You are on page 1of 3

LAPORAN ANALISA (REPORT ANALYSIS)

(Prayoga Kurniawan, 03071281520050)

1.1. Analisa Petrografi

Analisa petrografi dilakukan secara kuantitatif untuk mengetahui komponen organik


dalam batubara dengan bantuan mikroskop. Komponen organik terdiri tiga komponen utama
yaitu: vitrinite, liptinite dan inertinite. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui jumlah
atau komposisi maseral yang terdapat dalam batubara. Dalam hal ini setiap maseral yang terdapat
di tiap sayatan diindetifikasi dan dihitung jumlahnya. Hasil dari analisa petrografi batubara ini
adalah jumlah kelompok maseral vitrinit, liptinit dan inertinit didalam suatu sampel batubara.
Dari data jumlah kandungan maseral tersebut nantinya dapat digunakan sebagai penentuan
lingkungan pengendapan (TPI dan GI) serta penarikan coal rank.

1.2. Interpretasi Fasies

Dalam menentukan fasies serta lingkungan pengendapan batubara, perlu dilakukan


perhitungan nilai TPI dan GI serta memplotkan nilai tersebut ke dalam model Lamberson (1991).
Keempat sample telah dihitung nilai TPI dan GI dan kemudian diplotkan ke dalam model
Lamberson (1991) maka didapatkan hasil seperti gambar 1.

Cara perhitungan TPI dan GI:

++++
TPI =
++

+
GI =
( )
Gambar 2. Hasil ploting nilai TPI dan GI setiap sample ke dalam diagram Lamberson (1991)

1.3. Interpreasi Coal Rank

Dari 4 sampel yang diamati secara petrografi, 3 sample tidak memiliki kandungan
kelompok maseral liptinite dan 1 sampel memiliki kandungan liptinite yang kecil (0,6%).
Berdasarkan model diagram yang dibuat oleh Smith & Cook (1980) (Gambar 2), maseral
liptinite akan sangat rendah atau hilang pada rank batubara bituminus low volatile keatas. Dari
model tersebut, penulis menginterpretasikan bahwa 4 sampel tersebut memiliki coal rank:
Bituminus low volatil Antrasit.
Gambar 2. Diagram Smith & Cook (1980)