You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam praktikum ini yang akan dipelajari adalah kumonitas plankton air
payau berupa plankton tumbuhan maupun planton hewan. Plankton tumbuhan
disebut fitoplankton yang mempunyai sifat seperti tumbuhan, yaitu dengan adanya
pigmen fotosintesis berupa klorofil, sehingga mempunyai kemampuan untuk
mengubah zat anorganik menjadi zat organic. Pada umumnya fitoplankton
termasuk kedalam tumbuhan golongan ganggang, terutama ganggang hijau,
ganggang biru, dan ganggang kersik.
Plankton hewan disebut juga zooplankton yang mempunyai sifat-sifat
seperti hewan. Ada yang hidup sebagai herbivora, ada pula sebagai karnivora. Jadi
fitoplankton bersifat autotrof, sedangkan zooplankton bersifat heterotrof. Plankton
adalah organisme akuatik baik dalam habitat mengalir maupun dalam habitat air
diam, baik dalam lingkungan air payau maupun dilingkungan air asin.
Istilah plankton untuk pertama kali digunakan oleh Victor Hensen pada
tahun 1887. Yaitu untuk menyebutkan zasatrenik atau mikroorganisme yang
mengikuti gerakan ombak atau gerakan air yang lain secara pasif (Welch, 1952,
dalam Sagala, 1983). Jadi secara singkat yang dimaksud plankton adalah
organism akuatik yang hidupnya melayang-layang dalam badan air. Fitoplankton
berfungsi sebagai produsen primer, sedangkan zooplankton sebagai konsumen.
Kehidupan plankton di habitat air tawar pada umumnya ditentukan kondisi fisik
(Welch,1952, Macan, 1974, dalam Sagala 1983).
Pengaruh terhadap kehidupan komoditas plankton adalah berbagai
vegetasi alami di daerah sepadan badan air dan kegiatan-kegiatan aktivitas public
dan sebagainya.

1
1.2 Tujuan Praktikum
Mempelajari komoditas plankton yang terdapat dalam badan air.
Mengukur kualitas kimiawi air yang mempengaruhi komunitas
plankton.
Mampu mengetahui dan dapat menjelaskan mekanisme hidup
fitoplankton.
Mampu mengindentifikasikan plankton baik fitoplankton maupun
zooplankton.
Tujuan secara umum, praktikum adalah proses yang dilakukan
mahasiswa untuk menghubungkan dan mengintegrasikan antara teori
yang didapatkan mahasiswa di ruang perkuliahan dan praktek yang
secara langsung terjun kelapangan.
Untuk mengikatkan kemampuan mahasiswa melakukan penanganan
secara langsung.

1.3 Manfaat Praktikum


Mendapatkan ilmu pengetahuan baru tentang yang dilakukan
praktikum.
Dapat mengembangkan keterampilannya langsung di tempat
praktikum.

2
BAB II

METODE PRAKTIKUM

2.1 Tempat Praktikum


Pengambilan sampel : Laut Jangka, Awee Geutah
Tempat Praktikum : Lab.MIPA
2.2 Bahan dan Alat
A. Bahan
a. Lugol
b. Sampel Air
c. Skala Warna
B. Alat
a. Mikroskop
b. Pipettetes
c. Gelas ukur
d. Objek glass
e. Sedgwick Rafter Counting cell
C. MetodePraktikum
a. Sampel Air dituangkan kedalam gelas ukur
b. Kemudian ditambahkan Lugol
c. Di aduk sampai merata
f. Ambil sampel masukkan ke Sedgwick Rafter Counting cell,
jangan sampai ada gelembung udara
g. Amati

3
BAB III
HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Praktikum

Tabel air tawar

Na Nama Gambar
1 Sligeoclonium SP

2 Sphroederia setigera

3 D Valgare Var Grandis

4
4 TabelLaria Binalis

Tabel air laut

Na Nama Gambar
1 Closterium Grachile

2 Tetraedra Muticum

5
3 Coelastrium Sphairicum

4 Rofaria Folcroria

3.2 Pembahasan

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui keragaman plankton, jenis-jenis


plankton, serta hubungan keragaman plankton dan kualitas perairan ditempat
tersebut. Sampel dilakukan pada titik tambak tertentu. Pada metode ini jaringan
plankton dilempar sekitar 5 meter kemudian ditarik secaraper lahan-lahan dan
konstanke tepi. Air yang tertampung pada botol di ujung jaring plankton
kemudian dipindahkan kedalam botol film. Selanjutnya yaitu menambahkan lugol
kedalam botol sampel dengan tujuan untuk mengawetkan plankton agar tidak
hancur.
Jenis sampel dalam table diperhitungkan kelimpahan individu setiap skala
luas dan hasilnya kelimpahan yang terbesar dimiliki oleh spesies Climaco
spheniamoni legera. Sehingga menyebabkan nilai indeks keragaman jenisnya
rendah karena Climaco spheniamoni legeramen dominasi lokasi ini.

6
AIR TAWAR
1. Sligeoclonium SP 44

Ratarata jumlah x 5 ml (44 5)


= = 0,02 = 0
100000 100000
Diminasi
D = ( ni / N )2
= 3.14 ( 1 / N )2
= 3.14 ( 1.02 )2
= 3.14 ( 0.00 ) = 0

Keseragaman
D=(L/P)Q(I/V)
= ( 5 / 1 ) 44 ( 1 / 100 m2 )
= ( 5 ) 44 ( 1 / 100 m2 )
= 5 x 0.44 = 2.3 m2 = 2 m2

Keanekaragaman
H = ( ni / N ) in ( ni / N )
= 3.14 ( 1 / 44 ) 1 ( 1 / 44 )
= 3.14 ( 0.02 ) 1 ( 0.02 )
= ( 0.06 ) x ( 0.02 ) = 0.0012 = 0

2. Sphroederia setigera 2

Ratarata jumlah x 5 ml 25
= 100000 = 0,00 = 0
100000

Dominasi
D = ( ni / N )2
= 3.14 ( 1 / 2 )2
= 3.14 ( 0.5 )2
= 3.14 ( 1 )
= 3.14 = 3

Keseragaman
D=(L/P)Q(I/V)
= ( 5 / 1 ) 2 ( 1 / 100 m2 )
= ( 5 ) 2 ( 1 / 100 m2 )
= 5 x 0.02 = 0.1 m2 = 0

7
Keanekaragaman
H = ( ni / N ) in ( ni / N )
= 3.14 ( 1 / 2 ) 1 ( 1 / 2 )
= 3.14 ( 0.5 ) 1 ( 0.2 )
= ( 1.6 ) x ( 0.2 ) = 0.32 = 0

3. D Valgare Var Grandis 1


Ratarata jumlah x 5 ml 15
= 100000 = 0,00 = 0
100000
Dominasi
D = ( ni / N )2
= 3.14 ( 1 / 1 )2
= 3.14 ( 1 )2
= 3.14
=3

Keseragaman
D=(L/P)Q(I/V)
= ( 5 / 1 ) 1 ( 1 / 100 m2 )
= ( 5 ) 1 ( 1 / 100 m2 )
= 5 x 0.01 = 0.05 m2 = 0

Keanekaragaman
H = ( ni / N ) in ( ni / N )
= 3.14 ( 1 / 1 ) 1 ( 1 / 1 )
= 3.14 ( 1 ) 1 ( 1 )
= 3.14 x 1 = 3.14 = 3

4. TabelLaria Binalis 2
Ratarata jumlah x 5 ml 25
= = 0,00 = 0
100000 100000

Dominasi
D = ( ni / N )2
= 3.14 ( 1 / 2 )2
= 3.14 ( 0.5 )2
= 3.14 ( 1 )
= 3.14 = 3

8
Keseragaman
D=(L/P)2(I/V)
= ( 5 / 1 ) 2 ( 1 / 100 m2 )
= ( 5 ) 2 ( 1 / 100 m2 )
= 5 x 0.02 = 0.1 m2 = 0

Keanekaragaman
H = ( ni / N ) in ( ni / N )
= 3.14 ( 1 / 2 ) 1 ( 1 / 2 )
= 3.14 ( 0.5 ) 1 ( 0.5 )
= 1.57 x 0.5 = 2 x 0.5 = 1

AIR LAUT
1. Closterium Grachile

Ratarata jumlah x 5 ml 17 5
= 100000 = 0,001 = 0
100000

Dominasi
D = ( ni / N )2
= 3.14 ( 1 / 17 )2
= 3.14 ( 0.1 )2
= 3.14 x 0.01
= 0.03 = 0

Keseragaman
D=(L/P)Q(I/V)
= ( 5 / 1 ) 17 ( 1 / 100 m2 )
= ( 5 ) 17 ( 1 / 100 m2 )
= 5 x 0.17 = 0.85 m2 = 1

Keanekaragaman
H = ( ni / N ) in ( ni / N )
= 3.14 ( 1 / 17 ) 1 ( 1 / 17 )
= 3.14 ( 0.6 ) 1 ( 0.6 )
= 2 x 0.6 = 0.6 = 1

2. Tetraedra Muticum 2

Ratarata jumlah x 5 ml 25
100000
= 100000 = 0,00 = 0

9
Dominasi
D = ( ni / N )2
= 3.14 ( 1 / 2 )2
= 3.14 ( 0.5 )2
= 3.14 x 0.25
= 0.8 = 1

Keseragaman
D=(L/P)Q(I/V)
= ( 5 / 1 ) 2 ( 1 / 100 m2 )
= ( 5 ) 2 ( 1 / 100 m2 )
= 5 x 0.02 = 0.1 m2 = 0

Keanekaragaman
H = ( ni / N ) in ( ni / N )
= 3.14 ( 1 / 2 ) 1 ( 1 / 2 )
= 3.14 ( 0.05 ) 1 ( 0.05 )
= 2 x 0.5 = 1

3. Coelastrium Sphairicum

Ratarata jumlah x 5 ml 25
= 100000 = 0,00 = 0
100000

Dominasi
D = ( ni / N )2
= 3.14 ( 1 / 2 )2
= 3.14 ( 0.5 )2
= 3.14 x 0.25
= 0.8 = 1

Keseragaman
D=(L/P)Q(I/V)
= ( 5 / 1 ) 2 ( 1 / 100 m2 )
= ( 5 ) 2 ( 1 / 100 m2 )
= 5 x 0.02 = 0.1 m2 = 0
Keanekaragaman
H = ( ni / N ) in ( ni / N )
= 3.14 ( 1 / 2 ) 1 ( 1 / 2 )
= 3.14 ( 0.05 ) 1 ( 0.05 )
= 2 x 0.5 = 1

10
4. Rofaria Folcroria 4

Ratarata jumlah x 5 ml 45
= 100000 = 0,00 = 0
100000

Dominasi
D = ( ni / N )2
= 3.14 ( 1 / 4 )2
= 3.14 ( 0.25 )2
= 3.14 x 0.06
= 0.2 = 0

Keseragaman
D=(L/P)Q(I/V)
= ( 5 / 1 ) 4 ( 1 / 100 m2 )
= ( 5 ) 4 ( 1 / 100 m2 )
= 5 x 0.04 = 0.2 m2 = 0

Keanekaragaman
H = ( ni / N ) in ( ni / N )
= 3.14 ( 1 / 4 ) 1 ( 1 / 4 )
= 3.14 ( 0.25 ) 1 ( 0.25 )
= 0.8 x 0.25 = 1 x 0.25 = 0.25 = 0

11
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dari pembahasan praktikum ini dapat
disimpulakan jumlah spesies plankton yang ditemukan sangat banyak,
terutama Climacos pheniamoni leger (Fitoplankton). Adapun jenis plankton
yang dapat diamati pada metode ruang adalah berupa zooplankton dan
fitoplankton.
Dengan melakukan praktikum para praktikan mampu mengetahui dan dapa
tmenjelaskan mekanisme hidup fitoplankton dan Mampu
mengindentifikasikan plankton baik fitoplankton maupun zooplankton.
Tujuan praktikum secara umum adalah proses yang dilakukan mahasiswa
untuk menghubungkan dan mengintegrasikan antara teori yang didapat
kanmahasiswa di ruang perkuliahan dan praktek yang secara langsung terjun
kelapangan.

12
DAFTAR PUSTAKA

https://faisolhezim1994. blogspot.co.id/2013/12/laporan-praktikum-tentang-
plankton.html

SA gala. E. P. (1983). Studi Pendahuluan Populasi Plankton Sungai Asahan di


Daerah Teluk Nibung, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara. Universitas
Gajah Mada, Fakultas Biologi, Yogyakarta. Skripsi. Hal. 21-25

13
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur bagi Allah AzzawaJalla atas limpahan taufiq
danhidayah-Nya sehingga Panduan Penulisan Laporan Praktikum ini dapat
diselesaikan. Shalawat dan salam teriringatas Rasulullah SAW, keluarga, sahabat,
dan para pengemban risalah beliau hingga akhir zaman. Penulisan Laporan
Praktikum merupakan salah satu kegiatan dalam matakuliah praktikum yang harus
dilakukan oleh setiap praktikan. Laporan praktikum juga menjadi salah satu aspek
penilaian dalam nilai akhir yang akan diberikan pada setiap praktikan. Selama ini
mahasiswa menulis laporan praktikum berdasarkan hasil praktikum dan
sistematika yang diberikan oleh Asisten dan Dosen Pengampu dengan
menggunakan Buku Panduan Praktikum sebagai sumber referensi utama.

Penulisan dan penilaian laporan praktikum belum menggunakan format


yang seragam sehingga mahasiswa akan mengikuti format yang selama ini mereka
gunakan, pada hal setiap Asisten dan Dosen Pengampu mempunyai format,
sistematika dan standar penilaian yang berbeda. Hal inilah yang menyebabkan
mahasiswa akan mengikuti kebiasaan tanpa memperhatikan bahwa setiap
praktikum penulisan laporannya berbeda. Oleh karena itu sangatlah perlu
dilakukan penyeragaman format penulisan laporan untuk menghin dari perbedaan
persepsi yang dapat merugikan mahasiswa.

Panduan ini disusun berdasarkan sistematika yang telah berlaku yang


dilengkapi dengan penjelasan setiap bagian yang harus dituliskan dalam laporan.
Buku ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi mahasiswa, Asisten, dan Dosen
Pengampu agar kualitas pembelajaran praktikum di laboratorium semakin baik
dan mampu merangsang kemampuan mahasiswa dalam melakukan penulisan
ilmiah.

Panduan ini tentu saja masih jauh dari yang diharapkan untuk memenuhi
kebutuhan mahasiswa, sehingga masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan
untuk kelancaran pelaksanaan praktikum dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Bireuen, 17 Oktober 2017


Yang Mengetahui

Drh. Yusrizal Akmal. M,Si

i
14
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................i


DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Tujuan Praktikum ...................................................................................... 2
1.3 Manfaat Praktikum .................................................................................... 2
BAB II METODE PRAKTIKUM ............................................................... 3
2.1 Tempat Praktikum ..................................................................................... 3
2.2 Bahan dan Alat .......................................................................................... 3
a. Bahan ................................................................................................. 3
b. Alat ..................................................................................................... 3
c. Metode Praktikum .............................................................................. 3
BAB III HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN ............................ 4
3.1 Hasil Praktikum ....................................................................................... 4
3.2 Pembahasan .............................................................................................. 6

BAB IV PENUTUP ...................................................................................... 12


4.1 Kesimpulan ............................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 13

ii
15