You are on page 1of 4

1. Apakah yang dimaksud persyaratan pelaporan?

Jenis manakah dari informasi yang dilaporkan pada


umumnya bukanlah respon terhadap persyaratan pelaporan?
2. Apakah alternative-alternatif persyaratan pelaporan untuk pengendalian manajemen?
3. Apakah keunggulan dan kelemahan dari masing-masing, relative terhadap persyaratan pelaporan?
4. Bagaimana pelapor menentukan tujuan untuk mana informasi yang dilaporkan akan digunakan?
5. Bagaimana umpan balik, insentif, dan sanksi berinteraksi dengan dampak-dampak dari persayaratan
pelaporan?
6. Bagaimana penentuan waktu dari persyaratan pelaporan memengaruhi dampak-dampaknya?
https://yantoumm.wordpress.com/2007/11/28/akuntansi-keperilakuankonsep-dasar-dampaknya/
1. Bagaimana cara untuk memastikan mengenai apakah persyaratan pelaporan mengubah perilaku pelaporan?
adalah dengan mengamati perilaku dengan dan tanpa persyaratan pelaporan. Hal ini sebaiknya dilakukan
dalam eksperimen terkendali dimana satu-satunya hal yang dapat berubah adalah persyaratan pelaporan.
Masalah dalam kondisi alamiah ialah banyak hal-hal lain yang mengalami perubahan bersama dengan
persyaratan pelaporan yang menyulitkan untuk menentukan penyebab perilaku pelapor yang sedang diamati
2. Persyaratan pelaporan akan menimbulkan pengaruh perilaku di berbagai bidang dan juga Pengirim Informasi.
Bagaimana penilaian dampak terhadap pengirim infomasi?
Jawab:
Terdapat banyak cara untuk menilai dampak dari persyaratan pelaporan terhadap pengirim informasi. Yang
paling tersedia adalah pengambilan keputusan deduktif, yang melibatkan pemikiran secara hati-hati mengenai
bagaimana persyaratan pelaporan akan berinterasksi dengan kekuatan-kekuatan motivasional lainnya guna
membentuk perilaku manajer. Teknik ini sebaiknya selalu digunakan sebelum memberlakukan suatu
persyaratan pelaporan.
3. Seperti apa contoh dari syarat-syarat pelaporan?
a. Dapat Dipahami ( Understandability ) Pernahkah Anda membaca prospektus suatu perusahaan?
Sebuah prospektus perusahaan ditujukan untuk berbagai pihak, dengan harapan berbagai pihak
memahami kondisi keuangan perusahaan sehingga menimbulkan keputusan keuangan. Misalnya
seperti membeli saham atau obligasi perusahaan tersebut. Maka, sebuah informasi akuntansi
mempunyai syarat dapat dipahami maksudnya, sebuah informasi yang disajikan harus dapat
dipahami oleh berbagai pihak yang memakai laporan keuangan. Lalu asumsi yang digunakan,
yakni pemakai memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, serta
akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
b. Relevan ( Relevance )Informasi akuntansi harus sesuai dengan kondisi sebenarnya perusahaan saat
itu. Misalnya, ketika terjadi penilaian oleh akuntan publik apakah perusahaan masih bisa eksis atau
tidak, maka perusahaan harus memberikan data yang sebenarnya saat itu. Maksudnya,sebuah
informasi yang disajikan harus relevan dengan kebutuhan para pemakai dalam mengambil
keputusan ekonomi terhadap perusahaan, apakah yang bersifat menilai (evaluate) maupun
meramalkan (predictive).
c. Keandalan ( Reliability ) Maksudnya, sebuah informasi yang disajikan harus bebas dari pengertian
yang menyesatkan, atau kesalahan yang material, serta dapat diandalkan sebagai perjanjian yang
jujur dari keharusannya disajikan (realiable).
d. Dapat Diperbandingkan ( Comparability ) Karena informasi yang disajikan harus dapat
diperbandingkan oleh pemakai dari waktu ke waktu. Lalu apakah tujuannya? Agar dapat diketahui
kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan perusahaan. Maka pemakai pun harus dapat
membandingkan laporan keuangan antarperusahaan.
4. Bagaimana penentuan waktu dapat mempengaruhi prilaku dalam persyaratan pelaporan?
Dengan adanya syarat pelaporan salah satunya waktu, tentu adanya penentuan waktu tersebut akan
mendorong karyawan atau bawahan berusaha untuk menyelesaikan laporan sesuai waktu yang ditentukan.
Seperti kita ketahui, Laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan, sehingga jelas batas pelaporan
dari posisi harta, hutang, modal, pendapatan, dan biaya dari perusahaan yang akan dilaporkan. Waktu
penyajiannya harus dinyatakan dengan jelas dan disajikan dalam batas waktu yang wajar, dalam arti tidak
terlalu terlambat sehingga dapat digunakan oleh manajemen untuk mengambil keputusan yang sifatnya
manajerial maupun teknikal.
5. Bagaimana cara manajer untuk mengetahui syarat-syarat pelaporan sudah dipenuhi atau tidak untuk
memastikan keandalan informasi tersebut?
6. Kesalahan apa saja yang mungkin dapat dilakukan dalam membuat laporan keuangan?bagaimana cara
menanggulangi hal tersebut berhubungan dengan aspek keprilakuan? 1. Kesalahan yang disengaja Dalam
hal ini, laporan yang disusun oleh pembuat laporan terdapat kebohongan dan dilakukan dengan sengaja
untuk memenuhi kepentingan pribadi dan atau golongan. 2. Kesalahan yang tidak disengaja Terdapatnya
kesalahan akibat kurang akuratnya input informasi dan ketidakhati-hatian pelapor dalam melaporkannya.
Hal ini dikarenakan system informasi perusahaanyang tidak memadai. Untuk menanggulangi hal tersebut,
maka dibutuhkan fungsi audit pelaporan keuangan dari akuntan publik independen yang bersertifikasi,
dari audit internal oleh staf yang bertanggung jawab pada top manager untuk mengecek para bawahan di
tempat. Manager akan memberi peringatan kepada karyawan agar bisa mengubah prilakunya untuk bisa
bertanggung jawab dengan apa yang dia perbuat.
7. Apakah prilaku karyawan akan terpengaruhi jika karyawan mengetahui bahwa manager tidak
menggunakan seluruh informasi yang dilaporkan?

Pelaporan keuangan merupakan salah satu agenda utama perusahaan yang wajib dilaksanakan setiap satu
periode akuntansi perusahaan berakhir. Pelaporan keuangan meliputi informasi-informasi keuangan seperti
neraca, laba/rugi, arus kas dan lainlain. Persyaratan pelaporan dikenakan dan dipaksakan oleh beraneka ragam
orang dan organisasi dengan cara yang beraneka rupa. Setiap orang yang terlibat dalam perancangan atau
penggunaan sistem informasi perlu memahami dampak yang mungkin dari persyaratan pelaporan terhadap
pengirim informasi, serta bagaimana memprediksikan dan mengidentifikasikan dampaknya. Persyaratan
Pelaporan yang mempengaruhi Pada Perilaku Terdapat dua pendapat dari para psikolog terhadap perilaku
pelapor/pembuat laporan serta penerima laporan, yaitu:

1. Para psikolog mengakui bahwa perilaku orang lain tidak dapat dipaksakan sesuai dengan keinginan
seseorang atau kelompok.
2. Psikolog eksperimental bersama manajer dan badan regulasi berpendapat sesuai riset mereka bahwa secara
aktif mereka mencoba untuk mempengaruhi perilakuorang lain agar berjalan sesuai keinginan mereka.

Persyaratan pelaporan mengharuskan si pelapor untuk menyusun dan menyajikan laporan berupa
informasi-informasi hasil kinerja yang sebenarnya terjadi dalamperusahaan / organisasi. Terdapat pula
kemungkinan kesalahan yang dilakukan oleh pembuat laporan dalam membuat serta menyajikan pelaporan, yaitu:
1. Kesalahan yang disengaja Dalam hal ini, laporan yang disusun oleh pembuat laporan terdapat kebohongan dan
dilakukan dengan sengaja untuk memenuhi kepentingan pribadi dan atau golongan. 2. Kesalahan yang tidak
disengaja Terdapatnya kesalahan akibat kurang akuratnya input informasi dan ketidakhati-hatian pelapor dalam
melaporkannya. Hal ini dikarenakan system informasi perusahaanyang tidak memadai. Untuk menanggulangi hal
tersebut, maka dibutuhkan fungsi audit pelaporan keuangan dari akuntan publik independen yang bersertifikasi,
dari audit internal oleh staf yang bertanggung jawab pada top manager untuk mengecek para bawahan di tempat,
dan kunjungan sosial dari para penyandang dana dari badan layanan sosial. a. Antisipasi penggunaan informasi
Pengirim menggunakan persyaratan pelaporan itu sendiri, bersama-sama dengan informasi lainnya, untuk
mengantisipasi bagaimana penerima akan bereaksi terhadap informasi yang dilaporkan. Jika pengirim
mengantisipasi adanya suatu reaksi yang tidak menyenangkan terhadap informasi mengenai perilaku mereka
sekarang, mereka mungkin akan memodifikasi perilaku mereka sedemikian rupa, sehingga informasi yang
dilaporkan akan menimbulkan reaksi yang lebih diinginkan. b. Prediksi Pengirim Mengenai Penggunaan
Laporan oleh Sipemakai Seringkali timbul keraguan dalam diri pelapor untuk menentukan bagaimana penerima
menggunakan informasi dari laporannya. Biasanya penerima jarang sekali mengemukakan bagaimana mereka
menggunakan informasi tersebut. Hal ini menyebabkan pelapor kesulitan untuk memprediksi kapan dan
bagaimana laporan tersebut akan digunakan oleh penerima. Jika terjadi hal seperti itu, maka prediksi pelapor akan
didasarkan atas pengalaman sebelumnya. Kadang kala, bahkan ketika orang menyatakan dengan jelas mengenai
bagaimana mereka berencana untuk mengunakan informasi yang dilaporkan, mereka secara aktualnya
menggunakan informasi tersebut dengan cara yang mereka indikasikan atau janjikan tidak akan digunakan. c.
Insentif (Sanksi) Si penerima menginginkan agar laporan yang dibuat oleh pelapor memuat segala sesuatu yang
diinginkan oleh si penerima. Tetapi dalam beberapa kasus, pelapor sudah memprediksi respons penerima yang
tidak senang atas laporan tersebut sehingga pelapor enggan untuk melaporkannya. Kekuasaan penerima dalam
menindak pelapor yang bertindak indisipliner tersebut sangatlah penting. Penerima paling tidak harus
mendapatkan cukup kekuasaan, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memaksakan suatu
persyaratan pelaporan. Semakin besar kekuasaan penerima maka pelapor akan lebih berhati-hati dalam bertindak
untuk memastikan bahwa informasiyang dilaporkan akan diterima oleh penerima