Silabus Pelatihan - Pelatihan Pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP

)

Membangun Kapasitas Bersama

Penyusun Tata Letak Fo t o

: Edy Hendras Wahyono, Nano Sudarno, Akbar Ario Digdo, Agus Wijayanto, Affan Surya, Dani Rogi, Ian M Hilman, Yopie Basyarah : Nano Sudarno : Dokumen WCS dan Yapeka
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

1|Silabus Pelatihan PNPM LMP

BAGAIMANA MENGGUNAKAN SILABUS
Silabus ini digunakan bagi kegiatan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM LMP) yang akan di fasilitasi oleh kawan-kawan Fasilitator Kecamatan Lingkungan (FKL). Sebelum menggunakan silabus ini, sebaiknya kawan-kawan FKL terlebih dahulu mempelajari “Katalog Green Menu” yang telah diberikan oleh Civil Society Organization (CSO). Sebagai tambahan pengetahuan ketika kawan-kawan FKL akan melaksanakan pelatihan-pelatihan yang terdapat dalam silabus ini, kami mengingatkan kepada kawan-kawan FKL untuk tetap merujuk kepada materimateri yang telah diberikan, seperti : Petunjuk Teknis Operasional (PTO), Petunjuk Teknis Pencairan BLM dan Penggunaan DOK, serta Baik dan Buruk (seri 5 tentang Pengelolaan Lingkungan).
2|Silabus Pelatihan PNPM LMP
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

KATA PENGANTAR
Dalam melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM LMP), masyarakat difasilitasi atau dipandu oleh Fasilitator Kecamatan Lingkungan (FKL). Fasilitasi dalam PNPM LMP mengandung pengertian membantu dan menguatkan masyarakat agar dapat dan mampu mengembangkan diri untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Untuk memfasilitasi masyarakat dalam melaksanakan PNPM LMP diperlukan cara atau teknik fasilitasi. CSO atau Civil Society Organization melihat pengembangan masyarakat harus didasarkan pada prosesproses, metode-metode dan alat-alat partisipatori, begitu juga dengan silabus pelatihan ini. Silabus ini disusun dengan teknik-teknik pembelajaran partisipatori dan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa. Secara umum pelaku proses fasilitasi sering disebut fasilitator. Dalam PNPM LMP, Fasilitator Kecamatan Lingkungan (FKL) berperan sebagai fasilitator dari luar masyarakat, sehingga dalam pemberdayaan masyarakat dipahami sebagai pendamping. Sebagai pendamping masyarakat, pada waktu tertentu seorang fasilitator harus siap untuk mundur dari perannya dan memandirikan para kader pemberdayaan yang diambil dari masyarakat dampingannya. Memang tidak dipungkiri bahwa rekan-rekan Fasilitator Kecamatan Lingkungan banyak dihadapkan oleh hal-hal yang bernuansa adimistrasi dan prosedur birokrasi ketika melaksanakan kegiatannya di lapangan, sehingga berdampak pada bergesernya tatanan dalam memfasilitasi masyarakat dampingannya. Hal ini tentunya akan mempengaruhi masyarakat dampingannya dalam menjalankan arah pelaksanaan kegiatan program yang telah di gariskan oleh pihak pemerintah selaku penanggung jawab kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM LMP). Semoga dengan hadirnya buku “Silabus Pelatihan-Pelatihan pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan ---Membangun Kapasitas Bersama---” dapat menjadi referensi bagi rekan-rekan Fasilitator Kecamatan Lingkungan ketika menjalankan fasilitasinya seperti : Musyawarah Masyarakat Desa, Musyawarah Antar Desa, Pelatihan KPMD, Pelatihan TPU, dan Pelatihan TV di masyarakat dampingannya.

Bogor, April 2010

Penyusun
3|Silabus Pelatihan PNPM LMP
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

DAFTAR ISTILAH
APBN : APBD : Astal : Bappenas : Bapeda : Bapedalda : Bawasda : BP DAS : BKAD : BLM : BPD : BPKP : BP-UPK : CSO : DIPA : DOK : Ditjen PMD : FK Lingkungan : HOK : KPMD : KPPN : LP2K : LPD : MAD : Musdes : MDKP : MDST : MHPP : Musrenbang : PAP : PjAK : PjOK : PNPM-LMP : Pokmas : PL : PTO : RAB : RKB : RKTL : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Asisten Tenaga Ahli Lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencana Daerah Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Badan Pengawasan Daerah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Badan Kerjasama Antar Desa Bantuan Langsung Masyarakat Badan Permusyawaratan Desa Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan Civil Society Organization Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Dana Operasional Kegiatan Direktorat Jendral Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Fasilitator Kecamatan Lingkungan Hari Orang Kerja Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Laporan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan Laporan Penggunaan Dana Musyawarah Antar Desa Musyawarah Desa Musyawarah Desa Khusus Perempuan Musyawarah Desa Serah Terima Micro Hydro Power Project Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pembinaan dan Administrasi Proyek Penanggung jawab Administrasi Kegiatan Penanggung jawab Operasional Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan Kelompok Masyarakat Pendamping Lokal Petunjuk Teknis Operasional Rencana Anggaran Biaya Rencana Kegiatan dan Biaya Rencana Kerja Tindak Lanjut
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

4|Silabus Pelatihan PNPM LMP

RPD RTM SpL SE-DJPB SKMP SKPD SP3K SPM SPPB SPP-LS TA TK-Provinsi TPK TPU TV UPK

: : : : : : : : : : : : : : : :

Rencana Penggunaan Dana Rumah Tangga Miskin Spesialis Lingkungan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan Depkeu Surat Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan Satuan Kerja Perangkat Daerah Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan Surat Perintah Membayar Surat Perjanjian Pemberian Bantuan Surat Permintaan Pembayaran Langsung Tahun Anggaran Tim Koordinasi Provinsi Tim Pengelola Kegiatan Tim Penulis Usulan Tim Verifikasi Unit Pengelola Kegiatan

5|Silabus Pelatihan PNPM LMP

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

DAFTAR ISI

Bagaimana Menggunakan Silabus ……………………………………………………………………….. Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………………. Daftar Istilah ……………………………………………………………………………………………………….. Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………………….. .

2 3 4 6

Fasilitasi dan Fasilitator

7

Memfasilitasi masyarakat a. 11 Prinsip PRA b. Proses Fasilitasi di Masyarakat c. Kemampuan Fasilitator

9 9 12 14

Memfasilitasi suatu pelatihan a. Persiapan pelatihan b. Metode memfasilitasi pelatihan c. Silabus pelatihan KPMD d. Silabus Pelatihan TPU e. Silabus Pelatihan TV f. Permainan-permainan energizer

16 16 19 22 44 56 66

Tips bagi seorang fasilitator

70

Alur Tahapan Kegiatan PNPM LMP

72

Penutup

73

Daftar Pustaka
6|Silabus Pelatihan PNPM LMP

74
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

FASILITASI DAN FASILITATOR
Kata fasilitator berasal dari bahasa Prancis yang berakar dari kata “facile” yang dapat diartikan dalam bahasa indonesianya adalah “mudah”. Fasilitasi dapat diartikan adalah membuat sesuatu menjadi mudah, dan tidak sulit. Definisi atau terminologi dari kata fasilitasi yang berkembang belakangan ini adalah “suatu proses memudahkan sekelompok orang untuk mencapai tujuannya dalam suatu pertemuan”. Sementara untuk fasilitator program pemberdayaan masyarakat adalah seseorang yang ditunjuk oleh suatu lembaga untuk melakukan fungsi-fungsi pembimbingan, motivasi, pengarahan, bantuan, dan pembelajaran bagi kelompok atau para pihak dalam meningkatkan kemandirian dan keswadayaan. Fasilitator juga memiliki fungsi yang strategis sebagai agen pembaharu perubahan. Maksudnya setiap tugas yang dijalankan tidak terlepas dari upaya untuk membantu dan mendorong para pemangku kepentingan untuk dapat melakukan perubahan pola pikir terhadap proses pembangunan secara bijak dan berkelanjutan. Di dalam mendampingi (memfasilitasi) masyarakat, agar dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik maka seorang fasilitator perlu menyadari dan memahami fungsi seorang fasilitator di masyarakat, yaitu : (a) Sebagai Narasumber Maksudnya seorang fasilitator harus mampu dan siap memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan program, dalam hal ini PNPM LMP. Seorang fasilitator harus juga mampu menjawab berbagai pertanyaan, memberikan ulasan, gambaran analisis maupun memberikan saran atau nasehat yang kongkrit dan realistis agar mudah diterima dan dapat diterapkan oleh masyarakat. (b) Sebagai Guru Maksudnya seorang fasilitator harus mampu menyampaikan materi-materi yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan kondisi dan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat serta mudah diterapkan tahap demi tahap. Tahapan yang terdapat di kegiatan PNPM LMP seperti : Musyawarah Desa, Musyawarah Antar Desa, Pelatihan KPMD, Pelatihan TPU dan Pelatihan TV. Fungsi sebagai guru bagi seorang fasilitator dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam mempelajari dan memahami keterampilan atau pengetahuan baru dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan program kegiatan. (c) Sebagai Mediator: (i) Mediasi potensi Seorang fasilitator diharapkan dapat membantu masyarakat dampingannya untuk mengakses potensi–potensi yang dapat mendukung pengembangan individunya atau kelompok dimasyarakatnya, misalnya: sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, dan peluang pasar.
7|Silabus Pelatihan PNPM LMP
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

(ii) Mediasi berbagai kepentingan Seorang fasilitator diharapkan juga dapat berperan sebagai orang yang dapat menengahi apabila diantara kelompok atau individu di masyarakat terjadi perbedaaan kepentingan. Perlu diingat fungsi ini bukan berarti fasilitator perlu memutuskan tetapi hanya perlu mengingatkan masyarakat tentang konsistensi terhadap berbagai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Arti lain adalah menyesuaikan berbagai kepentingan untuk mencapai tujuan bersama. Jika diperlukan seorang fasilitator bisa membantu masyarakat dengan memberikan berbagai alternatif kesepakatan dalam menyesuaikan berbagai kepentingan demi tercapainya tujuan bersama. Untuk itu seorang fasilitator harus netral dan tidak memihak kepada salah satu kelompok saja. (d) Sebagai Perangsang atau Penantang Sering ditemui bahwa masyarakat jarang sekali mengetahui atau mengenal potensi dan kapasitasnya sendiri atau kelompoknya. Untuk itu seorang fasilitator harus mampu merangsang dan mendorong masyarakat untuk menemukan dan mengenali potensi dan kapasitasnya sendiri atau kelompoknya. Sehingga masyarakat dapat melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan secara mandiri.

8|Silabus Pelatihan PNPM LMP

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

MEMFASILITASI MASYARAKAT
11 Prinsip PRA (Participatory Rural Appraissal)
PRA atau dapat dimaknai sebagai kajian desa secara partisipatif sebenarnya lebih ditujukan untuk ”orang dari luar desa/kecamatan-nya”, bagaimana seharusnya ” orang dari luar desa/kecamatan-nya”, yang mendampingi masyarakat untuk mengembangkan dirinya atau kelompok dampingannya untuk mendudukkan posisinya ditengah-tengah masyarakat. ” orang dari luar desa/kecamatan-nya” ini dimaksudkan adalah kawan-kawan FKL PNPM LMP. PRA itu sendiri adalah metode yang mendorong masyarakat perdesaan/pesisir untuk turut serta meningkatkan pengetahuan dan menganalisa kondisi daerah mereka sendiri atau wilayahnya mereka sendiri yang berhubungan dengan cara hidup mereka sehari-hari agar dapat membuat rencana dan tindakan yang harus dilakukan, dengan cara berkumpul dan mendiskusikannya secara bersama-sama. Prinsip Prinsip PRA Berikut ini ada 11 (sebelas) prinsip metode PRA yang dapat diaplikasikan atau disesuaikan dengan kondisi masyarakat perdesaan. 1. Mengutamakan yang terabaikan : Prinsip ini memiliki makna keberpihakan terhadap masyarakat yang terabaikan atau termarjinalisasi-kan. Sekelompok masyarakat seperti ini tidak boleh diabaikan oleh sekelompok masyarakat yang lain dalam sebuah komunitas. Dan bagaimana peran fasilitator untuk menyeimbangkan kedudukan antar mereka dalam sebuah komunitas sehingga mereka memiliki akses yang sama dalam hak. Golongan inilah yang paling memerlukan peningkatan dalam taraf hidup mereka, sebab golongan ini biasanya adalah golongan masyarakat yang miskin secara ekonomi, meski mereka belum tentu miskin dalam pengalaman dan pengetahuan. Penguatan masyarakat : Penguatan masyarakat memiliki makna bahwa masyarakat memiliki kemampuan tidak hanya ekonomi akan tetapi juga sosial politik. Maksudnya, kekuatan ekonomi memungkinkan masyarakat tidak tergantung dengan orang luar, sedang kemampuan sosial politik memungkinkan masyarakat mampu membela haknya. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan untuk mengelola lingkungannya tanpa intervensi orang luar, bahkan mereka mampu mengadakan tawar menawar dengan orang luar. Dengan kemampuan ini, mereka memiliki peluang, dan kontrol terhadap lingkungan serta mampu memberikan pertimbangan terhadap orang luar jika mereka mengarah pada proses perusakan lingkungan dari usaha mereka. Masyarakat sebagai pelaku, orang luar sebagai fasilitator: Posisi orang luar hanya sebagai fasilitator artinya mereka mendorong proses perubahan secara partisipatif yang bersumber dari dalam diri masyarakat itu sendiri. Ada kalanya seorang fasilitator
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

2.

3.

9|Silabus Pelatihan PNPM LMP

juga menjadi mediator terhadap kejadian konflik yang berlangsung dalam masyarakat. Peran fasilitator sebagai motivator adalah untuk mendorong semangat masyarakat untuk bekerja sama karena ada pengakuan eksistensi dari orang luar. Masyarakat sebagai pelaku dalam pembangunan memiliki arti bahwa mulai dari mengidentifikasi masalah sampai dengan perencanaan, kegiatan dan implementasinya dilakukan oleh masyarakat. 4. Saling berlajar dan menghargai perbedaan: Prinsip ini lebih mengutamakan hubungan antar orang luar yang berperan sebagai fasilitator dengan kelompok masyarakat yang difasilitasinya. Orang luar yang memfasilitasi kelompok perlu mengerti kebudayaan dan cara berfikir masyarakat setempat. Dengan cara ini seorang fasilitator atau orang luar berusaha belajar terhadap lingkungan setempat yang kemungkinan besar ada hal yang tidak terpikirkan oleh orang luar, akan tetapi hal itu muncul sebagai teknologi maupun pengetahuan lokal. Pada tingkat ini ada prinsip bahwa kelompok masyarakat belajar dengan orang luar dan sebaliknya. Kemampuan untuk memahami perbedaan inilah menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh para fasilitator. Santai dan informal : Kegiatan yang dilakukan baik orang luar bekerja sama dengan masyarakat setempat maupun antar masyarakat setempat adalah memerlukan situsi santai, tidak formal, luwes dan fleksibel. Situasi ini sangat umum berlangsung dalam kelompok masyarakat. Melalui suasana informal, semua persoalan dapat diungkapkan dengan baik meskipun sering kali juga ada perbedaan pandangan antaranggota masyarakat. Kedatangan orang luar sering disambut dengan sikap formal masyarakat yang seringkali menjadi kaku. Fasilitator harus mampu membuat suasana di wilayah dampingannya santai, informal dan akrab dengan masyarakat. Trianggulasi : Prinsip ini lebih berhubungan dengan perolehan informasi. Adakalanya informasi yang dikemukakan oleh individu ada kemungkinan tidak dibenarkan menurut kelompok lain di masyarakat. Ada kemungkinan juga informasi yang diberikan kelompok tidak cocok dengan kondisi yang ada. Oleh sebab itu prinsip trianggulasi merupakan tindakan untuk mengontrol sumber informasi. Dalam suatu masyarakat misalnya, kalau juragan (bandar) mengemukakan informasi maka tingkat subyektivitasnya juga tinggi manakala berkenaan dengan kepentingan para juragan/bandar itu. Demikian juga dengan kelompok yang lain. Karena sumber informasi itu banyak, maka kebenaran informasi itu perlu dicari melalui berbagai pihak dengan cara cross check. Optimalisasi Hasil : Optimalisasi hasil sangat berkaitan dengan informsi yang dikumpulkannya. Karena banyaknya informasi yang dikumpulkan seringkali informasi itu sulit dianalisis. Oleh sebab itu dalam hal seperti ini para fasilitator perlu mengajak mereka untuk mengklasifikasikan secara bersama sama informasi yang telah diperolehnya. Ada baiknya bahwa informasi yang dikumpulkan adalah sangat erat kaitanya dengan masalah yang ingin dipecahkan secara bersama sama sehingga informasi yang dikumpulkan sangat optimal. Banyaknya informasi bukan berarti buruk akan tetapi banyaknya informasi jangan sampai mengganggu pencapaian tujuan.

5.

6.

7.

10 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

8.

Orientasi praktis : Artinya bahwa program yang dikembangkan dengan metode PRA ini lebih berorientasi pada pemecahan masalah secara praktis. Misalnya saja apa yang menjadi masalah kelompok masyarakat tentang potensi apa yang dimiliki, tersedianya potensi pendukung lain atau tidak, yang kemungkinan berada pada kelompok lain atau daerah lain, ada tidaknya sumber yang dimiliki, dan program - program yang dirancang memecahkan kebutuhan banyak pihak atau tidak. Keberlanjutan : Dalam kehidupan masyarakat, masalah ekonomi itu berkembang terus, artinya selama manusia itu ada maka masalah tidak pernah akan selesai. Oleh karenannya program yang dirancang oleh masyarakat untuk memecahkan persoalan mereka adalah berkesinambungan dan memungkinkan mengantisipasi munculnya masalah dikemudian hari.

9.

10. Belajar dari kesalahan. Dalam PRA, kesalahan itu wajar dan sangat manusiawi, oleh sebab itu perencanaan program jangan terlalu sulit sehingga masyarakat tidak mampu memenuhinya. Dalam menyusun kegiatan bukan juga hal yang bersifat coba-coba akan tetapi telah mempertimbangkan banyak hal termasuk tentang kesalahan. 11. Terbuka : Dalam PRA sangat memungkinkan ketidak sempurnaan oleh sebab itu keterbukaan atas tanggapan orang lain terhadap kegiatan PRA ini sangat positif sebab disadari bahwa disetiap metode tidak pernah ada yang berlangsung dengan sempurna.

11 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Proses Fasilitasi di Masyarakat
Terdapat beberapa langkah atau tahapan dalam memfasilitasi masyarakat ketika melakukan suatu program pendampingan, yaitu: (a) Tahap Identifikasi Merupakan proses awal dari fasilitasi yaitu mencoba menemu-kenali masyarakat termasuk kondisi dan potensi serta lingkungannya. Bagi Fasilitator yang biasanya berasal dari luar lokasi penerima program, tahap ini sangat penting dan membantu dalam kelancaran menjalankan tugas-tugasnya. Identifikasi wilayah dapat dilakukan melalui kunjungan ke desa-desa untuk mengamati (observasi) dan wawancara dengan masyarakat guna mengetahui kondisi, potensi serta kebiasaan yang berkembang di masyarakat tersebut. Dalam tahapan ini sekaligus untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat mengenai keberadaan seorang fasilitator. (b) Penyebarluasan dan Pendampingan Setelah melakukan tahap identifikasi dan keberadaan fasilitator diterima oleh masyarakat, maka langkah berikutnya adalah melakukan penyebarluasan dan pendampingan terhadap tahapan pelaksanaan program yang dibawa, yaitu membantu masyarakat untuk : (i) Menyadari keberadaan diri mereka sendiri Untuk mengajak masyarakat melaksanakan suatu kegiatan yang dapat menunjang kualitas hidupnya, perlu adanya penyadaran kepada masyarakat mengenai keberadaan diri mereka sendiri. Seringkali masyarakat hanya dapat merasakan tetapi tidak dapat mengungkapkan keberadaan mereka sendiri. Dalam masyarakat, di samping permasalahan yang sering dirasakan sebenarnya ada juga daya dan potensi yang dimiliki untuk mengatasinya. Seorang fasilitator harus bisa memandu masyarakat untuk menemukan keberadaan mereka sendiri. Langkah-langkah yang diperlukan sebagai berikut : 1) Ajaklah masyarakat untuk mengungkapkan dan menyatakan kembali apa yang telah dialaminya, 2) Mintalah kepada mereka untuk memberikan tanggapan dan kesan terhadap pengalaman yang telah diungkapkan tersebut, 3) Ajak masyarakat untuk mengkaji atau mengolah semua pengalaman yang diungkapkan tersebut, kemudian menghubungkannya dengan pengalaman lain yang mungkin bisa mengandung atau memiliki kondisi serupa, 4) Pandu masyarakat untuk menemukan pada dirinya ada daya dan potensi yang bisa dikembangkan, 5) Bantu masyarakat untuk merumuskan, merinci serta memperjelas kondisi dan potensi, sesuai pengalaman yang ada. Selanjutnya ajak masyarakat untuk mengembangkan atau merumuskan hal-hal yang dapat memberi manfaat di masa datang. Dalam PNPM LMP proses ini dapat dilakukan melalui pertemuan formal maupun informal yang ada di masyarakat. Selanjutnya dalam pertemuan tersebut sampaikan pula apa yang menjadi hak dan kewajiban masyarakat untuk mengikuti PNPM LMP.
12 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

(ii) Mendapatkan pembelajaran melalui pelatihan/pendampingan Dengan mengetahui daya, potensi dan kemampuan serta keberadaan dirinya, menjadi akan lebih mudah bagi masyarakat untuk mengikuti dan melaksanakan program yang dibawa oleh Fasilitator. Tahapan selanjutnya, ajak masyarakat untuk mengalami dalam mewujudkan kesimpulan yang telah dirumuskan bersama melalui kegiatan-kegiatan yang ada dalam program. Keikutsertaan langsung masyarakat dalam setiap kegiatan merupakan proses pembelajaran sekaligus pemberdayaan, sehingga sangat diperlukan adanya pendampingan dan pelatihan yang harus diberikan oleh Fasilitator. Pendampingan kepada masyarakat termasuk dalam mengukur keberhasilannya mengacu pada tujuan, parameter dan indikator yang telah dibuat oleh masyarakat sendiri. (iii) Mengorganisir diri Keikutsertaan pada setiap kegiatan dalam program merupakan pengalaman baru bagi masyarakat. Jika hal ini dilakukan secara berulang-ulang pada akhirnya akan melembaga menjadi suatu sistem yang berkembang di masyarakat. Masyarakat akan mengorganisir diri mereka berdasarkan pengalaman barunya. (iv) Menjadi dinamis untuk mewujud-nyatakan tujuan yang akan dicapai Sistem baru yang berkembang di masyarakat, pada akhirnya akan menjadi dinamika tersendiri bagi masyarakat dalam mengatasi permasalahan dan mewujudkan tujuan-tujuan yang akan dicapai. Jika hal ini terjadi maka keberlanjutan program akan dilanjutkan sendiri oleh masyarakat. (c) Refleksi hasil Setelah melalui berbagai tahapan di atas, ajaklah masyarakat untuk mengukur, mengevaluasi dan menganalisis langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya untuk menemukan langkah-langkah strategis selanjutnya.

13 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Kemampuan Fasilitator
Agar dapat menjalankan fungsi-fungsi diatas maka seorang fasilitator perlu dibekali dan memiliki beberapa kemampuan antara lain : (a) Kepemimpinan Seorang fasilitator juga akan menjalankan fungsi kepemimpinan di masyarakat sehingga seharusnya memiliki kapasitas untuk membimbing, memberi motivasi, menggerakkan sekaligus berperan sebagai mediator antar warga masyarakat dan pihak lain yang diperlukan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepemimpinan antara lain: Dengan menambah pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan. Belajar sendiri dengan banyak membaca buku. Banyak menimba atau mempelajari pengalaman dari luar Harus tanggap, dapat menjabarkan ide-ide, konsep dan kebijakan. Melatih diri dengan berpikir kreatif, berpikir orisinil dan selalu berwawasan masa depan Tahan dan berjiwa besar menerima kritikan dari luar. (b) Kemampuan Komunikasi Termasuk dalam kemampuan komunikasi yang dibutuhkan adalah: (i) Kemampuan menyampaikan pesan atau informasi Fasih dan jelas dalam menyampaikan pesan, informasi, ide atau gagasan kepada masyarakat, merupakan syarat mutlak seorang fasilitator dalam menjalankan proses fasilitasi. Dengan kemampuan itulah fasilitator akan dapat menjelaskan dan memberikan kontribusi kepada anggota dan kelompok masyarakat. (ii) Menjadi pendengar yang aktif Jika seorang fasilitator mampu menjadi pendengar yang aktif maka sangat memungkinkan akan tahu apa yang terjadi dan peka terhadap perasaan dan emosi dibalik ungkapan kata yang disampaikan oleh masyarakat. Dengan mengetahui apa yang terjadi dan peka terhadap perasaan dan emosi dibalik ungkapan kata yang disampaikan oleh masyarakat menjadi dasar untuk mengambil sikap dan tindakan apa yang seharusnya dilakukan. Untuk menjadi pendengar yang baik dan aktif diperlukan suatu pengendalian terhadap emosi atau perasaan diri serta bisa menghargai setiap pendapat dan gagasan yang disampaikan masyarakat. (iii) Bertanya efektif dan terarah Dengan bertanya secara efektif akan memudahkan seorang fasilitator untuk belajar dan mengerti apa yang terjadi serta sekaligus dapat memberi pemahaman untuk dapat memilih dan menemukan alternatif tindakan. Bertanya efektif dan terarah dapat dilakukan jika fasilitator telah menguasai dan memahami program yang disampaikan. (iv) Kemampuan dalam pengembangan masyarakat Beberapa kemampuan yang termasuk dalam kelompok ini adalah: 1) Mengenal isu-isu lokal Seorang fasilitator perlu memahami benar serta menghayati isu-isu yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, sehingga mengenal apa yang harus dan bisa dilakukan oleh masyarakat.
14 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

2) Kemampuan identifikasi Kemampuan mengidentifikasi potensi, masalah, hambatan dan fenomena yang terjadi merupakan awal dan bekal seorang fasilitator dalam melakukan pemberdayaan dan fasilitasi di masyarakat. Kemampuan ini diperlukan untuk pendekatan kepada masyarakat agar program (PNPM LMP) berjalan optimal. 3) Kemampuan analitis Melalui proses analitis maka seorang fasilitator akan dapat mengantisipasi masalah, menemukan berbagai alternatif penyelesaian serta mampu menjadi prakarsa dalam upaya pemberdayaan. 4) Adaptasi partisipatif Menyesuaikan diri dengan kondisi, harapan dan karakteristik masyarakat dalam PNPM LMP merupakan bekal yang sangat positif dalam fasilitasi. Hal tersebut diharapkan dapat memberi manfaat berupa keterlibatan dan rasa memiliki dari masyarakat terhadap PNPM LMP serta dapat mendorong keberhasilan pelaksanaan program. Di sisi lain keberadaan masyarakat sebagai orang dewasa menuntut fasilitator untuk dapat melibatkan pemikiran dan aksi mereka agar dapat memberi kontribusi terhadap pelaksanaan program. 5) Berpandangan positif ke depan Selalu berpandangan secara positif dalam banyak hal sehingga tidak mudah terjebak pada pengambilan posisi pada setiap masalah secara sebagian–sebagian dan hanya didasarkan pada kepentingan sesaat/jangka pendek saja, tetapi segala sesuatu dipandang secara utuh didasarkan pada tujuan yang jauh ke depan. 6) Kemampuan melakukan aksi sebagai akumulasi kemampuan teknis Seringkali “dengan kata” saja dirasa tidak cukup karena di beberapa hal menuntut bukti. Begitupun dengan masyarakat, seorang fasilitator perlu sesekali melakukan sesuatu sebagai wujud sebuah pernyataan untuk bukti keberadaan dan kepedulian terhadap masyarakat. 7) Kemampuan hubungan antar manusia Seorang fasilitator harus memiliki kapasitas untuk membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Berkaitan dengan bagaimana memperlakukan dan berinteraksi dengan mereka serta menempatkan mereka dengan prinsip kesetaraan.

15 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

MEMFASILITASI SUATU PELATIHAN
Pelatihan merupakan bagian tak terpisahkan dari seluruh rangkaian kegiatan PNPM LMP. Pada setiap tahapan pelaksanaan PNPM LMP akan terjadi proses transfer pengetahuan dan ketrampilan antar pelaku program, pelaku program dengan masyarakat dan antar masyarakat, sehingga terjadi proses pembelajaran. Pendekatan pelatihan dalam PNPM LMP menggunakan pola pembelajaran andragogi (pembelajaran orang dewasa) dengan metode yang partisipatif. Saat ini banyak fasilitator pada suatu pelatihan memiliki gaya fasilitasi yang unik, dinamis, dan menarik. Termasuk, penguasaan metode, teknik dan media yang canggih. Apakah, lantas pelatihan tersebut menjadi lebih baik? Mungkin jawabannya adalah “belum tentu”. Banyak pula ditemukan di lapangan seorang fasilitator yang sibuk dengan aksesoris-nya, tanpa memahami esensi dari pelatihan yang difasilitasinya. Esensi baik terkait dengan isi, juga terkait dengan pemahaman utuh tentang fasilitasi. Sesungguhnya, fasilitasi dapat juga dikatakan sebagai sebuah seni. Seni dalam memandu sebuah pelatihan. Seni memanusiakan pada Pelatihan. Seni menghidupkan suasana pelatihan. Sama seperti seorang yang belajar seni, seorang fasilitator perlu mengetahui dan menguasai metode dan tekniknya, agar terlihat menarik hingga orang lain dapat tertarik dan menyimak. Akan tetapi, pada fase-fase selanjutnya, pada penciptaan karya, saat memfasilitasi misalnya, seorang fasilitator harus memadukan seluruh metode dan teknik yang dikuasainya dan mampu meniupkan ruh pada sebuah pelatihan. Ini sama saja seperti seorang penari. Ketika dia sudah pentas, maka metode dan teknik dilupakan dan ia akan menari dengan jiwa untuk menyentuh jiwa-jiwa penontonnya. Seorang fasilitator memang tidak melulu mengurusi aksesoris, game, energizer, ice breaking, metode, atau teknik. Tapi, lebih jauh lagi, dia harus mampu membuat pelatihan menjadi aliran “orkestra” yang memikat dengan tetap menumpu pada tiga hal: hasil, proses, dan relasi antar peserta. Dan, lebih jauh lagi, seorang fasilitator harus mampu untuk membuat kelompok mencapai tujuan (pelatihan) yang terbaik. Sehingga, ketika peserta ditanya apa yang didapatkannya pada pelatihan itu, jawabannya bukanlah hanya kehebohan dan antusiasme saja. Tapi, lebih pada pemaknaan dari suatu materi yang mendalam. Ini memang tantangan bagi seorang fasilitator.

Persiapan Pelatihan
Tahap persiapan pelatihan dapat diartikan sebagai tahap perencanaan yang lebih rinci dan spesifik, yang dimulai dari kegiatan penyusunan kepanitiaan pelaksanaan pelatihan sampai dengan persiapan

16 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

pelaksanaan pembukaan pelatihan. Langkah-langkah pada tahap persiapan dapat dikelompokan dalam persiapan yang bersifat administrasi dan persiapan yang bersifat teknis. Persiapan Administrasi a. Penyusunan Panitia Pelaksana Pelatihan Pada setiap kegiatan pelatihan perlu dibentuk panitia pelaksana. Bergantung dari jenis dan sifat pelatihannya, panitia ini bisa sederhana dengan susunan yang terdiri dari ketua, sekertaris dan bendahara. Bisa juga lebih dari tiga orang apabila pelatihannya melibatkan banyak peserta dan bersifat pembelajaran yang bersifat kompleks. Dalam hal ini, maka susunan kepanitiaan perlu dilengkapi dengan tambahan personil yang menangani teknis tertentu, misalnya seksi transportasi dan akomodasi. Masing-masing personil yang duduk dalam kepanitiaan itu harus ditetapkan dengan jenis tugas dan tanggungjawabnya. b. Penyiapan Administrasi Keuangan Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan pelatihan, minimal satu minggu sebelumnya, anggaran untuk pelatihan sudah harus tersedia. Penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. c. Penyiapan Formulir/Blanko Isian Pada pelatihan yang pesertanya cukup banyak, perlu penyiapan formulir isian yang antara lain : biodata peserta, biodata fasilitator/narasumber, tanggapan peserta terhadap pelatihan dan daftar hadir peserta.

Persiapan Teknis a. Persiapan Peserta Pelatihan Sebelum pelatihan dimulai, panitia terlebih dahulu harus mengumpulkan data dan informasi untuk menentukan siapa peserta yang akan diundang.penetapan peserta ini mencakup : berapa jumlah peserta, kualifikasinya, asal peserta, dan persyaratan lainnya yang diperlukan. Dalam pelatihan perlu juga persyaratan peserta ditentukan oleh panitia, seperti : Jumlah peserta : Maksimum 30 orang untuk setiap angkatan Apabila peminatnya banyak, maka dapat dilakukan beberapa angkatan. Asal peserta : Perwakilan desa atau tokoh-tokoh masyarakat Syarat peserta : Usia minimal 17 tahun dan dapat membaca dan menulis. b. Persiapan tenaga Fasilitator/narasumber Kegiatan yang termasuk dalam persiapan tenaga fasilitator/narasumber meliputi penelaahan kurikulum dan silabus, penetapan dan pemberitahuan/permohonan untuk tenaga fasilitator/narasumber. c. Persiapan Sarana Kegiatan Pelatihan yang termasuk dalam penyiapan pelatihan mencakup : Penyiapan tempat pelatihan Pembuatan jadwal pelajaran definitif
17 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Penyusunan buku panduan pelatihan Pengumpulan materi pelatihan (hand out) Penyiapan alat bantu untuk pelatihan Penyiapan alat tulis untuk pelatihan Penyiapan akomodasi dan konsumsi Penyiapan dokumentasi Pada kondisi tertentu, tempat dan waktu pelaksanaan pelatihan dapat ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan dengan calon peserta pelatihan. Untuk keperluan peserta, sebaiknya disiapkan perlengkapan seperti : Block note, Ballpoint, Penggaris dll dan ini harus dipersiapkan sebelum pelatihan dimulai. Untuk pelatihan yang berlangsung di kelas, diperlukan ruangan, sound system dan beberapa perlengkapan seperti : Papan tulis (white board), Kapur tulis (spidol), Penghapus, Kertas metaplan, serta kertas plano. d. Persiapan Pembukaan Kegiatan persiapan pembukaan meliputi pembuatan undangan pembukaan pelatihan, penyiapan laporan panitia, penyiapan tempat untuk acara pembukaan dan penyusunan acara pembukaan. Sebaiknya persiapan pembukaan ini, khususnya undangan pembuka acara dapat selesai dua hari sebelum pelaksanaan kegiatan pelatihan.

18 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Metode Memfasilitasi Pelatihan
Salah satu masalah yang memerlukan perhatian dalam kegiatan kepelatihan adalah metoda. Pada awalnya metoda dan teknik pelatihan ini kurang mendapatkan perhatian, karena orang berpandangan bahwa pelatihan itu merupakan suatu kegiatan yang sifatnya praktis, jadi tidak diperlukan teori yang ada sangkut pautnya dengan kepelatihan. Orang merasa sudah mampu untuk memfasilitasi kalau sudah menguasai materi yang akan disampaikan. Pandangan ini tidaklah benar. Fasilitator perlu pula mempelajari pengetahuan yang ada kaitannya dengan kegiatan kepelatihan, khususnya metoda dan teknik pelatihan yang berguna untuk "bagaimana memproses" terjadinya interaksi belajar. Metoda merupakan salah satu bagian dalam sistem pelatihan, yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Metoda adalah cara atau prosedur yang dipergunakan oleh fasilitator dalam interaksi belajar dengan memperhatikan keseluruhan sistem untuk mencapai suatu tujuan. Secara garis besar dalam satu proses interaksi belajar menempuh empat phase pokok yang meliputi : Phase Pendahuluan: dimaksudkan untuk menyusun dan mempersiapkan mental set yang menguntungkan, menyenangkan guna pembahasan materi pembelajaran. Dalam phase ini fasilitator dapat melakukan kaji ulang terhadap pembahasan sebelumnya dan menghubungkan dengan pembahasan berikutnya Phase Pembahasan: dimaksudkan untuk melakukan kajian, pembahasan dan penelaahan terhadap materi pembelajaran. Dalam phase ini peserta mulai dikonsentrasikan perhatiannya kepada pokok materi pembahasan. Dalam phase ini perlu dicari metoda yang cocok dengan tujuan, sifat materi, latar belakang peserta dan fasilitator itu sendiri. Phase Menghasilkan: yaitu tahap dimana seluruh hasil pembahasan ditarik suatu kesimpulan bersama berdasarkan pada pengalaman dan teori yang mendukungnya. Phase Penurunan: dimaksudkan untuk menurunkan konsentrasi peserta secara berangsur-angsur. Ketegangan perhatian peserta pelatihan terhadap materi pelatihan perlu secara bertahap diturunkan untuk memberi isyarat bahwa proses pelatihan akan berakhir. Banyak pilihan metoda yang dapat dipergunakan oleh seorang fasilitator dalam memproses interaksi belajar untuk mencapai tujuan tertentu. Tentu saja setiap metoda mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metoda yang tepat meliputi: Tujuan Pelatihan, Sifat Materi Pelatihan, Peserta, Fasilitator, Waktu. Dan yang paling penting adalah filosofi pendekatan. Hal ini penting karena kalau menggunakan pendekatan konvensional (pedagogis) akan berbeda dengan kalau menggunakan pendekatan andragogis. Dalam pendekatan andragogis keterlibatan aktif peserta menjadi mutlak adanya. Untuk itu maka metoda-metoda yang bersifat satu arah agar dihindarkan.

19 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Metoda Ceramah Metoda Ceramah seringkali disebut metoda kuliah. Dapat pula disebut dengan metoda deskripsi. Metoda ceramah merupakan metoda yang memberikan penjelasan atau memberi deskripsi lisan secara sepihak tentang suatu materi pembelajaran tertentu kepada pesertanya. Tujuannya adalah agar peserta pelatihan mengetahui dan memahami materi pelatihan tertentu dengan jalan menyimak dan mendengarkan. Peranan fasilitator dalam metoda ceramah sangat aktif dan dominan sedangkan peserta hanya duduk dan mendengarkan saja. Metoda ini kurang tepat untuk pelatihan orang dewasa, karena dalam pelatihan orang dewasa menghendaki keterlibatan aktif seluruh peserta. Curah Pendapat Adalah sebuah metode umum yang digunakan dalam suatu pelatihan orang dewasa untuk membantu peserta pelatihan memikirkan sebanyak mungkin ide dan gagasan. Selama berlangsungnya curah pendapat peserta didorong untuk menghasilkan pendapat, gagasan secepat mungkin tanpa perlu memikirkan nilai dari pada pendapat itu. Tekanannya ialah pada kuantitas, dan bukan kualitas. Tidak dibenarkan adanya kritik terhadap pendapat-pendapat (pendapat anda sendiri atau pendapat orang lain) karena orang-orang akan merasa lebih bebas untuk membiarkan imajinasi-imajinasi mereka berjalan dan untuk memberikan sumbangsih secara bebas/leluasa jika mereka tidak harus merasa kuatir tentang apa yang akan dipikirkan oleh orang lain tentang kontribusi-kontribusi mereka. Masingmasing individu bebas untuk memberikan sebanyak mungkin saran seperti yang dia inginkan. Seorang juru catat mencatat setiap kontribusi pada sebuah papan tulis atau di atas lembaran kertas koran dan semua peserta didorong untuk mngembangkan pendapat-pendapat orang lain. Sangat sering terjadi bahwa suatu pendapat yang nampaknya tidak berguna atau lucu akan memicu pendapat orang lain yang ternyata menjadi sangat bernilai tinggi. Setelah dilakukan curah pendapat, seluruh peserta kemudian dapat mengadakan evaluasi terhadap saran-saran tersebut dan melakukan pembahasan. Metoda Kelompok Nominal Adalah hampir sama dengan curah pendapat, tetapi ini dirancang untuk mendorong setiap pribadi peserta pelatihan untuk memberikan sumbangsihnya dan untuk mencegah adanya dominasi peserta tertentu. Prosedur itu mulai dengan suatu saat yang hening selama lima sampai sepuluh menit saat mana digunakan oleh peserta-peserta untuk menulis pendapat-pendapat sebanyak mungkin di atas selembar kertas. Pendapat-pendapat itu merupakan jawaban terhadap suatu pertanyaan yang spesifik yang diajukan oleh fasilitator atau sudah disetujui oleh peserta pelatihan (seperti "Apa yang seharusnya dilakukan untuk memperbaiki lembaga ini ?"). Langkah berikutnya ialah untuk peserta mengambil giliran membaca pendapat-pendapat dari daftardaftar mereka. Hal ini dilakukan dengan cara bergilir, setiap anggota membacakan hanya satu pendapat saja untuk satu kesempatan. Peserta-peserta didorong untuk menambahkan ke dalam daftar-daftar mereka setiap saat selama berlangsungnya tahapan ini, dan saling mengembangkan pendapat antara satu dengan yang lainnya. Seorang juru catat mencatat pendapat-pendapat itu dalam kata-kata yang sama persis yang disampaikan oleh penyumbang pendapat di atas sebuah daftar yang bisa dilihat oleh semua orang. Peserta pelatihan anggota boleh mengatakan pas atau belum ada ide setiap kali mendapat giliran dan boleh menyampaikan pendapat lagi pada giliran berikutnya.
20 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Hanya setelah setiap pendapat sudah dicatat barulah seluruh peserta mendiskusikan semuanya. Seluruh peserta mengklarifikasi pendapat-pendapat dan, jika para penyumbang pendapat setuju, menggabungkan pendapat-pendapat yang sama atau hampir sama. Setelah tahapan diskusi, salah satu cara untuk memprioritaskan item-item ialah bagi setiap anggota menuliskan lima yang menurut dia adalah yang paling penting, dan sesudah itu membuat ranking dari kelimanya. Si juru catat membacakan setiap item dari daftar itu dan menambahkan poin-poin yang ditugaskan padanya. (Sebuah item dibebankan lima poin untuk setiap satu kali hal itu dicatat sebagai prioritas pertama dari seseorang, empat poin setiap kali ia didaftarkan kedua kalinya, dan seterusnya). Dengan cara ini kelompok dapat menentukan nilai-nilai apa yang ditempatkan oleh anggota-anggota secara kolektif pada pendapat-pendapat yang sudah disarankan, setelah pendapat-pendapat itu dihasilkan. (Adalah penting sekali bahwa sang juru catat menggunakan kata-kata yang tepat sama persis seperti yang digunakan oleh penyumbang pendapat ketika menguraikan pendapatnya. Jika kata-kata harus diubah, hal itu hanya akan bisa dilakukan dengan seijin sipenyumbang pendapat, barangkali dengan mengajukan pertanyaan seperti, "Dapatkah anda memikirkan suatu cara yang lebih singkat dalam mengatakan hal itu ?") Metoda Diskusi Metoda Diskusi merupakan metoda yang biasanya dipergunakan dalam pelatihan orang dewasa, karena mereka dapat berpartisipasi aktif untuk menyumbangkan pemikiran, gagasan dalam kegiatan diskusi. Kalau dalam metoda ceramah hanya terjadi komunikasi satu arah, maka metoda diskusi terjadi banyak arah. Dengan demikian maka pada dasarnya metoda diskusi adalah mengemukakan pendapat dan gagasan dalam musyawarah untuk mencapai mufakat. Biasanya peserta diskusi dihadapkan pada suatu atau sejumlah masalah yang mungkin disodorkan oleh fasilitator. Atau peserta dapat pula menentukan sendiri topik yang perlu dipecahkan bersama. Tujuan diskusi pada umumnya adalah mencari pemecahan permasalahan, dari sinilah muncul bermacam-macam jawaban yang perlu dipilih satu atau dua jawaban yang logis dan tepat guna dari bermacam-macam jawaban yang lain untuk mencapai mufakat/persetujuan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metoda diskusi dalam pelatihan: Diskusi hendaknya berlangsung dalam "iklim terbuka", dalam suasana santai dan informal Persiapkan dengan baik bahan diskusi sebelum diskusi dilakukan. Lebih baik dibuat secara tertulis. Menetapkan besar kecilnya kelompok termasuk menentukan siapa menjadi anggota kelompok diskusi masing-masing. Bagilah peserta secara merata dengan keseimbangan pengetahuan, pengalaman anggota yang setara Mengatur dan menyediakan tempat diskusi yang menyenangkan dan menyusun tempat diskusi yang memungkinkan terjadinya komunikasi dan tatap mata Menyediakan kertas koran (flipchart) yang dapat dipergunakan oleh kelompok diskusi untuk mencatat dan merekam hasil-hasil diskusinya. Memberikan pengantar tentang keluaran yang diharapkan dari kegiatan diskusi tersebut tanpa ikut campur "fasilitator".

21 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

SILABUS PELATIHAN KPMD
( KADER PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA )

22 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

SILABUS PELATIHAN KPMD
( KADER PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ) (i) Tujuan: Menyiapkan Keder Pemberdayaan Masyarakat Desa agar memiliki kemampuan dalam memandu proses penggalian gagasan di tingkat Desa. (ii) Waktu dan tempat: 2 (dua) hari efektif dan bertempat di kecamatan atau dapat menyesuaikan. (iii) Fasilitator/Pemateri: FKL, ASTAL dan SPL (iv) Hasil yang diharapkan dalam pelatihan KPMD, sesuai dengan PTO tentang Penggalian Gagasan (3.1.4) adalah: 1) Bertambahnya kemampuan dalam menganalisa potensi sumberdaya lokal terutama yang terkait dengan pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam secara lestari. 2) Meningkatnya keterampilan dalam penggalian gagasan yang dapat mengatasi permasalahan dan penyebab kemiskinan, berdasarkan potensi dan sumberdaya lokal yang dimiliki terutama yang terkait dengan lingkungan dan sumberdaya alam. 3) Meningkatnya pemahaman tentang dampak lingkungan terhadap kehidupan masyarakat desa. (v) Materi Pelatihan Materi Pelatihan KPMD yang akan disampaikan pada pelatihan, adalah: No A Komponen Tujuan

PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERDAMPAK POSITIF BAGI EKONOMI MASYARAKAT Mengetahui tehnik agroforestry Mengetahui pola tanam agroforestry 1. Agroforestry Mengetahui manfaat agroforestry Sebagai alternative pendapatan Mengetahui cara pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan melalui program ekowisata Alternatif pendapatan masyarakat 2. Ekowisata Pelestarian alam dengan menanfaatkan jasa lingkungan secara lestari Peningkatan kapasitas pelaku ekowisata di daerah terkait Mengetahui jenis-jenis kerajinan skala rumah tangga 3. Kerajinan skala rumah Memanfaatkan sumberdaya alam secara lestari tangga Alternatif pendapatan keluarga
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

23 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

B

Mengetahui tehnik dasar pengelolaan sampah Mengetahui sampah yang dapat didaur-ulang, dipergunakan4. Pengelolaan sampah kembali dan diproduksi-kembali Manfaat sampah yang dapat didaur-ulang, dipergunakankembali dan diproduksi-kembali Mengetahui cara pembuatan biopori Mengetahui fungsi biopori 5. Biopori Memanfaatkan lahan pekarangan rumah/lingkungan untuk kesehatan lingkungan KONSERVASI LINGKUNGAN DAN SUMBER DAYA ALAM Mengetahui tehnik penanaman dan pemeliharaan tanaman Mengurangi dampak kerusakan kawasan hutan 1. Rehabilitasi Hutan Mengetahui manfaat hutan Alternatif pendapatan masyarakat Mengetahui tehnik penanaman dan pemeliharaan mangrove Mengurangi dampak kerusakan kawasan pesisir Mengetahui manfaat mangrove Alternatif pendapatan masyarakat Mengetahui tehnik penanaman dan pemeliharaan terumbu karang Mengurangi dampak kerusakan terumbu karang Mengetahui manfaat terumbu karang Alternatif pendapatan masyarakat nelayan Mengetahui cara pelestarian kawasan DAS/sumber air Mengetahui teknik persemaian s/d penanaman dan pemeliharaan Meningkatkan fungsi-fungsi ekologis Mengetahui tata cara pelestarian kawasan pesisir Peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap pelestarian kawasan pesisir Mengetahui fungsi dan manfaat pelestarian kawasan pesisir Mengetahui kesehatan lingkungan Mengurangi penyebaran penyakit yang akan timbul di masyarakat Mengetahui manfaat kesehatan lingkungan Mengetahui cara pengelolaan konflik satwa dan manusia Mengetahui teknik mencegah konflik satwa dengan manusia Mengetahui fungsi satwa hutan secara ekologis
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

2. Rehabilitasi Mangrove

3. Rehabilitasi Terumbu Karang

4. Restorasi wilayah DAS.

5. Pelestarian kawasan pesisir

6. Sanitasi lingkungan

7. Pengelolaan konfilk satwa dengan manusia

24 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C

PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN Mengetahui tehnik pembuatan biogas Mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan BBM 1. Biogas Sebagai salah satu sumber energi alternatif Peningkatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat Mengetahui energi terbarukan yang ramah lingkungan 2. Energi Terbarukan (Selain Mengetahui pemanfaatan energi mandiri melalui energi Mikrohidro) terbarukan yang ramah lingkungan Peningkatan taraf hidup masyarakat Mengetahui tehnik dasar pembuatan arang tempurung 3. Pembuatan Arang Mengurangi ketergantungan penggunaan BBM Tempurung Mengetahui pemanfaatan SDA yang ramah lingkungan (vi) Proses Pelatihan KPMD ♦ Persiapan pelatihan, meliputi: 1) Memastikan waktu dan tempat pelatihan 2) Memastikan konsumsi peserta dan akomodasi peserta. 3) Membuat undangan pelatihan kepada anggota KPMD terpilih, memastikan undangan telah tersebar dan kepastian kehadiran dalam pelatihan 4) Berkonsultasi dengan CSO, Astal dan SPL untuk membuat jadwal, kurikulum pelatihan (mengacu pada petunjuk yang telah ada), membuat materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pelatihan, menentukan metode evaluasi pelatihan. 5) Menyiapkan alat tulis dan alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelatihan ♦ Pelaksanaan pelatihan, meliputi: 1) Pembukaan. 2) Penjelasan prinsip-prinsip dan kebijakan PNPM LMP. 3) Kemudian dilanjutkan dengan : a. Perkenalan Setelah selesai penyajian perkenalan ini, diharapkan peserta dapat : Saling mengenal dengan baik diantara peserta dengan peserta, peserta dengan fasilitator, dan peserta dengan panitia selama pelatihan dengan baik. Menjalin hubungan kekeluargaan diantara peserta, peserta dengan fasilitator, dan peserta dengan panitia dengan baik. Sebaiknya waktunya diberikan ± 30 menit

25 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1 1. Pengantar Berikan salam pembukaan kepada peserta. Untuk memecahkan suasana yang beku setelah pembukaan, tanyakan kepada peserta: a. Apakah mereka sudah saling mengenal satu sama lain dalam kelas ini? b. Apakah perlu dilakukan perkenalan, sekedar untuk mengingatkan kembali nama-nama teman kita yang lama dan mengenal teman yang baru bertemu? Setelah mendapatkan respon dari peserta bahwa mereka membutuhkan perkenalan kembali, maka dalam 15 menit ajaklah peserta bermain “Menggambar Wajah”. Melalui media ini diharapkan terjadi saling mengenal secara cepat antara peserta, fasilitator dan panitia serta terbangunnya suasana/iklim pelatihan yang komunikatif dan menyenangkan. Lakukan permainan sesuai dengan petunjuk yang sudah disediakan. (lihat di “Permainan-Permainan Energizer”) Catatan untuk Fasilitator: Fasilitator bisa juga menggunakan media permainan lainnya, misalnya “Komik Diri atau Melempar Bola”, dll. Setelah proses permainan selesai, lakukan penggalian makna permainan “Menggambar Wajah”. Mintalah peserta memberikan tanggapan bagaimana kesan mereka terhadap permainan “Menggambar Wajah”. Tuliskan sumbang saran peserta di papan tulis. Garis bawahi kata-kata kunci dan ulaslah dengan mengkaitkan tujuan dan makna permainan “Menggambar Wajah” di dalam pelatihan KPMD . Penegasan Terakhir, berikan penegasan tentang makna permainan yakni perlunya para peserta, fasilitator dan panitia saling mengenal satu sama lain, tidak hanya terbatas nama, melainkan juga kepribadian dan sifat masingmasing, sehingga tercipta interaksi yang lebih akrab, mendalam dan terbuka.

Waktu 2 2’

Media 3

2.

15’

Kertas HVS, pulpen

3

8’

4.

5’

b. Penjelasan tujuan dan proses belajar Setelah selesai penyajian penjelasan tujuan dan proses belajar ini, diharapkan peserta akan dapat : Menjelaskan tujuan pelatihan dengan benar Menjelaskan metodelogi pendidikan orang dewasa yang digunakan dalam pelatihan. Menjelaskan proses pelatihan dengan benar Sebaiknya waktunya diberikan ± 25 menit
26 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1. 1 Berikan penjelasan tentang alur proses pelatihan yang meliputi materi yang dibahas dan tujuannya, metode atau teknik penyampaian yang digunakan, dan lama waktu yang diperlukan untuk pembahasan masing–masing materi. (Kalau dimungkinkan, gunakan lembar alur proses kegiatan pelatihan untuk memperjelas uraian anda). Setelah selesai, berikan waktu kepada peserta untuk tanya jawab berkaitan dengan alur proses pelatihan. Selanjutnya berikan penjelasan singkat tentang metodologi pelatihan orang dewasa. Prinsipnya, dalam pelatihan yang menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa, seluruh peserta diharapkan peran aktifnya pada pembahasan seluruh sessi/pokok bahasan. Peserta yang hadir pada pelatihan ini merupakan pihak dewasa yang memiliki kemampuan dan pengalaman (bukan “gelas kosong”). Oleh karena itu, pelatihan ini dapat menjadi ajang untuk berbagi pengalaman, curah pendapat, dan mendiskusikan langkah-langkah pengembangan KPMD ke depan. Setelah metodelogi pelatihan dapat dipahami, jelaskan tentang tujuan dari pelatihan ini, yakni untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, sikap dan kemampuan KPMD dalam meningkatkan kelembagaan dan kapasitasnya sebagai kader pemberdayaan di tingkat desa.

Waktu 2 5’

Media 3 kertas plano dan spidol

2 3

5’ 5’

4.

10’

c. Pengorganisasian kelas dan kesepakatan belajar Setelah selesai penyajian pengorganisasian dan kesepakatan belajar ini, diharapkan peserta dapat : Terbentuknya pengurus kelas yang dapat mengorganisir kebutuhan peserta dalam proses belajar mengajar. Tersusunnya tata tertib, jadwal belajar dan jadwal piket yang dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Sebaiknya waktunya diberikan ± 20 menit

27 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1 1. Pemilihan Pengurus Kelas a) Jelaskan secara singkat mengenai pentingnya kepengurusan kelas dalam rangka memperlancar proses belajar mengajar. Oleh karena itu, ajaklah peserta untuk memilih pengurus kelas. Tetapi sebelum dimulai, ingatkan bahwa mengingat proses pelatihan ini tidak lama, maka yang diperlukan adalah struktur pengurus kelas yang sederhana saja. Cukup seorang ketua dan sekretaris yang tugasnya lebih sebagai koordinator atau penghubung antara peserta, fasilitator dan panitia. b) Selanjutnya bagikan potongan kertas kepada seluruh dan mintalah mereka memilih siapa yang dianggap paling tepat menduduki jabatan tersebut. Hitunglah suara yang terkumpul dan suara yang terbanyak yang dipilih. Bila ada dua orang atau lebih yang mendapat suara sama banyak, mintalah kesepakatan diantara kedua orang tersebut. c) Setelah kepengurusan terpilih, jelaskan tugas-tugas pengurus secara singkat dan mintalah peserta memberi ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Penyusunan tata tertib belajar a) Jelaskan dalam proses belajar perlu adanya tata tertib yang dibuat dan disepakati bersama. Bagikanlah satu lembar kertas kepada setiap peserta dan mintalah mereka menuliskan “apa yang tidak boleh dilakukan selama pelatihan”. b) Mintalah peserta membacakan apa yang ditulis satu persatu dan bahaslah bersama-sama. Dan setelah ada kesepakatan mintalah sekretaris kelas menuliskan di papan tulis. Lakukan hal tersebut sampai semua terbahas. c) Mintalah ketua kelas membacakan juga tata tertib telah dibuat panitia untuk melengkapinya. d) Setelah selesai tanyakan apakah sangsi jika tata tertib yang kita buat bersama ini dilanggar. e) Setelah ada kesepakatan, mintalah sekretaris kelas menuliskan sanksi-sanksi tersebut di kertas dan menempelkan di dinding kelas. Penegasan Pada akhir sesi, berikan penegasan bahwa dalam pelatihan untuk orang dewasa, antara peserta, fasilitator, dan panitia adalah satu kesatuan.

Waktu 2 5’

Media 3 potongan kertas untuk pemilihan pengurus kelas

2.

10’

lembar penulisan tata tertib (kertas plano dan spidol)

3

5’

28 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

4) Materi yang akan disampaikan adalah seperti : A. PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERDAMPAK POSITIF BAGI EKONOMI MASYARAKAT Pokok Bahasan 1 : Agroforestry Tujuan : Setelah selesai penyajian agroforestry, diharapkan peserta dapat : Mengetahui tehnik agroforestry Mengetahui pola tanam agroforestry Mengetahui manfaat agroforestry Alternatif pendapatan masyarakat Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : AGROFORESTRY Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Tanyakan kepada peserta apakah kabarnya baik, hari ini. c. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi agroforestry. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi agroforestry, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi agroforestry format PowerPoint atau flip chart tentang agroforestry

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan agroforestry Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.
29 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

3.

A. PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERDAMPAK POSITIF BAGI EKONOMI MASYARAKAT Pokok Bahasan 2 : Ekowisata Tujuan : Setelah selesai penyajian ekowisata, diharapkan peserta dapat : Mengetahui cara pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan melalui program ekowisata Alaternatif pendapatan masyarakat Pelestarian alam dengan memanfaatkan jasa lingkungan secara lestari Peningkatan kapasitas pelaku ekowisata di daerah terkait Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : EKOWISATA Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi ekowisata. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi ekowisata, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi ekowisata format PowerPoint atau flip chart tentang ekowisata

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan ekowisata Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.

3.

30 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

A. PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERDAMPAK POSITIF BAGI EKONOMI MASYARAKAT Pokok Bahasan 3 : Kerajinan skala rumah tangga Tujuan : Setelah selesai penyajian kerajinan skala rumah tangga, diharapkan peserta dapat : Mengetahui jenis-jenis kerajinan skala rumah tangga Memanfaatkan sumberdaya alam secara lestari Alaternatif pendapatan keluarga Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : KERAJINAN SKALA RUMAH TANGGA Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi kerajinan skala rumah tangga. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi kerajinan skala rumah tangga, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi kerajinan skala rumah tangga format PowerPoint atau flip chart tentang kerajinan skala rumah tangga

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan kerajinan skala rumah tangga Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.
31 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

3.

A. PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERDAMPAK POSITIF BAGI EKONOMI MASYARAKAT Pokok Bahasan 4 : Pengelolaan sampah Tujuan : Setelah selesai penyajian pengelolaan sampah, diharapkan peserta dapat : Mengetahui teknik dasar pengelolaan sampah Mengetahui sampah yang dapat didaur-ulang, dipergunakan-kembali dan diproduksi-kembali Manfaat sampah yang dapat didaur-ulang, dipergunakan-kembali dan diproduksi-kembali Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : PENGELOLAAN SAMPAH Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi pengelolaan sampah. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi pengelolaan sampah, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi pengelolaan sampah format PowerPoint atau flip chart tentang pengelolaan sampah

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan pengelolaan sampah Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.

3.

32 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

A. PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERDAMPAK POSITIF BAGI EKONOMI MASYARAKAT Pokok Bahasan 5 : Biopori Tujuan : Setelah selesai penyajian biopori, diharapkan peserta dapat : Mengetahui cara pembuatan biopori Mengetahui fungsi biopori Memanfaatkan lahan pekarangan rumah/lingkungan untuk kesehatan lingkungan Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : BIOPORI Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi biopori. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi biopori, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi biopori format PowerPoint atau flip chart tentang biopori

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan biopori Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.

3.

33 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

B. KONSERVASI LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pokok Bahasan 1 : Rehabilitasi hutan Tujuan : Setelah selesai penyajian rehabilitasi hutan ini, diharapkan peserta dapat : Mengetahui tehnik penanaman dan pemeliharaan tanaman Mengurangi dampak kerusakan kawasan hutan Mengetahui manfaat hutan Alternatif pendapatan masyarakat Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : REHABILITASI HUTAN Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Tanyakan kepada peserta apakah kabarnya baik, hari ini. c. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi rehabilitasi hutan. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi rehabilitasi hutan, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi rehabilitasi hutan format PowerPoint atau flip chart tentang rehabilitasi hutan

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan rehabilitasi hutan. Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.
34 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

3.

B. KONSERVASI LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pokok Bahasan 2 : Rehabilitasi mangrove Tujuan : Setelah selesai penyajian rehabilitasi mangrove, diharapkan peserta dapat : Mengetahui tehnik penanaman dan pemeliharaan mangrove Mengurangi dampak kerusakan kawasan pesisir Mengetahui manfaat mangrove Alternatif pendapatan masyarakat Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : REHABILITASI MANGROVE Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi rehabilitasi mangrove. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi rehabilitasi mangrove, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Tanya Jawab a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan rehabilitasi mangrove Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi rehabilitasi mangrove format PowerPoint atau flip chart tentang rehabilitasi mangrove

3.

30’

Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.
35 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

B. KONSERVASI LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pokok Bahasan 3 : Rehabilitasi terumbu karang Tujuan : Setelah selesai penyajian rehabilitasi terumbu karang, diharapkan peserta dapat : Mengetahui tehnik penanaman dan pemeliharaan terumbu karang Mengurangi dampak kerusakan terumbu karang Mengetahui manfaat terumbu karang Alternatif pendapatan masyarakat nelayan Waktu : 30 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : REHABILITASI TERUMBU KARANG Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi rehabilitasi terumbu karang. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi rehabilitasi terumbu karang, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

15’

materi rehabilitasi terumbu karang format PowerPoint atau flip chart tentang rehabilitasi terumbu karang

Tanya Jawab 10’ c. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. a. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan rehabilitasi terumbu karang Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.

3.

36 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

B. KONSERVASI LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pokok Bahasan 4 : Restorasi wilayah daerah airan sungai (DAS) Tujuan : Setelah selesai penyajian restorasi wilayah DAS, diharapkan peserta dapat : Mengetahui cara pelestarian DAS/sumber air Mengetahui teknik persemaian, penanaman hingga pemeliharaan Meningkatkan fungsi-fungsi ekologis Waktu : 30 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : RESTORASI WILAYAH DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi restorasi wilayah DAS. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi restorasi wilayah DAS, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

15’

materi restorasi wilayah DAS format PowerPoint atau flip chart tentang restorasi wilayah DAS

Tanya Jawab 10’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan restorasi wilayah DAS Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.

3.

37 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

B.KONSERVASI LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pokok Bahasan 5 : Pelestarian kawasan pesisir Tujuan : Setelah selesai penyajian pelestarian kawasan pesisir, diharapkan peserta dapat : Mengetahui tata cara pelestarian kawasan pesisir Peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap pelestarian kawasan pesisir Mengetahui fungsi dan manfaat pelestarian kawasan pesisir Waktu : 30 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : PELESTARIAN KAWASAN PESISIR Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi pelestarian kawasan pesisir. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi pelestarian kawasan pesisir, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

15’

materi pelestarian kawasan pesisir format PowerPoint atau flip chart tentang pelestarian kawasan pesisir

Tanya Jawab 10’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan pelestarian kawasan pesisir Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.
38 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

3.

B.KONSERVASI LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pokok Bahasan 6 : Sanitasi lingkungan Tujuan : Setelah selesai penyajian sanitasi lingkungan, diharapkan peserta dapat : Mengetahui tentang kesehatan lingkungan Mengurangi penyebaran penyakit yang akan timbul di masyarakat Mengetahui manfaat dari kesehatan lingkungan Waktu : 30 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : SANITASI LINGKUNGAN Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi sanitasi lingkungan. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi sanitasi lingkungan, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

15’

materi sanitasi lingkungan format PowerPoint atau flip chart tentang sanitasi lingkungan

Tanya Jawab 10’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan sanitasi lingkungan Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.

3.

39 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

B.KONSERVASI LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pokok Bahasan 7 : Pengelolaan konflik satwa dengan manusia Tujuan : Setelah selesai penyajian pengelolaan konflik satwa dan manusia, diharapkan peserta dapat : Mengetahui cara pengelolaan konflik satwa dan manusia Mengetahui teknik mencegah konflik satwa dengan manusia Mengetahui fungsi satwa hutan secara ekologis Waktu : 30 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : PENGELOLAAN KONFLIK SATWA DENGAN MANUSIA Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi pengelolaan konflik satwa dan manusia. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi pengelolaan konflik satwa dan manusia, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

15’

materi pengelolaan konflik satwa dan manusia format PowerPoint atau flip chart tentang pengelolaan konflik satwa dan manusia

Tanya Jawab 10’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan pengelolaan konflik satwa dan manusia. Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.
40 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

3.

C.PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN Pokok Bahasan 1 : Biogas Tujuan : Setelah selesai penyajian biogas, diharapkan peserta dapat : Mengetahui teknik pembuatan biogas Mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan BBM Sebagai salah satu sumber energi alternatif Peningkatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat Waktu : 30 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : BIOGAS Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi biogas. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi biogas, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

15’

materi biogas format PowerPoint atau flip chart tentang biogas

Tanya Jawab 10’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan biogas Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.

3.

41 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

C. PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN Pokok Bahasan 2 : Energi terbarukan (selain Mikrohidro) Tujuan : Setelah selesai penyajian energi terbarukan,diharapkan peserta dapat : Mengetahui pemenuhan pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan Mengetahui teknik pengembangan energi terbarukan Peningkatan taraf hidup masyarakat Waktu : 30 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : ENERGI TERBARUKAN (SELAIN MIKROHIDRO) Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi energi terbarukan. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi energi terbarukan, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

15’

materi energi terbarukan format PowerPoint atau flip chart tentang energi terbarukan

Tanya Jawab 10’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan energi terbarukan Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.

3.

42 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

C. PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN Pokok Bahasan 3 : Pembuatan arang tempurung Tujuan : Setelah selesai penyajian pembuatan arang tempurung, diharapkan peserta dapat : Mengetahui teknik dasar pembuatan arang tempurung Mengurangi ketergantungan penggunaan BBM Mengetahui pemanfaatan SDA yang ramah lingkungan Waktu : 30 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : PEMBUATAN ARANG TEMPURUNG Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi pembuatan arang tempurung. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi pembuatan arang tempurung, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

15’

materi pembuatan arang tempurung format PowerPoint atau flip chart tentang pembuatan arang tempurung

Tanya Jawab 10’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan pembuatan arang tempurung Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.
43 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

3.

SILABUS PELATIHAN TPU
( TIM PENULIS USULAN )

44 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

SILABUS PELATIHAN TPU
( TIM PENULIS USULAN ) Tim Penulis Usulan sebelum menjalankan tugasnya perlu mendapatkan penjelasan terlebih dahulu melalui pelatihan oleh FKL di tingkat kecamatan. Pelatihan diberikan selama kurang lebih dua hari efektif. (i) Tujuan: Tim Penulis Usulan (TPU) mampu menuangkan secara tertulis ke dalam bentuk proposal kegiatan berbagai data, informasi dan gagasan-gagasan masyarakat yang menjadi usulan desa yang berorientasi pada perlindungan lingkungan dan sumber daya alam. (ii) Waktu dan Tempat: 2 hari efektif di kecamatan atau menyesuaikan. (iii) Pemandu / pelatih: FKL, ASTAL dan SPL. (iv) Hasil yang diharapkan: 1) Peserta dapat memahami konsepsi PNPM LMP (latar belakang tujuan, sasaran, prinsip, kebijakan dan tahapan PNPM LMP). 2) Peserta dapat memahami peran dan tugasnya.(Lihat di PTO) 3) Peserta dapat menyusun usulan desa secara tertulis dan memuat informasi penting, singkat, lengkap dan nyata ada di lapangan dengan mangacu pada dokumen usulan kegiatan PNPM LMP lingkup desa dan lintas kecamatan (apabila ada) yang telah disetujui dalam musyawarah desa perencanaan dan musyawarah desa khusus perempuan. (v) Materi Pelatihan: Materi Pelatihan TPU yang akan disampaikan pada pelatihan, adalah:
NO Sesi Gambaran mengenai pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam Membuat proposal kegiatan konservasi. Tujuan Perserta dapat mengetahui tentang : Gambaran issue-isue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam issue-isue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam di wilayahnya Perserta dapat mengetahui tentang :  Membuat proposal yang berhubungan dengan kegiatan konservasi alam dan lingkungan hidup. Membuat isu lingkungan hidup ke dalam proposal.

1

2

45 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

3

Yang disarankan dalam penulisan proposal Beberapa tips dalam menulis proposal Pengenalan Form Usulan Kegiatan Praktek Penulisan Usulan

Perserta dapat mengetahui tentang :  Tahapan dalam penulisan proposal. Perserta dapat mengetahui tentang :  Boleh dan tidak boleh yang tuliskan dalam proposal lingkungan. Perserta dapat mengetahui tentang :  Form usulan kegiatan. Perserta dapat mengalami :  Pembuatan penulisan usulan kegiatan PNPM LMP.

4 5 6

(vi) Proses Pelatihan TPU ♦ Persiapan pelatihan, meliputi: 1) Memastikan waktu dan tempat pelatihan 2) Membuat undangan pelatihan kepada anggota TPU terpilih, memastikan undangan telah tersebar dan kepastian kehadiran dalam pelatihan 3) Berkonsultasi dengan CSO, Astal dan SPL untuk membuat jadwal, kurikulum pelatihan --mengacu pada petunjuk yang telah ada--, Membuat materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pelatihan, menentukan metode evaluasi pelatihan. 4) Menyiapkan alat tulis dan alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelatihan ♦ Pelaksanaan pelatihan, meliputi: 1) Pembukaan. 2) Penjelasan tentang “Negative List” yang ada di PTO. 3) Kemudian dilanjutkan dengan : a. Perkenalan Setelah selesai penyajian perkenalan ini, diharapkan peserta dapat : Saling mengenal dengan baik diantara peserta dengan peserta, peserta dengan fasilitator, dan peserta dengan panitia selama pelatihan dengan baik. Menjalin hubungan kekeluargaan diantara peserta, peserta dengan fasilitator, dan peserta dengan panitia dengan baik. Sebaiknya waktunya diberikan ± 30 menit

46 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1 1. Pengantar Berikan salam pembukaan kepada peserta. Untuk memecahkan suasana yang beku setelah pembukaan, tanyakan kepada peserta: a. Apakah mereka sudah saling mengenal satu sama lain dalam kelas ini? b. Apakah perlu dilakukan perkenalan, sekedar untuk mengingatkan kembali nama-nama teman kita yang lama dan mengenal teman yang baru bertemu? Setelah mendapatkan respon dari peserta bahwa mereka membutuhkan perkenalan kembali, maka dalam 15 menit ajaklah peserta bermain “Komik Diri”. Melalui media ini diharapkan terjadi saling mengenal secara cepat antara peserta, fasilitator dan panitia dan terbangunnya suasana/iklim pelatihan yang komunikatif dan menyenangkan. Lakukan permainan sesuai dengan petunjuk yang sudah disediakan. (lihat di “Permainan-Permainan Energizer”) Catatan untuk Fasilitator: Fasilitator bisa juga menggunakan media permainan lainnya, misalnya “Menggambar Wajah atau Melempar Bola”, dll. Setelah proses permainan selesai, lakukan penggalian makna permainan “Komik Diri”. Mintalah peserta memberikan tanggapan bagaimana kesan mereka terhadap permainan “Komik Diri”. Tuliskan sumbang saran peserta di papan tulis. Garis bawahi kata-kata kunci dan ulaslah dengan mengkaitkan tujuan dan makna permainan “Komik Diri” di dalam pelatihan TPU . Penegasan Terakhir, berikan penegasan tentang makna permainan yakni perlunya para peserta, fasilitator dan panitia saling mengenal satu sama lain, tidak hanya terbatas nama, melainkan juga kepribadian dan sifat masingmasing, sehingga tercipta interaksi yang lebih akrab, mendalam dan terbuka.

Waktu 2 2’

Media 3

2.

15’

permainan komik diri format PowerPoint, kertas HVS, pulpen

3

8’

4.

5’

b. Penjelasan tujuan dan proses belajar Setelah selesai penyajian penjelasan tujuan dan proses belajar ini, diharapkan peserta akan dapat : Menjelaskan tujuan pelatihan dengan benar Menjelaskan metodelogi pendidikan orang dewasa yang digunakan dalam pela-tihan. Menjelaskan proses pelatihan dengan benar Sebaiknya waktunya diberikan ± 25 menit

47 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1. 1 Berikan penjelasan tentang alur proses pelatihan yang meliputi materi yang dibahas dan tujuannya, metode atau teknik penyampaian yang digunakan, dan lama waktu yang diperlukan untuk pembahasan masing–masing materi. (Bila dimungkinkan, gunakan lembar alur proses kegiatan pelatihan untuk memperjelas uraian anda). Setelah selesai, berikan waktu kepada peserta untuk tanya jawab berkaitan dengan alur proses pelatihan. Selanjutnya berikan penjelasan singkat tentang metodologi pelatihan orang dewasa. Prinsipnya, dalam pelatihan yang menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa, seluruh peserta diharapkan peran aktifnya pada pembahasan seluruh sessi/pokok bahasan. Peserta yang hadir pada pelatihan ini merupakan pihak dewasa yang memiliki kemampuan dan pengalaman (bukan “gelas kosong”). Oleh karena itu, pelatihan ini dapat menjadi ajang untuk berbagi pengalaman, curah pendapat, dan mendiskusikan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan TPU ke depan. Setelah metodelogi pelatihan dapat dipahami, jelaskan tentang tujuan dari pelatihan ini, yakni untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, sikap dan kemampuan TPU dalam menuliskan usulan desanya yang bernuansa lingkungan serta dapat berkelanjutan.

Waktu 2 5’

Media 3 kertas HVS, pulpen

2 3

5’ 5’

4.

10’

c. Pengorganisasian kelas dan kesepakatan belajar Setelah selesai penyajian pengorganisasian dan kesepakatan belajar ini, diharapkan peserta dapat : Terbentuknya pengurus kelas yang dapat mengorganisir kebutuhan peserta dalam proses belajar mengajar. Tersusunnya tata tertib, jadwal belajar dan jadwal piket yang dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Sebaiknya waktunya diberikan ± 20 menit

48 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1 1. Pemilihan Pengurus Kelas a) Jelaskan secara singkat mengenai pentingnya kepengurusan kelas dalam rangka memperlancar proses belajar mengajar. Oleh karena itu, ajaklah peserta untuk memilih pengurus kelas. Tetapi sebelum dimulai, ingatkan bahwa mengingat proses pelatihan ini tidak lama, maka yang diperlukan adalah struktur pengurus kelas yang sederhana saja. Cukup seorang ketua dan sekretaris yang tugasnya lebih sebagai koordinator atau penghubung antara peserta, fasilitator dan panitia. b) Selanjutnya bagikan potongan kertas kepada seluruh dan mintalah mereka memilih siapa yang dianggap paling tepat menduduki jabatan tersebut. Hitunglah suara yang terkumpul dan suara yang terbanyak yang dipilih. Bila ada dua orang atau lebih yang mendapat suara sama banyak, mintalah kesepakatan diantara kedua orang tersebut. c) Setelah kepengurusan terpilih, jelaskan tugas-tugas pengurus secara singkat dan mintalah peserta memberi ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Penyusunan tata tertib belajar a) Jelaskan dalam proses belajar perlu adanya tata tertib yang dibuat dan disepakati bersama. Bagikanlah satu lembar kertas kepada setiap peserta dan mintalah mereka menuliskan “apa yang tidak boleh dilakukan selama pelatihan”. b) Mintalah peserta membacakan apa yang ditulis satu persatu dan bahaslah bersama-sama. Dan setelah ada kesepakatan mintalah sekretaris kelas menuliskan di papan tulis. Lakukan hal tersebut sampai semua terbahas. c) Mintalah ketua kelas membacakan juga tata tertib telah dibuat panitia untuk melengkapinya. d) Setelah selesai tanyakan apakah sangsi jika tata tertib yang kita buat bersama ini dilanggar. e) Setelah ada kesepakatan, mintalah sekretaris kelas menuliskan sanksi-sanksi tersebut di kertas dan menempelkan di dinding kelas. Penegasan Pada akhir sesi, berikan penegasan bahwa dalam pelatihan untuk orang dewasa, antara peserta, fasilitator, dan panitia adalah satu kesatuan.

Waktu 2 5’

Media 3 Potongan kertas untuk pemilihan Pengurus Kelas

2.

10’

Lembar penulisan Tata Tertib (kertas plano)

3

5’

49 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

5) Materi yang akan disampaikan adalah seperti : Pokok Bahasan 1 : Gambaran mengenai pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam Tujuan : Setelah selesai penyajian gambaran mengenai pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam, diharapkan peserta dapat : Mengetahui tentang gambaran issue-isue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam Mengetahui tentang issue-isue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam di wilayahnya Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : GAMBARAN MENGENAI PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN SUMBERDAYA ALAM Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Tanyakan kepada peserta apakah kabarnya baik, hari ini. c. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi gambaran issue-isue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi gambaran issue-isue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3 materi gambaran issueisue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam format PowerPoint atau flip chart tentang gambaran issueisue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam

2.

25’

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan gambaran issue-isue pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol. Film lingkungan yang diberikan oleh CSO dapat diputar sesuai dengan materi yang dibawakan sebagai suplemen tambahan, jika waktunya memungkinkan.
50 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

3.

Pokok Bahasan 2 Tujuan

Waktu

: Membuat proposal kegiatan konservasi : Setelah selesai penyajian membuat proposal kegiatan konservasi ini, diharapkan peserta dapat : Membuat proposal yang berhubungan dengan kajian konservasi alam dan lingkungan hidup Membuat isu lingkungan hidup ke dalam proposal : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : MEMBUAT PROPOSAL KEGIATAN KONSERVASI Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi membuat proposal kegiatan konservasi. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi membuat proposal kegiatan konservasi, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3 materi membuat proposal kegiatan konservasi format PowerPoint atau flip chart tentang membuat proposal kegiatan konservasi

2.

25’

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan membuat proposal kegiatan konservasi Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

3.

51 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Pokok Bahasan 3 Tujuan

Waktu

: Yang disarankan dalam penulisan proposal : Setelah selesai penyajian Membuat Proposal Kegiatan Konservasi ini, diharapkan peserta dapat mengetahui tahapan dalam penulisan proposal : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : YANG DISARANKAN DALAM PENULISAN PROPOSAL Langkah-langkah 1. 1 Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi yang disarankan dalam penulisan proposal. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi yang disarankan dalam penulisan proposal, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi yang disarankan dalam penulisan proposal format PowerPoint atau flip chart tentang yang disarankan dalam penulisan

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan yang disarankan dalam penulisan proposal Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

3.

52 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Pokok Bahasan 4 Tujuan

Waktu

: Beberapa tips dalam penulisan proposal : Setelah selesai penyajian beberapa tips dalam penulisan proposal ini, diharapkan peserta dapat mengetahui “Boleh dan Tidak Boleh” yang akan dituliskan dalam proposal : 40 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : BEBERAPA TIPS DALAM PENULISAN PROPOSAL Langkah-langkah 1. 1 Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi beberapa tips dalam penulisan proposal. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi beberapa tips dalam penulisan proposal, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3 materi beberapa tips dalam penulisan proposal format PowerPoint atau flip chart tentang beberapa tips dalam penulisan proposal

2.

20’

Tanya Jawab 15’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan beberapa tips dalam penulisan proposal Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

3.

53 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Pokok Bahasan 5 Tujuan Waktu

: Pengenalan form usulan kegiatan : Setelah selesai penyajian form usulan kegiatan ini, diharapkan peserta dapat mengetahui model form usulan kegiatan : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : PENGENALAN FORM USULAN KEGIATAN Langkah-langkah 1. 1 Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi form usulan kegiatan. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi form usulan kegiatan, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3

2.

25’

materi form usulan kegiatan format PowerPoint dan contoh form usulan kegiatan PNPM LMP

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan form usulan kegiatan Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

3.

54 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Pokok Bahasan 6 Tujuan

Waktu

: Praktek penulisan usulan : Setelah selesai penyajian praktek penulisan usulan ini, diharapkan peserta dapat mengetahui tata cara penulisan usulan kegiatan PNPM LMP : 360 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : PRAKTEK PENULISAN USULAN Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Tanyakan kepada peserta apakah kabarnya baik, hari ini. c. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Praktek a. Fasilitator menjelasan singkat tentang beberapa muatan dalam penulisan usulan. b. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mempraktekkan cara penulisan usulan. c. Fasilitator mendampingi selama proses praktek penulisan usulan Penutup Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan penulisan usulan Waktu 2 5’ Media 3 contoh gagasangagasan kegiatan masyarakat yang sudah disetujui sebagai usulan desa yang akan diajukan pada MAD, yaitu maksimal 3 usulan khusus yang berorientasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam laptop printer

2.

105’

3.

15’

Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

55 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

SILABUS PELATIHAN TV
( TIM VERIFIKASI )

56 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

SILABUS PELATIHAN TV
( TIM VERIFIKASI ) Verifikasi usulan merupakan tahap kegiatan yang bertujuan untuk memeriksa dan menilai kelayakan usulan kegiatan dari setiap desa untuk didanai PNPM LMP. Proses verifikasi dilakukan dengan menilai dua aspek. Pertama pemeriksaan dokumen dan kedua pemeriksaan di lapangan Verifikasi atau pemeriksaaan dokumen adalah memeriksa kelengkapan dan ke-absahan dokumendokumen suatu usulan kegiatan, misalnya : apakah usulan desa sudah ditandatangani ketua TPK dan kepala desa, apakah usulan dilengkapi dengan salinan berita acara musyawarah desa dan Musyawarah desa khusus dan kelompok perempuan, hasil klasifikasi kesejahteraan dan hasil pemetaan sosial, serta yang terpenting mengenai analisis bernuansa lingkungan hidup, dll. Pemeriksaan di lapangan adalah untuk memastikan kesesuaian usulan dengan keadaan sebenarnya yang terjadi dilapangan, misalnya: apakah benar usulan dibahas dalam musyawarah desa (wawancara dengan anggota masyarakat), apakah memberikan manfaat langsung kepada kondisi lingkungan saat ini, apakah benar menjadi kebutuhan masyarakat dan bisa dikerjakan oleh masyarakat sendiri, potensi kelompok dan usulan kegiatan dll. (i) Tujuan: Tim Verifikasi (TV) mampu untuk memeriksa dan menilai kelayakan usulan kegiatan dari setiap desa agar sesuai dengan ketentuan dasar dalam PTO PNPM LMP, baik pemeriksaan dokumen maupun pemeriksaan lapangan. (ii) Waktu dan Tempat: 1 hari efektif di kecamatan atau menyesuaikan. (iii) Pemandu / pelatih: FKL, Astal dan SPL. (iv) Hasil yang diharapkan: Peserta mampu : 1) Memahami konsepsi PNPM LMP (latar belakang, tujuan, sasaran prinsip, kebijakan dan tahapan PNPM LMP). 2) Memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai tim verifikasi (lihat PTO). 3) Memeriksa kelengkapan dokumen usulan. 4) Pemeriksaan lapangan untuk menilai kelayakan usulan. 5) Membuat rekomendasi hasil pemeriksaan usulan. (v) Materi Pelatihan: Materi Pelatihan TV yang akan disampaikan pada pelatihan, adalah:
57 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

NO

Sesi Berbagi mengenai isu lingkungan hidup Verifikasi ide-ide bernuansa lingkungan dari proposal Hasil verifikasi ide-ide lingkungan proposal Praktek memverifikasi usulan kegiatan

Tujuan Perserta dapat mengetahui tentang :  Keanekaragaman hayati di Indonesia dan ancamannya dan bagaimana menguranginya. Bagaimana membuat kegiatan lingkungan. Perserta dapat mengetahui bagaimana mem-verifiaksi dan memberikan masukan ide-ide bernuansa lingkungan pada proposal Perserta dapat berbagi tentang verifikasi dan nilai yang dihasilkan Perserta dapat mengalami tata cara mem-verifiaksi dan memberikan masukan ide-ide bernuansa lingkungan pada proposal

1

2 3

4

(vi) Proses Pelatihan Tim Verifikasi ♦ Persiapan pelatihan, meliputi: 1) Memastikan waktu dan tempat pelatihan. 2) Memastikan konsumsi peserta. 3) Membuat undangan pelatihan kepada anggota Tim Verifikasi terpilih, memastikan undangan telah tersebar dan kepastian kehadiran dalam pelatihan. 4) Berkonsultasi dengan CSO, Astal dan SPL untuk membuat jadwal, kurikulum pelatihan --mengacu pada petunjuk yang telah ada--, membuat materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pelatihan, menentukan metode evaluasi pelatihan. 5) Menyiapkan alat tulis dan alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelatihan. ♦ Pelaksanaan pelatihan, meliputi: 1) Pembukaan. 2) Penjelasan tentang “Negative List” yang ada di PTO. 3) Kemudian dilanjutkan dengan : a. Perkenalan Setelah selesai penyajian perkenalan ini, diharapkan peserta dapat : Saling mengenal dengan baik diantara peserta dengan peserta, peserta dengan fasilitator, dan peserta dengan panitia selama pelatihan dengan baik. Menjalin hubungan kekeluargaan diantara peserta, peserta dengan fasilitator, dan peserta dengan panitia dengan baik. Sebaiknya waktunya diberikan ± 30 menit

58 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1 1. Pengantar Berikan salam pembukaan kepada peserta. Untuk memecahkan suasana yang beku setelah pembukaan, tanyakan kepada peserta: a. Apakah mereka sudah saling mengenal satu sama lain dalam kelas ini? b. Apakah perlu dilakukan perkenalan, sekedar untuk mengingatkan kembali nama-nama teman kita yang lama dan mengenal teman yang baru bertemu? Setelah mendapatkan respon dari peserta bahwa mereka membutuhkan perkenalan kembali, maka dalam 15 menit ajaklah peserta bermain “Melempar Bola”. Melalui media ini diharapkan terjadi saling mengenal secara cepat antara peserta, fasilitator dan panitia dan terbangunnya suasana/iklim pelatihan yang komunikatif dan menyenangkan. Lakukan permainan sesuai dengan petunjuk yang sudah disediakan. (lihat di “Permainan-Permainan Energizer”) Catatan untuk Fasilitator: Fasilitator bisa juga menggunakan media permainan lainnya, misalnya “Menggambar Wajah, atau Komik diri”, dll. Setelah proses permainan selesai, lakukan penggalian makna permainan “Melempar Bola”. Mintalah peserta memberikan tanggapan bagaimana kesan mereka terhadap permainan “Melempar Bola”. Tuliskan sumbang saran peserta di papan tulis. Garis bawahi kata-kata kunci dan ulaslah dengan mengkaitkan tujuan dan makna permainan “Melempar Bola” di dalam pelatihan TV . Penegasan Terakhir, berikan penegasan tentang makna permainan yakni perlunya para peserta, fasilitator dan panitia saling mengenal satu sama lain, tidak hanya terbatas nama, melainkan juga kepribadian dan sifat masingmasing, sehingga tercipta interaksi yang lebih akrab, mendalam dan terbuka.

Waktu 2 2’

Media 3

2.

15’

bola plastik atau bola utk sepak bola

3

8’

4.

5’

c. Penjelasan tujuan dan proses belajar Setelah selesai penyajian penjelasan tujuan dan proses belajar ini, diharapkan peserta dapat : Menjelaskan tujuan pelatihan dengan benar Menjelaskan metodelogi pendidikan orang dewasa yang digunakan dalam pela-tihan. Menjelaskan proses pelatihan dengan benar Sebaiknya waktunya diberikan ± 25 menit

59 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1. 1 Berikan penjelasan tentang alur proses pelatihan yang meliputi materi yang dibahas dan tujuannya, metode atau teknik penyampaian yang digunakan, dan lama waktu yang diperlukan untuk pembahasan masing–masing materi. (Bila dimungkinkan, gunakan lembar alur proses kegiatan pelatihan untuk memperjelas uraian anda). Setelah selesai, berikan waktu kepada peserta untuk tanya jawab berkaitan dengan alur proses pelatihan. Selanjutnya berikan penjelasan singkat tentang metodelogi pelatihan orang dewasa. Prinsipnya, dalam pelatihan yang menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa, seluruh peserta diharapkan peran aktifnya pada pembahasan seluruh sessi/pokok bahasan. Peserta yang hadir pada pelatihan ini merupakan pihak dewasa yang memiliki kemampuan dan pengalaman (bukan “gelas kosong”). Oleh karena itu, pelatihan ini dapat menjadi ajang untuk berbagi pengalaman, curah pendapat, dan mendiskusikan peranan TV dalam pembangunan lingkungan hidup di wilayahnya. Setelah metodelogi pelatihan dapat dipahami, jelaskan tentang tujuan dari pelatihan ini, yakni untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, sikap dan kemampuan TV dalam meningkatkan kelembagaan dan kapasitasnya sebagai tim yang melakukan verifikasi usulan dari kelompok masyarakat di wilayahnya.

Waktu 2 5’

Media 3 kertas HVS, pulpen

2 3

5’ 5’

4.

10’

d. Pengorganisasian kelas dan kesepakatan belajar Setelah selesai penyajian pengorganisasian dan kesepakatan belajar ini, diharapkan peserta dapat : Terbentuknya pengurus kelas yang dapat mengorganisir kebutuhan peserta dalam proses belajar mengajar. Tersusunnya tata tertib, jadwal belajar dan jadwal piket yang dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Sebaiknya waktunya diberikan ± 20 menit

60 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Langkah-langkah 1 1. Pemilihan Pengurus Kelas a) Jelaskan secara singkat mengenai pentingnya kepengurusan kelas dalam rangka memperlancar proses belajar mengajar. Oleh karena itu, ajaklah peserta untuk memilih pengurus kelas. Tetapi sebelum dimulai, ingatkan bahwa mengingat proses pelatihan ini tidak lama, maka yang diperlukan adalah struktur pengurus kelas yang sederhana saja. Cukup seorang ketua dan sekretaris yang tugasnya lebih sebagai koordinator atau penghubung antara peserta, fasilitator dan panitia. b) Selanjutnya bagikan potongan kertas kepada seluruh dan mintalah mereka memilih siapa yang dianggap paling tepat menduduki jabatan tersebut. Hitunglah suara yang terkumpul dan suara yang terbanyak yang dipilih. Bila ada dua orang atau lebih yang mendapat suara sama banyak, mintalah kesepakatan diantara kedua orang tersebut. c) Setelah kepengurusan terpilih, jelaskan tugas-tugas pengurus secara singkat dan mintalah peserta memberi ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Penyusunan tata tertib belajar a) Jelaskan dalam proses belajar perlu adanya tata tertib yagn dibuat dan disepakati bersama. Bagikanlah satu lembar kertas kepada setiap peserta dan mintalah mereka menuliskan “apa yang tidak boleh dilakukan selama pelatihan”. b) Mintalah peserta membacakan apa yang ditulis satu persatu dan bahaslah bersama-sama. Dan setelah ada kesepakatan mintalah sekretaris kelas menuliskan di papan tulis. Lakukan hal sampai semua terbahas. c) Mintalah ketua kelas membacakan juga tata tertib telah dibuat panitia untuk melengkapinya. d) Setelah selesai tanyakan apakah sanksi jika tata tertib yang kita buat bersama ini dilanggar. e) Setelah ada kesepakatan, mintalah sekretaris kelas menuliskan sanksi-sanksi tersebut di kertas dan menempelkan di dinding kelas. Penegasan Pada akhir sesi, berikan penegasan bahwa dalam pelatihan untuk orang dewasa, antara peserta, fasilitator, dan panitia adalah satu kesatuan.

Waktu 2 5’

Media 3 potongan kertas untuk pemilihan pengurus kelas

2.

10’

lembar penulisan tatatTertib (kertas plano)

3

5’

61 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

6) Materi yang akan disampaikan adalah seperti : Pokok Bahasan 1 : Berbagi mengenai isu lingkungan hidup Tujuan : Setelah selesai penyajian berbagi mengenai isu lingkungan hidup ini, diharapkan peserta dapat : Keanekaragaman hayati di Indonesia dan ancamannya dan bagaimana menguranginya Bagaimana membuat kegiatan lingkungan Waktu : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : BERBAGI MENGENAI ISU LINGKUNGAN HIDUP Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Tanyakan kepada peserta apakah kabarnya baik, hari ini. c. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi berbagi mengenai isu lingkungan hidup. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi berbagi mengenai isu lingkungan hidup, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3 materi berbagi mengenai isu lingkungan hidup format PowerPoint atau flip chart tentang berbagi mengenai isu lingkungan hidup

2.

25’

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan berbagi mengenai isu lingkungan hidup Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

3.

62 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Pokok Bahasan 2 Tujuan

Waktu

: Verifikasi ide-ide bernuansa lingkungan hidup : Setelah selesai penyajian verifikasi ide-ide bernuansa lingkungan hidup ini, diharapkan peserta dapat mengetahui bagaimana mem-verifiaksi dan memberikan masukan ide-ide bernuansa lingkungan pada proposal. : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : VERIFIKASI IDE-IDE BERNUANSA LINGKUNGAN HIDUP Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi verifikasi ide-ide bernuansa lingkungan hidup. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi verifikasi ide-ide bernuansa lingkungan hidup, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3 materi verifikasi ide-ide bernuansa lingkungan hidup format PowerPoint atau flip chart tentang verifikasi ide-ide bernuansa lingkungan hidup

2.

25’

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan verifikasi ide-ide bernuansa lingkungan hidup Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

3.

63 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Pokok Bahasan 3 Tujuan

Waktu

: Hasil verifikasi Ide-Ide lingkungan hidup : Setelah selesai penyajian hasil verifikasi ide-ide lingkungan hidup ini, diharapkan peserta dapat berbagi tentang verifikasi dan nilai yang dihasilkan. : 60 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : HASIL VERIFIKASI IDE-IDE LINGKUNGAN HIDUP Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Presentasi PowerPoint a. Fasilitator memberikan penyajian materi hasil verifikasi ide-ide lingkungan hidup. b. Fasilitator menjelasan singkat tentang latar belakang materi hasil verifikasi ide-ide lingkungan hidup, kemudian menjelaskan beberapa muatan penting. c. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan beberapa hal yang masih belum jelas. Waktu 2 5’ Media 3 materi hasil verifikasi ide-ide lingkungan hidup format PowerPoint atau flip chart tentang hasil verifikasi ide-ide lingkungan hidup

2.

25’

Tanya Jawab 30’ a. Buka sesi tanya jawab jika dirasakan masih ada yang belum jelas. b. Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan hasil verifikasi ide-ide lingkungan hidup. Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

3.

64 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Pokok Bahasan 4 Tujuan

Waktu

: Praktek mem-verifikasi usulan kegiatan PNPM LMP : Setelah selesai penyajian praktek mem-verifikasi usulan kegiatan PNPM LMP ini, diharapkan peserta dapat mengalami tata cara mem-verifikasi dan memberikan masukan ide-ide bernuansa lingkungan pada proposal : 120 menit

PROSES PENYAJIAN POKOK BAHASAN : PRAKTEK MEM-VERIFIKASI USULAN KEGIATAN PNPM LMP Langkah-langkah 1 1. Pengantar a. Berikan salam pembukaan kepada peserta dalam kelas ini. b. Jelaskan tujuan pokok bahasan ini dan hasil yang diharapkan. Praktek a. Fasilitator menjelasan singkat tentang beberapa muatan dalam mem-verifikas usulan. b. Setelah selesai, fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mempraktekkan cara mem-verifikasi usulan. c. Fasilitator mendampingi selama proses praktek penulisan usulan Waktu 2 5’ Media 3 contoh usulanusulan yang berorientasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam

2.

105’

Penutup 15’ Akhiri sesi dengan kesimpulan dan penegasan terhadap beberapa pokok dalam panduan verifikasi usulan Catatan : Media yang perlu dipersiapkan juga adalah : kertas plano, metaplan, dan spidol.

3.

65 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

PERMAINAN-PERMAINAN ENERGIZER
( PEMBANGKIT GAIRAH/SEMANGAT PESERTA PELATIHAN ) Permainan yang bersifat pembangkit semangat/gairah (energizer) ini memegang peranan penting untuk bisa merangsang dan membangun konsentrasi peserta karena kegiatan ini berfungsi sebagai sarana membangkitkan semangat dari para peserta, maupun untuk meminimalkan kepasifan dari para peserta. Jenis permainan ini biasanya dibawakan pada saat setelah istirahat makan siang atau pada saat kondisi penyampaian materi yang terlalu menguras konsentrasi peserta. Permainan ini merupakan aktivitas yang memancing tawa, dan memberi kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi secara aktif dan intensif (menggerakan indra lainnya selain mata). Dalam proses bermain terdapat makna-makna, yang apabila diungkap dalam bentuk sharing dengan peserta setelah melakukan kegiatan akan terungkap berbagai pengalaman cukup menarik dari si pelaku kegiatan permainan. Ada beberapa jenis-jenis permainan yaitu : A. Melukis wajah Waktu Tujuan Peralatan : ± 25 menit : Perkenalan : Kertas ukuran folio & Pulpen/Pinsil.

Cara bermainnya : 1) Masing-masing peserta diberikan kertas ukuran folio & pulpen/pinsil. 2) Tugas dari masing-masing orang tersebut adalah melukis dirinya. 3) Setelah seluruh peserta melukis dirinya, hasil lukisan tersebut dikumpulkan. 4) Kertas tersebut kemudian dibagikan kembali kepada seluruh peserta dengan catatan tidak boleh ada yang mendapatkan lukisan dirinya sendiri. 5) Masing-masing orang bertugas mewawancarai si empunya lukisan selengkap mungkin (data minimal yang harus didapatkan adalah nama, alamat, hobi/kesukaan, dan identitas lainnya yang dibutuhkan). 6) Hasil wawancara tersebut akan dipresentasikan pada saat berkumpul.

B. Komik Diri Waktu Tujuan Peralatan : ± 25 menit : Perkenalan : Kertas ukuran folio & Pulpen/Pinsil/Pensil Warna.
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

66 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

Cara bermainnya : 1) Masing-masing peserta diberikan kertas ukuran folio & pulpen/pinsil atau sediakan pensil warna. 2) Tugas dari masing-masing orang tersebut adalah menjawab 3 (tiga) pertanyaan dengan jawabannya menggunakan media gambar. 3) Pertanyaan yang diberikan kepada peserta adalah : Apa pengalaman paling menarik dan sulit dilupakan saat anda kanak-kanak Apa yang membuat anda tertarik dengan PNPM LMP Apa yang akan anda sumbangkan kepada desa anda melalui PNPM LMP 4) Setelah seluruh peserta menyelesaikan jawabannya. Mintalah kepada peserta yang siap lebih dulu untuk mempresentasikan hasil komik diri-nya. 5) Seluruh peserta dapat mempresentasikan komik dirinya, namun apabila waktunya terlalu panjang, dapat meminta ijin kepada peserta untuk sebagian saja yang mempreentasikan komik dirinya.

C. Perkenalan Dengan Melempar Bola Waktu Tujuan Peralatan : ± 20 menit : Perkenalan : Bola

Cara bermainnya : 1. Peserta menyebutkan nama dirinya terlebih dahulu. 2. Bola dilemparkan ke orang di hadapannya dengan menyebutkan nama orang yang akan diberi bola. 3. Sedangkan penerima menyebutkan “terima kasih Si .. “ atas bolanya. Misalnya, nama saya Badu dan bola ini akan saya lemparkan ke Ahmad”. Ahmad mengataka : Terima kasih Badu. Saya ahmad dan bola ini akan saya lemparka ke Kusno. Demikian seterusnya.

D. Permainan tongji-tongji Waktu Tujuan Peralatan : ± 20 menit : Pembangkit semangat peserta : --

Cara bermainnya : 1. Katakan“ Tongji-tongji (tangan kiri diangkat sedangkan tangan kanan menyentuh siku) 2. Katakan la la (dibarengi dengan tepuk tangan 2 kali), 3. Katakan yim-yim (sambil menggerakkan tangan), 4. Katakan tole-tole (sambil menggerakan kepala ke kanan dan kekiri ) 5. Kemudian diulangi kembali dari awal lagi. 6. Ulangi lebih cepat dan lebih cepat lagi

67 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

E. Tepuk Tangan Waktu Tujuan Peralatan : ± 15 menit : Pembangkit semangat peserta :-

Cara bermainnya : 1. Peserta diminta untuk memilih satu orang teman sebagai pasangannya. 2. Pemandu menyebut "satu" dan peserta melakukan tepuk tangan satu kali di tangan masingmasing dan dilanjutkan tepuk tangan satu kali dengan telapak tangan kawan. 3. Pemandu menyebut "dua", maka peserta melakukan dua kali tepuk tangan di tangan masingmasing dan dua kali tepuk tangan dengan kawan, dan seterusnya 4. Pemandu menyebutkan sebuah angka dan peserta melakukan tepuk tangan dengan pola serupa dengan jumlah yang sama dengan angka yang disebut. b. Permainan selesai bila terjadi kesalahan. 5. Permainan bisa dilanjutkan dengan merubah formasi peserta menjadi tiga orang, empat orang, lima orang dan diakhiri dengan seluruh peserta.

F. Tangan Kusut Waktu Tujuan Peralatan : ± 20 menit : Kebersamaan dalam memecahkan masalah. :-

Cara bermainnya : 1. Fasilitator mengajak peserta membuat sebuah lingkaran kecil hingga masing-masing pundak peserta saling bertemu 2. Peserta diminta untuk mengulurkan tangan kanan ke depan dan memegang tangan kanan kawannya yang berhadapan dengan dirinya. (Sebaiknya tidak diperkenankan memegang tangan kawan di sebelahnya) 3. Kemudian, peserta diminta untuk mengulurkan tangan kirinya ke depan untuk memegang tangan kiri kawan yang ada di hadapannya. (Tidak diperkenankan berpegangan tangan dengan pasangan tangan kanannya). 4. Setelah seluruh peserta berpegangan, tugas mereka adalah berusaha membuat suatu lingkaran tanpa melepas pegangan tangannya.

F. Tangan Kusut (Dengan Media Tali) Waktu Tujuan Peralatan : ± 20 menit : Kebersamaan dalam memecahkan masalah. : Tali dengan ukuran panjang 50 cm
C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

68 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

Cara bermainnya : 1. Pemandu menggenggam erat potongan tali tersebut ditengah peserta yang telah membuat lingkaran kecil (seperti permainan tangan kusut tanpa tali). 2. Tangan kanan peserta memegang kain dibagian atas dari genggaman pemandu, memilih secara acak. 3. Kemudian tangan kiri memegang potongan kain di bagian bawah tangan pemandu. 4. Permainan selanjutnya seperti cara I.

G. Apel & Botol Waktu Tujuan Peralatan : ± 15 menit : Membantu merangsang kemampuan konsentrasi : Benda yang mewakili apel & botol (2 macam)

Cara bermainnya : 1. Peserta membuat sebuah lingkaran, pemandu ikut serta dalam lingkaran tersebut 2. Pemandu memberikan botol ke sebelah kiri dengan menyebutkan "ini botol" 3. Orang yang menerima botol bertanya pada pemberi botol “apa?” . Pemberi botol menjawab “botol”. Orang yang memegang botol melanjutkan memberikan botolnya kepada kawan yang ada di sebelah kiri dengan menyebutkan “ini botol” 4. Kawan yang menerimanya bertanya “apa?” kemudian orang yang pertama menerima botol bertanya kembali pada si pemandu “apa” dan pemandu menjawab pada peserta pertama “botol”. Peserta pertama menyampaikan kembali pada peserta yang kedua “botol”. 5. Orang kedua memberikan kembali pada orang ketiga sebelah kiri dengan teknik seperti di atas. 6. Demikian juga dengan apel, langkahnya seperti di atas namun bergerak ke arah kanan

H. Pesan Berantai Waktu Tujuan Peralatan : ± 15 menit : Mencairkan suasana yang kaku : --

Cara bermainnya : 1. Peserta diminta membentuk 2 kelompok, masing-masing kelompok berjajar menjadi sebuah barisan. 2. Salah satu ujung dari barisan tersebut dibisiki sebuah pesan yang terdiri dari beberapa suku kata. Pesan tersebut mesti disampaikan kembali kepada kawan lain secara berantai hingga ujung yang lainnya. 3. Setelah pesan tersebut sampai segera diuji apakah sesuai dengan pesan awal. Bila tidak sesuai maka diurut dibagian mana pesan itu berubah.

69 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

TIPS BAGI SEORANG FASILITATOR
1. Bagaimana caranya menjadi fasilitator yang berhasil ? a. b. c. d. e. f. Milikilah rasa humor. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, hindari penggunaan jargon/istilah tertentu. Hadapi peserta dengan luwes, tidak kaku. Berikan waktu yang cukup bagi peserta untuk berpikir dan menjawab. Ungkapkan perasaan sendiri. Perhatikan kondisi diri sendiri. (hal ini merupakan pegangan untuk merasakan situasi di dalam kelompok. Jika fasilitator merasakan suatu kebosanan, biasanya kelompok juga memiliki perasaan serupa). g. Perhatikan bahasa tubuh para peserta.

2. Yang harus dihindari oleh fasilitator. a. Menilai pemikiran dan perasaan peserta (kelompok juga jangan menilai hal-hal yang diungkapkan oleh peserta). Di dalam setiap permainan tidak ada yang benar atau salah. Proses bermain memberi kesempatan penghayatan yang berbeda bagi masing-masing peserta. Satu peserta akan merasakan arti bermain yang bersifat subyektif dan berbeda dari peserta lain. b. Menolong/membantu peserta, karena peserta akan menolong dirinya sendiri. Memakai kalimat “seharusnya....’, atau ‘sebaiknya ...’ c. Memaksakan peserta untuk melakukan tindakan apa-pun d. Memberikan jawaban atas masalah peserta. Beri dorongan pada peserta untuk menemukan jawaban sendiri, jangan memberi ceramah atau nasehat tentang suatu hal.

3. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh fasilitator dalam memandu sebuah permainan. a. Memilih permainan yang tepat dalam sebuah pelatihan, hal yang perlu diperhatikan antara lain: tujuan yang ingin dicapai, jumlah dan umur peserta, alat bantu yang diperlukan, tempat dan waktu yang tersedia. Perhatikan pula kondisi peserta, jika kelihatannya merasa lelah, pilihlah permainan yang menghibur dan menyegarkan, serta tidak banyak gerakan fisik. Jika permainan membutuhkan konsentrasi dari peserta maupun suasana yang tenang, pilihlah waktu yang tepat. Di awal permainan, peserta seringkali merasa ragu atau kuatir, hal ini adalah hal biasa. Untuk menghadapi hal ini, yakinkan peserta bahwa permainan tidak akan membahayakan diri mereka. Selain itu, pilihlah beberapa permainan singkat yang bersifat menghibur dan mencairkan kekakuan suasana. Jangan ragu untuk mengubah atau melakukan improvisasi terhadap jenis permainan yang dipilih. Pilihan kata, istilah, contoh, dan sebagainya yang cocok bagi satu kelompok pelatihan, belum tentu akan dimengerti/memiliki makna bagi kelompok pelatihan yang berbeda. Untuk itu, fasilitator dapat mengganti/mengubahnya agar sesuai dengan keadaan kelompok peserta pelatihan.
70 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

b. Mengatur ruangan latihan, aturlah posisi agar antar sesama peserta dan fasilitator dapat bebas saling melihat satu sama lain. Sebisa mungkin jauhkan benda-benda (misalnya meja tulis) yang dapat menghalangi komunikasi dan menjauhkan satu sama lain. Posisi yang paling memungkinkan untuk hal ini adalah berdiri atau duduk dalam lingkaran. Selain memberi kebebasan untuk saling memandang, posisi ini juga memberi perasaan kesamaan hak, tidak ada yang lebih istimewa dari yang lain. c. Membawakan permainan : Tahap permulaan, fasilitator mengusulkan suatu permainan, menjelaskan cara dan aturan bermain. Pastikanlah bahwa semua peserta memahami cara dan peraturan tersebut. Jika perlu beri kesempatan untuk mencoba atau memberi contoh, sebelum mulai bermain yang sesungguhnya. Penjelasan yang diberikan sebaiknya dihafalkan terlebih dulu. Jika penjelasannya dibacakan maka interaksi dengan para peserta akan terasa kaku dan membosankan. Tahap bermain --- Peran aktif peserta merupakan penentu dari hasil proses bermain. Fasilitator merupakan pengamat dari proses tersebut, yang akan berguna untuk pembahasan evaluasi setelah bermain selesai. Untuk membina keakraban antara peserta dan fasilitator, serta menumbuhkan keberanian, fasilitator dapat ikut berpartisipasi dalam permainan. Dalam hal ini fasilitator harus bertindak sebagai ‘salah satu anggota kelompok’. Namun demikian, fasilitator perlu hati-hati, agar peserta tetap bersikap sebagaimana adanya dan tidak hanya mengulangi/meniru tingkah laku fasilitator. Tahap evaluasi dan refleksi --- Tahap ini sangat penting dan tidak boleh terlewatkan. Melalui tahap ini, arti dan pentingnya permainan baru akan jelas bagi para peserta. Fasilitator perlu memotivasi peserta, untuk memikirkan pengalaman yang diterima dan memberanikan mereka untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Pertanyaan tentang pengalaman dan perasaan mereka setelah bermain, dapat membantu peserta pada tahap ini. Dalam tahap ini, fasilitator memberi kesempatan pada semua peserta untuk berbicara. Pada akhirnya, fasilitator menutup proses bermain dengan memberikan kesimpulan pikiran dan perasaan peserta, serta menunjukkan hasil atau arti penting dari permainan yang baru saja dilakukan.

71 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

72 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

PENUTUP

Bila engkau hanya medengar, suatu saat engkau akan lupa Bila engkau hanya melihat, suatu saat engkau pasti akan ingat Namun bila engkau ikut melakukan, maka engkau akan paham

Belajar dari pengalaman, merupakan suatu pembelajaran dalam menangani berbagai pemasalahan yang timbul dan tenggelam didalam kehidupan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan fasilitasi dalam PNPM LMP di masyarakat merupakan pengalaman tersendiri untuk saling belajar bersama. Dalam buku kecil ini, penyusun mencoba menjabarkan teknis fasilitasi yang akan dilakukan kawan-kawan FKL ketika bersama-sama masyarakat menjalankan PNPM LMP. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kawan-kawan FKL PNPM LMP dan menjadi inspirasi dalam menjalankan fasilitasinya kepada masyarakat dampingannya. Sehingga selain ekonomi masyarakat terbangun, lingkungan sekitar juga dapat terjaga dengan baik, sesuai dengan nilai-nilai yang terbangun dalam konsep PNPM LMP.

73 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

DAFTAR PUSTAKA

Penjelasan II Fasilitator dan Pelatihan PPK_Tim Koordinasi Program Pengembangan Kecamatan Jakarta (2005) Petunjuk Teknik Operasioanl (PTO) PNPM LMP_Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia (2008) Silabus CSO PNPM LMP Sulawesi Utara_Conservation Training and Resource Centre (2009)

74 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

BACK COVER

75 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

76 | S i l a b u s P e l a t i h a n P N P M L M P

C S O - P N P M L M P - S u m a t e r a

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful