TUGAS MAKALAH MATA KULIAH ASPEK HUKUM BISNIS PERJANJIAN WARALABA (FRANCHISE

)

Oleh : Shanti Dewi Aprillia 04610222 / Manajemen

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2008

PENDAHULUAN Wirausaha akan membuat masyarakat menjadi mandiri karena dalam wirausaha masyarakat akan mampu membuka peluang untuk dirinya sendiri dan menarik keuntungan dari peluang yang tercipta tersebut.. The How To Book. Lloyd Tarbutton dalam Franchising. perkembangan waralaba lokal jauh melampaui waralaba asing. Bahkan lebih jauh. Sehubungan dengan itu. Yaitu dengan memberikan hak atas lahan kepada beberapa individu kuat. Marks & Spencer. Demam kewirausahaan yang belakangan melanda kaum mudah tak dapat dilepaskan dari fenomena ini. ketika The Council of Trent menerbitkan beleid yang melarang. Red Crispy). Le Monde Baby’s World . Itulah sebabnya pemerintah sangat menganjurkan bagi masyarakat untuk menjadi wirausahawan. Dari segi jumlah gerai.100 gerai. sebut saja PT Mitra Adiperkasa (membawahkan puluhan merek premium seperti Starbucks. Sebagai imbalan atas segala kebebasan yang dianugerahkan dari berburu sampai menarik pajak di daerah seluas properti itu individu-individu yang diangkat jadi bangsawan tadi diwajibkan mempertahankan teritori kerajaan dengan membangun pasukan. sebagaimana yang dikemukakan oleh Suharnoko : “Franchise pada dasarnya adalah sebuah perjanjian mengenai metode pendistribusian barang dan jasa kepada konsumen” (Musjtari: 2003: 1). Untuk memperluas kendali kekuasaan. Sehubungan dengan berwirausaha dengan membeli bisnis yang sudah ada. yang paling berperan dalam menghadirkan waralaba asing tentunya pengusaha besar dan mapan. Dengan segenggam modal di tangan. Selain itu ada pula pengertian waralaba menurut Juajir Sumardi : “Franchise adalah sebuah metode pendistribusian barang dan jasa kepada masyarakat konsumen. Dengan jaringan bisnis yang mereka miliki. otomatis waralaba terkenal dari luar negeri hanya akan jatuh ke tangan pengusaha besar. VOC dibentuk oleh Belanda pada 1602. dan lain-lain). Londre . Kinokuniya. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. Sebagai konsep bisnis.Contoh. Kemeriahan bisnis yang dapat membuat orang cepat sukses dan terkenal ini tampaknya juga merambah pada waralaba lokal. keagenan dan lisensi asing. si pembeli bisnis tinggal menjalankan saja di dalam sistem yang sudah ada itu. diketahui bahwa waralaba merupakan salah satu bentuk format bisnis dimana pihak pertama yang disebut pemberi waralaba (franchisor) memberikan hak kepada pihak kedua yang disebut penerima waralaba (franchisee) untuk mendistibusikan barang/jasa dalam lingkup area geografis dan periode waktu tertentu dengan mempergunakan merek. Dengan seleksi seperti itu. Dari negeri jajahan ini mereka membangun perdagangan monopoli dengan Jepang pada 1641 dan memerangi Inggris yang berupaya menembus perdagangan rempah. franchising pertama kali diadopsi dari Inggris dan Eropa oleh industri bir AS. maka dapat diketahui bahwa warabala merupakan usaha yang memberikan keuntungan lebih/istimewa (Musjtari: 2003: 1). dan Primagama . Pemilik dari metode ini disebut “franchisor” sedang pembeli yang berhak untuk menggunakan metode itu disebut “franchisee”. Debenhams. Kawan Lama (agen perkakas rumah tangga). Ini karena persyaratan menjadi terwaralaba lokal jauh lebih ringan dan murah.122 gerai. Itulah yang membuat bisnis “cepat saji” ini booming dan terus mengundang peminat baru. yaitu makin tumbuh suburnya bisnis waralaba. Sogo. FHM Magazine. tetapi yang pasti ada kecenderungan suatu pola pemikiran seperti “buat apa bersusah payah merintis usaha dari nol kalau dapat membeli bisnis yang membuatnya langsung berlari. Pengambilalihan wilayah tersebut oleh Kerajaan Inggris baru dilakukan pada 1624. sistem waralaba digunakan oleh para raja untuk melanggengkan kekuasaan mereka. antara lain mendirikan bisnis sendiri atau membeli sistem bisnis yang sudah jadi. Di Eropa. Hal itulah yang menyebabkan beberapa waralaba lokal berhasil mencatatkan diri karena mengalami perkembangan yang luar biasa. Penjajahan Inggris di Amerika Utara juga dimulai melalui sistem waralaba ketika pada 1607 hak atas Virginia diberikan kepada The London Company. Produsen minuman . Mereka menginginkan sesuatu yang cepat kalau tak mau disebut instan dalam membangun bisnis. logo. I. mengungkapkan bahwa konsep rantai pertokoan sudah lahir di Cina setidaknya pada 200 SM ketika Lo Kass. dan Kenari Djaya (agen kunci-kunci mewah). Dalam proses ini. wirausaha dapat menciptakan peluang kerja bagi orang lain yang ada di sekitar usaha tersebut. Tak ada yang sanggup membayar fee waralaba mahal kalau bukan mereka para pengusaha bermodal kuat. dan Lacoste). Grup MRA (Hard Rock Café. mulai mengoperasikan beberapa unit ritel di negeri yang berkebudayaan sangat tua itu.380 gerai.5 gulden punya kedaulatan tersendiri untuk merebut teritori dari Portugis dan mendirikan markas besar di Jakarta pada 1619. Membeli sistem bisnis yang sudah jadi mempunyai kelebihan bahwa sistem bisnis sudah tercipta dan siap pakai.160 gerai. perusahaan yang dimodali melalui penerbitan saham senilai 6. Di Indonesia sendiri sudah dapat kita lihat adanya suatu fenomena baru yang menarik untuk dicermati dalam beberapa tahun terakhir. sehingga pemilik bisnis baru ini tidak akan kesulitan dalam memasarkan produknya. Ferrari. Akan tetapi. Nautica.730 gerai. Dari arti secara harafiah tersebut. Indomaret yang kini memiliki 926 gerai (450 di antaranya gerai waralaba). tanpa perlu mempermasalahkan apakah itu hasil keringat sendiri atau pemberian orang tua. beberapa pemerintahan di Eropa mengadopsi kembali sistem waralaba. mereka juga harus menyerahkan sebagian hasil pajak kepada raja. Di Inggris sistem pemerintahan seperti ini berlaku sampai dengan sekitar tahun 1562. Es Teler 77 . Pemberian hak ini dituangkan dalam bentuk perjanjian waralaba (franchise agreement). keagenan dan lisensi di Indonesia. Di samping pengertian tersebut. HarleyDavidson. waralaba Fresh Corn. kita mengenal nama-nama besar yang merajai bisnis waralaba. Banyak cara untuk menjadi wirausahawan.Sejarah dan Perkembangan Franchise / Waralaba Waralaba atau franchising pada dasarnya bukanlah konsep baru. sekaligus menegakkannya. kelompok ini bisa lebih cepat membaca peluang dan melobi franchisor (pewaralaba) untuk mendapatkan hak franchisee (terwaralaba). bahkan ada yang dapat memulai dengan modal sekitar Rp 10 juta (misalnya.I. Kelemahannya adalah pemilik modal tidak akan bebas dalam menentukan usahanya. dikenal istilah franchise yang sudah diIndonesia-kan menjadi waralaba. dukungan modal dan reputasi bisnis memang akan sangat menentukan. Selain itu. Banyak dari pelaku dalam dunia waralaba ini. Cosmopolitan. Mewakili Negeri Kincir Angin itu. karena semuanya tergantung kepada pihak yang dibeli bisnisnya. Waralaba berasal dari kata “wara” artinya lebih dan “laba” artinya untung. dan sistem operasi yang dimiliki dan dikembangkan oleh franchisor. Alfarmart . yang dijual kepada pihak lain yang berminat. seorang pebisnis lokal. setelah perusahaan swasta itu dinilai melakukan mismanajemen dengan terbantainya 347 pemukim kulit putih oleh Indian Powhatan pada 22 Maret 1622. Demikian pula pasar sudah ada. dan kemudian diberi hak untuk melakukan seluruh perdagangan antara Tanjung Harapan Baik dan Selat Magellan. ada pengertian waralaba menurut doktrin. penemuan dunia baru kemudian membuka peluang perdagangan internasional di tengah maraknya paham kolonialisme.

Masih ada Perjanjian-perjanjian lain yang terkait dengan waralaba tersebut. Perjanjian-Perjanjian yang Berkaitan dengan Waralaba Perjanjian-perjanjian yang terdapat dalam waralaba tidak saja tentang perjanjian pemberian lisensi tetapi lebih dari itu. franchisee bisa melakukan pekerjaan dari rumah sehingga tak perlu membeli atau menyewa tempat dan peralatan berat untuk memulai bisnis. desain dan sebagainya. Bevinco. 2. Penyewaan tempat usaha. yang dilakukan Pemerintah dalam bentuk : sebelum membuat perjanjian. Pemberian izin ini kadangkala disebut dengan pemberian izin lisensi. seperti : 1.ini memberikan bantuan finansial sebagai imbalan dari perjanjian pembelian produk secara eksklusif oleh rumah-rumah minum yang tersebar luas. 3. Pada dasarnya waralaba berkenan dengan pemberian izin oleh seorang pemilik waralaba (franchisor) kepada orang lain atau beberapa orang untuk menggunakan sistem atau cara pengoperasian suatu bisnis. termasuk di bisnis yang sebelumnya tak terbayangkan. Namun. Dan bukan hanya di bidang yang terkait dengan pekerjaan tradisional perempuan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3690). Artinya perjanjian itu tidak bertentangan dengan Agama dan ketertiban umum. dan oleh karena itu perjanjian itu menjadi undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Pengguna waralaba (franchisee) boleh memakai pemborongnya sendiri. dengan dasar pertimbangan bahwa kegiatan usaha waralaba/franchise perlu dikembangkan dalam rangka mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha Waralaba Nasional dan meningkatkan peran serta pengusaha kecil dan menengah baik sebagai franchisor. Bidang-bidang hukum itu dapat dikelompokkan dalam bidang hukum perjanjian dan dalam bidang hukum tentang hak milik intelektual. Melibatkan pemberian informasi rahasia dan keterampilan atau kecakapan tehnik. Laiknya franchising. pemberi waralaba wajib memberikan keterangan tertulis atau prospektus mengenai data atau informasi usahanya dengan benar kepada penerima waralaba (Pasal 5). sekaligus. 3. Perjanjian Waralaba Dalam hukum perjanjian. II. Pemerintah menerbitkan peraturan dalam rangka bisnis waralaba/franchise ini. waralaba ini menawarkan layanan memantau pencurian minuman keras di industri resto dan bar. produsen minuman tak memiliki kendali atas operasional tavern lokal tersebut. Selain yang disebut diatas perjanjian waralaba (franchising): Pemberian lisensi hukum tentang nama perniagaan. Adakalanya pinjaman ini diperoleh dari pihak lain. Melibatkan nama baik perusahaan. selain menempatkan diri sebagai pemasok tunggal. dan tidak bertentangan dengan kesusilaan. Diluncurkan pada 1988 oleh dua pengusaha resto di Toronto. model. membutuhkan kehati-hatian. Salah satunya. Perjanjian pembangunan tempat usaha. Karena layanannya B2B. Penyewaan peralatan. mencari tempat usaha yang letaknya strategis lalu membeli atau menyewanya. lahirnya barisan franchisor. Sedangkan pada waralaba. Disamping Peraturan baru berupa : Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 12/M-DAG/PER/3/2006 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba. Pada usaha waralaba tertentu masyarakat agar bangunan-bangunan dibuat secara khas sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh pemilik waralaba (franchisor). Pasal itu mengatakan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya (Pasal 1338 Kitab Undang-undang Hukum Perdata). Tempat usaha ini memegang peranan penting bagi pemasaran. yang cukup unik. seperti resto dan makanan. waralaba sukses yang didirikan pebisnis perempuan sudah banyak. Sekarang. dan mengikat kedua belah pihak. Perlindungan Hukum Usaha Waralaba/ Franchise di Indonesia Perlindungan hukum bagi usaha franchise (“waralaba”) lokal masih didasarkan pada : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 16 Tahun 1997 tentang Waralaba (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 1997. Sehingga kewajiban pendaftaran bagi usaha waralaba/franchise adalah merupakan tindakan preventif dari Pemerintah. Perjanjian lisensi biasa tidak sama dengan pemberian (perjanjian) lisensi waralaba. tetapi juga merek yang kuat. agama ketertiban umum dan kesusilaan. Kadangkala pemilik waralaba memiliki bagian yang mengadakan penelitian tentang tempat usaha ini. franchisee maupun sebagai pemasok barang dan/atau jasa. tetapi ada kemungkinan waralaba memberikan pinjaman kepada pengguna waralaba untuk dipergunakan sebagai modal kerja. Perjanjian tentang hutang piutang. logo type. dan merek jasa. Salain yang disebut diatas perjanjian waralaba (frachising) : 1. dan pengguna waralaba memanfaatkan hal ini. pemberian izin lisensi meliputi pelbagai macam hak milik intelektual. tetapi kadang kala pemilik waralaba (frachisor)mempunyai hak veto dalam hal ini. Perjanjian waralaba dapat dikatakan suatu perjanjian yang tidak bertentangan dengan undangundang. dan kemudian menyewakannya kepada pengguna waralaba (franchisee). Adanya ketentuan yang mengatur mengenai klausul minimum dalam perjanjian waralaba antara pemberi waralaba . Keseluruhan hak-hak milik intelek bahwa alat-alat dibeli atau disewakan darinya. 4. 2. Seorang calon pengguna waralaba memerlukan pinjaman guna pembayaran “fee"(biaya-biaya). Beberapa franchisor menawarkan waralaba yang bersifat business-to-business. merek. Perjanjian dibuat secara sah artinya bahwa perjanjian itu telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam undangundang. karena itu perjanjian waralaba itu sah. Melibatkan lisensi nama perniagaan. Kalau pada pemberian (perjanjian) lisensi biasanya hanya meliputi pemberian izin lisensi bagi penggunaan merek tertentu. Ada kemungkinan bahwa pihak pemilik waralaba (franchisor) mensyaratkan bahwa alat-alat dibeli atau disewakan darinya. kian beragamnya franchisor membuat para calon investor yang ingin membeli lisensi waralaba punya pilihan luas yang. dan undang-undang itu sendiri. Perjanjian ini dapat diterima dalam hukum karena didalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ditemui satu pasal yang mengatakan adanya kebebasan berkontrak. Informasi rahasia ini memegang peranan penting dalam waralaba. Di masa mendatang. kalau bisa memilih waralaba yang benar. perjanjian waralaba merupakan perjanjian khusus karena tidak dijumpai daJam Kitab Undangundang Hukum Perdata. franchisee akan menikmati kebebasan seorang pemilik bisnis tanpa harus bersusahpayah memulai usahanya dari bawah karena franchisor tidak hanya telah menyediakan sistem yang terbukti andal dan pelatihannya. Pemberian izin ini meliputi untuk menggunakan hak-hak pemilik waralaba yang berada dibidang hak milik intelektual (intelectual property rights).

memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis. yang saat ini memiliki lebih dari 40 juta pengangguran. 4. 30 tahun 2000 tentang Rahasia Dagang. Waralaba dapat diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia. c. dan merupakan sistem yang tepat bagi terciptanya pemerataan kesempatan berusaha. kegiatan usaha. Umumnya format bisnis waralaba berkembang di sektor yang padat karya. memiliki ciri khas usaha. Undang-Undang No. b. perjanjian tersebut harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Pasal 5 Perjanjian Waralaba memuat klausula paling sedikit : a. 16 Tahun 1997 tentang waralaba. Karenanya kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas. 259/MPP/KEP/7/1997 Tgl 30 Juli 1997 Tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 42 TAHUN 2007 TENTANG WARALABA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksudkan dengan : 1. BAB III PERJANJIAN WARALABA 1. yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah RI No. Undang-Undang No. nama dan alamat para pihak. 3. Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba. 3. Pasal 4 Waralaba diselenggarakan berdasarkan perjanjian tertulis antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dengan memperhatikan hukum Indonesia. terbukti sudah memberikan keuntungan. 14 Tahun 2001 tentang Paten. Namun saat ini kepastian hukum berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. . 4. Pasal 2 2. Bagaimana dengan kepastian berusaha dalam bidang waralaba di Indonesia? Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. d. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997. mudah diajarkan dan diaplikasikan. jenis Hak Kekayaan Intelektual. f. adanya dukungan yang berkesinambungan. 2. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang perdagangan. e. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Penerima Waralaba adalah orang perseorangan atau badan usaha yang diberikan hak oleh Pemberi Waralaba untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan Waralaba yang dimiliki Pemberi Waralaba.sehingga sangat cocok dikembangkan di Indonesia. dan Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar. waralaba berkembang pesat. maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor mau pun franchisee. (Pasal 11). BAB II KRITERIA Pasal 3 Waralaba harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Kewajiban untuk mendaftarkan perjanjian waralaba beserta keterangan tertulis atau prospektus kepada instansi terkait. b. c. Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat. Dalam hal perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditulis dalam bahasa asing. Undang-Undang No. Dicantumkannya sanksi bagi kegiatan usaha waralaba yang tidak mentaati ketentuan tersebut (Pasal 19). misalnya di Amerika Serikat dan Jepang. Selanjutnya ketentuanketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut: 1. 2. Pemberi Waralaba adalah orang perseorangan atau badan usaha yang memberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan Waralaba yang dimilikinya kepada Penerima Waralaba. Aspek Legal Waralaba di Indonesia Format bisnis waralaba merupakan format bisnis yang telah terbukti mampu meningkatkan akselerasi perkembangan perekonomian. Kewajiban untuk melakukan pelaporan berkala atas perkembangan kegiatan usaha waralaba (Pasal 18).dengan penerima waralaba (Pasal 6). Keputusan Menteri perindustrian dan perdagangan RI No.

2. legalitas usaha Pemberi Waralaba. tata cara pembayaran imbalan. BAB V PENDAFTARAN 1. bantuan. b. laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir. j. hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba. Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba mengutamakan penggunaan barang dan/atau jasa hasil produksi dalam negeri sepanjang memenuhi standar mutu barang dan/atau jasa yang ditetapkan secara tertulis oleh Pemberi Waralaba. d. Pendaftaran perjanjian Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh pihak lain yang diberi kuasa. Pasal 11 Penerima Waralaba wajib mendaftarkan perjanjian Waralaba. dan hak ahli waris. pelatihan. h. dan tata cara perpanjangan. b. c. dan pengembangan kepada Penerima Waralaba secara berkesinambungan. data identitas Pemberi Waralaba. f. fotokopi legalitas usaha. dan pemasaran yang diberikan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba wilayah usaha. fotokopi perjanjian Waralaba. 2. e. penelitian. Pasal 12 (1) Permohonan pendaftaran prospektus penawaran Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 diajukan dengan melampirkan dokumen : a. Pasal 8 Pemberi Waralaba wajib memberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan. g. BAB IV KEWAJIBAN PEMBERI WARALABA 1. dan pemutusan perjanjian. dan h. Prospektus penawaran Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat paling sedikit mengenai : a. e. bimbingan operasional. 1. dan b. 2. fotokopi prospektus penawaran Waralaba. sejarah kegiatan usahanya. f. 2.d. Pasal 7 Pemberi Waralaba harus memberikan prospektus penawaran Waralaba kepada calon Penerima Waralaba pada saat melakukan penawaran. 2. struktur organisasi Pemberi Waralaba. kepemilikan. k. hak dan kewajiban para pihak. 1. perubahan kepemilikan. . Pasal 9 1. Pasal 6 Perjanjian Waralaba dapat memuat klausula pemberian hak bagi Penerima Waralaba untuk menunjuk Penerima Waralaba lain. Pendaftaran prospektus penawaran Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh pihak lain yang diberi kuasa. 2. fotokopi prospektus penawaran Waralaba. daftar Penerima Waralaba. jumlah tempat usaha. Penerima Waralaba yang diberi hak untuk menunjuk Penerima Waralaba lain. dan d. i. Pemberi Waralaba harus bekerjasama dengan pengusaha kecil dan menengah di daerah setempat sebagai Penerima Waralaba atau pemasok barang dan/atau jasa sepanjang memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba. pemasaran. g. harus memiliki dan melaksanakan sendiri paling sedikit 1 (satu) tempat usaha Waralaba. 1. fasilitas. Pasal 10 Pemberi Waralaba wajib mendaftarkan prospektus penawaran Waralaba sebelum membuat perjanjian Waralaba dengan Penerima Waralaba. fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemilik/pengurus perusahaan. fotokopi legalitas usaha. jangka waktu perjanjian. pengakhiran. bimbingan operasional manajemen. Permohonan pendaftaran perjanjian Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 diajukan dengan melampirkan dokumen: a. c. penyelesaian sengketa.

3.000. pendidikan dan pelatihan Waralaba. Sanksi administratif berupa pencabutan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (2) huruf c. Dalam hal perjanjian Waralaba belum berakhir. dan/atau c. dikenakan kepada Pemberi Waralaba yang tidak melakukan pendaftaran prospektus penawaran Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 atau Penerima Waralaba yang tidak melakukan pendaftaran perjanjian Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 setelah diterbitkannya surat peringatan tertulis ketiga. dan/atau f.00 (seratus juta rupiah). 2. 5. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan paling banyak Rp100. Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. b. permohonan diajukan kepada Direktorat . 1. 7. dikenakan kepada Pemberi Waralaba yang tidak melakukan pembinaan kepada Penerima Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 setelah diterbitkannya surat peringatan tertulis ketiga.000. c. maka kita wajib melaporkannya kepada kantor menperindag setempat. 1. e. Menteri melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Waralaba. dan/atau Pasal 11. dan Pasal 11. rekomendasi untuk mengikuti pameran Waralaba baik di dalam negeri dan luar negeri. Proses permohonan dan penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba tidak dikenakan biaya. Sanksi administratif berupa peringatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) huruf a. Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan pembinaan Waralaba. dikenakan kepada Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. Gubernur. Permohonan pendaftaran Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diajukan kepada Menteri. Pasal 10. Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain berupa pemberian : a. Pasal 10. Bagaimana Mendaftarkan Usaha Waralaba Jika kita memiliki usaha waralaba. Menteri menerbitkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba apabila permohonan pendaftaran Waralaba telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). BAB VII SANKSI Pasal 16 1. Bupati/Walikota sesuai kewenangannya masing-masing dapat mengenakan sanksi administratif bagi Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. b. Menteri dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam melaksanakan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 2. Pasal 17 2. Pasal 13 BAB VI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 14 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran Waralaba diatur dengan Peraturan Menteri. Pasal 18 2. 4. rekomendasi untuk memanfaatkan sarana perpasaran. pencabutan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba. Peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan paling banyak 3 (tiga) kali dalam tenggang waktu 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal surat peringatan sebelumnya diterbitkan. Prosedur pendaftarannya adalah sebagai berikut: 1. d. Menteri. bantuan perkuatan permodalan. Sanksi administratif berupa denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) huruf b.3. denda. 1. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. 2. peringatan tertulis. 6. penghargaan kepada Pemberi Waralaba lokal terbaik. bantuan konsultasi melalui klinik bisnis. Pasal 15 1. Bagi Franchisee/Master Franchisee/Franchisor yang berasal dari luar negeri.

Franchise Agreement (Perjanjian Waralabaa).Alamat Cabang disertai : a. 2. Copy NPWP Pemohon/Perusahaan. . Perlindungan Merek dan Kekayaan Intelektual Keberadaan UU berkaitan dengan perlindungan terhadap rahasia dagang yaitu UU No 30 tahun 2000 dan UU yang berkaitan dengan paten dan merek yaitu UU No 14 dan 15 Tahun 2001. Copy Surat Ijin Domisili. diharapkan dapat memberikan dorongan bagi dunia usaha di Indonesia untuk mulai terjun menggeluti dunia waralaba yang dikenal sebagai "The Great Inventions of Capitalism". Kesimpulan Berdasarkan hal-hal yang telah kami kemukakan di atas. Pengajuan hak atas merek atau paten diajukan kepada Departemen Hukum dan Perundang-undangan cq Dirjen HAKI. karena metode ini selain membawa keuntungan bagi para pihak. Memberitahukan barang/jasa yang didaftarkan.Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Copy Surat Ijin Gangguan. juga tidak bertentangan dengan nilai nilai islamnya. . . 5.Jenderal Perdagangan Dalam Negeri up. Contoh etiket merek sebanyak 30 lembar ukuran minimal 2x2 cm dan maksimal 9x9 cm. 2. Persyaratan bagi pengajuan pendaftaran merek dagang/jasa dan hak cipta/paten di Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Susunan manajemen. .Daftar Isian Permintaan (DIP). Copy NPWP jika terpisah. Formulir DIP dapat diperoleh di kantor Deperindag. 3. 4. Neraca 2 tahun kebelakang dan HAKI). Surat pendaftaran dilampiri dengan dokumen berikut: . . Berbisnis melalui waralaba adalah suatu jalan yang baik untuk dicoba. c. disertai copy gambar desain atau spesifikasi produk/jasa yang dipatenkan. maka ditarik kesimpulan bahwa hukum bisnis waralaba (franchise) sangat tergantung kepada kesesuaian bidang usaha bisnis franchise dan system serta mekanisme kerjasamanya dengan prinsip syariah dan ketiadaan dari segala tantangan syariah dalam bisnis tersebut namun secara umum. . Copy KTP Pemohon/Direktur Perusahaan. menjamin dilindunginya paten dan merek yang terdaftar dari tindakan pemakaian tanpa hak dan atau penjiplakan atribut merek untuk keuntungan pihak yang tidak memiliki hak atas paten/merek terdaftar tersebut.Keterangan tertulis dari Franchisor (Profil. yaitu peraturan tentang merek dan HAKI. d. Sedangkan bagi waralaba dalam negeri cukup mengajukannya kepada Kepala kantor Wilayah Depperindag setempat. Direktorat Perdagangan Dalam Negeri.Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). . Copy akte perseroan (jika atas nama perusahaan).Copi Standar Operations Procedures.SIUP dan Surat Izin Usaha dari instansi teknis terkait. Dengan telah diberlakukannya peraturan utama yang berkaitan dengan waralaba. b. . Direktur Bina Usaha Dalam Negeri.

Keegan. Prenhallindo. Routledge. 1993 Baros. Gramedia. Edisi Revisi. Manajemen Pemasaran Global. Wan Sadjaruddin.. PT. Bagaimana STARBUCKS Membangun Sebuah Perusahaan Secangkir Demi Secangkir. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 2002 . R. 1996 Danny Moss and Barbara deSanto (edt). Public Relations Cases. R. Jakarta. 1985 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1992: Tentang Merek Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1986: Tentang Paten Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982: Tentang Hak Cipta Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987: Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983: Tentang Pajak Penghasilan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1993: Tentang Pajak Pertambahan Nilai Tahun Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1982: Tentang Wajib Daftar Perusahaan Keputusan Menteri Perdagangan: Nomor:1458/Kp/XII/84: Tentang. Medan: USU Press Medan. International Perspectives. 1985 Surbekti. Jakarta: Pradnya Paramita. Pour Your Heart Into It. Tjitrosudibio. Roeseno. Beberapa Sendi Tentang Hukum Perikatan. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Hadiyanto. Aspek-Aspek Hukum Dalam Usaha Franchise. Makalah Pada Pertemuan Tentang Franchise di Jakarta. 2003 Warren J. 1993 Harjowidigdo. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Howard Schultz dan Dori Jones Yang. Perspektif Peraturan Perjanjian Franchise di Jakarta. London and New York.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful