You are on page 1of 8

PAMIJAHAN (GOA SAFARWADI

)

Kehidupan spiritual setiap orang seringkali pasang surut.
Adakalanya mengalami kehampaan, sehingga timbul hasrat ingin
mengisi kekosongan qalbunya.
Mereka lalu melakukan perjalanan spiritual untuk menemukan
kembali jatidiri spiritualnya. Bentuk perjalanan spiritual
diantaranya: mondok di pesantren, mengikuti pengajian/tarekat,
ziarah ke makam Waliyulloh atau makam-makam keramat.
Dalam melakukan perjalanan ini umumnya dibimbing kyai, ulama
dan ustadz.

Pada galibnya, tujuan perjalanan mendapatkan pencerahan batin
dan semakin merasa dekat dengan Sang Khalik. Setelah pulang
diharapkan terjadi perubahan sikap dan perilaku lebih baik. Tentu
diiringi derajat kehidupan yang meningkat secara materi maupun
spiritual.
Namun tidak jarang orang-orang yang mengikuti perjalanan
spiritual tidak mendapatkan sensasi spiritual. Misalnya,
merasakan getaran energi selama menjalankan proses ritual.
Inilah yang menimbulkan kekecewaan. Sensasi spiritual (sensasi
gaib) yang diharapkan tidak muncul. Padahal mereka datang dari
jauh dan mengeluarkan biaya.
Pengalaman penulis mengunjungi tempat-tempat
keramat/makam Waliyulloh dan menanyakan kepada orang-
orang yang riyadhoh memang sering mendapatkan jawaban tidak
dapat merasakan sensasi spiritual. Meskipun sudah beberapa hari
riyadhoh.

Sekaitan ini penulis menghubungi Haryanto Agus Murdianto guna
mencari tahu mengapa tidak muncul sensasi spiritual.

“Tidak hadirnya sensasi spiritual umumnya disebabkan faktor niat

Di samping itu. seseorang yang mengalami kesulitan atau keruwetan. “Apabila orang ini tidak dibimbing secara benar. Dia mencontohkan. Berniat mengubah perilaku yang kurang baik dan menjalankan agama secara kaffah. Pada gilirannya.”katanya. melihat fenomena gaib di tempat keramat jangan dijadikan tujuan ziarah.” ungkapnya. Namun suatu saat orang tersebut ingin memperbaiki kualitas hidupnya.” ujarnya. Meski begitu dia mengingatkan. Orang penakut dapat merasakan getaran energi dan melihat fenomena gaib. “Kualitas riyadhoh juga berdasarkan hajat dan kebersihan qalbu.dan tingkat kekhusyukan yang kurang. asalkan khusyuk dan konsentrasi penuh saat riyadhoh. Sangat disayangkan jika datang dan melakukan riyadhoh hingga beberapa hari tetapi tidak merasakan getaran energi. maka hasilnya . makam Syekh Abdul Muhyi di Pamijahan. Konsentrasi sangat mutlak. entah masalah rumah tangga atau ekonomi. Kemudian orang ini mengunjungi makam-makam Waliyulloh. energi hijrah bertujuan untuk terjadinya hijrah qolbu. “Merasakan sensasi spiritual merupakan pemicu energi hijrah. Di tempat semacam itu. Lebih jauh dikatakan. ada aturan-aturan yang harus dilakukan untuk mendapatkan sensasi ini. makam Sunan Gunung Jati atau makam-makam Waliyulloh sebenarnya memiliki getaran energi tinggi. aura yang terpancar sangat kuat. Melainkan sebagai pemicu mendapatkan energi hijrah. Riyadhoh di tempat keramat harus diiringi kekhusyukan tinggi. hal ini biasanya akibat perbuatan sendiri yang kurang baik dan tidak tekun menjalankan agama.

Kamis sore terhitung masuk hari Jumat. tetapi tidak tepat menjalankan riyadhoh. ziarah ke makam Waliyulloh pada hakekatnya seperti menjelajahi alam gaib. Sensasi spiritual dapat mendekatkan keyakinan batiniah dan lebih cepat mendapatkan pencerahan batin.” ujarnya tersenyum. Sensasi spiritual memiliki tahapan-tahapan. Sia-sia kedatangannya. “Ketika memasuki pintu gerbang kompleks. sehingga disebut sayyidul ayyam/hari paling mulia). Tasikmalaya. jika berziarah ke Keramat Pamijahan hendaknya tiba sore hari atau saat waktu shalat Ashar. Ini yang memicu energi hijrah atau kekuatan batin mengubah kualitas hidup. Namun pada kedatangan berikutnya. “Saat pertama mengunjungi tempat itu. Saya meringkasnya dengan istilah jelajah alam gaib sebagai lentera dunia. sensasi spiritual tidak muncul. Itu pun ada yang membimbing agar ziarah secara benar. saya mulai faham. Biasanya peziarah memilih hari Kamis sore (dalam ajaran Islam. sebenarnya aura kewalian sangat kental. dll. Ya. Meskipun secara fisik berada di makam (alam nyata).” kilahnya. melihat fenomena alam gaib. Riyadhoh berhari-hari. Dia menyarankan. saya tidak merasakan sensasi spiritual. Maksudnya. Lebih jauh dia menceritakan pengalamannya ziarah ke makam Waliyulloh Syekh Abdul Muhyi di Kompleks Keramat Pamijahan.tidak maksimal. sebelum memasuki areal upayakan hati bersih dari rasa dengki atau dendam terhadap . Itu sebabnya. tetapi mata batin dapat menembus kegaiban. Adapun hikmah pengalaman menjelajahi alam gaib ini dijadikan lentera (lampu) menjalani kehidupan di dunia nyata. seperti merasakan getaran energi dalam tubuh.

Usai berjamaah Maghrib. . Niat dan hajat harus bersih dari unsur kemungkaran. termasuk shalat sunat tahiyyatul masjid. “Di makam Syekh membaca doa-doa. Peziarah melalukan shalat Isya berjamaah di sini. biasanya membaca doa dan tawassul.”kata Anto.” kilahnya. insya Allah getaran energi sudah dapat dirasakan. Selanjutnya memasuki masjid tidak jauh dari gerbang utama. Luangkan waktu shalat di masjid. Peziarah harus memiliki buku panduan doa dan tawassul. Membaca doa dan tawassul hingga menjelang pukul 22. “Usai shalat.siapapun.1 pagi. Pembacaan doa di makam Syekh Abdul Muhyi hingga pukul 0. Setelah itu bergerak ke Goa Safarwadi. Berada di masjid ini hingga tiba waktu Maghrib. surat Yasin dan Asmaul Husna.00 malam. Apabila peziarah benar-benar khusyuk. Shalat di Masjid Jami ini merupakan titik awal peziarah melakukan perjalanan spiritual. Lalu menuju makam Syekh Abdul Muhyi. Di samping itu. Tetapkan niat memohon kepada Allah SWT agar dapat merasakan kualitas ziarah. Makam Syekh Abdul Muhyi Di sekitar kompleks makam tumbuh pohon besar yang memberi kesan teduh. Di dekat makam ada sebuah masjid pula. ada pula doa yang harus dibaca yaitu doa pembuka dialog dengan hakekat Sang Wali. peziarah langsung menuju areal makam Syekh Abdul Muhyi.”lanjutnya. Suatu kondisi alam yang mendukung kekeramatannya.

banyak rezeki. terutama kisah mistik ceruk-ceruk tersebut. Adapun panjang goa sekitar 284 meter dan bagian terlebar 24. dll. Setelah itu mengunjungi ceruk kecil mengandung mata air yang disebut: zamzam. Menurut Anto. Jalan goa juga merupakan sumber air yang mengalir ke sungai Pamijahan. Peziarah harus mengetahui kisah lorong-lorong goa. sebenarnya saat memasuki lorong goa sudah ada dialog gaib dengan khodam atau pengawal-pengawal gaib Waliyulloh. Perjalanan dilanjutkan ke utara sampai di sebuah lorong dangkal yang disebut cikahuripan (air kehidupan).50 meter. Sepanjang jalan goa tampak langit-langit dipenuhi stalaktit-stalagmit. Peziarah dianjurkan membaca surat Al Baqoroh ayat 1 sampai 7. Termasuk pula agar selalu kokoh iman Islam. Jalur pintu masuk di tenggara (Kampung Pamijahan) dan pintu keluar di barat laut (Kampung Panyalahan). Ceruk merupakan tempat berdoa. Karenanya lorong goa ini disebut jalan mistik. Namun bagian dalam memiliki ruang cukup luas yang dapat menampung puluhan orang. Peziarah dapat mengambil air dalam botol plastik untuk dibawa pulang.Goa Safarwadi Goa Safarwadi memiliki 2 pintu. Dekat pintu masuk terdapat lorong yang disebut pangtapaan (tempat bertapa) yang menjadi lokasi pertama ziarah di goa. Terdapat pula ceruk-ceruk (semacam lekukan di dinding goa). Dari ujung ke ujung goa jalan masuknya sempit. namun setiap ceruk memiliki ciri khas tersendiri berkaitan dengan hajat peziarah. Ceruk mengandung getaran energi berbeda. . Air ini diyakini berguna untuk ketentraman keluarga dan dapat menetralisir gangguan jin-jin fasik. Air karomah ini dipercaya membuat seseorang awet muda.

yaitu jalan ke Surabaya dan jalan ke Cirebon. Lorong ini memiliki dua cabang ke kiri dan kanan. Tempat riyadhoh untuk kekuatan. Sang Wali melakukan riyadhoh di Goa Safarwadi. ceruk pesantren.” kilahnya. disebut menara dan jalan ke Mekkah. Seorang Wali melakukan riyadhoh di ceruk yang berbeda. maka cocok riyadhoh di ceruk pesantren. yang pada ujungnya terdapat ceruk masjid isteri. Ada santri-santri dan kitab-kitab. Seandainya khusyuk berdoa. Peziarah yang berhajat ingin mendapatkan ilmu tinggi atau memiliki pesantren (baca: lembaga pendidikan). tentu tidak cocok riyadhoh di ceruk ini.Ceruk yang ada cukup banyak dan diyakini merupakan tempat Wali Songo melakukan riyadhoh. ada ceruk kopiah. Keluar dari lorong dilanjutkan ke lorong utama pada arah utara. Para Wali melakukan riyadhoh sesuai dengan tantangan kultur pada zamannya. seorang wali mendapat isyaroh membangun sebuah pesantren. Contoh. Sedangkan lorong paling barat adalah jalan ke Banten. ceruk Banten. . kita akan memiliki kecerdasan tinggi. “Ceruk pesantren suasana gaibnya memang mirip pesantren. dll. Terdapat pula lorong besar ke arah barat. Pada cabang sebelah kiri (utara) terdapat dua lorong. Posisi atau tempat duduknya (ceruk) saat melakukan riyadhoh ini tentu memiliki energi spiritual yang sesuai dengan hajat utama Sang Wali (biasa disebut ceruk pesantren). Pada intinya. Sedangkan yang berhajat ingin mendapatkan wibawa tinggi atau jabatan. insya Allah isi dari kitab-kitab tersebut dapat dikuasai. Dikisahkan. Pada lorong ini terbentang dua cabang besar membentuk sayap timur dan barat. wibawa adalah di ceruk Banten. Bahkan sebenarnya banyak kitab- kitab gaib beterbangan. Agar hajat terkabul.

Peziarah yang berhajat pergi haji. Saat fajar. biasanya melakukan riyadhoh di lorong menara dan jalan ke Mekkah. Peziarah sebaiknya keluar dari goa menjelang shalat shubuh agar dapat melakukan shalat berjamaah. . Pada bagian sebelah utara terdapat ceruk cikajayaan dan kemudian ceruk yang disebut tiang masjid Madinah. Setelah itu. Di goa ini Beliau mendapatkan wahyu pertama. Konon.” katanya. “Kaum wanita yang memiliki hajat sebaiknya riyadhoh di ceruk ini. namun belum memiliki biaya cukup. Itulah yang mengilhami Waliyulloh mengikuti jejak Rasul. Ini merupakan ujung lorong goa yang berada di Kampung Panyalahan. terkait dengan tugas yang dibebankan kepada para Wali dalam melakukan syiar Islam. Waliyulloh memilih goa sebagai tempat riyadhoh semata- semata mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. peziarah dapat menyempatkan diri ziarah ke makam Syekh Khotib Muwahid. Banyaknya ceruk menggambarkan jejak Waliyulloh dalam memohon kekuatan batin dari Allah SWT demi kepentingan syiar Islam. Adapun jalan ke Surabaya. Nabi Muhammad SAW melakukan riyadhoh pertama di Goa Hiro. Gaib di sini memang dari jenis jin perempuan. Tempat ini dikhususkan bagi kaum wanita yang melakukan riyadhoh. Ceruk masjid isteri tergolong unik. beristirahat secukupnya di rumah penduduk yang dijadikan tempat penginapan. jalan ke Cirebon dan jalan ke Banten. Sebagaimana diketahui. Kembali ke jalur utama goa. apabila para Waliyulloh hendak ke Tanah Suci secara gaib melakukan riyadhoh di lorong ini. perjalanan dilanjutkan ke arah barat.

”sarannya. mengakses makam Waliyulloh. . Dengan kata lain. Jika merasa belum mendapatkan sensasi spiritual. apabila berhasil mengalami sensasi spiritual. khususnya Pamijahan. Inilah nikmatnya menjelajahi alam gaib di alam nyata. maka insya Allah hajat yang diinginkan terkabul.“Saat tiba waktu zhuhur. Anto mengungkapkan. Dilanjutkan ziarah ke makam-makam lain. sesungguhnya merupakan representasi permohonan atas perubahan nasib seseorang. peziarah sudah harus bersiap-siap shalat berjamaah. maka dapat melakukan proses ritual yang sama pada malam berikutnya. Tentu peziarah memang berkeinginan mendapatkan sensasi spiritual yang berkualitas.