You are on page 1of 4

Pak Yanto dan Anaknya

Pak Yanto 50 tahun dirujuk dari RSUD Sawahlunto ke RS Dr M Djamil Padang


dengan keluhan kedua kaki lumpuh sejak 1 minggu yang lalu. Awalnya kaki kanan terasa
kebas, kemudian diikuti oleh kelemahan, keesokan harinya kelemahan juga mengenai kaki
kiri, hingga tidak bisa jalan. Sejak itu kencing pun tidak bisa keluar, sehingga dipasang
Folley catheter. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar, kooperatif, tekanan darah
120/80mmhg. nadi 84X/menit, nafas 18 x/menit, suhu 36,90C. Kekuatan lengan normal,
kekuatan kaki 0/0/0 kiri dan kanan. Ditemukan anestesi mulai dari dermatom torakal 10
ke bawah. Bices dan Triceps ++/++, KPR dan APR +++/+++, Reflek babinski +/+. Untuk
pemeriksaan lebih lanjut, Pak Yanto dirawat di bangsal Penyakit Saraf.
Pak Yanto bertanya ke dokter yang menanganinya, apakah penyakitnya sama
dengan penyakit anaknya, Neni 17 tahun yang mengalami kelemahan pada keempat
anggota gerak dan sudah berulang sebanyak 3 kali sejak 1 tahun ini. Kelemahan biasanya
dipicu oleh kelelahan, setelah berkeringat banyak atau setelah mengalami muntah dan
diare. Kalau mengalami kelemahan biasanya Neni harus di rawat, lalu diinfus, kemudian
kelemahannya membaik, sehingga bisa beraktivitas seperti biasa dan dokter selalu
menyarankan agar banyak makan pisang, minum air kelapa dan buah-buahan lain yang
banyak mengandung elektrolit.
Sebagai seorang calon dokter, agaimanakah anda menerangkan kedua penyakit
tersebut ?

Terminnologi
1. Lumpuh
lemah dan tidak bertenaga atau tidak dapat bergerak lagi (tentang anggota
badan, terutama kaki)

2. Kebas
dalam istilah medis disebut dengan parastesia adalah sebuah kondisi ketika
fungsi serabut saraf mengalami gangguan, atau ketika saraf tepi mengalami
gangguan.
3. Folley chateter

a flexible tube which a clinician passes through the urethra and into the
bladder to drain urine.

4. Kooperatif
sikap yang menunjukkan kerjasama, tidak melakukan penentangan terhadap
suatu sikap individu maupun golongan tertentu
5. Anestesi
(pembiusan; berasal dari bahasa Yunani an-"tidak, tanpa" dan aesthtos,
"persepsi, kemampuan untuk merasa"), secara umum berarti suatu tindakan
menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai
prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.

6. Dermatom
kawasan/area kulit pada satu sisi tubuh yang menerima sinyal dari satu saraf
spinalis. Dermatom merupakan zona dari informasi sensoris atau perasaan
yang dibawa oleh cabang saraf di area tersebut.

7. Kpr dan apr


Knee Pess Reflex (KPR)
Orang coba duduk pada tempat yang agak tinggi sehingga kedua tungkai akan
tergantung bebas atau oarang coba berbaring terlentang dengan fleksi tungkai pada
sendi lutut. Ketuklah tendo patella dengan hummer sehingga terjadi ekstensi tungkai
disertai kontraksi otot kuadriseps.

Achilles Pess Refleks (APR)


Tungkai difleksikan pada sendi lutut dan kaki didorsofleksikan. Ketukalah tendo
Achilles, sehingga terjadi plantar fleksi dari kaki dan kontraksi otot gastrocnemius.

8. Reflek babinski

tindakan refleks jari-jari kaki, yang normal selama masa bayi tetapi abnormal
setelah usia 12 sampai 18 bulan. Setelah itu, refleks ini merupakan indikasi
kelainan pada jalur kontrol motorik utama dari korteks serebral dan secara
luas digunakan sebagai alat bantu diagnostik pada gangguan sistem saraf
pusat.

Tes refleks Babinski ditimbulkan dengan stimulus gesekan pada telapak kaki,
yang menghasilkan dorsofleksi jari besar dan pengembangan jari-jari yang
lebih kecil. Biasanya stimulus semacam itu menyebabkan semua jari-jari
kaki menekuk ke bawah. Disebut juga Babinskis toe sign

9. Diare
adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau
cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam

10. Infus
pemasukan suatu cairan atau obat ke dalam tubuh melalui rute intravena
dengan laju konstan selama periode waktu tertentu

11. Elektrolit
uatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya
larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan
elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia
lainnya.

Rumusan Masalah
1. kenapa bisa terjadi kebas pada kaki pak yanto? Dan apa saja yang dapat
menyebabkan kebas?
2. Kenapa kencing bisa tidak keluar? Apa hubungannya dengan kelemahan pada kaki?
3. Apa interprestasi dari pemeriksaan fisik?
4. Kenapa anak pak yanto bisa mengalami kelemahan pada ke empat alat gerak?
5. Apa hubungan kelemahan anak pak yanto dengan pemicunya? Dan kenapa membaik
setelah di infus?
6. Apa elektrolit yang di maksud dokter?

Hipotesis
1. Kesemutan terjadi karena adanya hambatan pada hantaran pesan oleh syaraf ke otak. Sensasi
normal hilang saat adanya hambatan tersebut sehingga dapat terjadi kebas atau baal. Saat
hambatan terlepas dan syaraf mulai mengirim pesan lagi ke otak, pada saat itu lah terjadi
kesemutan. Hambatan dapat terjadi karena posisi tubuh, tapi dapat juga terjadi karena
kerusakan syaraf atau masalah pada otak.

a. Kesemutan yang sebentar

Biasa terjadi karena posisi tubuh, tungkai, kaki, lengan, atau tangan sedemikian
rupa sehingga terjadi penekanan pada daerah tertentu. Kesemutan akan hilang
bila posisi tubuh diperbaiki. Dapat juga terjadi kesemutan di sekitar bibir saat
hiperventilasi, yang akan hilang bila nafas kembali normal

b. Kesemutan yang lama


i. Terjadi pada kasus jepitan syaraf pada ruas tulang punggung karena
masalah pada tulang punggung. Kesemutan akan terasa distal dari
jepitan. Misal jepitan di daerah leher, maka kesemutan dapat terjadi di
leher, bahu, lengan tangan sampai dengan jari.
ii. Sciatica. Tungkai dan kaki dipersyarafi oleh syaraf sciatica yang
keluar dari ruas tulang punggung. Bila terjadi jepitan akan
menyebabkan kesemutan dari pantat, paha, sampai ke ujung jari kaki.
iii. Carpal tunnel syndrome. Jepitan syaraf pada terowongan carpal di
pergelangan tangan. Kesemutan dapat terjadi dari pergelangan tangan
hingga ke ujung jari.
iv. Kencing Manis. DM dapat merusak pembuluh darah kapiler yang
mensuplai darah ke syaraf pada jari tangan atau kaki. Maka kesemutan
dapat terjadi pada jari-jari tersebut yang disebut dengan peripheral
neuropathy.
v. Penyakit syaraf. Termasuk di dalamnya stroke, multiple sclerosis, dan
tumor otak. Kondisi ini dapat merusak syaraf dan menimbulkan
kesemutan.
vi. Pengaruh obat-obatan. Termasuk di dalamnya obat-obat
chemotherapy, antiretroviral (obat HIV) dan metronidazole.
vii. Trauma. Bila trauma menyebabkan kerusakan pada ujung syaraf, maka
akan dirasakan kesemutan di daerah yang terkena.
viii. Neuritis. Peradangan yang terjadi pada syaraf yang biasanya
disebabkan oleh konsumsi alkohol, zat-zat berbahaya dalam asap
rokok, infeksi oleh virus atau bakteri, dan anemia defisiensi vitamin
B12.

2. Gangguan kandung kencing / bladder dapat terjadi akibat dari kerusakan saraf atau
lesi yang terjadi pada sistem saraf manusia. Apabila sistem saraf pusat atau system
saraf tepi yang merupakan jalur persarafan system perkemihan mengalami gangguan
maka akan mengganggu proses berkemih. Otak, pons, medulla spinalis dan saraf
perifer merupakan beberapa bagian dari system saraf yang memungkinkan untuk
terlibat.

3.