8 3 Siswa terbuka melakukan percobaan Terbuka 2 Siswa sedikit terbuka melakukan percobaan 1 Siswa tidak terbuka melakukan percobaan 9 Berusaha menemukan kekurangan dalam percobaan dan 3 meyelesaikannya Kritis 2 Berusaha menemukan kekeliruan dalam percobaan 1 Idak berusaha mencari kekeliruan 10 3 Memiliki kemampuan menciptakan Kreatif 2 Memiliki ide kemampuan menciptakan 1 Tidak memiliki kemampuan menciptakan Mengkom 3 Menjelaskan hasil percobaan dengan jelas dan terstruktur unikasikan 2 Menjelaskan hasil percobaan dengan kurang jelas 11 hasil Menjelaskan hasil percobaan dengan tidak jelas dan tidak 1 percobaan terstruktur. Siswa mengerjakan laporan diskusi dengan mencontek data 1 percobaan kelompok lain. Siswa mengerjakan laporan diskusi dengan memanipulasi data 2 Jujur 2 percobaan yang diperoleh tanpa mencontek.

 PENILAIAN KETERAMPILAN Mata pelajaran : Kelas/peminatan : Materi pokok : Indikator Skor Nama Ketepatan Kerja No merancang Tgjwb Disiplin Kejujuran Keaktifan Ketelitian Kebersihan Ket siswa alat sama Jlh Akhir 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1. 3. 2. 4. Dst 38 . 5.

Mengisi lembar observasi dengan men check-list sesuai dengan kriteria rubrik yang diberikan.69 % = (D) cukup 50 % .59 % = (E) kurang 39 . 5. 4. 2. 3.Keterampilan Kegiatan Ilmiah Indikator Skor Nama Mengumpulk Menganal Menyimpulk Ket No Mengamati Mengukur siswa an data isis an Jlh Akhir 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1.100 % = (A) baik sekali 80 % .89 % = (B) baik 70 % .79 % = (C) sedang 60 % . 2. Kriteria penilaian sebagai berikut. Arti tingkat penguasaan yang di capai : 90 % . Dst Keterangan: 1.

RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN No Aspek Penilaian Skor Kriteria 3 Siswa mampu merancang alat dengan baik Keterampilan 1 2 Siswa kurang mampu merancang alat merancang alat 1 Siswa tidak dapat merancang alat 3 Siswa mampu bekerjasama dengan anggota kelompoknya 2 Siswa kurang mampu bekerjasam dengan anggota 2 Kerjasama kelompoknya 1 Siswa tidak mampu bekerjasama dengan kelompoknya 3 Siswa mampu bertanggung jawab terhadap percobaan yang dilakukannya 2 Siswa kurang mampu bertanggung jawab terhadap 3 Tanggung Jawab percobaan yang dilakukannya 1 Siswa tidak mampu bertanggung jawab terhadap percobaan yang dilakukannya 3 Siswa melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah percobaan 2 Siswa belum mampu melakukan percobaan sesuai dengan 4 Disiplin langkah-langkah percobaan 1 Siswa tidak melakukan percobaan sesuai dengan langkah- langkah percobaan 3 Siswa mengambil data sesuai dengan pengamatan yang dilakukan 2 Siswa mengambil data kurang sesuai dengan pengamatan 5 Kejujuran yang dilakukan 1 Siswa mengambil data tidak sesuai dengan pengamatan yang dilakukan 3 Siswa aktif dalam melakukan percobaan 6 Keaktifan 2 Siswa kurang aktif melakukan percobaan 1 Siswa tidak aktif melakukan percobaan 7 3 Siswa teliti dalam melakukan percobaan Ketelitian 2 Siswa kurang teliti melakukan percobaan 1 Siswa tidak teliti melakukan percobaan 3 Siswa menjaga kebersihan selama melakukan percobaan 2 Siswa kurang menjaga kebersihan selama melakukan 8 Kebersihan percobaan 1 Siswa tidak menjaga kebersihan selama melakukan percobaan 40 .

RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN KEGIATAN ILMIAH No Aspek Penilaian Skor Kriteria 3 Siswa mengamati sesuai dengan langkah kerja 1 Mengamati 2 Siswa mengamati kurang sesuai langkah kerja 1 Siswa mengamati tidak sesuai langkah kerja 3 Siswa mengukur data penegamatan dengan benar 2 Mengukur 2 Siswa mengukur data pengamatan kurang benar 1 Siswa mengukur data pengamatan tidak benar 3 Siswa mengumpulkan data dengan lengkap 3 Mengumpulkan data 2 Siswa mengumpulkan data kurang lengkap 1 Siswa tidak mengumpulkan data 3 Siswa menganalisis data dengan lengkap 4 Menganalisis 2 Siswa menganalisis data kurang lengkap 1 Siswa tidak menganalisis data 3 Siswa menyimpulkan dengan tepat 5 Menyimpulkan 2 Siswa menyimpulkan kurang tepat 1 Siswa tidak menyimpulkan data 41 .

Penilaian dikatakan baik jika ≥ 15. begitu sebaliknya. dengan ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketetapan dalam proses pembuatan maka semakin tinggi nilainya.  PENIALAIN PROYEK Nama Peserta Didik : Kelas/ Semester : Proyek yang dibuat : Mata pelajaran : Kelas : No Tahapan Skor ( 1-3)* 1 Perencanaan menerapkan prinsip pembiasan cahaya  Tahap proses pembuatan dan pengumpulan data 2  Persiapan alat dan bahan  Teknik pengolahan  Hasil 3  Bentuk fisik  Data kebergunaan Total Skor Catatan : *) Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai dengan 3. 42 .