You are on page 1of 26

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

STIMULASI PERSEPSI SENSORI


(HALUSINASI)

A. Latar Belakang
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK): Sosialisasi TAK adalah upaya
memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah
hubungan sosial. Salah satu gangguan hubungan sosial pada pasien
gangguan jiwa adalah gangguan persepsi sensori: halusinasi merupakan
salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien
gangguan jiwa. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana
pasien mengalami perubahan sensori persepsi; merasakan sensasi palsu
berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penghidung. Pasien
merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Dampak dari halusinasi
yang di derita klien diantaranya dapat menyebabkan klien tidak mempunyai
teman dan asyik dengan pikirannya sendiri. Salah satu penanganannya yaitu
dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan untuk
mengidentifikasi halusinasi dan mengontrol halusinasi yang dialaminya.

Dari beberapa kasus gangguan jiwa di RSJD Sambang Lihum khususnya di


ruang Intensif Pria () sebagian besar menderita halusinasi. Oleh karena itu,
perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang halusinasi.

B. Landasan Teori
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang
menggunakan aktivitas yang menggunakan aktivitas mempersepsikan
berbagai stimulasi yang terkait dengan pengalaman dengan kehidupan untuk
didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa
kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian masalah.

1
Dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi sensori halusinasi dibagi
6 sesi yaitu:
1. Sesi I : Sosialisasi dan Mengenal halusinasi
2. Sesi II : Mengenal halusinasi dengan cara menghardik
3. Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
4. Sesi IV : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
5. Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol halusinasi
dalam kelompok scara bertahap.
2. Tujuan Khusus
a. Klien mampu memperkenalkan diri
b. Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
c. Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
d. Klien dapat mengenal halusinasinya
e. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
f. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain
g. Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan cara patuh minum
obat.

D. Jenis TAK yang digunakan


1. TAK 1 sosialisasi, terdiri dari dua sesi yaitu sesi 1 memperkenalkan diri
dan sesi 2 berkenalan dengan anggota kelompok TAK dan mengenal
halusinasi
2. TAK 2 stimulasi persepsi sensori: halusinasi terdiri dari 2 sesi yaitu sesi
1 menghardik halusinasi serta mengevaluasi cara menghardik dan
bercakap cakap untuk mengontrol halusinasi

2
3. TAK 3 stimulasi persepsi sensori: halusinasi yaitu terdiri dari 2 sesi
yaitu sesi 1 mengevaluasi cara menghardik, melakukan aktifitas dan
sesi 2 mengenal obat

E. Klien
1. Kriteria klien
a. Klien yang bisa diajak berinteraksi dan berkomunikasi
b. Klien gangguan orientasi realita yang mulai terkontrol
c. Klien yang mengalami perubahan persepsi
d. Klien sehat secara fisik
e. Klien dalam keadaan tenang, kooperatif.
2. Proses seleksi
a. Mengobservasi klien yang masuk kriteria
b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria
c. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria
d. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok.

F. Kriteria hasil
1. Evaluasi struktur
a. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan di ruangan, dan
memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan.
b. Posisi tempat dilantai
c. Alat yang digunakan dalam kondisi baik.
d. Leader, Co-leader, Fasilitator, Observer berperan sebagaimana
mestinya.
2. Evaluasi proses
a. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga
akhir.
b. Leader mampu memimpin acara TAK.

3
c. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan
d. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan
e. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan
bertanggung jawab dalam antisipasi masalah.
f. Observasi sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada
kelompok berfungsi sebagai evaluator kelompok
g. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir.

3. Evaluasi hasil
Diharapkan 75% dari kelompok mampu menjelaskan apa yang sudah
digambarkan dan apa yang dilihat dan mampu memyampaikan
halusinasi yang dirasakan dengan jelas.

G. Antisipasi Masalah
1. Bila anggota menghindari setiap pertemuan, maka leader harus
memberitahukan anggota dan mengatur mereka berbicara langsung
kepada kelompok
2. Bila dalam kegiatan tersebut ada anggota yang membicarakan hal lain
dalam diskusi, leader harus memfokuskan pembicaraan.
3. Bila ada anggota yang menggunakan kekerasan fisik, maka leader
menegaskan bahwa hal tersebut tidak diketahui
4. Bila ada anggota kelompok keluar dari kegiatan terapi kelompok, maka
anggota kelompok yang bersangkutan harus membicarakan dengan
anggota kelompok lain
5. Bila ada anggota diskusi diam, maka fasilitator harus berperan aktif
6. Bila ada hal-hal di luar perencanaan, maka melibatkan perawat ruangan
7. Antisipasi Masalah
a. Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok
1) Memanggil klien
2) Memberi kesempatan kepada klien tersebut untuk menjawab
sapaan perawat atau klien yang lain.

b. Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit


1) Panggil nama klien
2) Tanya alasan klien meninggalkan permainan

4
3) Berikan penjelesan tentang tujuan permainan dan berikan
penjelasan pada klien bahwa klien dapat melaksanakan
keperluannya setelah itu klien boleh kembali lagi
c. Bila ada klien lain ingin ikut
1) Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada klien
yang telah di pilih
2) Katakan pada klien lain bahwa ada permainan lain yang
mungkin dapat diikuti oleh klien tersebut.
3) Jika klien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak
memberi peran permainan tersebut.

H. Tata tertib dalam pelaksanaan TAK


1. Peserta bersedia mengikuti TAK
2. Peserta hadir 5 menit sebelum acara di mulai
3. Peserta tidak boleh makan, minum,
4. Peserta tidak meninggalkan tempat sampai acara selesai
5. Peserta meminta izin dengan mengacungkan tangan ketika ingin ke
toilet
6. Seluruh peserta harus bermain secara sportif
7. Peserta harus menerima keputusan dan hasil akhir.

I. Pengorganisasian
1. TAK I : Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi
a. Pelaksanaan
Hari :
Jam :
Tempat : Ruang Intensif Pria () RSJD Sambang Lihum

b. Tim Terapis
1) Sesi I: memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama
lengkap, nama panggilan, alamat dan hobby
Leader : Randi Anggara
Co-leader : Taufikurrahman
Observer : Rahman Indra Jaya
Fasilitator : Syamsul Yakin
Toni Setyo Widodo

5
Taufik Rahman
Suprapto
Rizki Fitriadi
2) Sesi II: berkenalan dengan anggota kelompok lainnya
Leader : Taufikurrahman
Co-leader : Randi Anggara
Observer : Rahman Indra Jaya
Fasilitator : Toni Setyo Widodo
Syamsul Yakin
Rizki Fitriadi
Taufik Rahman
Suprapto

1) Uraian tugas pelaksana


a) Leader
i) Memimpin kegiatan : menjelaskan tujuan dan hasil yang
diharapkan
ii) Menjelaskan peraturan dan membuat kontrak dengan
peserta
iii) Menciptakan suasana dimana anggotanya dapat
menerima perbedaan dalam perasaan dan perilaku
dengan anggota lain
iv) Menetapkan tata tertib bagi anggota kelompok demi
kelancaran acara
v) Memberikan reinforcement positif terhadap peserta
vi) Memimpin kegiatan : menjelaskan tujuan dan hasil yang
diharapkan
vii) Menjelaskan peraturan dan membuat kontrak dengan
peserta

6
viii) Menciptakan suasana dimana anggotanya dapat
menerima perbedaan dalam perasaan dan perilaku
dengan anggota lain
ix) Menetapkan tata tertib bagi anggota kelompok demi
kelancaran acara
x) Memberikan reinforcement positif terhadap peserta
b) Co-leader
i) Membantu leader mengorganisasi anggota
ii) Apabila therapis aktivitas pasif di ambil ahli oleh Co-
leader
iii) Menggerakkan anggota kelompok.
c) Fasilitator
i) Ikut serta dalam kegiatan kelompok untuk aktif jalannya
permainan
ii) Memfasilitasi anggota dalam diskusi kelompok
iii) Memberikan stimulus dan motivator pada anggota
kelompok untuk aktif mengikuti jalannya terapis.
d) Observer
i) Mengobservasi jalannya TAK mulai dari persiapan,
proses dan penutup.
ii) Mencari serta mengarahkan respon klien
iii) Mencatat semua proses yang terjadi
iv) Memberi umpan balik pada kelompok
v) Melakukan evaluasi pada TAK
vi) Membuat laporan jalannya TAK.

c. Peserta TAK
1) Tn.R
2) Tn.M
3) Tn.Y
4) Tn.K
5) Tn.D
6) Tn.S
7) Tn.J

7
d. Metode dan media
1) Metode yang digunakan adalah dengan dinamika kelompok dan
bermain peran / simulasi
2) Media
a) HP
b) Lagu
c) Permen
d) gambar
e) Buku catatan dan pulpen
f) Jadwal kegiatan klien
e. Setting tempat
1) Klien dan terapi duduk bersama dalam lingkaran.
2) Ruangan nyaman dan tenang.

Gambar Setting Tempat

L
CL

K
K
F F

K
K

F
F

K
K

F K F

O
Keterangan:

: Leader

8
: Observer

: Fasilitator

: Klien

f. Proses pelaksanaan
1) Persiapan
a) Memilih klien sesuai dengan kriteria klien
b) Membuat kontrak dengan klien
c) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2) Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a) Memberi salam terapeutik :
i) Salam dari terapis
ii) Perkenalan nama dan panggilan terapis
b) Evaluasi / validasi : Menanyakan perasaan klien saat ini.
c) Kontrak :
i) Topik :menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu
memperkenalkan diri, berkenalan dan
bercakap-cakap dengan orang lain
ii) Waktu : 30 menit
iii) Tempat : di Ruang Intansif Care 3
iv) Menjelaskan tata tertib aturan main berikut :
(1) Peserta diharapkan mengikuti seluruh acara dari
awal hingga akhir
(2) Peserta tidak boleh berbicara bila belum diberi
kesempatan; peserta tidak diperkenankan memotong
pembicaraan orang lain.
(3) Tidak boleh ada peserta lain yang ikut ketika acara
TAK sudah berjalan
(4) Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok
harus meminta izin kepada terapis.
3) Kerja
Jelaskan kegiatan, yaitu kaset pada tape recorder akan
dihidupkan pada pasien imbalan sebelum ke TAK stimulus
persepsi

9
a) Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap,
nama panggilan, alamat dan hobby
b) Berkenalan
i) Menjelaskan kegiatan yang dilakukan yaitu:
mencocokkan gambar seperti baju dengan celana, sendok
dengan piring, kaos kaki dengan sepatu.
ii) Gambar yang cocok menjadi satu pasangan untuk saling
berkenalan dengan temannya.
iii) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan, lanjut sesi I stimulus
persepsi mengidentifikasi halusinasi
4) Terminasi
a) Evaluasi
i) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
ii) Mengevaluasi kembali kegiatan yang sudah diajarkan
iii) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b) Rencana tindak lanjut
i) Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih
memperkenalkan diri kepada orang lain di kehidupan
sehari-hari.
ii) Memasukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal
kegiatan harian klien.
c) Kontrak yang akan datang
i) Terapis membuat kontrak untuk TAK yang akan datang.
ii) Menyiapkan waktu dan tempat
5) Evaluasi dan dokumentasi
a) Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung,
khususnya pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien
melakukan TAK. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan
klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 1:
mengevaluasi kemampuan klien memperkenalkan diri . sesi
2: mengevaluasi kemampuan klien untuk berkenalan dengan
peserta lain.

10
LEMBAR OBSERVASI TAK SESI 1
a) Kemampuan Memperkenalkan diri
Kemampuan verbal
Nama klien
No Aspek yang dinilai Th. Tn. Tn. Tn. Tn. Tn. Tn.
R M Y K D S J
1 Menyebutkan nama
lengkap
2 Menyebutkan nama
panggilan
3 Menyebutkan asal
4 Menyebutkan hobi
Jumlah

LEMBAR OBSERVASI TAK SESI 2


b) Kemampuan berkenalan
Kemampuan verbal

Nama klien
No Aspek yang dinilai Th. Tn. Tn. Tn. Tn. Tn. Tn.
R M Y K D S J
1 Kemampuan klien
mencocokkan gambar
2 Kemampuan klien
berkenalan dengan
orang lain
Jumlah

Petunjuk:
1) Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien
mengikuti TAK
2) Untuk tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi
tanda () jika ditemukan pada klien atau tanda (X) jika
tidak ditemukan.

11
3) Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau
4 klien mampu, dan jika nilai 0,1 dan 2 klien belum
mampu.
b) Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK
pada catatan proses keperawatan tiap klien. Misalnya, Klien
mengikuti sesi 1 TAKS, Klien mampu memperkenalkan diri
secara verbal dan nonverbal, dianjurkan klien
memperkenalkan diri pada klien lain diruang rawat (buat
jadwal)

2. TAK II : Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Sensori :


Halusinasi, Mengidentifikasi halusinasi dan Menghardik halusinasi serta
Mengevaluasi cara menghardik halusinasi.
a. Pelaksanaan
Hari :
Jam :
Tempat : Ruang Intensif Pria () RSJD Sambang
Lihum
b. Tim Terapis
1) Sesi I Mengidentifikasi halusinasi
Leader : Rahman Indra Jaya
Co-leader : Toni Setyo Widodo
Fasilitator : Randi Anggara
Taufikur Rahman
Taufikurrahman
Rizki Fitriadi
Syamsul
Observer : Suprapto

Sesi II Menghardik halusinasi serta mengevaluasi cara


menghardik halusinasi
Leader : Taufikurrahman
Co-leader : Taufikur Rahman
Fasilitator : Suprapto

12
Randi Anggara
Toni Setyo Widodo
Rahman Indra Jaya
Syamsul
Observer : Rizki Fitriadi
2) Uraian Tugas Pelaksanaan
a) Leader
i) Memimpin kegiatan : menjelaskan tujuan dan hasil yang
diharapkan
ii) Menjelaskan peraturan dan membuat kontrak dengan
peserta
iii) Menciptakan suasana dimana anggotanya dapat
menerima perbedaan dalam perasaan dan perilaku
dengan anggota lain
iv) Menetapkan tata tertib bagi anggota kelompok demi
kelancaran acara
v) Memberikan reinforcement positif terhadap peserta
vi) Memimpin kegiatan : menjelaskan tujuan dan hasil yang
diharapkan
vii) Menjelaskan peraturan dan membuat kontrak dengan
peserta
viii) Menciptakan suasana dimana anggotanya dapat
menerima perbedaan dalam perasaan dan perilaku
dengan anggota lain
ix) Menetapkan tata tertib bagi anggota kelompok demi
kelancaran acara
x) Memberikan reinforcement positif terhadap peserta
b) Co-leader
i) Membantu leader mengorganisasi anggota
ii) Apabila therapis aktivitas pasif di ambil ahli oleh Co-
leader
iii) Menggerakkan anggota kelompok.
c) Fasilitator

13
i) Ikut serta dalam kegiatan kelompok untuk aktif jalannya
permainan
ii) Memfasilitasi anggota dalam diskusi kelompok
iii) Memberikan stimulus dan motivator pada anggota
kelompok untuk aktif mengikuti jalannya terapis.
d) Observer
i) Mengobservasi jalannya TAK mulai dari persiapan,
proses dan penutup.
ii) Mencari serta mengarahkan respon klien
iii) Mencatat semua proses yang terjadi
iv) Memberi umpan balik pada kelompok
v) Melakukan evaluasi pada TAK
vi) Membuat laporan jalannya TAK.

c. Peserta TAK
1. Tn. M
2. Tn.R
3. Tn.M
4. Tn.Y
5. Tn.K
6. Tn.D
7. Tn.S
8. Tn.J

d. Metode dan media


1) Metode yang digunakan adalah dengan dinamika kelompok dan
bermain peran / simulasi dan tanya jawab
2) Media
a) Laptop
b) Lagu
c) Gambar
d) Buku catatan dan pulpen
e) Jadwal kegiatan klien

e. Setting tempat
1) Klien dan terapi duduk bersama dalam lingkaran.
2) Ruangan nyaman dan tenang.
Gambar Setting Tempat

14 L
CL
F
F

K
K

K
K

F
F

K
K

F K F

Keterangan:

: Leader

: Observer

: Fasilitator

: Klien

f. Proses pelaksanaan
1) Persiapan
a) Memilih klien sesuai dengan kriteria klien
b) Membuat kontrak dengan klien
c) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2) Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a) Memberi salam terapeutik :
i) Salam dari terapis

15
ii) Perkenalan nama dan panggilan terapis
b) Evaluasi / validasi : Menanyakan perasaan klien saat ini.
c) Kontrak :
i) Topik : Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu Menyebutkan
isi, jenis, waktu, frekuensi, situasi halusinasi
muncul dan respon ketika halusinasi muncul dan
menghardik halusinasi.
ii) Waktu : 30 menit
iii) Tempat : di Ruang Intansif Care 3
iv) Menjelaskan tata tertib aturan main berikut :
(1) Peserta diharapkan mengikuti seluruh acara dari
awal hingga akhir
(2) Peserta tidak boleh berbicara bila belum diberi
kesempatan; peserta tidak diperkenankan memotong
pembicaraan orang lain.
(3) Tidak boleh ada peserta lain yang ikut ketika acara
TAK sudah berjalan
(4) Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok
harus meminta izin kepada terapis.
3) Tahap kerja
a) Jelaskan kegiatan, yaitu kaset pada tape recorder akan
dihidupkan pada sesi 1 : Menyebutkan isi, jenis, waktu,
frekuensi, situasi halusinasi muncul dan respon ketika
halusinasi muncul.
i) Leader mejelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu
mengenal suara-suara yang didengar (halusinasi) tentang
isi, jenis, waktu, frekuensi dan situasi serta respon ketika
halusinasi datang
ii) Leader meminta klien menceritakan isi halusinasi, waktu
terjadinya, situasi yang membuat terjadi dan perasaan
klien saat terjadi halusinasi.
iii) Beri pujian pada klien yang melakukan dengan baik
iv) Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi pada saat terjadi dan
perasaan klien dari suara yang biasa di dengar.
b) Sesi 2 : Menghardik Halusinasi
Menjelaskan kegiatan yang dilakukan yaitu: cara menghardik
halusinasi

16
i) Gambar yang cocok menjadi satu pasangan untuk
melakukan cara menghardik halusinasi
ii) Leader meminta klien menceritakan apa yang dilakukan
pada saat mengalami halusinasi dan bagaimana hasilnya.
Ulangi sampai semua pasien mendapatkan giliran.
iii) Beri pujian untuk tiap setiap klien selesai bercerita.
iv) Leader menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan
menghardik halusinasi pada saat halusinasi muncul
v) Co-leader memperagakan cara menghardik halusinasi
yaitu : Pergi-pergi jangan ganggu saya, kamu suara
palsu...! atau jika halusinasinya penglihatan, bisa
dengan : pergi-pergi jangan ganggu saya, kamu Itu
tidak nyata.....!
vi) Leader meminta masing-masing klien memperagakan
cara menghardik halusinasi
vii) Leader memberi pujian dan mengajak semua pasien
tepuk tangan setiap kali memperagakan halusinasi

4) Tahap terminasi
a) Evaluasi
i) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
ii) Mengevaluasi kembali kegiatan yang sudah diajarkan
iii) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b) Rencana tindak lanjut
i) Leader meminta untuk melaporkan isi, waktu, situasi dan
perasaan jika halusinasi muncul
ii) Menganjurkan tiap anggota kelompok mengidentifikasi
halusinasi dan menghardik halusinasi
iii) Memasukkan kegiatan menghardik halusinasi pada
jadwal kegiatan harian klien.
c) Kontrak yang akan datang
i) Menyepakati TAK yang akan datang: Cara mengontrol
halusinasi dengan bercakap-cakap dan mengenal obat
ii) Menyepakati waktu dan tempat.

g. Evaluasi dan dokumentasi


1) Evaluasi

17
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung,
khususnya pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien
melakukan TAK. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan
klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 1:
mengevaluasi kemampuan klien mengidentifikasi halusinasi. sesi
2: mengevaluasi kemampuan klien untuk menghardik halusinasi.

LEMBAR OBSERVASI TAK 2 SESI 1


Stimulasi Persepsi Sensori: Halusinasi Kemampuan verbal
menyebutkan isi, jenis, waktu, frekuensi, situasi halusinasi
muncul dan respon ketika halusinasi muncul dan menghardik
halusinasi
Nama klien
No Aspek yang dinilai Th. Tn. Tn. Tn. Tn. Tn. Tn.
R M Y K D S J
1 Menyebutkan isi
halusinasi
2 Menyebutkan jenis
halusinasi
3 Menyebutkan waktu x x x x
halusinasi
4 Menyebutkan respon x x x x
saat halusinasi datang
Jumlah

LEMBAR OBSERVASI TAK SESI 2


Kemampuan Menghardik Halusinasi
Kemampuan verbal
Nama klien
No Aspek yang di nilai Th. Tn. Tn. Tn. Tn. Tn. Tn.
R M Y K D S J
1 Menyebutkan cara
yang selama ini
digunakan untuk
mengatasi halusinasi
2 Kemampuan
memperagakan cara
menghardik halusinasi
Jumlah

18
Petujuk pengisian :
a) Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama
b) Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan mengenal
halusinasi; isi, waktu, jenis dan respon saat halusinasi
datang. Beri tanda jika klien mampu dan berikan tanda X
jika tidak mampu.

2) Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK
pada catatan proses keperawatan tiap klien. Misalnya, Klien
mengikuti sesi 1 TAK, Klien mampu mengidentifikasi halusinasi,
dianjurkan klien menghardik halusinasi pada klien lain diruang
rawat (buat jadwal)

3. TAK III : Mengevaluasi cara menghardik halusinasi, Bercakap-


cakap dan Mengenal obat
a. Pelaksanaan
Hari :
Jam :
Tempat :
b. Tim Terapis
1) Sesi I Mengevaluasi cara menghardik halusinasi dan bercakap-
cakap
Leader : Toni Setyo Widodo
Co-leader : Suprapto
Fasilitator : Taufkurrahman
Taufik Rahman
Syamsul
Rahman Indra Jaya
Rizki Fitriadi Fitriadi
Observer : Randi Anggara

2) Sesi II Mengenalkan obat


Leader : Suprapto
Co-leader : Rizki Fitriadi

19
Fasilitator : Taufik Rahman
Randi Anggara
Toni Setyo Widodo
Syamsul
Taufikurrahman
Observer : Rahman Indra Jaya
3) Uraian Tugas Pelaksanaan
a) Leader
i) Memimpin kegiatan : menjelaskan tujuan dan hasil
yang diharapkan
ii) Menjelaskan peraturan dan membuat kontrak dengan
peserta
iii) Menciptakan suasana dimana anggotanya dapat
menerima perbedaan dalam perasaan dan perilaku
dengan anggota lain
iv) Menetapkan tata tertib bagi anggota kelompok demi
kelancaran acara
v) Memberikan reinforcement positif terhadap peserta
vi) Memimpin kegiatan : menjelaskan tujuan dan hasil
yang diharapkan
vii) Menjelaskan peraturan dan membuat kontrak dengan
peserta
viii) Menciptakan suasana dimana anggotanya dapat
menerima perbedaan dalam perasaan dan perilaku
dengan anggota lain
ix) Menetapkan tata tertib bagi anggota kelompok demi
kelancaran acara
x) Memberikan reinforcement positif terhadap peserta
b) Co-leader
i) Membantu leader mengorganisasi anggota
ii) Apabila therapis aktivitas pasif di ambil ahli oleh Co-
leader
iii) Menggerakkan anggota kelompok.
c) Fasilitator
i) Ikut serta dalam kegiatan kelompok untuk aktif
jalannya permainan
ii) Memfasilitasi anggota dalam diskusi kelompok

20
iii) Memberikan stimulus dan motivator pada anggota
kelompok untuk aktif mengikuti jalannya terapis.
d) Observer
i) Mengobservasi jalannya TAK mulai dari persiapan,
proses dan penutup.
ii) Mencari serta mengarahkan respon klien
iii) Mencatat semua proses yang terjadi
iv) Memberi umpan balik pada kelompok
v) Melakukan evaluasi pada TAK
vi) Membuat laporan jalannya TAK.

c. Tujuan
1) Klien memahami pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain
untuk mencegah munculnya halusinasi
2) Klien dapat bercakap-cakap dengan orang lain untuk mencegah
halusinasi
d. Peserta TAK
1. Tn.R
2. Tn.M
3. Tn.Y
4. Tn.K
5. Tn.D
6. Tn.S
7. Tn.J
1. Tn.S

2. Tn.S

3. Tn.S

Tn.S

Tn.S

Tn.S

Tn.S

e. Metode dan media

21
1) Metode yang digunakan adalah dengan dinamika kelompok dan
bermain peran / simulasi dan tanya jawab

2) Media
a) Laptop
b) Lagu
c) Gambar
d) Buku catatan dan pulpen
e) Jadwal kegiatan klien

f. Setting tempat
1) Klien dan terapi duduk bersama dalam lingkaran.
2) Ruangan nyaman dan tenang.

Gambar Setting Tempat

CL F
F
K
K

K
K

F
F

K
K

F K F

Keterangan:

: Leader

: Observer

: Fasilitator

22
: Klien

g. Proses pelaksanaan
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan kriteria klien
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Memberi salam terapeutik :
i) Salam dari terapis
ii) Perkenalan nama dan panggilan terapis
b. Evaluasi / validasi : Menanyakan perasaan klien saat ini.
c. Kontrak :
i) Topik : Mengevaluasi Cara Menghardik Halusinasi,
Becakap-cakap dan Mengenal Obat
ii) Waktu : 30 menit
iii) Tempat : di Ruang Intansif Care 3Sambang Lihum
iv) Menjelaskan tata tertib aturan main berikut :
(1) Peserta diharapkan mengikuti seluruh acara dari awal
hingga akhir
(2) Peserta tidak boleh berbicara bila belum diberi
kesempatan; peserta tidak diperkenankan memotong
pembicaraan orang lain.
(3) Tidak boleh ada peserta lain yang ikut ketika acara
TAK sudah berjalan
(4) Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok
harus meminta izin kepada terapis.
3. Tahap kerja
a. Jelaskan kegiatan, yaitu kaset pada tape recorder akan
dihidupkan
b. Sesi 1: Mengevaluasi cara menghardik halusinasi, bercakap-
cakap
c. Sesi 2: Mengenalkan Obat
1) Menjelaskan kegiatan yang dilakukan yaitu: menjelaskan
nama,fungsi serta cara penggunaan obat yang sesuai dengan
prinsip 5 benar obat
2) Mengingatkan pentingnya keteraturan dalam penggunaan
obat (jangan putus obat)

23
3) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Mengevaluasi kembali kegiatan yang sudah diajarkan
3) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1) Menganjurkan tiap anggota kelompok mengevaluasi cara
menghardik halusinasi.
2) Memasukkan kegiatan menghardik halusinasi dan
bercakap-cakap dengan orang lain serta minum obat pada
jadwal kegiatan harian klien.

h. Evaluasi Dan Dokumentasi


1. Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya
pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan
TAK. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 1: mengevaluasi
kemampuan klien menghardik halusinasi, bercakap-cakap dan
Sesi 2: mengenali obat.

LEMBAR OBSERVASI TAK 3 SESI 1


Mengevaluasi Kemampuan Menghardik Halusinasi
a. Kemampuan verbal
Nama klien
Aspek yang Tn.S Tn. J Tn. Tn. Tn.I Tn. Tn.S
No
dinilai T R SL R

24
Kemampua
n klien
1
mencocokka
n gambar
Kemampua
n
2
menghardik
halusinasi
Jumlah

LEMBAR OBSERVASI TAK 3 SESI 1


Kemampuan bercakap-cakap
a. Kemampuan verbal
Nama klien
Aspek yang Tn.S Tn. J Tn. Tn. Tn.I Tn. Tn.SR
No
dinilai T R SL

Kemampua
n klien
1
mencocokka
n gambar
Kemampua
n bercakap-
2 cakap
dengan
orang lain
Jumlah
Petunjuk:
1) Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien
mengikuti TAK
2) Untuk tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi
tanda () jika ditemukan pada klien atau tanda (X) jika tidak
ditemukan.
3) Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau 4
klien mampu, dan jika nilai 0,1 dan 2 klien belum mampu.

LEMBAR OBSERVASI TAK 3 SESI 2


Kemampuan patuh minum obat untuk mencegah halusinasi

25
No Nama Menyebutkan 5 Menyebutkan Menyebutkan tidak
klien benar cara minum keuntungan minum patuh minum obat
obat obat
1 Tn.S

2 Tn.J

3 Tn.S

4 Tn.S

5 Tn.S

6 Tn.S

7 Tn.S

Petunjuk
1) Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom
nama Klien
2) Untuk setiap klien beri penilaian kalau mampu dan beri
X kalau tidak mampu.

2. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK
pada catatan proses keperawatan tiap klien. Misalnya, Klien
mengikuti sesi 1 TAK, Klien mampu menghardik halusinasi,
bercakap-cakap dengan orang lain dan minum obat pada klien
lain diruang rawat (buat jadwal)

26