You are on page 1of 3

NAMA : AYU RISNAWATI

NPM : 1504020018

UNIT :A

KOSENTRASI : MSDM

UNVR (UNILEVER INDONESIA TBK)

Unilever Indonesia Tbk (UNVR) didirikan pada tanggal 5 Desember 1933 dengan
nama Levers Zeepfabrieken N.V. dan mulai beroperasi secara komersial tahun 1933. Kantor
pusat Unilever berlokasi di Grha Unilever, BSD Green Office Park Kav. 3, Jln BSD
Boulevard Barat, BSD City, Tangerang 15345, dan pabrik berlokasi di Jl. Jababeka 9 Blok D,
Jl. Jababeka Raya Blok O, Jl. Jababeka V Blok V No. 14-16, Kawasan Industri Jababeka
Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, serta Jl. Rungkut Industri IV No. 5-11, Kawasan Industri
Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

Induk usaha Unilever Indonesia adalah Unilever Indonesia Holding B.V. dengan
persentase kepemilikan sebesar 84,99%, sedangkan induk usaha utama adalah Unilever N.V.,
Belanda

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha UNVR


meliputi bidang produksi, pemasaran dan distribusi barang-barang konsumsi yang meliputi
sabun, deterjen, margarin, makanan berinti susu, es krim, produkproduk kosmetik, minuman
dengan bahan pokok teh dan minuman sari buah.

Merek-merek yang dimiliki Unilever Indonesia, antara lain: Domestos, Molto, Rinso,
Cif, Unilever Pure, Surf, Sunlight, Vixal, Super Pell, Wipol, Lux, Rexona, Lifebuoy, Sunsilk,
Closeup, Fair&Lovely, Zwitsal, Ponds, TRESemme, Dove, Pepsodent, AXE, Clear,
Vaseline, Citra, Citra Hazeline, SariWangi, Bango, Blue Band, Royco, Buavita, Walls
Buavita, Walls, Lipton, Magnum, Cornetto, Paddle Pop, Feast, Populaire dan Viennetta.

Pada tanggal 16 Nopember 1982, UNVR memperoleh pernyataan efektif dari


BAPEPAM untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham UNVR (IPO) kepada
masyarakat sebanyak 9.200.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga
penawaran Rp3.175,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Januari 1982.
PROTON

Proton (singkatan dari Perusahaan Otomobil Nasional Sdn. Bhd.) adalah


produsen mobil dari Malaysia yang didirikan pada tahun 1983 atas inisiatif dari Perdana
Menteri Malaysia saat itu, Mahathir Mohammad.[1] Proton menjadi perusahaan produsen
mobil yang pertama di Malaysia. Proton awalnya menggunakan teknologi dari
perusahaan Jepang, Mitsubishi, namun kini juga telah berhasil mengembangkan teknologinya
sendiri.

Berawal pada 1979, Tun Mahathir Mohamad selaku Bapak Modernisasi Malaysia
yang kemudian menjadi deputi Perdana Menteri Malaysia, memunculkan ide untuk
mendirikan perusahaan perakitan otomotif dan industri manufaktur di Malaysia. Hal ini
dimaksudkan sebagai usaha Tun Mahathir untuk mempercepat kemampuan industrialisasi
Malaysia dalam mengimbangi negara-negara maju. Keinginannya mulai terlaksana ketika
Kabinet Malaysia menyetujui Proyek Mobil Nasional pada tahun 1982. Proton secara resmi
didirikan pada tanggal 7 Mei 1983. Model pertama diluncurkan secara komersial
adalah Proton Saga pada tanggal 9 Juli 1985. Pasar pertama Proton Saga adalah Singapura.
Setahun setelah model pertama diluncurkan, Pada tahun 1986, Proton telah berhasil
meluncurkan 10.000 buah mobil. Tahun berikutnya lebih dari 50.000 unit Proton Saga telah
diproduksi dan dijual di Bangladesh, Brunei, Selandia Baru, Malta, Sri Lanka dan Inggris.
Pada 1988, Proton memulai debutnya di British International Motorshow, berlangsung
dengan sukses dengan meraih tiga penghargaan bergengsi untuk kualitas, coachwork dan
ergonomi. Pada tahun 1996, Proton mencapai produksinya yang kesejuta dan mengakuisisi
saham mayoritas dari Grup Lotus. Proton memasuki fase baru, berubah dari perusahan yang
terkait dengan pemerintah menjadi perusahaan publik menyusul pengambilalihan oleh DRB-
HICOM Berhad pada tahun 2012.

Di Indonesia mobil Proton diproduksi oleh PT. PROTON Edar Indonesia (PEI) yang
telah beroperasi sejak 2007. Seri yang dipasarkan di Indonesia, antara lain Savvy, GEN.2
Persona, Gen 2, Wira, Neo, Waja, Saga, Exora, Neo CPS, Saga FL, Persona Elegance, dan
Exora Star, Exora Star Supreme, Exora Star Executive, Exora Bold, Exora Prime & Exora
Star FL, Prev Neo R3, dan Suprima S. Pada bulan Juni 2014 Proton telah memiliki 16 outlet
penjualan dan 26 outlet pelayanan di berbagai wilayah Indonesia.
Pada Oktober 2014 dalam pembicaraan Presiden Joko Widodo dengan Perdana
Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak dikaji rencana RI dan Malaysia mengerjakan
proyek produksi Mobil bersama. Malaysia akan melibatkan dan mengandalkan teknologi
Proton, sedangkan Indonesia mengandalkan GEA produksi PT INKA (Industri Kereta Api).
Proton dan Indonesia akan meluncurkan mobil ASEAN sebagai proyek yang laik setelah
studi yang mendalam.[2][3][4]

Barulah pada 6 Februari 2015, Proton menandatangani nota kesepahaman (MoU)


dengan perusahaan swasta asal Indonesia milik Hendropriyono, PT Adiperkasa Citra Lestari
(Adiperkasa). Penandatanganan MoU itu disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana
Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur. Kehadiran Jokowi diindikasikan sebagai
dukungan pengembangan mobnas Indonesia oleh Proton. Proton menyatakan bahwa kedua
perusahaan akan melakukan studi kelayakan dan menjalani kerja sama dalam proyek mobnas
di Indonesia. Chairman Proton Mahathir Mohammad mengatakan bahwa studi akan rampung
dalam waktu enam bulan. Jika penelitian menunjukkan proyek tersebut layak, maka kedua
perusahaan akan menandatangani perjanjian usaha patungan.[5] Sepulangnya ke Indonesia,
Presiden Jokowi membantah bahwa hal itu adalah proyek Mobnas dan menyatakan bahwa
MoU tersebut adalah murni urusan bisnis antar swasta dan tidak ada campur tangan
pemerintah di situ.