You are on page 1of 15

KALOR DAN HUKUM KE-1TERMODINAMIKA

OLEH :

Kelompok 8

1. NANDA RAHMADANI
2. LINDA RAMADHANI HARAHAP
3. TESYA NATALIA MARPAUNG
4. SAMUEL TOM W. PADANG

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2016

1

Makalah ini kami buat untuk melengkapi tugas mata kuliah Termodinamika. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Medan. sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. 25 September 2016 Penulis 2 .

5 Persamaan Untuk Sistem Hidrostatik……………………………………………………………………………..7 2.2.Latar Belakang………………..1 1.i DAFTAR ISI………………………………………………………….3 2. Daftar Isi : KATA PENGANTAR……………………………………………………..Rumusan Masalah……………………………………………………….1 BAB II PEMBAHASAN 2.……….2 Perpindahan Kalor Secara Kuasistatik…………………………………………………………………………….1 1.11 3..ii BAB I PENDAHULUAN 1.……..…………..9 BAB III PENUTUP 3. Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………………….3..1.……….2.3 Perumusan Hukum Ke-1 Termodinamika……………………………………………………………………….……………………………………….4 Kapasitor Kalor……………………………………………………………………………………………………………….5 2...Tujuan…………………………………………………………………….1.1 Kalor………………………………………………………………………………………………………………………………2 2. Saran……………………………………………………....…………………………………………………………………….11 DAFTAR PUSTAKA 3 .…………….

Mengetahui persamaan untuk system hidrostatis 4 .2 Rumusan Masalah 1. Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Dapat menuliskan perumusan pada hukum ke-1 termodinamika 4. 1. BAB I PENDAHULUAN 1. kerja. Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal. dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecuali perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Selain itu. Apa yang dimaksud dengan kalor ? 2. yang secara spesifik membahas tentang hubungan antara energi panas dengan kerja. Bagaimana perumusan pada hukum ke-1 termodinamika? 4. Bagaimana proses perpindahan kalor secara kuasistatik? 3. Mengetahui proses perpindahan kalor secara kuasistatik 3. Mengetahui definisi dari kapasitas kalor 5. Mengetahui definisi dari kalor 2. tidak dapat dimusnahkan atau dihilangkan. Apa yang dimaksud kapasitas kalor ? 5. Bagaimana persamaan untuk system hidrostatis? 1.3 Tujuan 1. secara kompleks termodinamika adalah ilmu tentang energi. entropi dan kespontanan proses. baik secara alami maupun hasil rekayasa teknologi. dengan kata lain termodinamika adalah fisika energi. energi di alam semesta bersifat kekal. yang terjadi adalah perubahan energi dari satu bentuk menjadi bentuk lain tanpa ada pengurangan atau penambahan. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang hukum pertama termodinamika dan kapasitas kalor gas. Hal ini erat hubungannya dengan hukum–hukum dasar pada termodinamika.1 Latar Belakang Termodinamika berasal dari bahasa Yunani: thermos = panas and dynamic = perubahan. panas. Jadi.

(t2-t1) 5 .c. BAB II PEMBAHASAN 4. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg) Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu kapasitas kalor (H) dan kalor jenis (c) : 1. Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius. jenis zat (kalor jenis).1 Kalor Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat.L. Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. perubahan suhu Sehingga secara matematis dapat dirumuskan : Q = m. H = Q/(t2-t1) 2. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor : massa zat.U dan Q = m. persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m. begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar.(t2 – t1) Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis  Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu  Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten). c = Q/m. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter.

Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan besar kalor yang dihasilkan. Ini dapat terjadi karena kontak dengan reservoir termal.c Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain. dll. Dalam pembahasan ini hanya akan diulas tentang hubungan energi listrik dengan energi kalor. Alat yang digunakan mengubah energi listrik menjadi energi kalor adalah ketel listrik.c. Pertukaran kalor sistem dan perubahan 6 . Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbentuk persamaan baru H = m. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan: W=Q Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai berikut : W = P. Sebuah proses isotermal adalah saat di mana semua perkembangan terjadi pada suhu konstan. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik.(t2 – t1) 4. itu adalah proses yang ditandai dengan ΔT = 0.t = m.t Keterangan : W adalah energi listrik (J) P adalah daya listrik (W) t adalah waktu yang diperlukan (s) Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m. pemanas listrik. Dalam bahasa termodinamika.c.2 Perpindahan Kalor Secara Kuasistatik Setiap proses termodinamika ditandai oleh perubahan variabel termodinamika makroskopik yang terkait dengannya.(t2 – t1) maka diperoleh persamaan : P.

yang sama dengan suhu reservoir. yang mengalami perubahan 7 . sambil mempertahankan suhu. berbagai variasi tekanan dan volume akan memenuhi persamaan tersebut. dan Vinitial adalah volume awal dari sistem. selama proses isotermal. dalam kondisi isotermal. ‘nRT’ menjadi konstan dan persamaan keadaan untuk gas dapat ditulis sebagai: PV = Konstan Ini adalah Hukum Boyle dalam termodinamika. Sebuah grafik dapat dihasilkan. untuk suhu konstan. diberikan oleh persamaan berikut: Wiso = – nRT ln (Vfinal / Vinitial) Dalam persamaan ini. di bawah kondisi isotermal. ekspresi untuk usaha yang dilakukan. Vfinal adalah volume akhir. dimana P adalah tekanan. dan T adalah suhu sistem. yang menampilkan perkembangan dari sistem. karena suhu tetap (ΔU = 0) konstan. V adalah volume. Wiso adalah usaha yang dilakukan dalam proses isotermal. kita sampai pada kesimpulan bahwa ΔQ = – ΔW. Selama proses isotermal. energi internal tetap tidak berubah. Hukum gas ideal dinyatakan sebagai: PV = nRT. Untuk proses reversibel. dalam hal ini menyatakan bahwa ΔU = ΔQ + ΔW.keadaan perlahan-lahan (ΔQ ≠ 0). Namun. Ini berarti bahwa semua masukan kalor dari sistem tersebut digunakan untuk melakukan usaha. Dalam kasus gas ideal. Semua kurva ini dikenal sebagai ‘Isotermal’. Jika grafik perubahan tekanan dan volume yang dihasilkan. yang menggambarkan variasi volume dan tekanan. sedangkan ‘n’ adalah jumlah mol gas. karena hukum pertama termodinamika.

Menurut ungkapan ini. maka sistem akan mengalami perubahan energi dalam. yang merupakan salah satu proses yang paling penting dalam termodinamika teknik. Bila dalam suatu perubahan sistem menyerap sejumlah (kecil) kalor. maka akan terjadi perubahan energi dalam (ΔU). jika gas mengembang karena sistem berjalan melalui proses isotermal (Vfinal – Vinitial> 0).…………(5) pada volume tetap. usaha yang dilakukan adalah negatif. Sedangkan.3 Perumusan Hukum Ke-1 Termodinamika Keseluruhan energi potensial dan energi kinetik zat-zat yang terdapat dalam suatu sistem. karena sistem ini mengalami proses isotermal (Vfinal – Vinitial <0)..(4) Persamaan (4) merupakan bentuk matematik dari hukum pertama termodinamika. 8 .. dan melakukan kerja (kecil). 4. Jika gas akan dikompresi. U. usaha yang dilakukan akan menjadi positif. maka persamaan (4) dapat diubah menjadi dU = δq – p dV. pada sistem..U1……………………(2) sehingga diperoleh U2 . ENERGI DALAM merupakan fungsi keadaan karena besarnya hanya bergantung pada keadaan sistem.U1 = q + w. untuk ekspansi. sebesar ΔU = U2 . usaha dilakukan oleh sistem. Dalam hal ini. yang memiliki aplikasi luas dalam bidang sains dan teknik. maka menurut persamaan di atas. Ini adalah proses termodinamika yang penting untuk dipelajari.isotermal. dU. δq. Hal ini penting ketika mempelajari siklus Carnot. dV = 0.……………………(1) untuk perubahan yang besar pada suatu sistem dari keadaan 1 (energi dalam U1) ke keadaan 2 (energi dalam U2). Bila kerja yang dilakukan oleh sistem hanya terbatas pada kerja ekspansi (misalnya pada kebanyakan reaksi kimia).……. Itu berarti usaha yang positif telah dilakukan oleh lingkungan. disebut energi dalam.………………(3) ΔU = q + w…………………. energi suatu sistem dapat berubah melalui kalor dan kerja. δw. sebesar dU = δq + δw.

H merupakan fungsi keadaan. (6) atau untuk perubahan besar.H1 = q ΔH = q………………. H=U+pV .. Mengingat entalpi.(8) dan karena p1 = p2 = p. ΔH. maka (U + pV) juga merupakan fungsi keadaan.. p dan V adalah fungsi keadaan. 9 .. (7) Menurut persamaan (7) perubahan energi dalam adalah kalor yang diserap oleh sistem bila proses berlangsung pada volume tetap. maka (U2 + p2V2) . hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistem.maka : dU = δq. Fungsi ini disebut ENTALPI.V1)…………………. ΔU = q………………………. H2 . H. Fungsi Entalpi dan Perubahan Entalpi : Kebanyakan reaksi-reaksi kimia dilakukan pada tekanan tetap yang sama dengan tekanan atmosfir. Akan diperoleh U2 – U1 = q . maka perubahan entalpi.(10) Berdasarkan hasil ini dapat dikatakan bahwa : KALOR YANG DIPERTUKARKAN ANTARA SISTEM DAN LINGKUNGAN PADA TEKANAN TETAP BESARNYA SAMA DENGAN PERUBAHAN ENTALPI SISTEM..p(V2 . bila pada persamaan (11) dU = δq – p dV diintegrasikan (di mana p ialah tekanan sistem).…………………. Dalam hal ini. menurut persamaan (9).(U1 + p1V1) = q…………… (9) oleh karena U. Jadi.

kapasitas kalor (C) dinyatakan dengan persamaan : C = Q/ΔT Pada gas. Perumusan kedua pada kapasitas kalor tersebut secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut. Dengan demikian. usaha sistem W = p ΔV. Cp = QP/ΔT dan CV = QV/ΔT Jika besaran QP dan QV dimasukkan ke dalam persamaan Hukum Pertama Termodinamika. untuk volume tetap disebut CV dan untuk tekanan tetap disebut Cp. a. perubahan suhu dapat dilakukan dengan proses isobarik atau proses isokhorik. Pada proses isokhorik QV = ΔU + W Oleh karena dalam proses ini volume sistem tetap (ΔU = 0) maka usaha sistem W = 0 sehingga didapatkan persamaan : QV = ΔU b. Pada proses isobarik QP = ΔU + W Oleh karena dalam proses ini tekanan sistem tetap ( Δp + 0). kapasitas kalor gas dapat dibedakan menjadi dua. persamaan Hukum Pertama Termodinamika dapat dituliskan 10 .4. Secara matematis.4 Kapasitas Kalor Kapasitas kalor gas adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu gas sebesar 1°C. Dengan demikian. yakni kapasitas kalor pada tekanan tetap (Cp) dan kapasitas kalor pada volume tetap (V). akan didapatkan persamaan berikut.

(Sumber: Fisika Universitas. wajan. 2000) Besar Cp dapat ditentukan dari Persamaan sehingga diperoleh : 11 . Cp – CV = nR Untuk gas monoatomik. energi dalam gas dinyatakan dengan persamaan : ΔU = 3/2 nRΔT Dengan demikian. Hal ini disebabkan karena tekanan udara di atas panci. kapasitas kalor pada proses isokhorik (QV = ΔU) dapat dituliskan sebagai : CV = 3/2 nR (9–26) Catatan Fisika : Umumnya memasak melibatkan proses isobarik.QP = ΔU + p ΔV Dengan melakukan substitusi Persamaan Qp = ΔU + p ΔV atau Qp – QV = p ΔV Selanjutnya. atau dalam oven microwave tetap konstan sementara makanan dipanaskan. diperoleh persamaan (Cp ΔT) – (CV ΔT) = p ΔV (Cp CV)ΔT = p ΔV Cp – CV = p ΔV / ΔT Berdasarkan persamaan keadaan gas ideal pV = nRT.

dengan persamaan keadaan: p V = n R T b. Persamaan keadaan sistem hidrostatis dinyatakan dalam fungsi f(p. nitrogen. Gas Clausius. dan gas kripton. helium. uap air.Cp = CV + nR Cp = 3/2 nR + nR Cp = 5/2 nR 4. dan oksigen dapat berada dalam wujud padatan. gas. dengan persamaan kedaan: p (v – b) = R T c. kemagnetannya. neon. Nitrogen (N2). Karbondioksida (CO2). Hidrogen (H2). namun jumlahnya sedikit sekali. dengan persamaan keadaan Dalam bentuk lain persamaan keadaan gas van der Waals dapat ditulis sebagai berikut.T) = 0 a. dan karbondioksida. Gas van der Waals. Karbondioksida. 12 . maupun cairan. Sistem hidrostatis disebut zat tak murni apabila terdiri atas campuran zat murni yang berada dalam keadaan setimbang termodinamis. atau Oksigen (O2). Misalnya: Es (H2O). Air (H2O). Sistem hidrostatis ada dua. elastisitasnya. nitrogen. yaitu: zat murni dan zat tak murni. atau padatan. Misalnya: udara yang terdiri dari campuran oksigen.5 Persamaan Untuk Sistem Hidrostatis Sistem hidrostatis merupakan zat kimia yang tidak diperhatikan sifat kelistrikannya. Gas Ideal. hidrogen. cairan. misalnya gas argon. Dalam udara masih ada beberapa jenis gas lagi.V. dan sifat tegangan permukaannnya. Contoh sistem hidrostatis adalah: gas. Uap Air (H2O). Sistem hidrostatis disebut zat murni apabila terdiri atas satu senyawa kimia saja dan berada dalam keadaan setimbang termodinamis.

9. 2 2 p v – (p b + R T) v + a v – a b = 0 d. dan seterusnya disebut sebagai koefisien virial yang merupakan fungsi temperatur. Karena persamaan 3. 13 . maka diperoleh: 2 A = R T. C = R T b . B = R T b. A. B. Persamaan keadaan gas real sebagai berikut.b sama dengan persamaan 3. C.8.

dan melakukan kerja (kecil). neon.T) = 0 3.2 Saran Dengan adanya makalah ini. Sistem hidrostatis disebut zat tak murni apabila terdiri atas campuran zat murni yang berada dalam keadaan setimbang termodinamis. 14 . Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar. Sebuah proses isotermal adalah saat di mana semua perkembangan terjadi pada suhu konstan. Bila dalam suatu perubahan sistem menyerap sejumlah (kecil) kalor. Misalnya: udara yang terdiri dari campuran oksigen. dan karbondioksida. Dalam udara masih ada beberapa jenis gas lagi.1 Kesimpulan Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. sebesar dU = δq + δw. Dan mudah-mudahan dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. namun jumlahnya sedikit sekali. maka sistem akan mengalami perubahan energi dalam. Setiap proses termodinamika ditandai oleh perubahan variabel termodinamika makroskopik yang terkait dengannya. helium. untuk volume tetap disebut CV dan untuk tekanan tetap disebut Cp. kapasitas kalor (C) dinyatakan dengan persamaan : C = Q/ΔT. δq. penulis berharap makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam memahami dunia fisika khususnya mengenai termodinamika. Kapasitas kalor gas adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu gas sebesar 1°C.V. misalnya gas argon. begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. δw. dU. Persamaan keadaan sistem hidrostatis dinyatakan dalam fungsi : f(p. Secara matematis. uap air. Makalah ini juga dapat dijadikan sebagai bahan ajar. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. dan gas kripton. nitrogen. BAB III PENUTUP 3.

com/author/rifkymuhamad67/ 15 .net/penjelasan-pengertian-proses-isotermal.wordpress.html http://14komangekayanapendidikanfisika69.html https://intipsthermo.Daftar Pustaka http://ilmualam.co.id/2014/02/materi-tentang-kalor- lengkap.blogspot.