You are on page 1of 95

Oleh

:
Dr. Eddy Sutadji, M.Pd
Dr. Ambiar, M.Pd

TIM PENGAJAR
PROF.DR.JOKEBET SALUDUNG, M.PD
DR. SYAHRUL, M.PD.

2017

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 1

Bagian I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Standar Nasional Pendidikan yang tertuang dalam PP 19 Tahun 2005
menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan dalam sistem pendidikan di
Indonesia adalah kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Kurikulum berbasis
kompetensi atau kurikulum berbasis standar adalah kurikulum yang
menggunakan acuan standar kompetensi. Penerapan kurikulum berbasis
kompetensi merupakan tantangan dan akan memotivasi semua lembaga
pendidikan untuk mencapainya.

Sejalan dengan karakteristik KBK yang berorientasi pada penguasaan
kompetensi maka sistem penilaian yang diterapkan berupa sistem penilaian
berbasis kompetensi. Dengan demikian standar penilaian pendidikan untuk
KBK adalah standar sistem penilaian yang berorientasi pada tingkat
penguasaan kompetensi yang ditargetkan di dalam kurikulum.

Penerapan pendidikan berbasis kompetensi juga disebut berbasis
kompetensi dasar, mencakup masalah pengembangan silabus dan sistem
penilaiannya. Standar kompetensi dapat diuraikan menjadi sejumlah
kompetensi dasar. Silabus merupakan acuan untuk merencanakan dan
melaksanakan program pembelajaran siswa, sedangkan sistem penilaian
berbasis kompetensi dasar mencakup jenis tagihan dan bentuk instrumen.

Penilaian hasil belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan, selain
dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah juga oleh
masyarakat (Du/Di). Penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan merupakan
penilaian internal (internal assessment) dalam rangka penjaminan mutu,
sedangkan penilaian oleh pemerintah dan masyarakat (Du/Di) merupakan
penilaian eksternal (external assessment) sebagai pengendali mutu (Direktorat
PSMK, 2008).

Kurikulum berbasis kompetensi menuntut model dan teknik penilaian
yang dilakukan secara internal dan eksternal sehingga dapat diketahui

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 2

perkembangan dan ketercapaian berbagai kompetensi peserta didik. Oleh
karena itu, dibutuhkan petunjuk teknis penilaian yang diperuntukkan bagi
pelaksanaan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK).

Pengembangan sistem penilaian hasil kegiatan belajar mengajar
berbasis kompetensi mengikuti urutan tertentu, yang secara berturutan adalah:
standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, indikator, dan sistem
penilaian. Sistem penilaian memiliki dua komponen yaitu: jenis tagihan dan
bentuk instrumen.

Standar penilaian pendidikan dapat dicapai manakala ada aturan yang
baku tentang sistem penilaian pendidikan yang diterapkan dalam setiap jenjang
pendidikan, baik menyangkut dasar, prinsip, tujuan, dan strategi penilaiannya.
Menurut Mardapi (2008:10) peningkatan kualitas pendidikan dapat ditempuh
melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem penilaian.
Keduanya saling terkait sebab sistem pembelajaran yang baik akan
menghasilkan kualitas belajar yang baik. Kualitas pembelajaran tersebut akan
dapat dilihat dari hasil penilaiannya. Selanjutnya, sistem penilaian yang baik
akan mendorong guru untuk menentukan strategi mengajar yang baik dan
memotivasi siswa untuk belajar secara lebih baik.

Pedoman penilaian berbasis kompetensi untuk workshop subject
specific pedagogy (SSP) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ini disiapkan
untuk memberi dasar bagi guru dan siswa agar mampu melakukan pengukuran,
penilaian, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pembelajaran di sekolah
terhadap peserta didik (siswa) atas penguasaan kompetensi yang dikuasainya
setelah melalui proses pembelajaran. Tujuan Panduan atau Bahan Ajar PHB ini
adalah untuk membangun sistem penilaian yang baku bagi instrukur dan
peserta Program PPGT baik Mata Diklat yang bersifat teori maupun praktikum
atau di SMK biasa disebut dengan kelompok Matadiklat Adaptif, Normatif, dan
Produktif sehingga dapat memberi informasi yang akurat mengenai tingkat
kompetensi yang dicapai siswa.

Sistem tersebut meliputi kegiatan perancangan penilaian, penyajian hasil
penilaian, dan tindak lanjutnya. Perancangan penilaian mencakup penyusunan

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 3

dilengkapi dengan bagaimana cara mengembangkan butir soal. teknik penilaian. Memberikan wawasan secara umum tentang konsep penilaian internal dan eksternal. Memberikan rambu-rambu proses penilaian hasil belajar. 1. dan psikomotorik dan ditampilkan dalam bentuk profil hasil belajar. Tujuan Penyusunan bahan ajar PHB ini bertujuan sebagai berikut. baik soal teori maupun praktik. 1. 2. 5. pemilihan bentuk instrumen dan penyusunan contoh instrumen penilaian.kisi-kisi yang memuat indikator dan strategi penilaian. Ruang lingkup Ruang lingkup petunjuk teknis penilaian ini meliputi konsep dasar penilaian. Oleh karena itu panduan ini memberikan beberapa prinsip dan contoh- contoh prosedur penilaian yang dapat digunakan untuk workshop SSP Program PPG Teritegrasi SMK Pertanian. Memberikan penjelasan mengenai orientasi baru dalam penilaian hasil belajar yang berbasis kompetensi. 3. afektif. manfaat penilaian. pengelolaan hasil penilaian. C. B. Memberikan penjelasan tentang pengembangan butir soal yang didalamnya mencakup pengembangan kisi-kisi dan pengembangan soal. 2. serta pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian. Konsep dasar penilaian menjelaskan tentang maksud penilaian. Strategi penilaian mencakup pemilihan metode dan teknik penilaian. langkah-langkah pelaksanaan penilaian. Teknik penilaian menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian serta pengelolaan hasil penilaian yang memberikan arahan dalam Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 4 . Penyajian hasil penilaian mencakup penilaian pada ranah kognitif. 4. Memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip pengolahan dan pelaporan hasil penilaian. dan rambu-rambu penilaian. fungsi penilaian.

Penulisan Soal Pilihan Ganda. Bagian II Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 5 . menginterpretasi. Pengembangan butir soal yang didalamnya mencakup : Kisi-kisi Soal. 4. dan penentuan kenaikan kelas 5. Pemanfaatan hasil penilaian dan pelaporan hasil penilaian mencakup pemanfaatan hasil. dan menentukan nilai pada setiap proses dan hasil pembelajaran. menganalisis. pemetaan kompetensi dan teknik penilaian yang sesuai serta contoh penilaiannya. Langkah-langkah pelaksanaan penilaian memberikan arahan penetapan indikator. bentuk laporan hasil penilaian. Penulisan Soal Uraian. 3. dan Penulisan Soal Pilihan Praktik.

guru harus mengevaluasi apakah program pembelajaran yang dirancang sudah menunjukkan hasil yang diharapkan. Demikian pula. Informasi disajikan dalam bentuk profil siswa untuk menetapkan apakah siswa dinyatakan sudah atau belum menguasai kompetensi yang ditargetkan (Allen & Yen. Tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan kinerja individu atau lembaga. suatu program studi harus mengevaluasi apakah seluruh siswa yang menempuh suatu program berhasil atau gagal. termasuk menetapkan keberhasilan siswa dalam program pendidikan yang diikuti (Stark & Thomas. Pengukuran dan non pengukuran adalah proses untuk memperoleh deskripsi tentang karakteristik seseorang dengan aturan tertentu. Usaha meningkatkan kinerja harus berdasarkan pada kondisi saat ini yang diperoleh melalui kegiatan penilaian. Jadi. sedangkan contoh non pengukuran adalah pengamatan terhadap aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran. Informasi tersebut diperoleh dari hasil pengolahan data pengukuran dan nonpengukuran. 1993). 1979). Evaluasi merupakan tindakan untuk menetapkan tingkat keberhasilan suatu program pendidikan. tes yang digunakan harus memiliki bukti-bukti tentang kesahihan dan keandalan. Pengertian Penilaian Penilaian atau asesmen adalah prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja seseorang. Fokus evaluasi adalah keberhasilan program atau kelompok siswa. salah satu di antaranya tes. Contoh pengukuran adalah memberikan ulangan atau tugas. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi. sedangkan hasil nonpengukuran berupa data kualitatif. Data untuk keperluan penilaian diperoleh dengan menggunakan alat ukur. Sebagai contoh. Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Krjuruan A. usaha meningkatkan kualitas pendidikan memerlukan kegiatan evaluasi yang Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 6 . Alat ukur yang banyak digunakan dalam melakukan penilaian bermacam-macam. Agar diperoleh informasi yang akurat. Hasil pengukuran berupa data numerik atau kuantitatif.

mencetak. atau suka dan tidak suka. berupa satu set pertanyaan. Dalam PP 19 Tahun 2005 disebutkan bahwa prinsip-prinsip penilaian pembelajaran bidang studi antara Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 7 . Nontes juga merupakan alat ukur untuk mengukur sampel tingkah laku. (2) checking up. ilegal. dan (7) mengenali metode penilaian yang melanggar etika. yakni: (1) mengetahui prosedur yang benar dalam melakukan penilaian siswa. Untuk melakukan penilaian dilakukan pengukuran dengan alat ukur yang sahih dan andal. dan menafsirkan hasil penilaian. Pokok-pokok Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian memaparkan bahwa penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. orang tua. misalnya kategori positif dan negatif. (3) direncanakan. dan jawaban yang diberikan dapat dikategorikan menjadi benar dan salah. dan perbaikan sekolah. dan (4) summing up. yakni guru harus terampil dalam: (1) memilih metode penilaian. assessment purposes adalah untuk (1) keeping track. setuju dan tidak setuju. dan (4) adanya analisis reflektif dari proses penilaian. (3) finding out. (2) ketersediaan jumlah waktu yang cukup. Menurut Cuningham (1998:3) setidaknya terdapat tujuh standar bagi guru agar dapat melakukan penilaian dengan benar untuk mengambil keputusan pembelajaran. menyimpulkan. pengembangan kurikulum. mengecek ketercapaian kemampuan. perencanaan pengajaran. untuk mengukur sampel tingkah laku. serta masyarakat. Tes adalah alat ukur. pendidik lainnya.didahului oleh tindakan penilaian. (6) mengkomunikasikan hasil penilaian kepada siswa. melacak kemajuan peserta didik. tetapi jawaban yang diberikan tidak dapat dikategorikan benar dan salah. (2) mengembangkan metode penilaian. Prosedur penilaian yang baik setidaknya memiliki empat syarat. mendeteksi kesalahan. (4) menggunakan hasil penilaian ketika membuat keputusan pada masing-masing siswa. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes dan/atau nontes. Di sisi lain. dan tidak layak yang akan digunakan sebagai informasi penilaian. (3) mengadministrasikan. (5) mengembangkan prosedur penilaian siswa yang tepat.

Pembelajaran di SMK yang berbasis kompetensi. dan interpretasi untuk mengambil keputusan. B. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. penilaian merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya. menyeluruh dan berkesinambungan. 1. dan penilaian diri. pengertian penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka atau deskripsi verbal). pengolahan. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan. Untuk itu. penilaian sikap. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 8 . Prinsip Penilaian Dalam melaksanakan penilaian mempertimbangkan prinsip-prinsip sebagai berikut. Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan. Sedangkan penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. sistematis. analisis. adil. obyektif. penilaian tertulis (paper and pencil test). Penilaian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah- langkah perencanaan. terbuka. tetapi dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya. keputusan berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Penilaian dilaksanakan melalui berbagai bentuk antara lain: penilaian unjuk kerja (performance). penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio). Jadi. sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. terpadu. pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik. penilaian proyek. diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. beracuan kriteria. serta akuntabel. Dalam hal ini. Memandang penilaian dan kegiatan pembelajaran secara terpadu. penyusunan alat penilaian.lain adalah sahih.

Melakukan penilaian secara berkesinambungan untuk memantau proses. produk portofolio. Penilaian dapat dilakukan dengan cara tertulis. Ulangan harian dapat dilakukan bila sudah menyelesaikan satu atau beberapa indikator atau satu kompetensi dasar (KD). Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pembelajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik. proyek. Penilaian kompetensi pada uji kompetensi melibatkan pihak sekolah dan Institusi Pasangan/Asosiasi Profesi. pendidik harus berupaya secara optimal untuk (1) memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dari sejumlah penilaian. kemajuan. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri. yakni lembaga yang tidak dapat diintervensi oleh unsur atau lembaga lain. lisan. 5. unjuk kerja. Agar penilaian objektif. ulangan tengah semester dilakukan bila telah menyelesaikan beberapa KD atau satu stándar kompetensi (SK). ulangan tengah semester. 7. 3. 2. Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 9 . ulangan akhir semester. dan ulangan kenaikan kelas. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik. 6. dalam bentuk: ulangan harian. Idealnya. dan pengamatan tingkah laku. dan pihak lain terutama DU/DI. dengan penekanan pada semester genap. dan (2) membuat keputusan yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didik dengan mempertimbangkan hasil kerja (karya). lembaga yang menyelenggarakan uji kompetensi ini independen. dan perbaikan hasil. 8. sedangkan ulangan kenaikan kelas dilakukan pada akhir semester genap dengan menilai semua SK semester ganjil dan genap. ulangan akhir semester dilakukan setelah menyelesaikan semua KD atau SK semester bersangkutan. 4.

Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial. 3. maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan). Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu memahami dirinya. 2. 4. Untuk umpan balik bagi pendidik/guru dalam memperbaiki metode.C. Kegunaan Penilaian Kegunaan penilaian antara lain sebagai berikut: 1. kegiatan. 3. dan sumber belajar yang digunakan. Pengendali bagi pendidik/guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik. dan sebagai alat diagnosis yang membantu pendidik/guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan. Memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Dinas Pendidikan Daerah) dalam meningkatkan kualitas penilaian yang digunakan. 5. 4. Menggambarkan sejauhmana peserta didik telah menguasai suatu kompetensi. pendekatan. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Fungsi Penilaian Penilaian memiliki fungsi untuk: 1. Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan. 5. 2. baik untuk perencanaan program belajar. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 10 . pengembangan kepribadian. D. Menemukan kesulitan belajar. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya dalam proses pencapaian kompetensi. membuat keputusan tentang langkah berikutnya. kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik.

Pengetesan mengandung pengungkapan stimulus-stimulus atau rangsangan-rangsangan yang standar. sebelum melakukan penilaian. Para pengetes dianggap tahu bagaimana memberi skor. (6) akuntabilitas lembaga. Bagian III Pengintegrasian Penilaian dalam Pembelajaran Seorang guru dikatakan kompeten dalam melakukan penilaian siswa diasumsikan oleh dua hal. dan jika asumsi- asumsi tidak dapat dipenuhi maka validitas hasil tes dan interpretasinya dianggap kurang. dan (7) meningkatkan kualitas pendidikan. Karena itu. maka skor yang diperoleh tidak lagi syah. Newland (1971) mengidentifikasikan dan mendiskusikan lima macam asumsi yang melandasi penilaian antara lain: A. dan (2) pembelajaran dan penilaian yang baik berjalan bersama-sama (Cunningham. seorang guru diharapkan memiliki kemampuan memahami tujuan penilaian. Tenaga pendidik (guru) yang akan mengadakan penilaian tentang siswa harus tahu bahwa penilaian mengandung berbagai asumsi. Diasumsikan bahwa pengetes tahu bagaimana harus menjalankan tes secara baik. Orang-orang yang Melakukan Tes Harus Ahli Bila siswa dites. Pemberian skor yang betul merupakan keharusan untuk mendapatkan gambaran yang berarti dari hasil yang dicapai siswa. Diasumsikan pula bahwa pengetes mengetahui dan memang ia akrab dengan siswa-siswa. (3) membantu dan mendorong peserta didik. 1998:5). (5) menentukan strategi pembelajaran. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 11 . siswa-siswa biasanya penampilannya baik bila iklimnya penuh kepercayaan dan kepastian. maka kita berasumsi bahwa orang yang melakukan tes telah memperoleh latihan yang cukup untuk mengadakan tes. (2) menentukan kebutuhan pembelajaran. Tujuan penilaian adalah untuk (1) menilai kemampuan individual melalui tagihan dan tugas tertentu. (4) membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik. (1) penilaian siswa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari peran guru. Bila pengetes tidak dapat menyajikan materi atau pertanyaan-pertanyaan yang betul.

Walaupun hampir semua guru dapat mengadakan tes inteligensi dan prestasi siswa-siswanya. B. Nampaknya asumsi pertama ini sangatlah penting dan pengetesan harus dilakukan oleh seorang ahli. apapun yang diukurnya. selalu membaca 2 derajat lebih tinggi dari temperatur yang seharusnya dari cairan. tetapi pemberian skor dan interpretasi sangatlah kompleks. Tes menentukan nasib siswa. Pertama. Dalam proses pengukuran kesalahan acak terbagi dalam dua jenis. Nunnally (1978) membagi adanya dua macam kesalahan atau error.Diasumsikan pula bahwa interpretasi yang diberikan pengetes akurat (betul dan teliti). tetapi pada bagian ini akan diulas sedikit. pengukur tidak konsisten. Sebagai contoh sebuah kesalahan sistematik diperlihatkan bahwa seorang ahli kimia yang menggunakan termometer yang akurat. sehingga kelebihan 2 derajat ini merupakan kesalahan yang sistematik. Bila kita mengetes tentu akan terjadi beberapa kesalahan. Tes-tes yang diberikan nampaknya memang mudah. Pengelolaan tes. Dikebanyakan negara hak untuk mengetes diserahkan kepada ahli psikolog. Kesalahan Akan Selalu Terjadi Tidak ada pengukuran psikologi atau pendidikan yang bebas kesalahan. Sering terjadi dan hal ini kita sesalkan bahwa banyak orang yang mengadakan tes intelegensi atau tes kepribadian tanpa latar belakang yang memadai. Pada bagian lain dijelaskan tentang kesalahan-kesalahan. yaitu kesalahan sistematik (systematic error) dan kesalahan acak (random error). Semua pernyataan derajat temperatur selalu 2 derajat lebih tinggi. namun harus memperoleh latihan untuk memberikan skor dan mengadakan interpretasi inteligensi perorangan dan tes kepribadian. karena itu pengetes harus ahli. Nunnally menggambarkan seorang ahli kimia yang berpenglihatan dekat (near sighted) yang membaca termometer Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 12 . pemberian skor dan mengeluarkan hasil interpretasi membutuhkan pelbagai tingkat latihan dan keahlian tergantung jenis tes dan seberapa jauh dapat memberikan interpretasi tentang penampilan yang dites.

maka penggunaan tes tersebut dapat menghasilkan indeks yang salah dan menelurkan keputusan pendidikan yang keliru pula. maka kita berasumsi bahwa siswa tersebut cocok dengan perangkat standar yang digunakan atau dengan kata lain akulturisasi sebanding. Kesalahan tersebut mengganggu pengukuran. Tes Cepat Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 13 . dan spesialis remedial menganut paham yang salah tentang latar belakang pengalaman ini. atau disamakan dengan tes yang akurat. Kedua. Akulturisasi Sebanding Tiap siswa mempunyai latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Akulturisasi seorang siswa dikatakan berbeda dengan siswa-siswa lain yang dipergunakan sebagai norma bila latar belakang pengalamannya berbeda. Pada saat tertentu ahli kimia tersebut membaca termeometer 5 derajat lebih dan pada saat lain membacanya 4 derajat lebih rendah. mengecohkan keputusan tentang siswa. Perlu ditandaskan di sini bahwa akulturisasi merupakan latar belakang dan pengalaman seseorang dan tidak tergantung warna kulit. alat pengukur terbuat dari karet akan menyebabkan pengukuran berbeda-beda. konselor. yaitu banyak kesalahan acaknya. Sebuah tes yang sangat kecil kesalahan acaknya. dikatakan tidak dapat dipercaya. Perangkat-perangkat tes yang tidak dapat dipercaya. alat-alat pengukur dapat menghasilkan data yang tidak konsisten. dan lingkungan budaya. C. Misalnya. Jika seorang siswa mempunyai latar belakang dan pengalaman yang berbeda dengan siswa lainnya dan kemudian tes standar dengan norma yang telah ditentukan. Pembacaan termometer selalu salah. Bermacam-macam tes berbeda realibilitasnya. Rehabilitasi menandai seberapa jauh alat pengukur bebas dari kesalahan acak. suku dan bangsa. tetapi tidak identik. dikatakan dapat dipercaya (reliable). Bila kita mengetes siswa dengan menggunakan perangkat yang sudah standar dan kemudian menentukan indeks kedudukan siswa tersebut.yang akurat secara tidak akurat. seperti lingkungan pendidikan. lingkungan sosial. tetapi kesalahan akan bersifat acak. Susahnya kebanyakan ahli psikologi. sedangkan tes dengan kebanyakan kesalahan acak atau tes yang tidak akurat.

maka asumsi kita telah tersedia cukup sample dari butir-butir soal-soal. seperti pembentukan sebuah obyek dengan potongan-potongan “puzzle”) yang tidak membutuhkan tanggapan verbal dari anak. Ada beberapa guru yang hanya memberikan dua soal berhitung atau aritmatika dan berasumsi bahwa kepandaian siswa telah dapat diketahui dalam aritmatika. Demikian pula bila kita ingin mengetahui kepandaian siswa dalam mengeja. Sampel Tingkah Laku Harus Memadai Asumsi keempat yang mendasari penilaian psiko pendidikan haruslah mempunyai sample yang memadai dalam jumlah dan mewakili area. Pengambilan sample tingkah laku haruslah cukup jumlahnya. maka siswa diminta mengeja berbagai macam kata. Montana dan sehari-hari dipergunakan untuk mengukur inteligensi anak-anak Negro yang hidup di ghetto (daerah kumuh) yang latar belakang pendidikan. Bagian pengungkap penampilan dari WISC-R (the Wechsler intelligence Scale-Revised) terdiri atas berbagai tes (kebanyakan manipulatif. tes tersebut dibuat untuk anak normal dan tak boleh dipergunakan untuk anak bisu. Berbagai subtes dari skala Wechsler misalnya: “Picture Completion“ dan “Picture Arrangement” memerlukan kompetensi verbal. sebab kita asumsikan bahwa tes mengukur seperti yang dikehendaki penyusun tes tersebut. Bila kita ingin mendapat informasi kecakapan seorang siswa tentang matematika. hingga dapat ditentukan kecakapan siswa pada area yang bersangkutan. Fakta bahwa dalam tes ini anak tak perlu berbicara. D. Tes apapun merupakan sample dari tingkah laku. maka siswa mendapat soal-soal tentang matematika yang harus dipecahkan. Levin (1974) mengatakan bagaimana mungkin. Mengetes memerlukan sample tingkah laku yang mencukupi untuk membantu menentukan keputusan. Kita berasumsi bahwa tes inteligensi mengukur inteligensi dan tes Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 14 .(the Quick Test) misalnya distandarkan pada anak-anak Amerika berkulit putih dari Missoula. Bila kita memberikan tes matematika atau pengejaan kata. maka tes ini sering dipergunakan untuk anak tuna rungu wicara. sosial dan budayanya dapat berbeda dengan norma standar yang dipergunakan.

E.pengejaan mengukur kepandaian mengeja. Dengan demikian semua tes jangan hanya dibatasi oleh karena namanya saja. sebab membaca memerlukan komponen-komponen lain. serta latar belakang sample yang dipergunakan untuk menyusun tes tersebut. seperti rekognisi. 4 dan seterusnya. yaitu 1.). pada kondisi tertentu dan situasi tertentu. dan di samping itu cara memberi skor dan pengadaan interpretasi bebas kesalahan. dan kita mengambil kesimpulan bahwa Heatcote dapat pula menggarap soal penjumlahan yang berdigit 2 (24. Banyak tes membaca yang kurang mencukupi. maka dapatlah observasi tersebut dikatakan andal. dan analisis fonetik. tetapi angka- angka yang digarap hanya terdiri atas 1 digit. Tes penjumlahan matematika secara keseluruhan. Jadi prediksi atau keputusan untuk tingkah laku seseorang untuk hari yang akan datang dapat digambarkan semudah itu. seperti tes membaca ya hanya membacanya saja. pada waktu tertentu. sebab matematika mencakup lebih banyak daripada penjumlahan saja. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 15 . Bila kita menjalankan tes terhadap sample yang cocok dan mewakili tingkah laku yang akan diungkapkan. 27 dst. Prediksi ini merupakan kesimpulan-kesimpulan yang dapat diandalkan dengan derajat tertentu. 2. Sebagai contoh dapatlah diambil hal sebagai berikut: Heathcote mengerjakan 10 soal penjumlahan dan betul semua. komprehensi. Guru mengobservasi apa yang mampu dikerjakan siswa tersebut di kemudian hari. Guru hanya mengambil contoh tingkah laku yang terbatas dan mengadakan generalisasi penampilan individual untuk semua tingkah laku. Tingkahlaku Sekarang Diobservasi: Dikemudian Hari Merupakan Kesimpulan Apabila guru mengadakan tes hanya mengobservasi penampilan siswa yang dites pada satu sampel tingkah laku. Kesimpulan tentang penampilan hari depan dapat dipercaya bila asumsi-asumsi lain pada asesmen secara keseluruhan juga memuaskan atau sinkron.

(2) observasi. Bagian IV Macam-macam Penilaian Pembelajaran A. antara lain syarat instrumen. yakni ulangan akhir semester genap untuk semua KD pada semester yang bersangkutan. Syarat instrumen meliputi (1) syarat substansi. langkah berikutnya adalah menentukan jenis instrumen penilaian.  Ulangan kenaikan kelas. jika sudah dipilih teknik penilainnya.  Ulangan akhir semester.  Ulangan tengah semester. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 16 . Banyak ketentuan yang perlu diperhatikan oleh pengembang instrumen penilaian.  Ujian sekolah/madrasah. dan (2) instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah (Ujian nasional). macam instrumen. serta penilaian oleh guru. sedangkan macam Instrumen antara lain adalah (1) instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan (Ujian sekolah/madrasah). dan (4) bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. (2) syarat konstruksi . Macam-macam Penilaian Macam-macam penilaian yang perlu dikenali tenaga pendidik (guru) berdasarkan ketentuan yang ada adalah:  Ulangan harian. mekanisme dan prosedur penilaian. dilakukan semua KD dalam 1 semester. yakni ujian mata pelajaran non ujian nasional (Mapel non UN). dilakukan setelah pembelajaran berlangsung 8 sampai 9 minggu. Selanjutnya. dan syarat bahasa. yakni ulangan yang dilakukan setiap satu kompetensi dasar (KD). Teknik penilaian yang dapat dipilih dan dilakukan oleh seorang pendidik berupa (1) tes. (3) penugasan perseorangan atau kelompok.  Ujian Nasional (kelompok mapel IPTEK untuk menilai pencapaian SNP).

– melaksanakan tes. Mekanisme dan Prosedur Penilaian  Pelaksana Penilaian: – Guru – Sekolah (Mapel non-UN) – Pemerintah (Mapel UN)  Langkah-langkah Ujian Sekolah: – menyusun kisi-kisi ujian – mengembangkan instrumen – melaksanakan ujian – mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah – melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian. C. – mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. dan/atau bentuk lain yang diperlukan. penugasan. pengamatan. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 17 . Penilaian oleh Guru  Tujuan: – untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik – untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran  Langkah-langkah Kegiatan Penilaian oleh Guru – menginformasikan silabus mata pelajaran dan rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester.B. – mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih.

A diberi skor 1 Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 18 . KKM program normatif dan adaptif ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik.100. 1. – mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. baik. – melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik. – melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan sekolah dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh.79. berkisar antara 0-100%. KKM Program Normatif dan Adaptif Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator program normatif dan adaptif adalah 75%. A diberi skor 3  Rata-rata nilai = 60 . atau kurang baik. kompleksitas kompetensi. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Penjelasan Direktorat PSMK (2008) menyebutkan bahwa KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal untuk setiap mata pelajaran yang ditentukan oleh satuan pendidikan. D. – mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik. dan kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran dengan rincian sebagai berikut: a. Tingkat kemampuan rata-rata peserta didik ”A”  Rata-rata nilai = 80 . – memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. A diberi skor 2  Rata-rata nilai = < 60.

KKM Program Produktif KKM program produktif mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. C diberi skor 2  Dukungan rendah. B diberi skor 1 c.X 100 9 = 66. Tingkat kompleksitas/kesulitan kompetensi ”B”  Kompleksitas/kesulitan rendah. alat dan bahan) ”C”  Dukungan tinggi.7 atau dibulatkan 67 2. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 19 . Sumber daya pendukung pembelajaran (SDM. B diberi skor 3  Kompleksitas/kesulitan sedang. B diberi skor 2  Kompleksitas/kesulitan tinggi. b. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing kompetensi dasar (KD) adalah terpenuhinya indikator yang dipersyaratkan dunia kerja yaitu kompeten atau belum kompeten dan diberi lambang/skor 7. C diberi skor 1 Contoh penentuan KKM Jika dalam pembelajaran suatu kompetensi/mata pelajaran memiliki kondisi: kemampuan rata-rata peserta didik ”65”. C diberi skor 3  Dukungan sedang. dan sumber daya pendukung ”sedang”.00 bila memenuhi persyaratan minimal. maka nilai KKM-nya adalah : (A + B + C) KKM = ---------------. tingkat kesulitan/kompleksitas ”sedang”.X 100 9 (2 + 2 + 2) = ---------------.

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 20 . Validitas tes menunjuk kepada pengertian apakah hasil sesuai dengan kriteria yang telah dirumuskan dan hingga mana tes tersebut telah mengukurnya. Konsep reliabilitas mendasari kesalahan yang mungkin terjadi pada nilai tunggal tertentu sebagai susunan dari kelompok itu mungkin berubah karenanya. c) Validitas Bandingan Kejituan suatu instrumen dilihat dari korelasinya terhadap keadaan yang sebenarnya dari responden tersebut saat pengukuran dilakukan. E. Syarat-Syarat Tes yang Baik 1. d) Validitas Ramalan Kejituan dari suatu instrumen ditinjau dari kemampuan instrumen tersebut meramalkan keadaan individu pada masa yang akan datang. Terdapat empat jenis validitas. 2. Suatu tes dikatakan valid jika tes tersebut dapat tepat mengukur kemampuan testee dengan benar dan sesungguhnya. maka harus membandingkan susunan instrumen tersebut dengan syarat-syarat penyusunan instrumen yang baik. b) Validitas Susunan Untuk mengetahui apakah suatu instrumen memenuhi syarat- syarat validitas susunan atau tidak. Reliabilitas Reliabilitas menunjuk kepada ketetapan dari nilai yang diperoleh sekelompok individu dalam kesempatan yang berbeda dengan tes yang sama ataupun yang itemnya ekuivalen. yaitu: a) Validitas Isi Yaitu untuk mengetahui kajituan dari suatu instrumen ditinjau dari segi isi instrumen tersebut yang dilakukan dengan jalan membandingkan isi instrumen dengan komponen-komponen yang harus diukur. Validitas Validitas berarti kualitas yang paling terpenting dalam suatu tes.

5. Bila kemungkinan jawaban suatu item terdiri dari dua alternatif.  Jika korelasi mendekati satu atau kurang dari satu maka ketetapannya reliable tapi kalau korelasi lebih dari satu maka tidak reliabel. maka semua akan dijawab dengan baik. soal tes IQ untuk murid SD akan berbeda dengan murid SMP. Semua aspek yang akan di ukur tak hanya menumpuk pada suatu item tertentu hingga hasil Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 21 . tujuan testing untuk membedakan antara siswa yang memiliki berbagai tingkat pengetahuan mengenai suatu subyek. maka penentuan arah jawaban dapat dilakukan dengan mudah. Pembagian tersebut hanya sebagai kode. Tingkat Kesukaran Tingkat kesukaran dalam suatu tes merupakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan. 3. jawaban satu dan dua. Kesukaran item didefinisikan sebagai persentase manusia yang menjawab item dengan benar. arah kecendrungan alternatif jawaban pada item dipilih menjadi dua.  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam reliabilitas adalah: Sebelum mengadakan tes harus diperhatikan terlebih dahulu keadaan fisik dan lingkungan di sekitar testi. Jika soal yang diberikan dalam tes psikologis terlalu mudah. Misalnya pada tes intelegensi (IQ) yang sudah ditentukan tingkat kesukarannya untuk umur tertentu. Balance Suatu tes yang baik harus seimbang. Pembagian arah jawaban tes tidak mengandung arti bahwa jawaban satu lebih baik daripada jawaban dua. Tapi tidak akan bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya begitu juga dengan soal yang begitu rumit.Kesukaran item ditentukan beberapa hal antara lain umur siswa. 4. Diskriminasi Dalam analisis beda. Dalam keadaan lain kesukaran item digunakan untuk menentukan tingkatan. karena tes psikologis berbeda dengan tes hasil belajar.

Siswa disuruh memilih alternatif yang benar atau paling tepat. Alternatif jawaban terdiri dari jawaban yang benar dan beberapa pengecoh. Efisiensi dan Objektivitas Efisiensi dapat berarti waktu yang diperlukan untuk menjawab item-item atau pertanyaan dalam melaksanakan tes dipergunakan dengan secepat mungkin. Tipe lain misalnya: a) Multiple choice item Multiple choice item terdiri dari item dan nomor respon yang mungkin. Item mungkin kalimat yang tidak lengkap atau pertanyaan. Penilaian dengan objektivitas disebut dengan penilaian objektif. Tipe lainnya yaitu tes yang berisi pertanyaan-pertanyaan “true and false” dimana seseorang akan mengisi blangko dengan suatu cara atau ungkapan-ungkapan yang telah ditetapkan sebelumnya. 6. Tipe tes yang objektif yang paling lazim adalah beri pertanyaan multiple choice. tes dapat mengukur apa yang akan diukur dan dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya yang harus diungkapkan. Jika item merupakan kalimat yang tidak lengkap. Objetivitas berarti dalam pelaksanaan tes seharusnya diperoleh skor yang sesuai dengan kemampuan testi atau bersifat apa adanya (objektif). tugas siswa adalah melengkapi dengan pernyataan yang paling tepat. semua jawabannya bersifat khas dan telah ditentukan sebelumnya. b) True -False item Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 22 . kita harus memberikan alternatif jawaban yang mungkin. Suatu tes yang objektif akan memberikan hasil yang sama bila dinilai oleh tester yang berbeda. Jika item merupakan pertanyaan.

Seringkali ke ambigo-an ini dirasakan oleh siswa yang tidak mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjawapab item. karena hanya dua pilihan maka siswa mempunyai kesempatan 50 % untuk mendapatkan jawaban benar atau salah dengan menebak. phrase. Terdapat beberapa argumen mengenai True-False item ini. Short-answer item yang sering digunakan adalah melengkapi item dengan kalimat atau beberapa kata yang hilang. hal ini adalah menyeleksi respon ang paling cocok untuk setiap stimulus.Tugas siswa adalah mencocokkkan bentuk dari dua daftar. d) Short answer Short answer memberikan beberapa tipe item yang akan direspon siswa dengan kata. Argumen ketiga pendidik yakin bahwa siswa dapat memperoleh skor tinggi dengan menebak. siswa menilai pernyataan yang disajikan benar atau salah. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 23 . Argumen kedua True- False item bersifat ambigo. simbol atau nomer. e) Essay Question Essai question terdiri dari pernyataan. pertama True-False item ini hanya dapat mengukur pengetahuan saja. Jawaban ini mungkin satu paragraf atau beberapa halaman. kalimat. yang satu berisi stimulus atau stem yang lain berisi respon yang mngkin. Stimulus dapat menggunakan pernyataan verbal. matching item cocock untuk beberapa tipe materi. True False item adalah kalimat deklarative. seringkali beberapa kalimat panjang yang menggambarkan situasi dan atau problem. c) Matching Item Matching terdiri dari dua paralel daftar. Tugas siswa adalah menulis essay untuk menjawab problem yang dituju. Bagaimanapun.

Pada essay question lebih ditekankan pada mengorganisasikan dan menggabungkan materi. seperti tes intelegensi harus dapat mengungkapkan kemampuan dasar dan intelegensi orang tersebut. Untuk menentukan tes yang baik dan efisien maka dapat dipertimbangkan melalui try out. Kecepatan Mengacu kepada waktu dalam pelaksanaan tes. Waktu dalam pelaksanaan tes itu tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat. Kespesifikan Suatu tes psikologis dilakukan untuk dapat mengungkapkan kompetensi seseorang. 8. Perbedaan antara short answer dengan essay question adalah panjangnya respon yang dibutuhkan. 7. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 24 . demikian juga dengan tes bakat yang harus mampu mengungkapkan bakat yang dimiliki seseorang.

siswa di tes. Acuan tersebut juga digunakan pada tes seleksi. Mereka yang belum memiliki Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 25 . Tes acuan kriteria berasumsi bahwa hampir semua orang bisa belajar apa saja. khususnya bila jumlah pendaftar yang diterima berdasarkan pada kuota atau daya tampung. sehingga dapat diketahui posisi siswa tersebut di kelas itu. meskipun dengan waktu yang berbeda. Dilihat dari perencanaan dan penafsiran hasil tes. Konsekuensi acuan tersebut adalah adanya program remidi dan pengayaan. tes seleksi untuk membedakan kemampuan seseorang. Tes acuan norma berasumsi bahwa kemampuan orang berbeda dan dapat digambarkan menurut distribusi normal. Pemilihan acuan yang tepat untuk digunakan ditentukan oleh karakteristik mata pelajaran yang akan diukur dan tujuan yang akan dicapai. misalnya setelah mengikuti pembelajaran selama satu semester. Pendahuluan Menurut Standar Penilaian. Hasil tes seorang siswa dibandingkan dengan kelompoknya. sehingga menghasilkan informasi yang berbeda maknanya. karena sesuai dengan tujuannya. Namun demikian. pengukuran dalam bidang pendidikan dapat berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN) atau Penilaian Acuan Kriteria (PAK). Penafsiran hasil tes antara kedua acuan itu juga berbeda. untuk melengkapi kajian konseptual. Bagian V Acuan Penilaian A. dalam kurikulum yang diterapkan saat ini (KTSP) bahwa penilaian hasil belajar siswa menggunakan kriteria yang secara spesifik dinyatakan dalam Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Perbedaan itu harus ditunjukkan oleh hasil pengukuran. peserta PPG juga perlu mengenal acuan penilaian yang lain. Kedua acuan tersebut menggunakan asumsi yang berbeda tentang kemampuan seseorang.

kompetensi dasar seperti yang disyaratkan harus belajar lagi sampai
kemampuannya mencapai kriteria atau standar tertentu, yang disebut remedi.
Sebaliknya, mereka yang telah mencapai kompetensi standar, diberikan
pelajaran tambahan, yang disebut pengayaan. Jadi, irama belajar yang berlaku
adalah kompetensi individual, yang cepat diberikan pengayaan dan yang
lambat diberikan remedi.

Dalam acuan kriteria, penafsiran skor hasil tes selalu dibandingkan
dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil tes adalah lulus dan tidak lulus.
Lulus berarti kompeten, yaitu telah memiliki kompetensi dasar yang ditetapkan,
sedangkan tidak lulus berarti tidak kompeten, yaitu belum memiliki kompetensi
dasar yang ditetapkan. Pada praktiknya, batas lulus yang banyak digunakan
adalah 75%. Batas lulus tersebut sebenarnya tidak sama untuk setiap mata
mata pelajaran, sebab hal itu tergantung pada resiko yang ada pada setiap
mata mata pelajaran.

Penilaian hasil belajar berbasis kompetensi menggunakan acuan kriteria
dan bukan acuan norma, yaitu berdasarkan apa yang dapat dicapai siswa
setelah mereka mengikuti proses pembelajaran. Pencapaian tersebut diukur
dari seberapa besar siswa memenuhi kriteria atau standar tertentu. Dengan
demikian, dalam penilaian berbasis kompetensi, penilaian yang dilakukan
bukan untuk menentukan posisi seseorang dalam kelompoknya.

Untuk membantu para guru di sekolah dalam memilih pendekatan
penilaian yang cocok untuk mata diklatnya sehingga pengambilan keputusan
seorang siswa dinyatakan lulus atau tidak lulus benar-benar sesuai dengan
prestasi yang dicapainya maka dirasakan perlu untuk dikenalkan Penerapan
Pendekatan PAN dan PAP.

Pengambilan keputusan yang tepat oleh seorang guru di dalam
menentukan tingkat keberhasilan siswa akan menentukan indeks prestasi siswa
tersebut ini akan berdampak terhadap perolehan hasil belajarnya. Dalam
penilaian acuan patokan dan penilaian acuan norma, terdapat beberapa hal
yang perlu diperhatikan.

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 26

B. Jenis-jenis Pendekatan Penilaian

Dikenal dua jenis pendekatan penilaian yaitu:

(1) Penilaian Acuan Norma (PAN)

(2) Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Kedua pendekatan ini berbeda dalam tujuan, cara penerapan dan
bagaimana menginterpretasikan hasil penilaian.

(1) Penilaian Acuan Norma (PAN) Pendekatan penilaian yang membandingkan
hasil pengukuran seseorang dengan hasil pengukuran yang diperoleh
orang-orang lain dalam kelompoknya.

(2) Penilaian Acuan Patokan (PAP) Pendekatan penilaian yang
membandingkan hasil pengukuran seseorang dengan patokan "batas lulus"
yang telah ditetapkan.

C. Tujuan Pemakaian Pendekatan Penilaian

Tujuan utama pemakaian PAN adalah untuk mengklasifikasikan siswa.
PAN dirancang untuk membedakan pencapaian nilai siswa yang tinggi dengan
yang rendah dan untuk membuat ranking pencapaian prestasi siswa,
sedangkan tujuan penggunaan PAP adalah untuk menentukan apakah seorang
siswa sudah menguasai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Guru dapat memilih PAP bila mereka ingin mengetahui sejauh mana
siswa tetah menguasai keterampilan yang diharapkan dapat dicapai. Informasi
ini berguna untuk memerlukan seberapa baik siswa lelah mempelajari
kurikulum dan sebaik mana 'sekolah' mengajarkan kurikulum.

D. Cara Pemilihan Pendekatan Penilaian

Untuk memilih pendekatan penilaian yang akan digunakan guru,
diperlukan beberapa pertimbangan.

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 27

4.1 Pertimbangan Pemilihan Pendekatan Penilaian PAN

Pendekatan penilaian PAN dapat dipakai untuk semua matakuliah dari
matakuliah yang sangat teoritis (penuh materi kognitif sampai ke mata diklat
yang paling praktis (penuh muatan keterampilan).

PAN dapat dipakai bila mata diklat tersebut bukan rnerupakan prasyarat
mata diklat yang lain atau mata diklat pada tingkat yang lebih tinggi.

Hasil ujian siswa diperiksa dan angka hasil ujian disusun dalam bentuk
kurva normal dan dihitung angka rata-rata dan simpangan bakunya. PAN
menghasilkan kurve normal karena pendekatan ini pada dasarnya tidak
mengkaitkan dengan proses belajar mengajar. PAN membiarkan siswa
berkembang normal atau apa adanya sehingga dalam kelompok siswa itu
masih terdapat perbedaan yang luas antara mereka yang mencapai hasil
belajar tinggi dan mereka yang mencapai hasil belajar yang rendah. Makin
normal kurve yang dihasilkan oleh hasil pengukuran menunjukkan ujian yang
dipergunakan makin baik, dan makin baik sistem pengajaran yang
diselenggarakan.

4.2 Pertimbangan Pemilihan Pendekatan Penilaian PAP

PAP tidak menggunakan angka rata-rata yang dihasilkan dalam
kelompok yang diuji melainkan telah terlebih dahulu ditetapkan kriteria
keberhasilan yaitu batas lulus. penguasaan tujuan pembelajaran (bahan
pelajaran). Siswa yang telah mencapai batas ini dianggap telah berhasil dalam
belajar dan diperkenankan mempelajari bahan pelajaran yang lebih tinggi
sedang yang belum mencapai dianggap belum berhasil.

Dengan demikian bila guru ingin menggunakan PAP maka dalam proses
pengajarannya guru tidak bisa begitu saja membiarkan siswa menjalani sendiri
proses belajanya, melainkan terns menerus secara langsung atau tidak
langsung merangsang dan memeriksa kemajuan belajar siswa. Guru
membantu siswa melewati tahap pengajaran sampai berhasil.

Pendekatan ini menuntut usaha yang lebih terarah dan terencana sejak
sebelum, selama, dan seusai penyelenggaraan pengajaran. Dalam

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 28

Guru ini tidak menghendaki adanya penyebaran hasil belajar yang merata dan rendah ke tinggi tapi sebanyak mungkin siswa mencapai hasil belajar yang tinggi. Guru yang menggunakan PAP dengan baik tidak akan menaikkan/menurunkan bates lulus dalam usahanya untuk sebanyaknya mungkin siswa yang tutus. Di samping itu penilaian harus bersifat terbuka. kegiatan terstruktur tidak terjadwal dan kegiatan mandiri secara konsekuen. Ujian sumatif dilaksanakan pada akhir proses pengajaran. E. Untuk mencapai hasil semaksimal mungkin maka pelaksanaan Sistem Kredit Semester harus dilaksanakan secara penuh yaitu menyelenggarakan tatap muka. PAP tidak hanya menentukan segi mutu hasil belajar siswa tapi juga dalam jumlah siswa yang berhasil. Hasil ujian pembinaan dipakai sebagai petunjuk apakah siswa memerlukan bantuan dalam menjalani proses belajamya atau tidak. Usaha ini mencegah siswa dari kondisi terlanjur tidak menguasai dengan baik bahan kuliah seperti yang dituntut oleh tujuan pembelajaran. Siswa perlu mengetahui proses penilaian. Ujian pembinaan (formatif test) dilaksanakan pada tahap tertentu selagi proses pengajaran masih berlangsung dengan tujuan memeriksa kemajuan siswa dalam tahap tersebut.pelaksanaannya bila guru menggunakan PAP harus melaksanakan Formatif Test dan Sumatif Test. Guru harus memiliki keterampilan dalam menyusun pengajaran dan penilaiannya serta diperlukan sumber dan sarana belajar mengajar yang cukup. Ujian ini meliputi semua bahan yang diajarkan dengan tujuan menguji apakah siswa telah menguasai seluruh bahan dengan baik. Dengan kala lain ujian ini bertujuan untuk memeriksa apakah tujuan pembelajaran telah tercapai sesuai patokan yang ditetapkan. kriteria keberhasilan dan hasil penilaian. PAP dapat dipakai bila matakuliah tersebut merupakan prasyaraat matakuliah yang lain atau pede tingkat yang lebih lanjut dengan jumlah siswa yang tidak terlalu besar (kurang dan 40 offing). Pengolahan dan konversi skor mentah menjadi skor standar (nilai) Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 29 .

B. Penilaian Acuan Patokan/Kriteria (PAP/PAK) Asumsi 1. Pengolahan dan konversi skor mentah menjadi nilai dilakukan dengan mengacu pada kriteria atau patokan dikenal dengan PAP atau pengolahan dan konversi skor mentah menjadi nilai dilakukan dengan mengacu pada norma atau kelompok dikenal dengan Norm Referenced Evaluation (PAN). 2. c. artinya pemberian nilai pada testee dilaksanakan dengan jalan membandingkan antara skor mentah dengan Skor Maksimum Ideal (SMI) yang mungkin dapat dicapai oleh testee jika seluruh soal ter dapat dijawab dengan betul. E b. T score (nilai standar T) F. 2. Skala sembilan (stanine) yaitu nilai standar berskala sembilan dimana rentangan nilainya mulai dari 1 sampai dengan 9 (tidak ada nilai 0 atau 10). D. Cara penghitungan Nilai yang akan diberikan pada testee didasarkan pada standar mutlak. Hal-hal yang harus dipelajari testee mempunyai struktur hirarki tertentu dan masing-masing taraf harus dikuasai secara baik sebelum testee sampai pada taraf selanjutnya. C. Tester dapat mengidentifikasi masing-masing taraf itu sampai tuntas sehingga dapat disusun alat pengukurnya. 1. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 30 . Pengolahan dan konversi skor mentah menjadi nilai dapat menggunakan berbagai macam skala: a. Skala lima (stanfive) yaitu nilai standar berskala lima huruf A. Z score (nilai standar z) e. Skala sebelas (stanel/ standart eleven) yaitu rentangan nilai mulai dari 0 sampai dengan 10 d.

Cara Perhitungan Nilai = Skor Mentah x 100 Skor Maksimum Ideal Contoh: Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 31 .

Artinya pada setiap kegiatan pengukuran dan penilaian hasil belajar sebagian besar dari peserta didik tersebut nilai hasil belajarnya memusat di sekitar nilai pertengahan dan hanya sebagian kecil saja yang nilainya sangat tinggi atau sangat rendah. status social. latar belakang pendidikan. Langkah-langkah perhitungan 1. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 32 . Pada setiap populasi peserta didik yang sifatnya heterogen (berbeda jenis kelamin. Tujuan evaluasi hasil belajar adalah untuk menentukan posisi relative dari para testee. Penilaian Acuan Norma (PAN) Asumsi 1. tengah dan rendah yang distribusinya membentuk kurva normal. Patokan Nilai Huruf G. menyusun. dsb) akan selalu didapati kelompok atas. Mengatur. dan menyajikan skor-skor mentah hasil ujian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. 2.

Cari i dengan rumus R = 10 sampai dengan 20 i Mean dan standar deviasi: Mengubah nilai skor mentah – nilai standar (skala 5) Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 33 . Mengkonversi skor-skor mentah menjadi nilai standar. 2. Cari skor mentah terendah (L) 3. 4. Membuat tabel konversi. Menghitung nilai rata-rata hitung yang melambangkan prestasi kelompok dan deviasi standar yang mencerminkan variasi dari skor-skor mentah. Tabel distribusi frekuensi 1. 3. 5. Cari skor mentah tertinggi (H) 2. Cari R= (H-L) + 1 4. Mengubah skor-skor mentah menjadi nilai standar.

Mengubah nilai skor mentah – nilai standar (skala 9) Mengubah nilai skor mentah – nilai standar (skala 11) Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 34 .

Membuat tabel konversi Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 35 .

dan ekuivalen. Kualitas Instrumen Instrumen yang baik harus memiliki bukti kesahihan dan keandalan. dengan asumsi tidak ada efek tes. dan kriteria. Keandalan suatu instrumen memberikan informasi tentang besarnya kesalahan pengukuran. Keandalan ekuivalen diperoleh dari korelasi hasil penskoran dua instrumen berbeda dalam mengukur hal yang sama. Selain itu. Indeks stabilitas merupakan tingkat kestabilan hasil pengukuran yang dilakukan paling tidak dua kali untuk orang yang sama dalam waktu berbeda. yang menunjukkan seberapa jauh materi ujian sesuai dengan kompetensi dasar yang diukur. dimensi alat ukur adalah satu. kesahihan konstrak dilihat dari dimensi yang diukur. Bukti kesahihan konstrak yang diukur adalah satu. dan ekonomis. Pada sistem penilaian di jurusan. dan kesahihan kriteria dilihat dari daya prediksinya. Bagian VI Analisis Butir Soal A. Kesahihan isi atau sering disebut pula kesahihan kurikuler. Kesahihan konstrak diperoleh dari hasil analisis faktor. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 36 . yaitu matriks yang berisi bahan yang diujikan dan tingkat berpikir yang terlibat dalam pengerjaan ujian itu. hasilnya dapat dibandingkan. yaitu konsistensi internal. Indeks konsistensi internal diperoleh dari data hasil pengukuran dalam satu kali ujian. dapat diketahui dari kisi-kisi instrumen. Kesahihan dapat dikategorikan menjadi tiga macam. yaitu jumlah faktor yang diukur suatu ujian. Kesahihan kriteria merupakan koefisien yang menunjukkan seberapa jauh skor ujian dapat digunakan untuk memprediksi atau meramalkan keberhasilan siswa pada masa datang. atau dengan kata lain. Kesahihan isi dilihat dari bahan yang diujikan. yaitu kesahihan isi. konstrak. stabilitas. kesahihan yang ditekankan adalah kesahihan isi. Keandalan suatu instrumen dapat dikegorikan menjadi tiga macam.

Kesalahan pengukuran tersebut ada dua macam. maka penilaian acuan kriteria diterapkan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan yang ditargetkan dapat dikuasai oleh siswa. dan menafsirkan hasil ujian adalah kriteria. Berbeda dengan analisis butir soal acuan kriteria. korelasi hasil penskoran itu merupakan keandalan antarpenilai. Kesalahan acak berarti kesalahan karena kondisi yang diukur dan yang mengukur bervariasi dan pemilihan bahan yang diujikan tidak tepat. Oleh karena itu. Besarnya indeks keandalan digunakan untuk menghitung kesalahan pengukuran. Walaupun demikian. yang tercermin dari besarnya indeks daya beda minimal 0. butir soal harus dapat membedakan mana peserta tes yang pandai dan yang tidak pandai dalam suatu kelas. analisis butir soal acuan norma bertujuan mengetahui kedudukan peserta tes dalam kelompoknya (dalam kelas). namun penafsirannya berbeda. Selain itu. Untuk instrumen berbentuk tes. Sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis kompetensi. Semakin andal suatu instrumen. yaitu acak dan sistematik. sistem penilaian yang digunakan adalah berbasis kompetensi dasar. yang dinyatakan dalam bentuk indeks kesulitan butir soal.jika satu lembar ujian dinilai oleh lebih dari satu orang. Jika penilaian yang dimaksud adalah penilaian formatif. beberapa formula dalam analisis butir untuk acuan kriteria dan acuan norma adalah sama. menganalisis. perlu dilakukan analisis butir. maka acuan dalam mengembangkan. semakin kecil kesalahan pengukuran. Demikian pula jika menggunakan penilaian acuan norma. Analisis butir soal acuan kriteria bertujuan mengetahui kemampuan seseorang menurut kriteria tertentu. Jika menggunakan penilaian acuan kriteria. butir-butir soal yang dipakai dalam ujian tidak boleh terlalu sukar atau terlalu mudah. maka butir soal yang digunakan harus memenuhi standar butir soal acuan krteria. Dengan demikian syarat pertama yang harus dipenuhi adalah butir soal yang digunakan harus mencerminkan indikator kemampuan yang ditargetkan.30. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 37 . Analisis butir dibedakan menjadi dua macam berdasarkan tujuan penilaian yang dilakukan. sedangkan kesalahan sistematik terjadi karena instrumennya atau cara penskorannya yang cenderung murah atau mahal untuk semua peserta ujian.

39 Baik Perlu peningkatan 0. Daya Beda Daya beda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (siswa yang mempunyai kemampuan tinggi) dengan siswa yang kurang pandai (siswa yang mempunyai kemampuan rendah). Karena korelasi point biserial masih dipengaruhi oleh tingkat kesukaran maka indeks point biserial lebih kecil dibanding dengan korelasi biserial. yaitu jumlah peserta tes yang menjawab benar pada butir soal yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya.40 Sangat baik Diterima 0.3 Sukar 0. karena korelasi diperoleh dari dalam tes itu sendiri. Daya beda yang sering digunakan adalah indeks korelasi antara skor butir dengan skor totalnya. Kriteria Tingkat Kesukaran Nilai p Kategori p < 0. Daya beda dengan cara ini sering disebut validitas internal. Tingkat Kesukaran Baik buruknya butir tes antara lain ditentukan oleh tingkat kesukaran butir yang diperoleh dari analisis butir. Tabel 2.30 ≤ D ≤ 0.20 ≤ D ≤ 0.19 Tidak baik Dibuang/direvisi Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 38 .3 ≤ p ≤ 0.B. Kriteria Indeks Daya Beda Nilai D Kategori Keterangan D ≥ 0. Tabel 1.7 Mudah C.29 Cukup baik Perlu peningkatan D ≤ 0. Korelasi point biserial merupakan kombinasi antara hubungan soal dengan tingkat kesukaran sedangkan korelasi biserial bebas dari tingkat kesukaran butir. Proporsi jawaban benar (p).7 Sedang p > 0.

80 -1.00 –0. sedangkan kemungkinan jawaban yang tidak benar dinamakan pengecoh atau distraktor (Surapranata.20 Sangat rendah Di sisi lain. E. Interpretasi Reliabilitas Instrumen Besarnya Nilai r Interpretasi 0. untuk mengetahui nilai SEM (standar error Measurement) memadai atau tidak. hal ini menunjukkan bahwa kesalahan pengukuran perangkat tes cukup memadai. Tabel 3.40 -0.80 Cukup 0. maka varian K dapat dihitung.40 Rendah 0. Sementara itu Allen & Yen (1979) menyatakan bahwa tes dikatakan reliabel jika skor amatan mempunyai korelasi yang tinggi dengan skor sebenarnya. Kemungkinan jawaban itu dibagi dua yaitu kunci jawaban dan pengecoh atau distraktor.60 Agak rendah 0. digunakan persamaan  K  0.00 Tinggi 0. Reliabilitas Nunnally (1981) menyatakan bahwa reliabilitas adalah kestabilan skor yang diperoleh orang yang sama ketika diuji ulang dengan tes yang sama pada situasi yang berbeda atau dari satu pengukuran ke pengukuran lainnya. 2004). Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 39 .20 -0.60 -0.43 K . Dari sekian banyak alternatif jawaban hanya terdapat satu yang paling benar yang dinamakan kunci jawaban.Sumber : Ebel (1972) D. Dengan jumlah soal (K) butir. Jika nilai varian K lebih besar dari nilai SEM. Distribusi Jawaban Apabila dilihat strukturnya tes bentuk pilihan ganda terdiri atas dua bagian yaitu pokok soal atau item yang berisi permasalahan yang akan ditanyakan dan sejumlah kemungkinan jawaban atau option.

dan (4) pengecoh yang mempunyai daya tarik bagi peserta tes yang kurang pandai. (2) pengecoh yang bagi peserta tes terlalu mencolok kesalahannya sehingga tidak ada yang memilih sebagai jawaban betul. maka termasuk pengecoh yang menyesatkan. dan (2) pemilih distraktor tersebar relatif proporsional pada masing-masing distraktor yang ada. (3) pengecoh yang menyesatkan. maka termasuk pengecoh yang sangat baik. Salah satu tujuan analisis soal adalah untuk mengetahui tentang distribusi jawaban peserta tes dalam alternatif jawaban yang tersedia. Dan apabila pengecoh lebih banyak dipilih oleh peserta tes dari kelompok atas dibandingkan dengan kelompok bawah. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 40 . Apabila pengecoh dipilih secara merata. Menurut Azwar (1987) efektivitas distraktor dapat dilihat dari dua kriteria. Surapranata (2004) dan Masrun (1975) mengemukakan distribusi jawaban dapat diketahui: (1) banyaknya peserta tes yang menjawab betul. yaitu (1) distraktor dipilih oleh peserta tes dari kelompok rendah. Lebih lanjut Surapranata (2004) suatu pengecoh dapat dikatakan berfungsi baik jika paling sedikit dipilih oleh 5 % peserta tes.

hanya lama waktu yang diperlukan berbeda-beda sesuai dengan potensinya masing-masing. Ada pula yang bersifat goal-based. 3. descriptive. asesmen hasil belajar menggunakan acuan kriteria. kecepatan belajar siswa berbeda dalam mencapai ketuntasan belajar. guru harus memperhatikan kecepatan belajar siswa dalam mencapai ketuntasan belajar dalam mata mata pelajaran yang diampunya. sedangkan yang mengalami kesulitan harus dibantu. Bagian VII Karakteristik Penilaian Mata Pelajaran Bidang Teknologi A. Dapat pula penilaian dibedakan atas dasar tujuannya sehingga ada penilaian formatif dan penilaian sumatif. 2. Gronlund & Linn (1990) menyatakan bahwa hasil penilaian merupakan laporan kepada masyarakat luas. Untuk merancang program pembelajaran dalam bentuk silabus dan desain pembelajaran serta merancang sistem asesmen yang tepat perlu diketahui karakteristik kurikulum berbasis kompetensi meliputi: 1. dan 4. curriculum based. Siswa yang mampu belajar sendiri terus dimotivasi. Landasan Teoretik Asumsi kurikulum berbasis kompetensi adalah bahwa semua siswa dapat belajar untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. hasil belajar siswa dinyatakan dengan kompetensi atau kemampuan yang dapat didemonstrasikan/ditampilkan atau dapat diobservasi indikator-indikatornya. Peran guru dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai fasilitator bagi siswa. Jadi. comparative. para pengambil kebijakan dan para profesi Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 41 . Ada penilaian yang mengacu pada acuan kriteria dan ada pula yang mengacu pada acuan norma. atau competence. Perhatian terhadap perbedaan kecepatan belajar siswa membawa implikasi pada perancangan program pembelajaran dan sistem asesmennya. Menurut Griffin & Nick (1991) ada beberapa tipe penilaian. adanya program pembelajaran remediasi dan pengayaan.

tidak mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang tradisional. sebagaimana dinyatakan oleh Gronlund (1998) tidak berarti bahwa tes tulis sama sekali tidak digunakan dalam penilaian autentik. fasilitas pendukung. Penilaian berbasis kompetensi berarti penilaian yang ditujukan terhadap kemampuan yang didemosntrasikan/ditampilkan atau yang dapat diobservasi indikator-indikatornya. Namun demikian. menurut Mehrens & Lehman (1973) semua itu mengandung tiga unsur inovasi dalam bidang penilaian.dalam hal: (1) bagaimana keberhasilan belajar yang dicapai dari berbagai tingkat umur siswa. Berbeda dari penilaian konvensional yang mengandalkan pada penilaian melalui tes verbal (baik tes tulis maupun tes lesan). bersifat menyeluruh. Namun demikian. Kedua. Pertama. Oleh karena itu penilaian autentik juga disebut sebagai penilaian alternatif. beserta faktor administrasinya. sebagian tetap harus diukur melalui tes tulis. Griffin & Nick (1991) menyatakan hendaknya hasil penilaian juga dapat dipakai untuk mengungkap faktor-faktor yang melatarbelakangi tingkat keberhasilan belajar siswa. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 42 . ada pula yang menyebut penilaian berbasis autcome (outcomes-based assessment). penilaian autentik merupakan penilaian melalui berbagai metode dan berbagai alat penilaian. karakteristik metode pembelajarannya. Penguasan ranah kogntif misalnya. Pengertian penilaian autentik memang bervariasi. yakni mencakup karakteristik kurikulum yang digunakan. Sebagaimana dikemukakan oleh Terwilliger (1988) bahwa penilaian merupakan suatu perancangan untuk menyatakan keautentikan unjuk kerja yang kompleks di lapangan sehingga akan dapat menggambarkan kemampuan siswa yang sesungguhnya. Ada yang menyebutnya penilaian performans (performance assessment). dan ada pula yang menyebut penilaian alternatif (alternative assessment). yang dengan kata lain harus berupa penilaian autentik. pada kelompok gender (perempuan) maupun pada etnik yang berbeda. (2) apakah ada perubahan dalam pencapaian hasil belajar para siswa di tempat yang sama pada waktu yang berbeda (3) apakah ada perbedaan dan perubahan pencapaian hasil belajar siswa berdasarkan wilayah. tetapi lebih menekankan pada kemampuan nyata subyek belajar.

Menurut Worthen & Sander (2002) penilaian autentik adalah proses pengumpulan data di mana siswa memahami dan menghasilkan pengetahuan yang berarti/bermakna. Kelompok mata pelajaran praktikum menekankan Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 43 . 1978). baik penilaian yang dilakukan oleh guru harus menggunakan instrumen yang sahih dan andal (Nunnally. Karakteristik Mata Pelajaran Praktikum Kelompok mata pelajaran praktikum memang berbeda dengan kelompok mata pelajaran yang lain. Siswa diberi kesempatan untuk mendemonstrasikan kebolehannya. pemahamannya. Menghasilkan karya nyata (tangible product) dan penampilan yang dapat diamati (observable performance). Dilakukan secara kontinyu dan terstruktur menurut tujuan pembelajaran. Ketiga. 2.mengembangkan seluruh kemampuan subyek belajar melalui kegiatan pembelajaran menurut paham konstruktivisme. menyadari kelebihan dan kelemahannya dan mampu mengembangkan kelebihannya tersebut dan memperbaiki kelemahannya. Oleh karena itu. tidak menggunakan sistem tes tradisional tetapi menggunakan berbagai cara. 4. 5. Phopam (1995) mengidentifikasi kegiatan authentic assessment sebagai berikut: 1. menghargai produk dan proses sama baiknya Penilaian yang baik harus didasarkan pada data dan informasi yang tepat dan akurat yang harus dihimpun menggunakan instrumen yang sahih (valid) dan andal (reliable). keterampilannya secara kontekstual dan variatif. Mengungkap kemampuan siswa berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Memacu siswa untuk melakukan penilaian diri (self-assessment). 3. Withkin (1984) menambahkan bahwa penilaian autentik memberi data yang lebih lengkap tentang kemampuan siswa dan didasarkan atas kegiatan pembelajaran. B. Penilaian autentik disebut juga penilaian performans karena didasarkan atas apa yang dapat dilakukan oleh siswa.

mata pelajaran praktikum tidak semata-mata menuntut satu aspek saja. Keterampilan dasar mencakup: (a) keterampilan mengamati. Standar tersebut meliput lima hal antara lain: 1. 2. (b) mencatat data. Menurut Fernandes (1984) dan Stephen & William (1984). dan sebagai keterampilan tertinggi berupa keterampilan investigasi (investigation skill). Menurut Gronlund (1998) keterampilan proses mencakup keterampilan dasar (basic skill) sebagai kemampuan yang terendah. 3. ketekunan. Penilaian dari prestasi dan kesempatan untuk belajar. Keterampilan melakukan proses meliputi: (a) menginferensi dan (b) menyeleksi berbagai cara/prosedur. (d) mengimplementasikan prosedur. kemudian diikuti dengan keterampilan melakukan proses (process skill). (c) mengukur. Dengan demikian. kreatif. dan inovatif. Kesesuaian antara kualitas teknis yang menyangkut data terkumpul dan konsekuensi dari tindakan yang diambil atas dasar data tersebut.pada upaya peningkatan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan. dan teknologi secara logis. dan kejujuran. Belajar di bidang teknik tidak dapat lepas dari belajar untuk menguasai proses ilmiah untuk menemukan/merumuskan konsep/produk ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah. standar penilaian menyediakan kriteria dalam hal menentukan kualitas pelaksanaan penilaian. Konsistensi penilaian dengan keputusan yang telah mereka dirancang untuk menginformasikan. 5. informasi. kritis. Keterampilan investigasi berupa merencanakan dan melaksanakan serta melaporkan hasil investigasi. yakni aspek keterampilan. 4. Kewajaran dari pelaksanaan asesmen. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 44 . Kejelasan dari kesimpulan yang dibuat berdasarkan penilaian tentang prestasi siswa dan kesempatannya untuk belajar. dan (e) mengikuti instruksi. tetapi aspek kognitif dan afektif juga dituntut sama baiknya. Keterampilan tersebut juga harus didasari oleh sikap ilmiah seperti sikap antusias.

Hasil penilaian harus dapat dijadikan umpan balik yang utama dalam
mekanisme sistem pembelajaran Dengan umpan balik, jurusan akan
mengetahui efektivitas dari para guru dan program mereka.

Gagasan tentang penilaian telah mengalami perubahan penting dalam
beberapa tahun terakhir ini. Dalam pandangan yang baru, proses pembelajaran
dan penilaian merupakan dua sisi dari koin yang sama. Penilaian memberikan
informasi tentang standar kompetensi yang berhasil dicapai oleh siswa,
sementara guru merancang dan melaksanakan pembelajaran agar peserta
dapat mencapai standar yang ditetapkan. Dengan kata lain melalui penilaian
guru akan memperoleh informasi tentang bagaimana seharusnya guru
mengajar dan para siswa seharusnya belajar.

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 45

Bagian VIII

Prosedur Penilaian

Penilaian pada dasarnya digunakan untuk mengukur kompetensi yang
telah ditentukan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, instrumen yang menyertai
seharusnya dapat mengukur kompetensi tersebut.

Untuk mengukur kompetensi itu, prosedur yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1. menentukan jenis penilaian: tes dan/atau nontes untuk tiap-tiap
kompetensi;
2. menyusun definisi konstruk tentang kompetensi;
3. mengembangkan kisi-kisi instrumen yang berisi kompetensi,
subkompetensi, indikator, strategi asesmen;
4. menentukan dan mengundang para pakar dan praktisi yang akan
mereviu kisi-kisi;
5. para pakar dan praktisi melakukan reviu yang terkait dengan validitas isi
kisi-kisi;
6. menyusun kisi-kisi baru berdasarkan masukan para pakar dan praktisi;
7. mengembangkan butir soal berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun
baik yang objektif maupun uraian termasuk menyusun pedoman
penyekoran;
8. menentukan dan mengundang para pakar dan praktisi yang akan
mereviu butir soal dan pedoman penskoran;
9. para pakar dan praktisi melakukan reviu butir soal dan pedoman
penskoran;
10. memperbaiki butir soal dan pedoman penskoran berdasarkan masukan
para pakar dan praktisi;
11. melakukan uji coba secara empiris sehingga dapat dianalisis kualitas
butir soal yang ditunjukkan oleh validitas butir, reliabilitas instrumen yang

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 46

ditujukan oleh koefisien reliabilitas, dan kualitas opsi (pilihan) yang
ditunjukkan oleh proporsi responden (endorsing) setiap pilihan;
12. melakukan revisi soal dan pedoman penskoran, baik yang berkaitan
dengan konstruksi materi, bahasa, maupun pilihan jawaban yang tidak
tidak ada pemilihannya diganti dengan jawaban lain yang setara.

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 47

keterampilan. Pengembangan Indikator Kompetensi adalah kemampuan yang dapat dilakukan siswa yang mencakup pengetahuan. Bagian IX Strategi Penilaian A. atau respons yang ditunjukkan atau dilakukan oleh siswa berkaitan dengan kemampuan dasar. Kata kerja yang tidak operasional yang digunakan pada standar kompetensi di antaranya adalah: mengetahui dan memahami. sedangkan kata kerja yang operasional adalah menafsirkan. menganalisis. mendemonstrasikan. dan perilaku. atau lebih sempit dibanding dengan kata kerja pada kemampuan Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 48 . Standar adalah arahan atau acuan bagi pendidik tentang kemampuan dan keterampilan yang menjadi fokus proses pembelajaran dan penilaian. Cakupan materi yang terkandung pada setiap standar kompetensi cukup luas terkait dengan konsep yang ada dalam suatu mata mata pelajaran. dan sebagainya. Standar kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja yang operasional atau yang tidak operasional tergantung dari karakteristik bidang studi serta cakupan materi. Jumlah standar kompetensi untuk satu mata mata pelajaran bervariasi sekitar 6 sampai 15 buah. ciri-ciri. Indikator merupakan acuan dalam menentukan soal ujian. perbuatan. yaitu sekitar tiga buah atau lebih. karena itu jika dipadukan standar kompetensi adalah batas dan arah kemampuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran suatu mata mata pelajaran tertentu. membandingkan. Indikator adalah karakteristik. yang jumlahnya tergantung pada karakteristik bidang studi. sehingga kata kerja yang digunakan sepenuhnya harus operasional dan cakupan materinya lebih terfokus. mengevaluasi. Setiap standar kompetensi dapat diuraikan menjadi sejumlah kemampuan dasar. Selanjutnya kemampuan dasar diuraikan menjadi sejumlah indikator.

pilihan ganda atau lainnya. dan sejenisnya. 2. uraian. apakah bentuk tes isian. baik dari aspek materi/isi/konsep. maka terlebih dahulu didefinisikan secara operasional apa itu minat. Sebagai contoh. Pengembangan Instrumen Pengembangan item instrumen harus mengacu pada kisi-kisi yang telah ditetapkan agar dihasilkan item instrumen yang sahih. Berikut ini disajikan hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan item instrumen tes maupun nontes. Memilih bentuk instrumen yang sesuai dengan indikator. Indikator juga digunakan untuk mengembangkan instrumen nontes. jika kita ingin mengukur minat seseorang mempelajari mata mata pelajaran Bahasa Inggris. sikap. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 49 . Pengembangan item tes keterampilan 1) Hal yang diperhatikan dalam mengembangkan item tes keterampilan adalah sebagai berikut. seperti pengukuran minat. Membuat kunci jawaban atau pedoman penyekoran. c. Pengembangan item tes tulis Hal yang diperhatikan dalam mengembangkan tes tulis yaitu a. B. b. 1. Memperhatikan persyaratan penyusunan instrumen. Indikator dikembangkan dari kemampuan dasar dengan menggunakan kata kerja yang operasional dengan tingkat berpikir menengah dan tinggi. maupun bahasa. Mengacu pada karakteristik indikator kompetensi yang ditargetkan. d. motivasi.dasar. konstruksi. Definisi ini selanjutnya diuraikan menjadi sejumlah indikator untuk menyatakan ciri-ciri orang berminat dan tidak berminat dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan.

d) Pedoman penskoran atau rubrik. maupun bahasa. (2) Menentukan banyaknya hal/aspek yang akan diidentifikasi. baik dari aspek materi/isi/konsep. b) Tes identifikasi untuk mengukur kinerja seseorang atas dasar tanda-tanda atau sinyal yang diberikan saat diberikan tes. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 50 . c) Uji petik kerja untuk mengukur kinerja dalam situasi yang sebenarnya atau uji simulasi untuk mengukur kinerja dalam situasi yang mirip dengan situasi yang sebenarnya (1) Mengidentifikasi aspek kinerja yang dinilai. dll. gambar. (3) Membuat rubric/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi keberhasilan identifikasi. (2) Menentukan model skala yang dipakai untuk penskoran yaitu rating scale atau check list. (2) Menentukan cara penskoran secara holistik atau analitik. (1) Menentukan aspek produk yang akan dinilai. tes simulasi. (4) Menentukan klasifikasi peringkat penilaian. 2) Langkah pengembangan item instrumen keterampilan adalah sebagai berikut. a) Persyaratan penyusunan instrumen keterampilan. b) Jenis tes keterampilan yang dipakai. atau uji petik kerja/work sampel test. konstruksi. (1) Menentukan jenis kemampuan kinerja yang akan diidentifikasi. (3) Menentukan bobot skor. c) Indikator kompetensi yang ditargetkan. apakah tes tulis keterampilan. tes identifikasi. a) Tes tulis keterampilan untuk menghasilkan desain/rangkaian.

d. Membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi keberhasilan tugas. Mengidentifikasi aspek tugas yang dikerjakan. (3) Membuat rubrik/pedoman penskoran yang dilengkapi dengan kategorisasi keberhasilan kinerja. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 51 . e. Menentukan model skala yang dipakai untuk menskor. b. 3. c. Mengacu pada jenis tugas yang dikerjakan. Mengacu indikator kompetensi yang dikembangkan. yakni rating scale atau check list. Pengembangan instrumen penugasan a.

Pengukuran adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan data secara kuantitatif. Pelaksanaan Penilaian Penilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan karena penilaian dapat mencerminakan perkembangan atau kemajuan pendidikan. Penilaian mempunyai empat unsur pendukung yaitu apa yang dinilai. penilaian dan evaluasi. maka jelas yang memerlukan penilaian adalah siswa dan yang melakukan penilaian adalah guru. maka ada jadual yang telah dibuat secara terencana oleh jurusan. apa kegunaannya. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 52 . Dalam pelaksanaan penilaian di dalam pendidikan ada tiga istilah yang sering digunakan yaitu pengukuran. siapa yang dinilai dan siapa yang menilai. Bagian X APLIKASI PENILAIAN A. Kapan sebaiknya guru melakukan penilaian? Dari aspek kognitif. Berdasarkan jabaran sebelumnya. sedangkan penilaian adalah kegiatan untuk mengetahui apakah suatu rencana pembelajaran telah berhasil. dan evaluasi adalah kegiatan untuk memperoleh data dari suatu program untuk pengambilan keputusan. baik di dalam maupun di luar kelas. sedangkan untuk guru adalah sebagai balikan apakah pengajarannya telah mencapai tujuan yang direncanakan. Ketiga istilah ini memiliki arti yang sangat berbeda karena memang tingkat penggunaannya berbeda. sedangkan untuk penilaian dari aspek psikomotorik atau ketrampilan dan sikap dapat dilakukan guru sepanjang pembelajaran berlangsung. Dalam bidang pendidikan yang dinilai adalah suatu keberhasilan yang dicapai siswa dan gunanya penilaian ini bagi siswa adalah untuk mengetahui apakah dia sudah mengerti atau tidak tentang materi yang diberikan oleh guru.

diantaranya  Tes Benar Salah. Jadi apabila seorang siswa menjawab soal dengan betul sesuai dengn kunci jawabannya maka diberi skor 1 dan yang menjawab soal dengan salah tidak sesuai dengan kunci jawabannya maka diberi nilai 0 (nol). Bidang Kognitif Cara penskoran tes untuk tiap bentuk tes objektif berbeda-beda. Setiap item tes diberi skor maksimal 1 (satu).  Tes Menjodohkan Pada tes menjodohkan cara memberi skor sama dengan tes benar salah. Jawaban yang benar merupakan skor yang diperolehnya. Pedoman Pensekoran 1. Bidang Psikomotorik Penilaian psikomotorik dapat pula menggunakan skala penilaian yang diperlukan untuk mencari indikator-indikator yang mencerminkan Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 53 .  Tes Pilihan Ganda Pada tes pilihan ganda cara memberi skor sama dengan tes benar salah dan menjodohkan. Setiap item tes diberi skor maksimal 1 (satu). Jadi apabila seorang siswa menjawab soal dengan betul sesuai dengn kunci jawabannya maka diberi skor 1 dan yang menjawab soal dengan salah tidak sesuai dengan kunci jawabannya maka diberi nilai 0 (nol). Jadi apabila seorang siswa menjawab soal dengan betul sesuai dengn kunci jawabannya maka diberi skor 1 dan yang menjawab soal dengan salah tidak sesuai dengan kunci jawabannya maka diberi nilai 0 (nol). Setiap item tes diberi skor maksimal 1 (satu). Pada soal benar salah hanya ada dua opsion jawaban Benar atau Salah.B. Maka skor yang diperoleh siswa tersebut adalah jumlah jawaban siswa dengan benar. Jawaban yang benar merupakan skor yang diperolehnya. 2.

setelah diperoleh indokator-indikator keterampilan. Contoh : Untuk mengukur keterampilan siswa mengunakan micrometer sekrup disusun skala penilaian sebagai berikut: Berilah tanda (√) pada salah satu kolom angka untuk setiap tindakan di bawah ini. Dalam skala penilaian. dan 1 sangat tidak tepat. 2 tidak tepat. 3 jika agak tepat. Misalnya skala 5 jika suatu indikator dikerjakan dengan sangat tepat. 4 jika tepat. Skor pernyataan negatif adalah kebalikan dari skor pernyataan positif. Bidang Afektif Skor yang diberikan terhadap butir instrumen bergantung pada skor pernyataan positif dan pernyataan negatif. Misalnya sebagai berikut: Untuk pernyataan positif (mendukung) ialah: Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 54 . pada prinsipnya ada tingkat-tingkat penampilan untuk setiap indikator keterampilann yang akan diukur. ASPEK YANG DINILAI 1 2 3 4 5 Cara memutar sekrup pemutar pada mikrometer skrup Cara membaca dan menjumlahkan skala utama dan skala nonius Cara mengkalibrasi mikrometer skrup Cara Meletakkan benda yang akan diukur pada rahang mikrometer skrup Cara mengunci benda yang akan diukur pada mikrometer Cara mengukur benda dengan menggunakan mikrometer skrup Cara menghitung tebal benda dari hasil pengukuran Keterangan: 5 : Sangat tepat 4 : Tepat 3 : Agak Tepat 2 : Tidak Tepat 1 : Sangat tdak tepat 3. Jadi. keterampilan yang akan diukur. selanjutnya ditemukan skala penilaian untuk setiap indikator.

selanjutnya dibuat rentang skor seperti contoh di bawah ini No RENTANG SKOR PERNYATAAN SIKAP 1 55 – 75 Sikapnya positip 2 35 – 54 Netral 3 15 – 34 Sikapnya negatip Selain instrumen dalam bentuk kuesioner atau angket ada pula instrumen dalam bentuk observasi. Sebagai contoh lembar observasi untuk menilai sikap dapat dilihat di bawah ini: Indikator Ketekunan belajar Tanggung Jawab Sikap Menepati janji Keterbukaan Kedisiplinan Kepedulian Kerjasama Kerajinan Kejujuran Total No Nama Siswa 1 Ali 4 3 4 5 4 4 4 3 4 35 2 Adi 2 4 3 4 3 4 3 4 4 31 Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 55 . Jenis observasi ini banyak digunakan untuk menilai ranah afektif yakni dengan observasi langsung. PERNYATAAN SKOR Sangat Setuju 5 Setuju 4 Tidak punya pendapat/ ragu-ragu 3 Tidak Setuju 2 Sangat Tidak Setuju 1 Untuk pernyataan negatif (menolak) ialah PERNYATAAN SKOR Sangat Setuju 1 Setuju 2 Tidak punya pendapat/ ragu-ragu 3 Tidak Setuju 4 Sangat Tidak Setuju 5 Jika instrumen berjumlah soal 15 maka skor maksimal yang dapat dicapai oleh siswa adalah 15 X 5 = 75 dan skor minimal adalah15 X 1 = 15.

Bidang Kognitif Skor akhir yang diperoleh siswa Jika siswa mengerjakan satu perangkat tes dengan bentuk tes objektif seluruhnya dengan jumlah 50 butir soal dengan rincian sebagai berikut: Bentuk soal benar salah 20 soal Bentuk soal menjodohkan 10 soal Bentuk soal pilihan ganda 20 soal Jadi skor maksimum satu set perangkat tes adalah 50. 4= baik. Penafsiran angka-angka tersebut adalah sebagai berikut: 1 = sangat kurang. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 56 . Banyak cara untuk mengkonversi skor menjadi nilai. dan 5 = amat baik.3 Amir 3 4 4 4 5 3 3 3 3 30 4 Anna 4 3 4 5 3 4 4 4 3 34 Contoh Format Lembar Pengamatan Sikap Siswa Skor untuk masing-masing sikap di atas dapat berupa angka. Jadi skor maksimum perangkat tes = 5 ( skor maks setiap indikator) X 9 (indikator) = 45. (2) Konversi Skor a. Jika siswa tersebut mampu menjawab benar dari : Bentuk soal benar salah 16 soal Bentuk soal menjodohkan 7 soal Bentuk soal pilihan ganda 15 soal Maka skor total jawban yang benar siswa tersebut adalah 42. pada tahap akhir skor tersebut dirata-ratakan dan dikonversikan ke dalam bentuk kualitatif. Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 1 sampai dengan 5. Akan tetapi. 2 = kurang. 3 = cukup. Skor yang diperoleh siswa tidak otomatis menjadi nilai tetapi harus dikonversi dulu.

Banyak cara untuk mengkonversi skor menjadi nilai. mampu melakukan 1 kemampuan 2. Membuat kriteria skor psikomotorik siswa. mampu melakukan 4 kemampuan Skor 3 = baik. mampu melakukan 3 kemampuan Skor 2 = sedang. salah satunya yang sederhana yaitu menggunakan kriteria dalam bentuk presentase. Menjumlahkan setiap skor yang diperoleh siswa (skor total). Skor yang diperoleh siswa tidak otomatis menjadi nilai tetapi harus dikonversi dulu. dengan cara membuat kategori skor Skor 4 = baik sekali. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menilai psikomotorik siswa adalah sebagai berikut : 1. 3.X 100% = 84 50 b. maka salah satu Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 57 . Bidang Psikomotorik Setelah membuat lembar penilaian observasi psikomotorik. Skor total jawaban benar siswa Konversi Nilai = ------------------------------------------------. untuk nilai psikomotorik diberikan dalam bentuk angka. barulah penskoran dirancang agar dapat membantu untuk mengurangi kesubjektifitasan. 4. mampu melakukan 2 kemampuan Skor 1 = kurang.X 100% skor maksimum perangkat tes Jadi siswa yang memperoleh skor 42 setelah dikonversi nilainya menjadi: 42 ---. Menilai setiap gerakan sesuai dengan aspek yang dinilai dan menilai kemampuan siswa berdasarkan skala penilaian.

89 B 8 3 70 . Bidang Afektif Nilai afektif diberikan dalam bentuk huruf. Presentasi NILAI KONVERSI jawaban HURUF STANDAR 10 STANDAR 4 90 . salah satunya yang sederhana yaitu menggunakan kriteria dalam bentuk presentase. konversi yang sederhana yaitu menggunakan kriteria dalam bentuk presentase.89 B 8 3 70 .99 A 9 4 80 .69 D 6 1 kurang dari 60 gagal Gagal Gagal Nilai 10 jika mencalpai 100 % c.69 D 6 1 kurang dari 60 gagal Gagal Gagal Nilai 10 jika mencalpai 100 % Skor total jawaban benar siswa Konversi Nilai = -----------------------------------------.79 C 7 2 60 . Skor total yang diperoleh siswa Konversi Nilai = ---------------------------------------------------.99 A 9 4 80 .X 100 % Skor maksimum perangkat tes Jadi siswa yang memperoleh skor 35 setelah dikonversi nilainya menjadi: 35 Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 58 . oleh karena itu total skor yang telah diperoleh harus dikonversi. Banyak cara untuk mengkonversi skor menjadi nilai.X 100 % skor maksimum Presentasi NILAI KONVERSI jawaban HURUF STANDAR 10 STANDAR 4 90 .79 C 7 2 60 .

Bidang Kognitif Penafsiran hasil penilaian dalam bidang kognitif dapat menggunakan acuan kriteria adalah untuk mengetahui kemampuan seseorang menurut kriteria tertentu. ---. hasil penilaian dapat mengkategorikan seorang siswa telah berhasil atau belum berhasil terhadap sebuah kegiatan. B. Berikut adalah contoh penafsiran hasil penilaian bidang psikomotorik: Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 59 .X 100% = 78 % 45 Nilai afektif hasil konversi untuk Amanda adalah C. Jika penilaian yang dilakukan dalam bentuk penilaian formatif. tujuan penilaian acuan norma adalah untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya (dalam kelas). maka penilaian acuan kriteria ditetapkan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang ditargetkan dapat dikuasai siswa. Sedangkan. yang oleh guru diberikan penilaian secara observasi. Bidang XI Penafsiran Hasil Penilaian A. Bidang Psikomotorik dan Afektif Dalam bidang ketrampilan dan sikap.

Aspek yang dinilai Persepsi Membedakan bagian-bagian Jumlah jangka sorong skor yang Nama siswa diperoleh 1 2 3 4 Rahang tetap dan rahang bergerak Bagian ujung yang bergerak Tangkai berskala tetap Skala Nonius Rudi 4 4 3 3 14 Bowo 4 2 3 2 11 Azizah 3 4 4 2 13 Romli 1 2 1 2 6 Septi 3 4 2 1 10 Sianipar 3 3 2 1 9 Wati 1 2 4 4 11 Nilai maksimal = 4 X 4 aspek = 16 Jadi penilaian psikomotorik siswa dalam menggunakan jangka sorong: Nama Skor total Persentase Nilai skala KET 10 Rudi 14 14 ----.87 Berhasil 16 Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 60 .7 6.X 100% = 68.75 Berhasil 16 Bowo 11 11 ----. 5 8.X 100% = 87.

seperti: makanan. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. pakaian. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 61 . Bagian XII Penilaian Produk A.

No Aspek * Skor (1 – 5)** 1. a.. b.. lukisan. yaitu berdasarkan aspek-aspek produk. alat. dan mendesain produk..  Tahap pembuatan (produk).. penilaian produk)... biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk (appraisal). barang-barang terbuat dari kayu. hasil karya seni (patung. meliputi: menilai kemampuan siswa merencanakan. Cara analitik... B... Membuat Gambar Kerja 2. memenuhi kriteria keindahan.. dan teknik. gambar).. dan logam... keramik.. Pelaksanaan a.  Tahap penilaian (appraisal). meliputi: menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya. yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk. Contoh Penilaian Produk Mata Diklat : Pengelasan Nama Proyek : Membuat Kursi dari Logam Alokasi Waktu : 4 kali Pertemuan Nama Siswa : _____________________ Semester: . Persiapan Alat dan Bahan b. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan. pembuatan produk. Pengembangan produk meliputi tiga tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu:  Tahap persiapan. Pemakaian Bahan Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 62 . Penggunaan Alat c. Cara holistik. dan mengembangkan gagasan. Perencanaan: a. Sikap Kerja b. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. plastik.. meliputi: menilai kemampuan siswa menyeleksi dan menggunakan bahan. menggali. serta presisi.

Finishing 3. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab (bukan nilai). Pengertian Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. Laporan Proyek a. Performan b. d. Mengerjakan bahan e. semakin tinggi perolehan skor. Semakin lengkap dan tepat jawaban. Bagian XIII Penilaian Portofolio A. atau bentuk informasi Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 63 . ** Skor diberikan kepada siswa tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan. Perakitan f. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh siswa. Kesesuaian Ukuran Total Skor * Aspek yang dinilai disesuaikan dengan proyek dan kondisi siswa.

guru dan siswa sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan siswa dan terus melakukan perbaikan. komposisi musik. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 64 . 2. saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata mata pelajaran. gambar. 4. antara lain : 1. Milik bersama (joint ownership) antara siswa dan guru Guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga siswa akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. Saling percaya antara guru dan siswa Dalam proses penilaian guru dan siswa harus memiliki rasa saling percaya. foto. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut. lukisan. surat. Dengan demikian. antara lain: karangan. Karya siswa adalah benar-benar karya siswa itu sendiri Guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh siswa itu sendiri. sinopsis. 3. puisi. portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya. laporan penelitian. resensi buku/literatur. Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan. lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata mata pelajaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di laboratorium.

tetapi digunakan juga oleh siswa sendiri. 6. keterampilan. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian. Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa. 7. Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Portofolio antara siswa yang satu dan yang lain bisa Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 65 . Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. 2. dan minatnya. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa. Dengan melihat portofolionya siswa dapat mengetahui kemampuan. Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio. tetapi membutuhkan waktu bagi siswa untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. 5. Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan siswa untuk lebih meningkatkan diri. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 8. dan dapat dinilai dengan uang (mempunyai nilai jual bagi mata diklat produktif). B. Tentukan bersama siswa sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat.

Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 66 . kelengkapan gagasan. Untuk mata diklat produktif dapat berupa kertas kerja. misalnya: penggunaan tata bahasa. dan sistematika penulisan. rekaman video dan bukti-bukti lainnya sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. masakan. siswa mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut 6. produk kerja (baju. Dengan demikian. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap siswa dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di laboratorium. 5. Namun. untuk kemampuan menulis siswa mengumpulkan karangan-karangannya. laporan. Misalnya. Guru dapat membimbing siswa tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan. Sebaiknya tentukan aspek-aspek yang akan dinilai dari sampel portofolio beserta pembobotannya bersama para siswa sebelum mereka membuat karyanya . 7. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan siswa sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. Contoh. 4. misalnya setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. patung dan lain-lain). Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio. pemilihan kosa-kata. 3. kepada siswa dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. sama bisa berbeda. siswa mengumpulkan gambar-gambar buatannya. Mintalah siswa menilai karyanya secara berkesinambungan. antara siswa dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya belum memuaStandar Kompetensian. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para siswa. Sedangkan untuk kemampuan menggambar. untuk kemampuan menulis karangan aspek yang akan dinilai.

Dengan demikian akan diperoleh skor siswa berdasarkan portofolio masing-masing. Hasil profil perkembangan siswa mampu memberi skor berdasarkan gambaran perkembangan pencapaian kompetensi siswa pada selang waktu tertentu. jadwalkan untuk menyajikan hasil karya siswa tersebut dalam pertunjukan atau pameran dengan mengundang orang tua maupun masyarakat sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya. Penyekoran dilakukan berdasarkan kegiatan unjuk kerja. 8. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 67 . Skor pencapaian siswa dapat diubah ke dalam skor yang berskala 0 -10 atau 0 – 100 dengan patokan jumlah skor pencapaian dibagi skor maksimum yang dapat dicapai. (2) hasil pekerjaan siswa. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi tentang tingkat kemajuan atau penguasaan kompetensi siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran.100. dengan rambu-rambu atau kriteria penskoran portofolio yang telah ditetapkan. Berdasarkan ketiga komponen penilaian tersebut. (5) presentasi dan (6) penampilan. (4) ringkasan setiap dokumen. (3) perkembangan dokumen. guru menilai siswa dengan menggunakan acuan patokan kriteria yang artinya apakah siswa telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam bentuk persentase (%) pencapaian atau dengan menggunakan skala 0 – 10 atau 0 . Data Penilaian Portofolio Data penilaian portofolio siswa didasarkan dari hasil kumpulan informasi yang telah dilakukan oleh siswa selama pembelajaran berlangsung. dan (3) profil perkembangan siswa. Hasil catatan guru mampu memberi penilaian terhadap sikap siswa dalam melakukan kegiatan portofolio. Hasil pekerjaan siswa mampu memberi skor berdasarkan kriteria (1) rangkuman isi portofolio. (2) dokumentasi/data dalam folder. Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan guru. C. dikali dengan 10 atau 100. Bila perlu dalam menilai hasil karya siswa.

Misalnya dalam penentuan nilai akhir siswa dengan menggunakan A. guru akan dapat menentukan atau memperbaiki teknik dan strategi mengajar bahan pelajaran agar dapat diserap dengan baik oleh siswa. perlu dipertimbangkan oleh guru. Berdasarkan informasi tersebut. Keseragaman dan kesepakatan laporan penilaian harus ditentukan terlebih dahulu antara guru yang satu dengan yang lain sehingga hasil penilaian dapat dibandingkan. lulus-tidak lulus. D dan E. C. huruf. atau intinya teknik pelaporan harus menggambarkan pencapaian atau penguasaan materi tertentu oleh siswa dalam waktu tertentu pula. laporan bersifat objektif dan menyatakan keadaan yang sebenarnya. B. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 68 . sedangkan untuk suatu penyeleksian calon siswa dapat menggunakan acuan norma. penerima laporan dapat memahami atau mengerti arti dan maksud dari laporan (dapat menginterpretasikan laporan secara benar). Selain prosedur. Laporan hasil penilaian dapat disusun dan diinterpretasikan secara normatif atau secara kriteria bergantung untuk kepentingan apa pelaporan penilaian ini dibuat. karena informasi dalam pelaporan adalah tentang penguasaan seorang siswa terhadap bahan-bahan pelajaran yang diberikan oleh seorang guru. D. C dan D atau A. misalnya dalam bentuk angka. Pelaporan dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Prosedur pelaporan hasil penilaian pada prinsipnya harus memenuhi sedikitnya dua kriteria: 1. dan 2. Biasanya. tipe dan teknik pelaporan penilaian dapat bervariasi. Khusus untu kepentingan penyempurnaan kegiatan pembelajaran maka acuan yang digunakan adalah acuan kriteria. untuk keperluan penentuan kelulusan akan digunakan acauan hasil pengukuran dan pertimbangan lain. B. begitu juga dengan kesepakatan nilai-nilai akhir siswa yang berada di batas atas atau batas bawah.

Sehubungan dengan hal di atas Kubyszyn dan Borich (2003) mengemukakan beberapa karakteristik tes kinerja antara lain: Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 69 . Pengertian Tes Kinerja Tes kinerja mengacu pada upaya melakukan sesuatu (performance is doing) yang mempraktekkan pengalaman tertentu sehingga prosesnya dapat dikontrol. praktek ibadah seperti sholat. bernyanyi. kegiatan olah raga. dan lain sebagainya. kemampuan berdiskusi. persentasi. Tes ini dilakukan dengan cara mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. bertukang. Bagian IV Penilaian Kinerja A. seperti: praktek labor.

Di sebuah bengkel (workshop) las. Tes kinerja merupakan stimulus terhadap dunia nyata (the real wold). Jenis Tes Kinerja Tes kinerja mengharuskan siswa menunjukkan kemampuan mereka untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan belajar. tetapi membutuhkan waktu untuk mengetahui kemampuan kerjanya sesuai dengan standar-standar yang ditetapkan. fisik. pekerja sosial. Tes kinerja bersifat langsung (direct measures). produk dan keduanya. demikian juga halnya dilabor. dan ilmu sosial. Contohnya dalam dunia olah raga dan seni. keterampilan dan teknik. drama. bahasa asing. dan konseling. Artinya ketika seseorang telah memasuki dunia kerjanya pada saat itu akan diamati bagaimana mental dan sikapnya terhadap pekerjaan itu. termasuk dalam pengoperasian komputer. seorang mahasiswa melakukan eksperimen Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 70 . Tes kinerja dapat menilai proses. Banyak program profesional. seperti kedokteran. Secara tradisional. tes kinerja digunakan terus-menerus untuk tes keterampilan teknis dan interpersonal. dibengkel. seni. dan mengambil tindakan realistis berdasarkan indikator dari kemampuan atau kompetensi. Tes kinerja juga mengobservasi pencapaian hasil belajar. B. Di dalam sebuah labor kampus. Tes ini meminta siswa untuk memecahkan masalah. Dalam pendidikan sarjana dan pascasarjana tes kinerja sekarang digunakan dalam banyak mata pelajaran termasuk: musik. 1. seorang siswa melakukan praktik pengelasan 2. psikologi. mental dan sikap. dan biologis. Dalam hal ini kesalahan pada setiap kata atau kalimat dicatat. Dalam ilmu kesehatan. tes kinerja telah digunakan secara ekstensif dalam teknis-program pendidikan kejuruan. Tes seperti ini misalnya dilakukan ketika memasuki dunia kerja. dimana seorang calon tenaga kerja tidak langsung direkrut. lalu diberi skor tertentu. misalnya. Tes kinerja dapat dirancang untuk menilai berbagai kompetensi. Penilaian proses yang dapat dilakukan pada peserta didik misalnya dalam proses membaca buku teks bahasa inggris. Contoh 1 berikut menggambarkan beberapa jenis perberbedaan di mana siswa menunjukkan kinerja keterampilan dalam konteks yang diterapkan: 1. 3. melaksanakan tugas. pendidikan jasmani. 4. 2. tes kinerja menggunakan langkah-langkah untuk menilai pengetahuan.

seorang mahasiswa perawat memberi obat untuk seorang pasien. Dalam kelas sejarah seorang mahasiswa memainkan peran-wawancara lisan dengan siswa lain yang memainkan peran-informasi historis. Langkah-langkah pengujian kinerja memiliki aplikasi di semua tingkat pendidikan dan sebagian besar wilayah subjek. aplikasi dalam banyak aspek pendidikan yang melibatkan siswa di luar penekanan keterampilan menghafal. Banyak siswa diawal program profesional dinilai kemampuan dan keterampilannya sebelum mereka melakukan pekerjaan. Fokus dalam tes ini adalah pada pencapaian tes kinerja yang dapat memprediksi kemampuan siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan. Tingkat akademis beragam: dari tingkat pendidikan menengah ke tingkat pendidikan tinggi dan sekolah yang profesional. dan sejarah. Keterampilan siswa yang beragam: semua menunjukkan berbagai kompetensi intelektual. perawatan. kimia. C. 4. 6. seorang mahasiswa menulis sebuah laporan efektivitas biaya. Tes bakat mengukur potensi seorang individu untuk melakukan perilaku tertentu. bisnis. sikap. Mahasiswa kimia menggunakan pengetahuan dalam kaitannya dengan keterampilan fisik untuk memanipulasi instrumen. dan bahan. Subyek yang beragam: pengelasan. Cara pengujian beragam: mahasiswa perawat diuji di rumah sakit. Dalam sebuah kelas psikologi. peralatan. drama. Ruang lingkup tes kinerja yang luas dan jangkauannya jauh. 3. Siswa lain diuji di ruang kelas dan laboratorium di kampus universitas. Di sebuah rumah sakit. Di kelas drama. 5. perawat dan sejarah yang menunjukkan keterampilan siswa dalam berinteraksi dengan orang lain. Banyak tes psikologi non-verbal dari tipe kecerdasan adalah tes kinerja. Tes kinerja dapat digunakan untuk mengukur bakat atau prestasi dengan baik. Psikologi. 7. psikologi. dan keterampilan. Tujuan Tes Kinerja Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 71 . siswa melakukan adegan. dua orang mahasiswa memainkan peran terapis dan klien dalam sesi konseling. Dalam manajemen bisnis kelas.

tidak dengan siswa lain. Situasi tes dan hasil tes membantu pembelajaran dengan memberikan informasi secara langsung kepada siswa mengenai keberhasilan atau kegagalan untuk mencapai tujuan tertentu. Struktur tes yang baik juga membantu siswa mengidentifikasi langkah-langkah dalam kinerja untuk membantu praktek atau belajar selanjutnya. keterampilan. Guru dapat menggunakan hasil ini untuk selanjutnya diberikan umpan balik langsung untuk membimbing siswa dalam arah tertentu dan untuk perbaikan. Tes kinerja yang diberikan secara individual. proses. dan tes subjektif. McBeath (1992:285) mengemukakan ke tiga tujuan utama dari tes kinerja adalah: 1. 3. meminta deskripsi dan aplikasi yang dipelajari informasi. pengetahuan. Meramalkan kesuksesan pada situasi di masa depan. Sebuah tes kinerja yang dikembangkan dengan baik memiliki tiga tujuan utama. dapat melengkapi tes tradisional dengan memberikan alternatif jenis penilaian. Mengukur kompetensi masing-masing individu terhadap standar tertentu. setiap siswa yang bersaing. tetapi hanya dengan dirinya sendiri terhadap standar yang telah ditentukan. b) Keterampilan yang diperlukan bagi seorang individu untuk berhasil dalam berbagai situasi. seperti esai. Berbicara tentang tes kinerja. seperti pilihan ganda atau benar- salah. Hal Ini adalah aspek yang membuktikan tes kinerja berbeda dari jenis tes lain yang digunakan dalam pendidikan. Keberhasilan dan kegagalan untuk mencapai tujuan dari tes ini adalah didasarkan pada kinerja masing-masing guna kesuksesan alternatif standar yang ditentukan. Ketepatan dalam memprediksi tes tergantung pada keakuratan identifikasi dari: a) Pada situasi pembelajaran yang akan ditransfer. Tes kinerja Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 72 . Tes digunakan dalam memprediksi kesuksesan dalam mentransfer keterampilan yang relevan untuk masa depan seperti yang dapat kita temui di rumah sakit atau klinik- klinik. atau pemecahan masalah. 2. bukan terhadap kinerja orang lain. Tes kinerja mengukur kemampuan siswa untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan pada bidang praktek. sebuah tes kinerja dapat direkam. Tes objektif. seperti audio atau video tape recorder. Melalui penggunaan media. Memberikan umpan balik mengenai kemajuan dalam belajar.

McBeath (1992:286) mengemukakan ke empat kunci utama yang diamati dalam tes kinerja adalah: 1. E. Kemampuan untuk menulis laporan yang dapat diterima sebagai kompetensi yang dituntut dari seorang administrasi bisnis. Tes kinerja membutuhkan banyak waktu dalam pelaksanaannya. Siswa yang memainkan peran terapi yaitu menunjukkan apa yang diterapi. bukan deskripsi tindakan. 4. pengamatan sering dilakukan dengan cara menilai prestasi dan produk akhir yang diamati. Mahasiswa bisnis yang menulis sebuah laporan menunjukkan kemampuan yang diperlukan untuk sukses sebagai administrator di lapangan. berinteraksi dengan siswa lain yang memainkan peran klien. Gronlund (1993: 115). 2. Beberapa keterampilan dapat secara efektif dievaluasi. menyatakan bahwa dalam tes kinerja masih menghadapi kelemahan dibandingkan dengan tes objektif. Penilaiannya rumit dan subyektif serta membutuhkan banyak waktu. Pengamatan Kinerja Kinerja dari siswa aktif dan partisipatif. 3. yaitu: 1. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 73 . Kinerja melibatkan tindakan. langsung. dan evaluasi lengkap dari beberapa keterampilan dapat diperoleh. 4.meminta demonstrasi yang diamati pengetahuan khusus atau keterampilan dalam situasi pengujian yang realistis. antara lain: 1. Bermanfaat untuk individu yang memiliki keterampilan membaca rendah. 2. terdapat beberapa kelebihan dalam tes kinerja. Lebih alami (natural). mendengarkan. Tes kinerja sering membutuhkan banyak waktu dalam penyusunannya. perilaku ini dapat diamati. Banyak tes kinerja tidak memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang ada (rendah). yang dilakukan dengan berbicara. Kelebihan dan Kelemahan Tes Kinerja Gronlund (1993: 115). Kunci Utama Yang Diamati Dalam Tes Kinerja Ada empat kunci utama yang dimiliki oleh semua jenis tes kinerja. 3. Aplikasi pembelajaran pada situasi nyata (real-life) dapat diperoleh. D.

kekuatan. Kinerja yang sebenarnya akan dapat diamati seperti: (1) verbal yang melibatkan aktivitas lisan atau tertulis. Domain untuk Tes Kinerja Tergantung pada tujuan tertentu dari suatu tes. yang menjadi dasar di mana tes terstruktur. Bagaimanapun. kepedulian. dan mengevaluasi ide-ide atau tindakan. tidak ada satu tes yang mencakup suatu rentangan (range) keterampilan yang komplit (complete). Pengembangan tingkat penguasaan yang dibutuhkan dalam suatu pembelajaran melibatkan keterampilan yang dimiliki lebih dari satu bidang. atau tindakan yang memperlihatkan keterampilan motorik kasar seperti penggunaan tubuh dalam kinerja pada tari atau kinerja atletik. bakat. dan psikomotor. Kognitif yaitu ditunjukkan oleh pengetahuan ingatan dan kemampuan intelektual: memahami informasi. psikologi. menganalisis dan sintesis data. dan keterampilan dari seorang siswa dalam melakukan praktik pengelasan. minat. (2) nonverbal yang melibatkan ekspresi. kecepatan. Jenis partisipasi siswa dan format tes yang dipilih tergantung pada tujuan pembelajaran. atau sejarah. gerak tubuh. Afektif yaitu ditunjukkan oleh perilaku yang menunjukkan sikap kesadaran. dan kemampuan untuk menunjukkan sikap mereka yang karakteristik atau nilai-nilai yang sesuai untuk situasi dan kadaan di lapangan. memilih di antara berbagai alternatif dalam pemecahan masalah. materi pokok dan standar kinerja yang dibuat oleh pengajar. tindakan yang menunjukkan keterampilan motorik halus seperti penggunaan instrumen atau alat-alat prestasi. 2. manipulasi. Guru yang menguji siswa pada pelajaran pengelasan biasanya akan memperhatikan kemampuan kognitif. Jika aplikasi keterampilan dalam disiplin menuntut kinerja lisan. seperti yang terdapat dalam drama. mengorganisir gagasan. biasanya pada semua bidang. ketangkasan. guru dapat memilih untuk berkonsentrasi melakukan pengamatan di satu domain belajar atau tes kinerja siswa dalam tiga domain: kognitif. (4) keterampilan motorik kasar (gross motor skills) seperti dalam gerakan-gerakan tubuh. menerapkan pengetahuan. atau mendengarkan. perhatian. Psikomotorik yaitu ditunjukkan oleh kemampuan fisik: koordinasi. kemampuan untuk mendengarkan dan menjawab dalam interaksi dengan orang lain. dan (5) keterampilan kombinasi. Begitu pula ketika siswa diuji pada pelajaran Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 74 . (3) keterampilan motorik halus seperti dalam penanganan objek yang kecil. sikap kerja. dan tanggung jawab. afektif.

atau pernyataan yang tidak memenuhi standar Siswa akan ……. Tingkat akurasi masing-masing dalam melakukan berbagai langkah dari sebuah proses yang harus diikuti. dan keterampilan dalam menggambar. seperti laporan tertulis. 4. Dalam latihan berikut ada beberapa contoh tujuan yang dinyatakan sesuai standar tunggal. 5. d. standar ganda. Perhatikanlah contoh 2 berikut. standar untuk keberhasilan mencakup beberapa atau semua dari hal-hal berikut ini: a. 2. menerjemahkan (secara verbal) paragraf dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Setelah tujuan dan tugas belajar dirumuskan. sikap. mengukur bahan kimia spesifik dengan jumlah yang sama secara berurutan seperti yang tercantum dalam teks. 3. Contoh 2. Tingkat akurasi yang diperlukan dalam produk akhir. Tipe 75 kata per menit selama 5 menit. c.menggambar. atau pernyataan yang tidak memenuhi standar. tingkat penguasaan yang diperlukan dapat ditentukan. seperti langkah-langkah kerja dalam melakukan pengelasan. mencatat suhu badan melalui mulut (oral temperature) pada grafik pasien secara akurat selama 1/10 derajat. 3. b. Kebutuhan untuk melakukan tes dalam batas waktu tertentu. standar ganda. biasanya guru akan mengamati dan menilai kemampuan siswa tentang gambar yang dibuat. Kebutuhan untuk urutan yang tepat untuk tindakan atau langkah-langkah dalam proses. seperti dalam pendidikan jasmani dan olahraga menguji waktu tempuh yang dicapai siswa untuk lari 100 m di lintasan (track) atau waktu yang dicapai siswa dalam mengerjakan suatu kampuh las. Standar Standar Standar tidak tunggal ganda lengkap 1. Standar Kinerja.. Tergantung pada tujuan pengujian. Periksa setiap contoh dan tunjukkan apakah pernyataan itu menggambarkan standar tunggal. menghitung daftar pengeluaran tanpa kesalahan matematika dalam 3 menit. atau produk akhir yang benar dari praktik pengelasan. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 75 .

karena standar berkaitan dengan urutan yang diungkapkan dan 5 langkah spesifik. Dalam contoh 5. Sementara itu dalam contoh 2. 6. Pada siswa untuk menunjukkan keahlian dalam melakukan praktikum pengelasan. Peralatan yang diperlukan. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 76 . tidak ada pernyataan standar untuk tata bahasa atau pengucapan dan waktu maksimum yang digunakan untuk menerjemahkan juga belum menggunakan standar spesifik yang tepat. elektroda dan arus yang diperlukan untuk praktikum. peralatan fisik yang sesuai harus tersedia: sebuah workshop dengan peralatan yang diperlukan (termasuk peralatan keselamatan kerja). Terakhir contoh 6. kecepatan menjadi tidak bermakna tanpa standar akurasi. Pernyataan tujuan dari tes dan kinerja yang diperlukan f. Panduan yang diperlukan. Pada contoh 1 di atas standar yang dibutuhkan adalah akurasinya bisa mencapai terdekat 1/10 derajat. data manual. menunjukkan 5 langkah yang diperlukan untuk merakit peralatan audio dengan benar untuk sebuah wawancara lisan. karena keakuratan dari temperatur yang dicatat. ungkapan tanpa kesalahan matematika dalam waktu 3 menit menjelaskan standar ganda dari akurasi dan kecepatan. Kondisi yang merujuk kepada semua elemen yang akan memungkinkan siswa untuk melaksanakan kinerja yang diperlukan dalam lingkungan simulasi: a. standar ganda dinyatakan contoh ini. 75 kata per menit selama 5 menit ada diberikan. Dalam contoh 3. 4. peralatan c. Dalam contoh 4. media audiovisual d. Ini hanya menuntut standar tunggal. pernyataannya tidak lengkap. Kondisi untuk tes kinerja. Lingkungan fisik yang sesuai b. Kondisi ini juga harus mencakup jobsheet atau instruksi yang diperlukan untuk melakukan praktikum. standar dari kecepatan dan waktu. ungkapan dalam jumlah yang sama secara berurutan seperti dinyatakan dalam teks menjelaskan standar ganda akurasi dan perintah (order) berurutan. bahan-bahan. sehingga dalam kasus ini. atau tanpa kesalahan ditiadakan. tetapi standar akurasi yang pantas seperti kurang dari lima kesalahan. instrumen. Diperlukan keterlibatan orang lain. perlengkapan. Kondisi untuk tes kinerja juga harus mensimulasikan atau mencerminkan aspek-aspek esensial situasi praktis. e. Pernyataan standar kinerja yang sukses.

Bidang medis. seperti perawat. instrumen. Pengujian dalam kondisi simulasi. Mengingat pengalaman relatif siswa dalam melakukan praktikum tanpa pengawasan. Dalam pembelajaran pengelasan. situasi di mana siswa akan mentransfer teori pengelasan yang telah dipelajari dan diminta untuk melakukan praktikum mandiri dan bertanggung jawab. menulis tujuan kinerja. mengidentifikasi tugas-tugas belajar. peralatan. Contoh peran latihan psikologi melibatkan dua mahasiswa. Ini pada dasarnya adalah sifat dari tujuan tes yang menentukan apakah kondisi tes perlu sederhana atau rumit. hanya satu di antaranya dapat dievaluasi. siswa dapat berpartisipasi dalam pengujian latihan atau kegiatan yang melibatkan satu atau beberapa orang lain yang. guru melihat kebutuhan bagi para siswa untuk belajar dan diuji pada serangkaian keterampilan dasar esensial seperti: Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 77 . Dalam rangka merencanakan perencanaan yang baik. tes mungkin melibatkan hal-hal atau orang atau keduanya. pusat belajar. laboratorium. F. Di bidang lain. pusat kebugaran. Tes kinerja disusun berdasarkan pada penilaian kebutuhan. Hal-hal seperti bahan. mengembangkan rencana evaluasi dan menentukan bahan-bahan pendukung yang diperlukan. sering menggunakan peralatan dan bahan-bahan yang meniru item yang digunakan dalam pengaturan rumah sakit. 1. Petunjuk Penyusunan Tes Kinerja. Menilai Situasi Belajar Situasi mungkin berada dalam kelas atau sepenuhnya di luar lingkungan kelas. Dalam berbagai peran. Kondisi situasi mensimulasikan hanya sejauh yang diperlukan bagi siswa untuk melakukan keterampilan atau tugas tertentu. atau lingkungan fisik lain dalam sebuah universitas. Pendidikan dalam bisnis membuat ekstensif menggunakan berbagai jenis mesin kantor untuk menguji keterampilan siswa. murah atau mahal. Tergantung pada tujuan dari tes dan mata pelajaran tertentu. prediksi tes kinerja perlu untuk mempertimbangkan situasi di masa depan dimana penerapan pengetahuan dan keterampilan akan terjadi. atau peralatan yang sering diperlukan. seperti drama atau pendidikan jasmani. meskipun tidak sedang diuji adalah bagian penting dari kondisi ujian. Melibatkan beberapa tes yang sangat rumit atau canggih sebagai peralatan simulasi. siswa yang diamati dan diuji mungkin terlibat. Sebagian besar tes kinerja dilakukan di bawah kondisi simulasi di ruang kelas.

Sangat mudah bagi instruktur untuk tidak berhubungan dengan kondisi kerja di luar sekolah. Test kinerja terdiri dari banyak tindakan terpisah yang menunjukkan berbagai tingkat keterampilan yang telah dipelajari dalam suatu pembelajran. Tingkat pengetahuan tertentu. Siswa harus dapat menerapkan keterampilan yang telah dikuasai untuk masa depan tanpa pengawasan dari guru atau instruktur. Ini terdaftar dalam urutan sebagai langkah-langkah utama untuk mengamati dan merekam. kemajuan. dan sikap yang diperlukan akan dinilai oleh sebuah tes kinerja dapat ditentukan secara efektif bila mempertimbangan tentang situasi masa depan berikut: a. b. Anda mungkin Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 78 . Mengenali lingkungan bekerja d. fisik dan karakteristik manusia dimana situasi belajar yang akan berlangsung. Identifikasi Tugas Belajar. c. Jenis pembelajaran. Mengenali alat keselamatan kerja dan menggunakan dengan baik. Pada saat ini penilaian situasi anda akan lebih mampu menentukan tujuan tes anda dengan jaminan yang wajar jika mereka menjadi relevan. jenis keterampilan. dan karena kondisi yang berubah memerlukan pemeriksaan terus menerus. 2. Analisis tugas- tugas belajar akan membantu guru dalam mengidentifikasi komponen dari sebuah kinerja. yang menentukan tingkat yang tepat dari pembelajaran dan keterampilan. proses. awal. Sifat dari bidang tertentu dan jenis unit keterampilan yang diperlukan untuk tingkat kompetensi. Kegiatan instruksional memberikan siswa praktik dengan keterampilan yang diperlukan dan tes kinerja yang mengukur tingkat kompetensi yang mereka perlukan. Mengembangkan sikap-sikap yang akan membimbing mereka dalam bekerja dengan aman c. Dalam mengembangkan deskripsi tugas-tugas belajar. Anda akan mengidentifikasi tindakan yang harus diperhatikan dalam tes kinerja. Kebijakan baru. Mengenali bahan-bahan dan peralatan praktikum b. profesional. a. Situasi di luar sekolah mungkin lebih kompleks dari yang ada di kelas. dan teknik semuanya berdampak pada situasi masa depan di mana siswa akhirnya harus tampil.

Perhatikan contoh 4 di bawah ini. ____ 3. Dalam tes bermain-peran. 2. produk 4 dan 5. Pelaksanaan dan perekaman dari wawancara adalah prosedur yang diharapkan untuk mentransfer ke situasi wawancara yang nyata. ____ 4. Menulis pertanyaan yang sesuai dengan tujuan dari wawancara. Mengevaluasi kinerja seperti keterampilan yang diperlukan dalam sebuah wawancara yang kompleks. Selanjutnya. ingin memulai langkah-langkah dari diri sendiri dan merinci prosedur mereka. Langkah-langkah kinerja yang diamati dan diperlukan dalam tes perlu diidentifikasi. Melakukan kontak dengan calon narasumber untuk mengatur sebuah wawancara. Tes juga memberikan indikasi langsung ke guru tentang penguasaan esesial wawancara dan prosesur rekaman wawancara serta kesiapan untuk mencoba sebuah wawancara di luar kelas. semua kegiatan belajar diukur melalui tes kinerja. 3. Apakah siswa melakukan dengan ramah dan profesional? Jenis standar terbuka akan memberikan penafsiran lebih dari pada contoh Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 79 . Menetapkan tujuan untuk wawancara. Dalam contoh sebelumnya. Dari kegiatan instruksional yang tercantum di bawah ini. Contoh 3. melakukan wawancara dan mengoperasikan peralatan audio adalah keterampilan yang paling esensial untuk diamati secara langsung. Menindaklanjuti wawancara dengan transkrip tertulis dalam proses wawancara. Melakukan wawancara yang ramah dan profesional. ____ 6. ____ 5. Mengoperasikan peralatan audio untuk merekam wawancara . tidak semua pembelajaran dalam urutan instruksional dapat dievaluasi melalui metode ini. atau mengamati orang yang kompeten melaksanakannya. indikator-indikator keberhasilan yang ditentukan untuk langkah-langkah yang paling kritis dalam proses. dan pasca-wawancara menindaklanjuti langkah 6. mana yang akan sangat diperlukan untuk mengamati secara langsung dengan menggunakan tes kinerja? Periksa item-item yang menurut Anda sesuai untuk dimasukkan: ____ 1. tetapi untuk mengamati kinerja aktual dari langkah-langkah ini dalam konteks bermain-peran tidak diperlukan. Tes bermain-peran memberikan latihan dengan keterampilan yang dibutuhkan yang telah diajarkan sebagai persiapan untuk melakukan wawancara. ____ 2. Guru bisa menghabiskan waktu dengan individu siswa untuk mengevaluasi kemajuannya dengan merencanakan pra-wawancara langkah 1. Namun.

dan keterampilan. mulai dari sederhana sampai yang kompleks. daftar. Kata kerja untuk menunjukkan tujuan kinerja 1 2 3 4 Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 80 . dan dipraktekkan dengan penekanan sesuai dengan kesepakatan. Isu penting dalam demonstrasi yang menuntut perilaku yang diperlukan adalah cakupan persyaratan selama pelaksanaan. misalnya dalam menulis. disepakati. Tulis Tujuan Kinerja a. daftar. mematikan kompor gas. Kinerja apa yang harus lakukan siswa pada saat tes yang menunjukkan keaktifan. sikap. Indikator perilaku akan mencakup mengembalikan bahan kimia ke tempat semula. Ini mungkin dan sesuai menetapkan standar untuk mewawancarai ramah dan profesional dalam tes bermainkan peran. mampu diamati dan terukur. Menentukan Kinerja. sedangkan yang lain mungkin perlu kualifikasi berikutnya untuk menunjukkan tindakan yang dapat diamati. guru harus mendaftar jenis-jenis tindakan yang akan menunjukkan sikap mereka yang ada. 3. menyeka tumpahan bahan kimia. lisan atau tertulis guru juga ingin mengetahui bahwa siswa telah menerapkan sikap keselamatan dan kehati-hatian dalam bekerja dengan peralatan laboratorium dan persediaan. Guru dan siswa. Sebagai contoh. mengganti penutup atau penyumbat pada wadah (containers). yang menggambarkan pengetahuan. Beberapa kata kerja menyatakan tindakan fisik secara spesifik. Berikut ini adalah empat daftar kata kerja. tidak menggambarkan apa yang harus mereka lakukan. Penting menggunakan kata kerja untuk menggambarkan apa yang diharapkan dalam penguasaan tujuan. guru harus membangun pemahaman bersama untuk menentukan mana indikator sikap dan perilaku yang dapat diidentifikasi dan kemudian ditunjukkan. Proses penamaan. mengungkapkan secara lisan. atau menunjuk. Hal ini harus didiskusikan. Oleh karena itu. atau label peralatan dan bahan-bahan. atau label melibatkan tindakan. Dalam tujuan. Bertanya tentang apa yang mereka ketahui. Kinerja siswa harus menunjukkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari melalui kegiatan instruksional sebelumnya.sebelumnya. untuk keberhasilan kinerja. mereka harus diminta untuk membuat nama. guru kimia telah menetapkan tujuan bagi siswa untuk dapat mengenali peralatan dan bahan di laboratorium sebagai langkah pertama menggunakan peralatan ini dalam percobaan.

Demikian pula. Kondisi dasar dari tes yang dilakukan menggambarkan keadaan di mana siswa melakukan kinerja. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 81 . ketepatan atau urutan tindakan yang benar. Kondisi dinyatakan dalam deskriptif. Tentukan Kondisi. harus diperlihatkan dalam hal kecepatan. maka juga perlu dijelaskan kepada siswa. Standar kinerja untuk hasil tes yang menggambarkan seberapa baik siswa. membersihkan area yang terinfeksi. Jika ada bantuan atau peralatan yang akan digunakan. mengganti dengan perban baru. seperti: 1) Diberi daftar bagan 2) Diberikan kalkulator 3) Tanpa bantuan catatan 4) Menggunakan lembar simulasi 5) Diberikan prosedur manual. Menentukan Standar. pegang mengatur mengantisipasi beradaptasi masukkan mengkategorikan menghitung merancang label membandingkan membangun mendiagnosis daftar ciri mendesain menenangkan mengukur mengisolasi menggambarkan menciptakan mengutip mencocokan menafsirkan menciptakan catatan mengurutkan mengatur menyelesaikan mengatur peringkat memecahkan mensintesis menyusun memilih menerjemahkan meramalkan b. mengobati. jika ada pembatasan yang digunakan pada kinerja. Standar ini termasuk dalam tujuan dengan menggunakan standar seperti: 1) Sesuai dengan urutan 2) Akurat mendekti 1/4 inci 3) Dalam waktu lima menit 4) Tidak ada kesalahan dalam perhitungan 5) Setidaknya terdapat empat dari enam faktor yang ada 6) Ramah dan profesional. ini harus dinyatakan. Jelaskan agar siswa mengetahui persisis apa yang akan tersedia atau tidak tersedia dalam melaksanakan kinerja yang akan dilaksanakan. Mahasiswa perawat yang memberikan obat untuk pasien diharapkan untuk mengikuti langkah-langkah dalam urutan tertentu: mengganti perban lama. c.

Jika mahasiswa mengambil sampel darah dari seorang pasien. Kebanyakan ealuasi kinerja merupakan bagian dari dua evaluasi yaitu: evaluasi proses dan produk. Contoh 4. siswa dapat diuji dan dievaluasi untuk proses maupun produk dalam situasi yang melibatkan perawatan pasien. cara berdiri di samping tempat tidur. sampel darah itu sendiri adalah hasil dari ujian dan dapat diukur dengan standar seperti: Apakah tepat jumlah contoh darah yang diambil? Apakah terlalu banyak atau terlalu sedikit. Menentukan apa yang diamati. Sebuah tes kinerja dirancang untuk mengukur penguasaan keterampilan proses dan hasil akhir atau produk.4. Ini adalah beberapa hal yang akan guru diamati. Setiap deskriptor berikut merujuk pada situasi tes di sebuah pembelajaran Bahasa Indonesia. bagaimana menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pasien. langkah-langkah apa yang diambil untuk menjamin kenyamanan pasien. ada langkah-langkah dan prosedur yang dapat diperiksa untuk keakuratan dan urutan. yaitu Susi. Mengembangkan Rencana dan Format Evaluasi. a. Evaluasi mungkin berada ditindakan mahasiswa seperti: bagaimana prosedur medis yang akan berlangsung dengan pasien. Evaluasi proses berkonsentrasi mengamati kualitas atau akurasi dari langkah-langkah atau prosedur-prosedur dalam kinerja. Jika tujuan pengujian berurusan dengan mengevaluasi hubungan mahasiswa dengan pasien. Evaluasi produk berfokus utama pada hasil akhir atau hasil dari kinerja. Dengan mencentang kotak yang sesuai. Di samping itu. atau tepat seperti jumlah ditentukan dalam tes? Seperti halnya dengan semua jenis tes yang lain. siswa harus diberitahu standar yang jelas dengan mana mereka akan dievaluasi. tidak jelas produk material yang terlibat. mengidentifikasi gambaran yang akan dievaluasi berdasarkan proses dan pertimbangan-pertimbangan yang akan diperiksa Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 82 . 2) Evaluasi produk Produk dalam hal ini adalah hasil atau akibat dari proses cara berdiri di samping tempat tidur: Apakah prosedur yang dijelaskan kepada pasien? Apakah semua pertanyaan sudah dijawab secara memadai? Apakah pasien nyaman? Mungkin ada kesamaan evaluasi proses dan produk mengingat tujuan dari pemeriksaan. 1) Evaluasi proses Pendidikan keperawatan misalnya. Syamsi adalah siswa yang memainkan peran sebagai pewancara dengan siswa lain.

metode tidak umum digunakan untuk menilai kinerja siswa dalam situasi pengujian kelompok tradisional. Susi mengatakan bahwa dia menikmati proses wawancara dan senang dapat bekerja sama. Tujuan kinerja dan tugas-tugas belajar Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 83 . 2 Ia memutar tape recorder untuk merekam. dan 3 menggambarkan proses yang terjadi selama wawancara. nomor 1.sebagai hasil atau produk. Syamsi menunjukkan langkah penting dalam proses mempersiapkan peralatan rekaman. Perhatikan siswa kimia yang mencapai tujuan pengukuran dan mengkombinasikan bahan-bahan kimia dengan benar untuk menghasilkan hasil tertentu. namun tidak memeriksa untuk memastikan mikrofon tidak merekam suara sebelum ia memulai wawancara. singkat dan dipikirkan dengan baik. tetapi prosedur tidak diorganisir dengan teratur. Dalam latihan ini. Perlu diketahui bahwa siswa perlu menyadari pentingnya proses maupun standar produk. tetapi proses yang diikuti siswa untuk mencapainya tidak dapat diterima. hasil atau produk yang diuraikan dalam Butir 5. Dengan mendengarkan penuh perhatian dan mengajukan pertanyaan ringkas dan jelas. dia lebih cenderung untuk menjamin hasil yang ditunjukkan oleh Butir 4: ekspresi Susi memperlihatkan kesediaannya untuk bekerja sama. ketentuan dasar yang berkaitan dengan proses maupun produk harus ditentukan. Terlepas dari jenis pengetahuan atau materi pelajaran. Guru dapat mengevaluasi atau memberikan instruksi untuk perbaikan segera setelah ujian. gagal mengikuti urutan yang tepat. menumpahkan bahan kimia. Hasil akhir dari tes dapat diterima. Evaluasi dengan observasi. Tindakan Syamsi mencerminkan tingkat penguasaan berbagai jenis wawancara sesuai prosedur yang telah diajarkan. Pada angka 2. 4 Ketika wawancara selesai. 2. dan meninggalkan area kerja dalam keadaan tidak teratur. 3 Syamsi mengajukan pertanyaan yang jelas. tes harus dikembangkan untuk mengukur kinerja secara akurat dan objektif dengan standar yang jelas. 5 Saat Syamsi memutar kembali rekaman itu ia menemukan mikrofon tidak merekam suara Susi. Proses Produk 1 Syamsi mendengarkan dengan penuh perhatian sewaktu Susi memberikan tanggapan atas pertanyaan- pertanyaan yang diajukan. Untuk mengevaluasi kinerja total.

Melalui proses ini. aspects. Kinerja. sifat-sifat. Memutuskan kinerja apa yang direkam Tes kinerja dapat direkam relatif mudah pada audio atau rekaman video. Jika faktor-faktor visual yang penting.harus merupakan panduan guru dalam penentuan keterampilan apa yang paling penting untuk diamati dan diukur. atau dilakukan/tidak dilakukan.. Ceklis suatu daftar dari faktor-faktor. Jumlah tugas diamati dalam tes harus dipertimbangkan. dilain waktu atau di tempat yang berbeda. Ceklis dapat digunakan secara efektif untuk mengamati langkah-langkah dalam suatu prosedur atau tindakan khusus yang diperlukan untuk keberhasilan kinerja. components. in order to perform a certain task” (Anderson. Pengamatan harus dibatasi pada jenis-jenis perilaku atau keterampilan yang dapat dievaluasi. of which is to be separately considered. (1) Ceklis Scriven (2000) menjelaskan definisi ceklis sebagai: ”a list of factors. Bagaimanapun ceklis Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 84 . seperti dalam wawancara atau pidato akan lebih memuaskan jika direkam menggunakan pita audio. komponen-komponen. b. . seperti dalam interaksi manusia atau keterampilan manipulatif. Memilih metode untuk merekam pengamatan Jenis instrumen pengukuran kinerja yang biasa digunakan dalam tes ada tiga jenis utama: 1) Ceklis (checklist) 2) Skala bertingkat (rating scales) 3) Catatan Anekdot (Anecdotal record) Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilihan media untuk merekam kinerja harus didasarkan pada sifat kinerja. Ceklis hanya menawarkan dua pilihan. ya/tidak. or dimensions. dan dimensi- dimensi yang digunakan sebagai kriteria dalam mengevaluasi sesuatu. maka harus menggunakan rekaman video. kinerja dapat dievaluasi oleh siswa atau oleh sekelompok pemeriksa. Ceklis digunakan untuk menilai apakah terdapat tindakan itu atau tidak. situasi dan kebutuhan khusus dari setiap guru dan siswa harus menunjukkan jenis atau jenis instrumen yang akan digunakan. baik untuk kepentingan guru yang harus mengamati dan mahasiswa yang harus melakukan. 2003:84).. Jika kinerja sepenuhnya verbal. properties. materi pembelajaran. the presence .. c.. aspek-aspek.

___________________________ _____ _____ 5. ___________________________ _____ _____ 3. ___________________________ _____ _____ (2) Skala bertingkat (Rating scale) Skala bertingkat merupakan suatu metode (cara) dimana nilai tertentu melekat pada kinerja dan tingkat kemahiran pada tugas yang diberikan dapat dinilai. jika jelas diidentifikasi. Format Sebuah Daftar Ceklis untuk Tes Kinerja Siswa : __________________________________________ Guru : __________________________________________ Tanggal : __________________________________________ TujuanTest: __________________________________________ Urutan tugas utama atau keterampilan Keterampilan yang harus dilakukan Ya Tidak 1. atau rendah. Beberapa pengamat cenderung untuk menilai semua siswa sama. apakah tinggi. ___________________________ _____ _____ 4. (c) Tindakan-tindakan yang tepat atau potensi kesalahan harus diatur secara berurutan pada daftar ceklis untuk membantu pengamat dalam mengikuti kinerja. dapat ditunjuk pada daftar periksa. Ada beberapa keterbatasan dalam menggunakan skala nilai. Perilaku yang dapat diamati dan dinilai secara objektif harus dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam skala bertingkat. Kegunaan skala nilai tergantung pada kejelasan hubungan antara tujuan dan perilaku di bawah pengamatan. ___________________________ _____ _____ 2. Persoalan bias dari penilai dapat mempengaruhi tingkat. menengah. Contoh 5. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 85 . Dalam mengembangkan ceklis.tidak bisa membantu instruktur menilai kualitas dari suatu tindakan sebagai skala nilai yang membedakan tingkat kinerja yang dapat diterima. poin-poin berikut dapat menjadi pedoman: (a) Setiap tindakan dalam kinerja harus dijelaskan dalam istilah yang spesifik (b) Kesalahan umum dalam kinerja.

unggul. Sementara penggunaan istilah seperti sedang. di bawah rata- rata. di atas rata-rata. kemajuan pekerjaan dibatasi (b) Masing-masing memungkinkan menerima kerjasama dari rekan-rekan kerja. atau tidak memuaskan sering digunakan. Skala penilaian harus menggunakan gambaran yang membedakan antara mencapai tingkat perilaku tertentu yang penting untuk berhasil menyelesaikan suatu tugas. siswa tidak boleh dihakimi terhadap satu sama lain. diterima dengan koreksi (1). pekerjaan berjalan dengan semangat kerja yang tinggi. Skala numerik yang umum digunakan di banyak tingkat pendidikan.  Diterima atau tidak dapat diterima kinerja harus konsisten dengan standar keberhasilan yang dinyatakan. mereka lebih cocok untuk digunakan pada tes kinerja kelompok dari pada tes kinerja individu. Dalam tes kinerja. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 86 .  Kinerja harus dinilai oleh lebih dari satu pengamat untuk memberikan penilaian yang dapat diandalkan.  Skala sendiri harus berisi minimal tiga titik diferensiasi dan maksimal tujuh. Untuk pemimpin diskusi skala nilai dapat menggunakan ungkapan-ungkapan berikut ini: (a) Pemimpin memilih peserta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan (b) Pemimpin memilih individu yang mengembangkan dan mengajukan pertanyaan secara spontan (c) Pemimpin memilih kelompok yang memberikan masukan dan tanggapan. diterima (2).  Perilaku yang dinilai harus sesuai untuk konversi ke skala. Skala nilai memiliki beberapa format yang berbeda. memungkinkan bekerja untuk selanjutnya (c) Masing-masing menerima dukungan penuh dari rekan-rekan kerja. Nilai numerik yang ditugaskan untuk karakteristik deskriptif atau standar kinerja. Panduan penyusunan untuk skala bertingkat:  Tujuan harus berfungsi sebagai panduan untuk dimasukkan karakteristik yang dianggap relevan dengan kinerja. seperti: tidak dapat diterima (0). tetapi mengidentifikasi standar kinerja. Sebuah skala rating untuk peran bisnis yang melibatkan tugas tes kemampuan pengawasan mungkin mencakup gambaran tersebut: (a) Masing-masing tidak melakukan kerjasama dengan rekan-rekan kerja yang lain. dari rendah ketinggi.

Contoh 6. Lipat kertas filter dengan benar untuk prosedur kimia. tergantung pada kerumitan kinerja dan tingkat penerimaan atau perbedaan-perbedaan yang menurut guru perlu untuk dipertimbangkan. Skala Bertingkat untuk Kinerja Siswa : ______________________ 0 = Tidak diterima Guru : ______________________ 1 = Diterima. dengan koreksi Tanggal: ______________________ 2 = Diterima Keterampilan atau prosedur utama yang tercantum dalam urutan yang harus dilakukan. Ceklis Skala Rating 1. Namun. Rating Perlu koreksi. ______ ______ Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 87 . Membangun dan memelihara cara yang ramah dan profesional dalam sebuah wawancara lisan. 1 0 1 2 2 0 1 2 3 0 1 2 4 0 1 2 5 0 1 2 6 0 1 2 7 0 1 2 8 0 1 2 Setiap kinerja dapat dievaluasi dengan menggunakan checklist atau skala penilaian. tunjukkan dengan mencentang kotak yang sesuai apakah penggunaan checklist atau skala penilaian akan sangat menguntungkan. Dalam contoh di bawah ini. Contoh 7. guru mungkin menemukan bahwa satu jenis ukuran lebih baik dari yang lainnya. harus dihindari. ______ ______ 2.  Mencantumkan uraian tugas harus jelas dan ringkas. Istilah yang dapat ditafsirkan berbeda dimana lebih dari satu penilai yang terlibat.

Catatan akurat suhu tubuh pasien. Pelaksanaan evaluasi sering memakan waktu dan tidak praktis pada jumlah siswa yang besar. penggunaan solusi yang tepat untuk perhitungan matematis dan jumlah suku kata yang digunakan dengan benar dalam menyusun sebuah puisi. Berikut ini adalah daftar saran untuk menggunakan catatan anekdot: Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 88 . atau jumlah suku kata yang benar digunakan. (3) Catatan Anekdot Catatan anekdot menyediakan instrumen terbuka untuk mengamati. 4. ______ ______ Item 2. Hitung dengan benar kolom angka. Namun. Ketika digunakan selama jangka waktu yang cukup representatif untuk mengevaluasi jenis kinerja. Item 5 dan 6. Jelaskan kepada pasien prosedur pemeriksaan akan berlangsung. keterampilan ini akan mempunyai arti yang sangat penting jika dievaluasi dengan menggunakan skala bertingkat. ______ ______ 6. 3. 4. Tulis sebuah puisi Hatiku dengan Jumlah yang benar suku kata. catatan anekdot dapat berguna sebagai data kinerja kumulatif. tingkat kebenaran komposisi penulisan puisi Hatiku itu harus dianggap sebagai tambahan untuk struktur teknis. Masalah yang mungkin timbul dalam menggunakan catatan anekdot terutama pada kesulitan dalam memperoleh kinerja sampel yang cukup untuk mewakili. item ini dapat dievaluasi dengan checklist. ______ ______ 5. skala nilai akan lebih tepat digunakan. menggambarkan. ______ ______ 7. Menyajikan sebuah penafsiran Drama Hamlet. dan 7 bisa melibatkan banyak derajat atau tingkat yang dapat diterima. Sebuah daftar-pembanding berikut sesuai untuk menunjukkan bagaimana jawaban yang benar dihitung. Sementara item 1 dan 3 bisa saja diukur menurut derajat penerimaan dengan menggunakan skala rating. Perekaman perilaku yang sebenarnya harus benar-benar faktual dan disimpan terpisah dari interpretasi dan rekomendasi guru harus mempertimbangkan mengapa mereka mengamati perilaku tertentu dan bagaimana penilaian dan evaluasi perilaku akan memberikan kontribusi pada prestasi siswa dari tujuan pembelajaran. dan mengevaluasi kinerja dalam metode narasi.

persediaan e. Semua item yang diperlukan untuk pengujian harus ditetapkan terlebih dahulu. hanya satu indikator atau tugas pada satu waktu yang harus diamati dan dievaluasi dalam format narasi (e) Penjelasan tentang perilaku atau kinerja harus dicatat secara terpisah dari setiap penafsiran atau rekomendasi. Biasanya. Untuk keperluan pengujian. yang sesuai penggunaan peralatan dan bahan atau keterlibatan orang lain mungkin diperlukan. Instrumen. Technical manuals c. Contoh 8. nyata atau simulasi g. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 89 . (a) Menentukan perilaku yang akan dilakukan dan mengapa harus diputuskan. Keterlibatan orang lain. Media Audiovisual d. Tentukan Bahan yang Diperlukan Tergantung pada sifat pengujian. Bahan. alat f. dipersiapkan sebelumnya. kinerja harus diamati selama periode waktu dalam situasi konteks yang relevan (c) Informasi anekdot harus ditulis selama atau segera setelah proses pengujian (d) Anekdot hasil pengamatan harus ringkas dan spesifik. Peralatan. (b) Untuk menghasilkan pernyataan evaluatif yang dapat diandalkan. kemudian disusun dan dibuat secara konsisten untuk setiap siswa yang mengambil. Format Anekdot Siswa :___________ Guru :____________ Tanggal:___________ Tujuan Test: Perilaku yang Diamati: Interpretasi: Rekomendasi: Keseluruhan Penilaian: _____diterima ______diterima dengan koreksi _____tidak diterima 5. kita bisa menentukan kebutuhan untuk beberapa atau semua dari berikut ini: a. Pedoman atau data yang diperlukan untuk pemecahan masalah b.

bukan dengan individu siswa. Tentukan bahan-bahan yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Sebuah aturan konsisten untuk tes. e. Tuliskan tujuan kinerja. b. pedoman. Persediaan yang memadai sehingga siswa tidak akan mencari keluar bahan kimia yang diperlukan seperti. d. kertas. mesin ketik. sehingga perlu menetapkan konsistensi dan adil. Pedoman ini mungkin akan membantu untuk mempersiapkan media presentasi. G. urutan. c. c. Konsisten dan Jelas. Setiap diskusi atau klarifikasi harus dilakukan dengan seluruh siswa di kelas. atau petunjuk bagi siswa yang mengikuti ujian atau instruktur lainnya yang mungkin melaksanakan tes. c. perlu untuk memastikan: a. Informasi ini dalam bentuk media yang dapat dipresentasikan di kelas sebagai suatu keseluruhan atau untuk setiap individu pada saat ujian. Tujuan diharapkan agar siswa dapat menyelesaikan. Pedoman Penggunaan Tes Kinerja 1. Identifikasi tugas-tugas belajar. Setiap tes kinerja memerlukan suatu bentuk instruksi tertulis. memeriksa tape recorder. Metode ini konsisten memberikan arah dan meringankan guru dibandingkan menyampaikan secara lisan instruksi untuk setiap individu yang mengikuti tes. a. Kondisi-kondisi di mana murid-murid akan mengikuti tes. dengan materi pelajaran apa dan batas mata pelajaranan. Standar untuk keberhasilan dalam hal keakuratan. d. Peralatan pada saat bekerja. atau item yang digunakan selama tes. Mengantisipasi Masalah yang Umum. b. seperti kaset audio atau bantuan audiovisual dalam merancang petunjuk atau panduan untuk ujian. Pedoman ringkasan konstruksi. f. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 90 . seperti dalam kasus percobaan laboratorium. a. dan mikroskop adalah operasional. 2. atau kecepatan. Menilai situasi di mana pembelajaran akan diterapkan. sehingga setiap siswa dimulai dengan urutan prosedur yang di tampilkan/disajikan. b. Sebuah daftar dari semua item yang digunakan dalam pengujian lebih lanjut dapat membantu memperjelas administrasi. Ketika situasi menuntut tes penggunaan perlengkapan atau peralatan. Petunjuk harus memberikan informasi yang jelas dan konsisten untuk setiap siswa. Mengembangkan format rencana evaluasi.

Kesulitan dalam memberikan umpan balik yang memadai Peningkatkan keterampilan siswa dinilai oleh tes.kriteria untuk keberhasilan. guru mengabaikan atau melupakan aspek-aspek penting kinerja. dan biasanya. Masalah beberapa pengamatan Jika beberapa guru dapat mengamati hasil tes. b. daftar. dengan demikian meningkatkan kehandalan tes. harus digunakan secara konsisten. Ada beberapa item tambahan yang menjadi perhatian dalam pengelolaan tes individual: a. 2) Aspek yang penting dari kinerja dan prestasi yang positif harus diungkapkan selama tes 3) Keterampilan atau langkah-langkah yang perlu dikoreksi atau pekerjaan lebih lanjut. efek halo. dapat mempengaruhi pengamatan. Kemungkinan bias Berdasarkan pengamatan bias tes biasanya terjadi pada pihak guru. Tidak mungkin untuk dapat benar-benar tidak bias ketika berhadapan dengan individu dalam semua keadaan. penting bagi guru untuk mengetahui faktor-faktor yang mungkin selain kinerja murid yang dapat mempengaruhi penilaian. Dalam rangka untuk memberikan kritik yang akurat dan bermakna untuk setiap siswa. metode sistematis merekam catatan anekdot. Karena keadaan pada saat tes dan sifat dari hubungan penilaian antara guru dan siswa. seperti kejelasan tujuan. maka penting untuk memberikan informasi yang jelas mengenai kinerja.guru dapat memastikan konsistensi di antara para pengamat. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 91 . Masalah kesalahan ingatan Kecuali semua yang berhubungan dengan pengamatan dicatat pada saat tes. Sering kali. Hal ini seringkali tes kinerja tidak dilakukan pada individu yang memadai. harus ada konsensus di antara mereka pada semua aspek utama dari tes. keterampilan yang paling mendasar dalam ujian. dapat mempengaruhi rating. sebuah kritik terhadap kinerja yang dibahas dengan siswa pada kesimpulan dari tes meliputi: 1) Kinerja diterima secara keseluruhan. Keadaan dimana apakah guru mengetahui siswa yang baik atau tidak baik. d. Dengan menentukan konsensus pada poin-poin ini dengan baik sebelum tes disusun . atau skala penilaian. c. metode mengamati dan format untuk merekam kinerja.

Nyatakan kompetensi atau keterampilan khusus yang akan dites dalam tes kinerja anda! ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ 2. keterampilan dasar dan tinggi). 4) Metode khusus untuk meningkatkan keterampilan atau teknik yang diperlukan. skala bertingkat. psikomotor). (2) mengantisipasi masalah-masalah yang umum seperti kemungkinan adanya bias. observasi ganda. (2) mengidentifikasi tugas-tugas belajar. memilih metode untuk mencatat observasi. (2) domain kinerja (kognitif. memutuskan kinerja apa yang perlu dicatat. Petunjuk untuk menyusun tes kinerja adalah: (1) menilai situasi belajar yang akan diterapkan. (2) untuk mendapatkan umpan balik langsung mengenai kemajuan dalam belajar. dan waktu). Ada empat kunci utama yang dimiliki oleh semua jenis tes kinerja yaitu : (1) kinerja yang mampu diamati (verbal. dan (4) kondisi untuk tes kinerja (mensimulasikan atau mencerminkan aspek-aspek esensial situasi praktis). Dalam menggunakan tes kinerja dapat digunakan aturan atau petunjuk berikut: (1) konsisten dan jelas. non-verbal. Tes ini dapat didesain untuk menilai rentangan kompetensi yang luas. dan kesalahan dalam umpan balik. dan (3) untuk meramalkan kesuksesan pada situasi di masa depan. afektif. Soal-Soal Latihan 1. (3) menulis tujuan kinerja (kinerja spesifik. dengan ceklis. urutan. H. standar spesifik. Apakah sistuasi mendatang siswa perlu menggunakan keterampilan-keterampil-an yang dinilai dengan tes? Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 92 . dan kondisi spesifik). Rangkuman Tes kinerja mengharuskan siswa untuk mendemonstrasikan kemampuannya untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. Tujuan dari tes kinerja adalah: (1) untuk mengukur kompetensi individu sesuai standar yang ditetapkan. langkah- langkah. dan catatan anekdotal. I. dan (5) menentukan materi yang dibutuhkan. (4) mengembangkan rencana dan format evaluasi (menentukan apa yang diamati. (3) standar kinerja (level akurasi. kesalahan ingatan.

Nyatakan (a) tugas-tugas belajar dan langkah-langkah utama yang akan ditampilkan. garis Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 93 . skala bertingkat. Apa yang harus dilakukan siswa dalam bentuk aktif (kinerja)? ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ b. Tuliskan tujuan: a. _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ 3. dan (b) standar atau indikator kusuksesan kinerja pada kolom di bawah ini! Langkah-langkah utama dalam tugas. anecdotal record). Tentukan berapa baiknya. siswa harus tampil! ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ c. Nyatakan dalam kondisi seperti apa penampilan dapat dilakukan! ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ 5. Indikator kesuksesan tugas belajar 4. Pilihlah format yang akan anda gunakan untuk mengobservasi kinerja didasarkan pada tipe format yang dipilih (ceklis. apa standarnya.

Gunakan tes anda: Dengan mereviu. 2006. Tes Prestasi: Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 94 . peralatan. langkah 1 sampai dengan 6. Inc. M. tulis instruksi untuk tes anda yang akan memberi siswa semua informasi yang diperlukan untuk mengikuti tes tersebut! _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ DAFTAR RUJUKAN Allen. ________. atau kebutuhan yang diperlukan sebagai bagian dari kondisi yang diperlukan tes. California: Wadswort. Belmont. Buat daftar materi ajar. S. & Yen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Azwar. W. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. 1979. bawahi semua informasi yang dibutuhkan untuk menyimpulkan pada catatan observasi anda! _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ 6.J. Reliabilitas dan Validitas. 2006. Garis bawahi setiap keterlibatan yang memerlukan orang lain seperti dalam tes bermain peran (role playing)! _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ _________________________________________________________________ 7. Introduction to Measurement Theory.M.

X.R. Introduction to Classical and Modern Test Theory. Psychometric Theory. Penilaian Hasil Belajar Sekolah Menengah Kejuruan. George. S. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 1994.C. Jakarta: Rajawali Press. 1981. S.J. Assessment in the Classroom: Constructing and Interpreting Test. Suryabrata. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM. Rinehart and Winston. Essentials of Educational Measurement. Mehrens. 2004. 2006. & Thomas. Analisis. Measuring Student Growth: Techniques and Procedures for Occupational Education. Inc.).. J. 1997. L. A. H. A. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. Ashe Reader Series: Simon & Schutster Custom Publishing. I. D. Panduan Penilaian Pembelajaran Program PPG Terintegrasi 95 . Evaluation and Curricuoum Development. T.K. Mardapi. R. Classroom Assessment and Grading that Work. And Algina. Educational Evaluation: Theory and Practice. & Sanders. & Wentling. 1988. J.. & Lehmann. Jakarta: National Education Planning. (2nd ed. J. Instructor’s Guide for TAP (Test Analysis Program) Versi 6.J. S.1984. INC. J. Mitra Cendekia. R. Erickson. D. Fernandes. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes. New York: Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited.L. J. Peraturan Pemerintah No. 1980. & Gordon. Crocker. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian.65. Rinehart. B..L. Systematic Evaluation. Surapranata. 1981. Jogjakarta: Masrun. Worthen. A. and Winston. Validitas. Stark. Worthington: Charles A. Testing and Measurement. Assessment and Program Evaluation. Englewood Cliff. R. Falmer Press. Marzano. Stufflebeam. Jones Publishing Company. Alexandria: ASCD. Reliabilitas dan Pendekatannya. Cunningham. 1975.J.R.J. Ebel. 1998. L. 1989. 2005. Nunnally. Boston: Kluwer Nijhof Publishing. Pengembangan Tes Hasil Belajar. Measurement and Evaluation in Educational and Psychology. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. New York: Holt. Pokok-pokok Permendiknas No. Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes: Implementasi Kurikulum 2004. New Jersey: Prentice-Hall. 1972.C. W. Inc. & Shinkfield. G. Forth Worth: Holt. 1985. 2008. Illinois: Griffon Press. Jakarta: Kemendiknas. 2008. Urbana. B.