You are on page 1of 4

2.

4 Metabolisme Energi
Energi matahari merupakan sumber mula energi dalam sel hidup. Aliran energi yang
dimulai dari sinar matahari ditangkap sel yang berfotosintesis, lalu diubah menjadi energi kimia
(ATP dan NADPH), yang selanjutnya dipakai oleh sel heterotrop untuk melangsungkan segala
macam kegiatan didalam sel seperti proses kontraksi, proses pengangkutan, dan proses
biosintesis, dan akhirnya didegradasi menjadi bentuk energi yang tak terpakai lagi, seperti
panas yang dilepaskan alam ke lingkungannya.
Pengertian ATP
Adenosin-5-trifosfat (ATP) adalah multifungsi nukleotida yang memainkan peran
penting dalam biologi sel sebagai koenzim, yaitu molekul unit mata uang intraselular energi
transfer. Ini adalah sumber energi yang dihasilkan selama fotosintesis dan respirasi sel dan
dikonsumsi oleh banyak enzim dan berbagai proses selular, termasuk reaksi biosintetik,
motilitas, dan pembelahan sel. ATP terdiri dari adenosin difosfat (ADP) atau adenosin
monofosfat (AMP ) dan penggunaannya dalam metabolisme mengubahnya kembali ke
prekursor ini in ATP each day. Oleh karena itu ATP didaur ulang terus-menerus dalam
organisme, dengan membalik tubuh manusia beratnya sendiri dalam ATP setiap hari. ATP
digunakan sebagai substrat dalam transduksi sinyal jalur oleh kinase yang memfosforilasi
protein dan lipid, maupun oleh adenilat siklase, yang menggunakan ATP untuk menghasilkan
pembawa pesan kedua molekul siklik AMP. Rasio antara ATP dan AMP digunakan sebagai
cara untuk sel merasakan betapa besar energi yang tersedia dan mengontrol jalur-jalur
metabolisme yang menghasilkan dan mengkonsumsi ATP. Terlepas dari peran dalam
metabolisme energi dan sinyal, ATP juga dimasukkan ke dalam asam nukleat oleh polimerase
dalam proses replikasi DNA dan transkripsi.
Struktur molekul ini terdiri dari purin basa (adenin) terikat pada 1 karbon atom dari
sebuah. Ini adalah penambahan dan penghapusan gugus fosfat ini yang mengkonversi antar
ATP, ADP dan AMP. . Ketika ATP digunakan dalam sintesis DNA, maka gula ribosa pertama
dikonversi menjadi deoksiribosa oleh ribonukleotida reduktase.
Sifat fisik dan kimia
ATP terdiri dari adenosin terdiri dari adenin cincin dan ribosa gula dan tiga fosfat
kelompok (trifosfat). Kelompok yang phosphoryl, dimulai dengan kelompok paling dekat
dengan ribosa, yang disebut sebagai alpha (), beta (), dan gamma () fosfat. ATP sangat larut
dalam air dan sangat stabil dalam larutan pH antara 6,8-7,4, tetapi cepat dihidrolisis pada pH
yang ekstrim. Akibatnya, ATP paling baik disimpan sebagai garam anhidrat. ATP adalah
molekul yang tidak stabil di unbuffered air, yang hydrolyses untuk ADP dan fosfat. Hal ini
karena kekuatan ikatan antara residu fosfat dalam ATP kurang dari kekuatan dari hidrasi
ikatan antara produk-produknya (ADP + fosfat), dan air.Jadi, jika ATP dan ADP berada dalam
kesetimbangan kimia dalam air, hampir semua ATP pada akhirnya akan dikonversi ke ADP.
Sebuah sistem yang jauh dari kesetimbangan mengandung energi bebas Gibbs, dan mampu
melakukan pekerjaan. Sel hidup menjaga rasio ATP menjadi ADP pada suatu titik sepuluh lipat
dari kesetimbangan, dengan konsentrasi ATP ribuan kali lipat lebih tinggi daripada konsentrasi
ADP. Perpindahan dari kesetimbangan berarti bahwa hidrolisis ATP dalam sel melepaskan
energi dalam jumlah besar.
1. Daur Energi di dalam Sel
Molekul kimia organik yang kompleks, seperti glukosa, mempunyai energi
potensial yang besar karena keteraturan strukturnya. Ketidakteraturannya ataupun entropinya
relatif rendah. Bila glukosa dioksidasi oleh oksigen dihasilkan 6 molekul CO2dan 6 H2O, serta
energi yang dilepaskan dalam bentuk panas dan atom karbonnya mengalami ketidakteraturan.
Dalam hal ini atom karbon tersebut terpisah-pisah dalam bentuk CO2 sehingga menghasilkan
bertambahnya posisi yang berbeda dari molekul yang satu terhadap yang lainnya. Hal ini
menyebabkan naiknya entropi dan turunnya energi bebas.
Dalam sistem biologi, khususnya dalam sel hidup, panas yang dihasilkan oleh proses
oksidasi tersebut tidak dapat dipakai sebagai sumber energi. Proses pembakaran dalam sistem
biologi berlangsung tanpa nyala atau pada suhu yang rendah. Energi bebas yang terkandung
di dalam molekul organik diubah dan disimpan dalam nentuk energi kimia, yaitu dalam struktur
ikatan kovalen dari gugus fosfat dalam molekul adenosin triphosfat (ATP), yang terbentuk
dengan perantaraan enzim dari adenosin diphosfat (ADP) dan senyawa phosfat anorganik (Pi).
Reaksi ini merupakan reaksi perpindahan gugus phosfat yang secara kimia dikaitkan dengan
tahap reaksi oksidasi khas yang berlangsung dalam katabolisme. ATP yang terbentuk
kemudian diangkut ke setiap bagian dalam sel yang memerlukan energi. Dalam hal ini ATP
berperan sebagai alat pangankut energi bebas. Sebagian dari energi kimia yang terkandung
dalam ATP itu dipindahkan bersama dengan gugus phosfat ujungnya, ke molekul penerima
energi lain yang khas, sehingga molekul ini menjadi senyawa berenergi kimia dan dapat
berperan sebagai sumber energi untuk proses biokimia yang lainnya.
Proses pengangkutan energi kimia lainnya di dalam sel berlangsung dengan proses
pengangkutan elektron dengan perantaraan enzim, dari reaksi penghasil energi (kabolisme) ke
reaksi pemakai energi (anabolisme) melalui suatu senyawa koenzim pembawa elektron.
Nikotinamida adenin dinukleotida (NAD) dan nikotinamida adenin dinukleotida phosfat
(NADP) adalah dua koenzim terpenting yang berperan sebagai molekul pengankut elektron
berenergi tinggi dari reaksi katabolisme ke reaksi anabolisme yang membutuhkan elektron.
2. Daur ATP
Peranan ATP sebagai sumber energi untuk metabolisme di dalam sel berlangsung
dengan suatu mekanisme mendaur. ATP berperan sebagai alat angkut energi kimia dalam
reaksi katabolisme keberbagai proses reaksi dalam sel ayng membutuhkan energi seperti proses
biosintesis, proses pengangkutan proses kontraksi otot, proses pengaliran listrik dalam sistem
syaraf, dan proses pemancaran sinar (bioluminesensi) yang terjadi pada organisme tertentu,
seperti kunang-kunang.
ATP terbentuk dari ADP dan Pi dengan suatu reaksi phosforilasi yang dirangkaikan
dengan proses oksidasi molekul penghasil energi. Selanjutnay ATP yang terbentuk ini dialirkan
ke proses reaksi yang membutuhkan energi dan dihidrolisis menjadi ADP dan phosfat
anorganik (Pi). Demikian seterusnya sehingga terjadilah suatu mekanisme daur ATP-ADP
secara continue dan berkeseimbangan.
Dalam hal ini gugus phosfat ujung pada molekul ATP secara kontinu dipindahkan ke
molekul penerima gugus phosfat dan secara kontinu pula diganti oleh gugus phosfat lainnya
selama katabolisme.
3. Proses pemindahan gugus phosfat dengan perantara enzim
Pada umumnya, senyawa phosfat di dalam sel dapat dibagi menjadi dua golongan
senyawa berenergi, senyawa phosfat berenergi tinggi dan senyawa phosfat berenergi rendah.
Hal ini tergantung dari besarnya harga negatif nya yang dibandingkan dengan ATP.
Senyawa phosfat berenergi tinggi seperti gliseroil phosfat dan fosfoenolpiruvat (senyawa
antara dari glikolisis), mempunyai dihidrolisis lebih negatip daripada ATP. Sedangkan
senyawa phosfat berenergi rendah seperti glukosa 1-phosfat dan fruktosa 1-phosfat,
mempunyai hidrolisis kurang negatif dari pada ATP.
Di samping itu ada satu golongan lainnya yang termasuk senyawa berenergi tinggi
dan berperan sebagai cadangan energi kimia dalam sel otot, yaitu fosfokreatin dan fosfoarginin.
Kedua senyawa phosfat berenergi tinggi ini terbentuk langsung dengan perantara enzim dari
ATP bila kosentrasi ATP di dalam sel cukup besar (berlebih). Dalam hal ini
meskipun hidrolisis fosfokreatin dan fosfoarginin lebih negatif dari pada ATP reaksi
berlangsung ke kanan karena terdapatnya konsentrasi ATP yang berlebih di dalam sel. Reaksi
akan berlangsung ke kiri bila proses metabolisme dalam sel memerlukan ATP.

Di dalam metabolisme energi, gugus fosfat dipindahkan dari senyawa fosfat berenergi
tinggi ke ADP, membentuk ATP selanjutnya ATP memindahkan gugus phosfatnya ke senyawa
panerima phosfat, membentuk ADP dan senyawa phosfat berenergi rendah. Dalam hal ini
sistem ADP-ATP berperan sebagai penghubung utama antara senyawa phosfat berenergi tinggi
dan senyawa phosfat berenergi rendah. Pemindahan gugus phosfat dari 3-fosfogliseroil fosfat
ke ADP dikatalis oleh enzim 3-fosfogliserat kinase. Telah diketahui perubahan energi bebas
baku ( ) untuk reaksi ini adalah -4,5 kkal.mol-1. Dalam proses ini terjadi perpindahan energi
kimia dari 3-fosfogliseroil fosfat ke ADP, yang disimpan dalam bentuk ATP.
Karena hidrolisis 3-fosfogliseroil fosfat adalah -11, 8 kkal.mol-1, jumlah energi untuk
memindahkan gugus phosfat ke ADP adalah (-4,5/-11,8)X100%=38%. Sedangkan sisanya,
100-38= 62%, disimpan dalam bentuk ATP.
Hal yang serupa terjadi pada pemindahan gugus fosfat dari fosfoenolpiruvat ke ADP,
yang dikatalisis oleh piruvat kinase. Reaksi yang terdiri dari dua tahap ini mempunyai =
-1
-7,5 kkal mol . Dengan cara perhitungan diatas, jumlah energi bebas baku yang
disimpandalam bentuk ATP dan yang dipakai untuk proses pemindahan gugus fosfat dalam
reaksi, dapat ditentukan.

Dalam peranannya sebagai pembawa energi, ATP dapat memindahkan gugus fosfat
ujungnya denhan perantaraan enzim keberbagai molekul penerima fosfat, seperti glukosa
(dikatalisis oleh glukokinase) dan gliserol (dikatalisis gliserol kinase).

Kedua reaksi ini mempunyai harga negatif sehingga reaksi berlangsung kekanan.

Keadaan sebenarnya yang terjadi di dalam sel adalah bahwa konsentrasi senyawa
pereaksi dan hasil reaksi seringkali tidak sama dengan 1 M. Jadi perubahan energi bebasnya
tidak menunjukkan harga baku. Dalam hal ini berlangsungnya suatu reaksi keseimbangan ke
kiri atau ke kanan tidak ditentukan oleh harga negatif , tetapi tergantung dari besarnya
konsentrasi senyawa tersebut.