You are on page 1of 9

BAB V

PERHITUNGAN MOTOR MENGGUNAKAN


SATUAN INTERNASIONAL (SI)

A. Daya Indikator dan Daya Efektif

Gambar 24

Pada saat piston ring didepan maka D1


tidak sama dengan D2, namun piston
ring terpasang D1= D2 disebut D =
diameter silinder dan S = langkah torak.

Luas lingkaran = R2 R=1


2
= . ( 1 D )2
2
= D2 =3
4
= 3,14 D2
4

Luas lingkaran = 0,785 D2


Volume silinder = V = 0,785 D2.S
Usaha = A = 0,785 D2. S.Po
Daya = Po = 0,785 D2.S.Po.n tiap

Daya thersitis = Po = 0,785


D2.S.n.2.Po
untuk seluruh silinder.

Daya theritis P0 terdiri dari daya


Indikator Pi dan daya efektif Pe, begitu

Juga tekanan rata - rata Po terdiri dari


Tekanan rata - rata indikator PI dan
Tekanan rata - rata efektif Pe sehingga
untuk motor 2 takt kerja tunggal.
2
Pi = 0,785 D .S.n.2.pi.100

2
Pe = 0,785 D .S.n.2.pe.100
2 2
Untuk motor 2 takt kerja ganda : Pi = 0,785 (2D d ) s.n.z.pi.100
2 2
Pe = 0,785 (2D d ) s.n.z.pe100

Sedangkan untuk motor 4 takt kerja tunggal : untuk motor 4 takt k. ganda

Pi = 0,785 D.S.n..Pi.50 Pi = 0,785 ( 2D d ) s.n. .Pi

Pe = 0,785 D.S.n..Pe.50 Pe = 0,785 ( 2D d ) s.n..Pe

Dimana : Pi = daya indikator dalam IKW


Pe = daya efektif dalam EKW
D = diameter silinder dalam meter D = diameter torak
S = langkah torak dalam meter d = diameter batang torak ( m )
N = putaran motor dalam RPS
= jumlah silinder dalam buah
Pi = tekanan rata-rata indikator dalam bar
Pe = tekanan rata-rata efektif dalam bar

B. Konstante Silinder ( volume langkah = piston displacement ) Kerja Tunggal &


Ganda

1. Konstante Silinder ( volume langkah = piston displacement )

Dari rumus tersebut diatas ternyata :

K sil = 0,785 D.S Ksil = volume langkah = Vs

Km = K sil . Ksil dan Km berlaku untuk motor 2 takt atau


4 tak

Sehingga :
Pi = Ksil . 2 . n . Pi . 100
Pe = Ksil . 2 . n . Pe. 100 2 takt

Pi = K sil . 2 .n . pi . 50
Pe = K sil . 2 . n . pe . 50 4 takt

dimana : K sil = konstante silionder dalam tanpa satuan


Km = konstante motor dalam tanpa satuan
D = diameter silinder dalam motor
S = langkah torak dalam motor

2. Konstante silinder kerja ganda


2
Ksil = 0,785 ( 2D d ) D = diameter torak ( m )

Km = K sil . D = diameter batang torak ( m )

C. Rendemen - Rendemen

Didalam mempelajari motor, terdapat 3 ( tiga ) rendemen saat motor sedang


berjalan yaitu:

1. Rendemen thermis ( th ) adalah perbandingan panas yang diserap silinder


terhadap panas pembakaran bahan bakar, dapat ditulis :

th = Q sil = Pi____
Qbb bi . Pi . NO

th = 1___
bi . NO Untuk motor 2 takt atau 4 takt

2. Rendemen total (tot) adalah perbandingan panas yang diserap poros engkol
terhadap panas pembakaran bahan bakar, dapat ditulis

tot = Q poros = Pe_____


Qbb be . Pe . NO

tot = 1___
be . NO Untuk motor 2 takt atau 4 takt

3. Rendemen mekanis ( m ) adalah perbandingan panas yang diserap poros


engkol terhadap panas yang diserap silinder, dapat ditulis :

m = Q poros __ = Pe_ = 0,785 D2.s.n.2.Pe.100_


Q silinder Pi 0,785 D2.s.n.2.Pi.100

m = Pe = Pe
Pi Pi Untuk 2 takt atau 4 takt
Atau m = tot = 1 = 1
th be.NO bi . NO

M = tot = bi
th be untuk 2 takt atau 4 takt

m = Pe = Pe = tot = bi untuk 2 takt atau 4 takt


Pi Pe th be

Dimana : th = rendemen thernis dalam %


Bi = pemakaian bahan bakar spesific indikator dalam kg/IKW-detik dimotor
Be = pemakaian bahan bakar spesific efektif dalam kg/EKW-detik dipompa
Bahan bakar
NO= nilai pembakaran (opek) bahan bakar dalam kj/kg . b . bakar
tot= rendemen total dalam %
m = rendemen mekanis dalam%

a. Daya Gesekan Mekanis

Sebagaimana diketahui bahwa daya indikator Pi adalah daya yang dihasilkan


akibat panas yang diserap oleh silinder Qsil yang terdapat diruang pembakaran
(conbustion chamber) karena timbul gesekan gesekan antara gesekan piston ring
terhadap silinder, gesekan piston pim dengan bearingnya, gesekan CROSSHEAD
pin dengan bearingnya, gesekan cremk pin dengan bearingnya dan gesekan main
jurnal dengan bearingnya maka daya gesekan (Pt) = gesekan-gesekan sehingga :

Pe = Pi - Pt Atau Pt = Pi - Pe

Atau Qgesekan mekanis = Qsil Q poros = th - tot

Dimana : Pt = daya gesekan mekanis dalam KW


Sehingga :
Qgesekan mekanis = Pi Pe = Qsil Qporos = th -tot
b. Perbandingan Kompresi dan Derajat Pengisian

Dalam halaman 20 dan halaman 21, telah ditentukan bahwa :

= (Vs Vx) + Vc Dp = (Vs Vx) + Vc


Vc
dan
Vs

dimana : = perbandingan kompresi untuk 2 takt atau 4 takt (tanpa satuan)


dp= derajat pengisian untuk 2 takt atau 4 takt (tanpa satuan)
Vs = volume langkah dalam m (%)
Vx = volume pada saat torak berada pada jarak X meter setelah TMB
dalam m(%)
(Vs Vx) = volume awal kompresi dalam meter (%)
Vc = volume akhir (volume ruang rugi) dalam m (%)

Gambar 25

c. Kecepatan Rata - Rata Torak

Dalam halaman 21 telah dijelaskan bahwa : Cm = 2Sn untuk 2 takt atau 4 takt
Dimana : Cm = kecepatan Rata-Rata torak dalam m/detik
S = langkah torak dalam m
N = putaran poros motor dalam RPS (Revolution Per Seemd) =
putaran tiap Detik

d. Nilai pembakaran (opek) bahan bakar.

- Bila komposisi bahan bakar diketahui, seperti carbon, hydrogen, sulprul dll maka :

NO = 340 C + 1200 (H 0 ) + 105 S


8
Dimana : NO = nilai opek bahan bakar dalam kj/kg
C,H,N dan S = komposisi b. bakar tidak dalam %

e. Pemakaian bahan bakar dan pemakaian bahan bakar tiap injeksi

- pemakaian bahan bakar = B =bi . pi . = be .pe untuk 2 takt (4 takt)

- pemakaian bahan bakar/injeksi =


Binj = bi . pi = be . pe
.n . n
2 takt

Vinj = B inj
bb 2 takt

untuk motor 4 takt :


B inj = bi . Pi . 2 = be . Pe . 2
.n .n

V inj = Binj
bb

Dimana : B = pemakaian bahan bakar dalam kg/ detik


Bi = pemakaian bahan bakar spesific indikator dalam kg
Ikw det
Be = pemakaian bahan bakar spesifik efektif dalam kg / EKW detik
Pi = daya indikator dalam I KW
Pe = daya efektif dalam EKW
B inj = pemakaian bahan bakar tiap injeksi tiap silinder tiap proses dalam
Kg
V inj = volume bahan bakar tiap silinder / proses dalam litrer
bb = berat jenis bahan bakar dalam kg / dm
f. Waktu Pembukaan Dan Penutupan Katup-katup

Pembukaan katup-katup (katup masuk, katup buang, katup pengabut, katup udara
start dll) ialah :
T=
360 . n Untuk 2 takt (4 takt)

T = waktu katup terbuka tertutup dalam detik ( waktu penyemprotan atau


Pembilasan )
= sudut ssaat katup terbuka atau tertutup dalam derajat engkol
n = putaran dalam RPS.

g. Gaya dorong baling baling

F dorong = 1,944 Pe . b
V

Dimana : F dorong = gaya dorong baling baling dalam KN


b = Rendemen baling-baling dalam %
v = kecepatan kapal dalam knots

h. Momen Puntir Poros Engkol

Mw = 0,159 Pe
Dimana : Mw = momen puntir poros engkol dalam KNm
n Pe = daya efektif EKW
N = putaran dalam RPS

i. Momen Putaran (tompential) Poros Engkol

Mp = Ft . R Ft = Fp sin ( + ) Fp = 0,785 D (j)


Cos

Dimana : Mp = momen putar poros engkol dalam KNm


Ft = gaya tompential dalam KN
Fp = gaya piston dalam KN
Pg = tekanan gas dalam bar

j. Momen Guling

Mg = F ( cos + R cos ) Dimana : Mg = momen guling dalam KNm


F = gaya silinder (KN)
= panjang batang penggerak (m)
R = jari jari engkol = 1 S
2

k. Pompa bahan bakar BOSCH

V inj = 0,785 dp . Sp Pp = V inj . n . Pp .100 (2 takt)

Pp = Vinj . . Pp . 50 (4 takt)

dimana : Vinj = volume injeksi bahan bakar dalam m


dp = diameter plinyer dalam m
Sp = langkah plinyer dalam m
Pp = daya pompa dalam KW

l. Konversi dari Satuan Matrik ke Satuan Internatif

1 kg/cm = 10 N/m = 0,968 bar


1 kg = 10 N
1 kcal = 4,187 kj
1 kcal /kg = 4,187 kj/kg
1 Kgm = 0,01 kj
1 HP = 0,736 Kw = 736 watt
1,36 HP = 1 kw = 1kj/det = 1 KNm/det
1 gram / IHP jam = 1,36 gram /Ikw jam = 0,00038 gr/Ikw det
1 gram / EHP jam = 1,36 gram /EKW jam = 0,00038 gr/EKW det
1 mile/jam = I knot = 0,5144 m/det